Tyanra Park
[ Chapter 4 : Mine ]
Chanbaek Fanfiction
WARNING! INI NC. BENERAN! GAK BOHONG INI FULL NC. JADI YANG GAK KUAT IMAN APALAGI JOMBLO DILARANG BACA HAHA GAK KOK BECANDA.
Di perjalanan menuju rumah mereka, Chanyeol masih bertahan dengan senyumnya dan fokus mengemudikan BMW M6 Gran Coupe Exclusive hadiah dari Ibu nya untuk pernikahan mereka. Sementara Baekhyun disampingnya dengan lahap memakan semangkuk es krim stroberi. Lelaki cantik itu tak hentinya mengoceh tentang banyak hal seperti mengomentari rasa es krim nya yang terlalu manis atau dia yang ingin mengecat rambut nya menjadi warna pelangi seperti gadis kecil yang tidak sengaja mereka lihat dijalan, juga berbicara banyak hal yang tidak penting sebenarnya. Chanyeol bertanya-tanya kapan bahan bakar Baekhyun akan habis. Telinganya sudah hampir jebol.
".. lalu aku akan memb.."
"Baek.." Chanyeol terpaksa memotong cerita Baekhyun, memberi tahu bahwa mereka telah sampai di rumah.
Chanyeol dengan gentle membukakan pintu mobil untuk Baekhyun, dia tidak mengizinkan Baekhyun mengangkat koper-koper besar milik mereka. Pemandangan yang hampir serupa dengan lilin-lilin serta rangkaian bunga namun bedanya disini bukan bunga caspea melainkan red rose memeluk indera penglihatan keduanya ketika masuk kedalam kamar utama, wewangian mawar mendominasi segala bentuk pengharum ruangan. Baekhyun tersipu saat melihat ranjang putih besar yang malam ini akan digunakan oleh mereka secara bersama-sama terdapat kelopak mawar yang disebarkan hampir memenuhi permukaan ranjang. Diam-diam ia melirik suaminya, ingin melihat reaksinya apakah gugup seperti dirinya atau malah biasa saja. Dan telinga Chanyeol yang memerah lucu cukup menjawab bahwa ia pun sama gugup nya dengan Baekhyun.
"Mandilah baek.. Aku akan menyiapkan pakaianmu." Chanyeol membuka koper memilih baju untuk Baekhyun.
"Baiklah suamiku.." Ucap Baekhyun dengan nada imut seperti biasa dan sedikit cekikikan berjalan riang menuju kamar mandi. Chanyeol tersenyum tak habis pikir, dirinya seperti menikahi bocah smp. Selesai menyiapkan pakaian Baekhyun ia pun memutuskan untuk mandi di kamar mandi lantai bawah.
Baekhyun mandi dengan cepat. Dari dulu dia memang tidak biasa mandi pada malam hari. Tubuhnya akan menggigil kedinginan walaupun ia mandi dengan air hangat sekalipun. Begitu Baekhyun keluar ia tak melihat Chanyeol dikamar. Itu menguntungkannya untuk berganti baju tanpa harus malu. Dia memakai pakaian yang sudah Chanyeol siapkan. Sepasang piyama sutra berwarna baby blue. Warna kesukaan Baekhyun. Pantulan cermin memperlihatakan dirinya yang tampak kecil dengan piyama yang ia pakai dan agak kebesaran ditubuhnya, tubuh kecil, rambut basah sedikit acak-acakan, wajah polos dengan pipi lumayan chubby, mata-hidung dan bibirnya yang kecil. Baekhyun mencebikan bibirnya, sudah bosan meratapi nasib, kenapa dia tidak memiliki tubuh tinggi dan berotot seperti Chanyeol dan malah terperangkap dalam tubuh pendek ini. Mencoba menghibur diri ia berfikir mungkin perkataan ibu mertuanya kala itu benar, bahwa dikehidupan sebelumnya Baekhyun adalah keturunan tinkerbell.
