Para tamu telah berangsur pulang meninggalkan rumah yang telah lama kutinggali bersama ketiga sosok yang kini terbaring dalam peti.

Kini yang hanya para bawahan kedua orangtuaku yang tengah sibuk dengan tugas mereka masing masing, menyisakanku sendiri bersama 3 sosok terdekatku.

Pertahananku rubuh sudah. Air mata yang sedari tadi kutahan demi menjaga harga diriku sebagai pria mengalir membasahi wajahku. "Appa... Umma... Noona..." lirihku seraya diriku jatuh lemas berlutut di hadapan ketiga peti mati.

Kurasakan kesia siaan mengejar ilmu dan belajar sekuat tenaga sehingga menjadi lulusan terbaik. Bagiku, usahaku selama ini tak berguna tanpa sambutan hangat dari keluargaku.

"Tuan muda Cho..."

"Eric hyung... apa... yang terjadi sampai mereka seperti ini?" tanyaku di sela sela isak tangis ketika menyadari orang kepercayaan appa mendekatiku.

"Tuan Cho memutuskan untuk pergi tanpa pengawalan, Tuan muda. Baginya hari ini adalah saat di mana Tuan dan Nyonya bersama Nona dan Tuan muda merayakan keberhasilan Tuan muda."

"Apa kata pihak kepolisian, hyung?"

"Mereka beranggapan ini kecelakaan."

Beranggapan ini kecelakaan... berarti mungkin saja ini bukan sepenuhnya kecelakaan... Pikiranku menjadi kacau.

"Hyung... harusnya hari ini aku bisa merayakan kelulusanku..."

Eric hyung tertunduk sambil menepuk pelan punggungku. "Aku di sini kalau kau membutuhkanku."

Kutarik bajunya dan kupeluk dirinya erat. Aku pun menangis sepuasnya sementara Eric hyung hanya bisa mengelus kepalaku layaknya seorang kakak lelaki.

"Kau harus kuat, Tuan muda."

Aku dapat mendengar suaranya yang penuh iba padaku. Aku pun mengangguk pelan sementara aku terisak. "A-aku akan kuat..." gumamku pelan.

"Aku tahu kau bisa, Tuan Muda. Kurasa kau harus beristirahat sekarang, karena besok kau harus hadiri acara pemakaman. Setelah itu kau ada pertemuan."

Aku mengangguk. "Aku mau tidur di sini saja, hyung." aku berucap seraya bangkit dan berbaring di sofa. "Aku ingin tidur bersama mereka malam ini. Ini malam terakhir aku bisa bersama sama mereka."

"Baiklah, Tuan muda. Aku di sini jika kau butuh sesuatu."

Aku tersenyum sambil mengangguk paham. "Gomawo, Eric hyung." ucapnya.

- TBC -