Tittle : Extraordinary Maknae
Genre : Brothership, family
Rating : Fiction T
Cast : Semua member EXO
Disclaimer : Mereka punya Tuhan, mereka punya orang tua mereka masing-masing, dan ceritanya punya saya,,hehehe…
Warning : Typos dimana-mana
.
Haihai.. apa saya updatenya kecepatan? Gpp ya… ^_^
Selamat membaca,,,, ^^
.
.
"Sepertinya pembahasan kita memang harus berubah. Ini yang lebih penting."
"Lalu ulang tahun Sehunie…?"
"Kita harus melatihnya untuk lebih mandiri dan tidak selalu semua harus bergantung pada kita. Aku rasa sekaranglah saat yang tepat,"
"Kita tidak perlu merayakannya."
.
Chapter 4
.
.
Malam itu sudah sangat larut, mereka masih berkumpul di ruang tengah. Suasana menjadi hening beberapa saat, tidak ada tanggapan, sanggahan ataupun mengutarakan pendapatnya. Semua masih duduk terdiam setelah Suho memutuskan untuk tidak merayakan ulang tahun Sehun yang ke-20 nanti.
"Bagaimana menurut kalian? Apa ada yang keberatan?", tanya Suho pada mereka.
"Tapi ini adalah ulang tahunnya yang ke-20, saat dimana dia akan menginjak ke tahap kehidupan yang jauh lebih menantang. Bukankah kita bersebelas sudah mengalaminya, bagaimana perasaan kita saat memasuki usia ke-20. Itu adalah saat-saat yang paling kita nantikan, bukan? Saat-saat yang paling berharga, sama halnya seperti saat kita akan mencapai usia ke-17.", jelas Xiumin yang sepertinya merasa kurang setuju.
"Aku tidak bisa membayangkan, bagaimana perasaan Sehunie saat kita melewati hari spesialnya begitu saja. Dia pasti akan sangat sedih.", ucap Luhan dengan wajah yang tidak tega.
"Di sinilah letak kelemahan kita pada Sehunie, hyung. Kita akan selalu menuruti keinginannya, dan tidak akan tega marah dalam waktu yang lama padanya. Kita yang salah, karena dari awal tidak pernah bisa tegas dengannya.", ujar Chanyeol mengingatkan.
"Apa yang dikatakan Chanyeol itu benar, justru dengan kedatangan hari lahirnya yang sebentar lagi, kita harus bisa merubahnya menjadi lebih dewasa dalam segala hal.".
"Aku setuju dengan Suho hyung. Sehunie harus mengerti bahwa kehidupan ini tidak akan pernah sama, selalu ada perubahan yang akan datang baik itu cepat atau lambat. Dan dia harus siap dengan perubahan itu sendiri.", Baekhyun turut berkomentar. Kai yang duduk di dekatnya ikut memberikan anggukan pertanda dia juga setuju dengan keputusan sang leader.
"Mungkin ini akan terlihat sedikit kejam untuk Sehunie yang tidak terbiasa menerima perlakuan yang keras. Tapi aku cukup mengerti, bukankah kita bermaksud baik, ini demi masa depannya juga. Jadi aku rasa kita harus memulai bersikap tegas pada Sehunie.", ucap chen setelah menimbang lama tentang pembicaraan mereka. Tao yang tadinya bertampang sedihpun pada akhirnya membenarkan apa yang dikatakan Chen.
Dengan beberapa pertimbangan dan mendengar pendapat dari masing-masing member, Luhan akhirnya berbicara, "Baiklah, aku tidak harus berkomentar banyak dengan ini. Tujuan awal kita adalah untuk kebaikan maknae kita sendiri. Arraseo, kita coba saja.", ucap Luhan pada akhirnya. Mereka semua mengikuti keputusan sang Leader yang mereka rasa memang tidak ada salahnya juga membuat Sehun menjadi lebih mandiri dan bertanggung jawab pada dirinya sendiri.
…
Setelah perbincangan malam itu, semua member EXO beraktivitas seperti biasanya. Banyak jadwal yang telah mereka jalani. Mereka semua sangat bekerja keras. Tidak sedikit cedera yang sudah mereka alami saat latihan maupun saat berada di panggung. Tapi itu tidak melumpuhkan semangat mereka untuk tetap memberikan yang terbaik pada penggemar. Sehun merasakan ada sesuatu yang sedikit berbeda pada sikap member lain. Tapi dia tidak terlalu mempermasalahkan hal itu. Karena EXO begitu disibukkan dengan jadwal yang sangat padat. Sesekali Sehun mengeluh ataupun merajuk, masih ada yang memperhatikannya meskipun tidak bisa seperti saat jadwal mereka masih renggang. Sehun berpikir itu sangatlah wajar jika setiap member pasti sangat lelah, dia sendiripun merasakan demikian.
