Forgotten
Chapter 4
Main Cast : Oh Sehun & Xi Luhan (HunHan).
Other Cast : All Member EXO.
Warning : Yaoi (boyXboy), typos bertebaran,
Alur kecepetan, Cerita gaje.
Rate : T
Genre : School Life, Family, and Romance.
Desclaimer : Semua cast hanya milik tuhan,
ff ini hanya milik saya.
Summary : Suatu hal yang terlupakan.
.
.
.
.
.
.
Preview Chapter:
"Eomma! ayolah jangan membicarakan itu!" Ucap Luhan malu.
"Oh rupanya anak appa, sudah dewasa ya hehe" Ucap sang appa sambil tertawa.
"Aish appa, jangan ikut-ikutan!" Ucap Luhan masih malu.
"Adikku rupanya sudah memiliki kekasih hehe" Ucap Kris ikut tertawa.
"Astaga, aku bisa gila! kalau kalian bertiga berkata seperti itu terus!" Ucap Luhan malu sambil menutup wajahnya dengan telapak tangannya.
.
.
.
.
.
.
Happy Read ^_^
.
.
.
.
.
.
-Author P.O.V-
.
.
"Lu, ada apa dengang wajahmu?" Tanya Kyungsoo bingung saat melihat Luhan masuk ke kelas dengan wajah yang merona merah di pipinya.
"Wajahku? emangnya wajahku kenapa?" Tanya balik Luhan ikut bingung.
"Wajahmu lebih tepatnya di pipimu merona merah sekali" Jawab Kyungsoo jujur.
"Benarkah? astaga, aku malu sekali!" Ucap Luhan malu sambil menutup pipinya yang merona dengan telapak tangannya.
"Kenapa kau malu? emangnya apa yang terjadi dengan pipimu?" Tanya Kyungsoo lagi yang masih bingung sekaligus penasaran.
"Tidak, aku tidak apa-apa" Jawab Luhan bohong.
"Kau tidak pandai berbohong, Lu! jadi cepat katakan, ada apa sebenarnya?" Kata Kyungsoo yang mengetahui bahwa Luhan sedang menutupi sesuatu.
"Baiklah aku akan menceritakannya padamu" Ucap Luhan pasrah.
"Ayo cepat ceritakan!" Kata Kyungsoo sedikit memaksa.
"Begini kemarin aku di ajak Sehun ke acara festival yang di adakan di pusat kota, aku dengannya mencoba banyak permainan games yang di sediakan oleh acara festival itu lalu saat bermain suatu games Sehun memenangkannya dan dia di berikan hadiah sebuah boneka rusa tapi Sehun malah memberikan boneka rusa itu padaku! setelah selesai acara festival itu aku dengannya makan malam bersama di sebuah cafe yang dekat dengan acara festival itu, dan kau tau setelah selesai makan malam dengannya apa yang terjadi?" Ucap Luhan sedikit menjelaskan pada Kyungsoo.
"Aku tidak tau, emangnya apa yang terjadi? ayo cepat lanjutkan ceritanya!" Kata Kyungsoo memaksa lagi.
"Dia memberikan sebuket bunga mawar padaku lalu dia menyatakan cintanya padaku! saat dia mengantarku pulang dia juga menciumku!" Ucap Luhan menjelaskan lagi sambil sedikit malu saat menceritakan insiden ciumannya.
"Wah, benarkah? astaga Lu, kau sungguh beruntung! tapi kau di cium di bagian apa?" Kata Kyungsoo sedikit kepo.
"Aish, itu rahasia! dan kau tidak boleh tau!" Ucap Luhan santai.
"Ya sudah kalau kau tidak mau meberitahuku, aku juga tidak rugi kok!" Ujar Kyungsoo seadanya.
.
.
.
.
.
.
"Hun, tadi aku melihatmu berangkat bersama seseorang namja! siapa dia? apa sih bambimu itu?" Tanya Baekhyun penasaran.
"Iya dia Luhan, ada emangnya?" Tanya Sehun balik.
"Tidak ada apa-apa sih cuma penasaran aja, soalnya tadi aku melihat kalian dari arah belakang jadi tidak begitu jelas siapa namja yang bersamamu tadi makanya aku menanyakannya padamu!" Jawab Baekhyun jujur.
