Friends?
.
.
.
Pairing : YeWook / YesungRyeowook
Genre : Romance / Family
Rate : T +
Disclaimer : this fict is mine! Kim Jongwoon is my yeobo. Khukhukhu….!
Warning : aneh/typo/gaje/BL/maksa/pokoknya baca! #dihajar#.
This fict dedicated for Kim Family!
My beloved Family
.
.
.
(Chapter 4)
-Last chapter-
~^^~jongwoonieswife-sj~^^~
.
.
.
Bis yang mengantar kepulangan Wookie kini sudah sampai di halte. Semua penumpang turun termasuk Wookie dan yeoja manis disebelahnya, Minnie.
Satu per satu penumpang meninggalkan halte tersebut. Sebab hari sudah mulai malam. Namun tidak dengan dua orang makhluk manis yang kini duduk termenung sambil menangis di sana. Berjauhan.
Wookie sesekali mengusap air matanya. Hari sudah gelap. Ia sama sekali tak ingin pulang.
Pada saat ia hendak beranjak, ekor matanya tak sengaja menangkap pemandangan yang tak asing. Seorang yeoja mungil sedang duduk menangis diujung kursi panjang. Wookie sejenak berpikir untuk tak mendekati yeoja tersebut. Namun langkah kakinya malah menuntunnya ke sana.
"Mi-minnie…?"
Yeoja tersebut mendongak "Oppa…?"
.
.
Kedua muda mudi tersebut kini sedang duduk di sebuah bangku taman. Suasana taman sepi sekali malam ini. Membuat kedua anak manusia tersebut bebas menumpahkan tangisan mereka. Tanpa memperdulikan siapapun, kini keduanya tengah menangis sekuatnya. Menumpahkan segala kekesalan dan beban yang mengganjal di hati mereka.
Sakit!
.
.
.
Beberapa lama kemudian….
"Apa masalahmu Minnie?" tanya Wookie sambil menengadah melihat langit malam.
Yeoja manis ini tersenyum miris, "Aku memutuskan pacarku. Kami….ternyata tidak ada kecocokan lagi." Dan ia kembali meneteskan air mata.
Wookie melirik yeoja disebelahnya ini kemudian menunduk. "Bagaimana bisa?"
"Kami….." Minnie menarik nafas panjang sejenak. "Dia baru mengakui kalau dia tidak mencintaiku, oppa. Dia tidak bisa mencintai seorang yeoja. Dia ternyata…."jawabannya menggantung.
"Gay?" tebak Wookie disertai anggukan lemah dari yeoja ini.
"Aku terlalu mencintainyaoppa. Dan aku menyesal terlahir sebagai seorang yeoja. Andai aku seorang namja." Setelah berkata demikian Minnie kembali menangis terisak.
Wookie kasihan sekali. Dia paham betul perasaan yeoja disebelahnya ini. Pastilah sangat sakit sekali mengetahui kenyataan pahit seperti ini.
Perlahan Wookie mengusap bahu yeoja manis ini. Dan tanpa ragu lagi, Minnie langsung menyandarkan kepalanya dibahu Wookie dan semakin terisak.
"Sudahlah Minnie-ya. Kau pasti akan bisa melupakannya nanti dan mendapat namja yang baik." Ucapnya menenangkan. Sedang yeoja ini hanya bisa mengangguk lemah.
"Oppa…."
"Hmm?"
"Kalau boleh aku tahu, apa yang membuatmu menangis?" tanya Minnie hati-hati.
Deg!
.
Hening….
.
"Mianhaeoppa, kalau aku menyinggungmu." Minnie kembali duduk tegak dan menatap wajah namja imut disebelahnya tak enak.
"Tidak Minnie. Aku tidak merasa begitu."
.
Hening…..
.
Keduanya kembali menunduk meratapi diri mereka sendiri.
.
"Terkadang…..aku menyesal terlahir sebagai seorang namja." Akhirnya Wookie mulai bercerita.
