Chap4… silent reader udah bisa review lagi! Maaf bangeeeeeeeeeeeeeeet~ Hounto ni gomenasai! Waktu itu disabled anoym-na! SEKARANG UDAH ENABLE! YEAAAAH!*plak* Maaf sekali, very very sorry buat silent readers setiaaaa! Pukuli saya, geboti saya, cambuki saya, bunuh saya! GYAAAAA! Asalkan saya dimaafkan! Yah? Yah? Yah? :3
Nih, bales repiu-na yah…*plak*
DetriaVonne: Wew… arigatou to rnr!^^ btw, Rin manggilna apa neh? Senpai aja? ^w^
Aurellia Uchiha: Aduuuh… maaf sebelumna yah… *digebot* maaf sangad karena Rin nge-disable anonymna… *plak* tapi Rin janji nggak akan teledor lagi kok… *lha?* ini masih lanjut, Aurel-chan… chap ini RnR ea? *plak* tenaang… fic ini chap-na banyak, kok… tunggu aja ampe tamat, ya?*digeplak* arigatou…^^
Haruno Irine: Arigatou udah review!^^ hmm… ini chap4… kira-kira endingna sampe chap10… tunggu aja, yach!^^ *plak*
Mila Mitsuhiko: MILA-NEE! *mau meluk langsung ditabok* Thx to RnR! Yosh, ini chap4 ndah di apdet!
KiokiAquarius1999: Yoo~ Thx to RnR!^^ ini apdet nih… chap4 loh! *gk nanya-plak*
Akira Light Star 98: Kagak telat, ah!^^ thx to RnR! Yoo… nyesel, kan? MAKANYA BACA DONG! *ditampar* RnR lagi, yah!
Uchiha ReiKa D Last Uchiha: HA? Sasuke… sejak kapan kau jadi gila dan sinting gitu?*dichidori* Thx to RnR, Rei-chan!^^
Ella-cHan as NaGi-sAn: Hooo… OK, Ella-chan! *guy mode:on* Ma-masa sih lucu? YEAAAAY! *jingkrak-jingkrak* eh, eh… INI CHAP 4! RnR, EAH?*ditampol*
Yosh! Just enjoy! Don't like, don't read!
Chap4: Team Kakashi's Action!
Warning: Very OOC, GJ, Lebay, Jayus, misstypo kali? *plak* de-el-el
Disclaimer: Only Om Kishi
Sasuke yang tidak tahu apa yang harus dilakukan lagi, memutuskan untuk kembali ke Konoha. Pemuda berambut pantat ayam itu berlari tunggang langgang sampai celana nyengsol sebelah dan kolor nyaris terlihat(?)
'Ya Jashin… hamba tobat!' batin Sasuke frustasi.
Kenapa Sakura bisa sampe diculik? Apa gara-gara si Sasuke lupa akan sepatunya(?) atau karena dosa Sasuke yang telah menumpuk sampe segede gunung uhud? *readers: dibilang kagak tahu! Lama-lama lu gue panggang, neh!*
Ma-maaf, ampun readers-sama…
"Kami-sama, ya Jashin, ya Allah, ya Ayam(?)… apa salahku? Jangan culik diaaa~ hamba akui hamba meyayanginya! Hamba akui hamba mencintainya… JASHIN!" Sasuke komat-kamit panik dan histeris sambil membetulkan celananya yang nyengsol sebelah.
Setelah beberapa menit jalan-jalan, eh… lompat-lompat(?), akhirnya Sasuke sampai di Konoha. Dengan tampang pias dan pucat, Sasuke mencari Tsunade yang lagi ekskresi di WC(?) Hokage.