Suara pintu kamar yang terbuka membuyarkan lamunan Baekhyun. Dilihatnya Chanyeol memasuki kamar hanya dengan memakai celana piyamanya saja. Rambutnya yang basah memecah kewarasan Baekhyun, belum lagi kulit seksinya berwarna kecokelatan. Otot lengannya yang kuat terbentuk dengan sempurna, hingga pandangan Baekhyun bergulir pada tatto bertuliskan namanya didada kiri Chanyeol. Diam-diam pipinya merona, diliriknya otot perut Chanyeol yang terlihat keras. Tanpa sadar ia meremas ujung piyama yang ia kenakan. Chanyeol yang menyadarinya diam-diam tersenyum menang. Ia pikir, tidak sia-sia usahanya melakukan push-up beberapa saat yang lalu didalam kamar mandi jika hasilnya ia dapat membuat Baekhyun mabuk kepayang dan merona lucu seperti ini.
Baekhyun berdehem, tenggorokan nya terasa kering. Dengan gugup didominasi panik dia berjalan dengan cepat menuju balkon kamar. Rasanya dia akan mati konyol kehilangan nafas apabila terus ditatap dengan tatapan itu oleh suaminya.
Chanyeol tersenyum melihat kegugupan istri nya, Baekhyun kini tengah berdiri di balkon kamar mereka dan membelakangi dirinya. Chanyeol berjalan mendekat, tatapannya jatuh pada bokong berisi baekhyun. Kenyataan bahwa kini dia sudah memiliki Baekhyun seutuhnya membuatnya tanpa ragu memeluk Baekhyun dari belakang dengan rengkuhan yang posesif dan bergairah. Tangannya melingkari perut Baekhyun dengan erat disertai ciuman-ciuman lembut dikepala Baekhyun. Wangi rambut anak itu membuatnya hilang kendali. Tangan nakalnya menyelinap masuk mengelus perut Baekhyun yang sangat lembut seperti marshmello. Ciumannya turun ke telinga mungil itu. Menciumi dan menghembuskan nafas berat nya disana. Baekhyun bergetar tubuhnya bereaksi luar biasa atas sentuhan yang baru ini dia rasakan.
"Yeolliee.. A-apa yang kau lakukan?" Baekhyun mencicit, kini berbicara pun terasa sangat sulit. Rasanya Baekhyun ingin menangis tapi dilain sisi dia tak ingin suaminya berhenti. Dibelakangnya Chanyeol masih sibuk menciumi leher Baekhyun dari belakang. Dengan lembut dibaliknya tubuh kecil Baekhyun untuk menghadap dirinya.
"Aku mencintaimu.." Ucapan cinta dari Chanyeol mengalun lembut. Baekhun merona, Chanyeol-nya sangat tampan saat ini. Matanya yang bulat, hidungnya yang mancung serta bibir penuh itu semuanya terlihat sempurna. Dan tatapan penuh pemujaan hanya untuk dirinya membuat Baekhyun ingin berteriak dengan bangga dan berlari memutari Seoul memberi tahu semua orang bahwa dia adalah lelaki paling beruntung didunia.
"Aku juga mencintaimu Chanyeollie.."
Chanyeol membelai pipi Baekhyun lambat, mendekatkan wajah mereka dengan nafas hangat yang menggelitik dagu Baekhyun. Detik berikutnya, bibirnya sudah ditelan oleh bibir tebal Chanyeol. Lembut pada awalnya dan lama-lama ciuman itu terasa lebih menuntut. Baekhyun sampai kewalahan, ciuman itu jelas berbeda dari ciuman yang sudah-sudah, Chanyeol dengan penuh gairah melumat menghisap serta menyedot bergantian bibir atas dan bawah Baekhyun diselingi gigitan-gigitan kecil. Lidahnya menyusul kemudian, membelai dan mengecap setiap isi rongga mulut Baekhyun yang terasa sangat manis. Baekhyun meremas rambut belakang Chanyeol pelan, nafas tersengal-sengal karena cumbuan mereka yang bertambah cepat. Ciuman Chanyeol turun menuju leher jenjang Baekhyun menghisap kulit lembut itu dengan sensual meninggalkan tanda merah kepemilikannya.
