UNNAME

Cast : SuperJunior (13+2), EXO (12) and other

Summary: Ketika di dunia ini tidak punya harapan lagi tentang perdamaian. Ketika ketidak pedulian menjadi senjata hebat untuk tak terlibat lebih jauh. Mereka UNNAME, sekelompok orang tak bernama yang menjanjikan perdamaian lewat konspirasi, peneroran, separatis dan ribuan jalan yang mereka katakan "Jalan Kedamaian"

Rated: T

Genre: Adventure, Sci-fi, Crime, Friendship and Suspense

Disclaimer: Cast milik Tuhan dan FF ini milik "Unperfect Team". Kibum selalu di usahakan milik ika zordick.

Warning: Typos, World war setting, Usahakan anda cukup dewasa untuk beberapa adegan.

UNNAME

Bagian IV

Imagine City and Lee's Family

Matahari terlihat bersinar dengan terangnya, Hangeng hanya mengulum senyum saat melihat wajah lelah Leeteuk di kursi di samping kemudi—di sampingnya—yang tengah terlelap dengan melirik dari kaca dashboard mobil, menemukan Kibum yang masih sibuk mengutak atik IPADnya dengan Tao—kucing hitam persianya—yang berada di atas kepalanya, tertidur dengan begitu damai.

Dia melihat Heechul dan Yesung yang masih betah saling melempar tatapan membunuh, tidak ingin menyerah satu sama lain seperti anak kecil. Mereka bahkan sepertinya tak terlalu peduli dengan mata mereka yang mulai memerah dan aka harga diri sepertinya lebih berharga dari mata keduanya.

"Kau kekanakkan" Heechul kembali memulai.

"Lelaki sepertimu mana mengerti soal cinta" sindir Yesung tak menerima. Garis hidupnya yang terus menjadi seorang pimpinan battalion atau sekedar kapten kecil di grup perang membuatnya keras kepala dan tak ingin mendengarkan orang lain.

Hangeng berdehem, dia mengerti perasaan Leeteuk yang begitu lelah menenangkan keduanya sedari tadi."Kalian akan membangunkan Leeteuk kalau kalian terus bertengkar" mencoba membantu sebenarnya.

"DIAM KAU CHINA OLENG!" baiklah—keduanya sepertinya kompak untuk bagian menyiksa hanya menghela nafas, mungkin karena pemikirannya sebagai penulis muda yang dewasa sebelum waktunya dia tak ingin mengambil pusing.

"Kita akan ke Jepang terlebih dahulu" Kibum membuat suasana di mobil itu kembali ada suara mesin dari mobil yang tidak terlalu mewah keluaran Amerika yang di sewa oleh Leeteuk di San Fransisco beberapa hari yang lalu demi menjemput tahanan Alcatraz yang kini sudah menjadi bagian dari mereka."Bisakah kita singgah ke Korea Utara?"Tanya Yesung yang membuat Kibum menatapnya tajam.

Siiiingg…

Kibum mengangkat ipadnya dan kepalanya ia torehkan kepada Yesung yang kini memasang pose siaga. Seolah berhadapan dengan ribuan tentara—tidak, bahkan anak kecil di hadapannya jauh lebih mengerikan."Aku akan meledakkan kepalamu jika kau tak membawaku pada Sohee" Yesung berkata dingin, menatap tajam pada bola mata hitam kelam milik Kibum.

"Yawn~ miaww" kali ini suara Tao, menggantikan Kibum menatap tajam sang lelaki yang besar di camp militer tersebut. Tatapannya menyiratkan rasa kasihan bahwa umur Yesung yang bahkan belum sampai dua kali umur majikannya bisa saja berakhir detik ini juga.

"Kau lebih menjijikkan dari kotoran tentara Yahudi" suara Kibum terkesan … sangat menusuk dengan isi lontarannya."Berhentilah berhayal pangeran komunis itu akan menyambutmu sebagai kekasihnya. Kau akan menelan Uranium ketika sampai di sana"

Heechul ingin menghentikan Kibum namun sebuah suara lain menginterupsinya. "Dia akan menerimamu nanti Yesung—ssi, kedamaian yang kau janjikan padanya akan membuatnya bertahan hidup" Hangeng menyela, memberikan masukan khas orang berpendidikan.

"Kau bodoh!Dia bahkan tak bisa mengucapkan sepatah katapun karena depresi akibat di culik bocah ini" nafas Yesung terdengar memburu."Dia akan membunuh dirinya seperti sejarah kelam para manusia Korea Utara, itu adat mereka" dan lelaki koheris itu berubah menjadi melankolist.

BRUUKK…

Kucing Persia hitam di atas kepala Kibum berpindah ke pangkuan Yesung."Tutup mulutmu!" ini suara berat Tao, kucing itu menjadi manusia, menghimpit tubuh Yesung dan mengarahkan pisau lipatnya pada leher putih lelaki bernama lengkap Yesung 'Art of Voice' Kim tersebut. Yesung tak gentar sama sekali, ia menatap balik pada Tao dengan tatapan menantangnya.

Bibb… biibb… bib…

"Alat ini dinamakan benang merah" Kibum kembali berbicara menunjukkan chip kecil diantara jari telunjuk dan tengahnya. "Aku menanamnya di dalam tubuh Kim Minseok, chip ini bisa BOOOM—kau mengerti maksudku kan?"

"Kau mengancamku?" Yesung tak bisa menahan emosinya, ia ingin meraih tubuh mungil Kibum dan mematahkan leher bocah kecil itu sekarang juga.

"Chip ini terhubung denganmu. Aku memasangnya ketika mencabut GPS biologis yang terpasang di tubuhmu, Yesung. Ketika kau mati dan ketika suhu tubuhmu menurun menjadi 'mati' maka alat itu mati dan chip di tubuh Minseok akan meledak"

"Apa?"

