warning : gaje, aneh, typhosss (saking banyaknya), GS, alur kecepatan, tata bahasa dan diksi mungkin tak sesuai EYD, detail cerita kurang mendalam dll
saya pinjam nama cast dari Super Junior, Shinee, TVXQ, JYJ, SNSD, SM The Ballads, dll
semua cast bukan milik saya, akan tetapi cerita ff ini punya saya
dilarang copy paste, atau mencuri ide dari ff ini, dilarang bash cast ff ini
a kyumin ff
UNWANTED HERO
Aura ketegangan mulai terasa di ruang tamu apartemen yang tidak terlalu luas itu. Kyuhyun masih terduduk di sofa sambil memandang sengit yeoja yang duduk di depannya, yang juga memasang ekspresi yang kurang lebih sama. Sementara Joongwoon, sebagai tuan rumah yang baik, sedang berada di dapur untuk menyiapkan minuman dan makanan kecil.
"Sekarang kau mau apa bocah keras kepala?" tanya Kyuhyun masih memandangi yeoja itu dengan pandangan sinisnya.
"Apa urusanmu namja kurang kerjaan sok pahlawan?" balas Sungmin dengan ekspresi mengejek.
"Kalau kau hanya mau mengganggu, lebih baik kau pulang saja. Benar-benar merusak pemandangan." ucap Kyuhyun kembali.
"Ha...ha... kau tidak berhak mengusirku, karena aku sudah diijinkan pemilik apartemen ini. Arraseo!"smirk Sungmin sambil memandang Kyuhyun dengan sorot merendahkan.
"Ehm...ehm...ada apa dengan kalian, kenapa pembicaraan kalian sangat tidak enak didengar?" tanya Joongwoon sambil membawa nampan dengan tiga gelas lemon tea dan setoples makanan ringan.
"Tidak penting hyung, sudah, mana buku-buku hyung? Lebih baik kita tidak banyak membuang waktu!" Kyuhyun mengambil tasnya dan mulai mengeluarkan beberapa buku diktat tebal yang membuat Sungmin merinding melihatnya.
"Ne, tunggu sebentar, aku ambil dulu di kamar. Oiya, maaf, siapa namamu?" tanya Joongwoon sambil mengalihkan pandangannya kepada Sungmin.
"Lee Sung Min imnida, panggil saja saya Sungmin." ucap Sungmin sopan.
"Cih, sok manis!" gumam Kyuhyun melihat ekspresi Sungmin yang sangat berbeda saat berhadapan dengan Joongwoon.
"Ne, Sungmin ssi, sambil menunggu Wookie, silakan kalau mau menonton televisi, itu ada di ruang tengah." tangan Joongwoon menunjuk lorong sempit yang menghubungan ruang tamu itu dengan ruang tengah.
"Hyung, kau percaya saja dengan orang asing seperti dia?" protes Kyuhyun.
"Aish, sudahlah Kyu, kau bilang tidak mau banyak membuang waktu. Jadi tolong tidak usah banyak protes." putus Joongwoon final.
"Ah...baiklah." Kyuhyun mengalah, namun ia masih sempat mengirmkan deathglare saat melihat ekspresi Sungmin yang lagi-lagi terlihat mengejeknya.
"Gomawo Sunbae, aku ke sana dulu." Sungmin berlalu setelah sebelumnya membungkuk hormat kepada Joongwoon.
Joongwoon mengambil buku kuliahnya, kemudian mengambil tempat duduk di dekat Kyuhyun. Keduanya pun mulai asyik membahas berbagai soal yang ada di sana. Kyuhyun mulai menjelaskan semua dengan terperinci dan mendetail. Berkali-kali Joongwoon mengangguk mendengarkan penjelasan dari namja yang berusia lebih muda darinya itu.
Hampir setengah jam keduanya berdiskusi, tiba-tiba bel apartemen itu berbunyi nyaring
"Biar kulihat dulu Kyu." Joongwoon berlalu menuju pintu apartemennya.
Sesaat kemudian terdengar suara manja seorang yeoja berbicara dengan Joongwoon.