"Waeyooppa?Apa yang terjadi antara kalian?" tanya Minnie hati-hati.
Wookie tersenyum pilu, matanya mulai berkaca-kaca. "Kami sudah cukup lama pacaran. Dan selama itu, tak seorangpun tahu hubungan kami. Termasuk kakak dari kekasihku itu."
"Lalu, bagaimana dengan orang tuamu oppa?"
"Aku….sebatang kara Minnie. Aku hidup sendirian." Jawabnya pelan nyaris berbisik.
Minnie kaget tentunya. Ia merasa sangat menyesal telah menanyakan hal yang membuat namja ini sedih. "Jeongmalmianhaeoppa. Aku tidak bermaksud."
"Haha….tidak apa-apa Minnie. Aku sudah biasa."
Hening kembali.
.
"Lalu…?"
"Lalu….kami pikir semua akan berjalan baik-baik saja selama kami bisa merahasiakannya. Tapi ternyata kami salah." Wookie mengambil nafas panjang lalu menghembuskannya perlahan. Dengan menceritakan hal ini, membuat hati namja ini kembali sesak.
"Kami ketahuan….kakak kekasihku mengetahui hubungan kami dan dia tak dapat menerimanya." Setetes air mata jatuh perlahan menuruni wajah Wookie. Namun ia segera mengusapnya.
"Aku….sama sekali….tidak tahu harus berbuat apa. Aku merasa sangat buntu. Aku takut kehilangan Yesung-hyung. Aku….." Wookie tak sanggup melanjutkan lagi. Rasa sesak didadanya membuatnya tak bisa menahan isakannya. Ia kembali menangis.
Minnie merasa turut sedih melihat namja imut ini terisak. Maka dipeluknya namja ini dan ikut menangis.
.
Malam semakin larut. Namun Wookie dan Minnie masih duduk disana sambil merenung. Tak ada lagi percakapan. Yang ada hanya keheningan yang menyelimuti. Mereka berdua terlalu hanyut dalam pikiran masing-masing.
.
.
.
Yesung menatap jendela flat mereka dengan raut wajah serba salah. Semalam ia tak pulang karena merasa bersalah pada kakaknya.
Kakinya kembali melangkah menjauhi flat. Yesung menuju ke sebuah telepon umum. Setelah memasukkan koin kemudian ia menekan nomor telpon kakaknya dan mulai menunggu dengan gugup.
Sepuluh detik…..
.
Dua puluh detik….
.
Empat puluh detik….
.
Dan akhirnya terhubung dengan mesin penjawab.
Yesung menghela nafas lalu meletakkan gagang telepon itu. Kemudian namja tampan inipun berjalan perlahan menuju ke sebuah gereja.
.
.
'Tuhan….kautahukankalauakuhampirtakpernahdatangkemari?Akubahkanseringkalilupapadamu.Namun …..kaliiniakumemberanikandiridatangkemaridanmemohon….'
Air mata mulai menetes membasahi wajah Yesung.
'Akutahumungkinhyung-kutakbisamenerimaini.Terlaluberatbaginya…tapiakutahubahwaperasaankuinitidaklahsalah.Inihanyatakbiasa.
Tapi….aku sangat mencintainya. Tuhan…..kumohon, bagaimana aku harus menyelesaikan ini? aku bingung…aku takut jika hyung-ku merasa bersalah. Aku takut jika ia merasa gagal mendidikku. Tapi aku juga tak bisa melepaskan dia.'
Yesung menunduk dan membiarkan air matanya terus mengalir deras.
'Tuhan…jika kau merestui hubungan kami….maka tolong buat hyung-ku mengerti. Aku mohon…..terimakasih Tuhan….
Amin.'
Kini, tangisnya pecah sudah. Yesung tak sanggup lagi menahan isakannya agar tak keluar. Dia menutup mulutnya erat agar isakannya tak terdengar keras. Ia benar-benar merasa kacau.