"Intinya jika kau tak ingin membunuh seseorang dengan kesalahan yang sama, maka jaga nyawamu baik baik" Heechul menggantikan Kibum berbicara. Anak kecil seperti Kibum tak cocok mengatakan hal-hal keji semacam itu sesungguhnya.

UNNAME

"AKU TIDAK MAU TAU BUM BUM, KAU HARUS MENJEMPUTKU LEBIH DAHULU" pekikan nyaring Kyuhyun menatap tajam Kibum di layar komputernya, Kibum hanya memutar bola matanya bosan. Kyuhyun memang tak pernah berubah, ingin semaunya sendiri dan itu kadang membuat Kibum merasa Kyuhyun sama halnya dengan bocah pada umumnya. Mengganggu dan berisik.

Bibir Kyuhyun mengerucut, matanya sudah teman lamanya itu tak menepati janjinya untuk menjemput Kyuhyun secepatnya. "C'mon Kuyun, I must go to Japan now!" Kibum sedikit meringis saat mendengarkan pekikan mirip rengekkan Kyuhyun setelahnya.

"JEPUT AKU JEPUT AKU JEPUT AKU JEPUT AKU! SEKARAAAANGGGGG!"

"Shit!" decih Kibum jengah. "KAU MEMAKIKU? TEGA SEKALI KAU, BOCAH!" kembali Kyuhyun mengamuk sambil menunjuk layarnya brutal.

"Tidak ada jalan lain, aku tak ingin kehilangan penerus Lee"

"Eh… tunggu dulu, kau bilang penerus Lee?"Kyuhyun menghentikan acara memekik dan memasang wajah berpikirnya."Bukankah itu artinya kau akan ke Jepang?"

"Kau tak mendengarkanku?"Kibum merasa rahangnya sudah sakit untuk memberitahukan Kyuhyun bahwa ia harus ke Jepang terlebih dahulu sedari tadi. "Aku baru menyadarinya" cengir Kyuhyun, dia kemudian mulai mengutak atik keyboardnya.

"Bum bum, kau harus menjemputku terlebih dahulu. Jepang sedang di serang sekarang dan kurasa itu menghasilkan blockade panjang yang akan sangat susah di tembus secara perairan dan udara" Kyuhyun tertawa puas, membuat Kibum menghela sekali, kenapa mereka perang di waktu yang tidak tepat. "Aku harus berada di sana untuk membuka blockade agar kita tak terdeteksi" Kyuhyun memasang wajah songongnya sambil mengangkat kedua bahunya seolah mengisyaratkan pada Kibum 'Nothing other way except me'

"All right" Kibum berkata setengah tak rela.

"Gotcha!"

UNNAME

Hangeng terkekeh kecil ketika melihat Kibum yang masih sibuk memajukan terus mencibir tak jelas sambil mengaduk-aduk sup di hadapannya. Ya… mereka kini di sebuah restaurant 24 jam di kota San Fransisco. Berencana sebentar lagi melakukan penerbangan menuju Amsterdam, Kibum sepertinya menggerutu tentang hal itu karena harusnya mereka menuju Tokyo namun harus merubah haluan di karenakan si kecil Kyuhyun dan peperangan sialan di perbatasan Jepang.

"Kau terlihat ingin mengecup mangkuk di hadapanmu" Yesung memecah keheningan dengan menyindir si Kibum yang mengerucut imut memang pemandangan yang paling langka sekaligus menakjubkan menurut Heechul tapi menjijikkan menurut Yesung.

"Tutup mulutmu Big Head!" panggilan baru telah dilontarkan oleh pelabelan cocok untuk menghukum Yesung agar lebih menjaga mood Kibum yang terkesan sangat cepat berubah akibat tidak mulusnya rencana mereka.

Yesung menggurutu, tapi ia meneruskan makannya. Kenyataannya, sudah sangat lama ia tak merasakan makanan seenak ini—menurutnya, karena ia sepertinya terlalu banyak menghabiskan waktu di camp militer dan penjara. "Kita akan ke Imagine city, kau—" Kibum menunjuk Yesung. "Kau yang akan berada di barisan paling depan mengantarkan aku pada Kuyun"

Leeteuk menaikkan sebelah alisnya, sedikit heran juga kenapa Kibum seolah begitu cemas dengan Imagine city yang tak tertulis di peta Amsterdam meskipun bisa dikatakan kota tersebut cukup besar. "Kibum—" Leeteuk mencoba bertanya namun tepukan halus Heechul di bahunya membuat Leeteuk melirik ke arah lelaki cantik yang duduk di sampingnya.

"Imagine City kau ingin menanyakan itu padanya kan?" Tanya Heechul yang di sambut anggukan berat oleh Leeteuk sepertinya prihal keberangkatan mereka ke Amsterdam kemudian dengan jalur darat menuju Imagine city bukanlah sesuatu yang baik."Kau pernah dengar Bermuda triangle?"

"Segitiga setan?"

"Yap..wilayah lautan di Samudra Atlantik seluas 1,5 juta mil2 atau 4 juta km2 yang membentuk garis segitiga antara Bermuda, wilayah teritorial Britania Raya sebagai titik di sebelah utara, Puerto Riko, teritorial Amerika Serikat sebagai titik di sebelah selatan dan Miami, negara bagian Florida, Amerika Serikat sebagai titik di sebelah barat" jelas Heechul yang membuat Leeteuk bertambah bingung. Apaprihal hubungan Imagine city yang misterius dengan The Bermuda Triangle yang sedang mereka bicarakan.

