Aku Tidak Mesum

:V-I-X-X:

:Kim Wonshik-Ravi:

Ruang Latihan

Ravi berkali-kali menggerutu mendengar ejekkan duo maknae evilnya. Bukannya sang eomma melerai, malah membenarkan apa yang dikatakan oleh duo evil itu.

"Ish! Sudah aku katakan bukan aku ti-" belum selesai ia bicara, Hyuk sudah menyela.

"Arraseo arraseo, kau tidak mesum, hanya tergoda, benar kan?" izinkan Ravi untuk menguliti maknaenya itu.

"Han Sang Hyuk sialan!" geramnya, namun Hyuk malah tertawa dengan kerasnya.

"Lihat saja kau , Hyuk! Wait my revenge!" Hyuk hanya memeletkan lidahnya dan pergi dari sana bersama dengan Taekwoon. Biasa appa dan anak.

"Ish sial!" kesalnya. Hakyeon dan Ken yang melihatnya hanya menggelengkan kepalanya, sedangkan Hongbin tertawa keras.

"Tapi yang dikatakan Hyuk dan Hongbin ada benarnya, Ravi!" ujar Hakyeon, Ravi mendeathglare eomma kesayangannya dan member itu. Ken dengan berbaik hati menggeplak kepala Ravi karena membuat eommanya takut.

"Ayolah Ravi~ fans juga tahu kau seperti apa, kkk~" Ravi mendelik sadis pada sahabat satu line nya itu, yang sialnya lagi kekasih dari maknae evilnya.

"Lebih mesum mana aku dengan Taekwoon hyung dan maknae –sok- imut itu?" tanya Ravi kesal, Hongbin menggeplak kepala Ravi. Enak saja kekasihnya dikatain. Hakyeon mendesis.

"Hanya aku yang boleh memanggilnya "Taekwoon", Kim Ravi!" Ravi meneguk ludahnya kelu dan mengangguk kecil.

"Arraseo eomma, mian!" ujarnya. Hongbin dan Ken tertawa keras.

"Meskipun begitu setidaknya, masih ada Hakyeon hyung yang memukul Leo hyung, dan Leo hyung yang masih punya pengendalian diri, nah Ken hyung? Dia mana mau memukulmu? Tak tegaannya itu yang kau manfaatkan, dasar Ravi mesum! Kekasihku tak sok imut ya! Kau pikir Hyukkie itu kau!" jelas dan sungut Hongbin. Ravi mendengus.

"Parah Leo hyung, percaya padaku!" ujar Ravi berusaha meyakinkan.

"Lalu siapa yang kemarin main serang di hadapan Hakyeon?" Ravi menegang kaget saat merasakan aura sang "appa" yang menakutkan.

"Err- itu, emm- kemarin ada kesalahan!" ujar Ravi mengelak, Ken sudah merona parah.

"Kesalahan seperti apa yang saat aku pulang "bau" dorm sudah berubah?" sindir Hyuk. Ravi yang terpojok hanya menggerutu.

"Mungkin kau perlu berlatih mengendalikan dirimu, AH! Taekwoonie~ kau bisa mengajarinya kan?" Taekwoon menyeringai dan mengangguk.

"Akan aku ajarkan!" sahut Taekwoon. Hyuk dan Hongbin berhigh-five ria.

"YAK HYUNG! HYUK JUGA PERLU!" ujar Ravi melempar imbas pada sang maknae. Taekwoon berbalik dan menatap Hyuk.

"Sepertinya begitu! Jadi kalian berdua! Akan tidur terpisah dengan kekasih kalian!" kedua seme itu melotot tak senang.

"APPA!" Taekwoon hanya menggumam lalu menepuk kepala Hakyeon lembut dan pergi dari sana.

"Kenapa diam saja? Ayo pulang!" Taekwoon menyeret dua seme yang sudah bagai tak bernyawa itu.

"Yang mesum Ravi yang kena dampak Hyuk!" gerutu Hongbin. Hakyeon dan Ken tertawa sesaat.

"Tapi, percuma saja, nanti kalau mereka tergoda ya sama saja~" ujar Ken.

"Tapi setidaknya tak akan main serang!" ujar Hakyeon.

"Leo appa juga suka main serang kan, eomma?" Hakyeon merona sesaat.

"Tapi tidak separah Ravi!" ujar Hakyeon yang diangguki keduanya.

.

.

