Qtalita Feat. WonIkaKyu Present

.

.

Wonkyu As Always

.

.

Enjoy it

.

.

KYUHYUN SIDE

"KYUHYUN!"

Kyuhyun tersentak ketika mendengar suara tepat di telinganya, ia bisa merasakan jika gendang didalamnya berdenyut kecil, Kyuhyun mengusap telinga kirinya lalu hendak melototi sang pelaku.

"Siwon?"

Kyuhyun bisa melihat ada 4 siku-siku di dahi Siwon, namja itu terlihat begitu kesal.

"Wae?" Kyuhyun tanpa sadar mengeluarkan kata tanya itu, sementara Siwon menjilat bibir bawahnya sebentar sebelum menarik nafas panjang.

"Sedari tadi kau hanya diam mematung sambil tersenyum seperti orang gila"

"Huh?"

"Sedari tadi aku memanggilmu tapi kau hanya diam" Lanjut Siwon.

Kyuhyun menggaruk tengkuknya tidak gatal, ia melirik sekelilingnya, tak ada minuman kaleng. Aissshhh ia pasti sedang melamun tadi. Kyuhyun menggigit pipi dalamnya, sementara pipi bagian luarnya sudah memerah malu.

"Sudah, ambil ini, lalu kita ke tempat lain, aku tidak mau ada kesalahan lagi hari ini" Siwon menyerahkan kameranya ke pangkuan Kyuhyun, namja itu sendiri membereskan statis lalu memasukkannya ke dalam tas.

"Ayo" ucapnya ketika tidak melihat pergerakan dari Kyuhyun.

Kyuhyun mengangguk cepat, mengalungkan kamera milik Siwon lalu mengikuti langkah panjang pemuda di depannya itu.

Kyuhyun masih saja merutuki dirinya yang tadi sempat melamun, apalagi di depan Siwon, aisshhh.

Mereka berjalan sedikit menanjak, view yang Siwon pilih kali ini berada di sisi karang bagian selatan pulau itu, sesekali Kyuhyun yang berada di belakangnya mampu melihat mimik wajah Siwon yang berbeda, seperti Ah! Kyuhyun hanya mengangkat bahunya tidak peduli, ia takut untuk bertanya, takut jika namja di depannya malah meninggalkannya sendiri di tempat ini.

Iseng Kyuhyun membuka kamera Siwon, ingin tahu apa saja yang sudah di potret namja tampan itu.

"Jangan membuka kamera orang sembarangan"

Kyuhyun nyaris saja menjatuhkan kamera yang ia pegang, Siwon sudah berdiri di depannya dengan tatapan tajam, tangannya merebut kamera yang ada di tangan Kyuhyun, mengalungkan di lehernya lalu kembali berbalik, berjalan tanpa menunggu Kyuhyun.

Kyuhyun yang merupakan yeoja penakut segera berlari kecil mengikuti Siwon. Ia bergidik sendiri, Siwon bukan hanya dingin, namja itu juga sangat menyeramkan jika sedang marah.

...

Sudah hampir 15 menit mereka berjalan, Kyuhyun yang sudah kelelahan mulai menunjukkan wajah masamnya. Ia menggerutu sendirian sambil sesekali memijit leher belakangnya. Siwon sendiri masih betah dengan sikap acuhnya, ia hanya sesekali berbalik dan melontarkan kata tajamnya jika Kyuhyun tertinggal jauh dibelakangnya, atau Kyuhyun merengek ingin pulang.

Bruk.

Siwon meletakkan statisnya di atas sebuah batu karang kecil di atas tebing, Kyuhyun memiringkan kepalanya sebelum mendekati Siwon.

"Kita sudah sampai?"

Siwon sama sekali tidak menjawab, ia hanya melirik Kyuhyun sekilas sebelum menyetel kameranya. Kyuhyun mempoutkan bibirnya kesal, namun kekesalannya hanya bertahan sebentar setelah iris coklat mata bulatnya menangkap pemandangan yang luar biasa di sekitarnya.

