Judul : Look at Me
Author : Han YoonGi/ Lee YoonGi/ Yuki
Kategori : Yaoi, M, NC-21, Lemon, Boys Love, MPREG.
Rate : untuk chapter ini M! WARNING!
Cast :
- Lee Sungmin
- Cho Kyuhyun
- Other Cast
Summary : 'Bisakah kau lihat aku disini?' Sungmin hanya bisa pasrah saat Kyuhyun menjadikan Sungmin sebagai budak seks. Namun Sungmin tidak protes, karena dia sendiri menikmatinya. Mereka melakukan semua itu tanpa dilandasi cinta. Namun siapa sangka salah satu diantara mereka ada yang menyimpan rasa?
Note : Oke, setelah sudah lebih dari dua bulan cerita ini tergantung dan hampir kehabisan nafas(?) saya mulai berani untuk melanjutkannya kembali. Awlanya di chapter 2 itu sebenarnya ff terakhir yang ber NC. Hanya saya saya rasa jika saya tabur(?) sedikit adegan NC disini makin membuat perasaan Sungmin termainkan. Dan saya tahu saya orang terbejad karena telah memainkan dan menyiksa perasaan Sungmin terlalu lama. Saya tidak bermaksud bergitu, tapi memang ide cerita yang saya punya seperti itu -,_-mianhae kalo jadinya Sungmin terlalu menderita. Jika ada yang tidak suka dengan ff ini. SILAHKAN KELUAR, DAN KLIK ICON BACK KE HALAMAN SEBELUMNYA. ATAU KLIK TANDA KOTAK MERAH BERLABEL X DI POJOK KANAN. DAN SETELAH ITU ANDA BISA BEBAS DARI KETIDAKSUKAAN DAN KEBENCIAN TERHADAP FF INI!
DON'T COPAST
DON'T BE SILENT READER
==oO Look at Me Oo==
.
.
"Benturan di kepalanya terlalu keras."
"Dia berada dalam keadaan koma sekarang. Aku tidak tahu dia bisa sadar kembali atau tidak."
"Kalaupun dia berhasil sadar, aku tidak yakin dia bisa seperti dulu. Benturan itu telah merusak beberapa sel syaraf diotaknya…"
"Masih ada harapan hidup untuknya. Namun.. aku harus mengatakan hal ini pada kalian, aku harap kalian siap mendengarnya.."
Dokter menggantungkan kalimatnya barusan. Menatap sejenak 2 orang berwajah pucat ketika menunggu kelanjutan kata katanya. Dokter itu tidak yakin dengan kelanjutan kalimatnya. Dia tidak tahu apa itu kabar baik, ataupun kabar buruk.
Meskipun ini adalah kabar yang tidak enak didengar, dokter itu harus mengatakannya.
Dua orang yang sedang berada di ruang dokter itu menunggu lanjutannya dengan jatung berpacu. Peluh yang mengalir membasahi pelipis mereka sudah menjadi bukti yang cukup untuk meyakinkan bahwa mereka sedang gelisah, panik, khawatir. Mereka menahan nafas ketika dokter kembali membuka hasil laporannya.
"Kalaupun dia berhasil sadar.. mungkin dia akan mengalami lumpuh kaki permanen."
.
.
"Akhhh…" Kyuhyun mengerang kesakitan, memegangi perutnya.
Dihadapannya terdapat seorang pria berumur yang menatap Kyuhyun penuh amarah. Tangan pria itu mengepal erat, sudah berkali kali menerjang perut Kyuhyun dengan pukulan. Tangan pria itu mengepal erat sampai gemetar.
Amarahnya sudah tidak dapat terbendung lagi. Emosinya sudah sampai ke ubun ubun. Nafas pria itu terengah engah .
"Kau!" ucap pria itu. Bahkan pria itu sudah tidak dapat berkata apa apa lagi.
"Kau telah menghancurkan kehidupan anakku! Dasar bodoh! Bajingan!"
Sebuah pukulan kembali melayang di perut Kyuhyun. Kyuhyun hanya terdiam meringis tidak membalas. Tanpa perlawanan, tanpa berani menatap wajah pria didepannya.
"Lalu jika sudah begini kau mau tanggung jawab hah?!"
"Ma.. maaf." Sebuah kata terucap pelan dari mulut Kyuhyun. Kata pertama yang Kyuhyun ucapkan sejak tadi.
"Maaf katamu!? Seharusnya kau meminta maaf pada anakku bukan padaku! Hah.. bahkan sekarang saja anakku belum tentu bisa sadar dan sempat mendengar kata maafmu!" terdengar nada sindiran yang menusuk dari kalimat pria tersebut. Matanya menatap tajam Kyuhyun yang kini hanya pasrah tanpa niatan melawan.
Kyuhyun terdiam.
"Sekarang apa?! Apa yang akan kau lakukan untuk menyadarkan anakku?" laki laki itu terus memojokkan Kyuhyun dengan pertanyaan pertanyaan tajam darinya. Membuat Kyuhyun makin merasa bersalah setelah semua yang dilakukan Kyuhyun pada anak laki laki itu.
"A.. aku." Kyuhyun terbata, sebuah pemikiran terlintas di kepala Kyuhyun. Dia tahu dia harus bertanggung jawab atas semua yang telah diperbuatnya. Dia mengutuk dirinya sendiri atas semua. Dia terlalu bodoh. Sikap cerobohnya hampir saja membuat seseorang kehilangan nyawa.
Ya.. untuk saat ini memang belum.
Tapi jika besok, atau sejam, ataupun semenit lagi orang itu meninggal bagaimana? Apa yang harus Kyuhyun lakukan? Kyuhyun mungkin akan jadi orang yang paling merasa bersalah di muka bumi ini.
Dan jikalau orang itu berhasil sadar, Kyuhyun akan tetap merasa bersalah. Pasti orang itu akan kehilangan kakinya. Kakinya akan lumpuh permanen. Tidak bisa berjalan lagi! Hidup orang itu akan suram, sulit untuk bertahan hidup dengan keadaan fisik cacat seperti itu. Mencari kerjapun tidak bisa.
Kyuhyun merinding membayangkan itu semua. Kyuhyun merasa jauh lebih bersalah menghilangkan kaki orang daripada menghilangkan nyawa orang. Pemikiran yang bodoh dari seorang Cho Kyuhyun! Tapi memang benar adanya.
'Bodoh! Kenapa kau bisa seceroboh itu!'
'Lihat sekarang hasil perbuatanmu! Kau telah membuat orang lain terluka!'
'Memangnya kau bisa berbuat apa selain meminta uang pada orang tuamu!? Bertanggung jawab atas dirimu sendiri saja kau tidak mampu!'
'Bodoh! Bodoh! Bodoh!'