EXO sempat mewakili kebudayaan Korea di panggung'WAPOP Show'. EXO tampil di Dom Art Hall, Seoul, diacara'WAPOP Show (World & Asia + WOW PO)'. Bersama dengan beberapa artis lainnya, EXO tampil mempromosikan budaya Korea lewat seni. Penampilan mereka menjadi salah satu pertunjukan yang paling ditunggu oleh para penonton. Mereka tampil sukses menghibur para penonton dengan single mereka "Growl" dan "3.6.5″.
Malam itu, tidak hanya aksi panggung mereka yang menarik perhatian penonton. Kai yang dikenal dengan sebutan 'Dancing Machine' terlihat lebih berhati-hati ketika menari karena salah satu jari tangannya mengalami cedera. Cedera itu dialami saat mereka latihan, namun sepertinya itu bukanlah cedera yang serius. Kai masih bisa bergerak dengan cukup lincah dan memberikan senyum terbaiknya di atas panggung. Meski begitu penggemar yang melihatnya tetap merasa khawatir.
Tidak hanya cedera jari Kai, di tengah penampilan "3.6.5″ ketika semua member berkeliling panggung, secara tak sengaja Tao kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke sisi bawah panggung. Tao yang saat itu terlihat sangatbersemangat harus menahan sedikit rasa malunya atas insiden ini. Member lain yang melihat kejadian itu langsung membantu Tao untuk kembali naik ke atas panggung dan melanjutkan penampilan mereka.
Saat penampilan mereka berakhir, semua member menghampiri Tao dan Kai di backstage. Mereka cukup khawatir dengan insiden yang terjadi di atas panggung tadi. "Tao ah,, apa kau baik-baik saja? Tidak ada yang sakit? Apa ada yang terluka?", tanya Suho sedikit berlebihan.
"Aku tidak apa-apa, hyung. Tenang saja.", jawab Tao tersenyum.
"Tao hyung, kau terlalu bersemangat ingin menguasai panggung sih, sampai tidak melihat jalan. Jadinya terjatuh, kan?", ledek Sehun sambil tertawa.
"Bagaimana dengan jarimu, Jonginie?", tanya Kris kemudian.
"Sedikit nyeri, tapi ini tidak jadi masalah, hyung. Nanti pasti akan membaik.", ucap Kai untuk menghilangkan rasa khawatir pada para hyungnya.
"Makanya Kai ah, meskipun menjadi Lead Dancer jika saat latihan itu, tidak perlu memporsir tenagamu berlebihan. Lihat sekarang jarimu, susah digerakkan. Gerakan tanganmu menjadi tidak sexy lagi saat di stage tadi.", Sehun bergantian sekarang meledek Kai.
"Appoo...", ringis Sehun yang baru saja terkena pukulan dari D.O. "Hyung! Mengapa memukulku?"
"Kau itu bukannya prihatin melihat teman yang sedang sakit begini, malah menertawakannya, Sehunie!", omel D.O dan yang lainnya menatap Sehun seperti ingin memarahinya juga.
"Sudah-sudah.. jangan membuat keributan disini. Lebih baik kita kembali ke dorm sekarang.", titah sang leader Suho.
Saat berada di Van dalam perjalanan kembali ke dorm, Sehun memutar musik dengan cukup keras, dia ikut menyanyi dan menggerak-gerakan tubuhnya seakan seperti menari mengikuti alunan lagu yang sedang dia dengarkan.
"Sehunie, pelankan sedikit musiknya.", tegur Suho. Tapi Sehun tidak mendengarkannya, dia tetap asyik sendiri. Sedangkan yang lain sudah terlihat begitu lelah, tidak berniat untuk ikut menegur maknaenya.
…
Menjelang hari ulang tahunnya, Sehun memang sering sekali melakukan aksi di luar dugaan mereka. Bukan sikap manja atau rajukan seperti biasanya, ini lebih ke sikap yang disengaja. Sehun sering sekali berulah dan bahkan semakin keras kepala. Tujuan Sehun adalah untuk mencari perhatian mereka, untuk mengingatkan mereka meskipun tidak secara langsung jika sebentar lagi adalah hari specialnya. Tapi apa yang Sehun dapat? "Sepertinya mereka melupakannya?", gumam Sehun dengan wajah sendu.
Sehun sempat merasa kecewa dengan sikap para member yang terlihat tidak peduli. Tapi seketika pikirannya berubah ceria kembali, "Hyungdeul, aku tidak akan menyerah. Aku akan buat kalian mengingatnya!", gumamnya dengan sangat yakin.
.