Kyuhyun tidak berhenti berdecak kagum, ia sama sekali tidak takut akan ketinggian, yeoja riang itu bahkan berdiri di pinggir tebing, menatap ke bawah, ke hamparan lautan dengan ombak yang tenang,.

Kyuhyun melepas ikatan rambutnya, membuat rambut ikal coklatnya terhempas angin. Kyuhyun berbalik mencari Siwon yang melihatnya saja sepertinya enggan, namja itu masih asyik dengan view finder, berputar di di tengah tebing, tanpa berniat ke tepi, padahal menurut Kyuhyun pemandangan tepi jauh lebih mengesankan untuk mereka masukkan ke dalam artikel mereka. Kyuhyun merengut, dengan langkah kecil ia mendekati Siwon.

"Yak! Apa yang akan kau lakukan disini? Memotret batu?" Kyuhyun menarik bahu Siwon ke arahnya, namun segera di tepis namja itu.

"Singkirkan tanganmu"

Kyuhyun mengangkat kedua tangannya ke udara.

"Okay, okay, calm down, aku hanya bertanya okay" Kyuhyun membenahi scarf nya, ia kembali berjalan ke tepi tebing. Siwon menatapnya dengan alis nyaris menyatu.

Klik

Klik

Kyuhyun berbalik dan Siwon kembali sibuk dengan kameranya, mulutnya gatal ingin melempari ceramahnya untuk namja itu.

"yak Siwon, setidaknya beritahu apa tugasku"

Kyuhyun yang jengah akhirnya memberontak juga, Siwon hanya melihatnya sekilas lalu kembali mengabaikan Kyuhyun.

"Cukup berdiri disana, berakting seolah kau begitu menyukai tempat ini, walaupun tempat ini well, sangat menyeramkan" Perintah Siwon tanpa mengalihkan pandangannya. Kyuhyun mengikuti arah kamera Siwon, di ujung tebing yang sedikit menjorok keluar, Dahi kyuhyun mengernyit, ia harus berdiri disana? Berakting? Ya Tuhan, bukan Kyuhyun takut hanya saja ia seorang yeoja, dan Siwon malah menyuruhnya berdiri di tempat yang menurutnya sedikit berbahaya.. ah sudahlah, biarkan saja.

Kyuhyun melangkah pelan menuju tepi tebing, batu yang lembab membuat beberapa kali Kyuhyun nyaris tergelincir, namun yeoja itu tidak menyerah hingga ia berhasil berdiri di ujung tebing, tidak terlalu ke tepi.

"Seperti ini?" Kyuhyun setengah berteriak, Siwon menaikkan jempolnya, Kyuhyun membelakangi Siwon, ani sedikit menyamping, Kyuhyun memejamkan matanya, dengan tangan direntangkan, Kyuhyun membiarkan rambutnya berkibar dihempas angin, senyumnya mengembang, dan

Klik

Klik

Klik

Siwon berulang kali memotret dirinya, Kyuhyun mengubah posisi, memandang Siwon dengan tatapan bahagianya. Siwon kembali mengambil gambar. Kyuhyun mundur selangkah.

"Bagaimana? Sudah cuk- aaaarrrggghhh"

Kyuhyun menginjak batu yang salah, batu yang ditumbuhi lumut dan sangat licin, Kyuhyun tergelincir, sedikit menggelinding sebelum terlempar ke ujung tebing.

"KYUHYUN!" Siwon berteriak nyaring, dibuang asal kameranya, berlari kencang meski berulang kali nyaris jatuh. Ia menelungkup di depan Kyuhyun, memegang tangan Kyuhyun yang berusaha bertahan, setengah tubuhnya sudah melayang, bertahan dengan batu kecil yang ia pegang. Kyuhyun menangis ketakutan.

"Siwon hiks tolong aku hiks" Kyuhyun semakin terisak, Di pegangnya jemari Siwon yang menahannya.

