Halo semuanya. :)
Apa kabar?
Saya, Athena, akan kembali membawakan fic berjudul My Lovely Leader.. :D
Mohon maaf bila ada salah kata atau salah penulisan..
Semoga semua suka ya.. :)

.


.

Hehehehehe.. XD

gimana?

tulisan A-tan di atas bagus kan? iya kan? kayak orang dewasa kan? #plaak

Tulisan itu...

Boleh copy paste.. T_T #pundung..

habisnya A-tan ga bisa nulis kayak gituu.. T.T

itu terlaluuu terlaluu terlaluuuuuuu terlaluuuuuuu... #lebay

terlalu formal! Aaaaaaaakkhh..!

Kalo ngetik kayak gitu, A-tan berasa jadi kayak bikin proposal buat OSIS..

Bukan bikin fic.. =A=

kalo bikin fic, Author Notes A-tan ga boleh pake bahasa baku!

ga enak.. T_T

o iya, A-tan update fic ini gara2 galau.. ==

sampe sampe A-tan nangis di sekoah..

hibur A-tan lewat review yaa..

.


Sekarang bales review.. :3

.

Daiyaki Aoi: Iya, A-tan juga ga suka liat Natsume galau.. #padahal sendirinya yang nulis
Natsume cuma boleh galau kalo diputusin A-tan! *plaaak*
M-maksudnya kalo diputusin Mikan..
Hehehehehe..
Makasih udah review yaa.. :D

.

Chibi Hazel NRF: Makasih udah review.. :D
Bisa tebak siapa? :D
hayoo~ siapaa? XD #kicked

.

Kazuki NightFlame47: Makasih udah review.. :3
Tersanjung? Aduh, A-tan jadi maluu.. / *plaaak*
Iya tuh, Natsu mau aja di perintah Hotaru.. =3=
Yang nembak Hotaru? Ada di chapter ini kok.. XD
Hayoo, tebakan Zuki bener atau nggak? :D

.

Yukina Itou Sephiienna Kitami: Makasih udah review.. :D
Yang nembak Hotaru? Ada di chapter ini kok.. XD

.

MochiiZuki: Makasih udah review.. :3
Wakako emang cuma di anime, tapi A-tan ga pernah nonton anime-nya..
kalo ga salah sih dia itu wakil ke FC Natsume ama Ruka.. (ketuanya si Permy)
Soal sifatnya, A-tan juga kurang tau.. .
Maaf yaa..

.

Hyuuga Kikyou: Makasih udah review.. :D
Makasih juga udah bilang fic A-tan bagus.. XD
Update? Ini udah update.. :)
Yang putus ama Natsume itu Wakako, bukan Luna.. :D
Kalo Luna munculnya agak belakangaan..
Tetap review yaa.. X3

.

DarkCrimson Kageya Himesaki: makasih udah review.. :3
Makasih banyaaaaaaakk udah add fave story a-tan,... XD
Kalo masalah Typo, A-tan agak kurang percaya diri.. T^T
Makanya typo A-tan di periksain ama temen A-tan..

Senpai? O_O
Senpai? O_O
Senpai? O_O

Ada yang manggil A-tan senpai? O/O
Aduuh, A-tan ga biasa dipanggil senpai.. #malu malu tikus *plaaak*
Panggil aja A-tan, ga pake embel-embel lain.. .
Aduh, muka A-tan sekarang udah kayak kepiting rebus gara-gara dipanggil senpai.. #rada rada lebay
Kita sama, A-tan juga masih junior kok.. XD
A-tan junior forever! XD

.

Crimson Flame: Makasih udah review.. :D
Yo! Crimson!
Ini A-tan udah review yo!
Moga-moga suka yo! *ini ngerap atau cegukan? ==*

.


Nah, demikian balasan untuk review temen-temen semua.. :)
Keep review yaa..
Review kalian bikin A-tan jadi tambah semangat.. XD

.


O iya, ada pemberitahuan..

Kalo misalnya ada kayak gini:

Natsume POV

"Hoaaaahmmm.." Mikan menguap sambil menutup mulutnya. Tampaknya ia terbangun karena bunyi sms handphoneku. Ini gawat. Natsume Hyuuuga, berdoalah agar death glare dari Imai bukan berisi pesan kematian untukmu.

