Kilas Balik chapter 3
"Mwo? Rumah sakit? Aku tak mau. Kenapa tak menyuruh dokternya saja yang datang ke mari? Aku tak mau pergi ke rumah sakit."
"Hei kau pikir mudah ya mengundang dokter kandungan ke rumah? Dokter kandungan itu sangat sibuk. Pokoknya kau harus pergi nanti. Titik!" Sungmin melotot ke arah Kyuhyun. berusaha mengancam namja itu dengan tatapannya yang berusaha dibuat seseram mungkin.
"Aku taka mau! Memalukan sekali kalau aku pergi ke sana. Tempat itu hanya untuk ibu-ibu. Sedangkan aku kan calon appa." Kyuhyun mengerucutkan bibirnya.
"Baiklah. Kau memang calon appa. Dan setelah anak kita lahir, aku berjanji kalau kau adalah appanya dan aku adalah ummanya. Tapi kan sekarang yang hamil itu kau Kyu. Mana mungkin aku yang pergi ke dokter?"
"Tapi hyung, mana mungkin bisa aku ke sana sementara aku adalah namja yang tampan dan berkharisma sebagai seme?" Kyuhyun masih kukuh dengan argumennya.
"Kalau kau tak mau pergi ke sana dengan status kau adalah namja, maka kau bisa pergi ke sana dengan statusmu yang seorang yeoja. Beres kan?" kata Sungmin enteng seraya membereskan laptopnya.
"MWO?" Kyuhyun berteriak hysteris. Sementara Sungmin sudah melangkah meninggalkan ruang tamu.
Kyuhyun Hamil
chapter 4
Cast: Cho Kyuhyun, Lee Sungmin and other Super Junior Member
Genre: Comedy, Yaoi
Rate: T
Diclaimer: Semua yang terlibat dalam FF ini adalah murni milik Tuhan. Namun, FF ini adalah murni milik saya.
Warning: Banyak typo dan juga dapat menyebabkan efek samping karena cerita yang mungkin kurang menarik
Kyuhyun merenggut di kursi ruang tamu. Kaki dan wajahnya ditekuk. Yah, namja tinggi itu memang sedang melakukan aksi ngambek. Dia benar-benar sebal dengan sungmin, kekasihnya itu. Entah sudah berapa lamu kyuhyun bertahan dalam posisi itu. Sementara sungmin sama sekali tak menggubrisnya. Dia sedang sibuk berdandan di kamar. Mereka kan memang berencana pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan kandungan kyuhyun. dan tak heran kalau sungmin sedang berdandan.
"Kyu, kenapa kau belum ganti baju? Kita sudah membuat janji dengan dokter itu jam dua belas. Kita bisa terrlambat kalau kau tak buru-buru." Sungmin yang sudah rapi menatap sebal kyuhyun yang belum juga mengganti pakaiannya. "Lihatlah, sudah jam berapa ini. Ayo cepat ganti baju!" sungmin melirik jam dinding yang terpajang di dinding. Namja manis itu menarik kyuhyun agar bangkit.
"Aish!" kyuhyun menyentak tangan sungmin yang menarik lengannya. "Pokoknya aku tak mau!" kyuhyun mengerucutkan bibirnya.
"Kalau kau tak mau pergi, berarti kau tak mencemaskan keadaan baby kita. Sudahlah, ayo cepat."
"Aaaaaa…. Aku tak mau memakai baju itu." kyuhyun menatap nanar ke arah baju yang tergeletak di atas meja.
"Memangnya kenapa? Kau tadi bilang kalau kau tak mau pergi ke rumah sakit dengan pakaian namja, makannya aku menyiapkan dress ini untukmu. Sekalian dengan rambut palsunya. Ayo cepatlah." Sungmin memaksa kyuhyun memakai dress yang telah dia siapkan itu.
Yah, sungmin memang sengaja membeli dress itu dulu. Rencananya dia mau memberikannya sebagai hadiah ulang tahun untuk tantenya namun batal dia berikan. Sungmin memang menyimpannya di lemarinya. Rasanya dia sayang untuk membuang dress pink selutut dengan aksen renda yang sangat manis itu.
"Akhirnya dress ini berguna juga." gumam sungmin sambil memasangkan dress itu pada kyuhyun.
#kyuhyun POV
Asih! Apa-apaan ini? Mana boleh aku tampil di muka umum dengan baju seperti ini? Dia pikir lucu ya, mendadaniku seperti ini. Aku benar-benar tak suka! Harga diriku semakin hancur sekarang. Dan lihatlah rambut palsu hitam ini? Aish! Ini benar-benar pembunuhan karakter!
"Lihatlah kyu! Kau sangat cantik baby." Sungmin hyung mengamatiku dari ujung rambut sampai ujung kaki.
"Aku membencimu hyung!" aku mengumpat sebal.
"Kenapa kau membenciku? Kau terlihat sangat cantik. Sungguh! Andai kau benar-benar seorang yeoja, kau pasti sudah sibuk menolak ajakan kencan dari para namja-namja kyu." kali ini dia mencubit pipiku dengan gemas. Oh Tuhan! Tak bisakan kau menghentikan penderitaan ini sekarang juga? Aku sudah benar-benar tak kuat.
"Kajja! Kita harus cepat supaya tak terlambat."
"Hyung…." aku memasang wajah melas. Berharap kalau kekasihku itu akan merubah rencananya.
"Sudahlah. Jangan banyak protes lagi." Sungmin menarik paksa tanganku. Dia benar-benar tak peduli pada harga diriku.
#Kyuhyun POV end
Sungmin terus memandangi kyuhyun yang duduk manis di sampingnya. Mereka mamutuskan untuk naik taxi demi keamanan kyuhyun dan juga baby. Sungmin berpikir, kalau membawa mobil sendiri terlalu beresiko.
"Kenapa memandangku begitu? Hyung pikir aku lucu?" tanya kyuhyun sebal.
"Anio. Kau sangat cantik. Bagaimana kalau kau panjangkan rambutmu selama kau hamil? Pasti sangat cocok. Hal itu juga memudahkanmu kalau akan pergi ke rumah sakit. Kau tak perlu memakai rambut palsu. Bagaimana?"
"Mwo? Aku tak mau mengikuti saran hyung itu. Itu benar-benar membunuh karakterku yang terkenal gagah." Kyuhyun melipat tangannya di dada.
"Arraso. Kalau tak mau juga tak apa. Kau tak perlu marah begitu."
Taksi yang mereka tumpangi telah berhenti di depan sebuah rumah sakit. Sungmin membenarkan letak masker, topi dan kacamatanya. Dia memang sedang menyembunyikan identitasnya. Begitu juga dengan kyuhyun. Namja yang tengah memakai dress pink selutut itu menutup kedua mata indahnya dengan sebuah kacamata coklat. Tak perlu masker dan topi, sebab identitasnya sudah tersamarkan dengan dress dan rambut palsu itu.
"Kau siap?" sungmin menatap kyuhyun yang masih setia memonyongkan bibirnya. "Tersenyumlah chagiya. Kau tak terlihat seperti ibu hamil yang bahagia." Sungmin menarik ujung bibir kyuhyun agar tersenyum.
"Aku memang bukan ibu hamil." Kyuhyun protes dan menyingkirkan tangan sungmin dari bibirnya.
Sungmin hanya tersenyum kecil melihat reaksi kyuhyun. Namja aegyo itu menarik tangan kyuhyun agar keluar dari taksi. Sungmin menggenggam erat jemari kanan kyuhyun. Senyum manis setia bertengger di bibir tipisnya. Sementara kyuhyun hanya mampu cemberut melihat sungmin.