"TIDAK! IZOMO-SAN, MA-Mana Tsunade-sama?" tanya Sasuke panik pada Izumo. Yang ditanya hanya menjawab…
"Di…"
"MAKASIH YAH!" belum Izumo melanjutkan kata-katanya, dengan sigap Sasuke kembali berlari dan tak sengaja menyuntrung kepala chuunin malang itu. Sungguh tragis… *dibakar Izumo FC*
"Eh, tadi di mana cenah si Tsunade teh?" tanya Sasuke pada dirinya sendiri. Sok tahu sih! *dikirin*
Dengan perasaan bingung, Sasuke memutuskan untuk langsung ke kantor Hokage. Tak sengaja ia menabrak Ino sampai pantatnya jontor(?), eh… bohong, bohong… *dibakar readers*
"SASUKE-KUN, TOH?" tanya Ino sambil memeluk pinggang ramping Sasuke. Yang dipeluk?
"AWAS! DASAR MAYAT IDUP! MINGGIR, MINGGIR!" amuk Sasuke sambil melepas paksa pelukan ganas *halah…* Ino dan kembali berlari. Ino hanya melongo heran atas kelakuan Sasuke.
XxX
Di Kantor Hokage…
'BRAAAK…'
Sasuke mendobrak pintu malang itu dengan sangat keras, sampai sedikit retak. *lha?* Tsunade hanya melotot marah plus heran, karena si Sasuke tidak pulang bersama Sakura.
"Sasuke! Pintu rusak, oon! Mana si Sakura, hah?" geram Tsunade sambil berdiri dari duduknya. "Mana Sakura?" Tanyanya sekali lagi. Sasuke menelan ludahnya gugup.
"A-anu… Sakura… itu, anu…"
"Anu, anu! Kenapa dengan 'anu'mu?"
"E-eto…"
"SASUKE!" bentak Tsunade sambil memuncratkan lahar dingin(?). "Sa-SAKURA DICULIK DANZOU! GYAAAAAAAAAA!" akhirnya Sasuke menjelaskannya sambil nangis kejer. Ingus ijo keluar dari hidungnya, hiiiii~ *dikirin, dichidori*
"HA? Di-diculik? A-apa-apaan, sih! Ya-yang benar sa-saja! Dia kan kuat! Punya ninjutsu medis pula!" ujar Tsunade tak percaya. Sasuke menyusut ingusnya dan berkata…
"Ma-maaf Tsunade-sama… gara-gara sepatu saya yang lupa di bawa… kami kepaksa nyari… sepatunya kepisah sebelah-sebelah…" jelas Sasuke takut-takut. Tsunade kembali membelalakan matanya.
"SASUKE! SEPATU-MU UDAH BERAPA LAMA KAGAK DICUCI, HAH?" bentak Tsunade. "E…eto, kalau gak salah baru dua tahun…" jawab Sasuke dengan muka kembali pias.
"PANTES AJAAA!" teriak Tsunade lagi, kali ini sambil menarik kerah baju Sasuke. "Tsu-Tsunade-sama… lebih baik se-selamatkan sa-saja… ok, ok… saya yang bertanggung jawab…" ujar Sasuke dengan tangan gemetar yang melepas cengkraman Tsunade.
Setelah cengkraman di kerah baju Sasuke tadi terlepas, Tsunade menghela nafas berat. Sasuke semakin gugup. Keringat dingin mengucur dari pelipisnya, air hangat meluncur dari 'anu'nya. *Sasuke: BOKEEP! AWAS KAU!*
"Sudah, sudah! Kumpulkan semua anggota tim-mu! Gunakan(?) Sai untuk menggantikan Sakura!" perintah Tsunade. Sasuke mengangguk dan keluar dari kantor Hokage.
'BRAAAAAK'
Dengan tak sengaja pula, pemuda berambut pantat ayam itu membanting pintu dengan ganas. Tsunade mendengus kesal dan menjerit…
"PINTU GUE RUSAK, HOYY!" teriaknya emosi, tapi tak digubris oleh Sasuke, karena si ayam, eh… lelaki itu keburu pergi nyariin anggota teamnya. 'Dasar ayam kurang ajar!' batin Tsunade geram.