.
.
.
Seorang namja berparas cantik tengah duduk sambil menatap sebuah foto. Dalam foto itu ada dirinya beserta adiknya. Jemari lentiknya menelusuri foto itu. Tampak jelas bahwa namja cantik ini habis menangis. Matanya sembab dan ada jejak air mata dipipinya.
"Bodoh!" ucapnya pada foto adiknya sambil mengetuk-ngetuk kepalanya.
"Kau si kepala besar bodoh!"
'Drrrtt! Drrrt! Drrrt!'
Ponselnya bergetar diatas meja. Namun namja cantik ini tak menghiraukan panggilan tersebut. Dia tahu kalau yang menghubunginya pasti adiknya.
'Drrrt! Drrrt! Drrrrt!'
Ponsel tersebut terus bergetar. Dan Heechul sama sekali tak berniat berbaik hati pada adiknya. Sekali ini, ia ingin adiknya merenungi apa yang telah ia perbuat.
.
.
.
Yesung meletakkan gagang telepon dengan malas. Untuk kesekian kalinya ia menghela nafas.
.
Tiga hari telah berlalu. Yesung tak tahu bagaimana kabar kekasihnya kini. Dan ia juga tak tahu bagaimana kabar kakaknya. Namun kini, dengan keyakinan penuh namja ini memutuskan untuk pergi ke Seoul mengunjungi Wookie. Setelah mengganti pakaian di camp militer, Yesung segera menuju Seoul.
.
.
Wookie sedang mengepel lantai saat seseorang menepuk kepalanya pelan. Saat ia menoleh, betapa terkejutnya namja manis ini melihat seorang namja tinggi dengan senyum manis sedang berdiri didepannya. Betapa tidak, Wookie sudah lama merindukan sosok itu. Dan dengan girangnya ia melompat kepelukan namja itu.
"Hyuuuuungg!" pekiknya senang.
Yesung langsung saja memeluk tubuh mungil itu dan mengangkatnya sambil berputar-putar. Untungnya suasana toko kue itu sedang sepi. Jika tidak, mungkin mereka kini sedang ditonton oleh berpasang - pasang mata dengan tatapan aneh.
.
.
.
"Jadi….dia namja tampan yang sering kau ceritakan itu Wookie?" tanya nyonya pemilik toko kepada Wookie. Dan namja mungil dihadapannya ini hanya mengangguk malu-malu.
"Nyonya…..aku ingin mengajak Wookie jalan-jalan. Bolehkah?" tanya Yesung sambil membungkuk.
Terlihat yeoja tersebut berpikir sejenak. "Tapi….bagaimana dengan pekerjaannya? Wookie ini pegawai kesayanganku."
"Hmm….nyonya tenang saja. Aku akan menggantikan Wookie bekerja disini saat masa liburku nanti. Jadi, anda tidak perlu mencari pengganti. Bagaimana? Aku akan menebus waktu kerja Wookie yang sekarang juga." Yesung menawarkan sebuah pertukaran. Wookie hanya tersenyum menatap namja-chingu-nya ini.
"Nae, baiklah kalau begitu. Ya sudah, kalian pergilah." Senyum merekah diwajahyeoja paruh baya ini.
Dengan senang Yesung merangkul bahu kekasihnya dan tersenyum. "Terimakasih banyak nyonya. Kami permisi. Annyeong…." Kedua namja ini membungkuk bersamaan.
"Bersenang-senanglah….!" Pesan yeoja itu sambil tersenyum lembut.
.
.
.
Yesung tak mau menyia-nyiakan kesempatannya kali ini. Ia sudah memutuskan akan mengajak Wookie jalan-jalan atau lebih tepatnya, berkencan.
Tanpa memperdulikan tatapan aneh orang-orang, dengan semangatnya Yesung menggenggam tangan kekasih mungilnya dan menyeretnya ke berbagai tempat. Tak lupa juga mereka membuat beberapa foto dengan kamera yang selalu Wookie bawa kemanapun.