Ini berarti Natsume lagi ngomong ama dirinya sendiri..

Jadi kayak si Natsu bilang ke dirinya sendiri supaya berdoa..

Masih bingung?

Jadi kayak misalnya A-tan bilang:

"Athena, moga-moga ceritamu dapet banyak review!"

Itu artinya A-tan kayak ngomong ama diri A-tan sendiri..

Kalo masih ada yang bingung, bisa disampaikan lewat review.. :)

nanti A-tan jelasin lagii.. XD

.


Okay, lets start!


.


"Aku cinta padamu!"

.

.

.

Gakuen Alice © Tachibana Higuchi

My Lovely Leader © Athena Phantomhive

Warning: OOC, Typo, AU, dll

.

.

Athena Phantomhive Present

My Lovely Leader

.

.

Chapter 4

.

.

"Kau gila ya?" tanya Hotaru –dengan dinginnya –pada pemuda di depannya yang baru saja 'menembak' Hotaru.

"Tidak. Aku masih waras. Aku memang benar-benar suka padamu," tampaknya Ruka melihat tanda hati dimata pemuda itu, yang ditujukannya pada Hotaru.

"Ayo Ruka, kita pergi dari sini. Ingat, kita ada rapat," Hotaru menarik tangan Ruka meninggalkan pemuda di depannya.

"Hei, tunggu!" pemuda itu hendak menahan Hotaru agar tidak pergi dari tempat itu. Namun Hotaru tetap berjalan pergi. Pemuda itu berteriak pada Hotaru, "Namaku Hayate! Kelas 3 Senior High Division. Aku benar-benar suka padamu!"

.

My Lovely Leader

.

.

Natsume POV

"Natsume," panggil Mikan.

"Apa?"

"Kenapa kamu mengantarku pulang?" tanyanya lagi. Memang sekarang aku sedang dalam perjalanan ke rumahnya untuk mengantarnya pulang.

"Nggak boleh?" tanyaku.

"Bukannya nggak boleh. Tapi aku heran saja," Mikan menjawab dengan nada bingung, aku jadi ingin melihat ekspresinya. Apa wajahnya juga bingung seperti nada bicaranya? Aku yakin jawaban dari pertanyaanku barusan pasti 'iya'. Aku terus menyetir tanpa menjawab perkataannya barusan. Aku lebih memilih untuk konsentrasi ke jalan.

"Nah, sudah sampai. Terima kasih ya," Mikan berterima kasih saat dia sudah turun dari motorku.

"Sama-sama," jawabku. Aku menjalankan motorku pergi dari tempat itu.

Hatiku merasa kosong saat aku dalam perjalanan ke rumah. Aku yakin aku sedang kesepian sekarang. Oh, ayolah Natsume.. Kau hanya diputuskan 1 orang wanita. Tidak perlu bersedih sampai seperti itu kan? Wakako memang baik dan sabar, ia juga pengertian. Tapi tidak perlu sampai seperti itu kan? Pasti masih ada perempuan lain yang bisa menggantikan Wakako.

Aku terus berpikir sampai akhirnya aku tiba di rumahku. Kulihat Okaa-san sedang menonton TV.

"Okaa-san," sapaku. Itu kebiasaanku setiap pulang, selalu menyapa orang yang ada di rumah.

"Natsume, tadi ada telepon dari Ruka. Katanya besok pagi kamu sudah harus ada di rumahnya dari jam 6. Mereka mau berangkat pagi-pagi agar tidak kena macet," Okaa-san menyampaikan pesan dari Ruka.

"Iya,"

"Satu lagi, tadi Imai menelepon, katanya besok pagi tolong jemput Mikan. Mikan nggak ada yang mengantar ke rumah Ruka," tambah Okaa-san.

Apa lagi yang bisa kujawab selain 'iya'?

.

My Lovely Leader

.

.

Normal POV

Hari ini hari Selasa. Jam masih menunjukkan pukul 05.00. Matahari masih bersembunyi, enggan menampakkan diri sepagi ini. Ia masih membiarkan sang rembulan bersinar sebentar lagi. Di tengah pagi buta seperti ini, tampak seorang pemuda memakai jaket berwarna hitam merah memarkir motornya di depan rumah yang cukup mewah. Ia menekan bel yang ada di pagar rumah tersebut. Setelah berapa saat, keluar suara dari interphone.