Kita kembali lagi ke Sasuke, ia masih berjuang mencari rekan team-nya. Ia sudah mencari ke tempat latihan, ke pemandian, ke WC umum(?), ke toko bunga, ke sanggar seni(?), dan semua tempat sudah ia jelajahi tapi sama sekali tidak menemukan ketiga cunguk-cunguk *diraikiri, rasengan, choujuu giga* eh… maksud saya, dia sama sekali tidak menemukan Naruto, Sai, dan Kakashi.
Tiba-tiba saja lampu pijar(?) muncul dari kepala ayamnya. "Aha! Begok banget sih gue! Udah tau mereka sering nge-tem*mangnya angkot?* di warung Ichiraku itu! Aduduh… sejak kapan gue jadi dodol gini?" ujarnya sambil menepuk pantat, eh… jidat.
Setelah sampai di warung Ichiraku, memang benar Sasuke menemukan ketiga, malah keempat team tujuh plus Yamato-taichou yang lagi asyik neleg(?) ramen. Semua menatap Sasuke dengan tatapan heran.
"Sasuke… bukannya kamu lagi misi?" tanya Kakashi. Sasuke menatap gurunya itu sambil nyengir innocent. "Itu dia, sensei…"
"Hei, teme… mana Sakura-chan?" tanya Naruto ikut-ikutan. "Itu dia… makanya aku ke si…" belum selesai bicara, Sai memotong kata-kata Sasuke.
"Hei, Sakura-san di mana? Jangan bilang kalau kau habis mem*piiiip*nya!" tanya Sai sambil celingak-celinguk. Wajah Sasuke memerah karena marah dan malu.
"Ia, tuh! Jangan bilang kalo itu bener! Jangan-jangan kamu emang udah diajarin begituan ama si Pein ya? Kan kamu pernah masuk Akatsuki…" ujar Yamato ikut-ikutan juga.
"BUKAN! KITA DITUGASKAN OLEH TSUNADE-SAMA UNTUK MENYELAMATKAN SAKURA!" jerit Sasuke. Kantong kesabarannya udah robek(?). Semua melongo heran.
"Sakura? Memangnya ada ap―"
"KAGAK USAH BANYAK COCOD, DEH! CEPET IKUT!" lanjut Sasuke sambil menarik tangan Naruto.
Sai, Kakashi, dan Yamato mengikuti langkah Sasuke. Dan… lupa bayar ramen. Nah loh! *plak*
XxX
"Ok… semuanya kumpul, kan? Hehe… kamu ikut juga gak papa, Yamato… itung-itung nambah korban(?)…" ujar Tsunade sambil tertawa kecil. Semua sweatdrop, terutama Sasuke. Tadi marah-marah, sekarang malah ngacangin! *ditendang Tsunade*
"Ok… bubar aja, deh! Males gue bacot mulu!" perintah Tsunade membuat kelima pria anggota team tujuh itu mendengus kesal dan akhirnya pergi.
Sebelum berangkat, Sasuke menyarankan agar motong jalan supaya cepet lewat sungai yang dia lewatin kemarin.
"Bener lewat sini?" tanya Naruto gugup. Sasuke mengangguk. "Ta-tapi harus nyeker dulu…" lanjutnya.
"Nyeker? Ok… tapi jangan sampe ketinggalan kayak kamu waktu itu! Makanya, sekarang sepatunya jinjing aja deh!" perintah Kakashi bijak. Semua mengangguk.
"Sasuke… jinjing tuh sepatu! Inget, jangan ampe lupa! Kalo perlu iket pakek tali tambang lo yang itu, tuh…" sindir Sai sambil menunjuk tali tambang(?) yang melingkar di pinggang ramping(?) Sasuke. Kenapa bukan ikat pinggang? Karena tali itu tali tambang, bukan ikat pinggang! *digebuk readers + dikirin Sasuke*
"Kurang ajar… inget, ya! Yang senior di tim 7 ini gue, bukan lu! Heh, dudut! Sopan dikit bisa, kagak?" geram Sasuke sambil memberikan death glare-nya. Sai hanya tersenyum innocent (lagi). "Maaf… tadi hanya (tidak) main-main kok…" ujarnya lembut. Sasuke membuang mukanya ke tong sampah(?)