'Seharusnya kau tidak mengendarai mobil disaat mabuk!'
'Oh.. apa yang harus kau perbuat sekarang?!'
'Meminta uang pada orang tuamu lagi sebagai uang pengganti rugi?! Lalu kau berikan dengan dan tanpa merasa dosa pada ayah orang itu?!'
'Ini urusan nyawa! Jangan bawa bawa uang!'
Keringat dingin mengucur deras dari sela sela rambut Kyuhyun. Dia bingung. Otaknya bukan memberi solusi, yang ada malah sebuah perang diantara semua pemikirannya. Itu membuat Kyuhyun semakin panik.
Seseorang butuh jawaban kyuhyun. Lebih tepatnya butuh tanggung jawab Kyuhyun. Ia tidak bisa lagi bertindak kekanak kanakan. Masalah ini bukan masalah kecil yang mudah dipecahkan hanya dengan uang, seperti yang biasa Kyuhyun lakukan. Ini tentang nyawa.
"Aku butuh tanggung jawabmu atas kecelakaan yang menimpa anakku! Jika kau tidak mau bertanggung jawab, maka masalah ini akan aku bawa ke pengadilan. Aku tidak takut melawanmu di pengadilan! Meskipun kau seorang yang kaya raya sekalipun.. aku tidak takut!" ancam pria itu lagi.
"Ah.. tolong jangan bawa masalah ini ke pengadilan. Biar aku yang bertanggung jawab. Aku berjanji akan bertanggung jawab atas semuanya.."
"Lalu dengan cara apa kau bertanggung jawab? Dengan uang?!"
"A.. aku.."
"KAU APA? KAU TIDAK MENJAWAB PERTANYAANKU DARI TADI! KAU BERNIAT UNTUK MENGHINDAR HAH!?" pria itu kembali membentak Kyuhyun.
Kyuhyun tersentak. "Maksudku.. jika anakmu berhasil sadar, aku berjanji akan.."
Kyuhyun tertunduk, matanya terpejam. Dengan setengah yakin dan setengah ragu diambilnya keputusan sepihak. Keputusan yang mungkin nantinya akan menjadi penentu kehidupan juga masa depan Kyuhyun. Penentu bagaimana Kyuhyun dalam melanjutkan hidupnya nanti. Meski nanti Kyuhyun harus mempertanggung jawabkan kalimatnya di masa depan, dan memang Kyuhyun sudah berkewajiban menanggung semua kesalahan serta kecerobohan itu.
Kyuhyun menarik nafas sebanyak banyaknya dan menguatkan keberanian.
"Aku berjanji akan menikahi anakmu.."
.
==oO Look at Me Oo==
.
.
Langkah Kyuhyun cepat menyusuri koridor rumah sakit. Suara sepatunya menggema di lorong yang terlihat sepi itu. Terburu buru seakan sedang mengejar sesuatu. Matanya dengan jeli namun bergerak cepat mengecek setiap nomor kamar yang terpampang di pintu.
Pikirannya terganggu oleh suara tangis Sungmin yang pecah saat menghubungi Kyuhyun lewat ponsel. Meminta Kyuhyun supaya cepat ke rumah sakit. Kyuhyun pada awalnya sedang sibuk dengan kuliah, terpaksa membolos tidak tahan dengan tangisan Sungmin yang terus menggema di telinganya.
Sesuatu telah terjadi.
Sesuatu telah berhasil membuat Kyuhyun tidak nyaman dan ingin segera menyusul Sungmin. Sungmin yang kini sudah berstatus sebagai istri Kyuhyun.
Bahkan sampai detik ini Kyuhyun belum tahu alasan kenapa dia bisa berada di rumah sakit ini. Yang dia tahu hanya Sungmin yang terdengar menangis saat menghubungi Kyuhyun lewat ponsel. Dan itu berhasil membuat Kyuhyun panik.
Siapa yang tidak panik kalau mendengar istrinya menelpon dengan suara serak menahan tangis?
Kyuhyun berdecak sebal. Sudah dari tadi dia mencari, namun ruangan yang dimaksud Sungmin belum terlihat ujung pintunya sekalipun.
"Sungmin-ah.." suara Kyuhyun tercekat melihat Sungmin dengan mata merah dan sembab, duduk di kursi yang berada samping kasur.
"Kyu.." Sungmin yang menyadari keberadaan Kyuhyun segera berdiri. Dihapusnya sisa sisa air mata di pipinya. Perbuatan yang percuma karena air mata baru terus keluar menganak tanpa bisa ditahan.
"A.. ada apa?" mata Kyuhyun menangkap sesosok pria berumur yang terbaring lemah di atas kasur. Pria itu tersenyum melihat Kyuhyun datang. Bibir pucat pria itu memamerkan senyuman memilukan, siapa saja yang melihatnya akan langsung tahu bahwa pria itu menderita oleh sakitnya.
Kyuhyun membalas senyum pria itu.
Perlahan Kyuhyun, berjalan menghampiri Sungmin. Dirangkulnya bahu Sungmin erat, "Kita berbicara diluar," bisiknya. Sungmin mengangguk pelan.
"Appa, aku keluar sebentar, aku janji akan kesini lagi." Sungmin berucap lembut, dikecupnya kepala sang ayah singkat.
Kyuhyun menundukan tubuhnya sopan, menunjukan rasa hormat pada pria itu.
Sungmin masih tidak rela meninggalkan ayahnya walau sejenak. Telepon dari rumah sakit, berita buruk, kondisi ayahnya. Oh.. apa lagi kabar buruk yang harus diterima Sungmin nanti? Sungmin takut kemungkinan kabar paling buruk dalam hidupnya akan terdengar dalam waktu dekat. Sungmin sungguh belum siap.
Kyuhyun membopong tubuh Sungmin, mengajaknya untuk keluar. Sungmin hanya mengikuti tubuhnya yang dibopong oleh Kyuhyun dengan langkah terseok seok. Hingga akhirnya Sungmin sadar bahwa dirinya sudah berada di koridor rumah sakit.
Sungmin merasakan tangan hangat Kyuhyun memeluknya. Membawa Sungmin lebih dalam menyelami kenyamanan tubuh itu. Sejenak Sungmin mengalami rasa damai menguasai. Selalu seperti ini, rasa pelukan Kyuhyun masih sama seperti saat pertama mereka bertemu. Menenangkan, juga menghanyutkan.
"Kau boleh menceritakannya," bisik Kyuhyun lembut.
Jantung Sungmin kembali berpacu, perkataan Kyuhyun telah membuatnya ingat kejadian buruk tadi. Posisi mereka berdua yang masih saling berpelukan membuat dada mereka bersentuhan. Dengan jelas, Kyuhyun merasakan jantung Sungmin yang kembali bekerja lebih cepat.