Dorm

Taekwoon-Ravi-Hyuk's room

Dua seme itu sudah bagaikan tak bernyawa, beda dengan satu seme lagi yang nampak santai.

"Appaaa~ aku kan tidak semesum Ravi hyung! Kenapa aku juga kena?" tanya Hyuk protes tak terima.

"Diam saja!" ujar Taekwoon tegas, keduanya langsung ciut.

"Hyung kau nampaknya tak terganggu sedikitpun berpisah dengan Hakyeon eomma!" ujar Ravi.

"Aku sudah terbiasa!" jawab Taekwoon cuek.

"Appa, sampai kapan kita jadi satu kamar? Aku tak mau lama-lama berpisah dengan Binnie hyungg! Tepatnya aku tidak betah satu kamar dengan si mesum Kim ini!" rengek Hyuk. Ravi mendelik sadis pada maknaenya.

"Yang seperti ini seorang seme? Heol..." ejek Ravi, Hyuk mendelik sadis padanya. Tanpa ancang-ancang, ia memukul Ravi dengan bantal cukup kuat, membuat si rapper VIXX itu terjungkal dari tempatnya. Taekwoon memandang malas keduanya, dia akan turun tangan setelah ada pertumpahan darah.

"Kau seme bodoh!" Ravi balas memukul Hyuk dengan bantal.

"Tapi aku tidak sebodoh kau, hyung!" balas Hyuk.

"Seme berwajah uke!" Hyuk mendelik.

"Seme tukang tidur!" balas Hyuk.

"Taekwoon hyung juga tukang tidur!" lempar Ravi pada Taekwoon yang kini sudah siap melemparnya. BUK!

"Hyung!" Taekwoon pasang wajah datar.

"Siapa yang menyuruhmu memanggilku, Taekwoon, hah?!" Ravi mencibir pelan, ia lupa, kalau hanya Hakyeon saja yang bisa memanggil Taekwoon dengan nama aslinya, yang lain memanggil "appa" atau "Leo hyung".

"Arra arra mian!" ujarnya.

"Weeekkk!" Hyuk menjulurkan lidahnya mengejek Ravi, membuat rapper VIXX itu kesal.

"Dasar maknae meyebalkan!" kesal Ravi.

"Hyung bodoh!" ejek Hyuk, jangan lupakan adegan pukul bantal.

"Dongsaeng kurang ajar!" ejek Ravi.

"Hyung lebih kurang ajar!" balas Hyuk tak mau kalah, ayolah~ semua orang juga tahu maknae VIXX ini tak pernah kenal kata "kalah" dalam kamusnya.

"Dongsaeng tidak sopan!" ejek Ravi.

"Hyung tidak tahu tempat!" balas Hyuk. Taekwoon sekali lagi hanya menatap malas keduanya.

'Kalau capek juga berhenti!' batin Taekwoon.

"Seme manja!" ejek Ravi, Hyuk yang kesal memukul Ravi dengan bantal.

"Kalau aku seme manja memang masalah? Aku kan bermanja pada ukeku sendiri!" balas Hyuk. Ravi mendesis.

"Memang ada seme semanja dirimu? Seingatku Sungjae tak semanja kau?" balas Ravi. Hyuk menggertakkan giginya kesal pada sang hyung.

"Aku dan Sungjae beda hyung!" Ravi bersikap acuh.

"Dasar seme mesum Kim Ravi!" Ravi mendelik.

"Kau juga sama mesumnya Han!" dan adegan lempar-pukul-tendang bantal itu terus terjadi, hingga Taekwoon berjalan keluar.

"Kalau sudah selesai panggil aku, katakan padaku siapa yang menang nanti!" BLAM!

"Dasar Kim Ravi!"

"Diam Kau Han Sang Hyuk!"

.

.

Dua minggu berlalu sejak kejadian "Aku Tidak Mesumnya Ravi", dua seme yang pisah kamar itu kembali ke pelukkan uke masing-masing.

"Huweeee Binnieee hyunggg~" Hongbin hanya menepuk-nepuk pundak Hyuk.

"Huweeee Kennieeee~" Ken menghela nafas, membalas pelukan Ravi.

"Kalian seperti telah berpisah bertahun-tahun saja!" ejek Taekwoon, dua seme itu mendelik sadis pada hyungnya yang tengah merangkul pinggang Hakyeon.

"Situ sih enak! Sini?" kesal Ravi.