"Tunggu di sini dulu. Aku mau bertemu dengan suster dulu." Sungmin mendudukkan kyuhyun di salah satu bangku di ruang tunggu.
Kyuhyun membetulkan dressnya sebelum duduk di samping seorang bapak yang berumur sekitar 30 tahun. Bapak itu tampak tersenyum kecil melihat kyuhyun. Tak mau dianggap sombong, kyuhyun balas tersenyum.
"Ingin memeriksakan kandungan?" tanya bapak itu ramah.
Kyuhyun hanya mengangguk pelan.
"Istriku juga sedang hamil. Anak kami yang kedua. Ngomong-ngomong, sudah berapa usia kandunganmu?"
Kyuhyun diam sejenak. Berusaha mengatur suaranya agar terdengar seperti suara yeoja. Tak mungkin sekali kan kalau kyuhyun berbicara dengan suara aslinya?
"Sekitar dua bulan." jawab kyuhyun ramah dengan suara yang dibuat sekecil mungkin.
"Oh, masih baru? Kau harus menjaga kandunganmu baik-baik di usia semuada itu. Dan mungkin kau akan merepotkan suamimu dengan acara ngidam. Kau harus persiapkan itu benar-benar."
Kyuhyun lagi-lagi hanya tersenyum sebagai respon.
"Kyu, kajja! Dokter sudah menunggu kita di dalam." Sungmin datang dengan selembar kertas di tangannya.
"Kertas apa itu hyu….." Kyuhyun tak jadi melanjutkan kalimatnya. "Ah, maksudku, kertas apa itu yeobo?" ralatnya setelah sadar bagaimana perannya sekarang sebagai seorang istri.
"Ah, ini kertas yang akan diisi dokter saat memeriksamu nanti. Sudahlah ayo kita ke dalam." Sungmin menggandeng tangan kanan kyuhyun.
"Kau suaminya?" suara bapak yang sedari tadi berbicara dengan kyuhyun menghentikan langkah sungmin.
"Nde ahjusi." Sungmin membungkukkan badannya.
"Kau beruntung. Dia sangat cantik. Pantas denganmu yang tampan. Jagalah dia baik-baik selama dia hamil. Maka kau akan merasakan sensasi menakjubkan sebelum kau menjadi seorang ayah." katanya lagi.
"Ah, tentu ahjusi. Terima kasih atas nasihatnya." Sungmin kembali membungkukkan badannya sebelum berjalan menuju ruang dokter.
"Apa-apaan bapak itu? Seenaknya mengatai kalau aku ini cantik dan kau tampan? Coba saja kalau dia tahu yang sebenarnya. Dia akan segera meralat ucapannya itu. Dia akan mengatakan kalau aku sangat tampan dan kau sangat manis dan cantik." Kyuhyun bergumam.
"Kau cerewet." tukas sungmin yang sontak membuat kyuhyun diam dengan wajah tak suka.
Dokter Kim tampak tersenyum ramah saat melihat sungmin dan kyuhyun masuk ke ruangan. Tanpa banyak bertanya, dokter itu langsung memeriksa keadaan kandungan kyuhyun. Yah, walaupun awalnya memang agak terkejut begitu mengetahui kalau kyuhyun ternyata namja.
"Kandungannya baik-baik saja. Kandungan saudara tergolong kandungan yang kuat. Mungkin kalian tak akan mengalami banyak kesulitan selama kehamilan nanti. Meskipun begitu, anda tetap harus menjaga kesehatan dan memperhatikan pola makan anda. Dan saya harap setiap dua minggu sekali anda memeriksakan kandungan anda ke rumah sakit." jelas dokter Kim.
"Benar tidak ada masalah kan dok?" sungmin bertanya untuk kembali memastikan kalau baby mereka benar-benar sehat.
"Tentu. Istri, emm… maksud saya…" dokter Kim tampak bingung untuk memanggil kyuhyun dengan sebutan apa.
"Panggil saja aku kyuhyun." timpal kyuhyun sebal.
"Ah, maaf. Baiklah, tuan Cho. Bagaimana kalau saya panggil dengan sebutan itu?"
"Terserah. Asal jangan panggil aku ibu Cho atau istri tuan Lee sungmin."
"Kondisi fisik tuan cho memang baik. Namun saya tidak bisa menjamin kalau keadaan psikisnya akan baik juga selama masa kehamilan. Bisa saja nanti moodnya berubah sewaktu-waktu dan sulit dipredikisi. Saya harap kalian bisa mengantisipasi hal tersebut."
"Ah, baiklah dokter. Saya akan menjaganya dengan baik. Kalau begitu terimaksaih. Kami mohon pamit." kata sungmin dengan mata berbinar. Mendengar kalau kyuhyun dan calon anaknya baik-baik saja merupakan sebuah kebahagiaan baginya.
"Ah, hati-hati di jalan. Jangan lupa untuk rutin datang setiap dua minggu." pesan dokter sebelum pasangan itu menghilang di balik pintu.
Kyuhyun menatap sekitar. Entah kenapa dia merasa ada yang aneh dengan pandangan orang-orang di sana. Dia merasa kalau dirinya dan sungmin sekarang sedang menjadi pusat perhatian. Kyuhyun meliat penampilannya. Berjaga-jaga kalau ada hal yang dapat membuat identitasnya terbongkar.
"Oke." gumamnya setelah memastikan dirinya tak ada yang salah.
Namja kurus itu beralih menatap sungmin.
#kyuhyun POV
Omo! Sungmin hyung! Dia sudah gila rupanya. Dimana masker yang tadi dia pakai? Kenapa sekarang hanya memakain kacamata dan topi saja? Pantas saja kalau sekarang kami jadi pusat perhatian. Pasti semua orang telah mengetahui identitasnya.
"Hyung." aku menyenggol pinggangnya dengan sikuku.
"Hmm?" dia tampak menatapku dengan senyum tanpa dosa. Shit! Tak tahukah kau kalau identitas kita berada di ujung tanduk sekarang?
Aku segera mengambil saputangan yang entah sejak kapan ada di dalam tas kecilku. Aku menutup mulutnya dengan sapu tangan itu. Dia tampak protes dan berusaha menyingkirkan tanganku dari mulutnya. Namun, sebelum dia berhasil, aku berbisik di telinganya.
"Kau melupakan maskermu dan kau hampir membuat kita ketahuan." bisikku.
Dia tampak membulatkan matanya kaget.
"Omo! Maskerku tertinggal di dalam rupanya." gumamnya. "Akan aku ambil."
"Jangan." Aku menarik tangannya yang hendak kembali ke ruang dokter. "Kalau hyung ke sana, maka aku yang akan diserbu oleh mereka. Mereka pasti mengira aku gadis yang menjadi kekasihmu. Dan mereka tak akan segan membunuhku."
"Ah, kau benar. Kalau begitu, cepat kita ke luar dan mencari taksi." Sungmin hyung menarik tanganku. Menyuruhku untuk menyesuaikan langkahnya yang lebar.
"Sungmin oppa?" tanya seorang gadis yang berjalan cepat di samping sungmin hyung.
Oh, semua sudah terjadi. Penyamaran kita terbongkar. Dan kau tahu apa artinya itu? Harga diriku akan semakin dipertaruhkan.
"Hei, ada sungmin oppa di sini!" teriak gadis tadi kepada semua orang yang ada di rumah sakit itu. Oh Tuhan.