Hari istimewa itu telah tiba. Dimana memang Sehun sudah menunggunya sejak lama. Hari ini tanggal 12 April, tepat pukul 12.01 malam tadi memang tidak ada kejutan bahkan ucapan sekalipun dari para member. Dia hanya menerima ucapan selamat dari keluarga dan teman-teman lamanya melalui pesan. Sehun samasekali tidak menunjukkan protes, rajukan atau hal lain pada para member. Justru Sehun memakluminya karena mereka semua sangat kelelahan saat pulang ke dorm tadi malam. Tapi Sehun masih belum menyerah, selama hari ini belum berakhir, Sehun masih menunggu kejutan dari hyungdeulnya. Sehun merasa hari ini sangat tepat karena EXO sedang tidak ada jadwal yang begitu mendesak. Pagi ini Sehun bangun lebih pagi dengan wajah berseri.
"Tumben sekali kau bangun lebih pagi, Sehunie?", tanya D.O dengan sedikit heran. Sebagian member sudah terlihat duduk di meja makan untuk menikmati sarapan.
"Aku sedang tidak ingin menghabiskan hari berhargaku dengan tidur, hyung.", ucapnya dengan sangat disengaja.
"Ohh.. baguslah. Kita memang tidak boleh membuang-buang waktu dengan hal yang tidak penting.", jawab D.O santai.
"Itu benar Sehunie, Waktu itu memang sangat berharga sekali.", tambah Chen. "Jika kau menghabiskannya dengan cara tidur sepuasnya, aku jamin suatu saat kau akan menyesal.", Tao turut menimpali.
"Jadi jangan pernah menyia-nyiakan waktu yang kita dapatkan.", ucap Baekhyun dengan wajah innocent sambil duduk menikmati sarapannya.
Sehun menjadi merenggut tidak senang, bukan jawaban seperti itu yang dia inginkan.
"Hyung, bukan seperti itu maksudku! Aku hanya tidak ingin hari ini menjadi tidak berguna dan berlalu begitu saja. Hanya hari ini, hyung..!", tegas Sehun. Sementara Suho dan Kris tetap diam.
"Kata siapa hari ini tidak akan berguna?", Kai berjalan menuju meja makan yang diikuti Chanyeol dan Lay dibelakangnya.
Raut wajah Sehun berubah lagi menjadi lebih ceria setelah mendengar pertanyaan dari Kai. "Ternyata ada juga yang mengingatnya.", Pikirnya.
"Bukankah hari ini kita ada latihan untuk persiapan SM TOWN Live Concert beberapa hari lagi?", jelas Kai dengan wajah tidak bersalah.
"Aishh…! Apa kalian semua tidak ingat sama sekali, huh?, Sehun mulai kesal.
"Tentu saja kami ingat, Sehunie. Semua sudah tercatat di agenda ku."
"Benarkah Suho hyung mengingatnya?", tanya Sehun dengan wajah berseri.
"Iya, hari ini kita harus bertemu manajer hyung dulu untuk mengambil jadwal exo berikutnya dan jadwal individual kita masing-masing, setelah itu kita ke tempat latihan.", jawab Suho sambil sibuk membuka-buka agendanya.
Putus sudah harapan Sehun. Dia kembali dengan wajah murung. Sementara yang lainnya masih dengan sikap seakan tidak terjadi hal apapun hari ini, berpura-pura tidak ada hal yang istimewa hari ini. "Ayo, Sehunie kita sarapan dulu.", ajak Luhan mencoba menghentikan wajah kecewa Sehun.
…
Selama latihan semua member masih tetap melakukan apa yang sudah menjadi keputusan mereka minggu lalu. Sehun terlihat begitu serius saat latihan masih berjalan, dia juga tidak banyak bicara.
Kai hampir saja terjatuh, tanpa sengaja jari tangannya yang cedera, ia gunakan sebagai tumpuan agar tubuhnya tidak membentur lantai dengan cukup keras. Alhasil Kai menjadi berteriak kesakitan. Semua menghampirinya, terutama sang leader Suho dan Kris yang terlihat begitu khawatir.
"Gwenchana, Jonginie?", tanya Suho panik. Sedangkan Kai hanya meringis memegangi jarinya.
Kris memapah Kai mengajaknya duduk ke sudut ruangan, "Yang lain, lanjutkan saja latihannya. Biar aku yang membantu Jonginie.", perintah Kris. "Suho, kau ikut saja latihan bersama mereka. Aku akan menyusul nanti.", ucap Kris pada Suho. Akhirnya semua member bergerak kembali melanjutkan latihan mereka.
Kris memegang tangan Kai, "Kau itu harus berhati-hati, Jonginie. Ingat, kau yang paling sering cedera disini.", ucap Kris tegas. Dia mulai menelusuri jari tangan Kai yang cedera dengan mencoba memijat pelan untuk mengurangi rasa sakitnya.
"Kris hyung, aku sudah sangat berhati-hati sekali.", jawab Kai masih dengan wajah meringis.
"Jika begitu, mengapa bisa terjatuh, huh?"
"hyungie.. Itu tidak disengaja. Memangnya aku menginginkan untuk jatuh?", Kai membela diri.