"Bukannya menakutimu, tapi kasus yang terjadi di Bermuda hampir sama dengan Imagine city" Heechul menghela nafasnya, ia kemudian mendudukkan dirinya menyandar ke kursi restaurant. Ia menatap sayu pada Kibum yang kini mengutak atik IPADnya dengan Tao yang terkadang mengikuti gerakan jari Kibum yang menari lincah di atas IPAD.

"Maksudmu?"

Heechul menolehkan pandangannya kembali pada Leeteuk. "Imagine city menunjukkan gejala alam entahlah, mungkin buatan yang menjadikannya begitu misterius. Kota itu seperti di selimuti oleh sesuatu yang aneh yang membuat pesawat yang melewatinya menghilang begitu saja seperti halnya yang menghilang di sana, melewatinya baik dari udara maupun darat".

Wajah Leeteuk berubah horror, bukankah itu artinya mereka akan menghilang seperti halnya pesawat ataupun mobil yang pernah melewati kota itu? Apakah mereka akan di culik alien yang di tonton Leeteuk di salah satu film tiga Dimensi yang berjudul 'When Aliens at Earth' oh tidak. Ia sungguh akan mati muda di tangan penghuni galaxy lain tanpa bisa memperjuangkan perdamaian bumi terlebih dahulu.

"Apa yang kau pikirkan Leeteuk?"Heechul cengo melihat ekspresi Leeteuk yang berubah drastis. Boleh dikatakan lelaki yang memiliki dimple tersebut kini tengah berimajinasi soal sesuatu yang di luar logikanya. "Yang menjadi masalahnya adalah bukankah bocah bernama Kuyun yang dikatakan oleh Kibum tinggal di kota itu?"

Leeteuk tersentak, otaknya yang sepertinya terserang error itu mulai memikirkan bahwa Kyuhyun adalah salah satu mahluk yang berasal dari galaxylain yang sedang melakukan touring at earth. "Kurasa kau sedang memikirkan yang lain" decih Heechul. Ia kemudian memukul kepala Leeteuk sedikit keras demi mendapatkan otak Leeteuk yang kembali ke posisinya. "Aku sedang membicarakan manusia yang memiliki keanehan jiwa bukan alien" Anarkis memang, tapi hanya itu cara yang bisa menghasilkan Leeteuk yang waras.

Leeteuk mengusap kemudian tersenyum malu, sepertinya Heechul itu juga seorang mind reader.Ia harus berhati hati mulai sekarang soal pemikiran. "I see~" ungkap Leeteuk dan kembali memfokuskan dirinya pada Kibum yang kini mengemut lolipopnya.

UNNAME

Sesampainya di Schiphole Amsterdam Airport, Leeteuk dan yang lainnya melanjutkan perjalan mereka dengan taksi yang membawa mereka ke Metro Station Gain di daerah Zuidoost—tidak jauh dari bandara. Menaiki bus menuju pemberhentian terdekat menuju Imagine city, mereka yakin tak akan ada kenderaan umum yang bisa membawa mereka ke kota mengerikan itu.

Hangeng menulis sesuatu di buku Journal nya. Menulis sesuatu yang bisa menjelaskan cara mereka sampai ke tempat yang begitu bersejarah ini. Dia mulai mengambil foto ketika hampir sampai di kota yang terlihat hampir seperti kota biasa jikalau tak ada kabut tebal yang menutupinya.

"Kenapa kota ini terasa begitu horror?" kali ini Yesunglah yang bergumam. Mereka memilih menggunakan sepeda demi sampai ke kota tersebut dari pemberhentian terakhir mereka. Kibum memeluk erat pinggang Leeteuk yang sedang mengendarai sepedanya dengan Tao yang terjepit di antara tubuhnya dan Leeteuk.

"Ini—"

"Metana" ujar Kibum menjawab pertanyaan Hangeng yang kini menutup hidungnya akibat gas yang di hasilkan oleh kabut di sekitar gas sedikit membantu mereka dari efek efek langsung gas tersebut. Leeteuk makin giat menggayuh sepedanya ketika ia memasuki gerbang yang bertulisan selamat datang dalam bahasa Belanda.

Tidak terlalu peduli, Leeteuk hanya merasakan pelukan di tubuhnya sedikit … dan mata Leeteuk melotot saat mendengar suara benda terjatuh dari belakangnya."Kibum!" dan suara rem dari sepeda lainnya yang mengikuti Leeteuk segera turun dari sepedanya, memeluk tubuh ringkih mungil Kibum bersama kucing hitam yang terus mengeong menggesekkan kepalanya pada pipi membangunkan majikannya yang kini tak sadarkan diri.

Yesung memutuskan menggendong Kibum di punggungnya, ia bisa merasakan ada yang tengah memperhatikan langkah mereka. Ia mengeluarkan kompas yang menjadi kalung keberuntungannya sejak dahulu. Berputar tak tentu arah, menjadikannya bingung harus arah apa yang ia ambil.

"Pergi ke depan" suara Kibum nyaris seperti memasangkan gelang yang sama dengan yang di pakainya pada Yesung. Tangannya menunjuk pada jalanan lurus ke depan. "Nafasmu sudah sesak bocah, kita harus keluar dari sini!" Yesung tak ingin mendengarkan Kibum, ia berbalik arah.

Shit!

Shitt!

Dan dia menemukan sesuatu yang berbeda. Imagine city sudah menjadi labirin yang mengerikan. "Disini tidak ada jaringan, alat elektronik tak bisa di gunakan" dan kota primitive. Sialan!—batin Heechul yang hendak menemukan jaringan internasionalnya namun tak bisa.