"Kyaaa…" semua gadis di sana mengerubungi kami.
Sungmin hyung masih berusaha berjalan cepat sambil tetap menggandeng erat tanganku. Mereka sudah benar-benar mengerubungi kami sekarang. Sementar tangan kanannya digunakan untuk menutupi wajahnya dengan sapu tangan, tangan kirinya menggenggam tanganku erat. Aku jadi merasa dia sangat maco sekarang. Dia benar-benar berusaha melindungiku.
"Omo! Siapa gadis itu" seseorang berteriak histeris saat menyadari keberadaanku yang tengah digandeng oleh sungmin hyung.
'SREEET'
Oh shit! Seseorang menjambak rambut palsuku dari belakang. Membuatnya terlepas dan jatuh di lantai. Habis sudah riwayatku. Aku pasti mati sekarang. Harga diriku. Popularitasku. Pesonaku. Ketampananku. Kegagahanku. Semuanya hancur sudah.
"Kyaaa…! Ternyata di kyuhyun oppa!" teriakan histeris itu langsung membahana begitu menyadari siapa sebenarnya aku.
'CPREET!' sebuah blits kamera menerpa wajah kami. Ada yang sedang mengambil gambar kami. Aku berani bertaruh, dalam waktu beberapa detik saja, berita itu pasti sampai ke ujung dunia.
"Ayo cepat!" sungmin hyung menarik tanganku dengan keras. Menyuruhku untuk berjalan semakin cepat. "Taksi!" sebuah taksi berhenti dan sungmin hyung segera mendorong tubuhku masuk ke dalamnya.
"Aku hancur." desisku frustasi saat taksi yang kami tumpangi telah keluar dari pelataran rumah sakit yang aku yakin pasti sangat ramai sekarang. "Apa yang harus aku katakan kalau semua orang mengetahui kalau aku sedang hamil?" gumamku lagi.
"Sudahlah kyu. Kan ada aku yang akan membantumu. Aku kekasihmu. Kau tak usah takut kalau kau akan sendirian. Aku akan selalu di sampingmu. Membantumu menyelesaikan hal ini. Bersama." Sungmin hyung menggenggam erat tanganku yang terasa dingin. Jujur, aku sangat takut.
"Kalau Soo Man-sshi tahu hal ini bagaimana? Apa aku akan dipecat hyung?" aku menatap manik mata sungmin hyung. Entah kenapa aku jadi sangat sensitive sekarang.
"Hal itu tak akan terjadi. Kau tak boleh berpisah denganku. Apapun yang terjadi." Dia menatapku dengan mantap. Membuatku sedikit merasa tenang. "Mau makan ice cream dulu?" sungmin hyung tersenyum ke arahku.
Aku hanya mengangguk pelan. Mungkin ice cream coklat bisa membuatku merasa lebih baik.
#kyuhyun POV end
Setelah menghabiskan ice creamnya, suasana hati kyuhyun memang agak lebih baik. Resahnya beragsur hilang, walaupun belum seratus persen. Sungmin terus menggandeng erat tangan kyuhyun selama perjalanan pulang. Entah kenapa, namja kelinci itu merasa kalau ada hal yang akan kembali mengguncang psikis kyuhyun setibanya mereka di dorm.
"Kami pulang." ucap sungmin seraya membuka pintu dorm.
'JDEER!' sungmin dan kyuhyun seolah membatu di ambang pintu. Sosok berkuasa itu tengah berdiri murka di ruang tamu. Matanya menyala marah dan alisnya bertauh sebal. Sungmin meringsek di depan kyuhyun. seolah ingin melindungi kyuhyun dari bahaya yang akan datang beberapa detik lagi.
"Dari mana kalian berdua? Apa yang telah kalian lakukan sampai beredar kabar seperti itu? Kalian pikir ini mainan hah? Kenapa kalian melakukan hal bodoh seperti itu! Kalian pikir selama ini aku berusaha keras membuat kalian berhasil hanya untuk dirusak dengan cara seperti ini? Dan lihatlah itu! Kau pikir bagus ya berkeliaran di tengah kota dengan dandanan seperti itu! Aku benar-benar tak habis pikir. Apa sebenarnya yang ada di otak kalian? Sekarang setelah semua ini terjadi, apa yang harus aku lakukan? Oh Tuhan! Aku benar-benar bingung untuk menyelesaikan masalah yang kalian buat ini." sosok itu terduduk lemas di sofa. Sorotan amarahnya memang masih meluap-luap. Tapi mulai sedikit terganti oleh rasa putus asa.
"Maafkan kami Soo Man-sshi. Kami benar-benar tak berniat untuk membuatmu bingung dengan masalah ini. Kami akan menyelesaikannya sendiri tanpa membuat anda bingung. Aku tak akan membuatmu repot." Sungmin duduk di samping sosok yang bernama soo man itu. Yah, Lee SooMan bos besar SM.
Soo Man tampak menghela napas panjang sebelum meraih telepon genggamnya dan menghubungi seseorang. "Nanti sore kita adakan konfrensi pers. Kau dan aku akan berbicara yang sesungguhnya tentang kondisi kyuhyun. Leeteuk, kau juga ikut. Dan kau kyuhyun. diam di dorm dan jangan membuat ulah lagi." ucap Soo Man sebelum pergi meninggalkan dorm. Wajahnya tampak sangat kalut.
Sungmin mendekati kyuhyun yang masih berdiri di tempat awal mereka datang. Wajahnya tertunduk penuh rasa bersalah.
"Gwaenchana."
'KRIET' pintu kembali terbuka.
"Oh iya kyu. Aku hampir lupa mengatakan ini. Selamat atas kehamilanmu dan jaga bayi itu baik-baik. Nanti aku akan urus jadwalmu supaya kau tak terlalu sibuk dan akan aku kosongkan semua jadwalmu saat usia kandunganmu semakin tua." ucap Soo Man yang hanya menyembulkan kepalanya di sela pintu.
"Kau lihat. Ternyata bos tak marah padamu. Dia hanya kaget hingga emosi seperti tadi."
A%%%%%%%%%%%%%%%%%%A
Sungmin dan leeteuk sudah pergi semenjak pukul empat tadi. Sementara member yang lain tinggal di dorm. Mereka sedang duduk manis di depan layar kaca menyaksikan jumpa pers yang disiarkan secara langsung.
"Kyuhyuuuuun…!" sebuah teriakan keras melengking dari arah kamar heechul.
Semua yang ada di ruang TV langsung berlari menuju asal suara.
"Ada apa hyung?" tanya donghae yang sampai pertama kali.
"Kau lihat ini!" heechul menunjuk ke arah sudut kamarnya. Tempat di mana heebum sedang berdiri.
Wow! Lihatlah kucing abu-abu itu. Penampilannya sangatlah aneh.
"Siapa yang melakukannya?"
"Aku." jawab kyuhyun yang menerobos kerumunan. "Aku merasa bosan dengan gameku. Dan aku rasa heebum juga sedang bosan. Jadi aku bermain dengannya." ucapya dengan wajah tanpa dosa.
"Bermain apanya? Kau buat dia jadi mengerikan."
"Aku hanya meriasnya sedikit kok. Hanya menambahkan lipstick di bibirnya, eye shadow, dan memasang pita di telinganya hanya itu." jawab kyuhyun santai. Wajahnya sama sekali tak menampakkan penyesalan.