"Ck.. kau tahu? Itulah sebabnya karena kau tidak berhati-hati.", Kris juga tidak mau mengalah.
"Hyung! Berapa kali harus aku katakan, aku sud…"
"Kau ceroboh!", potong Kris
"Aish.. terserah hyung saja!", jawab Kai malas.
Perlahan tangan Kris beranjak ke bagian jemari Kai. Dia menekan lebih keras bagian yang sakit tersebut hingga, "Aww..!", teriaknya. "Hyung! Apa yang kau lakukan dengan jariku?", teriak Kai sedikit kesal.
"Maaf, aku tidak sengaja.", jawab Kris datar. Sedangkan Kai memasang wajah sebal terhadap Kris tapi tidak berani mengeluarkan suara lagi. Kai tahu ini pertanda Kris sedang tidak bercanda. Kris memang sengaja melakukannya karena dia tidak suka mendengar jawaban Kai seperti tadi. Kris menginginkan jawaban yang jelas.
Beberapa saat hening di antara mereka berdua. Kris masih setia memijat jari Kai, dan Kai masih menunduk tidak berani mengeluarkan suara meski dia merasakan sakit dan harus menahannya. Semakin lama pijatan Kris makin pelan, hingga akhirnya dia hanya memegang jari tangan Kai tanpa memijatnya lagi. Kai sedikit mengangkat kepalanya menoleh pada Kris yang dia dapati ternyata Kris telah menatapnya dengan diam..
"Aku hanya tidak ingin kau terlalu memporsir tenagamu seperti apa yang di katakan Sehunie saat itu. Melihatmu yang sering sekali cedera terutama di bagian pinggang karena berlatih terlalu keras, membuat kami semua sangat khawatir. Kau harus menyayangi tubuhmu. Tubuh ini sangat berharga, Jonginie.", ucap Kris sambil memegang pundak Kai.
Kai menunduk sedih, dia baru mengerti mengapa Kris bersikap dingin seperti tadi, tidak lain hanya karena mengkhawatirkannya. "Maafkan aku, hyung.", jawab Kai pelan. Mulai berani menatap wajah Kris kembali dengan mata yang sudah mulai berair.
Kris tidak tega melihat maknae dewasanya menjadi bersedih, dia langsung memeluk Kai erat, mengusap punggung Kai pelan. "Sudah,, kau harus selalu berhati-hati, ne? Jaga tubuhmu dengan baik.", ucap Kris untuk menenangkan Kai.
Kris melepas pelukannya. Kai menunduk sambil mengusap air matanya. Tangan kirinya memegangi jari yang cedera. "Sakitkah?", tanya Kris dengan perasaan bersalah.
"Tentu saja sakit!", desis Kai mengerucutkan bibirnya. Kris tersenyum melihat itu, dia lalu mengacak rambut Kai dan mengatakan, "Maafkan aku.."
Kai membalasnya dengan anggukan. Dia masih sedikit malu karena sudah menangis.
"Jika begini kau terlihat seperti Ace ku, menggemaskan.", bisik Kris sambil menarik hidung Kai.
"Hyung! Aku ini hidup dan bernafas. Tidak seperti Ace!", teriak Kai protes. "Besok siapa lagi yang akan kau katakan menggemaskan seperti Dino, Panda dan boneka-bonekamu yang lainnya,eoh?", omel Kai lagi.
Kris tidak menanggapi protes Kai. Dia tetap dengan wajah datarnya, "Ohh tidak.. aku jadi ingin cepat-cepat kembali ke dorm. Aku sudah merindukan mereka.", ucap Kris. Mereka masih duduk berdua dengan lebih santai sambil menonton member lain yang sedang latihan.
"Ya, hyung! Kau sangat berlebihan.", desis Kai.
"Aku sungguh merindukan mereka, Jonginie!", ucap Kris memandang Kai dengan nada lebih ditinggikan.
Kai serasa ingin tertawa bergulingan karena perutnya begitu geli seperti ada yang menggelitik, Jika saja dia tidak melihat wajah serius hyungnya yang satu ini saat mengucapkan kalimat itu. Tapi Kai berusaha menahannya, dia mengerti perasaan Kris. Sang Duizhang yang terkadang memiliki hati yang begitu sensitive, jika menyangkut sesuatu yang sudah ia sayangi.
"Hyungie.. kita belum meninggalkan dorm selama 24 jam. Mereka pasti baik-baik saja dan sekarang pasti sudah tidur nyenyak.", terang Kai dengan wajah menahan tawa.
Kris memang terkenal dengan leader yang mempunyai sikap tegas dan berwajah dingin. Tapi jangan salah, di balik wajah dingin leader EXO-M ini, terdapat hati yang begitu tulus. Kris sangat menyayangi mereka semua. Di samping itu, Kris juga terkenal suka bermain dengan boneka-bonekanya yang bernama Ace, Dino, Panda dan entah apalagi sebutan yang lainnya. Terkadang Kris akan meluangkan waktu bermain bersama boneka-bonekanya di ruang make up, sebelum naik ke stage.