Perlahan rasa sedih Wookie sirna dan berganti dengan rasa bahagia yang tak terkira. Yesung tak henti-hentinya mengajaknya mengunjungi tempat-tempat bermain dan selalu membuatnya kaget dengan kelakuan manisnya. Sebab disetiap tempat yang mereka singgahi maka Yesung akan menciumnya sekali. Dan tentu saja itu membuat Wookie malu dan memerah. Namun tampaknya namja tinggi ini tidak perduli. Sebab yang ada dibenaknya adalah membahagiakan namja mungil ini.
.
Perjalanan mereka terus berlanjut. Hari sudah menjelang malam. Suasana semakin redup dan temaran. Yesung mengajak Wookie ke sebuah taman ditengah kota. Di taman tersebut tampak banyak sekali pasangan yang tengah berkencan.
"Hyung, disini ramai sekali. Apa tidak masalah kita ada disini?" tanya Wookie ragu. Pasalnya semua pasangan yang ia lihat adalah pasangan normal. Maksudnya, pasangan seorang namjadan yeoja. Tidak seperti mereka yang sama-sama namja.
"Tidak chagi. Justru aku sengaja mengajakmu kemari agar mereka tahu bahwa kau adalah namja-chingu-ku." Jawabnya tersenyum memperlihatkan deretan gigi putihnya.
Wookie tersenyum dan mengelus pipi Yesung lembut. "Gomawohyung. Gomawo…" ucapnya pelan. Matanya mulai berkaca-kaca karena terharu. Setitik air mata akhirnya lolos dan menggelinding di lekukan wajahnya yang imut. Wookie menunduk untuk menyembunyikan wajahnya yang pastilah merah sekali sekarang.
Yesung tersenyum juga melihat wajah Wookie yang menangis sekaligus tersenyum. Disentuhnya dagu namja mungil ini dan menatap tepat kedalam matanya. Perlahan jemarinya menelusuri dan mengusap airmata yang membasahi wajah manis kekasihnya.
"Jangan menangis…" ucapnya lembut sambil memegang kedua tangan namjamanis ini dan membawanya dalam pelukan hangatnya.
Wookie hanya mengangguk dipelukan Yesung. Ia sungguh merasa sangat damai berada dalam dekapan namja tinggi ini. Maka dibenamkannya wajahnya di dada namja ini sambil berbisi, "Saranghae,hyung."
.
.
Beberapa saat mereka masih berpelukan tanpa perduli tatapan orang-orang yang merasa risih.
Namun akhirnya Yesung lebih dulu melepas pelukannya lalu meraih wajah Wookie sehingga membuat namja ini mendongak menatapnya.
"Saranghae,chagiya….."
"Nado,hyung…."
Dan akhirnya kedua namja ini larut dalam sebuah ciuman hangat nan lama. Tak perduli dengan sekitar mereka yang mungkin mencemooh hal yang mereka lakukan.
Yang mereka tahu hanyalah, bahwa cinta mereka tidaklah salah. Mereka hanya berada dalam situasi yang kurang lazim. Namun cinta tetaplah cinta. Tak perduli seperti apa orang yang dicintai. Tak perduli bagaimana kondisinya. Cinta akan menghapuskan semua cela dan menjadikannya terlihat indah.
Dan cinta pulalah yang akhirnya membuat kedua namja ini bersatu.
.
.
.
Heechull sedang duduk sambil memainkan ponselnya saat ia mendengar bel berbunyi. Segera namja cantik ini beranjak dan membuka pintu flat-nya.
"Hyung, aku pulang…."
Heechull melotot kaget saat melihat Yesung sudah berlutut didepannya. Tapi yang membuatnya kaget bukan karena Yesung berlutut, namun karena disebelah namja ini juga berlutut seorang namja lainnya yang betubuh mungil dan berwajah manis.
"Bodoh!" ucapnya, kemudian beranjak masuk.