"eunghh yeolhh.." Desahan tanpa sadar keluar dari celah bibir Baekhyun yang membengkak. Rasanya dia akan luruh saat ini juga jika Chanyeol menyerangnya dengan ciuman bertubi-tubi seperti ini. Seperti mengerti, Chanyeol dengan lembut melepaskan ciumannya. Mata bulat itu menatap dengan bergairah wajah Baekhyun yang terengah-engah kehabisan nafas. Gelenyar asing merambat memenuhi sarafnya. Baekhyun telah mencabik-cabik kendali dirinya.
Baekhyun merasa pipinya terbakar, tatapan Chanyeol saat ini seperti tengah menelanjangi dirinya. Detik berikutnya kaki Baekhyun sudah tak menapak pada lantai, pekikan pelan keluar dari mulutnya -terkejut suaminya tiba-tiba menggendongnya dengan mesra dan gentle.
Baekhyun dibaringkan dengan lembut diranjang mereka. Chanyeol diatasnya menindih Baekhyun dengan rengkuhan mesra, tangannya mengelus wajah Baekhyun dengan lembut seakan dirinya adalah berlian paling berharga, perlahan-lahan dia menggenggam tangan Baekhyun, mencium dengan mesra jari-jari kecil itu lalu mengecup pipi Baekhyun sekilas membuat hatinya terenyuh. Dan kedua pasang mata yang saling bertatapan itu seakan ingin menunjukan kepada pasangannya betapa besar kasih dan sayang masing-masing.
"I love you Park Baekhyun.. Aku sangat sangat sangaaatt mencintaimu.." bisik Chanyeol pelan tapi terasa bergema dihati Baekhyun. Ciuman dibibir kembali ia berikan untuk istri kecilnya. Baekhyun kesulitan bernafas saat Chanyeol menyerang lehernya, menyebarkan lumatan-lumatan pelan ke seluruh tempat, berulang-ulang dan sesekali menggigit pelan meninggalkan banyak bekas ciuman. Jari-jari lentiknya telah tenggelam didalam rambut Chanyeol, meremas dan menjambak pelan melampiaskan yang dia rasakan. Dada Baekhyun terasa membuncah dan meletup-letup saat tangan besar Chanyeol merayap disisi tubuhnya, menyentuh pinggang lalu perut dan berakhir pada pucuk dadanya. Mengelus dan mencubit puting itu dengan lihai. Disingkapnya piyama Baekhyun, mulutnya dengan cepat meraup puting kanan Baekhyun dan puting satunya ia remas dengan sensual. Baekhyun terengah-engah, tak henti-henti menjambak rambut belakang suaminya dan tanpa sadar membuat Baekhyun melingkarkan kaki nya pada pinggang Chanyeol.
Tangan Chanyeol dengan cekatan membuka satu persatu kancing piyama Baekhyun, membuang asal benda itu disusul celana piyama sekaligus underwear hot pink yang Baekhyun kenakan. Akhirnya, Chanyeol berhasil menelanjanginya. Tak hanya tatapannya, tangan nya pun berkuasa melakukan itu. Chanyeol pening akan gairah dan antisipasi saat menatap lapar tubuh putih mulus Baekhyun yang tampak menggiurkan, tubuh yang selama ini hanya bisa Chanyeol bayangkan di malam-malam kesepiannya. Chanyeol bangkit dan berdecak puas menatap Baekhyun yang tergolek pasrah.
"Kau sungguh menakjubkan sayang.." pujinya terdengar seperti bisikan membuat Baekhyun merona hebat, rasanya ia ingin menenggelamkan dirinya didalam kasur mendapati bara dalam tatapan suaminya yang seakan bisa membakar tubuh telanjangnya.
"Jangan menatapku seperti itu yeollie.. Astaga, aku maluuu." cicit Baekhyun pelan. Chanyeol tertawa rendah, tawa nya bahkan dipenuhi nafsu yang besar.
Secepat kilat dia melepas celananya sendiri dengan tatapan yang tak pernah lepas dari pasangan hidupnya itu. Dan sekarang, Baekhyun menatap tubuh telanjang pria dengan tubuh yang luar biasa indahnya, kejantanan yang telah mengeras juga siap untuknya. Chanyeol begitu tampan dan pria itu adalah suaminya. Ingatan akan kenyataan itu membuat benak Baekhyun dibanjiri oleh pemikiran sensual, pemikiran yang selama ini tidak pernah berani ia pikirkan.