"Kau!" heechul bersiap mengangkat tangannya tinggi-tinggi. Hendak memukul kepala bocah tengik itu. Biar hancur sekalian.
""Aku sedang hamil hyung. Hyung mau menyakiti babyku?" kata kyuhyun buru-buru sebelum pukulan itu mendarat di kepalanya.
Heechul hanya menggeram marah. Kalau bukan karena bayi itu, pasti sudah pecah kepala magnae itu. "Awas kau!" heechul mengumpat.
"Baiklah, ayo kita pergi dari sini." Yesung yang merasa mendapat amanah dari leeteuk untuk mengamankan member menggiring semua member menuju ruang TV. Kembali menyaksikan jalannya konfresi pers mengenai kehamilan kyuhyun.
"Bisakah kalian menceritakan bagaimana bisa seorang Cho kyuhyun hamil? Padahal dia kan seorang namja?" tanya seorang wartawan.
Leeteuk yang duduk di samping sungmin segera menjawab pertanyaan itu. "Dia memang termasuk dalam salah satu namja istimewa yang bisa hamil. Kami juga kaget awalnya, namun, kami akhirnya bisa menerima hal itu dan sepenuhnya mendukungnya dan selalu menjaganya sebaik mungkin" jawaban bijak leeteuk mampu membuat wartawan diam.
"Kalau begitu, siapakah yang sebenarnya menjadi kekasihnya? Kami selama ini banyak mendengar dari para fans kalau kyuhyun memiliki hubungan yang special dengan sungmin. Apakah itu benar?" sebuah pertanyaan lain meluncur.
Sungmin menjawabnya setelah menarik napas panjang. "Seperti yang kalian dengar dari media, aku memang memiliki hubungan special dengannya. Kami sudah menjalin hubungan itu sejak lama." jawabnya agak ragu. Dia benar-benar berusaha berhati-hati dengan jawabannya.
"Jadi selama ini kalian berusaha menutupinya dari orang-orang?"
"Bukan. Bukan begitu." sergah sungmin buru-buru. "Kami sama sekali tak ada niat untuk menututpinya. Kami hanya menjalankannya apa adanya saja. Kalau memang bocor seperti ini, maka kami tak akan berusaha untuk menutupinya." Sungmin berkeringat. Ia sungguh bingung harus mengeluarkan jawaban macam apa. Ini sungguh sulit baginya.
Leeteuk meremas tangan sungmin yang berkeringat dari bawah meja. Namja dewasa itu berusaha menenangkan sungmin yang mulai gugup.
"Kita menerima satu pertanyaan terakhir." kata leeteuk tiba-tiba.
"Baiklah, kami benar-benar penasaran. Apakah benar dalam lingkungan kalian ada sebuah kebebasan dalam sex? Sehingga sampai peristiwa seperti ini terjadi?"
'Deg!' sungmin dan leeteuk sama-sama bungkam. Bingung harus mengeluarkan statement macam apa untuk menjawab pertanyaan itu. Memang, terkadang mereka bebas melakukan sex dengan pasangan mereka. Namun, tidak juga bisa dikatakan sebagai free sex. Itu sama sekali berbeda!
"Yak! Kalian bertanya seperti tak pernah punya kekasih saja? Kalian juga pasti tahu, dua orang yang berstatus sebagai sepasang kekasih, tentu biasa kalau melakukan hal itu. Apakah kalian juga mengatakan itu sebagai sex bebas? Bukankah sex bebas itu terjadi antara orang-orang yang tanpa ikatan cinta? Dan kalian tahu kan, mereka sama-sama saling mencintai. Mereka kekasih." Manager yang sedari tadi diam, menjawab dengan nada sedikit jengkel. Pertanyaan satu itu memang keterlaluan menurutnya.
Semua diam. Semua bungkam dan sungmin serta leeteuk mulai bisa bernapas lega. Sepertinya jawaban manager barusan mampu membuat para wartawan diam dan menghentikan aliran deras rasa penasaran serta pertanyaan atas kejadian hamiolnya kyuhyun.
"Baiklah, aku rasa konfrensi persnya cukup. Terimakah atas kehadiran kalian. Oh iya, jangan sekali-kali menambahkan opini yang terlalau berlebihan saat menyebar berita ini." setelah berpesan, manager menyeret leeteuk dan sungmin pergi.
Sementara para member yang sedari tadi duduk manis di depan TV juga bernapas lega. Konfrensi pers tadi memang berjalan agak menegangkan.
"Fiiuh…. Manager hyung memang hebat. Dia tak hanya lincah membebaskan kita dari kemacetan, tapi juga lincah membebaskan dari pertanyaan mematikan macam tadi." komentar donghae disahuti anggukan oleh yang lainnya.
"Yah, kalau tadi dia tak menyela, maka hancur sudah semuanya. Bisa buruk reputasi kita. Idola macam apa yang dicap sebagai penganut sex bebas? Aku tak mampu membayangkannya. Sangat mengerikan!" hangeng yang sedang memangku heechul turut berkomentar.
Semua hanya mengamini komentar hangeng. Membayangkannya saja memang sangat mengerikan. 'Super Junior, Bintang yang Menggila Sex' akan sangat mengerikan kalau sampai judul itu muncul di media.
A%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%A
Kyuhyun sudah tertidur ketika sungmin dan leeteuk datang. Saat itu jam dinding menunjukkan pukul delapan malam. Setelah konfrensi per situ selesai, kyuhyun langsung pergi tidur. Fisiknya mulai lemah akibat kehamilannya.
"Kemana Kyunnie?" sungmin celingukan mencari sosok kyuhyun di ruang TV.
"Sepertinya tidur, dia tampak lelah sekali tadi."
Sungmin meletakkan tas besar yang dia bawa sebelum berlari menuju kamarnya. Disana, tampak kyuhyun tengah tertidur pulas. Wajahnya tampak sangat tenang. Yah, sepertinya dia memang bear-benar lelah.
'sreeet' tangan kyuhyun bergerak memeluk sungmin. Membuat namja kelinci itu terjungkal ke ranjang dan menimpa tubuh kyuhyun yang masih berbaring dengan mata terpejam.
"Aku sudah menduganya. Aroma tubuhmu memang sangat hebat Minnie. Aku yang tertidur saja bisa terbangun hanya dengan aroma tubuhmu." Kyuhyun berkata masih dengan mata terpejam. Kepalanya tenggelam dalam ceruk leher sungmin. "Sepertinya junior juga terbangun." bisiknya lagi sambil menghembusakan napas hangat di leher putih sungmin.
"Hentikan pikiran mesummu babo!" sungmin menarik tubuhnya dari pelukan kyuhyun sebelum namja setan itu menyerangnya. "Ayo turun. Aku membawakanmu sesuatu." Sungmin berjalan keluar kamar.
Dengan langkah malas, kyuhyun mengekor di belakang sungmin. Perut namja itu memang belum kelihatan membuncit, namun pipinya sudah mulai terlihat chubby.
"Minumlah ini." Sungmin menyodorkan sebotol minuman berwarna hijau pada kyuhyun lalu mengambil posisi duduk di hadapan namjachigunya.
"Apa ini? Menjijikkan sekali."
"Itu jamu kyu. Aku dengar, kalau orang hamil itu harus banyak-banya mengkonsumsi minuman dan makanan herbal. Itu bagus untuk bayi kita. Cepat minumlah!"
"Anio! Aku tak mau minum minuman menjijikkan ini! Dan lihatlah hyung, baunya juga sangat menjijikkan."