"Tahan sebentar Kyu, tahan ne, jangan menangis Ssssttt, aku mohon" Siwon mencoba menarik Kyuhyun namun tangannya semakin licin, perlahan jemari pucat Kyuhyun mulai merosot dari genggamannya, keringat Siwon mengucur, ia menumpukan lengannya kke sebuah batu hingga jengannya sobek dan mengeluarkan darah, Kyuhyun semakin terisak.

"Siwon hiks.. tolong aku hiks.."

"Sssttt, jangan menangis Kyu, tenanglah"

Kyuhyun menggenggam erat tangan Siwon namun yang terjadi malah tangannya semakin licin dan.

Sreettt

Byuuurrrr..

Genggaman tangan Kyuhyun terlepas dan tubuhnya melayang jatuh ke laut lepas di bawahnya.

SIWON SIDE

"KYUHYUN!" Siwon berteriak nyaring, ia melepas sepatunya, berniat untuk melompat menolong Kyuhyun, namun..

"Siwon, Siwon tolong aku, jangan lepaskan tanganku"

"Tidak akan! Bummie, tidak akan! Bertahanlah, sebentar lagi akan ada yang menolong kita"

"Siwon! Siwon! Tanganku merosot"

"Pegang yang kuat Bummie, aku mohon!"

"Siwon! Arrrrgggghhhh!"

"Bummiee!"

Kilasan itu muncul di benak Siwon, darahnya berdesir, seakan semua bertumpu pada kakinya, langkahya berat, matanya masih mampu menangkap bayangan Kyuhyun yang terombang ambing ombak, ia ingin menolong tapi, langkahnya benar-benar berat.

Siwon menggelengkan kepalanya, menghapus ketakutan dan trauma yang selama ini ia sembunyikan dengan apik. Siwon mundur beberapa langkah sebelum melompat.

Byuuurrrr.

Siwon menyelam, mencari Kyuhyun di antara ombak pantai, ketika Siwon menemukan Kyuhyun yang nyaris tenggelam Siwon menarik tubuh yeoja itu ke dalam rangkulannya, membawanya ke tepi karang.

Siwon menepuk pipi pucat Kyuhyun perlahan, ada memar biru di rahangnya, sepertinya yeoja itu terkantuk sebelum ia jatuh ke laut. Siwon menekan dada Kyuhyun, menempatkan telinganya disana, mendeteksi detak jantung Kyuhyun, Siwon menekan hidung Kyuhyun, menarik dagunya hingga mulut yeoja itu terbuka sedikit, Siwon menunduk, memberi nafas buatan, sebelum menekan kembali dada Kyuhyun.

"Uhuk..uhuk.."

Siwon bernafas lega kala Kyuhyun mulai sadar, dan terbatuk. Namja itu duduk lemas di samping Kyuhyun, titik-titik air jatuh di antara rambut basahnya. Siwon lega, lega karena ia bisa menyelamatkan Kyuhyun, dan lega akhirnya ia bisa melawan rasa takutnya.

"S-siwon.. Ouch" Kyuhyun berusaha bangun namun merintih sakit memegangi kakinya yang terdapat beberapa lebam.

"SSSttt, its okay, Gwencana, sekarang biar aku menggendongmu, kita pulang" Siwon membopong Kyuhyun dalam gendongannya, yeoja itu bersandar lemah di dada Siwon.

...

"Ya Tuhan! Kyuhyun! Ada apa dengannya?" pekikan Hyukkie adalah sapaan pertama yang Siwon dengar ketika ia dan Kyuhyun sampai di penginapan mereka.

Siwon masih setia menggendong Kyuhyun yang kini tertidur lelap. Donghae segera membuka pintu lebar agar Siwon bisa segera membawa Kyuhyun ke kamar.

"Siwon?"

"Ssttt, akan aku ceritakan"

Siwon meletakkan Kyuhyun di ranjang, mengusap rambut basahnya lalu menyelimuti yeoja itu.