"Lalu bagaimana perkembangan hubunganmu dengannya, Hun?" Tanya Chanyeol ikut penasaran.
"Aku sudah resmi menjadi kekasihnya" Jawab Sehun jujur.
"Wah, benarkah? sejak kapan kau jadian dengannya? ayo cepat katakan padaku!" Tanya Baekhyun sangat antusias.
"Kemarin saat aku mengajaknya pergi ke acara festival" Jawab Sehun santai.
"Kalau begitu chukkae ya, Hun! semoga hubunganmu dengannya langgeng!" Ucap Chanyeol memberikan selamat pada Sehun.
"Terimakasih, Yeol!" Kata Sehun berterimakasih pada Chanyeol.
"Tapi kau jangan lupa mentraktir kami ya, Hun!" Ucap Baekhyun santai.
"Tenang saja, Baek! aku pasti mentraktir kalian kok!" Ujar Sehun ikut santai.
.
.
.
.
.
.
"Tao-ya, kembalikan bukuku!" Teriak Xiumin kesal.
"Kalau kau mau, ambil saja sendiri!" Ucap Tao santai.
"Tao-ya! kembalikan cepat! aku mau mengerjakan tugas!" Kata Xiumin masih kesal.
"Ambil saja sendiri, blweee!" Ucap Tao ngeledek.
"Aish, kau ini menyebalkan sekali Tao-ya" Ujar Xiumin masih kesal.
"Hei sudah-sudah, kalian seperti anak kecil saja jika seperti itu!" Ucap Lay mendamaikan Tao dan Xiumin.
"Tao-ya ayo cepat kembalikan buku Xiumin!" Kata Luhan menyuruh Tao.
"Baiklah, aku akan mengembalikannya! ini Xiu bukumu!" Ucap Tao sambil mengembalikan buku itu pada Xiumin.
"Kau jangan jahil lagi padaku!" Ujar Xiumin sambil menerima kembali bukunya.
"Iya maaf aku tidak akan menjahilimu lagi, Xiu!" Kata Tao meminta maaf.
"Nah kalau gini kan enak di lihatnya, saling akur!" Ucap Kyungsoo santai.
.
.
.
.
.
.
"Oh iya aku baru sadar kalau Kai tidak masuk hari ini! dia kemana ya?" Tanya Baekhyun bingung.
"Iya kau benar, Baek! bahkan dia tidak memberi kabar ke kita!" Ucap Chanyeol ikut bingung.
"Mungkin dia ada urusan keluarga kali!" Jawab Sehun seadanya.
"Ya mungkin saja sih begitu, tapi biasanya dia akan memberi kabar ke kita kan kalau dia tidak masuk sekolah!" Ujar Chanyeol jujur.
"Benar katamu, Yeol! jika tidak masuk sekolah dia biasanya memberi kabar ke kita!" Ucap Baekhyun setuju atas ucapan Chanyeol.
"Sudahlah Yeol, Baek! mungkin dia lupa membawa ponselnya, makanya dia tidak memberi kabar ke kita!" Kata Sehun santai.
.
.
.
.
.
.
"Lho kok hanya kalian berdua, kemana Kai dan Baekhyun?" Tanya Luhan pada Sehun dan Chanyeol yang baru saja bergabung duduk di kantin bersama Kyungsoo dan Luhan.
"Baekhyun tadi sedang berbicara dengan Suho" Jawab Chanyeol jujur.
"Sedangkan Kai tidak masuk sekolah hari ini" Jawab Sehun seadanya.
"Kai tidak masuk? emangnya ada apa?" Tanya Kyungsoo penasaran.
"Entahlah, mungkin ada urusan keluarga" Jawab Sehun santai.
"Oh begitu rupanya" Ucap Luhan seadanya.
.
.
.
.
.
.
"Oh iya Suho-ya aku ingin menanyakan sesuatu lagi padamu" Ucap Baekhyun santai.
"Menanyakan soal apa lagi?" Tanya Suho ikut santai.
"Kai tidak masuk sekolah hari ini, keterangannya apa?" Tanya balik Baekhyun penasaran.
