Title: Discipline!

(Chapter 4)

Genre: Romance, School life

Main cast: KangTeuk, SiBum, HaeHyuk

Disclaimer: SuJu belong to SME, para uke adalah milik seme masing-masing tapi cerita ini sah milik saya!

Warning: YAOI, don't like don't read! School life (emang ini warning?), typos, gaje, mbulet, dan sodara-sodaranya

A/N: Buat yang udah nunggu lemonnya, sabar dulu yah.. sebenernya part yang ada lemonnya itu jadi satu ama yang part ini,eh ternyata kok jadi panjang banget. Sekitar 4K+ words. Makanya aku jadiin 2 part kayak Harry Potter 7 gituh. Hehe.

Dan berhubung masih bulan puasa, harap maklum part lemonnya ditunda pas habis lebaran. Tapi saya janji bakalan publish ga lama setelah lebaran.

Atau ada yang mau di publish sekarang? Hehhehe :B

…..

~oOo~

….

Leeteuk pov

Aku menyiapkan kue dan minuman yang akan kami camil nanti malam. Hae dan Kangin akan kubuat sekamar dan Hyukkie yang tidur dikamarku.

Kalau Hae dan Hyukkie dirumah, pasti tujuan mereka hanya satu tempat (atau kegiatan lebih tepatnya). Maka dari itu akan kubuat Hae tak bisa ber'itu' dengan Hyukkie. Toh Hyukkie pasti nggak masalah.

Dan Kangin, dari tiga kali kunjungannya kerumah, dua kali aku jadi korbannya dia. Cih, mulutnya itu memang sudah terlatih untuk menggoda orang. Aku yang keras kepala aja akhirnya luluh kok…

"Hae, mereka sudah datang belum?" tanyaku sambil berteriak karena aku di dapur sedangkan Hae di ruang tv.

"Belum, hyung. Kalau sudah datang pasti aku dan Hyukkie akan beradu mulut," ucap Donghae dengan suara acara tv yang dipindah-pindah.

"beradu mulut? Itu konotasi atau denotasi?" tanyaku sedikit menggodanya.

"hehe, bisa jadi," jawabnya menggantung. Kulihat ia mendekatiku.

"Hyung. Kenapa mau sama Youngwoon sih? Dia kan pabo, nggak kayak hyung (author ditabok Camomile),"

"Lha kau sendiri kenapa mau sama Hyuk? Dia kan kayak monyet (author dibakar Jewels)?"

"Ya, hyung! Meskipun dia kayak monyet tapi buat aku dia monyet paling tampan!"

"Loh? Yang seme siapa sih?"

Dia kelihatan gelagapan menjawab pertanyaanku barusan. Lah habisnya meskipun namja, bukankah Hyuk yang jadi uke? Itu sih yang Hae ceritakan padaku. Entah kenyataannya bagaimana.

"Eum, eem.. Yah, kadang-kadang aku kalah juga sih," jawabnya sambil menundukkan kepalanya. Ada semburat merah di mata #plak di pipi tirusnya.

"Ha! Kalau Kangin sampai tahu kau kalah bagaimana? Semakin dihina kau tahu rasa!" ucapku sambil menunjuk-nunjuk dahinya dengan sendok dan memandang dengan pandangan 'sukurin-lo'.

"T-tapi cuman kadang-kadang kok hyung! Aku kan lebih cakep daripada Hyuk. Dia itu cantik, hyung!" belanya.

"yah, yah, yah. Up to you, lah, Hae," jawabku sebisanya dengan bahasa inggris lever intermediete.

DING
DONG!
DING
DONG!

"Ah, itukah mereka, hyung?" tanya Donghae.

"Molla. Memangnya mereka datang bersama?" tanyaku balik.

"Nado molla yo. Aku saja yang buka," dan Donghae menghilang dari dunia dapur menuju dunia lain yaitu ruang tamu.

BRUAK! BRAK! PRAANG!

Ya! Ada apa lagi itu?