"Selamat pagi, mencari siapa?" suara seseorang memecahkan keheningan pagi.

"Mikan ada? Kemarin temannya menyuruh saya menjemput Mikan," suara pemuda itu menjawab.

"Ini siapa?" suara orang itu tampak curiga. Pastilah ia curiga kalau ada orang yang sepagi ini menjemput tuan putri rumah itu.

"Hyuuga," jawab pemuda yang dikenali sebagai Natsume. "Natsume Hyuuga"

"Sebentar," nada tampaknya orang itu menanyakan perihal tamu yang datang di pagi buta pada sang majikan. Setelah beberapa lama, suara orang itu terdengar lagi.

"Baiklah, Hyuuga-san, kami akan membukakan pintu," suara orang itu terdengar melunak. Pintu pagar terbuka. Natsume mengendarai motornya masuk ke halaman rumah. Ia berhenti di depan teras rumah. Dilihatnya seorang pria berambut biru tua gelap berdiri di sana. Ia memakai setelan jas. Tampaknya ia seorang direktur perusahaan besar yang sedang bersiap-siap pergi ke kantornya. Pria yang langsung dikenali sebagai pemilik rumah itu –Tsubasa Andou –menyapa Natsume.

"Natsume-kun, masih ingat padaku?" pria itu bertanya pada Natsume dengan senyuman terukir di wajahnya.

Natsume tidak menjawab dan berusaha menyelidiki wajah orang yang berada di depannya. Nampaknya ia pernah bertemu dengan pria itu di suatu tempat.

"Ini aku, Tsubasa, kau ingat? Kau menjadi junior groomsmen mendampingi Mikan saat pernikahanku dan Misaki," pria itu mengingatkan.

Natsume ingat sekarang. Pria dengan senyum yang menyebalkan untuk Natsume ini adalah kakak satu-satunya Mikan, Tsubasa Andou. Dulu Tubasa pernah 'meminjam' Natsume sebagai junior groomsmen saat pernikahannya dengan Misaki. Waktu itu, Natsume yang masih berusia 10 tahun berpasangan dengan Mikan untuk mengiring tsubasa dan Misaki. Kedua orangtua Mikan dengan orangtua Natsume berteman akrab saat mereka masih duduk bangku sekolah. Natsume tidak pernah bertemu lagi dengan kakak Mikan semenjak hari pernikahan itu. Sepuluh tahun tampaknya membuat Natsume cukup melupakan keberadaan Tsubasa dan Misaki sebagai saudara Mikan.

"Mencari Mikan? Kebetulan sekali kau datang saat ia masih tidur. Bisa tolong kau bangunkan dia?" meminta tolong pada tamu yang baru datang memang rasanya tidak sopan. Tapi Tsubasa yang cuek tetap bisa bersikap seolah tidak ada apa-apa. Tsubasa memang sudah mengenal Natsume karena dulu orangtua Natsume dan orangtuanya berteman baik. Natsume yang dimintai tolong menjawab 'iya' pada pria yang berdiri di depannya. "Dia nggak mau bangun kalau aku yang membangunkan. Biasanya kakak perempuannya yang membangunkan, tapi sekarang dia sudah berangkat kerja,"

"Kamar Mikan ada di lantai atas. Kau pasti bisa langsung menemukannya. Ada tulisan 'Orange' yang besar di pintu kamarnya," jelas Tsubasa sambil mempersilahkan Natsume masuk.

Natsume berjalan ke lantai atas. Dipandangnya rumah yang cukup mewah itu. Dekorasinya berwarna putih, hitam, dan biru. Warna yang cukup indah dipandang mata. Warna-warna itu tampak elegan dengan tatanan yang serasi. Di lantai 2, suasana lebih didominasi oleh warna putih, biru, dan pink. Banyak kamar yang berada di lantai 2 rumah Mikan. Natsume menemukan sebuah kamar dengan pintu berwarna putih. Di pintu, tergantung sebuah boneka berbentuk bintang dengan tulisan 'Orange'yang cukup besar. Natsume membuka pintu itu. Tampak seorang gadis cantik tertidur pulas. Wajahnya bagaikan malaikat yang sedang tertidur di dalam kedamaian surga. Natsume menyentuh wajah malaikat itu, mengelus kepalanya pelan, dan memanggil namanya.