"Oh soal itu, orang tuanya mengirim surat tadi pagi! di surat itu mengatakan Kai ijin tidak masuk sekolah hari ini karena ada urusan keluarga" Jawab Suho jujur.
"Oh ternyata benar dia ada urusan keluarga" Ucap Baekhyun seadanya.
"Suho-ya ayo kekantin! baby Xiu-ku pasti sudah menungguku!" Ajak Chen tiba-tiba.
"Iya ayo ke kantin, Chen! pasti baby Lay-ku sudah menungguku juga! aku pamit ke kantin duluan ya Baek!" Ucap Suho berpamitan pada Baekhyun lalu pergi berjalan menuju kantin sekolah.
"Aku duluan ya Baek!" Kata Chen berpamitan juga pada Baekhyun lalu berjalan beriringan dengan Suho menuju kantin sekolah.
"Aku ke toilet saja dulu baru ke kantin menyusul yang lainnya!" Gumam Baekhyun pelan lalu pergi berjalan menuju toilet sekolah.
.
.
.
.
.
.
"Maaf membuatmu menungguku lama seperti ini tadi aku membantu membawakan buku Park saem ke kantor guru" Kata Sehun meminta maaf.
"Tidak apa kok, lagi pula aku juga baru menunggumu! Oh ya kau tidak latihan basket hari ini?" Tanya Luhan bingung.
"Tidak, lagi pula Kai tidak masuk hari ini jadi ya tidak latihan basket deh" Jawab Sehun jujur.
"Oh begitu" Ucap Luhan seadanya.
"Kajja kita pulang" Ajak Sehun pada Luhan sambil masuk ke dalam mobilnya di ikuti Luhan yang duduk di samping pengemudi.
.
.
.
.
.
.
"Lho kau tidak kuliah hari ini, Kris hyung?" Tanya Luhan bingung saat setibanya di rumah melihat Kris sedang menonton tv dengan santainya.
"Tidak ada jadwal kuliah hari ini" Jawab Kris santai sambil masih menatap ke layar tv.
"Oh pantas saja kau terlihat santai sekali" Ucap Luhan seadanya lalu berjalan menuju kamarnya.
"Hei Lu kau sudah pulang" Sapa sang eomma yang baru saja keluar dari dapur.
"Iya eomma aku baru saja sampai di rumah" Kata Luhan santai sambil berdiri tepat di depan kamarnya.
"Ganti baju dulu sana!" Ujar sang eomma menasehati Luhan.
"Iya eomma aku akan ganti baju!" Ucap Luhan sambil masuk ke dalam kamarnya.
.
.
.
.
.
.
"Ada apa kau kemari?" Tanya Kai to the point.
"Aku hanya ingin mengunjungimu, dan kenapa hari ini kau tidak masuk sekolah?" Tanya balik Sehun penasaran.
"Aku pergi kemakam eommaku" Jawab Kai jujur.
"Kau gila! kenapa kau berkata seperti itu! jelas-jelas tadi aku bertemu eommamu di bawah" Ucap Sehun kesal karena Kai memberikan jawaban yang aneh.
"Dia eomma tiriku! sedangkan tadi aku pergi mengunjungi makam eomma kandungku!" Ujar Kai sedikit menjelaskan.
"Apa? eomma tiri? maksudmu apa sih? aku tidak mengerti" Kata Sehun bingung.
.
Kai pun akhirnya menjelaskan semuanya kepada Sehun.
.
.
_Flashback-On_
.
.
"Appa, apakah kau sedang sibuk?" Tanya Kai sambil mengetuk pintu ruang kerja appanya.
"Masuklah" Jawab sang appa dari dalam ruang kerjanya.
"Ada apa kau kesini?" Tanya sang appa to the point setelah Kai masuk ke dalam ruang kerja appanya.
"Aku ingin bertanya sesuatu" Jawab Kai jujur.
"Tanyakan saja" Ucap sang appa santai.
"Apakah appa mengenal wanita dan anak kecil di foto ini?" Tanya Kai sambil menunjukan sebuah foto.
"Kau dapat dari mana foto itu?" Tanya balik sang appa sedikit kaget saat melihat foto itu.