"Jonginie, gomawo.. kau sangat mengerti perasaanku.", Kris merangkul Kai dengan senyum cerianya.
"HMM!", jawab Kai dengan gumaman yang sedikit ditinggikan sambil memberikan anggukan, agar Kris merasa senang.
.
Tanpa diduga Sehun telah memperhatikan mereka berdua. Saat istirahat dari latihan mereka semua menghampiri Kai menanyakan keadaannya, memberikan perhatian yang lebih terhadap Kai. Entah mengapa ada perasaan sedih yang ia rasakan melihat itu semua, Sehun merasa iri dan terabaikan.
"Hyung, sebenarnya aku tidak tega melihat Sehunie begini.", bisik Lay yang sedang duduk bertiga bersama Luhan dan Xiumin. Ini seharusnya menjadi hari bahagianya", ucap Xiumin dengan wajah bersalah. "Kita sudah memutuskannya bersama sebelumnya, sudahlah semua akan baik-baik saja.", ujar Luhan tersenyum mencoba lebih tenang.
Saat sedang duduk sendiri Sehun sempat berpikir, Ini hari ulang tahunnya, jika memang hyungdeul melupakannya, seharusnya dia bisa merayakannya dengan bahagia bersama keluarganya di rumah, menyanyikan lagu selamat ulang tahun, meniup lilin yang berbentuk angka 20, memotong dan memakan kue tart bersama. Merasakan pelukan hangat dan kecupan sayang dari sang Eomma adalah yang paling dirindukannya jika saat-saat seperti ini.
Tapi Sehun dengan cepat kembali ke pikiran awalnya lagi. Saat ini dia sedang bersama hyungdeulnya, jadi merayakan hari istimewa bersama mereka semua adalah sesuatu yang menjadi harapan Sehun.
Latihan kemudian dilanjutkan kembali hingga berakhir pada pukul 11 malam. Mereka pulang ke dorm dengan wajah lelah. Sehun masih tetap menunggu dan mengharapkan perayaan dari membernya. Dia bolak – balik memandang jam tangannya, "Sebentar lagi berakhir, apakah hyungdeul benar-benar tidak mengingatnya?", gumam Sehun bersedih. Sehun menghitung mundur detik yang akan menyatakan bahwa hari yang ia nantikan sejak lama, yang pada akhirnya hari itu telah berakhir sudah.
"Aku tidak akan menangis" Sehun bergumam sendiri, sambil mengusap air matanya yang perlahan meluncur membasahi kedua pipinya.
…
Sehun kembali ke sifat aslinya. Sejak kejadian berakhirnya hari istimewanya dengan begitu saja beberapa hari yang lalu, Sehun memutuskan untuk melupakan saat yang manurutnya sangat menyakitkan itu. Dia kembali menjadi Oh Sehun maknae EXO yang mempunyai kadar kemanjaan lebih dari rata-rata. Sehun tidak peduli lagi apa kata hyungdeulnya. Dia tetap keras kepala, susah di atur, dan semakin sering merajuk. Entah kenapa Sehun masih saja bisa membuat para hyung mau menurutinya, meskipun tidak semuanya. Itulah kelebihan Sehun.
Baru-baru ini, mereka turut serta dalam konser 'SM TOWN Live Concert' yang digelar di Amerika, dan juga tampil dalam 'Dream Concert'. EXO juga masih akan terus mempromosikan albumnya di program musik lainnya, seperti KBS 'Music Bank', MBC 'Music Core', dan juga SBS 'Inkigayo'. Jadwal mereka begitu padat. Meski tetap disibukkan dengan banyak jadwal, Sehun tetap suka mencari-cari perhatian dari mereka. Terkadang member lain mengeluh dengan sikap Sehun, seringkali Sehun dimarahi oleh mereka, tapi sepertinya semua itu tidak berpengaruh banyak untuk Sehun. Sehun menganggap mereka adalah miliknya, dan dia bisa meminta ataupun melakukan apa saja pada hyungdeulnya. Dan anehnya mereka terkadang masih mau mengikuti keinginan Sehun walaupun tidak sesering dulu. Terlihat jelas, ini menunjukkan bahwa mereka masih belum bisa sepenuhnya untuk bersikap tegas terhadap Sehun.