"Aku tidak tahu Kyu, aku tadi sedang berada di kampus, lalu tiba tiba saja rumah sakit menelponku dan menyuruhku agar kesini secepatnya. Tentu saja aku panik. Saat sudah sampai sini, pihak rumah sakit bilang bahwa keadaan Appa semakin buruk. Dan.. a–aku.." Sungmin terbata. Air mata kembali mengalir dipipinya.
"Ah, jangan menangis.." Kyuhyun pusing sendiri. Dia sudah lama tidak melihat Sungmin menangis lagi, terakhir kali melihat Sungmin menangis adalah saat Sungmin mendengar berita bahwa dia lumpuh permanen. Itu sudah terjadi 8 bulan yang lalu.
"Aku harus bagaimana, Kyu? Hiks.. dokter bahkan sudah angkat tangan. Aku takut Kyu." Sungmin terisak.
Kyuhyun jadi iba. Ia tahu, pria yang sedang berada di dalam kamar ini adalah orang paling berharga di hidup Sungmin. Pria itu adalah satu satunya keluarga yang Sungmin punya sekarang. Tanpa pria itu, Kyuhyun tidak tahu bagaimana kehidupan Sungmin selanjutnya.
"Jangan menangis kubilang. Tenangkanlah dirimu, aku yakin ayahmu tidak akan kenapa-napa. Dia pria yang kuat bukan?" Kyuhyun menghapus air mata Sungmin yang meleleh di kedua pipi mulusnya. Dalam hati, Kyuhyun bahkan tidak yakin dengan ucapannya sendiri.
.
==oO Look at Me Oo==
.
.
"Kyuhyun-ssi aku tahu kau adalah pria yang sangat baik. Kau telah membuat anakku bersemangat melanjutkan hidup, meskipun waktu itu Sungmin sudah divonis tidak akan pernah bisa berjalan lagi."
"Kau adalah anak yang sangat bertanggung jawab, aku tahu dari caramu bertanggung jawab ketika kejadian 8 bulan yang lalu."
"Aku ingin minta maaf karena aku telah berbuat kasar padamu waktu itu, sungguh karena aku takut Sungmin mengalami hal buruk."
"Aku sangat takut meninggalkan dunia ini, aku masih ingin menjaga Sungmin. Namun karena dirimu, aku percaya Sungmin akan aman disampingmu."
"Tolong jaga anakku."
"Aku percaya padamu, Kyuhyun-ssi."
.
==oO Look at Me Oo==
.
.
"Ngahh.. hahh.. hahh.." Kyuhyun terbangun dari mimpi buruk itu lagi. Dadanya terasa sesak, nafasnya terasa lebih sulit, tenggorokannya terasa tercekik oleh perasaan aneh yang selalu menyelimuti Kyuhyun setiap bangun tidur. Dipeganginya dada yang naik turun itu, terasa pula jantung Kyuhyun yang berdetak berpuluh puluh kali lebih cepat dari biasanya.
Peluh mengalir deras di pelipis pucatnya.
"Ngahh.. mimpi itu." Kyuhyun mengerang, kepalanya terasa pusing dan berdenyut denyut.
Untuk kesekian kalinya Kyuhyun di hantui mimpi buruk itu lagi. Mimpi yang menyiksa Kyuhyun setiap malam, setiap hari. Bahkan mimpi itu terus saja terbayang bayang sampai siang. Kyuhyun benar benar sulit melupakan mimpi mimpi itu.
Jiwanya ingin menjerit mengingat dirinya yang bodoh. Dirinya yang telah membuat sebuah dosa besar. Entahlah ada yang mau mengampuni dirinya atau tidak.
Perkataan orang itu selalu mendengung di telinga Kyuhyun seakan meminta pertanggung jawaban atas janji yang sempat Kyuhyun ucapkan.
Kyuhyun telah membuat sumpah, di hadapan ayah Sungmin, Sungmin, dan tentu saja kedua orang tuanya sendiri. Dia telah bersumpah akan menjaga Sungmin sampai kapanpun. Dia telah berjanji akan setia dan melindungi Sungmin sampai mati. Orang tua Kyuhyun bahkan mendengarnya, mendengar Kyuhyun mengucap sumpah di hari kematian ayah Sungmin.
Kyuhyun tentu saja sadar akan semua sumpahnya. Dia 100% sadar. Tidak ada paksaan, tidak ada alkohol atau apapun yang mempengaruhi pikiran serta ucapannya.
"Tentu, aku bersumpah akan melindungi Sungmin, sampai kapanpun."
Kyuhyun merasa kalimatnya itu diputar ulang layaknya sebuah rekaman. Rekaman yang membuat Kyuhyun makin merasa bersalah. Serentet kalimat yang diucap oleh Kyuhyun, namun menjadi bumerang balik untuk Kyuhyun.
Dan sekarang? Apa wujud dari ucapan Kyuhyun itu?
Tidak ada. Tidak ada wujud pertanggung jawaban apapun atas sumpahnya.
Mungkin tuhan ingin mengutuk Kyuhyun.
"Apa usahaku selama ini kurang?" Kyuhyun bermonolog. Pikirannya kembali melayang entah kemana, membayangkan betapa menderitanya Sungmin ketika hidup bersamanya. Kyuhyun tau, dia yang paling pantas disalahkan atas semua kejadian ini.
Dan Kyuhyun pun susah payah berusaha bertanggung jawab atas semua masalah ini. Setiap malam, Kyuhyun selalu dibebani pikiran pikiran tentang kesalahannya, penderitaan Sungmin, dan semua janji serta sumpah yang pernah Kyuhyun ucapkan.
'Apa aku masih belum bisa membahagiakan Sungmin?'
Kyuhyun membatin. Kembali dia teringat kejadian minggu lalu. Saat dirinya menyatakan janji LAGI, dengan tidak akan mendekati wanita atau orang lain demi Sungmin. Sungmin pun balas berjanji tidak akan mendekati pria manapun, atau bermesraan lagi dengan siapapun, hanya untuk Kyuhyun.
Meski hanya ada pengucapan janji, tanpa diselingi kata cinta, suka, dan kalimat sayang sebagainya. Mereka masih belum percaya pada hati mereka sendiri. Mereka masih ragu dan takut mengambil jalan.
Mereka masih takut perasaan mereka salah.
Apa mungkin yang membuat Sungmin masih menderita sampai saat ini adalah perasaannya?
Apa mungkin dia menderita karena terlalu lama menunggu ungkapan cinta dari seorang Cho Kyuhyun?
.
==oO Look at Me Oo==
.
.
Kyuhyun menatap Sungmin dihadapannya dengan raut bingung.
Hampir sebulan.