"Oppa, mian aku agak lama. Habisnya tadi aku bertemu dengan kawanku SMA dan sempat mengobrol beberapa saat. Oiya, mana Minnie, apakah dia merepotkanmu?" tanya yeoja itu.
"Tentu saja tidak Wookie ah, dia kan sudah dewasa. Sekarang dia sedang menonton tivi di ruang tengah. Kau susul saja ke sana." ucap Joongwoon.
"Oh, anyeong Kyuhyun ssi." yeoja bernama Wookie itu mengucap salam saat melihat Kyuhyun yang sedang duduk di sofa ruang tamu Joongwoon. Mereka memang baru sekali bertemu, jadi tidak terlalu akrab.
"Anyeong Ryeowook ssi." sapa Kyuhyun ramah.
"Mian aku sedang buru-buru Kyuhyun ssi." Ryeowook tersenyum membalas ucapan ramah Kyuhyun kemudian setengah berlari menuju ke ruang tengah.
"Oppa, aku langsung ke sana." ucap Ryeowook sambil terus berlari, sementara Joongwoon hanya mengangguk sambil tersenyum.
Sesaat kemudian terdengar suara sedikit ribut dari arah ruang tengah, bisa ditebak siapa yang terlibat keributan itu, tentu saja Ryeowook dan Sungmin.
"Appo eonnie...appo, lepaskan ne ..." Sungmin menjerit-jerit saat telinganya dijewer keras oleh Ryeowook.
"Siapa suruh kau membolos pagi-pagi begini bocah bandel" Ryeowook masih dengan sadisnya menyeret yeoja yang lebih muda darinya itu.
"Mianhe Oppa, dia sudah merepotkanmu dan Kyuhyun ssi. Kami pamit dulu sekarang..." Ryeowook berjalan menuju pintu masih dengan posisi menjewer telinga Sungmin. Kyuhyun dan Joongwoon hanya mengangguk pelan sambil memandang keduanya takjub.
"Eonnie...lepas..." Sungmin masih berteriak. Tapi Ryeowook yang murka nampak tidak terlalu memperdulikannya.
Keduanya menghilang di balik pintu apartemen Joongwoon.
"Bisa kita lanjutkan Hyung?" tanya Kyuhyun saat ia melihat Joongwoon masih bengong menatap pintu apartemennya.
"Kajja Kyu!" dan keduanyapun melanjutkan belajar mereka yang tertunda.
=JOY=
"Aku pulang dulu eonnie!" Sungmin melambaikan tangannya kepada Ryeowook yang masih berdiri mengantarnya di depan pintu unit apartemen miliknya.
"Ne, hati-hati, dan awas, jangan diulangi ya, eonnie tidak suka kau membolos hanya untuk bertemu eonnie."
"Tapi aku kan kangen...sudah hampir dua bulan ini eonnie tidak berkunjung ke rumahku." Sungmin mempoutkan bibirnya.
"Mianhe, eonnie sedang sibuk di kampus." Ucap Ryeowook melembut.
"Aish, eonnie banyak alasan. Kalau hanya berkunjung sesekali saja, masak juga tidak sempat?" Sungmin mempoutkan bibirnya.
"Ne...ne... eonnie akan usahakan untuk berkunjung. Oiya, eonnie titip salam untuk Jinki samchon, Keybum imo, dan Heechul eonnie ne!" ucap Ryeowook sambil tersenyum.
"Ne...kalau tidak lupa ya.." cengir Sungmin.
"Aish kau ini, dasar anak bandel. Awas kalau kau membolos lagi, nanti benar-benar aku adukan sama samchon dan imo."
"Aku tidak takut ... Week." Sungmin memeletkan lidahnya dengan wajah mengejek, kemudian berlari meninggalkan Ryeowook yang masih kesal sambil menggeretakkan giginya.
=JOY=
"Sudah jam sepuluh, ke mana Sunny eonnie sekarang ini?" gumam Sungmin sebal. Sesekali ia mengerucutkan bibirnya memandangi jalanan yang tidak terlalu ramai, siapa tahu sopir pribadinya itu mendadak muncul di sana.