"Aaawww! Hyuung….!"'
Mwo? Suara siapa itu?
Ternyata namja cantik ini bukan hanya beranjak masuk. Namun sambil menjewer dan menarik Yesung ke dalam. Membuat adiknya ini terpaksa menahan telinganya yang serasa panas.
Setelah sampai didalam segera dihentakkannya tangannya dengan kasar dan membuat Yesung meringis. Wookie yang juga sudah masuk menyusul langsung mengelus-elus telinga kekasihnya dan meniupnya pelan-pelan agar rasa panasnya berkurang.
"Hyung, sakiiit!" rengeknya manja.
"Heh! Kepala besar bodoh! Itu belum seberapa!" bentaknya sambil melotot ke arah namja mungil disamping Yesung. Membuat namja mungil ini beringsut kebelakang tubuh Yesung bersembunyi.
"Duduk yang tegak!" peintahnya mutlak. Dan kedua namja ini langsung duduk berdampingan dengan menundukkan wajahnya takut.
"Ada apa kalian kemari?" tanyanya datar.
"Kami mau minta maaf, hyung." Jawab Yesung lancar.
"Untuk apa?"
"Karena aku telah mengecewakanmu. Dan membuatmu marah." Ucapnya hati-hati. Heechull menatap adiknya datar.
"Lalu dia?" Heechull melirik Wookie masih dengan wajah datar tanpa ekspresinya dan hal ini membuat namja mungil ini semakin gugup.
"Aku mengajaknya kemari untuk menjelaskan semuanya." Jawab Yesung sambil merangkul namja-chingu-nya yang makin ketakutan. Dia sangat gugup.
"Tidak usah menjelaskan apapun lagi. Semua sudah sangat jelas." Heechull mengibaskan tangannya cuek.
"Mwo? Be-benarkah? Haha….jadi?" Yesung tersenyum babbo.
"Jadi apanya?"
"Yak! Hyung bilang sudah jelas. Jadi bagaimana keputusanmu hyung." Tanya Yesung tak sabaran.
"Keputusan tentang apa?" namja cantik ini semakin belibet.
"Tentang kami. Yak, hyung! Seperti yang hyung tahu, kami pacaran. Apa hyung akan setuju?" Yesung semakin kalap. Hahaha…..
Namja cantik ini pura-pura berpikir sejenak kemudian mengetuk-ngetukkan jemarinya di meja. Membuat suasana hening sesaat dan semakin tegang.
Yesung dan Wookie menunggu dengan cemas.
"Bagaimana kalau aku bilang tidak boleh?" Heechull menyeringai.
Kedua namja dihadapannya langsung kaget dan gelagapan. "Ya, hyung, tidak bisa begitu kan?" protes Yesung, adiknya. Wookie semakin menunduk sedih.
"Sudah kuduga. Walaupun aku bilang tidak, itu tidak akan mengubah apapun diantara kalian. Jadi aku tidak mau ambil pusing lagi." Ucapnya lagi sambil berjalan ke dapur. Yesung dan Wookie bengong.
"Maksudmu hyung?" Yesung berdiri dan menyusul ke dapur. Sedangkan Wookie? namja mungil ini memilih diam dan berdoa dalam hati. Berharap semuanya akan baik-baik saja.
.
Heechull keluar dari dapur diikuti Yesung yang masih menempel (?). Namun wajah namja cantik ini tak seseram tadi. Malah sebuah senyum bahagia terpampang jelas diwajahnya yang membuatnya semakin terlihat cantik.
Dan ditangannya ia membawa dua botol jus instant.
"Minumlah."
Wookie mendongak kaget tak percaya. Heechull memberikan satu jus itu untuknya. Dengan takut-takut namja mungil ini menerima jus itu.
"Go-gomawo,hyung…" ucapnya terbata.
"Hyung! Buatku mana?" tanya Yesung iri.