Author pov

Donghae berlari kecil menuju pintu depan rumahnya dan Leeteuk untuk mengetahui siapa yang datang. Ia mengintip dari lubang pintu.

"Nuguya?" tanya Dongahe dari dalam rumah. Karena letak lubang itu lumayan tinggi –tak sepadan dengan tubuh pemilik-pemilik rumah itu—ia harus jinjit dengan sangat susahnya.

"Pizza!" jawab ornag diluar sana. Ia hanya memakai topi dan jaketnya yang terbuat dari parasut memang cocok sekali disebut pengantar pizza.

"Ah, chankamman."

Setelah sekian lama tidak melakukannya, akhirnya dia menggunakan otaknya untuk berpikir lebih keras *author digiles fishy*. Apakah hyungnya itu yang memesan pizza? Karena seingatnya, ia tak memesan apapun kecuali kue dari Hyukie.

UPS!

Sayang beribu sayang. Memang nasib baik belom berpihak pada Donghae dan semua fans nya.

Saat ia berjinjit, ia meninggalkan ujung jempol kakinya pada sebuah karpet. Dan karena penasaran dengan siapa yang ada diluar itu, ia terpeleset di karpet itu. Berusaha menahan tubuh, tangan kanannya menahan badan bagian kanannya di meja terdekat dan tangan kirinya memegang kenop pintu.

Malang benar Dongahe malam ini.

Ia malah menarik cover dari meja itu sehingga beberapa vas bunga dan souvenir yang terbuat dari kaca jatuh dan pecah. Tangan kirinya pun menarik kenop pintu sehingga orang yang ada diluar itu terhuyung-huyung masuk kedalam rumah, menjatuhkan diri diatas Donghae.

TAP
TAP
TAP

Leeteuk penasaran apa yang terjadi di ruang pintu depannya. Mulutnya yang tipis itu mulai terbuka, emngambil nafas banyak dan…

"LEE DONGHAE! KIM YOUNGWOON! HUKUMAN KALIAN AKAN SEMAKIN BERAT MALAM INI!" Teriakan Leeteuk benar-benar memekakkan telinga. Kangin yang tadi masih menindih Dongahe saja langsung bangkit dan menutup telinganya.

"Ah, chagi. Aku bisa jelaskan ini. Aku dan Dongahe tak ada apa-apa," ujar Kangin berusaha menjelaskan keadaannya

PLAK! Dan kepala besar Kangin yang nggak sebesar punyanya Yesung *author dikunyah Clouds* pun digeplak oleh sebuah tangan ramping milik Donghae.

"Pertama, jangan pernah memanggil hyung dengan sebutan 'chagi'! Kedua, SIAPA JUGA YANG MAU ADA APA-APA SAMA KAMU, BABO!"

Untuk kali ini, Kangin berpikir dan dapat menyimpulkan dengan sangat jelas bahwa meskipun hanya berhubngan darah sebagai sepupu, namun bakat keluarga itu tak bisa hilang. Dan bakat dalam keluarga ini adalah: bakat teriak =="

"Ya! Ikan teri! Aku juga nggak mau kalik ada apa-apa sama kamu!"

"Sudah-sudah, kalian berdua nggak perlu debat lagi! Kangin ambil sapu dan Donghae ambil serok nya!" perintah Leeteuk yang merupakan alfa dirumah itu. Berkata tidak hanya memperkeruhsuasana yang memang sudah keruh. Bisa kita lihat diwajah Leteuk sudah mulai kusam dan banyak garis kerutan (reader: mana, thor? Kagak keliatah tuh | author: yee.. bayangin aja | angels: THOR! Gile lu bilang uri leader 'mulai kusam dan banyak garis kerutan'! | author: lah, emang oppa paling t*a kan? | angels: ya tapi nggak usah frontal gitu thor. Itu kata2 haram buat oppa | author: oh gitu ya? Mian | saran: lupakan yang tadi, kita kembali ke cerita…)

"Kangin! Yang situ belum bersih! Donghae! Jangan sampai berceceran! Nanti kalau ada menginjak pecahannya bakalan tambah masalah!" Leeteuk teriak-teriak memerintah pada dua namja yang ada di ruang pintu depan.

