Fanfiction
Cast : Jongin, Sehun
Genre : Romance, Drama
Warn : Sexual Content
Summary : Sehun kencan buta dengan seorang cowok super manis bernama Jongin, sayangnya Jongin adalah rivalnya dalam ajang lomba dance. Yaoi, HunKai/SeKai.
Part 4
Epilog
Hari ini adalah hari besar. Perlombaan dance yang memperebutkan gelar elit dan tampil dipanggung besar di Jepang sekaligus berlibur disana selama satu minggu. Sehun berada didalam kerumunan yang padat itu, berusaha mencari wajah-wajah familiar.
Itu dia, Joonmyeon.
"Hyung!" Sehun setengah berteriak.
"Sehun! Kemarilah!" Joonmyeon mengisyaratkan agar Sehun bergabung dengannya.
"Hey Hun! Jongin!" Joonmyeon dan anggota-anggota lain menyalami Sehun dan Jongin. Keduanya tersenyum cerah melihat anggota Monster Moves yang terlihat bersemangat.
"Kemana pacarmu Hyung?" Sehun mencari sosok lelaki tinggi yang seharusnya sudah ada disini.
"Dia sedang dikamar mandi." Joonmyun berkata santai. "Dia benar-benar gugup hari ini jadi dia terus-terusan ke kamar mandi."
"Gugup? Seorang Kris bisa gugup?" Sehun terkejut dengan fakta yang baru ia dengar.
"Jangan ejek ketuaku! Dia sangat stress untuk perlombaan hari ini tau!" Jongin mencubit kecil lengan Sehun. Huh? Kris? Ketua Lucky Theatre? Pacar Joonmyun? Mari kita flashback sejenak…
"Hyung, aku sudah bertemu dengan beberapa pendiri Monster Moves." Sehun masuk kedalam apartemen Joonmyun yang rapi. Wajah Joonmyun sama sekali tidak terlihat ramah, kedatangan Sehun terlihat sangat menganggunya.
"Berhenti berusaha Sehun."
"Aku melakukan ini bukan karena aku ingin kembali bergabung dengan Monster Moves. Aku hanya ingin membuktikan jika permusuhan ini sangat kekanakan." Sehun berkata sabar.
"Untuk apa kau membuktikan hal itu? Kau sudah tidak perlu mengurusi apapun tentang klubku."
"Aku hanya tidak tenang pergi meninggalkan keluargaku seperti ini."
"Jika kau memang begitu peduli pada kami seharusnya kau sudah memutuskan kekasihmu itu." Joonmyun berkata ketus.
"Kau tahu aku tidak mungkin melakukan hal itu." Sehun masih berusaha sabar. Bagi Sehun sebenarnya Joonmyun hanya tidak mau mengakui betapa kekanakannya permusuhan antar dua klub tari ini. Selain itu, Joonmyun juga masih tidak mengganti password apartemennya walaupun tahu jika Sehun bisa dengan mudah keluar masuk untuk menemuinya.
"Hyung, kau harus mendengarkan hal ini. Kau akan sangat terkejut mendengarnya. Kau tahu ternyata dulu Lucky Theatre dan Monster Moves itu satu klub?" Joonmyun yang tadinya berpura-pura acuh kini memberikan perhatiannya penuh pada Sehun.
"Dulu mereka itu klub dance bernama EXO. Hyung belum pernah dengar nama itu kan?" Joonmyun mengangguk pelan. "Itu karena EXO belum sempat terkenal namun sudah pecah terlebih dahulu. Alasannya? Karena masalah percintaan."
"Percintaan? Hanya karena itu? Bukan kah katanya anggota kita ada yang dihajar oleh mereka?" Joonmyun mengernyit kaget. Berita yang didengarnya sungguh tidak masuk akal.
"Itu sama sekali tidak benar. Monster Moves dan Lucky Theatre tidak pernah ada bentrok fisik dari dulu Hyung. Berita tentang sabotase, dihajar dan segala macam itu tidak ada yang benar. Setidaknya itu dulu, beberapa tahun terakhir ini memang kita pernah berusaha beberapa kali menjatuhkan mereka dengan cara yang tidak etis. Begitu juga dengan mereka." Joonmyun mau protes mendengar ucapan Sehun.
"Tapi alasan kita dan mereka untuk berbuat curang sama hanya karena kita tersulut emosi dari berita-berita yang simpang siur. Sekarang Hyung percaya padaku kan? Monster Moves dan Lucky Theatre tidak punya alasan kuat untuk meneruskan permusuhan ini hanya karena masalah percintaan remaja belasan tahun lalu." Sehun memandang Joonmyun yang terlihat termangu, ia bisa melihat Joonmyun sedang bimbang untuk mempercayai ucapannya atau tidak.
"Dua orang anggota EXO bertengkar karena memperebutkan seorang gadis. Mereka keras kepala dan tidak ada yang mau menurunkan egonya. Salah satu dari dua orang tersebut memilih keluar dan membentuk kelompok menari baru."
"Bagaimana dengan gadisnya?"
"Tidak ada yang mendapatkan gadis itu pada akhirnya." Joonmyeon masih terlihat bimbang. "Jika Hyung masih tidak percaya padaku, Hyung bisa tanyakan hal ini pada Kris Hyung."
"Kris? Leader Lucky Theatre?" Tampaknya semua yang Sehun katakan hari ini membuat Joonmyun terus-terusan kaget.
"Aku tadi pergi bersamanya. Well, sebenarnya dia menunggu dibawah karena ia juga masih berusaha mencerna semua ini."
"Dibawah? Di taman bermain itu?"
"Iya. Bagaimana? Hyung mau bertemu dengannya?" Joonmyun terlihat menimbang-nimbang usul Sehun. Belum sempat Joonmyun menjawab, Sehun sudah menyeret lengannya keluar.