"Kau! Ambil sendiri! Dasar kepala besar bodoh!" bentaknya galak sambil melempar death-glare yang cukup membuat Wookie merinding melihatnya. Dan Yesungpun akhirnya pergi kedapur sambil menggerutu sendiri.
.
"Jadi…..apa sudah cukup lama?" Heechull menyandarkan tubuhnya. Matanya melirik namja mungil disebelahnya.
Wookie tahu apa yang ditanyakan oleh namja yang lebih tua darinya ini, "Ne, hyung….sudah dua tahun." Jawabnya polos.
Heechull mengangguk paham. Diminumnya sedikit jus-nya lalu menoleh Wookie seraya tersenyum. "Menurutmu….bagaimana adikku itu? Apa dia memperlakukanmu dengan baik?"
Wookie tersenyum lembut, "Dia….namja yang sangat baik hyung. Sangat perhatian dan jujur." Ucapnya menerawang. Yah, Yesung memang baik.
"Bagaimana kalian bisa bersama?" tanyanya lagi.
Wookie tersenyum lembut, "Bagaimana ya? hmm…." Dia tampak berpikir sejenak.
"Seperti yang pernah hyungdengar, kami memang satu sekolah dulu. Kemudian berpisah setelah kelulusan dan akhirnya bertemu kembali saat aku sudah bekerja dua tahun lalu. Dan kami mulai berhubungan saat itu. Begitulah." Namja mungil ini tersenyum malu.
Heechull mengangguk lalu menyeruput jusnya lagi.
"Apa hyungmarah?" tanya Wookie hati-hati.
Namja cantik ini menoleh Wookie kemudian menunduk dan tersenyum."Awalnya aku sedikit kaget. Tapi, sudahlah. Aku sudah memikirkannya dan ….. "
"Dan?" tanya Wookie penasaran.
"Dan aku sudah merestui kalian." Ucapnya sambil mengacak rambut Wookie asal.
Wookie hanya bengong mendapat perlakuan dari Heechull ini. Dalam hati ia sungguh berterimakasih kepada Tuhan.
.
Yesung keluar dari dapur dengan tampang babbo-nya. Namja ini menghampiri hyung dan kekasihnya dan duduk bersama. Suasana kaku dengan cepat mencair saat Heechull memarahi Yesung sambil memukul kepalanya yang besar.
.
.
.
Setelah semua yang terjadi, suasana kembali biasa. Wookie sudah bisa mengunjungi Yesung di camp militer tanpa harus takut pada siapapun. Dan sudah waktunya pula baginya untuk masuk ke camp. Sebab sudah dua bulan berlalu.
Kini Yesung kembali mendapatkan masa liburan. Sehingga ia bisa menggantikan Wookie di tempat kerjanya. Bos Wookie sangat senang karena Yesung sama ramahnya dengan namja imut itu. Bahkan terkadang ia menitipkan kue jika Yesung hendak menjenguk namja-chingunya.
.
Heechull kembali bekerja seperti biasa. Ia sudah bisa menerima hubungan adiknya dan Wookie dengan lapang dada. Baginya tak masalah dengan siapa Yesung berpacaran, asalkan itu membuat adiknya bahagia. Dan kebetulan juga namja cantik ini sudah menyukai Wookie. Kepandaian memasak mereka hampir sama dan itu membuat mereka kompak.
.
.
.
Yesung tengah mengunjungi Wookie di camp. Dia membawakan kue yang dititipkan bos mereka. Dengan raut wajah bahagia kedua namja ini menikmati kue itu. Tidak perduli dengan beberapa pasang mata yang menatap mereka iri.
Tak lama kemudian datanglah Heechull yang juga hendak menjenguk Wookie.
"Wookie…" sapanya disertai senyuman.
Kedua namja yang tengah asyik makan kue menoleh secara bersamaan.
"Hyung!" Wookie memekik senang. Segera ia berdiri dan berjalan menghampiri Heechull yang masih berdiri di pintu ruang tunggu itu.