Saat mendapatkan waktu luang, mereka lebih senang berada di dorm daripada harus keluar ke tempat rekreasi. Mereka akan sengaja menghabiskan waktu bersama dengan bermain game. Biasanya permainan mereka akan sering berakhir dengan Sehun yang akan menginjak kaki Kai saat dia kalah jika sedang berdebat dengan Kai. Ada satu moment, Sehun menginjak sepatu Kai. Sepatu itu kebetulan hadiah ulang tahun dari saudaranya. Karena sepatu itu berwarna putih, sehingga menjadi kotor. Kai langsung marah pada Sehun yang sudah berlari setelah menginjak sepatunya. Akhirnya D.O yang mencuci dan membersihkan sepatu itu untuk Kai. Begitulah kenakalan maknae tersebut.
Seperti halnya saat ini, mereka menghabiskan waktu dengan bermain game. Mereka juga bermain game tradisional di dorm, dan ada juga yang bermain sepak bola di luar. Mereka semua menyukai olah raga, tetapi yang paling fanatik adalah Kai. Jadi akan sangat mudah untuk menang jika berada di timnya. Saat game sedang berjalan Sehun dan Kai terlibat berdebatan lagi yang diakhiri dengan teriakan Sehun yang membahana.
"Kkamjooong…! Awas Kau!", teriak Sehun. Kai hanya tersenyum menyeringai, itu membuat Sehun semakin kesal. "Hyung…!", panggil Sehun dia bermaksud mengadu.
"Kau kenapa lagi, Sehunie?", tanya Suho menghampiri.
"Kai tidak berhenti menggangguku, hyung..", rengeknya.
"Kau jangan bohong, Sehun ah!"
"Kau yang memulai duluan, kkamjong!"
"Memangnya aku sudah melakukan apa, huh? Bukankah kau duluan yang menginjak sepatuku?"
"Itu Karena…"
"Karena apa? Karena kau selalu kalah denganku, begitu kan maksudmu?", Kai menjadi lebih kesal. Sehun hanya diam, karena apa yang sudah dikatakan Kai itu memang benar adanya.
Member lain menjadi datang berkerumun menghampiri keributan dua maknae mereka.
"Mengapa diam saja? Apa semua yang aku katakan itu benar, Sehun ah.", tanya Kai lebih memperjelas.
"KAU! Sangat menyebalkan!", teriak Sehun lagi.
"Cukup Sehunie!", sentak Suho."Mengapa kau selalu saja berteriak, huh? Apa dengan begitu akan menyelesaikan perdebatan kalian?", omel Suho lagi.
"Tapi hyung,,"
"Dewasalah sedikit saja, Sehunie. Kami lelah menghadapi sikap mu yang kekanak-kanakan ini. Sudah cukup kau membuat kami menjadi pusing.", jelas Suho yang membuat Sehun diam seketika.
"Sehunie, ingat baik-baik. Kau bukan anak kecil lagi, tidak ada yang namanya merajuk dan bermalas-malasan lagi.", Chen ikut menimpali. "Itu benar, Sehun ah.", ucap Tao yang berdiri di sebelahnya.
"Kau memang yang paling manja dan susah diatur disini. Sehunie, kau sudah besar, kurangi sifat egoismu itu.", tambah Baekhyun dengan nada lebih pelan.
"Kita tidak pernah bermaksud buruk, Sehunie. Ini demi kebaikanmu, kami ingin kau bisa mengerti.", ucap Luhan ikut menasehati sambil memegang pundak Sehun.
Sehun tidak bisa melakukan apapun lagi, dia hanya berdiri diam dengan kepala masih tertunduk. Entah apa yang ada dipikirannya saat ini. Ingin menangis tidak bisa, ingin berteriak sudah tidak sanggup. Dia begitu sibuk menahan sesak di hatinya. Perasaan Sehun terasa sangat sakit.
"Sudah,,sudah,, lebih baik kita makan siang saja sekarang, aku sudah lapar.", Kris tiba-tiba menyelamatkan suasana tegang siang itu.
.
Mereka semua akhirnya makan bersama di meja makan. Suasana begitu hening, tidak ada yang berbicara sampai mereka selesai makan. Sehun yang sedari tadi hanya diam, bahkan makanannya pun hanya dimakan beberapa suap saja, dia langsung meninggalkan meja makan dan kembali ke kamarnya dengan diam. Semua member yang masih duduk di meja makan menatapnya dengan pandangan penuh tanya.
"Sepertinya Sehun marah.", D.O berkomentar.
"Kenapa harus marah, bukankah yang kita katakan itu adalah yang sebenarnya?.", Chanyeol ikut berkomentar.
Sementara Sehun di kamarnya hanya duduk dengan wajah yang ditekuk. "Hyungdeul keterlaluan! Tidak ada yang membelaku. Apa sebegitu burukkah aku di mata mereka?", rutuknya sendirian yang memang benar-benar tidak sadar akan sifatnya. "Kalian juga sudah berjanji pada Appa dan Eommaku untuk selalu menjagaku, mana buktinya? Kalian malah menyerangku..",gumam Sehun. Dia menjadi kesal sendiri karenanya.