Kini Joonmyun berdiri berhadapan didepan seorang lelaki muda tinggi yang tampan. Sudah beberapa menit namun keduanya tidak ada yang memulai percakapan. Sehun sendiri nyaris tertawa melihat Joonmyun yang hanya bisa berdiri mematung seperti ini. Wajah memerah Joonmyun ketika pertama kali melihat Kris tidak akan pernah Sehun lupakan, benar-benar bukan Joonmyun yang ia kenal.
Sehun sebenarnya sudah ingin beranjak pergi, namun pemandangan Joonmyun yang salah tingkah dan Kris yang berusaha bersikap cool sungguh menghibur. Cinta pandangan pertama, eh bukan, mereka sudah pernah bertemu namun sepertinya baru kali ini keduanya berada sedekat ini dan cinta langsung bersemi begitu keduanya bertatap mata.
Sisa hari itu Sehun rela jadi obat nyamuk untuk dua orang yang tidak banyak bertukar kata tersebut, meskipun begitu Sehun tidak mempermasalahkannya. Sehun bisa melihat titik terang dari permusuhan dua klub itu. Sehun lega bisa meninggalkan teman-temannya tanpa menyisakan amarah dan kebencian. Dengan begini dia akan bisa tetap berteman dengan Monster Moves dan juga berkencan dengan kekasihnya. Jongin benar, dia tidak harus memilih. Sehun tidak harus memilih antara karir dan cinta karena Sehun sudah mendapatkan keduanya.
"Semoga berhasil!" Sehun menyemangati anggota Monster Moves yang meregangkan tubuh karena akan segera naik ke atas panggung.
"Tentu saja kami akan berhasil." Joonmyeon penuh percaya diri.
Senyum Sehun tidak pernah padam. Sehun tidak menyangka jika semuanya akan berakhir seperti ini. Sehun memang bukan lagi anggota Monster Moves, tapi mereka akan tetap menjadi keluarga Sehun. Sejak Sehun keluar dari Monster Moves, ia sibuk mengajar anak-anak kecil yang tidak memiliki banyak biaya untuk mengikuti kelas-kelas menari yang mahal.
Sehun membuka pelatihan dance kecil-kecilan. Sehun menemukan kebahagian ketika melihat jiwa-jiwa anak kecil yang penuh semangat ketika menari, mengingatkan Sehun akan dirinya sendiri beberapa tahun lalu. Jongin mengusulkan nama untuk studio tari milik Sehun, yaitu EXO. Sehun langsung menyetujuinya tanpa berpikir panjang, dia berharap EXO akan menghasilkan penari-penari hebat seperti Lucky Theatre dan Monster Moves nantinya.
Hubungan anggota-anggota Monster Moves dan Lucky Theatre memang belum membaik sepenuhnya hangat, namun sudah banyak kemajuan. Misalkan mereka saling bertukar senyum dan saling sapa. Apalagi dengan resminya hubungan Joonmyeon dan Kris, kedua klub itu jadi semakin mengetahui cerita satu sama lain. Sehun yakin semua hanyalah masalah waktu sebelum Monster Moves dan Lucky Theatre bergabung menjadi satu dan menjadi klub dance yang tidak terkalahkan.
Hubungan Jongin dan Sehun? Berjalan sangat baik. Keduanya selalu berusaha menghabiskan waktu bersama disela-sela kesibukan sekolah dan kegiatan tari mereka. Jongin yang masih anggota Lucky Theatre sering membantu Sehun untuk mengajar anak-anak bimbingan Sehun. Begitu juga dengan Joonmyeon ataupun anggota Monster Moves yang lain. Sehun tidak pernah menyesal telah meninggalkan Monster Moves untuk Jongin, dia belum pernah merasa sebahagia ini seumur hidupnya.
Dalam keramaian Sehun menggenggam erat tangan Jongin. Sebentar lagi giliran Lucky Theatre untuk tampil, dan Sehun tahu betul jika kekasihnya ini gugup dengan penampilan pertamanya.
"Baby jika kau menari dengan baik diatas sana nanti, aku akan memberimu hadiah yang sangat menyenangkan." Sehun berbisik ditelinga Jongin. Wajah manis Jongin langsung memerah, dia tahu betul hadiah apa yang akan Sehun berikan untuknya.
—
Saat ini Sehun berusaha menahan dirinya untuk tidak menyerang tubuh telanjang yang sedang mandi itu. Seusai perlombaan, Jongin ingin segera membersihkan diri dari keringat akibat menari diatas panggung. Beruntungnya gedung tempat mereka berlomba memiliki fasilitas kamar mandi yang bagus.
Mata Jongin terpejam menikmati guyuran air shower dan tubuhnya yang seksi jadi semakin seksi karena dipenuhi bulir-bulir air. Sehun berjalan sepelan mungkin, tidak ingin membuat Jongin menyadari keberadaannya.
"AH!" Jongin berteriak kencang ketika air yang sedari tadi membasahi tubuhnya tiba-tiba berhenti. Sepasang lengan yang kekar tiba-tiba memeluknya dari belakang.
"Kau siap menerima hadiahmu?" Sehun bertanya dengan suara menggoda.
"Uhhh..Sehun..kita masih ada after party setelah ini..nghh.." Jongin berusaha menghentikan tangan Sehun yang bermain-main didadanya dan juga dipaha dalamnya.
"Aku tahu. Aku hanya ingin segera memberikan hadiah pada kekasihku yang sangat hebat. My baby pantas mendapatkan hadiah luar biasa untuk penampilannya hari ini." Sehun mulai menciumi belakang telinga Jongin yang merupakan titik tersensitif kekasihnya itu.
"Ahhh…Se-sehunhh..nghhh.." Jongin tahu jika dirinya sudah kalah. Suara Sehun sudah diselimuti oleh nafsu, dan Sehun tidak akan berhenti sebelum dirinya puas. Jongin hanya bisa mengikut permainan berbahaya kekasihnya ini.
Sehun yang mengetahui kekasihnya sudah pasrah semakin menjadi dalam menggoda, tangannya berjalan menuju bagian selatan milik Jongin. Sengaja Sehun tidak segera memanjakan penis kekasihnya yang sudah mengeras akibat ia goda terus menerus. Sehun ingin bermain sejenak dengan bagian tubuh Jongin yang paling ia suka, pantatnya. Diremas-remas dengan kasar pantat itu. Perlahan Sehun mulai berlutut dan pantat seksi Jongin menghadap wajahnya.