"Mikan,"

Gadis itu perlahan membuka matanya. Mata hazzelnya yang besar. Hazzel itu tampak terbelalak ketika mendapati seorang pemuda berdiri di depannya. Atau lebih tepatnya seorang pemuda berdiri di depannya saat ia sedang tertidur.

"Natsume? Apa yang kau lakukan di sini?"

.

My Lovely Leader

.

.

Mikan POV

"Natsume? Apa yang kau lakukan disini?"

Ya ampun, apa mataku tidak salah? Natsume ada di kamarku? Sedang apa dia? Ini baru pukul 5 pagi. Ralat, maksudku pukul 05.10. Tapi tetap saja ini terlalu pegi untuk berkunjung kan?

"Menjemputmu, baka! Kau bilang pada Hotaru kalau kau tidak ada yang mengantar, jadi Hotaru menyuruhku menjemputmu," jawabnya tanpa ekspresi dan dengan penekanan pada kata 'baka'.

Natsume, jangan panggil aku baka! Dan tidak ada yang bilang kalau kita akan berangkat sepagi ini!

"Ruka memberitahu kalau kita akan berangkat jam 6," ujar Natsume seperti membaca pikiranku. Apa dia punya kemampuan membaca pikiran seperti di komik-komik?

"Ya sudah. Aku siap-siap dulu," aku berjalan ke kamar mandi yang ada di kamarku.

.

My Lovely Leader

.

.

Normal POV

"Ya sudah. Aku siap-siap dulu,"

Menunggu 15 atau 20 menit untuk Natsume bukan masalah, apalagi Mikan sudah biasa membuatnya menunggu. Sekarang terdengar suara air dari kamar mandi yang dimasuki oleh Mikan. Natsume duduk di tempat tidur Mikan dan memandang sekitar kamarnya.

Kamar yang mewah, tampaknya Natsume harus mengakui itu. Dekorasinya didominasi warna orange, dengan sedikit tambahan putih dan pink. Benar-benar khas kamar seorang perempuan. Sebuah tempat tidur queen size terletak di pojok kamar. Tempat tidur itu tidak sampai menyentuh tembok di sebelahnya, karena dihalangi oleh sebuah meja kecil, yang di atasnya diletakkan sebuah lampu tidur. Di sebelah tempat tidur, ada sebuah jendela dengan tirai berwarna orange. Tirai dengan motif bintang itu benar-benar cocok dengan kepribadian Mikan. Di depan tempat tidur ada sebuah kerpet berbentuk buah jeruk. Dan di depan karpet itu ada sebuah TV flat yag menggatung di dinding. Di sebelah TV, ada pintu kamar mandi. Di ruangan itu tidak ada lemari pakaian, karena lemari pakaian diletakan di dalam kemar mandi, untuk memudahkan mengambil pakaian. Meja belajar Mikan ada di pojok yang berseberangan dengan kasur. Meja belajarnya ditata dengan rapi dan indah. Di sebelah meja belajar ada sebuah lemari kaca berisi boneka. Jumlah boneka itu terbilang cukup banyak untuk anak berusia 14 tahun.

Mikan keluar dari kamar madi dengan memakai baju casual dan menenteng tas yang cukup besar di tangan kirinya. Tas itu berisi pakaian dan perlengkapan menginap lainnya. Di tangan kanannya tersampir sebuah jaket panjang, atau terlihat lebih mirip mantel, berwarna putih. Mantel itu memiliki pita di bagian pinggangnya dan memiliki renda di bawahnya.

"Natsume," barang bawaanmu mana?" tanya Mikan yang sedang memakai jaketnya.

"Di motor," Natsume menjawab sambil memperhatikan sebuah foto meja kecil yang ada di sebelah tempat tidur Mikan.

Mikan melihat Natsume yang memperhatikan foto di sebelah tempat tidurnya. "Itu foto keluargaku dulu," jelas Mikan.

Foto itu memperlihatkan sebuah keluarga yang benar-benar harmonis. Seorang ibu sedang menyiapkan makanan piknik, sementara sang ayah sedang bermain baseball dengan anak laki-lakinya. Seorang anak perempuan berambut brunette sepunggung bermain dengan seekor anjing peliharaannya. Mereka tampak begitu bahagia. Semua orang yang melihatnya pasti iri dengan keharmonisan keluarga itu. Bahkan hanya dengan melihat foto itu, sudah tampak kalau tawa dan senyum menghiasi hari-hari keluarga bahagia itu.