Hampir sebulan setelah Sungmin bilang bahwa dirinya sakit, dan kini Sungmin tampak terlihat sudah sangat sehat. Wajahnya tidak sepucat waktu itu. Jangan lupa Sungmin orang yang aktif dan akan bergerak kesana kemari jika sedang sehat. Itulah yang sedang terjadi sekarang. Kyuhyun berani bersumpah dia melihat Sungmin tersenyum riang sambil menyiapkan sarapan untuk mereka. Berjalan mondar mandir kesana kemari di dapur.
Namun ketika sudah waktunya sarapan, Sungmin malah mendadak malas, tidak bernafsu makan. Wajahnya menunjukkan bahwa dia sangat enggan dan terlalu jijik untuk memasukan semua makanan yang tersaji kedalam mulut.
Kyuhyun berdecak. "Sudah sebulan," ucap Kyuhyun tiba tiba.
Sungmin tersentak, "apanya yang sudah sebulan?"
"Sudah sebulan kau terlihat tidak nafsu makan, padahal jelas jelas kau tampak terlihat sehat dan riang seperti biasanya." Tegur Kyuhyun. Dia meletakkan sendoknya di piring, menautkan semua jemari di tangannya. Diperhatikan wajah Sungmin yang kini menatapnya kaget.
"Ng–aku hanya tidak nafsu makan. Apa itu salah?" Sungmin mulai meremas remas ujung bajunya, yang berarti Sungmin sedang gugup saat ini.
Kyuhyun bukannya tidak melihat kegiatan Sungmin barusan, dia sangat tahu kebiasaan Sungmin. Sungmin pasti sedang gugup. Ada yang disembunyikan oleh Sungmin, tapi Kyuhyun tidak tahu apa. Haruskah Kyuhyun memaksa Sungmin untuk memberitahukannya?
"Apa yang dikatakan dokter padamu sebulan lalu? Kau sakit apa?" kejar Kyuhyun, dia tidak mau istrinya itu menyembunyikan sesuatu. Bukannya sebulan lalu Sungmin dan Kyuhyun sudah berjanji tidak akan saling merahasiakan?
Sungmin tampak berpikir, "tidak ada"
Kyuhyun mengerutkan kening, sebelah alisnya terangkat. "Lalu untuk apa kau ke dokter jika tidak ada apa apa?" Kyuhyun makin memojokkan Sungmin dengan semua pertanyaannya.
Yang ditanya hanya menggigit bibirnya sebentar, lalu menatap makanan dihadapannya gelisah. "Kau tahu kan beberapa minggu ini aku sempat banyak pikiran? Dokter bilang i―itulah penyebab beberapa hari ini aku kehilangan nafsu makan, ng―kurang lebih begitu kata dokter."
Sungmin mulai berakting seakan akan memang dia sedang banyak pikiran, kata katanya juga terdengar sangat meyakinkan. Ia memang sudah menyiapkan ini semua jika tiba tiba Kyuhyun bertanya. Semua jawaban itu tentu saja hanya sebuah karangan.
"Apa itu sudah jelas, Kyu? Kau masih ingin bertanya?" tambahnya lagi.
Kyuhyun menggeleng, tampaknya dia sudah percaya. Sungmin tersenyum kecil, dia tidak perlu lagi membuat karangan karangan aneh untuk membohongi Kyuhyun. Lagipula dia tidak sanggup untuk membohongi Kyuhyun lebih lama dan dengan alasan yang lebih banyak lagi.
"Baiklah, kalau begitu cepat habiskan makananmu. Aku tidak suka melihat tubuhmu yang kian lama kian kurus." Kyuhyun mengomel, ditunjuknya sesekali badan Sungmin yang memang benar tampak makin kurus setiap harinya.
Anggukan lemah telihat dari Sungmin.
Disisi lain Kyuhyun tampak memikirkan sebuah hal, ia melirik Sungmin sesekali sambil tangannya masih setia pada sarapan yang dibuatkan Sungmin untuknya.
Entah ada apa, yang jelas ia tiba tiba teringat pada suatu hal yang sudah ia tahan tahan lebih dari tiga minggu ini. Dan itu membuat Kyuhyun merasa aneh. Ambigu memang, karena pagi ini hal itu muncul begitu saja di kepala Kyuhyun. Mungkin karena ini masih pagi, dan sepertinya Kyuhyun mengalami masalah wajar yang dialami pria saat pagi hari "Hmm.. Min?" Kyuhyun rasa ini waktunya yang tepat untuk err―memintanya pada Sungmin. Menahan itu tidak enak, begitupula dengan Kyuhyun.
"Ne?" Sungmin mengangkat kepala menatap Kyuhyun.
"Kau tau―ng.. sudah lebih dari tiga minggu ini kita―ng.." Kyuhyun terbata.
Kening Sungmin berkerut bingung, tumben sekali Kyuhyun terbata bata di hadapannya. Sepertinya Kyuhyun ingin meminta sesuatu "Apa lagi Kyu?"
"Ng―itu.." Kyuhyun merasa kesulitan mengungkapkannya, ia merutuki dirinya yang tampak sangat bodoh saat ini. Demi tuhan ia tidak menyangka akan segugup ini, padahal ia sudah biasa meminta hal yang sewajarnya ia lakukan bersama istrinya! Kalian tentu bisa menebak..
Kelopak mata Sungmin mengerjap bingung, ia agak telat menangkap arti kalimat Kyuhyun "Apa?" tanyanya makin penasaran.
Kyuhyun menghela nafas, memantapkan hati serta keberaniannya yang tiba tiba hilang, ia harus meminta hal ini pada Sungmin. Ia sudah menahan ini semua hampir tiga minggu lamanya. Dan Kyuhyun harus mendapatkannya!
"Kita sudah lama tidak melakukan ng―hubungan suami istri kau tahu? Hm―dan aku.. menginginkannya.." ungkap Kyuhyun jujur.
Seketika itu wajah Sungmin memerah. Permintaan yang frontal itu membuat Sungmin malu, meski Sungmin tahu ia tak sepantasnya malu karena toh ia melakukannya dengan suaminya sendiri. Tapi yang membuatnya malu adalah Kyuhyun yang tampak begitu menginginkan itu semua, ia merasa Kyuhyun sedikit menderita menahan hasrat itu. Sungmin yakin Kyuhyun ingin meminta hal itu dari lama, hanya saja hubungan mereka yang beberapa minggu lalu kurang baik membuat Kyuhyun mengurungkan niatnya. Rasa gagal sebagai istri sempat muncul pada diri Sungmin.
Kyuhyun melirik arloji yang bertengger di tangannya sekilas, ia sedikit membuat ekspresi pura pura berpikir "Masih ada waktu sejam sebelum kuliah kita dimulai.. dan―bisakah kita―"
"―Kau boleh melakukannya.." sela Sungmin sembari tertunduk menyembunyikan rona merah hebat di kedua pipinya. Jangan salahkan Sungmin yang begitu pasrah menerima, karena ia juga merasa tidak enak dengan Kyuhyun, lagipula sudah lebih dari tiga minggu.. dan Sungmin tidak bisa bohong kalau ia sebenarnya juga menginginkan.