"Sudahlah, kau jangan cerewet. Cepat kau minum! Memangnya kau tak sayang pada baby hah?"
"Shit!" kyuhyun mengumpat dalam hati. Sungmin selalu menggunakan jurus itu untuk membuat kyuhyun menurut. Hanya dengan pertanyaan 'Kau tak sayang dengan baby?', 'Kau mau menyakiti baby?'
"Isssh! Baiklah, aku akan minum." Kyuhyun menutup hidungnya lalu dengan segera menggak habis isi botol itu. "Huuuweek….. rasanya sangat menjijikkan. Seperti menelan lender alien." Kyuhyun berlari menuju kulkas. Mencari penawar dari rasa anah yang mengisi seluru mulutnya.
"Anak pintar. Setiap pagi dan sore, kau harus meminumnya. Aku sudah belikan banyak untukmu. Aku menyimpannya di samping lemari pendingin."
Kyuhyun hanya mendengus kesal. Sekali lagi, dia merutuki kehamilanya. Namun hanya sebentar karena detik berikutnya, dia teringat baby yang ada dalam perutnya.
"Maafkan aku ya? aku lagi-lagi membuatmu sedih." ucapnya seraya mengelus perutnya yang masih datar.
A%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%A
Kyuhyun berdiri memangut dirinya di depan cermin. Rambutnya sudah mulai panjang sekarang. Rambut yang sedari awal dicat coklat madu itu hampir menyentuh pundaknya. Hanya poninya yang sesekali dipotong jika telah terlalu panjang. Mata rubah milik namja itu lekat memandang perutnya yang mulai membuncit. Maklum, usia kandungannya telah menginjak empat bulan lebih dua minggu. Wajar, jika perut yang tadinya rata itu mulai membesar. Sesekali, tangan dengan jari panjang lentik itu mengelus perut dengan gerakan penuh kasih sayang. Dia telah benar-benar menyayangi baby yang sudah mulai besar dalam rahimnya.
"Appa, apa yang kau lakukan di sini? Kenapa tak turun untuk sarapan?" suara sungmin melengking berbarengan dengan pintu yang terbuka.
Kyuhyun membalik badannya. Menatap sungmin sejenak lalu mengalihkan pandangannya ke arah jendela yang terbuka. Memang, mereka telah menyepakati kalau kyuhyun tetap akan dipanggi appa meskipun dialah yang mengandung calon anak mereka. Dan sungmin, tetap menjadi sosok dengan panggilan umma, meskipun bukan dia yang mengandung. Kyuhyun terus merengek dan menolak keras kalau sampai dia dipanggi umma. Dia masih tetap berpendapat bahwa dia seme dan sama sekali tak pantas menjadi umma.
"Masih marah eoh?" sungmin duduk di tepian ranjang. Memandang dalam ke arah kyuhyun yang masih mengacuhkannya. "Kau tampak cantik pagi ini." lanjut sungmin santai. Dia tak menghiraukan muka masam yang menghiasi wajah kyuhyun.
Yah, pagi ini kyuhyun memang tampak cantik dengan balutan dress selutut warna biru. Sungmin berusaha mati-matian memaksa kyuhyun agar mau memakai dress itu. Perutnya sudah semakin besar dan akan sangat berbahaya jika kyu tetap nekad memakai celana. Sungmin mengakui, bahwa kyuhyun juga bisa terlihat begitu manis dan cantik. Benar-benar menggoda.
"Ah, sepertinya dia juga cocok menjadi kekasih siwon. kyu cukup manis untuk menjadi uke dari namja kekar itu." umam sungmin sambbil tetap memandang kyuhyun lekat.
"Teruslah mengejekku dalam hati." sungut kyuhyun sebal. Dia cukup terganggu dengan pandangan sungmin yang lekat disertai senyum aneh yang menyebalkan.
"Aku tak sedang menggodamu kyu. Aku hanya kagum padamu. Kupikir, kau cocok untuk menjadi uke dari siwon." sungmin bangkit mendekati kyuhyun "Kau sangan manis." bisiknya seraya mengecup bibir kyuhyun yang kian memerah.
"Jangan berusaha merayuku hyung! Aku sedang sebal!" kyuhyun menghindari lumatan yang akan sungmin lakukan. Dia benar-benar marah.
"Kau masih marah gara-gara semalam?" sungmin memeluk pinggang kyuhyun. Agak susah memang, mengingat perut itu semakin buncit sekarang.
"Menurutmu?"
"Ah, mian. aku benar-benar minta maaf."
"Hyung tak sayang pada baby!"
"Hei, mana mungkin aku tak sayang pada baby. Aku benar-benar menyayanginya. Rasa sayangku tak pernah berkurang tiap harinya. Justru semakin bertambah." Sungmin membalik tubuh kyuhyun menghadapnya.
"Lalu, kenapa semalam kau tak mau menuruti keinginannya?" kyuhyun memajukan bibirnya. Ah, sekarang gaya aegyo itu sepertinya sudah mulai cocok dengannya.
"Kyu, semalam sangat dingin dan aku tak mungkin keluar dorm untuk membeli kue pedas hanya dengan mengenakan baju handuk saja. Kau mau membuatku sakit hah? Aku masih harus menjagamu dan baby serta melakukan jadwal kita yang sangat padat."
"Pokoknya aku tetap marah!" kyuhyun duduk di tepi kasur, sementara sungmin hanya menatap kyuhyun dengan gemas.
Yah memang sudah dua minggu ini kyuhyun mulai ngidam yang aneh-aneh. Awalnya sungmin mengira kyuhyun menjalani masa hamilnya tanpa acara ngidam. Sebab sudah empat bulan hamil, kyu tak pernah minta yang aneh-aneh. Tapi semenjak dua minggu yang lalu, acara ngidam itu baru muncul. Semalam kyuhyun ingin sekali makan kue pedas, padahal jam dinding menunjukkan pukul satu dini hari. Dengan terpaksa, sungmin membangunkan ryeowook dan menyuruh namja itu untuk memasakkan kue pedas. Namun, begitu matang, kyuhyun menolak kue pedas itu mentah-mentah. Ryeowook yang merasa acara tidurnya terganggu akibat permintaan kyuhyun yang kini malah menolak masaknnya jadi geram. Dengan sekuat tenaga, namja mungil itu menahan emosinya dan segera kembali tidur.
"Aku mau kue pedas yang dijual di ujung gang itu hyung." rengeknya saat itu.
"Ini sudah malam kyu. Pasti sudah tutup. Kau makan buatan wookie saja ya?" sungmin berusaha membujuk kyuhyun.
"Pokoknya aku mau yang dijual di ujung gang. Aku tahu, warung itu buka 24jam. Aku pernah melihat ada tulisan itu di warungnya."
"Ah, baiklah. Aku akan membelikanya untukmu." Sungmin berdiri hendak meraih jaketnya. Udara sedang dingin saat itu.
"Aku mau hyung membelinya dengan mengenakan baju handuk." seloroh kyuhyun dengan wajah tanpa dosa.
"Mwo? Baju handuk? Ini sangat dingin kyu. Aku bisa masuk angin nanti."
"Maaaaaa…. Pokoknya aku mau hyung membeli kue beras itu dengan memakai baju handuk." Kyuhyun semakin merengek.
"Aish! Kau ini ada-ada saja kyu. Baiklah, aku akan melakukan apa yang kau inginkan, tapi besok pagi. Sudah terlalu larut dan terlalu dingin juga." Sungmin kembali meletakkan jaket yang sempat dia ambil lalu kembali duduk di ranjang.