Setelah merenung cukup lama, akhirnya Sehun memutuskan, "Baiklah hyungdeul, aku akan menjadi seperti apa yang kalian inginkan.", gumamnya pelan.
.
Mereka semua minus Sehun berada di ruang keluarga setelah makan siang berakhir, kembali untuk bersantai. Ada yang menonton tv, ada yang bermain game, ada yang hanya berdiskusi biasa.
"Kenapa Sehun tidak keluar kamar juga, apa dia masih marah?", Kai bertanya entah kepada siapa.
"Sudahlah, biarkan saja, nanti pasti akan baik sendiri. Sebentar lagi kita akan ke tempat latihan, mau tidak mau dia pasti akan keluar dari kamar.", Kris menjawab dengan pandangan yang masih setia ke depan tv.
"Kita sudah salah. Seharusnya dari awal kita tidak terlalu memanjakannya, bahkan Kai saja yang umurnya tidak beda jauh darinya bisa bersikap lebih dewasa.", Suho berbicara sambil melakukan hal yang sama dengan yang sudah dilakukan oleh Kris.
"Apa yang sudah kita lakukan tadi terhadap Sehun, itu tidak salah kan, hyung?", tanya Baekhyun mencari pembenaran.
…
Sudah pukul 2 siang mereka akan bersiap-siap ke tempat latihan. Semua sudah berkumpul, hanya tinggal Sehun yang masih saja setia di kamarnya. Suho akhirnya kembali untuk memanggil Sehun agar segera bersiap.
"Sehunie,, ayo kita berangkat, yang lain sudah menunggu di luar", Suho hanya memanggil dari luar dia tidak masuk lagi ke kamar.
"…..", tidak ada jawaban.
"Sehunie…."
"…..", Sehun masih belum menjawab.
"Oh Sehun! Kau sedang apa di dalam, huh?", Suho menjadi emosi.
Sehun akhirnya membuka pintu kamarnya dengan kasar, berjalan melewati Suho tanpa rasa bersalah sedikitpun. Suho menatapnya dengan pandangan heran sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Member lain yang sudah menunggu di luar terlihat bosan. Hingga Sehun datang tiba-tiba tanpa bicara dan langsung masuk ke dalam Van exo-k mereka. Yang lain hanya menatapnya dan ikut masuk ke dalam mobil dengan diam.
Saat mobil sudah mulai berjalan, semua hanya terdiam termasuk pasangan happy virus BaekYeol. Perjalanan cukup jauh, hingga akhirnya Suho tidak tahan untuk berbicara pada maknaenya.
"Sehunie, kau kenapa diam saja? Apa karena masalah tadi?", tanya Suho langsung.
"…" Sehun tetap diam dan memalingkan wajahnya ke arah luar.
"Apa kau bisu? Jika orang sedang bertanya harusnya dijawab. Belajarlah menjadi anak yang bersikap sopan!", ucap Suho dengan nada yang lebih meninggi, membuat tak seorangpun di dalam mobil tersebut berani menyanggahnya. Sang leader jika sudah marah memang seperti ini, mereka semua akan menjadi takut.
"Aku tidak apa-apa hyung…", jawab Sehun akhirnya.
"Lalu kenapa kau diam saja?"
"Aku hanya sedang malas berbicara."
Suho menghela nafas, dia tahu Sehun sedang marah dan dia pun kesal dibuatnya. Suho tidak bertanya lagi, dia diam sampai mobil berhenti di parkiran tempat mereka akan latihan. Mereka berdua belas turun dari mobil. Kris menghampiri Suho dan merangkulnya lalu mengajak berjalan bersama ke ruang latihan. Sehun berjalan sendiri, yang lain seakan tak peduli dengan maknae tersebut.
Saat latihan Sehun terlihat tidak bisa fokus sama sekali, dia sering melakukan kesalahan sehingga Kai dan yang lain sering menegurnya.
"Kita istirahat sebentar.", perintah Kris pada yang lainnya. Mereka akhirnya duduk bersama untuk istirahat sejenak sambil minum.
"Sehun ah, kenapa kau melakukan banyak kesalahan hari ini? Kita akan tampil besok..", tanya Kai dengan wajah yang menampakkan raut cemas untuk penampilan mereka besok di Music Bank.
"Aku hanya sedang tidak fokus saja." jawab Sehun dengan wajah datar.
"Jika begitu berkonsentrasilah! Kau tidak kasihan pada kami semua, huh? Berapa kali kami harus mengulangi gerakan yang sama dari awal hanya karena kesalahan satu orang?", Kai menjadi emosi.
"Kau ini juga Lead dancer di exo, kenapa bisa kacau begini gerakanmu?", Chanyeol menambahkan.
"Sehunie, untuk malam ini saja tolong jangan menjadi egois, bekerjasamalah.", ujar Suho dengan wajah lelahnya.
"Mianhe,, aku tidak sengaja", jawab sehun enteng.