Tatapannya jatuh pada kejantanan Chanyeol. Oh astaga, ukurannya tidak bisa diremehkan. Benda itu mengacung sangat besar dan gemuk, kepalanya seperti jamur berukuran raksasa, warna agak kemerahan dengan cairan bening diujungnya. Oh Yatuhan, penisnya saja terlihat sempurna. Sayangnya Baekhyun ketakutan.. Melihatnya secara langsung tidak semenyenangkan membayangkannya.
Chanyeol kembali menindih Baekhyun, memeluk dan membelai pipi baekhyun dengan lembut menyadari ketakutan dalam diri istri kecilnya. "Apa aku membuatmu terkejut sayang? Kalau kau belum siap tak apa, kita bisa berhenti sekarang." Walaupun gairah Chanyeol sudah diujung, tapi dia tidak ingin menyakiti Baekhyun. Suami kecilnya belum siap dan dia akan memakhlumi itu. Chanyeol memberikan arti lebih bahwa ia memang tetap menjadi manusia bahkan saat nafsu birahi telah menguasainya, Chanyeol memberi bukti bahwa letak otak dan kejantanannya tidak berada dalam satu garis lurus yang sejajar.
Baekhyun tiba-tiba menangis membuat Chanyeol terkejut. Apa Baekhyun sangat ketakutan? Apa dia menyakiti Baekhyun-nya?
"Kau tidak akan membuat aku kesakitan kan.."
"Hey love jangan menangis. Kumohon.." Chanyeol mengusap airmata Baekhyun, tidak tahan melihat Baekhyun-nya menangis. Dia sudah berjanji dihadapan Tuhan untuk selalu membuat suami nya bahagia bukan menangis seperti ini. "Aku tidak akan membuatmu kesakitan aku janji."
Bukan tanpa alasan Baekhyun menangis, dia teringat ucapan teman-teman dikelasnya dulu. Kengerian diwajah mereka saat berbicara tentang pengalaman pertamanya melakukan itu, rasanya sangat menyakitkan lebih dari apapun dan akan berpikir ribuan kali jika ingin melakukannya lagi. Hal itu berdampak banyak pada psikis Baekhyun. Chanyeol sangat tinggi juga kuat, bagaimana kalau nanti ia kesakitan dan Chanyeol tidak ingin berhenti? Tapi kecupan lembut dibibirnya menyadarkan bahwa semuanya akan baik-baik saja. Ia balas mengecup bibir chanyeol, tangannya melingkupi punggung suaminya untuk merasakan secara nyata. Secara jelas, tanpa sekat penghalang.
"Sshh.. Tenanglah sayang aku tidak akan menyakitimu.." Ucapan Chanyeol seakan menghipnotis Baekhyun. Tangannya bergerak membelai paha dalam Baekhyun, semakin naik dan menemukan penis kecil Baekhyun yang berkedut lucu. Tangannya menggenggam kejantanan Baekhyun, memainkannya lembut dengan ritme yang teratur, membuat Baekhyun mendesah hebat, bingung atas sensasi yang mengalir deras di tubuhnya, sekaligus takut. Chanyeol semakin bergairah matanya tak henti memandang mimik wajah Baekhyun yang hancur oleh kenikmatan. "Baekhyun-ku yang cantik.." bisiknya mengecup hidung Baekhyun yang terengah-engah. "Cantik.. Semua yang ada pada dirimu sangat cantik. Berlebihankah saat kubilang aku sangat tergila-gila padamu love?" Dielusnya bibir Baekhyun, "Aku ingin memuja setiap inci dirimu. Mengagumi kecantikanmu dalam balutan gairahku sayang.." Dikecupnya dahi Baekhyun, kedua matanya, pipi serta hidungnya dan terakhir bibir ranum itu. Disetiap kecupannya Chanyeol tak lupa mengucapkan "milikku" dengan suara nya yang berat. Ciumannya turun keleher Baekhyun yang dipenuhi kissmark, menghadiahi kecupan di kedua putingnya, lalu perutnya. Baekhyun menggigit bibir bawahnya menahan sensasi geli saat ciuman suaminya turun ke paha sampai ujung kakinya. Seluruh tubuhnya tak luput dari ciuman Chanyeol, meninggalkan jejak kepemilikan. Ciuman panasnya menuju milik Baekhyun, dengan lembut dikecupnya ujung kejantanan itu membuat Baekhyun menggeliat, mencoba merapatkan pahanya. Kaget atas keintiman luar biasa yang ditunjukkan suaminya.