"Aku maunya sekarang!"
"Jika kau mau sekarang, maka biarkanlah aku pergi dengan pakaian normal serta jaketku."
"Maaaa…. Aku tak mau. Tetap harus memakai baju handuk."
"Kalau begitu aku tidur lagi saja. Aku lelah dan besok jadwalku padat." Sungmin kembali menutup tubuhnya dengan selimutnya dan kembali melanjutkan tidurnya. Dia samasekali tak perduli pada rengekan kyuhyun yang terus memaksanya untuk pergi membeli kue beras. Hingga akhirnya namja itu lelah sendiri dan tertidur.
Kyuhyun masih mendiamkan sungmin yang terus menatapnya intens. Sepertinya dia memang tak ada niat untuk memaafkan sungmin. Sungmin mendekat, meletakkan dagunya di pundak kyuhyun seraya tersenyum manis. Namja kelinci itu telah terlatih untuk menjadi super sabar dengan sifat manja kyuhyun yang semakin menjadi.
"Sekarang katakan, apa yang kau inginkan saat ini. Aku akan menurutinya." Sungmin mengecup singkat pipi kyuhyun.
Bola mata kyuhyun tiba-tiba berbinar. "Aku ingin sesuatu hyung." Kyuhyun memutar tubuhnya menghadap sungmin. "Aku ingin makan ice cream di tempat langganan kita." katanya kemudian.
Sungmin mengangguk. Ternyata keinginan kyuhyun kali ini tak seaneh semalam. "Kajja kita pergi." Sungmin menggandeng tangan kyuhyun.
"Tunggu dulu. Aku melupakan wigku." Kyuhyun segera meraih wig coklat panjang yang tergeletak di meja.
"Kau mau pakai itu?"
"Aku tak mau orang tahu kalau aku adalah cho kyuhyun yang super tampan itu. Biarlah mereka berpikir bahwa kau berjalan dengan wanita hamil yang sangat manis yang tak diketahui identitasnya." jawab kyuhyun santai seraya memakai wig itu.
Sungmin hanya memandang kyuhyun sekilas. Senyum senang mengembang di bibir manisnya. Ternyata tak perlu waktu lama untuk membiasakan kyuhyun dengan kebiasaan memakai dress. Sekarang saja dia sudah dengan senang hati memakai wig.
"Kajja kita pergi." Kyuhyun mengapit lengan sungmin mesra. Biasanya sungminlah yang melakukan hal itu, namun sekarang berbalik.
"Kau sangat manis kalau begini kyu. Aku jadi berpikir untuk terus membuatmu hamil. Agar kau selalu bersikap manis begini." candaan sungmin langsung dihadiahi dead glare oleh kyuhyun.
Sekarang sungmin dan kyuhyun telah sampai di kedai tempat mereka akan makan ice cream. Dengan senyum bahagia, kyuhyun memesan banyak sekali jenis ice cream.
"Kau yakin akan menghabiskan itu semua kyu?" tanya sungmin meyakinkan.
"Apa hyung bilang? Tentu saja bukan aku yang akan menghabiskan semua ice cream itu. Hyung tahu kan, kandunganku sedikit lemah. Jadi aku tak mungkin menghabiskan semuanya. Aku mungkin hanya makan satu cup saja."
"Lalu?"
"Lalau apanya?"
"Siapa yang akan menghabiskan semuanya?" tanya sungmin khawatir.
"Tentu saja kau hyung. Hyung kan suka makan ice cream. Jadi aku pesankan banyak jenis untuk kau habiskan. Bukankah semua yang kupesan adalah kesukaanmu?"
Oke, sungmin memang suka ice cream. Suka sekali bahkan. Tapi, siapa yang akan mampu menghabiskan lebih dari limabelas jenis ice cream dalam sesaat?
"Kau bercanda kyu. Aku tak mau. Aku sedang dalam masa diet. Manager bisa memenggal kepalaku kalau sampai akau jadi gemuk. Shireo! Aku tak mau!" sungmin memanyunkan bibirnya. Biasanya, jurus ngambek ini selalu berhasil merubah keputusan kyuhyun. Hingga akhirnya namja evil itu mengalah kepadanya. Tapi sepertinya sungmin melupakan satu hal.
"Hyung tidak mencintaiku. Hyung tak lagi peduli padaku dan juga baby. Aku hanya berusaha menyenangkan hyung dengan memesankan banyak ice cream tanpa hyung minta. Hyung jahat." mata kyuhyun mulai berkaca-kaca.
"Omo! Bukan begitu maksudku kyu. Aku hanya tak mau jadi gemuk dan dimarahi oleh manager hyung." Sungmin panik.
"Hyung lebih sayang pada diri hyung sendiri daripada aku dan baby. Aku hanya meminta hal kecil ini, kenapa hyung menolaknya? Hyung sangat jahat." Kyuhyun masih merajuk. Bibirnya semakin dikerucutkan dan matanya semakin merah.
"Aish… arraso. Aku akan menghabiskan semuanya. Demi kau dan baby." kata sungmin akhirnya. Yah, sekarang yang hamil adalah kyuhyun, maka sekuat apapun usaha sungmin untuk mengubah keputusan kyuhyun dengan jurus ngambeknya, pasti akan selalu gagal.
"Ye! Saranghae hyung." Kyuhyun mengerling bahagia. Sementara namja imut di depannya hanya tersenyum masam. Oke, siapkanlah lambungmu untuk menerima serangan ice cream lee sungmin.
A%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%A
"Hyung… sungmin hyung… Irreonna." sebuah suara bisikan terdengar di telinga sungmin.
"Hmmm…" sungmin hanya menggeliat malas di balik selimutnya.
Ayolah, ini baru pukul dua dini hari. Wajar kan kalau sungmin malas bangun. Salahkan namja dengan perut buncit yang berbisik pada sungmin untuk menyuruhnya bangun. Namja kelinci itu sudah terlalu lelah dengan jadwalnya.
"Hyuuung…" kyuhyun merengek sambil menggoyang tubuh sungmin yang terbalut selimut pink pastelnya.
"Waeyo kyu? Ini masih dini hari. Kenapa kau membangunkanku?" gumam sungmin sambil mengucek matanya.
"Aku lapar. Tolong bangunkan ryeowook hyung ya? Aku ingin makan ramen buatannya."
"Bangunkan saja sendiri."
"Tapi pinggangku sakit. Perut besar ini membuat pinggangku sakit." Kyuhyun memegangi pingganya yang memang terasa sakit.
Dengan wajah setengah suntuk, sungmin melangkah menuju kamar YeWook. Sebenarnya dia sedikit takut kalau yesung akan menghajarnya. Kalau masalah ryeowook, dia yakin, namja mungil itu akan dengan senang hati membantunya.
Sungmin mengetuk pintu kamar itu beberapa kali. Tidak ada reaksi. Mereka berdua—yesung dan ryeowook—nampaknya tengah terlelap nyenyak dalam mimpinya.
"Wookie…." Sungmin memanggil nama ryeowook dengan suara agak keras.
"…" tak ada respon.
"Ryeowook…" panggilnya sekali lagi.
'Ceklek' kenop pintu terbuka. Yesung dengan wajah kusut muncul. Dari raut wajahnya saja, sudah bisa diketahui kalau namja bersuara emas itu sangat terganggu dengan kehadian sungmin.
"Ada apa? Bahkan ayam saja belum berkokok, tapi kau sudah membuatku terbangun."