"Sebaiknya cepat bergerak sebelum gas ini membunuh Kibum dan kita semua" Hangeng mengeluarkan pendapatnya. Mereka berlari menerobos kota yang persis seperti kota mati ini. Kibum meremas bahu Yesung yang membawanya, memberikan isyarat dengan sisa tenaga dan kesadaran yang ia miliki. Ia kembali mengarahkan jari telunjuknya.

Yesung sejujurnya dilema untuk percaya arah yang di berikan Kibum sangat tahu bahwa si kutu IPAD ini takkan bisa melakukan apapun tanpa IPADnya. Sementara itu ia bisa merasakan beberapa yang bergerak mendekat ke arahnya. "Merapatlah!" perintah Yesung memperingatkan yang lain. Jadi ini alas an Kibum kenapa ia bersikeras merekrut penerus Lee terlebih dahulu. Tempat ini berbahaya bahkan lebih berbahaya dari Alcatraz, apakah Kyuhyun yang mereka jemput juga merupakan tawanan.

Tao dalam sekelebat mata berubah menjadi wujud manusianya, dia cepat menangkap sekelabat bayangan yang berlari menuju … dan membantingkannya ke aspal."A—apa itu?" suara Heechul bergetar saat mendekati sosok yang kini berserakan di aspal horror.

Terlihat aliran listrik di sekitar sosok yang di banting Tao, disana seonggok besi menjadi puing puing sampah namun bisa bergerak. Berbentuk badut yang jauh dari kata lucu sama sekali, menatap mereka dengan mata yang melotot dan senyuman yang bagaikan iblis—begitu lebar. "Tao"

Siiinggg….

Kesunyian seolah membunuh mereka, Tao merasakan telinganya berdesing kuat, memecah konsentrasinya. Kibum tahu sekali apa yang terjadi di sini, Tao tetaplah setengah androit yang di ciptakannya, sensor tetaplah bahan yang di buat dengan magnet dan karena medan magnetic di sekitar tempat ini begitu kuat membuat Tao kesusahan mendapatkan programnya.

"Ada apa dengan Tao?"Tanya Leeteuk merasa ada yang tidak beres dari manusia bertubuh besar yang kini menutupi telinganya dan berteriak kuat.

"Kyuhyun mungkin tidak tahu hossh… hossh… kita sudah sampai" Kibum berbicara dengan nafas sepertinya tidak terlalu bersahabat dengannya, dan gas itu merupakan pencipta global warming nomor satu.

Leeteuk mengambil Kibum dari gendongan Yesung, Yesung mengambil posisi kembali menggerakkan jarinya, menunjukkan jalan dari gendongan berlari, dan Yesung harus terus waspada dengan di sekitar mereka. Kucing hitam yang itu bahkan kembali ke wujud kucingnya, medan magnet di sekitarnya sungguh tak bisa di ajak kompromi.

"Apa kita punya senjata?Setidaknya AK-47 akan sangat membantu" Tanya Yesung melirik Kibum.

"Tao" panggil Kibum dan kucing itu mengeong kemudian menembus kabut dari jalur kanan dan kemudian terdengar kegaduhan setelahnya. Tidak terlalu lama, membuat keheningan menelan segalanya.

Sreeett… sreett…

Suara benda di seret terdengar kemudian, Tao menarik puing puing robot yang sepertinya berhasil ia ringkus dan meninggalkan beberapa luka di tubuh mungilnya. Gigi runcingnya menarik kuat lengan robot yang terus mengulang kata kata yang sama. "Selamat datang di imagine city"

Tao memberikan senjata pistol yang berada di dalam genggaman sang robot pada Yesung. "Undur waktu hingga aku berhasil membuat sinyal SOS untuk Kyuhyun" Kibum turun dari gendongan Leeteuk. Yesung mengangguk mengerti dan mulai berdiri membelakangi Kibum, tangan kirinya ia tekuk 90 derajat di depan wajahnya, tangan kanannya memegang pistol yang di berikan Tao tadi. Ketika robot-robot itu mendekat, bagaikan zombie di tengah kota berkabut, Yesung cepat menembaknya. Pistol itu bukan pistol berpeluru melainkan laser yang bisa dikatakan dapat memotong segalanya.

Kibum menyambungkan kabel dari ipadnya ke robot yang terlihat tak berkutik lagi."Ada yang bisa kami lakukan Kibummie?" ini adalah suara tak tahu harus melakukan inisiatif apa. Dia bukanlah orang yang bisa meninju, menembak atau mengebom seseorang. Dia tak bisa hanya diam dan menyerahkan nyawa mereka pada zombie mati yang bernama 'robot' yang tengah di habisi Yesung dengan pistol lasernya dengan ke akuratan hamper 98%.

"Mr. Hangeng, tolong potong kabel ini untukku" ucap Kibum, dia mengelap peluh di sekitar dan ini benar-benar membuatnya kehabisan oksigen mengingat metana yang seolah terus di ikat sel sel darah merahnya. Tangan Kibum gemetar hebat, ia bahkan tak bisa mengetik sesuatu di layar ipadnya. Dia memberikannya pada Heechul, sesuatu yang tak seorang pun ia biarkan untuk menyentuhnya.

Leeteuk duduk di hadapan Kibum, sepertinya ia bisa membantu sedikit dengan lulusan psikiater terbaik dari Universitas terkemuka dunia. Kibum hendak berbicara, namun bibirnya terasa tercekat meski masker gas sudah ia kenakan. "Mind reader~" itulah yang di katakan Kibum dan Leeteuk tanggap mengetahui artinya.