Kangin menyapu hingga di kolong meja karena serpihannya sampai disana. Donghae merapikan meja dan mempersiapkan serok untuk Kangin. Dengan tangan sedikit gemetar mereka melakukan itu semua.

"Hyung, janganlah terlalu kasar pada mereka. Toh, mereka tak sengaja melakukannya," ucap Eunhyuk yang nyembul dari ruang tamu.

Tak lama setelah Kangin datang, Eunhyuk pun datang sambil membawa es krim dan strawberry cake yang langsung disimpan di dapur agar tidak dicoel-coel oleh dua seme tak bertanggung jawab dan kurang ajar itu.

"Ah, gwaenchana Hyukkie ah. Mereka memang PANTAS mendapatkan ini semua," jawab Leeteuk sambil menekankan kata 'pantas'. Yang sedang sibuk membereskan serpihan hanya bisa grumbling dalam hati sambil memaki-maki kedua uke yang sok berkuasa itu.

"Baik, sekarang kita main pocky stick aja yuk! Selagi kita masih punya banyak pocky stick, sekalian senang-senang. Yang menang boleh memakan ice cream dan strawberry cakenya bersama pasangannya. Bagaimana?" usul Eunhyuk.

"Bolah saja. Pasangannya bagaimana?" tanya Kangin.

"Pakai… INI!" Leeteuk mengeluarkan sebuah kotak dengan beberapa stik didalamnya.

"Kita dibagi dua kelompok. Merah dan kuning. Yang dapat merah, jadi satu kelompok dan yang kuning satu kelompok. Nanti kelompok lawannya yang menghitung waktu. Setuju?" jelas Leeteuk yang sepertinya dicurigai oleh kedua seme yang memandangnya sejak-kapan-kau-punya-ide-itu-?

"Hyung, bukankah tadi siang kau bilang akan ada ulangan besok? Kenapa malam ini kita main?" tanya Hae. Leeteuk berpikir sebentar..

"Kapan aku bilang aku besok ada ulangan?" tanya Leeteuk entah pada dirinya sendiri atau pada Hae maupun Kangin.

"Masak kau lupa chagi?" tanya Kangin yang mendekat tubuh Leeteuk yang masih memasang pose berpikir ala patung The Thinker.

"Aish, sudah sudah! Ini ruang OSIS, bukannya rumah kita! Bicarakan soal 'this' and 'that' dirumah saja," tegas Leeteuk dengan wajah semerah tomat hanya karena mendengar pertengkaran namjachingu nya dan sepupunya itu.

"Boleh saja kita bahas soal 'this' and 'that' di rumahmu. Tapi nggak cuman dibahas aja, dong, chagi" ucap Kangin sambil memandang nakal Leeteuk yang wajahnya mungkin akan gosong kalau ia bisa lebih matang dari ini.

"Aish, pasti malam ini berisik. Aku ajak Hyukkie menginap saja ah~" ucap Donghae yang moodnya langsung berubah saat mengubungi kekasihnya itu.

"K-Kangin… Besok aku ada ulangan…" ucap Leeteuk mulai kesusahan karena pandangan Kangin yang menurutnya sangat menggoda iman (?)

"AH! Aku ingat sekarang!" ucap Leeteuk yang masih tak jua sadar bahwa tangan nakal Kangin mulai menggrepe pinggangnya dari belakang.

"Hehe, aku hanya berbohong waktu itu. Mianhae, Kangin ah~" ucap Leeteuk (berusaha) sangat imut *dilindes buldozer oleh angles*

"Hah? Kau tega membohongiku?" teriak Kangin tak percaya.

"Sudah-sudah. Bagaimana kalau kita mulai permainannya?" tengah Eunhyuk membuat kedua kekasih yang sedang bertukar pikiran itu terdiam.

"Ne, kita mulai saja sekarang."

Leeteuk mulai mengocok kaleng yang berisi empat buah stik dan satu persatu dari mereka semua mulai mengambil stik mereka masing masing.