"Mian hyung. Bisakah kau bangunkan ryeowook? Aku ada perlu dengannya." suara sungmin sedikit bergetar takut.
"Ada perlu apa? Dia terlihat sangat lelah. Besok pagi saja kau selesaikan urusanmu."
"Masalahnya, urusan itu tidak bisa menunggu sampai besok pagi. Tolonglah hyung. Jebal…" sungmin memasang wajah memelas.
"Siapa hyung?" suara tinggi ryeowook terdengar. Namja itu terbangun akibat keributan sungmin dan yesung.
"Wookie-ah! Kau sudah bangun? Aku butuh bantuanmu!" teriak sungmin tanpa menghiraukan yesung yang berdiri di depannya.
"Aish! Kau ini. Sudahlah chagi. Kau tidur lagi saja. Sungmin tidak jadi minta bantuan. Dia akan segera kembali ke kamarnya." Yesung berusaha menghalau sungmin yang nekad berusaha menerobos masuk.
"Ani! Aku benar-benar butuh bantuanmu. Ini menyangkut baby yang ada di dalam kandungan kyuhyun. Jebal wookie-ah." Sungmin masih berteriak membangunkan ryeowook.
"Memangnya ada apa dengan kyuhyun hyung?" dengan wajah masih mengantuk, ryeowook keluar dari kamarnya.
Kalau sudah menyangkut baby, ryeowook memang tidak bisa tinggal diam. Dia sangat menyayangi bayi yang sudah berumur empat bulan itu. Sementara yesung hanya mampu diam melihat ryeowook-nya yang telah bangun dan pergi ke dapur bersama sungmin.
"Apa yang kyuhyun inginkan hyung?" tanya ryeowook setelah memasang celemek masak di badannya. Sebenarnya dia sangat-sangat mengantuk dan lelah. Namun, demi calon keponakannya itu, dia rela mengurangi waktu tidurnya.
"Entahlah. Dia hanya bilang kalau dia lapar dan memintaku membanhgunkanmu untuk membuatkannya makanan. Kau masakkan yang mudah saja. Aku tidak mau semakin merepotkanmu. Aku sudah membuatmu terjaga dini hari begini. Aku benar-benar merasa bersalah." Sungmin tampak serba salah.
"Anio. Aku sama sekali tidak terganggu kok. Demi calon babymu, aku rela bangun dini hari." Ryowook tersenyum menenangkan sungmin.
"Terimakasih. Kau masakkan ramen instant saja. Mudah dan cepat matang."
"Hyung gila? Kenapa memberikan ramen pada orang hamil? Itu sama sekali tidak sehat. Aku masakkan bibimbap saja. Makanan itu cukup sehat untuk kyuhyun dan baby." Ryeowook mulai mengeluarkan bahan-bahan dari dalam kulkas. Detik berikutnya, namja manis itu telah larut dalam duania masaknya.
Sementara sungmin hanya duduk manis di meja makan. Kenapa namja kelinci itu tidak membantu? Satu alas an. 'Kyuhyun melarangnya membantu' namja keturunan setan itu hanya mau makanannya dibuat murni dengan tangan ryeowook. Jadi sungmin hanya mampu diam melihat kesibukan ryeowook.
"Selesai!" ryeowook meletakkan masakan yang telah matang di meja makan. "Cepat kau berikan pada kyuhyun. Dia pasti sudah menunggu. Aku akan membereskan dapur dulu."
"Gomawo wookie-ah. Aku benar-benar berhutang budi padamu. Aku sudah sangat merepotkanmu."
"Sudahlah cepat kau bawa ke kamar."
Sungmin membuka kenop pintu kamarnya yang tertutup. Di ranjang, Nampak kyuhyun tengah berbaring dengan tubuh ditutup selimut. Sungmin meletakkan bibimbap yang dibawanya di meja nakas dekat tempat tidur.
"Lama sekali." Protes kyuhyun.
"Kau todak tahu, yesung hyung tidak dengan mudah memberikan izin pada ryeowook untuk membantu. Ini, cepat makanlah. Atau kau mau aku suapi?"
"Aku tidak lapar." Kata kyuhyun santai sambil menutup mukanya dengan selimut.
"Mwo? Tidak lapar katamu?"
"Ne. aku sudah tidak lapar lagi. Aku mau tidur saja. Hyung habiskanlah makanan itu."
"Aish! Kau ini! Ryeowook sudah susah payah memask untukmu kau malah bilang sudah tidak lapar dan tidak mau makan. Kau ini!" sungmin benar-benar telah sampai oada batas kesabarannya. Tidur nyeyanknya telah terganggu. Dia telah berdosa dengan mengganggu waktu istirahat orang lain dan menyuruh orang itu memasak dini hari. Lalu, semua usahanya sia-sia karena kyuhyun tidak mau makan. Oh, demi apapun, rasanya sungmin ingin sekali mencekik leher namja tinggi dengan rambut ikal itu.
"Habisnya hyung lama sekali. Nafsu makanku sidah terlanjur hilang. Sampaikan permintaan maafku pada ryowook hyung. Aku mau tidur dulu. Pinggangku sangat sakit." Detik berikutnya, kyuhyun telah terlelap meninggalkan sungmin yang dengan wajah menahan emosi, duduk dengan memangku semangkuk bibimbap yang bahkan masih panas.
A%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%A
Jam dinding warna merah yang tergantung di dinding kamar menunjukkan pukul delapan pagi. Sungmin masih bergelung dengan selimutnya. Sementara kyuhyun telah bangun sejak tadi dan tengah sibuk dengan PSPnya. Sudah lama namja itu tak bermain dengan kekasih keduanya itu. Sungmin memang sangat-sangat lelah dan mengantuk. Acara tidurnya telah dirusak dan sebelum kembali tidur, dia harus rela diomeli oleh yesung yang merasa tidak terima kekasihnya dibangunkan dini hari dan dengan gampangnya apa yang telah dilakaukannya ditolak.
Yah, yesung yang mengetahui kalau kyuhyun tidak mau memakan makanan yang telah dibuat oleh ryeowook marah besar. Dia mengomel tak jelas. Sementara sungmin hanya mampu tertunduk dengan rasa penyesalan. Ryeowook memang tidak mempermasalahkan hal itu. Dia paham mood orang hamil yang gampang berubah. Tapi tidak untuk yesung. Namja itu benar-benar kalap. Kalau ryeowook tidak menghalanginya, mungkin namja itu akan menerobos masuk ke kamar kyuhyun dan menghabisi namja hamil itu.
"Aku mau mandi ah." gumam kyuhyun seraya melempar PSPnya ke kasur.
Suasana dorm sedang ramai hari ini. Para member sedang menikmati hari libur yang sengaja diberikan. Hanya sehari memang, tapi mereka berusaha menikmati libur sehari itu dengan sebaik-baiknya. Semua sedang berkumpul di ruang TV ketika kyuhyun datang dengan rambut setengah basah. Perutnya yang telah membesar tampak lucu dari balik baju hamil yang dipakainya.
"Hyung, aku lapar." katanya pada ryeowook yang tengah mencuci piring di dapur.
Ryeowook yang memang berjiwa keibuan dan berprinsip hidup 'tidak akan membiarkan ada orang kelaparan' segera beranjak memasak untuk kyuhyun. Walaupn yesung yang masih trauma dan jengkel dengan ulah kyuhyun dini hari itu melarangnya.
"Mau makan apa?"