Mendengarnya, Kyuhyun menyeringai. Itulah kalimat yang ia tunggu dari Sungmin, ia bagai menemukan air di padang pasir saking bahagianya. Lagipula Kyuhyun tahu, Sungmin tidak akan bisa menolaknya. Tanpa menunggu, Kyuhyun segera menghampiri Sungmin, dan berdiri tepat di sebelahnya. Tangannya mulai menelusuri wajah putih mulus itu, dan berakhir di dagu. Sedikit menarik dagu Sungmin pelan hingga Sungmin menengadah menatapnya. Kyuhyun makin menyeringai melihat rona merah yang semakin lama semakin jelas terlihat disana.
Perlahan ia mendekatkan bibirnya ke bibir Sungmin, menghembusan nafas hangatnya di wajah merona itu. Sedikit menunduk untuk menggapai wajah Sungmin, hingga akhirnya ia berhasil menyentuh bibir plum menggoda itu. Ia mengecapi rasa manis bibir Sungmin yang begitu ia rindukan, merasakan betapa bibir itu sering menjadi candu untuknya.
"Eummh.."
Sungmin merasa jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. Meski ia sudah sering menyatukan bibir mereka, entah mengapa rasanya hari ini bibir itu begitu mengundang nafsunya. Dengan jelas Sungmin dapat merasakan senyuman Kyuhyun di antara ciuman mereka.
Sungmin pasrah saat lidah Kyuhyun terasa membelai belahan bibirnya. Mengalirkan saliva Kyuhyun yang tak tertampung hingga turun ke mulut Sungmin. Ia mulai mengalungkan tangannya di leher Kyuhyun sembari membuka mulutnya memberi akses lebih pada benda basah kenyal milik Kyuhyun. Ia melenguh meski yang ia dapat baru ciuman, karena memang ciuman Kyuhyun sangat memabukkan untuknya.
Kyuhyun makin menggila, ia dengan gerakan cepat sudah membuka semua kancing baju Sungmin. Membiarkan kemeja itu menggantung di tubuh Sungmin sambil tangannya membelai dada Sungmin lembut. Jari jarinya menemukan dua buah benda kecil berwarna pink kecoklatan yang sudah menegang.
"Mmmh~"
Ia kembali menyeringai dalam ciumannya saat lenguhan Sungmin terdengar. Sengaja ia memainkan jarinya di nipple itu dengan gerakan memutar. Ia memilin benda kecil itu hingga membuat Sungmin makin kuat meremas kerah bajunya, lenguhan Sungmin bahkan sudah tak terbendung. Jari jarinya mencubit serta menarik pelan benda kecil sensitif itu.
"Nghh~ mmhhh.."
Mereka benar benar bermain cepat, nafsu yang menumpuk membuat mereka lupa segalanya. Hasrat yang tertahan membuat mereka ingin segera dan melepaskan getaran kenikmatan tersendiri ketika berhasil melakukannya. Lenguhan lenguhan mereka ciptakan sebagai pengiring kegiatan penuh kenikmatan yang sebentar lagi akan mereka lalui.
.
==oO Look at Me Oo==
.
"Akhhh! Nghhh.. m―masukanhh lagih.." pinta Sungmin sambil menggigit bibir bawahnya kuat menahan sakit. Kepala junior Kyuhyun sudah memenuhi tubuh sempitnya di bawah sana, menggesek gesek dinding rektumnya menimbulkan rasa panas dan perih bersamaan. Sungmin terus terusan melenguh juga meringis menahan sakit di sana.
Sungmin yang kini tengah berada di atas meja makan mencoba meraih tepi meja untuk dijadikan pegangan, dengan posisi menungging.
"Minhh.. sshh.." Kyuhyun tak kuasa menahan desahan lolos dari bibir seksinya saat mencoba memasukan kepala juniornya. Ia makin tak sabaran saat melihat pemandangan di depannya begitu menggairahkan―Sungmin yang sedang menungging di atas meja makan―ditambah kini ia dihadapkan dengan hole Sungmin yang berkedut mengundang dimasuki.
"Eunghhh.. mmhh.. terushh Kyuhh.."
Ia menghentakan pinggulnya kuat, melesakkan junior besarnya ke dalam tubuh hangat Sungmin. Kyuhyun merasa batangnya terjepit kuat di dalam sana. Hole Sungmin terlalu ketat, efek dari tiga minggu tidak melakukan mungkin?
Sungmin membelalakkan mata "Akhh! nghh.. ahhh.." ia merasa rektumnya penuh oleh batang itu. Junior Kyuhyun melesak masuk makin dalam, membuat ia mendesah dan mengejang merasakan kepala junior Kyuhyun menyentuh titik titik kejut disana.
"Ssshh.." Kyuhyun menggerakan pinggulnya cepat, menarik dan mendorongnya makin dalam.
"Ahhh! Ngahhh.. lagiihh kyuhh~" Sungmin makin mendesah hebat saat kepala junior Kyuhyun menusuk prostatnya telak. Sungmin mengerang lebih kuat merasakan kenikmatan begitu batang besar itu kembali menusuk prostatnya kasar. Ia benar benar menikmati setiap hentakan tubuh Kyuhyun di dalam sana.
"D―disanah Kyuhh! Annhhh.. sshh.. masukanh lebih dalamh anghh.." Sungmin benar benar sudah tidak dapat menahan nafsunya, persetan dengan kalimat kotor dan nakal itu! Ia menginginkan batang Kyuhyun di dalamnya! Ia ingin batang Kyuhyun menusuk prostatnya berkali kali! Ia ingin batang besar itu menggesek dinding rektumnya hingga ia tidak bisa menghentikan desahan kenikmatan!
Sungmin makin menunggingkan tubuhnya, membiarkan junior Kyuhyun menusuknya makin dalam dan bergerak liar di dalam sana. "Ahhh~ Kyuhyunieh.. ini enakhh.. nghhh.. terushh.." desahan keenakan Sungmin terdengar. Sungmin mulai ikut menggerakan tubuhnya, holenya menghisap batang Kyuhyun hingga terdengar kecipak tubuh mereka yang bersatu.
"Minhh.. kau sangathh.. sempith.. ahh!"
"Ahhh~ Kyuhh.. ughhh…"
Kyuhyun menyeringai, desahan Sungmin membuat juniornya makin terasa membengkak dan mengeras. Libidonya sudah sangat naik hanya karena desahan indah dan erotis dari Sungmin. Tangan Kyuhyun tidak tinggal diam, ia meremas bongkahan padat bokong Sungmin kuat. Sambil berusaha memasukkan tubuhnya makin dalam. Gesekkan batangnya dengan dinding rektum Sungmin membuat rasa panas dan nafsu untuk mempercepat hentakkannya. "Kauh.. m-menyukainya? Sshh.."