Wajah Mikan terlihat sedih. Sedih karena menyadari kenyataan kalau ia tidak akan bisa menikmati hari seperti itu lagi. Sedih karena menyadari kenyataan kalau keluarganya sudah tidak lengkap, dan kedua orangtuanya tidak bisa menemaninya seperti dulu. Sedih mengingat kalau semua hari-hari indah itu sudah tidak mungkin kembali lagi. Semua hari dimana ia bisa bermanja-manja pada orangtuanya sudah hilang.

"Mikan,"

"Ah.. Maaf.. Aku jadi melamun," Mikan kembali menatap Natsume.

Natsume memperhatikan wajah Mikan, lalu menyentuh pipi Mikan. "Kamu menangis?" Natsume menghapus air mata Mikan yang mengalir di pipinya. "Kenapa?"

"Nggak apa-apa," Mikan mencoba tersenyum. "Ayo kita pergi. Nanti Hotaru bisa marah kalau kita terlambat,"

.

My Lovely Leader

.

.

Hotaru POV

Sekarang jam menunjukkan pukul 6.15 dan dua orang baka itu juga belum sampai di rumah Ruka. Aku terus berdiri menatap jendela. Menunggu mereka datang. Tanda 4 siku tampaknya sudah muncul di dahiku.

"Duduk dulu Hotaru. Mereka pasti datang," Ruka memberikan secangkir teh panas padaku.

"Tapi kalau kita tidak tepat waktu, jadwal yang sudah susah payah kususun bisa berantakan," aku mengambil cangkir itu dari tangan Ruka.

Ruka tersenyum lembut dan membelai kepalaku pelan. "Acara liburan itu tidak perlu jadwal Hotaru. Nikmati saja. Jangan terpaku pada daftar tempat tujuan,"

"Kalau kita tidak menjadwalnya, aku yakin liburan kita akan berantakan," aku menyesap sedikit teh di cangkir itu.

"Okay, menurutmu saja," Ruka kembali duduk di sofa ruang tamunya.

Hotaru, tampaknya kau orang yang beruntung karena punya teman masa kecil yang sabar dan pengertian. Dan kaya tentu saja. Aku kembali menatap jendela sambil sesekali meminum teh. Akhirnya terdengar suara motor di halaman depan rumah Ruka.

"Kalian terlambat 20 menit baka! Kalian benar-benar pemimpin Maitsuki? Terlambat 20 menit tidak termaafkan di Maitsuki. Sebagai bendahara Maitsuki aku malu punya ketua dan wakil yang jam karet!"

"Hotaru! Kau tidak memberitahuku kalau kita akan berangkat jam 6!" Mikan membuka mulutnya. Disambut anggukan dari si-baka-ketua-Maitsuki.

"Dan ini liburan! Jangan bawa-bawa Maitsuki kalau kita sedang berlibur, okay?" Mikan melanjutkan kata-katanya.

"Sudah-sudah. Natsume, Mikan, letakkan barang bawaan kalian di bagasi. Kita langsung berangkat," Ruka menyudahi pertengkaran ringan antara aku dan Mikan.

"Biar aku yang bawa barangmu," Natsume mengambil tas Mikan yang cukup besar lalu membawanya ke halaman rumah Ruka, tempat mobil yang akan kami pakai diparkir.

"Ada bawaanmu yang tertinggal Hotaru?" tanya Ruka.

"Tidak ada. Ayo jalan,"

.

My Lovely Leader

.

.

Natsume POV

Tampaknya Mikan kelelahan setelah berdebat dengan nona-bendahara. Sekarang dia tertidur dan bersandar di bahuku. Dan saat aku mau memindahkan kepalanya, aku malah mendapat death glare dari gadis bermata violet.

"Kalau Mikan sampai terbangun, kau akan jadi barbeque malam ini," matanya menyampaikan hal itu.

Jadi, mau tidak mau aku harus membiarkan Mikan bersandar di bahuku. Dan Hotaru dengan santainya mengambil beberapa fotoku dan Mikan.