Dia melotot tak percaya saat Kibum membuka menatap dalam mata Leeteuk dan menggerakkan bibirnya pelan. Tentu saja Leeteuk mengetahui apa yang sedang di beritahukan dari Kibum untuknya. Ini seperti membaca pikiran seseorang ketika sedang melamun, tanpa sadar menggerakkan sedikit bibirnya meski tak fasih tersebut tapi bisa di satukan dan di tarik kesimpulan dari sana.

"Masukkan sandinya 'GIMME A HEAVEN' akan ada permintaan sidik jari, gunakan sidik jari mu Heechul."Leeteuk tak melepaskan tatapannya dari mata Kibum dan gerak bibir Kibum yang bahkan lebih lemah dari isyarat terbatuk."Sensor retina" lapor Heechul.

"Itu retina Kibum" Heechul membawa IPAD itu ke depan wajah Kibum dan secara otomatis benda itu membaca retina Kibum. ACCEPT terlihatlah gambar lelaki yang tengah tersenyum lemah sambil menunjukkan jari telunjuk dan tengahnya membentuk V ke kamera. Lelaki yang mirip dengan Tao di ruangan serba putih sambil memangku kucing hitam yang begitu mirip dengan Tao dalam bentuk kucing.

"Tekan dua kali di bagian tengah layar, Heechul" Heechul tersentak mendengar perintah dari Leeteuk, ia melakukannya. Hangeng masih terus bersikeras memutuskan satu persatu kebel di tubuh robot yang di sambungkan ke ipad oleh Kibum. Kibum mengisyaratkan agar ia mengambil papan yang berfungsi sebagai transistor penguat yang cara kerjanya sama seperti amplifier dari sana.

Setidaknya Hangeng tahu bentuk papan dan rangkaian sederhana itu mengingat itu pelajaran elektronika ketika dia di tingkat menengah atas dahulu. "Tao, tangkapkan beberapa robot yang bisa bersuara"

"Heechul, kau akan menemukan layar hitam dan ketikkan yang ku sebutkan.Kuyun, it's me. I will die bastard if you not out from your saving place right now. Gunakan perintah 'Cout' di awal kalimatnya"

"Aku menemukannya!" teriak Hangeng girang.

"Speakernya?"Kucing cerdik itu mendorong kepala robot yang di temukannya. Kibum mencabut kabel yang ia hubungkan dengan robot itu, di potongnya sedikit dan di keluarkannya serabut kawat dari dalam lapisan kabel. Hangeng mengambil alih ketika dia mengerti dan merangkai rangkaian sederhana transistor memang sangat membantu.

"Tutup telinga kalian!"Leeteuk memekik dan seketika itu pula Tao berubah kembali menjadi manusia. Dengan sigap menutup telinga sang majikan yang kini kehilangan kesadaran. Suara berisik dengan frekuensi tinggi itu pula, seluruh robot yang mengepung mereka berhenti bergerak—seolah telah di matikan.

Sebuah robot dengan pakaian ala butler, maju kedepan menghampiri mereka. "Please~" dengan sopan ia membungkuk dan mempersilahkan. Tao berjalan di depan dengan Kibum berada di gendongannya, sementara yang lain mengikuti. Hingga terdapat pintu dengan dinding di sekitarnya. Pintu itu dibukakan oleh sang robot butler.

Tao dan yang lain mengerti bahwa itu isyarat mempersilahkan. Betapa terkejut mereka ketika di hadapkan dengan sebuah kota yang terlihat begitu maju dan indah. Restaurant, jalan raya, rumah-rumah yang berderet rapi dan yang jelas udara yang saja—penduduk disini membuat nafas Leeteuk semua tidak hidup—robot—seperti manusia pada umumnya.

"Mom, gimme this one" sebuah robot berbentuk anak kecil menunjuk sebuah balon yang di jual oleh robot lain.

Drap..drapp..

Langkah kaki terdengar dan anak kecil dengan pakaian khas abad 19 Eropa berlari menghampiri yang bukan sebuah robot. "Bum Bum!" pekik bocah itu. Senyumnya lebar dan matanya berbinar menatap gerombolan berspesies sama sepertinya.

"Bum Bum?" matanya berubah sayu saat melihat anak kecil seusianya yang berada dalam gendongan lelaki tinggi berwajah sedikit sangar.

PLAAAKKK… dan sebuah tamparan sukses ia terima dari Heechul. "Kau ingin membunuh kami?" pekik Heechul sangar dan Kyuhyun—bocah kecil itu masih menundukkan wajahnya takut.

Hangeng dengan sigap menahan tubuh Heechul, Leeteuk segera mensejajarkan tubuhnya dengan tahu sekali anak di hadapannya ini pun tak mau melihat Kibum terluka. "Jangan menangis, sekarang apakah ada Rumah sakit disini untuk mengobati Kibum? Dia bisa mati"

Masih menunduk, Kyuhyun berjalan menyusuri trotoar dan di ikuti yang lain. "Kurasa kau keterlaluan" ujar Leeteuk menghela nafas pada Heechul.

"Kurasa itu pantas mengingat bagaimana kita tadi hampir mati" jawab Yesung sebelum Heechul menjawab pertanyaan yang di ajukan padanya.

UNNAME

Tik..

Tik..

Suara detikan jarum jam terdengar menggema di ruangan dengan aroma therapy yang terlihat begitu steril. Seorang bocah menunduk, memegang tangan teman lamanya yang kini tengah terbaring di ranjang. Dia tak berbicara, hanya menggumam tak jelas berharap gerutuannya tentang ia benci menunggu terdengar oleh Bum Bum tercintanya. Tapi terlalu lama, hingga ia meneteskan air mata. Takut akan kehilangan satu-satunya teman manusianya di dunia ini.