"Salah sendiri siapa suruh kau selalu main serang dan tak tahu tempat, eh?" tanya Ken.

"Taekwoon hyung juga!" dua namja tertua itu mendesis mendengar panggilan Ravi untuk Taekwoon.

"Kim Ravi~" Ravi terkekeh pelan.

"Mian, appa eomma!"

.

.

Dorm tengah sepi, hanya ada Ravi dan Ken saja. Mereka duduk bermesraan di sofa yang biasanya digunakan appa eomma mereka bermesraan.

"Aku ke dapur dulu, Ravi!" Ken pergi setelah melepas lengan Ravi yang melingkar di perutnya.

Ravi diam-diam mengikuti Ken ke dapur, memperhatikan namjanya yang tengah minum itu.

"Sshh" Ravi mendesis saat melihat air yang diminum Ken nampak menetes.

SRAK! BRUK!

"Eeungggh~ R-Raviihhhh~" desah Ken saat Ravi tiba-tiba menciumnya.

"Ravviiihh~ h-hentikanhhhh~" namun Ravi tak mengindahkan perkataan kekasihnya itu. ciumanya semakin dalam, tangan Ravi yang semula berada di pinggang Ken, menjalar naik menyusup ke dalam kaos, menemukan dua tonjolan kesukaanya. Ravi tekan dan pelintir salah satunya, membuat desahan Ken semakin menjadi.

"Annghh~ R-Ravviihhh~ unghh~" benda di selatan tubuh mereka masing-masing saling bergesekan. Ravi mendesis di sela ciumannya.

"S-sseesaakkkhh~" Ravi melepas ciumannya, namun detik berikutnya dia langsung menyerang leher Ken, memberi kecupan dan kissmark di sana.

"Kkkh-Akh! R-Raviihh!" Ravi menyeringai pelan. Jemari Ken meremas rambut Ravi yang kembali menciumnya dalam.

"Eunnghh~ cpppkk~ ermmh~ ahh~" PRANG!

"EOMMMAAAA APPPAAAA RAVVIII HYUNGG MESUM PADA KEN HYUNG DI DAPURR!" teriak Hyuk yang menemukan kedua hyungnya tengah bercumbu mesra di dapur.

"KIM RAVIIII!" teriakkan Hakyeon eomma menggelegar saat itu juga. Kedua namja yang bercumbu itu melepas ciuman mereka, wajah Ken merona, sedang Ravi memucat.

'Maknae sialan!'

"Dasar mesum! Weeekkk~ rasakan!" ejek Hyuk, Ravi mendelik pada maknae.

'Wait my revenge, Han Sang Hyuk!' tapi sekarang Ravi harus menunda dulu acara balas dendamnya untuk Hyuk, masalah utamanya adalah sosok sang "appa" yang sudah berdiri di hadapannya dan Ken dengan wajah bagai singa lapar.

"Kim. Won. Shik." Ravi terkekeh pelan sembari menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

"Err- hyung- ituu-" Taekwoon mendesis.

"Lee Jaehwan mulai malam ini dan seterusnya kau satu kamar dengan Hakyeon! Dan kau, Kim Wonshik! Kau satu kamar denganku! Dan aku tak menerima penolakkan!" Ravi mendelik.

"Apppa~ jeballl~" Taekwoon pergi dari sana mengacuhkan anaknya.

"Cepat Jaehwan!" titah Taekwoon. Ken yang sadar segera mengikuti "appanya".

"Rasakan kau hyung! Dasar mesum!" sindir Hyuk.

"Ini berlaku juga untukmu, Han Sang Hyuk!" ucap Taekwoon dengan nada datar. Hyuk menelan ludahnya.

"Arraseo appa~" lirihnya, Ravi menyeringai senang, namun melas kemudian. Tak satu kamar dengan Ken membuatnya bagai di neraka, apalagi patner kamarmu itu "appa"mu yang bagai singa siap terkam mangsanya.

"Huh menyebalkan~" rutuknya.

"KIM RAVI!" teriak Taekwoon tegas.

"ARRASEEOOOO!"

.

.

TBC/END


oke, author minta maaf, seharusnya kemarin-kemarin bagian Ravi sudah muncul, tapi berhubung ceritanya baru selesai, ya baru di publish sekarang

oke seperti biasanya ne?

gomawo buat yang udah review read fav dan follow

saranghae^^