Ternyata Leeteuk dan Eunhyuk kelompok merah, otomatis Kangin dan Donghae kelompok kuning.

"Hyung! Aku tak terima sekelompok dengan Rakun Rakus seperti dia!" protes Donghae

"Eunhyuk ssi, kita tukaran stik ya?" pinta Kangin pada Eunhyuk.

"Ani, Youngwoon ssi. Peraturan tetaplah peraturan," jawab Eunhyuk.

Donghae menatap kekasihnya heran. Sejak kapan Hyukkie nya jadi sangat menegakkan peraturan? Memang dia bukan ornag yang suka mengingkar janji apalagi melanggar peraturan seperti dirinya, tapi dalam kasus ini secara tidak langsung ia menolak untuk bersama Donghae yang notabene adalah kekasihnya, kan?

Permainanpun dimulai. Tim merah merah mendapatkan gilliran pertama memakan pocky stick. Bukan hal yang susah untuk mereka berdua karena Leeteuk dan Eunhyuk menutup kedua mata mereka. Sukup saling menggigit dengan tempo yang sama dan akhirnya stick itu terpotong dengan sisa 1,5 cm dalam waktu 18 detik!

Kangin dan Donghae tak mau kalah. Namun dasar seme, ego mereka masih terlalu besar. Mereka ingin kemenangan tapi dengan cara yang sangat tidak wajar. Keduanya saling menggigit dan tidak dikunyah sama sekali. Namun karena mereka terburu-buru, baru juga 10 detik stick mereka sudah terjatuh dan menyisakan stick sepanjang 7 cm!

"Aih, ini gara-gara kau, Youngwoon! Kalau kau tak terburu-buru pasti takkan jatuh!" protes Donghae.

"Ya, ikan pepes! Memangnya cuman aku yang terburu-buru? Kau saja memakannya seperti kelinci yang menggerigiti wortel!" bentak Kangin pada Donghae.

"Sudah sudah! Ini kan hanya permainan, kenapa kalian jadi menganggap ini begitu serius, hnn?" tengah Leeteuk yang membuat kedua namja itu terdiam namun pandangan mata masih saling memberi kilat antara satu dengan lainnya.

"Tak kusangka permainan ini berakhir dengan begitu cepatnya. Baiklah sudah jelas, kemenangan adalah milik TIM MERAH! Chukae, chukae," ucap Leeteuk pada ketiga orang yang ada didalam ruang itu. Eunhyuk bertepuk tangan karena akhirnya ia memakan ice cream dan cake itu serta hanya berbagi pada 1 orang yaitu Leeteuk.

Kangin dan Dongahe? Mereka masih merengut menerima kekalahan.

"Baiklah, karena kami menang kalian harus kami beri hukuman!" ucap Leeteuk memberi komando. Tak ada yang menentang meskipun jelas-jelas tak setuju.

Demi bulan yang bersinar malam ini, Kangin dan Donghae merasa sial sekali. Sepertinya Leeteuk memang berencana memberi hukuman pada mereka berdua karena telah berkelahi pada siang tadi.

"Hukuman kalian adalah…" Leeteuk menggantungkan kalimatnya.

"KALIAN HARUS TIDUR SEKAMAR!" ucap Leeteuk dengan penuh semangat.

"MWOOOO?" teriak kedua namja tak menyangka hukumannya akan separah itu.

"Hyung, jangan bercanda. Kau tahu sendiri aku sudah ada janji dengan Hyukkie malam ini," rengek Donghae sambil mencuri pandang kearah Hyukkie-nya dengan pandangan iya-kan-chagiya?

"Enak aja! Kau itu yang memaksa aku untuk menginap disini. Untung saja Leeteuk hyung mengirimiku sms dan berkata bahwa ia akan menghukum mu. Tentu saja aku jadi setuju tawaranmu menginap!" ujar Eunhyuk yang dipandang memelas oleh Donghae.

"Sudah-sudah. Karena sekarang sudah pukul 9 malam, waktunya kalian yang dihukum untuk tidur di kamar Hae! Palli palli!" perintah Leeteuk sekali lagi.