Setelah itu, mereka melepas sepatu dan menjinjingnya. Sasuke berlari paling lambat dengan tampang bete. "Bu… pak… jangan lupa sepatu! Kagak boleh kelupaan~" sindir Naruto yang masih berlari di depan Sasuke. Yang disindir hanya mendelik.
Belum lama berlari-lari gaje(?), mereka berlima dihadang oleh seorang kakek berambut coklat, berhidung satu, bertangan dua, berkaki dua, ber―emmmbh~ *dibekep readers*
Kelima pria anggota tim tujuh itu berhenti berlari dan langsung menatap tajam kakek keriput*plak* itu. "Danzou…" geram Sasuke.
"Hoo, teme! Jadi si aki ini yang nculik Sakura-chan?" tanya Naruto innocent sambil menunjuk-nunjuk Danzou. "Ea, tuh! Mana si Sakura, Danzou?" tanya Sasuke sambil mendekati Danzou. Yang ditanya hanya mengangkat bahu.
"HOOY! GUE NANYA, MANA SI SAKURA! BUDEG, APA?" teriak Sasuke sambil melemparkan sebelah sepatunya ke kepala Danzou. "Adaaaaw! KAGAK AKAN GUE LEPASIN! SALAH SATU DIANTARA KALIAN HARUS LAWAN GUE DULU!" teriak Danzou emosi.
"Plus nih sepatu… GUE BAKAR!" lanjutnya, membuat sang empunya sepatu membelalakan matanya lebar. "JANGAN! JANGAN! ITU SEPATU KESAYANGAN GUE!" teriak Sasuke emosi, kepengen ngebejek-bejek si Danzou malah ditahan ma Sai, Naru, Kakashi, ma Yamato.
"Eiiits… sabar, sabar… tarik nafas…" ujar Kakashi sambil mengelus-elus punggung Sasuke. "Sabar, Sas… ini semua cobaan… teruslah berdzikir…" lanjut Sai ikut-ikutan sambil mengelus kepala ayam Sasuke. Danzou yang merasa sedikit kasihan pada Sasuke, langsung melempar sepatunya kembali pada sang empunya. "YES!" jerit Sasuke. Semua sweatdrop.
"Eh, PADAGAJE! Sas, biar aku sama Sai yang nyelesein masalah ini! Kamu, Kakashi-senpai, dan Naruto duluan aja sebelum berangkat!" perintah Yamato. Sasuke, Naruto, dan Kakashi mengangguk dan kembali meloncat.
"E-eto… Danzou-sama…" ujar Sai gugup. Danzou menatap tajam onyx Sai. "Kau pengkhianat, Sai!" pekik Danzou bak seorang gadis yang sedang ditinggal pacarnya. Dan sorot mata Sai yang tadi datar kini menjadi tegas(?).
"Maaf Danzou! Gue kagak mau percaya ama aki-aki kayak lo lagi!" seru Sai kurang ajar. *choujuu giga*
"Ok… Danzou vs duo cunguk, ya? Siiip… ready!" seru Danzo mengambil ancang-ancang, begitu juga dengan Sai dan Yamato.
Yok… karena capek ngetik *disemprot baygon ma readers*, Rin berentiin dulu di sini, ya! *dasar author pemales!* next chap tunggu yak~ ^^ maaf kalo kelamaan… wkwkwk… *plak* see you in next chapter!
:::Tsuzuku:::
Terimakasih sebanyak-banyaknya pada yang sudah merepiu!^^
Yang ini juga, ya?^^ review please? :3