"S―sangathh.. uhhh.. ohh! Ini.. t-terlaluh nikmath.." Sungmin berucap di antara desahannya yang semakin menjadi jadi.
Tangan lainnya mulai meraba dada Sungmin dari belakang. Mencari benda kecil berwarna pink kecoklatan yang jika ia manjakan bisa membuat Sungmin makin mengerang keenakan. Dimainkannya benda kecil itu sesekali menusuknya dengan ujung jari.
"Nghhh.. sshhh.. ohhh~" Sungmin memejamkan matanya menikmati hentakkan junior Kyuhyun yang makin memasukki dirinya, juga tangan Kyuhyun yang kini tengah memanjakan dada serta nipplenya yang sudah kemerahan, ia membuka mulutnya membiarkan desahan lolos.
Tangan Sungmin kemudian beralih pada dadanya sendiri, membantu jari jari Kyuhyun memelintir dan mencubit benda kecil itu "Akhhh~ eunghh.." ia memekik sendiri merasakan sensasi tersengat menjalar di dadanya.
"Kyuhhh~ anghhh.. lebihh cepathh! sshh.. sebentarh lagi akuh—"
Kyuhyun mengerti, hole Sungmin mulai berkedut lebih kuat meremas remas batang besarnya. "Minhh aahhh.." Kyuhyun mendesah hebat, ia mempercepat hentakkan pinggulnya. Menarik tubuhnya keluar masuk dari hole ketat Sungmin dengan susah payah, hole Sungmin terasa menghisap tubuh Kyuhyun seakan enggan membiarkan batang itu jauh darinya.
"Akhh! Ngaahh.." Sungmin kembali memekik saat junior Kyuhyun memasuki dirinya kasar dan menemukan lagi prostatnya. Memaksa masuk lebih dalam dan cepat ke dalam tubuhnya. Menumbuk titik sensitifnya dengan hentakan kasar.
Sungmin merasakan miliknya sendiri yang sudah menegang hebat, sesuatu di dalam sana terasa ingin melesak keluar. Begitu pula dengan milik Kyuhyun yang terasa makin mengeras di tubuh hangatnya, juga gerakan tubuh Kyuhyun yang begitu bernafsu secara cepat keluar masuk dari hole-nya.
"AAHHHH~" tubuh Sungmin melengkung dengan indahnya, ia mengejang hebat disertai cairan putih kental yang keluar dari kejantanannya. Ia mengatur nafasnya yang menderu bersahut sahutan. Tubuhnya terasa lemas setelah ejakulasi yang ia alami sembari mendesah merasakan sisa sisa kenikmatan yang masih menempel.
Di belakangnya Kyuhyun masih setia memaju mundurkan pinggulnya dengan gerakan tidak bisa dibilang pelan. Kyuhyun merasakan tubuhnya ikut menegang hebat dan batangnya mengeras di dalam sana. Ia meremas butt Sungmin kuat sambil berteriak melirihkan nama Sungmin saat juniornya menyemburkan cairan yang sama dengan Sungmin hingga memenuhi hole sempit dan basah itu. Rasa hangat dan lengket berbaur meliputi Sungmin saat Kyuhyun berhasil mengeluarkan cairannya disana, memberikan kesan nyaman tersendiri bagi Sungmin.
Kyuhyun dan Sungmin tampak mengatur nafas mereka yang memburu, keringat mengalir deras di kedua pelipis mereka menandakan betapa hebatnya mereka bergerak, beradu, mengerang, mendesah dan merasakan kenikmatan yang amat sangat. Sungmin menoleh ke belakang, memergoki Kyuhyun tengah tersenyum memperhatikan wajah penuh peluhnya. Ia kembali merona, sebuah senyum balasan Sungmin berikan pada Kyuhyun untuk menutupi rona di wajah.
"Ssshhh.." keduanya sedikit mendesah lagi saat melepaskan tautan tubuh mereka.
.
==oO Look at Me Oo==
.
.
"Selesai mandi, kita langsung ke kampus. Mulai hari ini aku yang akan mengantarkanmu." Kata Kyuhyun sambil meraih dagu Sungmin, dan mengecup bibir ranum itu sekilas.
"B–benarkah?" terlihat jelas keraguan dari cara Sungmin bicara. Dia masih takut Kyuhyun meninggalkannya seperti waktu itu.
"Tentu." Jawab Kyuhyun mantap.
"Tanpa ditinggal lagi?"
"Ya, aku janji." Sebuah janji lagi terucap dari bibir Kyuhyun. Semoga janji itu dapat dibuktikan oleh Kyuhyun. Segera Kyuhyun menarik dagu Sungmin, lalu mengecup lagi bibir Sungmin sekilas.
Sungmin tersenyum kecil menerima ciuman itu.
Dalam hati Sungmin bahagia melihat Kyuhyun dapat melakukan semua ini padanya. Berjanji dan mulai bisa menepati semua janjinya, tidak seperti yang dulu dulu. Sungmin berharap Kyuhyun dapat lebih dalam memperlakukan Sungmin, bukan hanya memberikan nafkah dan kenikmatan sebagai kewajiban seorang suami. Namun dalam memberikan seluruh perasaannya untuk Sungmin.
Lalu mengapa Sungmin belum bisa memberitahukan berita bahagia soal kehamilannya?
Itu karena Sungmin masih belum bisa yakin pada perasaannya. Ditambah lagi dengan Kyuhyun, apa Kyuhyun sudah siap menerima anak itu?
Jika Kyuhyun tidak mencintai sungmin bagaimana? Bukankah anak itu hanya akan menjadi beban nantinya? Jika Kyuhyun masih sering bermain dengan wanita lain bagaimana? Bagaimana jika Kyuhyun masih seperti dulu yang sering bermain dengan wanita?
Jika memang dasarnya Kyuhyun tidak bisa berubah, tidak mungkin Sungmin memaksa. Jika Kyuhyun memang dasarnya tidak cinta, tidak mungkin Sungmin menuntut. Anak itu pasti menjadi penghalang.
Sungmin benar benar bingung sekarang.
Mungkin Sungmin akan tetap merahasiakan semua sampai waktunya tiba. Sampai Sungmin yakin bahwa Kyuhyun dapat menerima anak itu dengan ikhlas.
Semua memang ada waktunya.
Semua pasti ada waktunya.
.
==oO Look at Me Oo==
.
.
"Min, hari ini terlihat mendung. Sepertinya akan hujan." Kyuhyun tampak sesekali memperhatikan langit sambil tangannya sibuk menyetir mobil yang kini tengah ia kendarai.