…
Beberapa saat kemudian, mereka melanjutkan latihan. Latihan kali ini sampai malam. Semakin lama berlangsung latihan mereka, tidak membuat perubahan apapun pada Sehun, dia tetap saja melakukan kesalahan.
"Sudahlah Sehun ah, kau tak usah ikut latihan lagi!" bentak Kai saking kesalnya.
"Sebaiknya kau duduk saja, daripada mengganggu.", Tao menambahkan.
"Hei..hei.. kalian tidak perlu emosi begitu. Aku tahu, kita semua sudah cukup lelah hari ini. Biarkan Sehunie beristirahat saja.", jelas Kris dengan sabar. "Sehunie, kau duduk saja.", perintah Kris lembut.
Sehun akhirnya berhenti ikut latihan, dia berjalan ke sudut ruangan dan duduk sendiri. Yang lain hanya memandangnya saja, tanpa berkomentar apapun.
Selang beberapa waktu latihan masih berjalan, Luhan tiba-tiba berhenti. Dia datang menghampiri Sehun yang duduk sendiri, "Sehunie,, ada apa denganmu, hm? Kenapa hari ini kau berbeda sekali? Ceritakan pada ku, apa ada yang kau pikirkan?", Luhan mencoba bertanya dengan baik-baik pada dongsaeng manjanya itu.
Sehun tetap menunduk tidak menjawab. Luhan masih sabar menunggu agar Sehun berbicara. Perlahan terdengar isakan kecil yang keluar. Luhan memalingkan pandangannya ke arah Sehun. Tampak penasaran, Luhan mencoba melihat wajah Sehun.
"Sehunie, kau menangis?"
.
.
TBC
.
.
Duizhang suka bermain boneka? Ajaib sekali kan,, hehehe… :D #ilovemydiuzhangkris
Kalau tidak salah, ada yang minta moment KrisKai kemarin. Sudah baca kan.. tapi mianhae hanya sedikit. :D
Ini hanyalah fanfict ya.. jangan menganggap semua karakter mereka disini adalah yang sebenarnya.
Bagaimana menurut kalian, apa jln ceritanya bosenin? Kecepatan? Kelamaan? Tidak menarik? Atau jika ada yg menarik bisa disebutin dibagian mananya?
Harap maklum ya saya author baru, sering tidak pede dengan tulisan sendiri, Hehehe… :D #curhat
Yang membuat saya semangat menulis adalah membaca review dari chingudeul. Ayoo.. berikan komentar kalian.. hehehe.. :D
Kalau ada yang baru membaca ff ini, masih boleh kok ngereview chapter sebelum2nya :D
Oya, Kemarin ada yang menanyakan facebook saya, bisa add disini : www dot facebook dot com/chingu dot belle
Okeh, segitu dulu dari saya Belle Ken/Belle Bell
khamsahamnida… ^_^
.
.
.
Balasan review chapter 3 :
SehunNubbleTea1294 : udah dibaca kan? Mudah2an suka..
sehunnoona : lanjut kan…. Kalau chapter ini gimana? Jangan bosen ya.. ingat direview hehe..
HilmaExotics : sekali2 sehun dihukum, gak usah dirayain ultahnya biar tau rasa dia, hehehee… :D
Kyukaa : sedih,, aku sangat sedih jika ingat Kris.. tapi tidak apa2, saya selalu berharap yang terbaik untuk EXO dan Wu Yi Fan
urikaihun : hayooo… hyungdeul apain maknaenya hayoo…? Hehe…..
DiraLeeXiOh : hehe… sehun sembuh kok makin nakal ya? EXO harus tetap bersinar, dan Wuyifan akan selalu di hati saya,, hehehe..
dyayuda : Hehe..gomawo. oya, iyagi..salah satu author favoritku. Aku terinspirasi pd slh satu karyanya, tp aku gak tau semua karyanya yg lain. Ini karena aku menyukai maknae suju dan exo. Mungkin maksud ceritanya sama, ingin membuat maknae menjadi dewasa. Tapi isi cerita berbeda kok. Cingu udah baca kan,, Okeh, Jangan lupa review chapter 4 ya… :D
May Angelf : Oke,, kita next…. jangan lupa direview ch.4 ya…
: moment Krishun? Harap bersabar ya… :D
: gpp.. makasih udah direview..
sfsclouds : mereka memang maknae bandel, hehe.. okeh, lanjutt….. :D
Oh Sera Land : hoho.. saat itu tenggorokan Sehun sedang bermasalah. Tapi gpp, dia sehat kok Hehe,, benar "kehidupan masing2 nanti", tapi Kris sudah khawatir dari sekarang. Abisnya Sehun kelewat manja begitu sih… mungkin Kris takut Sehun gak bisa mandiri selamanya kali ya,. Hehehe…
Kaihun : sippp… next.