"Ayo masuk." Namja mungil ini meraih dan menarik tangan Heechull membawanya masuk.
"Tunggu sebentar."
"Eh?"
Heechull keluar dan tampak berbicara dengan seseorang. Wookie tanpa sengaja mendengar sayup-sayup pembicaraan mereka.
"Bodoh! Tunggu disini saja, aku hanya sebentar." Terdengar Heechull tengah memarahi seseorang. Wookie tetap diam mendengarkan.
"Tapi aku juga ingin lihat." Jawab seseorang tadi.
"Heh pabbo! Sudah kubilang tadi jangan ikut kenapa kau malah ngotot?"
"Hyung, aku kan penasaran."
"Hah! Terserah saja. pokoknya jangan ikut kedalam. Membuatku malu saja kau. Dan jangan panggil aku hyung! Panggil namaku saja."
"Iya baiklah Heenim."
'Heenim?SiapanamjayangmemanggilHeechullhyungdenganpanggilansemanisitu?' batin Wookie. Seulas senyum mempercantik wajah aegyo-nya.
Sesaat kemudian Heechull masuk dan bergabung dengan Yesung dan Wookie. Mereka tampak asyik berbincang tanpa menyadari seseorang yang menatap mereka dengan wajah tertekuk sebal.
Karena cukup lama Heechull tidak keluar, akhirnya namja ini habis kesabaran. Dengan langkah dihentakkan dia masuk dan menghampiri meja ketiga namja itu.
"Heenim~….."
"Mwo? Apa yang kau lakukan? Sudah kubilang tunggu diluar!"
"Tapi kau lama sekali."
"Hyung, dia siapa?"
"Temanku!"
.
"Annyeong. Perkenalkan namaku Hankyung. Namja-chingu-nya Heenim."
1 detik - hening!
30 detik - hening!
Hening!
Hening!
3 menit - raut wajah Yesung dan Wookie berubah cengo.
"Hyung….kau…."
.
.
Hankyung melotot takut melihat apa yang tampak dihadapannya. Satu kakinya melangkah mundur.
"Se-sebaiknya aku tunggu di-diluar ssa-ja. Yah…"
"Dia bukan pacarku…..Yak! Diam kau disitu! Dasar cina oleeeeng!"
"Kyaaaaa! Maafkan akuuu!"
"Hahahah…..sudahlah hyung!"
.
.
Tampak dua orang namja tengah berlari berkejaran di lapangan latihan militer. Seorang namja cantik tengah mengejar dan memaki seorang namja tampan didepannya. Orang-orang tertawa melihat tingkah aneh mereka.
.
.
.
You made me so alive, you give the best for me...
love and fantasy….
and I never feel so lonely, cause you always here with me...
.
Saranghae…..
.
.
.
The End!
.
.
.
Cuap-cuap gaje author :
*ambil toa di kantor lurah*
Ehem – ehem – ehem … tes, tes, satu….satu…ehem….lalalalala….laaaaaaa….
Ok vocal OK!
.
Annyeonghaseo readers…..*tebar2 bunga*
Mianhae, I'm sorry, maafkan saya….*nari sorry2* dilempar kursi!
Maaf kalau saya terlalu lama menyelesaikan chappie ini. Sungguh bukanlah kesengajaan. Ini hanya karena waktu yang tidak mengijinkan author buat bikin ff. Sekaligus….mood author yang sering berubah2. ck! *sok sibuk*
Alasan lainnya karena author habis nge-brojolin seorang namja tampan ke dunia ini. kyaaaaa….! *author narsis* dilempar popok!
Nah karena itulah author akhirnya harus bersemedi cukup lama. Mohon dimaklumi.
Ini merupakan chapter terakhir. Dan author gak berniat bikin sekuel. Karena otak author udah buntu. Gak ada ide lagi. Ckckck….dasar amatir!
Okey, biar gak lama, mari kita belajar membalas review. Horreeeee…!