"Hyukkie sebaiknya kau menggantikan pakaian Kyuhyun dulu, akan aku jelaskan diluar"

Donghae yang berdiri di ambang pintu hanya mengangguk, ia menepuk bahu kekasihnya lalu mengikuti Siwon keluar kamar.

Hyukkie mendesah berat, menatap Kyuhyun dengan pandangan iba, sahabatnya yang ceroboh, apa anak itu berbuat hal bodoh lagi hanya untuk menarik perhatian Siwon?

Entahlah, Hyukkie menggelengkan kepalanya, ia memutuskan untuk mengganti saja pakaian Kyuhyun sesuai saran Siwon, ia juga sudah tidak sabar ingin mendengar penjelasan Siwon.

...

"Okay Siwon, aku menunggu" Hyukkie menyerahkan segelas coklat panas untuk Siwon yang baru saja selesai mandi dan berganti pakaian, Siwon meneguk sedikit minuman racikan Hyukkie itu sebelum duduk di samping Donghae, ia melirik ke arah kamar dimana Kyuhyun sedang tidur.

"Kyuhyun masih tertidur, sepertinya ia sangat lelah" Ujar Hyukkie duduk di depannya.

"Ceritakan" Lanjutnya. Siwon merentangkan tangannya sebentar.

"Kami sedang mengambil gambar, dia tergelincir dan jatuh ke laut" Jawab Siwon singkat, Hyukkie menutup mulutnya dengan sebelah tangan, Donghae memiringkan tubuhnya menghadap Siwon, menatap tidak percaya ketenangan Siwon, padahal ia baru saja membahayakan nyawa orang.

"Tergelincir? Jatuh? Apa maksudmu? Kalian tidak hanya di pantai?" Hyukkie mulai menaikkan nada suaranya, tidak suka dengan sikap semena-mena Siwon.

"Aku menganggap artikel ini memerlukan sesuatu yang beda, dan aku menemukan spot yang indah di sebuah tebing" Tenang Siwon.

"TEBING?" pekik Hyukkie, kekasihnya sampai menutup telinganya, sementara Siwon memejamkan matanya dengan mengernyit.

"KYUHYUN JATUH DARI TEBING?" Lanjutnya, Siwon hanya mampu mengangguk lemah, sedikit takut.

"Ya Tuhan, apa yang harus aku katakan pada orang tuanya? Dan memar-memar itu?" Hyukkie bertanya lirih.

"Karena terjatuh dan membentur beberapa batu karang" Siwon menghela nafas, ia mengingat upayanya tadi menyelamatkan Kyuhyun, menghilangkan rasa traumanya yang baru ia rasakan kini ketika lututnya terasa bergetar setiap ia mengingatnya. Donghae menangkap sesuatu yang tergambar jelas di wajah Siwon, rasa kelegaan luar biasa.

"Dan kau masih bisa setenang itu? Ya Ampun Siwon, hatimu terbuat dari apa huh?" Hyukkie mengomel.

"tunggu sebentar chagiya, aku merasa Siwon memiliki alasan lain, Siwon?" Donghae menatap Siwon dengan pandangan menuntut, Siwon menggigit bibir dalamnya.

"Aku berhasil, aku berhasil melewati semuanya Hae"

Donghae tersenyum lebar mendengar penuturan sahabatnya, sementara Hyukkie melipat kedua lengannya di depan dada, memandang skeptis kedua namja di depannya.

"Kau berhasil? Berhasil melukai Kyuhyun?"

Donghae tersenyum lembut ke arah kekasihnya, ia menggeleng.

"Siwon berhasil melupakan traumanya, dan itu karena Kyuhyun" jelasnya, Hyukkie mengernyitkan dahinya tidak mengerti.

"apa maksudmu?"

Donghae berdiri, berpindah duduk ke samping Hyukkie, ia menggenggam jemari kekasihnya itu.

"Chagi, kau tahu? Siwon sudah pernah mengalami hal yang sama seperti hari ini, dan itu terjadi pada kekasihnya dulu"

"Huh?"