"Nghhh..ahhh…Se-sehunhh..mhh.." Jongin mendesah keras ketika dua bongkahan pantatnya dibuka dan mempertontonkan lubang merah muda yang berkedut karena ditiup-tiup. Sehun menjulurkan lidahnya dan menjilat lubang itu dengan tidak teratur, sesekali meniup dan menghisapnya.
"Se-sehunhh..penishhhh..ku..ahhh..unghhh.." Jongin memohon agar penisnya yang sudah tegang diberi perhatian.
"Sehun? Siapa Sehun?" Mati kau Jongin, apa kau lupa kalau Sehun adalah daddy-mu?
"Maafkan Jongin daddy..nghh…ahhh…" Sehun menyentil ujung kejantanan Jongin yang sudah memerah. Dikecupnya ujung itu sambil menjilati cairan yang perlahan mulai keluar.
"Ohh…daddy…nghh..hh..tolong kulum..shh..penishh..Jongin.." Jongin tidak tahan dengan godaan Sehun yang sedari tadi tidak juga segera memanjakan penisnya. Sehun menyeringai mendengar Jongin yang memohon. Satu hal yang paling Sehun sukai ketika bercinta dengan Jongin adalah membuat Jongin tidak berdaya. Sehun suka mendengar Jongin memohon kepadanya, melihat wajah putus asa Jongin dan yang paling Sehun sukai adalah Sehun memiliki kuasa penuh akan tubuh kekasihnya itu.
"Te-terima..ahhhh..kasih daddy…ngghh..yahh..ohh..ughh.." Sehun membalik tubuh Jongin dengan cepat. Kaki Jongin rasanya langsung meleleh ketika Sehun memasukkan seluruh penisnya kedalam mulut hangat yang sedari tadi menggodanya itu. Kepala Jongin pening dengan kenikmatan yang sudah ia nanti-nantikan. Meskipun Jongin sedikit heran kenapa daddy-nya sangat baik malam itu, biasanya Sehun akan menggoda Jongin terus-terusan sampai Jongin harus memohon seperti pelacur agar ia diberi kenikmatan.
Sehun menaik turunkan kepalanya dengan kecepatan sedang namun lidah Sehun yang ikut bermain dipenisnya membuat Jongin kewalahan. Suara Jongin menggema dikamar mandi yang luas tersebut. Jari-jari Sehun ikut bermain ditubuh sensitif Jongin. Dibelainya dua bola kembar kekasih manisnya itu, lalu jari-jari yang lain menelusuri bongkahan kenyal favoritnya.
"Ohh..daddyyyyy…ahhh..unghh..yahh…" Perlahan-lahan satu jari Sehun mengelus pelan bibir lubang yang berkedut milik Jongin.
"Daddy..hh..lebarkan lubang Jongin…nghh.."
"Masukkan..shh..jari-jari daddy semuanya please..uhh.."
"Ahhh..siapkan lubang Jongin untuk…nghh..penis raksasa daddy..yahhh.."
Sehun masih belum memasukkan jarinya, ia benar-benar terbuai dengan kata-kata kotor yang Jongin katakan. Semakin lama ia berpacaran dengan Jongin, ia jadi semakin tahu betapa kotornya mulut Jongin ketika bercinta dan Sehun suka sisi Jongin yang itu.
"Ohh..daddy…Jongin ahhh..nghh..mau keluar..yesshh.." Jongin menggerakkan pinggulnya berlawanan dengan kuluman Sehun pada penisnya. Otot-otot perutnya menegang seiring dengan penisnya yang semakin berkedut dalam mulut Sehun. Merasa jika kekasihnya akan segera mencapai puncak Sehun memasukkan seluruh penis mungil itu kedalam mulutnya dan menyedot kencang hingga pipinya menirus.
"AHHH…DADDYHH…JONGIN KELUARHH..ANGGHH!" Jongin meremas rambut Sehun ketika klimaks. Kakinya bergetar dan matanya memejam dengan erat, menikmati orgasme hebat hasil kerja mulut hangat daddy-nya.
"Bagaimana baby? Nikmat?" Sehun kini memeluk Jongin dari belakang sambil menciumi leher Jongin yang basah karena air shower dan juga keringat. Dijilat-jilatnya leher jenjang itu membuat kulit kecoklatan kekasihnya semakin basah.
"Uhmm..terima kasih daddy.." Jongin mendesah kecil karena nafas Sehun yang berada di titik sensitifnya, belakang telinganya.
"Masih ada hadiah lagi untukmu.." Sehun menggesekkan selangkangannya yang masih dibalut celana jeans ke pantat telanjang Jongin. Lelaki manis itu menyeringai mesum ketika merasakan gundukan yang keras dibelahan pantatnya.
"Daddy mau Jongin menunggangi penis daddy sampai daddy keluar didalam lubang ketat Jongin?" Jongin membalik tubuhnya menghadap Sehun, dielusnya rahang tegas kekasihnya itu. Sinar mata Jongin berpendar nakal sambil memandangi leher putih Sehun, Jongin membayangkan betapa nikmatnya mengecupi leher tersebut. "Atau daddy ingin Jongin menungging dan daddy menusuk Jongin dari belakang? Keras dan kasar. Lalu daddy bisa meremas dan memukul pantat Jongin sampai daddy puas.." Jari-jari Jongin sudah bermain di dada Sehun yang masih terbungkus kemeja.
"Ini malam untukmu baby. Daddy yang akan memuaskanmu." Sehun sebenarnya tergoda dengan tawaran panas kekasihnya itu, namun ia memiliki rencana yang lebih hebat dan yang pasti akan memuaskan kekasih binalnya.
Setelah berkata begitu Sehun kembali berlutut didepan penis mungil Jongin yang memerah akibat orgasme hebat. Sehun mulai memainkan penis itu lagi agar kembali mengeras.