"Aku menemukannya di gudang rumah kita" Jawab Kai santai.
"Sudah berapa kali appa bilang, jangan pernah masuk kegudang itu!" Ujar sang appa sedikit kesal.
"Kenapa aku tidak boleh masuk? apa wanita ini selingkuhanmu sehingga kau tidak ingin aku masuk ke gudang itu dan menemukan foto ini" Kata Kai ikut kesal karena mengetahui sang appa memiliki selingkuhan.
"Kau tidak tau apa-apa" Ucap sang appa menahan emosinya.
"Karena aku tidak tau apa-apa, makanya aku meminta penjelasan darimu, appa" Ujar Kai sedikit tenang.
"Baiklah appa akan menjelaskannya padamu" Kata sang appa sedikit santai.
"Ya jelaskan saja, aku mendengarkannya" Ucap Kai ikut santai.
.
.
.
.
.
.
"Wanita itu istri tercintaku dan dia meninggal dunia saat kecelakaan dalam perjalanan menuju rumah temannya waktu itu, dan anak kecil di foto itu anak kami, namanya adalah Kim Jongin" Ujar sang appa sedikit menjelaskan.
"Maafkan aku appa, aku tidak bermaksud mengungkit masa lalumu! Lalu dimana anakmu yang bernama Kim Jongin itu, appa?" Tanya Kai penasaran.
"Dia ada di sini, bersamaku" Jawab sang appa sambil menatap kearah Kai.
"Apa?! Appa, kau tidak sedang bercandakan? di ruangan ini hanya ada kau dan aku" Kata Kai sedikit kaget dan bingung.
"Kim Jongin adalah Kim Kai anakku satu-satunya yang ku miliki" Ucap sang appa tegas sambil masih menatap kearah Kai dengan tatapan meyakinkan.
"Bagaimana bisa, appa? aku bahkan tidak ingat apapun tentang masa kecilku" Tanya Kai makin bingung.
"Kau bersama eommamu saat kecelakaan itu, beruntungnya kau masih bisa di selamatkan hanya saja kau mengalami lupa ingatan akibat kepalamu terbentur sangat keras saat kecelakaan waktu itu" Jawab sang appa menjelaskan.
"Saat itu appa sangat sedih karena di tinggal oleh eommamu! namun seiring waktu berjalan appa sadar, kalau appa tidak bisa terus-terusan bersedih seperti itu! lagi pula kau butuh kasih sayang seorang eomma, maka dari itu appa menikah lagi dengan eommamu yang sekarang ini! dan appa mengubah identitasmu, agar appa bisa melupakan masa lalu appa yang sangat menyedihkan itu!" Kata sang appa sedih yang sedang mengutarakan perasaan sedihnya itu.
"Bisakah appa menunjukan dimana makam eomma kandungku?" Tanya Kai sedih setelah selesai di jelaskan semuanya.
"Tentu saja! appa akan menunjukannya padamu, nak" Jawab sang appa sambil tersenyum kearah Kai.
"Terimakasih, appa" Ucap Kai ikut tersenyum kearah sang appanya.
.
.
_Flashback-Off_
.
.
"Maafkan aku, aku tidak tau sebelumnya" Ujar Sehun meminta maaf pada Kai.
"Tidak apa-apa, Hun! oh ya ini fotoku dan eommaku!" Ucap Kai sambil menunjukan pada Sehun sebuah foto yang Kai temui di gudang.
"Eommamu cantik sekali" Puji Sehun saat melihat eomma Kai di foto itu.
"Terimakasih, eommaku emang cantik sekali" Kata Kai berterimakasih atas pujian Sehun.
"Dan anak kecil ini kau" Ujar Sehun sambil menunjuk anak kecil yang berada di foto itu.
"Ya itu aku" Ucap Kai seadanya.
"Aku seperti pernah melihat anak kecil ini, tapi dimana ya?" Gumam Sehun pelan sambil masih melihat anak kecil di foto itu.
"Kau ngomong apa barusan?" Tanya Kai bingung.
"Tidak, aku tidak ngomong apa-apa! Oh ya makam eommamu dimana, Kai?" Tanya Sehun pada Kai.