Siwon menyesap gelas coklatnya hingga tandas, lalu bangkit berdiri.

"Sebaiknya kau menjelaskan semuanya ketika aku tidak ada"

Siwon beranjak ke kamar Kyuhyun.

"Hei kau mau kemana Siwon?"

"Menemani Kyuhyun" Singkat Siwon, membuat wajah masam Hyukkie berubah cerah, paling tidak sahabatnya itu mendapat hadiah besar setelah terbanting karang.

...

Siwon memandangi wajah Kyuhyun dengan tatapan datar, yeoja itu menggeliat, mengernyit, lalu kembali bernafas tenang, Siwon mengusap wajahnya kasar, hari sudah menjelang tengah malam, kantuk juga sudah menyerangnya, namun ia sudah bertekad untuk menunggu hingga Kyuhyun terbangun.

Siwon merentangkan tangannya ke udara, menguap lebar dan mengerjap-ngerjapkan matanya, Siwon kemudian meringis, matanya melirik pergelangan tangannya yang terluka, ia bahkan tidak sempat mengobati luka sobek di lengannya dan hanya membalutnya asal.

Siwon mendekat ke tempat Kyuhyun terbaring, ia duduk di sisi tempat tidur, tangannya tang terbebas dari luka terulur, mengusap poni di dahi Kyuhyun. Siwon menghela nafas panjang, matanya memejam sebentar, ia merasa terputar ke masa itu.

"Ngghh.." Kyuhyun menggeliat, Siwon buru-buru hendak berdiri, namun lengannya ditahan seseorang.
"S-siwon?" Lirih Kyuhyun lemah, ia masih memegangi lengan Siwon, membuat namja itu kembali duduk bahkan menahan tubuh Kyuhyun yang beranjak duduk.

"Berbaringlah" Titah Siwon, ia sendiri meringis kecil ketika tidak sengaja selimut Kyuhyun menyentuh luka di lengannya.

Kyuhyun membuka matanya, ia menelan ludah mengingat kejadian tadi, dan semakin membulatkan matanya ketika ia menyadari luka Siwon.

Kyuhyun mengulurkan tangannya, menyentuh lengan Siwon lembut, meraba goresan yang tertutup.

"Apa sakit? Mianhe, ini karena aku, aku memang merepotkan, aku-"

"Gwenchana, ini hanya luka kecil" Siwon menarik lengannya, membuat tangan Kyuhyun menggantung di depannya.

Siwon berdehem sebentar, ia menatap Kyuhyun, yeoja itu kembali duduk, Siwon mampu melihat jelas, beberapa biru lebam di pipi serta rahang Kyuhyun, Siwon juga bisa melihat jelas, luka goresan di dahinya yang tertutup poni.

"Apa sakit?" Siwon bertanya, Kyuhyun mendongak, ia meraba pipinya, lalu menggeleng.

"Hanya sedikit nyeri, gwenchana"

Siwon mengangguk paham, suasana kembali hening. Kyuhyun memainkan selimut yang menutupi bagian bawah tubuhnya, Sementara Siwon mengedarkan pandangannya ke segala arah, berusaha memutus kontak dengan Kyuhyun.

"Siwon-ssi"

"Hm?"

"Gomawo, kau sudah menolongku tadi"

Siwon melirik jemari tangannya yang saling mengait, lalu tersenyum sekilas.

"Mianhe, aku yang membuatmu seperti ini" Tulus Siwon, mau tidak mau senyuman Kyuhyun mengembang, menampilkan mata yang ikut tersenyum dan pipi gempal yang tertarik ke atas.

Deg

Entah dada siapa yang berdetak kala itu, Kyuhyun maupun Siwon tidak memutus kontak mata yang terjalin di antara mereka, senyuman bahkan masih terpatri di masing-masing wajah mereka.

Mungkin saja, takdir sedang bermain lagi diantara mereka, mungkin juga sudah waktunya mereka menyadari satu hal yang mungkin saja telah tumbuh diantara mereka selama ini.

Cinta.

TBC