"Ohh..nghh..daddy..aghh…" Penis Jongin yang masih sangat sensitif langsung mengeras setelah mendapat rangsangan kecil dari jari-jari Sehun. Begitu sensitifnya Jongin pada sentuhan-sentuhan Sehun.
"Daddy..hh..Jongin tidak akan bertahanhh…lama..nghh…" Jongin sudah akan mencapai puncaknya lagi ketika bibir Sehun kembali mengulum penisnya. Sehun benar-benar tahu titik mana yang akan membuat Jongin orgasme dengan cepat.
"Yahh..nghh..deeper daddy…shhh.."
"Ohh..fuck..unghh..daddy.."
"Daddy..hh..Jongin..ahhh..Jo-jongin..aghh..oh my God..ahhh.." Jongin tidak tahan lagi. Mulut Sehun benar-benar memanjakan penisnya, titik sensitif disekitar kepala penisnya terus-terusan dimainkan. Tubuh Jongin yang masih lelah akibat orgasme pertamanya kini dipaksa untuk merasakan gelombang kenikmatan itu lagi.
"Daddyhhh…AHHH!" Sehun menyedot kuat penis Jongin. Meskipun begitu bukan kenikmatan yang Jongin dapatkan, melainkan rasa sakit yang menyengat disekitar pahanya. Jari-jari Sehun yang sedari tadi meremas pantat dan memainkan bola kembarnya kini meremas kencang pangkal penis Jongin, menahan keluarnya cairan cinta milik Jongin.
"Daddy..sakithhh..jangan..ANGHH DADDY!" Jongin benar-benar ingin menangis sekarang. Penis kerasnya kini dihiasi sebuah cincin berwarna merah muda. Sakit sekali.
"Shh..tahan sebentar baby.." Sehun menenangkan kekasihnya yang sudah akan menangis itu. Dicium-ciumnya wajah kekasihnya yang sudah memerah menahan sakit, dimainkannya juga dada Jongin peralahan. "Bayangkan betapa nikmatnya nanti ketika kau orgasme…Tahan sebentar agar kau bisa merasakan orgasme yang luar biasa.." Sehun berkata dengan suara rendah.
"Ba-baiklah..hh..daddy.." Jongin menurut. Memangnya apa yang bisa Jongin lakukan jika tidak menurut pada Sehun? Tubuh Jongin seolah bukan miliknya lagi jika Sehun menyentuhnya seperti ini, sentuhan erotis yang membuat imajinasi Jongin liar.
Selama Sehun dan Jongin berpacaran keduanya belum pernah mencoba menggunakan sex toys, jadi kali ini benar-benar sebuah pengalaman baru bagi Jongin. Jongin percaya sepenuhnya jika Sehun tidak mungkin menyakiti dirinya. Meskipun Jongin merasa sakit yang luar biasa diantara kakinya, Jongin juga bisa merasakan libidonya naik dengan drastis begitu Sehun memasangkan cock ring tersebut. Sungguh Jongin adalah seorang submissive yang memiliki nafsu tinggi dan suka permainan yang menantang dan kasar.
"Baby, bisakah kau menungging untuk daddy?" Suara Sehun yang sensual ditelinga Jongin bekerja seperti mantra. Jongin langsung mengangguk dan menurunkan tubuhnya dilantai kamar mandi yang dingin. Pantatnya ditunggingkan keatas, memamerkan lubang yang sangat kelaparan.
"Woah..lubangmu sudah merindukan penis daddy sepertinya.." Sehun membelai lembut lubang itu. Menghasilkan desah keras dari pemiliknya.
"Apa kau menginginkan lubangmu dipenuhi baby?"
"Ahh..tolong penuhi..hh..lubang Jongin..mhh.." Jongin mendesah lagi ketika satu jari Sehun mulai masuk memenuhi lubangnya. Sehun tertawa, Jongin benar-benar pandai berkata seperti pelacur. Sehun memasukkan tiga jari sekaligus, membuat tubuh Jongin bergetar.
"Hmm..daddy…ahhh…" Sehun menggerakkan perlahan jari-jarinya.
"Faster..daddy..mhhhh.." Pinggang Jongin mulai bergerak karena jari Sehun tidak kunjung menaikkan kecepatannya. Tangan Sehun yang lain menahan gerakan Jongin, Sehun tidak ingin segera memberikan hadiahnya untuk Jongin.
"Jongin ingin penis daddy…" Jongin berkata manja, mencoba meluluhkan hati daddy-nya agar segera menghujam lubang kelaparannya.
"Hmm..entahlah baby. Pesta akan segera dimulai, sepertinya kau harus menunggu beberapa jam lagi untuk bisa menikmati penis daddy." Sehun mengeluarkan seringainya.
"Ta-tapi daddy—"
"Shh..apa sekarang Jongin sudah berani membantah?" Seringai Sehun semakin lebar.
"Bu-bukan begitu daddy..Jongin benar-benar membutuhkan—AHHH!" Jongin berteriak keras ketika ia merasa sebuah benda tumpul masuk kedalam lubangnya dengan tiba-tiba. Benda itu dingin, tidak panas seperti penis kesukaannya. Juga tidak sebesar dan senikmat biasanya.
"Benda ini akan menggantikan penis daddy sampai pesta selesai nanti.." Sehun menggerakkan benda itu perlahan. Membuat Jongin menggelinjang.
"Daddy..apa…ahhh..itu..?"
"Vibrator." Jawab Sehun singkat. Tangannya masih sibuk memasuk dan mengeluarkan benda itu dengan gerakan pelan.
"Vi-vibrator..hhh? Daddy…ahhh…" Jongin tidak bisa berbicara dengan vibrator yang mulai Sehun nyalakan dengan kekuatan kecil. Baru sekali Jongin merasakan getaran seperti ini dilubangnya. Nikmat, tapi bagi Jongin vibrator itu tidak senikmat penis raksasa daddy-nya yang bisa membuatnya mencapai puncak hanya dengan beberapa tusukan.