"Crying baby, right?"Kyuhyun mendongak, bibirnya yang tadi melengkung kebawah kini terangkat ke yang sedari tadi mendung berubah menjadi cerah."Berhentilah mengejekku!Kau tak lucu" dia mengerucutkan bibirnya dan menepuk bahu Kibum.

Krieet…

Pintu terbuka dan menunjukkan sosok Leeteuk dan Heechul dari depan pintu. "Kibum!" pekik Heechul dan langsung berhambur memeluk Kibum—anak semata wayangnya—erat. "Kau membuatku takut"

"Kau berlebihan Mama" ucap Kibum santai dan Kyuhyun cukup terkejut dengan panggilan tak menyangka lelaki cantik yang seperti iblis—karena menamparnya—yang membuatnya takut ini adalah seseorang yang di akui Kibum sebagai ibunya.

"Bagaimana keadaanmu?" kini lelaki berparas malaikat yang sedari tadi mengusap surai kecoklatan Kyuhyun menghampiri Kibum, melakukan hal yang sama—mengusap surai hitam kelam itu. "Very well, papa". Ingatkan Kyuhyun bahwa ia tak di perlukan lagi di sini.

"Kuyun" dan suara Kibum menghentikan langkah kakinya yang hendak keluar dari ruangan yang penuh cinta tersebut."Ma, Pa, kenalkan ini Kuyun, teman terbaikku" dan Kyuhyun sontak bergetar mendengar pernyataan memang yang sangat pandai menghancurkan tembok di sekitarnya.

UNNAME

Terdengar mendayu, suara air dari sungai jernih di kaki gunung Fuji yang tak tersentuh oleh manusia hingga abad ini. Di suatu tempat yang kata alamiah masih bisa di rasakan merasuki tulang, begitu manis dan damai. Ketika angina berhembus mendayu menggoyangkan ranting ranting pohon bambu di sekitar dan membuat harmoni lagi ketika pepohonan bambu yang terpotong tertiup angin hingga menghasilkan bunyi seperti suling.

Damai

Inilah kedamaian yang takkan pernah pewaris tunggal Lee itu dapatkan di luar sana. Ketika suara suara alam ini berganti dengan pengeboman besar-besaran, suara angin berubah menjadi suara peluru yang membunuh manusia. Dia tidak suka, dia benci kehancuran di luar sana yang ia rasa tak ingin ia ketahui. Ia benci semua yang membuatnya terusik. Dan dia terlalu mencintai kedamaian yang seolah mengalir dalam darahnya sejak ia di lahirkan.

Lee Sungmin, seseorang yang di lahirkan dari pasangan Tachibana Lee dan Lee Hye Ra itu menikmati kesendiriannya. Di antara hutan bambu ia mengeluarkan pedangnya, mengayunkannya layaknya orang yang sedang menari dengan property benda tajam yang terbuat dari besi oleh tangan sang ahli.

"London Bridge is Falling down

Falling Down, falling down

London Bridge is falling down

My fair lady"

Sebuah suara mengganggunya, nyanyian yang tak pernah ia dengar sebelumnya. Ia menyimpan kembali pedangnya. Matanya yang tadi terpejam kini terbuka, ia melihat lurus ke depan, mencoba menerka dari mana suara tersebut berasal. Kemudian ia melangkahkan kakinya, begitu tenang dan halus. Bahkan nyaris tak bersuara meski dedaunan bambu kering terpijak olehnya.

Pemilik suara itu masih terus bernyanyi dengan riangnya seolah lagu yang seperti doa mengerikan itu tak gatal di lidahnya untuk di nyanyikan. "Konichiwa" Sungmin jelas melihat seseorang yang bertubuh mungil tengah memainkan air di kolam ikan koinya, mengobok obok air sambil tertawa riang melihat ikan ikan di dalam sana tampak heboh melarikan diri.

"They're scared, for got a surprise attacked among peace" manusia mungil yang muncul tiba tiba di kediaman keluarga Lee itu menjeda kalimatnya. "They can't even run, for they're still swimming on the same place"

Sungmin menaikkan sebelah alisnya, sudah terlalu lama ia tak kedatangan tamu di kediamannya. Hidup sendirian terkadang membuatnya kesepian juga dan dia cukup tertarik dengan sosok lelaki mungil berambut blonde mangkuk yang masih tak kunjung melihatnya. Masih sibuk dengan ikan koi yang berada di kolam miliknya yang selalu rutin ia beri makan di kala sore. "In the pool?"Sungmin bertanya dengan nada yang di buat selembut mungkin.

Lelaki itu tersenyum, "On the earth.I don't talk about fish, but it's all about a foolish men who's still destroying the place where they used to stay" nadanya terdengar ceria mengucapkan itu meski isi dari perkataannya cukup menusuk dan menyindir. Sungmin menyambut senyumnya. "Where do you come from?"

"From heaven" ungkapnya yang membuat Sungmin mengira bocah di hadapannya sungguh sungguh seorang shinigami—menurut kepercayaannya, dating untuk menjemput nyawanya. Dengan pakaian terusan serba putih dan sebuah boneka jerapah di yang terlihat polos dengan bola mata yang seolah bercahaya kini menatapnya dengan mimik yang ramah. "Just Kidding, I'm from London"

"So how can you here?" ribuan pertanyaan menghantuin Sungmin. Siapa gerangan sosok di hadapannya ini.

"Aku menelusup dan aku menemukanmu" ujarnya dengan mimik yang di buat mengeratkan pegangannya pada pedangnya. Dia tampak diam meski sekarang manusiamanis itu terus mengelilinginya, seolah memandanginya. "Dan menunggu bersama agar mereka menjemput kita"

"Mereka?"

"Scaramouche"

TBC

== ini memang murni kesalahan ika zordick soal telatnya update. Maafkan saya lah lah lah lah /?

