Tema: Sad Ending Shortfic, not-Love-Story but Brotherly Story
Judul: It's A Bad Ending
Rating: G / K Suitable for most Ages
Jenis: Canon, missing scene
Sumber: Harry Potter dan Relikui Kematian hlm 796-797 dan 838-839
Kau memutuskan untuk mendahulukan mengejar karir daripada kehangatan keluarga. Kau yakin itu akan tercapai. Kau pandai, kau cerdas. Kau bahkan memandang rendah ayahmu yang tak berambisi untuk mengumpulkan uang lebih banyak. Dan kau benar, karirmu melesat pesat.
Kau memang harus mengalaminya dulu, baru yakin. Dua-tiga Natal kau lewatkan sendiri. Dan kau mulai menyadari, bahwa kau sendiri. Kau baru menyadari bahwa keluargamu—termasuk Harry—lah yang benar. Dan kau mulai mencari-cari jalan keluar, di saat di mana Kementrian sudah dikuasai Kau-Tahu-Siapa.
Akhirnya kau bisa menghubungi Aberforth. Malam saat pertempuran akan berlangsung. Dan kau tak ragu lagi, pergi juga ke Hogwarts.
Begitu masuk ke terowongan, masuk ke Kamar Kebutuhan, sebagian besar keluargamu ada di sana. Dan adikmu Fred, yang biasa paling keras membela keluarga dari celaanmu, justru dia yang duluan mengulurkan tangan. Membawa kembali kehangatan keluarga padamu. Bertempur bersama, bahu-membahu.
Dan kau tak pernah menduga. Saat kau baru saja sebentar menikmati kehangatan keluarga. Saat kau baru menemukan betapa asyiknya ternyata bisa bercanda dalam situasi seperti itu.
Fred memandang Percy dengan sukacita. "Kau benar-benar bercanda, Percy … rasanya aku sudah lama tak pernah mendengarmu sejak—"
Kalimat terakhir yang ia ucapkan padamu. Matanya memandang tanpa melihat. Bayangan tawa terakhirnya masih terpeta di wajahnya.
Kau membiarkan angin musim panas meniup jubahmu hingga melambai-lambai. Kau membiarkan matahari memanggang lehermu hingga memerah. Kau tak menghiraukan panggilan saudara-saudaramu. Kau ingin tetap di sini. Di atas bukit di Ottery St Catchpole, nisannya terpancang.