"Sekarang kita harus segera bersiap-siap untuk ke pesta." Sehun mematikan getaran pada vibrator yang baru saja ia masukkan pada lubang ketat kekasihnya.
"Sehun kau tidak berniat membuatku pergi ke pesta dengan keadaan seperti ini kan?" Jongin kaget dengan permainan mereka yang tiba-tiba sudah usai. Penisnya masih sangat tegang dan lubangnya butuh cairan cinta milik kekasihnya.
"Aku masih daddy-mu Jongin. Jaga sikapmu." Sehun memainkan perannya sebagai seorang daddy dengan sempurna. Nada tegas dalam suara Sehun membuat Jongin menyadari apa yang akan ia lalui berikutnya, pergi berpesta dengan cock ring dan vibrator menempel ditubuhnya. Jongin yang pada dasarnya suka dengan tantangan dalam bercinta merasa terbakar dengan rencana Sehun, namun Jongin juga merasa cemas jika rahasia-rahasia seksnya dengan Sehun akan terbongkar. Permainan mereka kali ini cukup berbahaya.
"Maaf..hh..daddy.." Jongin mencoba berdiri dari lantai kamar mandi. Setiap gerakannya menghantarkan nikmat ke sekujur tubuhnya, kaki Jongin bergetar menahan nikmat vibrator yang sesekali menggesek titik kenikmatannya bahkan tanpa Sehun menyalakan getarannya.
"Bersiap baby dan bersikaplah seperti biasa." Sehun mengecup pelan bibir Jongin. Dibantunya Jongin mengeringkan tubuh dan memakai pakaian. Jongin hanya mengenakan celana jeans tanpa boxer atau celana dalam juga kaus lengan panjang yang tipis berwarna putih, membuat putingnya terlihat jika seseorang memperhatikannya dengan seksama.
"Kau tampak luar biasa baby." Sehun mengecup bibir penuh itu lagi sebelum mereka meninggalkan kamar mandi dan menuju aula dimana seluruh peserta lomba berkumpul untuk berpesta.
"Se-sehun..jangan tinggalkan aku sendirian nanti.." Jongin mencengkram lengan Sehun. Untuk berdiri saja Jongin kesulitan dengan ganjalan dipantatnya apalagi dibuat berjalan? Jongin cemas jika Sehun nanti tiba-tiba menghilang ditengah keramaian, meninggalkannya tersiksa seperti ini sendirian.
"Tidak akan. Aku akan selalu disampingmu sepanjang malam. Kecuali nanti tengah malam mungkin aku akan berada diatasmu." Sehun berkata nakal, membuat kekasihnya merona.
"Uhh..kau benar-benar harus membayar malam ini Sehun. Aku akan membalasmu nanti!" Jongin merajuk manja.
"Hahahahaha. Bagaimana kau akan membalasku? Apa itu termasuk memasukimu semalaman? Kalau itu aku tidak masalah baby." Sehun tertawa mendengar ancaman Jongin. Mendengar Sehun yang tidak hentinya berkata kotor membuat wajah Jongin benar-benar memerah dan juga penisnya berkedut. Ckck sungguh liar kau Kim Jongin, dengan dirty talk saja sudah membuatmu nyaris keluar.
Suara musik yang keras menyambut Sehun dan Jongin ketika mereka tiba di aula. Sehun tidak terkejut melihat Joonmyeon dan Kris sudah menempel seperti amplop dan perangko. Sehun bahkan bisa melihat tangan Kris sudah berada dipaha Joonmyeon dan meremasnya sesekali. Bukan hanya Joonmyeon dan Kris yang terbawa suasana, tapi bepasang-pasang kekasih sudah mulai menari mengikuti irama dan menempelkan tubuh mereka begitu lekat.
"Sehun! Jongin!" Sehun mendengar namanya dipanggil oleh anggota Monster Moves. Sehun melambai dan mendekati mereka. Tidak jauh dari tempat Monster Moves berdiri ada segerombol anggota Lucky Theatre, Jongin berusaha memasang senyumnya pada anggota klubnya namun tiba-tiba Sehun menyalakan getaran pada vibrator dilevel paling rendah. Jongin menghentikan langkahnya dan mencengkram lengan Sehun dengan kencang. Senyum yang tadi ia pasang untuk anggota klubnya langsung menghilang, digantikan dengan ekspresi yang sulit dijelaskan.
Sehun menuntun langkah Jongin perlahan, ia bisa mendengar nafas Jongin yang semakin berat. Lelaki tampan itu juga merasakan gelombang hawa nafsu ketika melihat ekspresi Jongin yang menahan nikmat dan sakit, ia membayangkan jika penisnya lah yang menghujam lubang itu, bukan sebuah mainan sialan.
"Belum setengah jam pesta dimulai, Joonmyeon Hyung sudah siap diperkosa Kris Hyung." Sehun mendengar obrolan anggota Monster Moves yang memperhatikan Joonmyeon dan Kris. Pasangan itu kini sudah berciuman panas dan tangan Joonmyeon sudah mengelus perut Kris dari luar pakaian yang Kris kenakan. Sehun tersenyum kecil, teman-temannya tidak tahu jika ia sudah berhasil membuat kekasihnya klimaks bahkan sebelum pesta dimulai.
Jongin berdiri kaku disamping Sehun. Wajah Jongin berkeringat dan sesekali nafasnya memberat. Sehun benar-benar terhibur oleh kekasihnya itu. Dipeluknya Jongin dari belakang dan diletakkan dagunya dibahu Jongin.
"Apa nikmat sekali baby?" Sehun berbisik sangat pelan. Ia yakin tidak ada orang lain yang mendengar ucapannya karena tenggelam oleh suara musik yang keras.
"Hhh..daddy..matikan getarannya..nghh.." Jongin berkata tidak kalah pelan. Wajah Jongin memerah menahan segala rangsangan ditubuhnya. Sehun merogoh saku celananya dan mencari remote kecil yang mengendalikan vibrator.
