Jongin ingat bahwa ia hari ini akan mendatangi seorang psikiater untuk membahas masalah penyakitnya ini jadi jongin meminta izin untuk pulang kepada sehun , tetapi ekpresi sehun terlihat menolak bahwa jongin ingin pamit pulang , jongin kembali menarik tangan sehun kegenggamannya
"sehun , besok aku akan berkunjung lagi"kata jongin mengusap tangan sehun pelan mengabaikan detakan jantungnya kini kian cepat sampai sampai jongin memejamkan matanya , membuat sehun terlihat khawatir melihta jongin
"jongin hyung kau kenapa"ucap sehun menatap jongin dengan jarak yang terbilang cukup dekat , jongin mulai merasa gelisah sekarang dan memundurkan wajahnya
"aku tidak apa apa"ujar jongin tersenyum , sehun menganggukan kepalanya kemudian bangun dari sofa menuju ranjang jiwoon . Sehun menatap sendu jiwoon mengambilnya tangan adiknya dan menempatkannya dipipinya
"jiwoon lekaslah sembuh"kata sehun mengecup tangan kecil jiwoon jongin yang melihatnya makin tidak rela meninggalkan mereka berdua tetapi ia harus pergi sekarang , sehun melepaskan tangan jiwoon dan menatap jongin
"jongin hyung pulanglah , aku tidak apa apa"ucap sehun berjalan mendekati jongin dan jongin menganggukan kepalanya bersiap siap untuk pergi , sebelum jogin melangkahkan kakinya kepintu ia berbalik menghadap sehun memasang tampang ragu yang membuat sehun bingung
"aku ingin memeluk sehun , tapi aku takut"batin jongin
" apa ada yang tertinggal"ucap sehun , jongin menggaruk tengkuknya yang tidak gatal merasa canggung dan bergegas pergi
.
.
.
Diperjalanan jongin terus memikirkan tentang perasaanya kepada sehun , tapi ia juga masih merasa ragu mengingat ia memiliki philophobia jadi ia akan mencari jawabanya pada psikiater. Jongin mengambil ponselnya yang berada disaku mencoba menelfon seseorang
"jongdae hyung , maafkan aku tidak bisa datang keperusahaan karena aku akan mengunjungi psikiater "ucap jongin yang masih fokus kejalanan
"baiklah,besok kau harus datang ok"kata jongdae dan memutuskan panggilannya , jongin kembali menaruh ponselnya disakunya , dan tak lama mobil jongin sampai dipekarangan rumah yang cukup besar . Jongin keluar dari mobilnya dan disambut hangat oleh lelaki bertubuh sedang memakai mantel yang pas ditubuhnya
"suho hyung"ujar jongin , suho tersenyum dan mengajak jongin memasuki rumahnya dan menyuruhnya duduk disofa , oh iyah suho itu merupakan psikiater pribadi jongin untuk menangi penyakitnya ini
"apa ada masalah"ucap suho dan mengisaratkan jongin untuk berbaring disofa yang sudah disediakan , jongin menganggukan kepalanya
"aku ingin bertanya tentang masalah tentang ketakutanku ini hyung"ucap jongin , suho mengangguk menyuruh jongin untuk segera bercerita
"aku bertemu dengan seorang lelaki yang sangat manis , aku tidak sengaja melihatnya terjatuh ditrotoar dan mencoba membatunya aku tertegun saat dia tersenyum padaku dan aku merasakan detak jantungnya yang lebih cepat dari biasanya sampai sampai aku mengira bahwa aku mengidap sakit jantung , setelah itu aku jadi lebih sering bertemu dengannya tetapi anehnya saat aku bertemu dengannya ia sedang mendapat masalah, apa kau tau dia terlihat sangat kuat diluarnya tetapi sangat rapuh didalamnya dan aku merasa ingin memeluknya melindunginya dan memilikinya untukku sendiri "kata jongin , suho fokus menyimaknya dan mencatatnya dibuku
"lalu apa masalahmu "ucap suho . jonign bangun dari posisi berbaringnya dan duduk menghadap suho
"aku takut merasakan perasaan itu hyung"ujar jongin , suho menatap lekat jongin dan menaruh tangannya dipundak jongin
" jongin kau tak perlu takut , cobalah untuk tenang lupakan masa lalu dan biarkanlah perasaanmu itu"ucap suho meyakinkan, jongin menatap suho kemudian menganggukan kepalanya dan pamit untuk pulang
.