Tidak ada alasan sih Cuma emang telat update aja walaupun dari seminggu yang lalu ini sudah selesai. Hahahahahah xD

Inilah dia balasan review dari tetua Min/? lho

Balasan review chapter 3

Bryan Andrew Cho: Bisa jadi XD, tapi kelihatannya mustahil. Gomawo buat reviewnya *kasih cangkir cantik.

GaemGyu92: Soal Tao dan Donghae udah dijelasin Ika di chapter 3 kan? Mungkin Donghae ada, mungkin juga tidak XD ditunggu aja chingu. Gomawo buat reviewnya *kasih cangkir cantik.

riekyumidwife: Di ff Ika mereka pasti begitu ya XD. Gomawo buat reviewnya *kasih cangkir cantik.

KimKeyNa2327: Kelihatannya lucu kalau beneran terjadi XD. Kibum sama Kyuhyun ternyata ada benang merah! *abaikan. Latarnya masih di Amerika kok. Gomawo buat reviewnya *kasih cangkir cantik.

hyona21: Semacam itulah. Move on boleh aja asal jangan lupain ff ini, nyesel lho XD. Gomawo buat reviewnya *kasih cangkir cantik.

UMeWookie: Tak apa, tiap orang kan punya kesukaan masing-masing. Donghae dan Ryeowook mungkin muncul 1 atau 2 chapter lagi. Mungkin karena KiHyun punya tampang evil? XD Ryeowook begitu biar berbeda dari image biasanya. Ne, gomawo buat reviewnya *kasih cangkir cantik.

hijkLEETEUK: Gak lama, cuma lamaaaaa banger XD. Ne, image mereka cocok sih. Gomawo buat reviewnya *kasih cangkir cantik.

kyuzi : Chingu guest yang sebelumnya? Kkk ne XD. Gomawo buat reviewnya *kasih cangkir cantik.

awaelfkyu13: Ne XD. Kibum lucu di situ XD. Kemungkinan besar begitu. Gomawo buat reviewnya *kasih cangkir cantik.

kyurielf: Ne. Kemungkinan besar gak ikut, member EXO setau Min gak jadi member UNNAME. Gomawo buat reviewnya *kasih cangkir cantik.

Mizuki: Ne, nado annyeong. Min ngewakilin Ika mengucapkan selamat datang di ff ini XD. Diizinin kok. Gomawo buat reviewnya *kasih cangkir cantik.

anggit: Sekilas semua member UNNAME udah muncul di chapter 1, yang belum direkrut masih banyak. Pasti lucu, kesian Heechul ngurusin 13 anak XD. Kan sekarang ngerekrut anggota. Gomawo buat reviewnya *kasih cangkir cantik.

hikari: Ne XD gomawo buat reviewnya *kasih cangkir cantik.

ErmaClouds: Ne, gak apa XD. Gomawo buat reviewnya *kasih cangkir cantik.

ichigo song: Kkk, lagi-lagi chingu review panjang *kasih cangkir cantik. Minseok pasti dipulangin, ikhlas atau enggak masalah Yesung XD. Ryeowook ditunggu aja, Donghae semacam vampire menurut Min, keluarga Lee itu Sungmin! Kalau enggak normal yang buat bukan Ika XD *dihajar Ika. Gomawo buat reviewnya.

rinaELF: Ne XD, gomawo buat semangat dan reviewnya *kasih cangkir cantik.

sparqclouds: Review chingu sangat panjang XD *kasih cangkir cantik. Bahasa Ika memang susah dimengerti, untung bukan bahasa alien. Soal Tao dan imagine city biar nanti Ika yang jelaskan XD, jangan cium pipi Kibum, nanti ada yang jerit-jerit lagi *lirik Ika. Kelihatannya Kyuhyun gak bisa dekat Kibum kalo ada Tao, dia alergi. Ne Heechul pasti membuat Yesung cakep seperti sekarang XD. Gomawo buat reviewnya.

lee sang ki: Akan Min tanyakan. Gomawo buat reviewnya *kasih cangkir cantik.

Lee donghee990319: Kelihatannya Indonesia masih lama atau enggak ada. Terserah chingu aja. Min kasih tapi cangkir ya, piringnya habis *kasih cangkir cantik. Kalo bingung review, tulis aja 'update asap ka' XD. Gomawo buat reviewnya.

xelo: Soal Tao udah di jawab Ika di chapter 3, untuk BL kelihatannya enggak ada. Gomawo buat reviewnya *kasih piring cantik.

KekeMato2560: Pasti keren XD. Gomawo buat reviewnya *kasih cangkir cantik.

Kim HeeRa Elforever:
Kelihatannya doa chingu kurang banyak, buktinya Ika masih lama XD. Menurut Min mustahil Tao bunuh orang tua Kyuhyun, Sungmin mungkin udah memenggal kepala kakaknya. Mungkin ada. Gomawo buat reviewnya *kasih cangkir cantik.

oracle88: Ika yang bikin sih, jadi berat XD. Gomawo buat reviewnya *kasih cangkir cantik.

dewiangel: Ne XD. Gomawo buat reviewnya *kasih cangkir cantik.

yensianx: Ne XD gomawo buat review + pujiannya *kasih cangkir cantik.

arumfishy: Tergantung author kesayangan kita ya *lirik Ika. Donghae pasti hidup, soal itu Min tanyakan ke Ika. Keluarga Lee itu Sungmin. Gomawo buat reviewnya *kasih cangkir cantik.

seohwi: Ne XD. Gomawo buat reviewnya *kasih cangkir cantik.