"Memang beberapa hari ini hujan terus menerus, Kyu. Jika memang hari ini hujan kau mau apa? Kau takut hujan?" Sungmin terkikik. Diliriknya wajah Kyuhyun yang tampak cemas.
"Tsk, bukan takut. Hanya saja aku tidak suka hujan. Dingin, basah, dan… kau harus berhutang membuatku hangat nanti malam, kau telah menertawaiku." Kyuhyun mendengus kesal, dicubitnya pipi Sungmin kuat membuat Sungmin tertawa lagi sambil meringis mengelus pipinya.
Namun mata Sungmin melebar saat menyadari arti kalimat Kyuhyun, terlihat seperti meminta jatah, dan sepertinya memang benar. "M-mwo―tapi kau–nanti―aish!" Diacak acak rambutnya sendiri, Sungmin bingung jika memang nanti malam Kyuhyun benar benar meminta jatahnya. Sungmin belum konsultasi lagi pada dokter mengenai sex ketika sedang mengandung, ia takut jika terlalu sering akan melukai kandungannya. Bukankah mereka tadi pagi baru saja melakukan?
"Sudahlah jangan protes, lebih baik kita turun. Sudah sampai Min." segera Kyuhyun memarkirkan mobilnya. Ia turun dan membukakan pintu untuk Sungmin.
Sungmin hanya menurut saat tangan Kyuhyun menariknya keluar mobil. Mereka berjalan beriringan melewati koridor kampus dengan jarak satusama lain yang terlampau dekat. Membuat beberapa orang melirik mereka dengan tatapan aneh. Jangan lupakan tangan Kyuhyun yang kini merangkul mesra pinggul Sungmin. Membuat wajah Sungmin memanas. Sungmin menatap wajah Kyuhyun disebelahnya yang tampak sangat sangat santai meski banyak yang memperhatikan mereka. Orang ini benar benar gila, batin Sungmin.
Hingga saat Sungmin merogoh sakunya, dia menyadari bahwa ponselnya tertinggal di mobil.
Sungmin menghentikan langkahnya tiba tiba membuat Kyuhyun terkejut. "Apa? Kenapa kau berhenti?" tanya Kyuhyun.
"Ponselku tertinggal di mobil sepertinya, aku ingin mengambilnya sebentar boleh?" pinta Sungmin.
Kyuhyun mendelik. "S–sebentar saja Kyu, boleh ya?" rajuk Sungmin. Wajahnya dibuat sememelas mungkin agar Kyuhyun mau mengizinkannya. Kyuhyun tampak menimang nimang sebelum akhirnya mengambil keputusan, dirogohnya saku celana itu untuk mengambil kunci mobil yang sempat ia simpan disana.
"Baiklah, tapi aku menunggu disini, kau cepatlah ambil ponselmu dan langsung kembali kesini. Mengerti?" jelas Kyuhyun, memberikan kunci mobil itu pada Sungmin. Tangannya bergerak seakan mengisyaratkan Sungmin untuk cepat berlalu keparkiran. Sungmin hanya mengangguk dan segera melangkah.
Kyuhyun hanya menatap punggung Sungmin yang semakin lama semakin menjauh dan hilang tepat di tikungan koridor kampus. Ia menggeleng gelengkan kepalanya sambil tak habis pikir betapa cerobohnya anak itu.
Sambil menunggu, Kyuhyun memperhatikan beberapa orang lalu lalang di depannya. Kadang beberapa wanita tampak senyum senyum dan mengedipkan matanya nakal, membuat Kyuhyun terkikik geli. Sebegitu tampan-kah dirinya sampai semua orang terpesona? Kurang lebih itu isi hatinya. Ia sampai asyik dengan dunianya sendiri.
Sampai akhirnya seorang wanita yang tadinya berjalan, berhenti di hadapan Kyuhyun. Membuat Kyuhyun sedikit memperjelas pandangannya pada wanita itu.
"Kyuhyun oppa, sudah lama tidak bertemu.." ucap wanita itu lembut, suaranya merdu dan sangat Kyuhyun kenal membuat Kyuhyun mencoba mengenali sosok yang berada dihadapannya sekarang. Kyuhyun membalas tatapan wanita itu dengan sorot minta penjelasan, Kyuhyun benar benar lupa dengan wanita itu.
"Kau tidak mengingatku?" tanya wanita itu.
Kyuhyun menggeleng. Wanita itu menghela nafas, menampakkan kekecewaan yang amat sangat.
"Aku teman SMA-mu, kau benar benar tidak mengenalku?" tanya wanita itu lagi. "Bukankan kita pernah mengalami hubungan yang.. ng―lebih dari sahabat?" ungkap wanita itu terang terangan. Wanita itu tampak mencoba sekeras mungkin agar Kyuhyun dapat mengingatnya. Meski harus menggunakan cerita cerita masa lalu, dan tentang kenangannya bersama Kyuhyun. Benarkah wanita itu sempat memiliki hubungan seperti yang ia katakan barusan?
Kyuhyun membelalakkan matanya.
"S–seohyun?" tebak Kyuhyun. Matanya membulat sempurna saat menyadari bahwa wanita di hadapannya benar benar Seohyun. Wajahnya, suaranya, matanya, semua benar benar mirip dengan wanita masa lalunya. Atau memang hanya mirip?
Sekelebat bayangan masa lalu kembali berputar di otak Kyuhyun. Wanita inilah yang membuat Kyuhyun menjadi pria yang seperti ini. Menjadi pria yang selalu mempermainkan perasaan orang. Kyuhyun ingat betul bagaimana cara Seohyun meninggalkannya begitu saja, membuat perasaan Kyuhyun hancur. Hingga Kyuhyun hampir membenci semua wanita dan bertekad untuk balas menyakiti perasaan wanita.
Karena Seohyun pula Kyuhyun sering mabuk mabukan. Jangan lupakan kejadian dimana Kyuhyun menabrak Sungmin saat dia sedang mabuk berat. Juga hampir menyebabkan Sungmin kehilangan nyawanya, ditambah Sungmin yang makin menderita karena harus menjalani kehidupan seperti sekarang ini. Bisa dibilang inti masalah ini berawal dari Seohyun..
"Oppa~ aku sudah pulang dari Jepang, aku sudah kembali oppa." Wanita itu tanpa segan menghambur kepelukan Kyuhyun. Tanpa mempedulikan semua orang yang berada di koridor menatap mereka dengan tatapan penuh tanda tanya. Seohyun malah tidak peduli meski diperhatikan hampir semua orang.
Kyuhyun masih tidak percaya dengan semua ini. Setelah wanita itu menghancurkannya, meninggalkannya, dan membuat Kyuhyun terpuruk, kini wanita itu kembali lagi tanpa rasa malu. Kyuhyun merasakan tangan Seohyun memeluknya makin erat.