"Chanhh.. astaga…"
"Biarkan aku memberimu kenikmatan.." Napas Chanyeol bagaikan uap panas di kejantanan Baekhyun, membuatnya gemetar, Baekhyun menjerit saat kejantanannya ditelan habis oleh mulut suaminya. Chanyeol mengulum, menjilat, sesekali menghisapnya dengan kuat, dan memainkan lidahnya dengan ahli. Baekhyun mencoba mendorong kepala chanyeol, tapi chanyeol begitu berkuasa.
"Yeolhhh.. ahh sudahhh.." Desahan keras tak hentinya mengalun dari celah bibir Baekhyun, matanya terpejam erat cahaya putih terasa berada di ujung pandangannya.
Sedikit lagi...
"Akhhhh!" Desahan Baekhyun terasa panjang. Kepala mendongak ke atas, mata berkaca-kaca dan yang ia lihat hanyalah cahaya putih terang. Chanyeol menelan habis cairan Baekhyun yang terasa manis dimulutnya.
Pandangannya kembali ia bawa pada lubang berkerut Baekhyun, lubang itu berkedut dan siap untuk menerima dirinya. Rasanya ia ingin meledak hanya dengan menatap lubang istrinya. Ternyata benar apa yang diucapkan teman-temannya, saat melihat lubang senggama milik pasangannya yang hanya ingin dilakukan adalah.. Memakannya!
Baekhyun menjerit dengan suara serak, terkejut merasakan ciuman dan hisapan dilubangnya. Tangannya mencengkram seprei dibawahnya hingga kusut. Bibir suaminya mencium, menghisap dan melumat lubangnya dengan begitu ahli. Sesekali lidahnya menerobos masuk menyapa dinding rektumnya, membuat Baekhyun mendesah hebat. Tangan besar Chanyeol tak hentinya mengelus paha dalam istrinya. Merasakan kelembutannya. Setelah dirasa lubang Baekhyun sudah cukup basah dan siap, kembali direngkuhnya Baekhyun dalam pelukan, kecupan ringan pada mata sipit yang terpejam itu membuat si empunya membuka mata dengan pandangan sayu. Chanyeol tersenyum sayang lalu meraih jemari Baekhyun dan mengecupnya dalam kecupan basah dan sensual.
"Baekhh.. Maukah kau menyentuhku?"
Baekhyun sedikit takut namun ia menganggukan kepalanya dan Chanyeol membawa jemari Baekhyun ke kejantanannya yang menegang. Baekhyun menyentuh kejantanan suaminya yang keras dengan pelan dan malu-malu membuat Chanyeol mengeluarkan erangan. Mendengar erangan itu, Baekhyun hendak menarik jemarinya, tetapi Chanyeol menahannya. Jemari mungil Baekhyun kembali membelai kejantanan Chanyeol, membuat Chanyeol harus menggertakkan giginya, menahan erangannya. Baekhyun begitu kagum, ia tidak percaya akan melakukan ini. Benda rahasia Chanyeol ada dalam genggaman tangannya, berkedut dan terasa sedikit panas. Oh yaampun, Chanyeolnya begitu tampan saat ini.
"Cukup sayang.. Kurasa aku akan meledak kalau kau meneruskannya." dengan penuh gairah Chanyeol kembali menindih Baekhyun. Jemari cantik Baekhyun menghapus titik-titik keringat yang jatuh dari dahi suaminya. Chanyeol tersenyum menikmati belaian itu. Baekhyun menyadari wajah Chanyeol tampak semakin memerah dan nafasnya semakin memburu juga pandangan mata yang bergerak tak fokus. Chanyeol segera membuyarkan kontak mata mereka untuk kembali bercumbu, meraup bibir Baekhyun pelan dan tenang layaknya ciuman pertama mereka. Liur bertukar di tengah jeda serta lidah saling mengait untuk mengambil rasa akan satu sama lain. Tangan kekar Chanyeol bergerilya kemana-mana, memijat pinggul dan meremas bokong berisi Baekhyun. Ia menggeram ditelinga Baekhyun ketika kejantanan mereka saling bergesekan dengan mesra. "Sayang.. Aku sudah tak tahan lagi." Chanyeol berbisik dan menyentuh lubang Baekhyun dengan kejantanannya, merasakan betapa Baekhyun sudah begitu panas dan basah.