"Anghh..dad—Sehun!" Bukannya mematikan getaran vibrator, Sehun malah menaikkannya satu level. Membuat Jongin tidak bisa mengontrol desahannya. Beberapa orang menoleh mendengar Jongin yang tiba-tiba berteriak.
"Shh..apa kau ingin semua orang tahu kau sedang menikmati vibrator dilubangmu?" Tanya Sehun seduktif. Jongin menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"Dengarkan daddy baik-baik.." Sehun kembali berbisik pelan ditelinga kekasihnya.
"Bayangkan..jika saat ini penis daddy yang memanjakanmu.." Sehun berkata pelan, ia berniat menggoda kekasihnya dengan dirty talk yang pasti akan membuat Jongin semakin kepanasan.
"Atau jari daddy yang menusuk-nusuk prostatmu. Lalu tangan daddy memainkan penismu. Menjilat kepalanya.." Jongin merasakan penisnya kembali berkedut. Didalam kepala Jongin membayangkan seluruh ucapan kotor kekasihnya, Jongin merasakan perut bagian bawahnya mengencang hanya dengan membayangkan penis Sehun didalam lubangnya.
"Apa kau juga ingin putingmu daddy manjakan? Sekarang bayangkan putingmu daddy jilat perlahan, lalu daddy gigit dan daddy hisap sampai memerah. Daddy terus bermain dengan putingmu hingga penismu mengeluarkan precum.." Sehun terus berkata sambil menyeringai. Wajah Jongin semakin memerah dan juga berkeringat, penisnya juga berkedut keras. Sakit sekali rasanya.
"Hhh..daddy..jangan siksa Jongin seperti ini..hh.." Jongin berkata dengan susah payah.
"Menyiksa Jongin? Jika daddy ingin menyiksa Jongin, daddy akan melakukan ini." Sehun tiba-tiba menaikkan getaran pada vibrator menjadi maksimal. Sehun langsung merasa tubuh Jongin nyaris ambruk, tangannya dicengkram begitu erat sampai terasa sedikit perih.
"Su-sudah..ahh…hmm..Jong-jongin..uhh..mau..nghhh…" Jongin menundukkan wajahnya dalam-dalam untuk menyembunyikan ekspresinya yang menahan hasrat dibawah sana. Bibirnya ia gigit keras-keras untuk menyembunyikan desahannya, matanya berair menahan sakit dan nikmat yang datang bersamaan.
Sehun dengan cepat membalik tubuh Jongin dan memeluknya kekasihnya itu kedalam dadanya. Gerakan Sehun yang membalik tubuh Jongin tiba-tiba membuat vibrator didalam lubangnya mengenai titik kenikmatan berkali-kali. Jongin langsung membenamkan wajahnya pada dada bidang Sehun dan terisak ketika penisnya berkedut kencang.
"Daddyyy..ahhh..sakithhh..ngghhh..mmhh..hiks…ahh.." Jongin telah sampai puncaknya, namun tidak ada cairan yang keluar sedikitpun. Sehun berusaha menenangkan tubuh Jongin yang bergetar dalam pelukannya. Dimatikannya vibrator yang sedari tadi menyiksa lubang kesayangannya itu. Sehun merasa nafas Jongin mulai teratur didalam pelukannya.
"Daddyy..biarkan Jongin keluar..please…" Jongin memandang wajah tampan kekasihnya dengan mata berair. Sehun mencium kening kekasihnya itu dan tersenyum menenangkan.
"Baiklah. Ayo kita pulang." Sehun melambai kearah teman-temannya sebagai isyarat bahwa ia akan pulang duluan. Jongin berjalan secepat yang kakinya bisa, ia sudah tidak peduli lagi dengan hasil perlombaan hari ini. Jongin hanya butuh penis daddy-nya menumbuk prostatnya berkali-kali hingga cairan orgasme mengotori tubuhnya.
—
"Daddy..nghh..tolong lepas cock ring-nya.." Jongin menggeliat dikursi penumpang dalam mobil yang Sehun kemudikan. Malam ini Sehun memang sengaja membawa mobil karena ia sudah berencana untuk bermain-main dengan kekasihnya itu.
"Sebentar lagi baby.." Sehun mengelus lembut rambut coklat Jongin.
"Ka-kalau begitu..hmm..vibratornya.." Jongin masih berusaha bernegosiasi.
"Baby.." Sehun berkata dengan nada tegas.
"Baiklah..baiklah..aghh.." Jongin mengalah. Untung saja Sehun tidak menyalakan getarannya, jadi Jongin masih bisa sedikit tenang. Namun jalanan yang terkadang bergelombang membuat ujung vibrator itu menyentuh titik terdalamnya, Jongin hanya bisa mendesah kencang ketika hal itu terjadi.
Mobil Sehun dalam sekejap sudah masuk kedalam garasi rumahnya. Mobil kedua orang tuanya masih belum ada, entah apakah keduanya akan pulang atau tidak. Sehun justru merasa beruntung, ia bisa bercinta dengan kekasihnya disetiap sudut rumah.
"Daddy…gendong Jongin..mhh.." Jongin mendesah manja.
"Tentu saja. Apa yang tidak untukmu baby.." Sehun segera turun dari kursi kemudinya dan membukakan pintu penumpang depan.
Pemandangan didepannya sungguh luar biasa. Jongin tidak mengenakan celana, tubuh sempurna itu hanya berlapis kaus tipis yang sudah basah karena keringat. Penis Jongin yang tegang dan memerah, juga ujung vibrator yang menyembul dari belahan pantat seksi itu. Sehun tidak tahu bagaimana Jongin bisa secepat itu melepas celananya didalam mobil yang sempit.
"Ayo daddy…Jongin ingin segera bermain.." Jongin puas sekali melihat wajah kaget Sehun.
"Kau benar-benar nakal baby." Sehun dengan cepat menggendong Jongin didepannya.
"AHH! DADDY JANGANNHHHH!" Sehun tiba-tiba menyalakan vibrator itu dengan kekuatan maksimal, membuat Jongin berteriak. Jongin sangat sensitif sekarang, rangsangan sedikit saja pada prostatnya, Jongin bisa dengan mudah mencapai klimaks.