Kyuhyun tidak bisa melawan, tanpa sadar tangan Kyuhyun terangkat pelan untuk membalas pelukan Seohyun, mengelus punggung wanita itu lembut. Entah karena Kyuhyun hanya merindukan wanita ini, atau memang masih tersisa perasaan perasaan tertentu yang membuat Kyuhyun berani membalas pelukannya…
Wanita itu hanya tersenyum senang saat Kyuhyun membalas pelukannya. Dia menyamankan tubuhnya dan makin memeluk tubuh itu erat.
"Oppa~ aku sangat merindukanmu. Apa kau juga merindukanku?" ujar Seohyun. Kyuhyun hanya bisa menahan nafas saat melihat wajah itu tengah menatapnya dengan tatapan yang mungkin sangat Kyuhyun rindukan.
"A–aku juga merindukanmu." Jawab Kyuhyun. Wanita itu terkekeh dan tersenyum sangat lebar.
"Kau tahu oppa? Aku sekarang kuliah disini juga. Jadi kita bisa bersama lagi―" Seohyun menggantungkan kalimatnya.
Ditatapnya wajah Kyuhyun yang benar benar sempurna menurutnya. Sampai tatapan seohyun berhenti pada bibir Kyuhyun. Seohyun tanpa ragu mencium bibir itu dihadapan semua penghuni koridor kampus tersebut. Melumatnya pelan, sesekali menghisap.
Kyuhyun merasa jantungnya berhenti saat itu juga saat bibir itu dengan lancang menyentuh bibirnya. Membuat pertahanannya runtuh seketika, dia tidak kuasa melawan ataupun mendorong Seohyun. Dia seakan terhipnotis dan tak akan pernah bisa melawan.
"―seperti dulu." Lanjut Seohyun setelah tautan bibir mereka terlepas.
.
.
'TRAKK..' sebuah suara benda jatuh terdengar tidak jauh dari mereka, suaranya cukup keras untuk membuat Kyuhyun mengarahkan pandangannya pada asal suara itu.
Sebuah kuncil mobil yang terjatuh begitu saja dari tangan salah satu mahasiswa kampus tersebut. Mahasiswa itu tampak gelagapan tanpa mencoba mengambil kembali kunci mobil yang jatuh dari tangannya. Dia membiarkan kunci mobil itu jatuh begitu saja ke lantai yang berjarak tidak jauh dari Kyuhyun.
"M―maafkan aku, a–aku menggangku kalian." Suara orang itu bergetar saat mengucapkan kata maafnya. Dia tidak berani menatap wajah Kyuhyun yang kini mungkin terkejut melihat kedatangannya. Mahasiswa itu tertunduk, tangannya mengusap tengkuknya dengan gemetar hebat dan ia segera membalik badannya. Berjalan menjauhi mereka, semakin lama langkah mahasiswa itu semakin cepat.
Kyuhyun merasakan nafasnya tercekat saat itu juga, apalagi saat mengetahui siapa orang itu.
"Min―Lee Sungmin!" Kyuhyun berteriak memanggil nama orang tersebut sambil menepis kasar tangan Seohyun dari tubuhnya, mendorong wanita itu kasar tanpa meminta maaf. Dan segera mengejar pria yang dipanggilnya Sungmin tersebut.
.
==oO Look at Me Oo==
.
.
.
TBC
Mianhae update telat -_-v
Maafkan saya jika cerita ini terlalu membosankan atau terlalu pasaran. Saya hanya ingin mencoba menyalurkan bakat buruk saya lewat menulis. Ya saya tahu tulisan saya memang amburadul, tidak pantas dibaca. Tapi bisakah kalian hargai dengan memberikan review untuk ff sampah seperti ini?
Saya sedang suka sukanya dengan genre fantasy dan MPreg. Entah mengapa jika Mpreg biasanya berhubungan erat dengan fantasy. Ah lupakan pemikiran ngaco dan asal asalan tadi dari saya, yang jelas saya sedang gila gilanya dengan ff fantasy. Jadi saya memilih buat ff fantasy dulu ._.v
Lagi lagi Sungmin menderita disini. Ugh, saya harus mengakui ini tapi memang saya juga merasa jijik memikirkan adegan seohyun dan Kyuhyun disini *hoek*ambil kantung plastik*no bash!* dan saya sangat tidak rela Sungmin terlalu sedih disini. Tapi bagaimana lagi, saya sudah memikirkan ide cerita ini dari lama, dan hanya alur seperti itu yang menempel di otak saya. Tapi nanti Kyuhyun akan mendapat balasan seperti yang saya janjikan *janji janji mulu-_-v*yang jelas ini akan jadi happy ending, karena saya memang suka yang happy ending muehehehehe :33
Maafkan saya jika NCnya tidak terlalu hot. Saya tidak bisa membuat NC yang terlalu wahh. Entah kenapa meskipun saya yadong akut tapi tetap saja menuangkannya ke dalam tulisan itu sebuah hal yang sangat sulit. Awalnya saya tidak berniat membuat adegan NC, dan di chapt 2 kemarin itu adelah adegan terakhir. Namun saya ingin membuat Sungmin makin terasa dipermainkan oleh Kyuhyun.
Untuk sebulan ini, sepertinya saya sedang tidak bisa mengupdate/mempublish ff baru. Dikarenakan sebulan ini saya sedang dipenuhi dengan jadwal ulangan, uts, us, ujian praktek, try out dan err.. masih banyak lagi -,_- sebulan ini full saya ulangan tiap hari. Bisa kalian bayangkan betapa gilanya saya. Apalagi eomma saya langsung marah marah ketika tahu saya bukannya belajar malah main laptop+nonton mubank wkwkwk. Saya kena semprot dari pagi sampe malem karena nekad kabur buat nonton mubank *curcol*-_- saya pun dilarang membuka laptop sampai sebulan ulangan selesai. Asdfghjkl!
Maaf jika saya terlalu banyak menulis disini. Tentu kalian sangat tahu bagaimana cerewetnya saya saat menambahkan note note geje di bagian akhir. Dan.. hmm~ saya begitu suka menulis, jadi maafkan saya jika bagian ini terlalu panjang u,u
Terimakasih kepada reader yang telah menyediakan waktunya untuk membaca ff pasaran, aneh, gaje, sampah, dan tidak layak dibaca seperti ini. Sungguh saya ini hanya murid biasa yang masih baru dalam dunia tulis menulis. Sorry for typo, saya tidak sempat mengedit ff ini lagi heung ._.v
.
.
DON'T BE SILENT READER
DON'T COPAST
.
I Love My Readers
I Love KYUMIN
.
Sign,
.
-Yuki(YoonMingi)-