"Lakukan saja." Baekhyun mencicit. Dia bisa merasakan gairah suaminya tidak bisa menunggu lebih lama lagi.
"Aku tidak yakin ini tak akan terasa sakit." Chanyeol mengecup bibir Baekhyun sekilas, "Kau boleh mencakarku atau mengigitku untuk melampiaskan sakitmu." bisik Chanyeol dan Baekhyun mengangguk. Dia tak begitu mendengarkan karena merasa gugup. Chanyeol bertumpu pada kedua sikunya, dengan hati-hati tak ingin menyakiti Baekhyun, ia mendorong perlahan benda rahasia nya memasuki Baekhyun. Ia mengerang merasakan kepala penisnya dilahap dengan kuat oleh dinding Baekhyun melemahkan setiap titik tubuhnya. Baekhyun berteriak, mencengkeram lengan Chanyeol hingga memerah. "Ch-Chanyeol," ia menyebut nama suaminya berkali-kali sebagai pelampiasan meredakan sakit yang luar biasa ia rasakan.
Kejantanan Chanyeol baru setengah masuk tapi ia kesulitan bernafas oleh sensasi yang menakjubkan, Kepala nya ia benamkan pada bantal di samping kepala Baekhyun, menghembuskan udara panas di daun telinganya.
Chanyeol mengangkat bahunya untuk menatap Baekhyun. Wajah cantik itu berkeringat dengan pandangan lemas dan sayu menatap dirinya. Dengan perlahan Chanyeol kembali mendorong kejantanannya menuntaskan kenikmatan ini. Baekhyun menyernyit, matanya terpejam erat.
"Buka matamu sayang.. Aku ingin melihat mata indahmu saat kita menyatu." Chanyeol mengecup kedua mata Baekhyun. Dengan patuh, Baekhyun membuka matanya. Bertatapan dengan obsidian gelap suaminya. Chanyeol kehilangan kendali menyadari usahanya memasuki Baehyun begitu sulit. Lubang itu terasa sangat kecil dan sempit. Peluh menetes di pelipisnya. Berusaha lagi dengan hentakan keras ia berhasil memasukan seluruh kejantanannya. "Akh.. Sakit Chanyeolhh.." Baekhyun merintih, Kukunya menancap di pundak chanyeol meninggalkan luka dengan goresan panjang. Sedangkan Chanyeol menggeram bagai binatang buas, merasakan penisnya dibungkus dan dijepit kuat oleh dinding rektum Baekhyun membuat ia kehilangan akal dan melupakan namanya sendiri. Darah segar mengalir membasahi sprei putih dibawahnya. Chanyeol melihat itu, rasa bahagia dan bangga menyeruak bak gempita di dalam hatinya. Akhirnya, mereka menyatu. Air mata bahagia menerobos keluar membasahi pipinya.
Baekhyun menangis lemah, merintih merasakan betapa perih dan penuh lubang bawahnya. Merasakan tubuhnya seperti terbelah menjadi dua. Dengan lembut Chanyeol mengecup airmata yang keluar dari sudut mata Baekhyun, lalu memeluk tubuh bergetar itu. "Maafkan aku.. Maaf telah membuatmu kesakitan dan menangis." Chanyeol mencium kening istrinya, mengucapkan ribuan kata cinta, mencoba menenangkannya. Pandangan Baekhyun mengarah pada tubuh bagian bawah mereka yang menyatu. Jantungnya berdebar menyenangkan, ia mengecup bibir Chanyeol.