"Nghh..ahh..ahh..mhh.." Kedua kaki Jongin melingkar dipinggang Sehun membuat penis tegang itu bergesekan dengan kemeja Sehun, memberikan friksi yang dibutuhkan Jongin sejak tadi.
Sehun tidak bisa menunggu lebih lama lagi, begitu keduanya memasuki rumah Sehun. Sehun langsung melempar tubuh kekasihnya itu ke atas sofa.
"Ahh..nghhh…mhhh.." Vibrator yang berada didalam lubang Jongin tepat mengenai prostatnya ketika tubuhnya berbenturan dengan sofa ruang tengah Sehun yang empuk. Sehun segera melepaskan celananya, penis raksasanya sudah tidak bisa menunggu lagi.
Melihat Sehun sudah melepaskan celananya, Jongin langsung bertumpu pada lutut dan sikunya dilantai yang berlapis karpet. Dinaikkannya pantat itu tinggi-tinggi, seolah memamerkan pada kekasihnya bahwa lubang panasnya itu sudah siap menerima penis kekasihnya yang saat ini terlihat sangat keras.
PLAK!
"Sebegitu inginnya dengan penis daddy?" Sehun menampar pantat Jongin.
"Jongin..hh..benar-benar..angghhh…menginginkan penis daddy..yahh..mhh.." Lubang Jongin bergetar sangat keras, penis mungil Jongin kembali terasa sangat menyakitkan. Getaran yang berada dilubangnya semakin terasa ketika Sehun terus menampari bongkahan pantatnya.
PLAK! PLAK! PLAK!
"Ahh daddy..hhh..NGHH!" Sehun mengeluarkan vibrator itu dengan tiba-tiba dan langsung memasukkan penisnya kedalam lubang yang kini terlihat sedikit melebar.
"OHHH..YESHHH..DADDYY…." Jongin merasakan lubangnya dipenuhi dengan penis kesukaannya. Matanya langsung mengabur oleh kenikmatan yang tiada tara.
"Kau masih saja ketat baby..shit..hh.." Sehun menusuk lubang Jongin tanpa perasaan, membuat tubuh Jongin terguncang-guncang tidak karuan.
"Daddy…tolong..hhh..aghh..cock ring..mhh.." Jongin mencengkram bulu-bulu karpet dibawahnya sebagai pegangan agar tubuhnya tidak menghantam lantai. Bola kembarnya benar-benar terasa penuh seolah ingin meledak.
"Tunggu daddy..hh..ahh.." Sehun menggerakkan pinggulnya semakin cepat dan kasar, ia ingin keluar bersamaan dengan kekasihnya itu. Jongin mengetatkan lubangnya dan pinggulnya ikut bergerak berlawanan arah dengan gerakan pinggul Sehun.
"Yes..baby..lubangmu benar-benar luar biasa..shh.." Sehun terus menggerakkan pinggulnya. Perlahan-lahan penis raksasa Sehun semakin membesar didalam lubang Jongin, membuat Jongin mengerang keras.
"Daddy…ahhh..yahhh..nikmat sekali..hhmmm..ngaahhh…"
"Disitu daddyhhh! Yeshhh..ahh..ohhh..lebih dalam daddy..yahhh.."
"Ohh..ohh..daddyyhhh… Jongin tidak..ahh..tahan..ahhh…" Sehun merasa lubang Jongin benar-benar memijat penisnya dengan sangat erat, mendorong seluruh sperma Sehun untuk memenuhinya. Sehun bisa merasakan penisnya berkedut dan akan segera menyemprotkan cairannya, dengan cepat Sehun berusaha melepas cincin yang melingkari penis kekasihnya.
"Babyyy..ahhhh!"
"AHHHNN..UNGHHH..DADDYHH!" Jongin menjerit kencang ketika ia akhirnya bisa mengeluarkan cairan cintanya. Entah berapa semprotan yang Jongin keluarkan dan mengotori karpet rumah keluarga Oh, Jongin tidak peduli. Orgasmenya kali ini menjadi semakin nikmat dengan semprotan hangat yang mengenai prostatnya.
Tubuh Jongin gemetar karena kenikmatan yang baru saja ia rasakan begitu intens. Sehun menciumi lembut punggung dan tengkuk Jongin, mengucapkan terima kasihnya pada sosok dibawahnya. Jongin bergerak pelan agar penyatuan mereka dibawah sana terlepas, tubuhnya benar-benar lelah. Sperma Sehun meluber kedalam paha Jongin, membuat kaki jenjang itu terlihat sangat menggairahkan.
"Apa lubangku sebegitu nikmatnya sampai kau cepat sekali keluar Hun?" Jongin tersenyum jahil pada Sehun yang kini berbaring disebelahnya. Harus Sehun akui kali ini dirinya mencapai klimaks dengan cepat, mungkin karena Sehun sudah menahan dirinnya sedari tadi dan juga lubang Jongin malam ini terasa luar biasa nikmat.
"Tapi kau tetap puaskan?" Sehun mencubit pelan ujung hidung kekasihnya.
"Aku selalu puas asal denganmu." Jongin memiringkan tubuhnya dan memeluk tubuh Sehun yang masih mengenakan kemeja, tidak berbeda jauh dengan dirinya yang masih mengenakan kaos tipis.
"Ronde dua?" Sehun bertanya lembut. Sehun mengerti jika Jongin pasti merasa lelah. Menari dipagi dan siang hari lalu malamnya Sehun membuat Jongin menahan orgasme selama berjam-jam, pasti tubuh kekasihnya ini sangat kelelahan. Sehun tidak ingin memaksa Jongin jika ia tidak mau, toh dia masih punya tangan kanan untuk menyelesaikan ereksinya yang sudah kembali.
"Hanya satu ronde lagi dan juga bermain yang lembut!" Jongin bangkit dari tidurnya dan melihat wajah sempurna Sehun. Jongin menatap Sehun dengan tatapan memperingatkan.