"Untuk dokumentasi,"

Natsume Hyuuga, tahan amarahmu. Kalau kau memarahinya, dia bisa keluar dari Maitsuki. Kalau dia sampai keluar dari Maitsuki, kau tidak akan menemukan bendahara lain yang seperti dia. Oke, harus kuakui kalau dia bendahara yang hebat. Keuangan Maitsuki membaik daripada tahun lalu karena orang ini. Entah bagaimana ia bisa menekan pengeluaran namun membuat pemasukan kas Maitsuki mengalir deras.

Triiing~

Handphoneku berbunyi. Ada sms masuk ke handphoneku. Segera saja kubuka pesan itu.

.

From : Fox_Shouda

Natsume, kau ada waktu hari ini?

.

Tumben si rubah itu mengirim sms. Dia tidak pernah mengirim sms lagi semenjak aku putus dengannya.

.

To : Fox_Shouda

Nggak.

.

From : Fox_Shouda

Kalau begitu kita berbicara lewat sms saja. Bisa kan?

.

To : Fox_Shouda

Apa yang mau kau bicarakan?

.

From : Fox_Shouda

Apa kau sedang sibuk sekarang?

.

To : Fox_Shouda

Jangan bertel-tele. Kau membuang pulsaku. Ya, aku sedang sibuk sekarang.

.

From : Fox_Shouda

Sejak kapan seorang Natsume Hyuuga memikirkan pulsanya?

.

To : Fox_Shouda

Sejak kau mengirim sms.

.

From : Fox_Shouda

Hahaha.. Natsume, kau memang senang bercanda.

.

Baiklah rubah, aku mulai malas sekarang. Aku tidak sedang bercanda karena kau benar-benar membuang pulsaku. Apa yang mau kau bicarakan? Kau benar-benar membuatku kesal.

"Hoaaaahmmm.." Mikan menguap sambil menutup mulutnya. Tampaknya ia terbangun karena bunyi sms handphoneku. Ini gawat. Natsume Hyuuuga, berdoalah agar death glare dari Imai bukan berisi pesan kematian untukmu.

"Sudah bangun?" tanyaku, sekedar basa-basi agar tidak perlu menatap tatapan maut dari seorang Imai.

"Iya. Tapi masih agak ngantuk," Ia menatap sekeliling dengan tatapan kosong. Agak lama ia terdiam sebelum akhirnya bersuara kembali.

Natsume, sekarang kau mengetahui kebiasaan seorang Mikan Sakura. Menatap sekelilingnya saat baru bangun tidur.

"Masih jauh?" tanyanya.

"Sebentar lagi kita sampai," jawab Ruka.

.

My Lovely Leader

.

.

To : Fox_Shouda

Aku tidak sedang bercanda. Jadi sebaiknya kau segera mengatakan apa maumu sebelum aku mulai kesal.

.

From : Fox_Shouda

Okay.. Okay.. Kudengar kau putus dengan Wakako. Apa benar?

.

To : Fox_Shouda

Apa itu urusanmu?

.

From : Fox_Shouda

Tentu saja itu urusanku karena aku masih suka padamu..

.

My Lovely Leader

.

.

TO BE CONTINUE


.

.

So how was it? :D

Ampuuuuun.. jangan pkul A-tan gara-gara endingnya ngegantungg.. .

A-tan tau ini cliffhanger yang bener-bener bikin kesel (karena buat A-tan juga nyebelin)

A-tan juga penasaran kenapa Permy ngomong kayak gitu.. =A= #padahal sendirinya yang bikin..

Bad news to you all.. T_T

Chapter selanjutnya yang dalam masa pembuatan, kena viruuus!

virus! tau virus kan?

AAAAAAAA!

gara-gara banyak yang minjem netbook A-tan buat presentasi, jadi kena virus dari flashdisk merekaa.. T.T

Hiks..hiks.. .

A-tan harus ngetik dari awal lagiii..

Maaf ya~ Semua yang nunggu cerita ini..

Mohon ditunggu yaa.. m( _ _ )m

Habisnya A-tan lagi kena penyakit semi anti MS Word..

Ditambah sama tugas yang kayak gunung,,

Waktunya ga ada.. .

Tapi kalo banyak review, A-tan jadi makin semangat buat ngetik chapter selanjutnya.. :)

jadi review yaa.. XD

.

.

Okay, thank you for reading all~

Hope you like it.. :D

Review please?

.

.

.

*Athena Fortissian Phantomhive*