"Chanyeollie memiliki aku.." ucap Baekhyun pelan. Bagian bawah tubuhnya memang terasa sangat sakit, penuh dan sesak. Tapi kenyataan bahwa mereka kini telah menyatu sepenuhnya membuat Baekhyun tak lagi peduli oleh rasa sakit itu. Chanyeol tersenyum bahagia, perasaanya menghangat penuh rasa haru mendengar ucapan Baekhyun. "Ya sayang, kau memilikiku dan aku memilikimu." Matanya terasa panas, astaga betapa dia sangat menyayangi istrinya ini. Baekhyun dengan cepat mengusap airmata suaminya.
"Aku akan bergerak lagi." ucap Chanyeol dengan suara serak. Baekhyun mengangguk, tangannya berpegangan pada lengan kekar suaminya. Chanyeol menggerakan pinggulnya, mendesis merasakan kehangatan yang rapat dan panas, menegakkan bahu supaya ia dapat memandang Baekhyun—kejantanan dikeluarkan lalu dimasukkan lagi dengan lambat membuat istrinya menyernyit.
"Apakah rasanya begitu sakit, sayangku?" tanya Chanyeol cemas. Baekhyun menggeleng, Chanyeol tersenyum menerima jawaban Baekhyun, dia menggerakkan tubuhnya lagi. Pelan dan hati-hati saling berbagi pandangan intens. Sebuah desahan lolos dari bibir merah Baekhyun merasakan ritme dorongan Chanyeol yang semakin cepat, sesuai dengan gairah mereka yang makin tinggi dan napas yang makin tersengal, mata mengatup lalu membuka seraya merintih-rintih cukup keras kehabisan kata-kata untuk mengungkapkan kenikmatan yang ia rasakan dari hujaman kejantanan Chanyeol.
"Ch-chanyeolhh.. Nghh yeolliehh.. ah ahh.."
Chanyeol menyukai desahan-desahan yang jatuh dari sepasang bibir lembut itu, membungkukkan kepala untuk meraih kening Baekhyun, menciuminya sambil menyingkirkan beberapa helai kecokelatan yang melekat di sana. Kedua kaki Baekhyun ia lingkarkan pada pinggangnya. Kejantananya ia dorong lebih cepat, menggerakkan pinggulnya dalam tempo tidak masuk akal hingga ia kehabisan nafas—wajah sangat merah dan basah oleh keringat.
"Ahhh..Ch-chanyeolhhh.."
Chanyeol terpana melihat kepala Baekhyun yang mendongak disertai lenguhan panjang yang begitu erotis. Dia menemukannya. Chanyeol menyentuh prostat Baekhyun. Dan reaksi istrinya sungguh menakjubkan.
"Disini sayang?"
"Nghhh.. Chanyeolh.. Sayanghhh.." Baekhyun mendesah hebat merasakan kejantanan suaminya kembali menumbuk sesuatu didalam dirinya. Berkali-kali, dengan tempo cepat dan bergairah. Matanya terbuka dan ia tersipu mendapati bahwa Chanyeol tengah menatapnya lemas, bola mata kelam seakan merekam secara detail setiap perubahan ekspresi di wajah Baekhyun. Chanyeol menggeram, kenikmatan ini membuat matanya menggelap, sesekali dia merundukan wajahnya menciumi bibir Baekhyun dan berbisik kata-kata cinta serta pujian untuk istrinya. Gerakan pinggulnya semakin cepat, tubuh Baekhyun terhentak-terhentak dibawahnya. Desahan dan erangan memenuhi ruangan.
"Kau luar biasa, sayang." Chanyeol benar-benar sudah lepas kendali. Dia terus menumbuk lubang Baekhyun tanpa ampun, memejamkan matanya dan mendesah berat saat lubang itu semakin mengetat.
"ahh.. ah. yeolhh ahh.." Baekhyun ingin menangis, kenikmatan memenuhi seluruh syarafnya. Tak menyangka bercinta rasanya akan senikmat ini. Matanya terpejam, seluruh pikirannya terasa begitu kosong melompong, kecuali ada bayangan dirinya sendiri yang telanjang terlentang di suatu ruangan putih bercahaya, dengan seluruh desahannya sendiri dan geraman nikmat dari suara berat Chanyeol yang menyertai pendengarannya, juga tubuh telanjang Chanyeol yang berada di kedua belah kakinya, bergerak cepat menghantam tombol nikmat duniawinya.