"Yes! Baiklah, aku akan benar-benar lembut kali ini." Sehun ikut bangkit dan mencium kening kekasihnya.
Sehun berdiri dan menggangkat tubuh Jongin kedalam pelukannya. Kaki Sehun melangkah menaiki tangga, menuju kamarnya. Bibir mereka bertautan dalam ciuman yang panas dan sarat akan cinta, dada mereka bersentuhan hingga bisa saling merasakan debaran jantung masing-masing.
Begitu sampai dikamarnya, Sehun segera masuk ke kamar mandi dan meletakkan Jongin didalam bath up. Dinyalakannya air hangat untuk merilekskan tubuh Jongin dan juga dirinya. Kaus Jongin dibuka perlahan, lalu giliran kemejanya yang ia lepas.
Sehun masuk kedalam bath up dimana Jongin telah menunggunya. Tengkuk Jongin ia cumbu hingga desahan-desahan meluncur dari bibir seksi Jongin. Tangan Sehun memainkan setiap jengkal kulit halus Jongin yang sensitif akan sentuhan-sentuhannya.
"Hmm..daddy..geli..ahhh.." Ciuman-ciuman Sehun perlahan berubah menjadi gigitan dan hisapan. Tengkuk dan bahu Jongin kembali dihiasi tanda-tanda kepemilikan yang dibuat kekasihnya.
Penisnya mulai membesar karena mendengar desahan Jongin. Sehun benar-benar senang menguasai tubuh didepannya ini, hanya dengan sentuhan ringan Sehun bisa merasakan tubuh Jongin melemah. Kedua lengan kekar itu memeluk erat tubuh ramping itu, membuat penisnya bergesekan dengan punggung mulus tersebut.
"Baby kau sungguh sempurna..hh.." Sehun mulai menggesekkan penisnya pada pantat kesukaannya itu.
"Daddy…ayo masukkan..ngghhh.." Jongin kegelian ketika kepala penis Sehun menusuk-nusuk mulut lubangnya. Lubang Jongin yang mulai sedikit terbuka akibat kepala penis Sehun yang menusuk lubangnya membuat air dalam bath up sedikit masuk kedalam lubang itu.
"Ehmmhh…yahh..hhh..unghh.." Pinggang Jongin diangkat sedikit oleh Sehun. Perlahan-lahan penis raksasa itu tenggelam kedalam lubang sempit yang hangat milik Jongin. Sehun benar-benar menikmati setiap gesekan yang terjadi antara penis dan lubang ketat itu. Masih sempit dan nikmat, seperti biasa.
"Aaaahhh…yahh..ngghh.." Penis itu sudah masuk sepenuhnya. Jongin bisa merasakan ujung penis Sehun hingga ke perutnya. Ukuran penis Sehun memang sangat besar, ukuran kesukaan Jongin.
"Gerakkan tubuhmu baby..shit..hh.." Sehun mengerang pelan ketika tubuh Jongin mulai bergerak naik dan turun. Sesekali gerakan pinggul Jongin memutar dan saat itu Sehun akan menggeramkan namanya. Air yang berada didalam bath up bergelombang seiring dengan gerakan pasangan itu yang mulai begerak lebih cepat untuk mencapai kenikmatan.
Desahan-desahan kedua remaja itu segera terdengar bersahutan dari dalam kamar mandi. Entah berapa lama Sehun menghujam lubang Jongin, dan entah berapa posisi mereka bermain. Sehun yang berjanji bermain lembut berakhir membuat kekasihnya terkapar lemas dilantai kamar mandi, lubang Jongin begitu nikmat dan ketat membuatnya lupa diri dengan janji yang baru beberapa saat lalu ia katakan.
Tubuh Jongin sudah tidak karuan bentuknya. Pantatnya tercetak jelas bentuk telapak tangan karena terus-terusan ditampari oleh Sehun. Putingnya bengkak dua kali lipat dari ukuran biasanya, membuat siapa saja bisa terangsang hanya melihat bentuk puting Jongin yang sekarang sungguh seksi. Sekujur tubuh Jongin juga sudah terlukis banyak sekali bekas gigitan, hisapan hingga memar yang ditimbulkan dengan permainan kasar mereka.
Jongin tidak bisa membuka matanya lagi ketika Sehun menyemprotkan cairan cinta dilubang terdalam miliknya untuk kesekian kali. Sendi-sendinya ngilu karena tubuhnya bergoncang terus-terusan dibawah genjotan Sehun, dan yang pasti lubang ketatnya kini terasa perih karena terlalu banyak dihujam dengan penis Sehun yang luar biasa besar.
Sehun mengelap tubuh Jongin dengan handuk basah sebelum membaringkan tubuh yang sudah tidak sadarkan diri itu keatas kasurnya. Sehun harus mempersiapkan diri untuk menerima omelan dan cubitan dari kekasihnya besok, meskipun begitu Sehun yakin Jongin akan segera bermanja-manja pada dirinya lagi setelah mengomel selama beberapa jam.
Sehun masih terus memandangi wajah damai Jongin yang sedang tertidur. Dirinya sangat berterima kasih pada Chanyeol sudah memaksanya untuk menerima kencan buta yang sepupunya atur untuknya. Sehun juga terus menggumamkan rasa syukur dengan kehidupannya sekarang yang terasa sempurna. Sehun merasa begitu sempurna dengan kehadiran Kim Jongin dalam hidupnya. Dikecupnya bibir Jongin dan ditariknya tubuh Jongin kedalam pelukannya.
"Selamat tidur Kim Jongin." Sehun berbisik pelan dan memejamkan matanya.
The End.
Udah cukup hot belum? Wkwk.
Terima kasih review-reviewnya untuk cerita ini.
Juga usulan buat endingnya, sayangnya author udah selesai nulis seri ini sejak lama banget….jadi endingnya begini deh wkwk.
Mengecawakan ngga endingya?
Tunggu cerita panas selanjutnya malam jumat depan ya hehe.
Selamat malam jumat chingudeul^^