"Di kota busan, emang ada apa?" Tanya Kai balik.
"Kau dari kecil sudah tinggal di busan?" Tanya Sehun lagi.
"Iya kata appaku, aku tinggal di busan sejak aku lahir" Jawab Kai jujur.
"Sekarang aku tau siapa anak kecil ini" Ucap Sehun tiba-tiba sambil menunjuk anak kecil di foto itu.
"Apa sih maksudmu? aku tidak mengerti!" Kata Kai bingung.
.
Sehun pun akhirnya menceritakan semuanya tentang Luhan yang sangat merindukan sahabat kecilnya dan ingin sekali bertemu dengan sahabat kecilnya yang hilang tanpa kabar pada Kai serta mengatakan bahwa sahabat kecil Luhan yang pernah Sehun lihat di foto milik Luhan itu sangat mirip dengan foto Kai waktu kecil.
.
.
_Flashback-On_
.
.
"Xiao Lu, Jonginie minta maaf ya! Jonginie tidak sengaja menumpahkan cat airnya ke buku gambar Xiao Lu!" Ucap Jongin kecil kepada sahabatnya yang sedang menangis sambil memegang buku gambarnya.
"Hiks Xiao Lu benci hiks Jonginie hiks" Kata Xiao Lu kecil sambil masih menangis.
"Jonginie tidak sengaja Xiao Lu, bagaimana kalau Jonginie beliin Xiao Lu ice cream sebagai permintaan maaf Jonginie?" Tanya Jongin kecil sambil mencoba membujuk sahabatnya.
"Ice cream? Jonginie tidak bohongkan?" Tanya balik Xiao Lu kecil yang sudah berhenti menangis.
"Jonginie tidak bohong kok, Kajja kita beli ice cream!" Ajak Jongin kecil sambil menarik tangan sahabatnya keluar dari perkarangan rumahnya.
.
.
.
.
.
.
"Terimakasih ya Jonginie sudah beliin Xiao Lu ice cream dan mengantar Xiao Lu pulang" Kata Xiao Lu kecil sambil tersenyum ke arah sahabatnya.
"Sama-sama Xiao Lu" Ujar Jongin kecil ikut tersenyum.
"Hei kalian sepertinya senang sekali" Sapa Kris sambil berjalan menghampiri Xiao Lu dan Jongin.
"Iya Hyung, Xiao Lu hari ini senang sekali! karena Jonginie beliin Xiao Lu ice cream" Ucap Xiao Lu kecil sambil tersenyum sangat manis.
"Hyung itu kamera siapa?" Tanya Jongin kecil sambil menunjuk kamera yang di tangan Kris.
"Oh ini hadiah dari appa hyung, bagaimana kalau kita coba kameranya? ayo kalian berdua berdiri disana sambil tersenyum, hyung akan mengambil foto kalian"Jawab Kris sambil mempersiapkan kameranya kearah dua adiknya yang sudah siap di foto.
"Sudah hyung" Kata Jongin kecil dan Xiao Lu kecil serempak sambil sama-sama berpose tersenyum ceria kearah kamera.
"Oke siap ya, satu... dua... tiga..." Ujar Kris sambil ancang-ancang mengambil foto kedua adiknya tersebut lalu menekan tombol foto.
.
KLIK. Bunyi suara kamera.
.
.
_Flashback-Off_
.
.
"Astaga, aku telah membuat Luhan mencari-cariku selama ini" Ucap Kai setelah selesai di ceritakan oleh Sehun.
"Kau harus menjelaskan yang sebenarnya terjadi padamu kepada Luhan secepatnya, Kai!" Kata Sehun memberikan saran pada Kai.
"Ya, Hun kau benar! aku harus menjelaskan semuanya pada Luhan" Ujar Kai yakin.
"Kalau begitu, besok kau harus masuk sekolah" Ucap Sehun santai.
"Tentu saja, aku akan masuk sekolah besok!" Kata Kai ikut santai.
.
.
.
.
.
.
-T.B.C-
.
.
.
.
.
.
Thanks untuk semua yang telah membaca, menfollow, menfauvorit, serta mereview FF ku ini. :)
.
.
Next? Please review :)