Review reply :::
= SulliOtter-sshi = Ne, ne saengie chagi…..nih YeWook'x gak unnie pisahin. Hehe…kasihan juga. Trus Hee-ppa jg udah dikasih Hanhan. Ekekeke….gamsahamnida nae Sulli-chagi…..*hug*
= LeeSooHyun-sshi = Ini udah unnie lanjut, bahkan unnie tamatin sekalian. Kekeke~ YeWook udah bersatu kok, Hee-ppa juga jadi'x sama Han-ppa. Gamsahamnida udah ripiu lg nae saeng. *hug*
= ParkMinnie-sshi = Ini udah lanjut chingu. Mian yak lo pendek. Abis'x udah kehabisan ide keke~ *ngeles* gamsahamnida udah ripiu ya. *hug*
= AokiKumiko-chagi = Nado bogoshippo chagiya…..umma udah lanjut. Hehe….mianhae ne umma lama menghilang. Terlanjur hanimun sama appa-mu *ditendang* kekeke~ gomawo udah baca chagi, saranghae *hugkissu*
= diitactorlove-sshi = huwaaaa…..mian unnie up-date'x super lelet! Aduuhh….jd malu. hehe…iya, YeWook kan udah unnie satuin. Gamsahamnida saeng, ripiu'x. *hug*
=YellowPinkBlue-sshi = annyeong….. ini udah tamat kok. Gamsahamnida udah ripiu yaaa…..*lambai2* mohon ripiu lagi. *hug*
= Sashaangel-sshi = Nae, km bener chingu. Ini emang ngambil dari sana. Jadi udah ketebak endingnya kan? Hehe….gamsahamnida ripiunya. *hug*
= SeoShinYoung-sshi = Annyeong….mian chingu lama up-date'x. Chap ini semoga bisa bikin senang. YeWook bersatu! Yuhuu! *hug*
= Naebabykyu-sshi = hoho…iya, scene'x bnyk yg diubah. Biar sesuai keinginan saya. *author seenak'x* gamsahamnida ripiu'x. *hug*
= ChoRyeCho-sshi = kkeekekeke~ iya, ini udah direstui kok. Gamsahamnida….*hug*
=Isyicassielf-sshi = mian ya lama up-date'x chingu. Gamsahamnida ripiu'x…. *hug*
= LuphieKiekha-sshi = huwaaa…..mian bgt update'x lama saeng. Duhh….ddangkomma disate ya? jangaaaa…..*histeris*. Tapi…..gamsahamnida udah nunggu….. *hug*
= Puput-sshi = Iya udah dilanjut cuma….. lamaaaaa! Maaf ya …. Duh jadi malu *pletak* hehe….gamsahamnida… *hug*
= Sungnyj-sshi = gamsahamnida…*deepbow*. Ini sudah dilanjut sampae tamat malah. Hehe….. *hug*
= Kimlala-sshi = salam knal juga …. Huwaahh….senang rasa'x udah disukai ff unnie. Padahal aneh semua deh. Kkk~ ini last chap saeng, gamsahamnida udah dibaca.*hug*
= JunJunMinnie = Kyaaa…..Yeye dibilang mesum…..huweee….*tapi emang iya* dibantai! Hehehe….gamsahamnida udah dibaca dan diripiu. Unnie seneng bgt. *hug*
= RuleViolation = hyaaa….mianhamnida chingu, saya up-datenya luamaaa…..hiks..hiks… gomawo udah baca semua. Terharu deh. Sekali lagi, gamsahamnida…..*hug*
Fiuh! *ngelappeluh* akhir'x selesai juga belajar membalas review'x. ckck….smoga gak ada yang terlewat dan salah eja.
Sekali lagi terimakasih banyak buat readers yang udah membaca sekaligus memberi review. Dan buat para silentreaders, saya tunggu review-an anda semua. See you on next ff.
SARANGHAMNIDA
*very deep bow*
*hug&kiss all*