Chanyeol mendekatkan wajahnya ketelinga Baekhyun, setiap kali dia menghantam tubuh istrinya maka kenyataan bahwa perasaan cintanya begitu dalam menyadarkan ia dengan telak.
"Aku mencintaimu.."
"Ahh.. Ahh.. Ahhh Chanhhh.." Baekhyun hanya mampu mendesah tak bisa menemukan kata-kata untuk membalas pernyataan cinta suaminya.
"Aku mencintaimu sayang.. Sangat mencintaimu."
Baekhyun mendesah tanpa henti, menatap wajah Chanyeol yang sedang konsentrasi bergerak di atas tubuhnya. Begitu seksi, begitu tampan dan sedikit berkeringat dengan rambut yang acak-acakan.
Baekhyun merasakan perutnya mengejang. Ada sesuatu yang ingin keluar dari kejantanannya. Nafasnya makin tersengal-sengal karena ia hendak orgasme, mata berkaca-kaca oleh nikmat yang luar biasa—bunyi yang disebabkan oleh kontak kelamin mereka berdengung di telinga. "Chanyeolhh aku inginhhh.."
"Keluarkan saja sayang.. Keluarkan untukku.." Chanyeol berbisik di bibirnya, hembusan panas menerpa hidung Baekhyun, tangan merambat ke belakang untuk memijati bokong Baekhyun— meremasnya lembut. "Aku ingin mendengarmu."
Pikiran Baekhyun kosong, orgasme menggulung membuatnya melambung tinggi dengan desahan keras menyebut nama Chanyeol. Cairan putih keluar membasahi perut mereka. Dengan nafas terengah-engah, Baekhyun menjatuhkan kepalanya pada bantal dibawahnya. Lubang Baekhyun mengetat, berdampak besar pada suaminya yang langsung menggeram merasakan kenikmatan pada kejantanannya yang terasa diremas kuat oleh dinding Baekhyun. Gerakan pinggulnya makin cepat, menggenjot Baekhyun tanpa ampun membuat Baekhyunmencengkram seprei mencari pegangan.
"Baekhyunhhh Ohhh.." Dengan satu hentakan keras, Chanyeol sampai. Chanyeol menyemburkan spermanya jauh kedalam rahim istrinya. Pinggulnya bergerak pelan menghabiskan seluruh cairannya, dirasa sudah cukup tubuhnya ambruk menimpa Baekhyun. Baekhyun terkikik geli saat Chanyeol menciumi seluruh wajahnya. Apa yang Chanyeol inginkan selama ini telah ia dapatkan. Dirinya telah memenangkan Baekhyun. "Aku mencintaimu.. Aku mencintaimuu.." bisik Chanyeol.
"Aku juga mencintaimu.." ucap Baekhyun seraya memeluk tubuh raksasa Suaminya.
"Dia masih ingin berlama-lama dirumahnya love, didalam sana begitu hangat dan nyaman. Bagaimana ini?" Chanyeol memasang wajah menggoda dengan pandangan ia arahkan pada penyatuan mereka dibawah sana. Baekhyun merona, tangannya dengan lemas memukul dada Chanyeol, ia ketatkan lubangnya dengan sengaja membuat Chanyeol mengerang. "Jangan menggodaku sayang atau kita tidak akan tidur semalaman ini."
Baekhyun mencebikkan bibirnya dengan suara pelan dan berbisik, "Kita tidur.." Chanyeol tertawa, menempelkan keningnya dan Baekhyun dengan pandangan penuh cinta hanya untuk istrinya. "I love you.." bisik Chanyeol dan menyatukan bibir mereka dalam ciuman yang dalam.
/ngumpet diketek chanyeol/ /gakuatkebauan/ Halooo. Yaampun gue bikin NC demi apaaaaaa T.T
Aneh gak sih Baekhyun disini gue sebut istri, tapi kalo pake suami lebih aneh sih kalo kata gue hehe.
Jangan lupa tinggalin jejak yaaa. Review apapun itu bikin yang nulis jadi semangat lanjutin dong hehe Thanks