Ryeong721: Ne XD tergantung ide Ika lanjutannya. Gomawo buat reviewnya *kasih cangkir cantik.

kyufit0327: Ne XD. Gomawo buat reviewnya *kasih cangkir cantik.

chocolatess: Ne XD, nanti Min tanya. Gomawo buat reviewnya *kasih cangkir cantik.

elfishy09: Ide Ika kan dari otaknya XD. Wah chingu suka gore dong XD, kelihatannya enggak. Gomawo buat reviewnya *kasih cangkir cantik.

Lee MingKyu : Ne XD, generasi terakhir Lee Sungmin. Gomawo buat reviewnya *kasih cangkir cantik.

kyuzi: Kkk requestnya banyak juga XD, ntar Min kasih tau Ika. Gomawo buat reviewnya *kasih cangkir cantik.

Winnie: Hm, kelihatannya dibalikin. Gomawo buat reviewnya *kasih cangkir cantik.

restianamuhtar: Gak apa XD, mungkin Kibum gak psycho disini. Donghae pasti hidup. Gomawo buat reviewnya *kasih cangkir cantik.

Ri Yong Kim: Kkk ne XD. Gomawo buat reviewnya *kasih cangkir cantik.

Changmin loppie: Gak apa. Nanti Min tanya XD, tapi kelihatannya mustahil mereka pacaran. Gomawo buat reviewnya *kasih cangkir cantik.

fifahaslinda: Ne. Gomawo buat reviewnya *kasih cangkir cantik.

rarega18: Kkk nanti Min kasih tau Ika XD. Gomawo buat reviewnya *kasih cangkir cantik.

.i: Ne XD. Gomawo buat reviewnya *kasih cangkir cantik.

Elf hana sujuCouple: Ne XD. Gomawo buat reviewnya *kasih cangkir cantik.

Kikyu RKY: Ne, unname bakal keren! Gomawo buat reviewnya *kasih cangkir cantik.

AnnKyu: Mungkin dia merasa gak ada gunanya melawan XD. Siwon bukan sejenis hantu yang gak tau gimana munculnya XD. Gomawo buat reviewnya *kasih cangkir cantik.

bluerose: Ika suka bikin cast gila jadi wajarlah *dihajar Ika. Hmm, Min gak tau,mianhae. Ryeowook ga jahat, cuma agak kejam *apa bedanya? Ne, gomawo buat review XD *kasih piring cantik.

Myungie Somnia: Menurut Min itu agak mustahil, nanti menjurus ke yaoi takutnya. Gomawo biat reviewnya XD *kasih piring cantik.

RMWOOk: Udah mau kok. Ne, gomawo buat reviewnya XD *kasih piring cantik.

park hyena: Kkk, salahkan Ka yang lama update XD. Gomawo biat reviewnya *kasih piring cantik.

Dianti Lestari: Hehe XD Gomawo buat reviewnya *kasih piring cantik.

v3: Ne XD, gomawo buat reviewnya *kasih piring cantik.

Sherry Cho: Ne, gak apa XD. Gomawo buat reviewnya *kasih piring cantik.

line: Hehe XD. Gomawo buat reviewnya *kasih piring cantik.

Nakazawa Ryu: Kalau mereka lebih tua malah aneh dong XD. Haha ne, gomawo buat reviewnya *kasih piring cantik.

PANDA2515: Xiumin udah dijelasin di chapter kemarin, kelihatannya yang masuk kelompok Leeteuk semua member SJ. Buat kemunculan yang lain tunggu aja ya XD. Gomawo buat reviewnya *kasih piring cantik.

zyeLna VIPELF: Wow penggemarmu bertambah 1 Ika *colek Ika. Menurut Min Ika tau banyak karena suka baca bacaan dengan istilah sulit dimengerti. Gomawo buat reviewnya *kasih piring cantik.

lemonade: Ne, gomawo buat reviewnya *kasih piring cantik.

Raihan: Itu chingu tau XD Ika kan jarang buat cast waras *dihajar Ika. Dia bernasib begitu bukan karna wajahnya sama tapi karna kepilih jadi cast Ika XD. Gomawo buat reviewnya *kasih piring cantik.

4L-chanLee: Inspirasi datang dari otak XD. Unperfect dibuat untuk membantu Ika dalam editing, cari ide atau balas review. PM aja Ika dulu. Gomawo buat reviewnya *kasih piring cantik.

harukichi ajibana: Lee Sungmin itu, Ryeowook bakal muncul bentar lagi kok. Gomawo buat reviewnya *kasih piring cantik.

AdeViieRyeong9: Kkk bakal seru tuh keluarga XD. Ne, Gomawo buat reviewnya *kasih piring cantik.

langitmerah31: Ika, itu eonni Ika minta lanjut cepet. Jangan lupa makanya *toel Ika. Ne gomawo buat reviewnya *kasih piring cantik.

yesungyehet: Pasti dilanjut kok, tapi bakal lama XD. Gomawo buat reviewnya *kasih piring cantik.

elfishy09: Gak bakal ada yaoi setau Min, Ryeowook bakal muncul, tenang aja XD. Gomawo buat reviewnya *kasih piring cantik.

Mentari: Ryeowook ga psycho, cuma gila XD. Gomawo buat reviewnya *kasih piring cantik.

kinan: XD Ne, gomawo buat reviewnya *kasih piring cantik.

vesky: awas pingsan XD. Gomawo buat reviewnya *kasih piring cantik.

lee yeon rin: Kkk, udah lanjut kan? XD. Gomawo buat reviewnya *kasih piring cantik.

SunCitra: Hahaha ne XD. Gomawo buat reviewnya *kasih piring cantik.

rnf: Bakal muncul kok, tunggu aja XD. Gomawo buat reviewnya *kasih piring cantik.

Tertanda

Unperfect Team