Hampir limabelas menit menunggu di tepi jalan tempat ia meminta dijemput membuatnya merasa kehausan. Akhirnya ia memutuskan untuk membeli satu cup es krim di minimarket yang ada di seberang jalan.
Tanpa banyak menoleh, Sungmin menyeberangi jalan yang menurutnya sudah cukup lenggang. Tak sadar bahwa ada sebuah mobil sedang berjalan cukup kencang dari sebelah kanannya.
Kyuhyun yang sudah siap mengayuh sepedanya buru-buru meninggalkan sepedanya begitu saja. Berlari dengan kecepatan yang sangat presisi, memeluk Sungmin dan menariknya ke tepi jalan.
Berguling beberapa putaran dan berhenti saat posisi Sungmin tepat berada di atas Kyuhyun. Sesaat mereka saling pandang, mencoba menyadari apa yang baru saja terjadi.
"Kau bisa turun dari tubuhku sekarang!" ucap Kyuhyun saat Sungmin tidak kunjung pulih kesadarannya. Padahal ada beberapa orang yang sudah mengerubungi mereka saat ini.
Sungmin tidak berbicara apa-apa, hanya langsung turun dari tubuh namja itu.
"Kalian tidak apa-apa?" tanya seorang yeoja paruh baya dengan wajah khawatirnya.
"Kami baik-baik saja. Gomawo semuanya." ucap Kyuhyun sambil tersenyum sopan.
"Ah, untung sekali. Jantungku nyaris copot saat melihat kalian berdua tadi." seorang namja berumur 30 an menyahut dengan wajah lega.
Sekali lagi Kyuhyun hanya bisa mengangguk sopan dan berterimakasih kepada siapapun yang bersimpati kepada mereka berdua.
=JOY=
Sungmin menyesap teh hangat yang Kyuhyun belikan dari minimarket tak jauh dari insiden yang Sungmin alami.
Sungmin masih terdiam, terlihat sangat shock dan sedikit gemetar.
"Kau mau masuk kembali ke apartemen?" tanya Kyuhyun lagi dengan nada melembut. Dan sekali lagi Sungmin menggeleng.
"Lalu apa yang kau mau? Kau tahu, aku sudah terlambat untuk mengikuti kuliah." emosi Kyuhyun mulai nampak melihat Sungmin yang masih enggan meresponnya.
"Antar aku ke sekolah, jebal." ucap Sungmin lemah.
Kyuhyun mendengus perlahan, kemudian berdiri masih dengan wajah kesalnya.
"Asal kau memanggilku dengan sopan. Panggil aku sunbae, arraseo!"
Sungmin terdiam sejenak, seperti tengah mempertimbangkan.
"Sun...Sun...Sunbae..." ucap Sungmin penuh keterpaksaan.
"Kajja!" Kyuhyun menyeringai, membimbing tangan Sungmin untuk bangkit dari duduknya, kemudian menggandeng Sungmin menuju ke sepedanya yang masih terparkir dengan rapi.
"Naik ini?" tanya Sungmin ragu.
"Ne, kalau kau mau naik taksi silakan, uang sakumu pasti berlebih bukan?" ucap Kyuhyun dengan nada jengkel karena merasa direndahkan.
"Ahni ya, aku ... masih gemetar. Aku takut kalau hanya sendirian di taksi bersama dengan sopir yang tentu saja tidak aku kenal." jawab Sungmin sambil mengeratkan pegangan tangannya di tangan Kyuhyun.
"Aku ini juga sama asingnya bukan. Kita belum saling mengenal, memangnya kau percaya kepadaku?"
"Setidaknya kau sudah pernah sok menolongku kemarin, dan kau temannya tetangga eonnie sepupuku, jadi kalau kau macam-macam lebih mudah mendeteksinya." jawab Sungmin panjang.
"Hah...dasar yeoja tak tahu berterima kasih. Kajja naik!" Kyuhyun terpaksa mengalah menghadapi Sungmin, malas berdebat dengannya.
"Sepedanya tidak ada boncengannya, aku harus duduk di mana?" tanya Sungmin bingung.