.
.
Jongin memasuki mobilnya dan menidurkan kepalanya disetir memikirkan tentang ucapan suho tentang perasaannya ini , jongin menghela napas dan menjalankan mobilnya . Sekitar 30 menit mobilnya sampai digarasi apartemen pribadinya ia segera keluar dan berjalan masuk lift sebelum ponselnya berbunyi
"halo"ucap jongin berjalan memasuki lift dan menyandarka tubuhnya disana karena merasa lelah
"jongin , pulanglah kerumah ada yang ingin eomma dan appa bicarakan denganmu"ucap ibu jongin
"besok saja , aku lelah ibu"ucap jongin mematikan sambungannya berjalan keluar dari lift menuju kamar apartemnnya , jongin membuka pintu apartemenya menyalakan lampunya dan berjalan menuju ranjangnya menidurkan tubuhnya tanpa mengganti pakaiannya terlebih dahulu , jongin mendongakan wajahnya melihat jam didinding 19.30 ia bangun dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya terlebih dahulu setelah itu tidur
.
.
Sudah dari tadi sehun mencoba untuk tidur tetapi tidak bisa karena ia akan selalu ingat jongin , sehun mengerang pelan bangkit dari sofa berjalan menuju ranjang jiwoon , sehun menatap wajah jiwoon yang sedang tertidur jika dilihat lihat jiwoon mirip dengan ayahnya sedangkan dirinya mirip ibunya sehingga tetangga samping rumahnya itu menyebutnya manis itu membuat sehun kesal , kedua orang tua sehun tentu tidak mempermasalahkannya malah mereka menertawakan sehun yang kesal dibilang berwajah manis , jika mengingat itu sehun ingin sekali bertemu orang tuanya ia ingin memeluknya , ini sudah 4 tahun yang lalu saat jiwoon berusia 4 tahun dan ia berumur 16 tahun saat mereka meninggalkan mereka
"jiwoon , hyung menrindukan eomma dan appa"gumam sehun memeluk jiwoon, jiwoon yang merasa tertanggu tidurnya membuka matanya dan melihat hyungnya yang sedang memeluknya dari samping , jiwoon membawa tangan kecil untuk memeluk hyungnya , sehun merasakan pergerakan melepaskan pelukannya dan melihat jinwoo yang sedang menatapnya
"jinwoo kenapa terbangun"ucap sehun menatap jinwoo , jinwoo mencoba bangun dengan dibantu sehun
"jinwoo sudah tidak mengantuk lagi"kata jinwoo polos , sehun gemas melihatnya dan mencubit pelan pipi jinwoo
" tapi hyung ingin tidur bagaimana?"ucap sehun , jinwoo berpikir sebentar dan setelahnya jinwoo menggesaer tubuhnya agar sehun bisa tidur disampingnya
"hyung tidur disamping aku saja agar aku bisa menjaga hyung"kata jinwoo , sehun segera menidurkan tubuhnya disamping jinwoo dan segera tidur
.
.
.
Pagi menjelang sinar matahari mengusik sehun melalu jendela kamar rumah sakit yang tidak tertutup tirai . Sehun terpaksa bangun karena ia berniat mencari kerja mulai sekarang dan berjalan menuju kamar mandi setelah selesai sehun segera memakai pakaiannya tapi ia lupa membawa baju gantinya sehingga ia harus mengambilnya dulu dirumah jadi sehun memakai pakaian kemarin , pintu diketuk seseorang sehun berjalan menuju pintu dan membukanya
"selamat pagi"kata perawat tersebut , sehun menganggukan kepalanya mempersilahkan nya untuk masuk , perawat tersebut membawa nampan berisi makanan untuk jinwoo
"hmm bisakah anda menjaga jinwoo , karena aku akan mencari kerja hari ini"ucap sehun , perawat tersebut menolehkan wajahnya menghadap sehun dan menganggukan kepalanya
"tentu saja tuan oh"ucap perawat tersebut sopan , sehun segera pamit dan bergegas pulang untuk mengganti pakaiannya
Tbc…..