"Nasi goreng kimchi saja hyung. Jangan tambahkan cabe ya? Aku takut baby merasa tak nyaman dengan itu." Kyuhyun duduk manis di meja makan. Memperhatikan ryeowook yang tengah memasak.
Dengan cekatan, ryeowook mulai membuat nasi goreng kimchi untuk kyuhyun. Dan sepertinya sudah hampir selesai. Tinggal menunggunya benar-benar masak saja.
"Eh hyung sepertinya aku sudah tidak ingin makan nasi goreng kimchi lagi. Buatkan aku bibimbap saja." tanpa ada rasa sungkan, Kyuhyun membatalkan pesanannya.
Ryeowook masih sabar. Dia sadar kalau kyuhyun memang sedang hamil dan ngidam. Segera namja pendek itu meletakkan nasi goreng yang telah matang di piring dan segera memasak bibimbap. Tapi lagi-lagi, saat masakan itu hampir matang…..
"Aku tiba-tiba merindukan Hangeng hyung. Buatkan aku nasi goreng Beijing ya? Please…."
Ryeowook sedikit menggeram. Namun, tetap saja dia menuruti keinginan kyuhyun.
"Ini yang terakhir." batin ryeowook. "Kalau sampai namja tengil itu minta ganti menu lagi, aku patahkan lehernya." lanjutnya.
Lima belas menit kemudian, nasi goreng Beijing telah matang.
"Kyu, ini sudah mat…..ang" ryeowook lemas seketika.
Kyuhyun telah melahap habis nasi goreng kimchi yang sengaja dia letakkan di meja makan.
"Mian hyung. Kau terlalu lama dan aku terlalu lapar. Jadi aku makan saja nasi goreng kimchi ini. Rasanya enak. Gomawo ya?" tanpa ada sebuah rasa bersalah magnae itu meninggalkan ryeowook dengan piring penuh nasi goreng Beijing yang masih panas.
"Magnae sialan! Kenapa menyuruhku memasak banyak makanan kalau akhirnya kau makan menu pertama yang aku buat." umpat ryeowook dalam hati. Matanya berkilat marah.
Setelah membuat onar di dapur dengan hasil akhir kemarahan ryeowook, kyuhyun beranjak menuju ruang TV. Tangannya tampak mengelus pelan perut buncitnya. Sepertinya baby di dalam sana sedikit menendang.
"Kau benar-benar terlihat seperti ibu hamil kyu." ejek donghae.
Kyuhyun hanya mencibir dan duduk di samping leeteuk. Kepalnya disenderkan di pundak leader yang tengah asik dengan acara TV itu.
"Hyung, aku dengar kau hebat dalam memijat." kata kyuhyun basa-basi.
"Ne. Ada apa?"
"Pinggangku sakit sekali. Bisakah hyung memijatnya? Perut ini membuat tulangku terasa remuk."
"Berbaliklah. Biar aku pijat." sebagai leader yang baik, leeteuk menuruti permintaan kyuhyun. Hitung-hintung menyenangkan calaon keponakannya.
"Aish… ini enak sekali. Kau memang hebat hyung." Kyuhyun memejamkan matanya merasakan enaknya pijatan leeteuk. "Hyung, bisa tolong pijat kakiku? Berjalan dengan perut berisi bayi membuat kakiku cepat lelah." kata kyu pada heechul yang duduk tepat di samping kakinya.
Heechul hanya menoleh dengan pandangan membunuh. Tapi bukan kyuhyun namanya kalau dia cepat menyerah.
"Ayolah hyung. Please…. Kau tak sayang pada calon keponakanmu?" kyuhyun memasang wajah innocent yang akhirnya membuat heechul tunduk dan melakukan permintaanya. "Gomawo." Katanya bahagia setelah heechul bersedia memijat kakinya.
Sudah setengah jam leeteuk dan heechul memijat kyuhyun. Dua tetua itu telah dijadikan budak oleh kyuhyun. Dan keduanya tak dapat menolak. Sebab setiap mereka akan menolak, kyuhyun selalu memasang wajah melas dan menggunakan perutnya sebagai senjata.
"Shindong hyung. Aku haus. Tolong ambilkan aku minum." teriak kyuhyun tanpa peri-kemanusiaan.
"Hyukkie hyung! Rambutmu tampak halus hari ini. Aku ingin membelainya."
"Donghae hyung! Tolong pindah channel TVnya. Acara ini membosankan."
"Yesung hyung, duduklah di dekatku. Entah kenapa aku ingin duduk di dekatmu. Yak heechuk hyung! Kenapa berhenti memijat? Teruskan."
Semua hanya mampu diam mendengar ocehan memerintah sang magnae. Semuanya tak mampu menolak. Hingga akhirnya, magnae itu mulai bosan.
"Pijatan kalian sudah tidak enak lagi. Rambut hyukkie hyung sudah tidak lembut lagi. Aku jadi malas memegangnya. Cepat kau cuci rambutmu. Dan shindong hyung, minuman apa ini? Rasanya seperti air cucian piring. Yak! Donghae hyung, kenapa kau pindah channelnya? Aish! Kalaian semua tidak asik. Membuatku hilang mood saja. Aku mau ke kamar saja. Di sini sudah tidak asik." dengan santai kyuhyun meninggalkan para hyungnya setelah menyiksanya.
"Magnae gila. Dia telah menghabiskan segelas penuh baru mengatakan kalau minuman itu tidak enak." oceh shindong geram.
"Dia bahkan mengatakan kalau pijatan kami tidak enak setelah membiarkan kami memijatnya selama satu jam penuh."
"Dan dia juga membuat rambutku kusut, lalu menyalahkan aku atas kekusutan ini." keluh eunhyuk.
"Dia telah membuat jariku bengkak karena memencet remote." Donghae ikutan mengeluh.
"Dia telah membuatku memasakan berkali-kali lalu membuat makanan yang aku masak sia-sia." celetuk ryeowook.
"Kapan dia melakukan itu?"
"Jam 2 dini hari dan saat dia baru bangun tadi."
"Dia benar-benar merusak waktu liburan kita yang hanya sehari."
"Aku tak bisa bayangkan, masih ada 5 bulan lagi sebelum dia melahirkan. Dia masih punya banyak waktu untuk menyiksa kita."
A%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%A
T.B.C
Mianhae…
Aku buat TBC dengan ending yang sangat-sangat jelek. Part ini buruk ya? Part ini lama ya? Part ini mulai membosankan ya?
Tanpa Tanya pun aku dah tau kalau ini buruk….
JEONGMAL MIANHAE… T_T
Hasilnya benar-benar kurang memuaskan. #bow
dan maaf, ada yang belum sempat teredit. misalnya nama yang belum aku kasih huruf besar. mianhae... aku bener-bener gak sempet ngedit. ^^ #Alesan
entah. Kapan lagi aku bisa lanjut. Semangat menulis sering sekali hilang. =3=
buat yang masih setia membaca, aku ucapka terimakasih.
Jumlah yang mengunjungi untuk membaca FF ini cukup banyak 10.472 untuk 3chapter, tapi KEMANA RIVIEWERnya? Kenapa tak sebanyak yang baca?
Okelah, it's oke. Selama kalian mau baca aja, aku sudah CUKUP senang.
Oia, aku buka online shop. Silahkan mampir kalau berkenan.
Nama FBnya " EverLasting Shoop "
Gamsa chingu… jangan lupa review ya?
Dan terakhir, sepertinya next chapt adalah chapter terakhir. ^_^
Mohon bersabar denganku sebentar lagi ya?
Saranghae. :*