"Di depan, di sini." Kyuhyun menunjuk bagian toptube sepedanya yang bisa digunakan untuk duduk oleh Sungmin, meskipun Kyuhyun yakin pasti tak akan nyaman duduk di sana, tapi biar sajalah.
Sungmin mengernyitkan kening, sedikit ragu-ragu. Namun sesaat kemudian dia mencoba naik di tempat itu dan mencoba menyamankan duduknya di sana. Meskipun rasanya sangat tidak enak duduk di toptube yang posisinya agak menurun di sebelah belakangnya.
"Duduknya agak menunduk sedikit, aku yakin kalau posisimu seperti itu, punggungmu akan kena saddle sepeda!" nasihat Kyuhyun melihat posisi duduk Sungmin yang ia rasa kurang mendukung kenyamanannya.
"Baiklah!" Jawab Sungmin sambil sedikit membungkukkan duduknya.
"Begini lebih baik." Kyuhyun mulai mengayuh sepedanya dengan Sungmin yang sudah duduk di bagian toptube sepeda itu.
"Sekolahmu masih jauh?" tanya Kyuhyun setelah mengayuh selama dua puluh menit.
"Mungkin sekitar 2 km lagi." jawab Sungmin enteng.
"Mwooo...kenapa baru bilang sekarang? Tahu begini aku tidak mau susah payah mengantarmu. Kau pikir tidak capek mengayuh sepeda sejauh itu, ditambah berat badanmu, kau benar-benar membuatku menderita." gerutu Kyuhyun.
"Bukankah kau suka menolong, kalau begitu anggap saja kau sedang mencari pahala. Lagi pula, bukankah kau tadi juga tidak bertanya?" jawab Sungmin enteng.
"Panggil aku sunbae, atau kuturunkan kau!" geram Kyuhyun.
"Ne, ne, tapi kau yang memulai SUNBAE!" ucap Sungmin memberi tekanan pada saat mengucap bagian akhir dari kalimatnya.
"Sudahlah, malas berdebat tak berguna seperti ini." pungkas Kyuhyun masih memasang wajah kesalnya.
Mereka melanjutkan sisa perjalanan itu tanpa suara, saling berdiam diri. Kyuhyun hanya berkonsentrasi pada laju sepedanya, sedangkan Sungmin, entahlah, ia hanya memandang ke depan dengan pandangan kosong.
Saat gerbang sebuah sekolah mulai terlihat, perasaan lega pun menyelimuti hati Kyuhyun.
'Akhirnya sampai juga.' bathinnya. Kyuhyun tersenyum sendiri membayangkan penderitaannya yang akan segera berakhir.
"Hei, bocah bandel. Kau sudah sampai!" ucap Kyuhyun setelah mereka tepat berada di depan sekolah.
"Aish, namaku Sungmin, panggil yang benar ne!" gerutu Sungmin sambil turun dari sepeda Kyuhyun.
"Ada yang mau kau ucapkan?" tanya Kyuhyun kepada Sungmin.
"Aku pergi dulu!" ucap Sungmin sambil berlalu menjauhi Kyuhyun tanpa mengucapkan terima kasih.
"Aish...dasar bocah itu memang benar-benar...Tapi salahku sendiri, kenapa tadi harus kutolong!"Kyuhyun meninggalkan sekolah Sungmin menuju kampus tempat ia menuntut ilmu.
=JOY=
"Jadi aku sakit apa Jungsoo ah?" tanya Kibum pada dokter yang memeriksanya. Seorang dokter cantik dengan nametag Park Jung Soo.
"Saya belum yakin ahjumma, saya rasa kita harus melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan lebih teliti. Tapi melihat gejala yang anda ceritakan, sementara saya simpulkan, anda menderita kanker paru-paru. Tapi sekali lagi, saya masih belum yakin, sebelum kita melakukan tes laboratorium." ucap Dokter Jungsoo dengan wajah prihatinnya.
Mendengar penjelasan sang dokter, Kibum tak dapat menyembunyikan kesedihannya. Air matanya pun meluncur, menuruni pipi halusnya.
"Ahjumma...tenanglah. Teknologi kedokteran sekarang sudah canggih. Jangan terlalu mengkhawatirkan penyakitmu!" nasihat Jungsoo sambil menggenggam kedua tangan Kibum erat-erat.