Mereka yang merasa 'dihukum' langsung bangkit dan berjalan gontai kearah kamar. Sedangkan kedua uke berkuasa itu melangkah bersama menuju kamar sang Ratu, Leeteuk.

"Hyung, kita keterlaluan tidak? Kurasa mereka marah sekali.." ucap Eunhyuk peduli.

"Aniyo, Hyukkie ah. Mereka berdua memang pantas mendapatkannya. Masalahnya, Kangin dan Donghae itu berkelahi tadi siang," terang sang Ratu yang dijawab reaksi kaget dari sang peliharaan (author digiles jewels).

Dan Leeteuk mulai menceritakan cerita-cerita lucu yang sebenarnya termasuk garing krenyes krenyes #plak tentang Donghae. Dan waktu 30 menit cukup membuat mereka semakin akrab sebagai seorang keluarga.

"Ah, aku sampai kelupaan dengan cake serta eskrim kita, hyung! Aku ambil dulu ya. Nanti lanjutkan cerita Hae yang tadi," ucap Eunhyuk sedikit tertawa kecil mengingat kelakuan Hae kecil yang baru saja diceritakan Leeteuk.

"Ah, benar juga. Aku juga ingin sekali merasakan eskrim strawberry itu! Cepatlah kembali, sebelum minatku bercerita hilang!" teriak Leeteuk karena Eunhyuk mulai menjauh dari kamarnya.

At kitchen

"Loh, Kangin? Kenapa disini?" tanya Eunhyuk.

"Hah? 'Kangin'? Teuki yang menyuruhmu memanggilku begitu?" protes Kangin tanpa menjawab pertanyaan Eunhyuk.

"Ani. Kulihat hyung memanggilmu Kangin, sedangkan Hae memanggilmu Youngwoon. Kurasa kau lebih cocok bernama Kangin. Ah, kau belum menjawab pertanyaanku!"

"Kuberitahu, 'Kangin' hanya boleh diucapkan oleh Teuki karena itu panggilan sayangnya dia padaku. Arraso?" ucap Kangin masih belum menjawab pertanyaan Eunhyuk.

"Arra arra. Ya, Kang—Youngwoon ssi! Kau masih belum menjawab pertanyaanku! Apa yang kau lakukan disini?" protes Eunhyuk. Pantas saja Donghae tak suka namja ini, orang ditanya apa malah tanya balik pake pertanyaan lain kok ya, begitu pikir Eunhyuk.

"Ah, ini. Aku sedang….," kalau Kangin bilang yang sebenarnya, ia pasti akan langsung dicincang. Ia mau mengambil eskrim strawberry karena ia sangat suka eskrim itu. Berhubung kelompok merah belum ada yang mengambil, ia bersisasat untuk mengambil, sayangnya Eunhyuk turun dan gagal lah debutnya sebagai seorang pencuri.

"Kau mau eskrim itu?"

JLEB!

Kena telak. Begitu pikir Kangin.

"Bawa saja. Leeteuk hyung juga menginginkan eskirm itu sangat," ucap Eunhyuk sambil menyambar bungkusan yang berisi cake strawberry favorite nya dan mulia berjalan kearah kamarnya Donghae.

"Teuki menyukai eskrim ini dengan… sangat? Hehe."

Sebuah smirk tercipta di bibir Kangin. Sepertinya malam ini akan ada pertunjukan yang sangat unik, pikirnya.

*TBC

*Kotak curhat author

Gimana? Penasaran yah mesti (sok tau lo!). Kalo kalian mau sih aku bisa aja publish yang part 5 sekarang. Tapi kalo ada yang minta enggak ya aku kabulin juga.

Cuman buat yang minta dipublish sekarang, dibacanya kalo dah selesai puasa atau pas lagi nggak puasa yaa :D *kayak aku yang bikin ini pas lagi dapet. Hehehe :B*

Oia, part 5 tamat loh ya. Jangan nangis.. hehhehe :B