"Jungso ah...ahjumma tidak mengkhawatirkan itu, tapi tentang ...ah, sudahlah ..."
"Ahjumma jangan sungkan, kalau ada apa-apa tinggal bercerita kepadaku." ucap Jungsoo lembut.
Jungsoo kemudian menulis pengantar untuk pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan lanjutannya.
"Ini pengantar cek lab ahjumma. Lusa, ahjumma harus kontrol lagi ne!" Jungsoo menyerahkan dua lembar kertas berukuran sedang kepada Kibum, sementara Kibum menerimanya dengan lemas.
"Gomawo Jungsoo ah, ahjumma pulang dulu!" pamit Kibum kemudian meninggalkan ruangan periksa itu dengan langkah gontai.
"Sama-sama. Ahjumma yang semangat ne! Jangan menyerah!" ucap Jungsoo mencoba menghibur Kibum. Sementara Kibum hanya mengangguk lemah.
"Cobaan apa lagi yang harus kau terima Kyu? " gumam Jungsoo setelah Kibum benar-benar keluar dari ruangannya.
"Aku akan berusaha membantu kalian." gumam Jungsoo kembali.
=JOY=
"Hyung, aku pulang dulu. Ingat, tadi bos bilang stok obat baru akan datang nanti jam 7 malam, jangan lupa dicek lagi!" pamit Kyuhyun sambil mencangklong tas gendongnya.
"Iya Kyu...kau ini kalau sudah bicara seperti itu jadi mirip ahjumma-ahjumma saja!" balas namja bernametag Kim Young Woon sambil tersenyum menanggapi ucapan namja yang usianya lebih muda dua tahun darinya itu.
" Terserah kau sajalah, aku pulang dulu!" Kyuhyun meninggalkan apotek itu, menuju ke tempat parkir dan menemukan sepedanya yang masih terkunci rapat di sana. Sesaat ia melihat arloji sederhananya yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.
"Jam lima kurang sepuluh." Kyuhyun bergumam sendiri, kemudian mengambil dompetnya dan memungut sebuah kartu nama di sana.
"Lee Jin Ki, Shinee corps." baca Kyuhyun
'Haruskah aku menemui ahjussi itu?' bathinnya bingung.
Kyuhyun terlihat berpikir sesaat sambil membaca tulisan di kartu nama itu berkali-kali.
'Aku kemarin sudah menyanggupi, sebagai lelaki, aku tidak boleh ingkar!" Kyuhyun membulatkan tekadnya, kemudian memacu sepedanya, menuju kediaman keluarga Lee.
T.B.C
Gomawo buat readerdeul yang sudah menyempatkan diri membaca ff ini, apalagi yang sudah memfollow dan memfavoritkan. Terlebih lagi yang sudah menyempatkan memberi review... *bow*
= Heldamagnae = NurLarasati13 = bunnyblack. FLK. 136 = audrey musaena (3 chap) = dewi. k. tubagus =
= PaboGirl = prfvckgyu = dzdubunny = Elf hana sujuCouple = abilhikmah = Cho Hyun Ah Sparkins 137 =
= hongkihanna = Yoldaspa
(semoga tidak ada kesalahan penulisan nama reviewer)
Sebenarnya saya lagi ga terlalu mood ngelanjutin ff-ff saya. Maklum, reviewnya rata-rata sedikit.
Ditambah lagi drama musikalnya Kyu yang paling baru. Sebenarnya saya ga masalah sih, saya percaya sama Kyu. Cuman kalo inget dia dipasangin sama Seo yang sering digosipkan dengannya, terkadang rasanya nyesek juga T.T
Tapi meskipun begitu, saya tetep ga mungkin buat mengabaikan semangat dari reviewer-reviewer sekalian, yang meskipun jumlahnya ga terlalu banyak, tetap saja memberi saya semangat untuk tetap lanjut.
Sekali lagi makasih buat para reviewerdeul ...
Yang sudah membaca saya harapkan reviewnya untuk chap ini dan seterusnya...
thanKYU
