A/N : Maaf ini chapter agak telat... Salahkan Fanfic SuzaLulu yang begitu menggoda untuk dibaca... Dan salahkan UAS yang datang tanpa diundang...

Disclaimer : Inazuma Eleven Owned by Level-5

Rated : T for Sho-Ai

Character(s) : Seorang Manager yang sedang Henshin jadi Fujoshi, dan anggota Inazuma Japan sang korban...

Genre : Humor

Warning : Shonen-Ai!, Possible Spoiler!, kegalauan tingkat tinggi seorang manager, dan penyiksaan batin cowok-cowok manis Inazuma Japan!... oh, jangan lupakan OOC! Untuk nama Shipping, dibuat bersama-sama oleh InazumaLovers di Fb!

Yaoi, Oh Yaoi...

Part 4

Otonashi Haruna mengucek-ngucek kedua matanya. Bukan karena kemasukan debu. Bukan juga karena dia mengantuk. Alasannya mudah. Dia tidak mempercayai apa yang ada di depannya sekarang.

Untuk lebih tepatnya, bukan 'di depannya' melainkan 'yang sedang dibuntutinya'. Tapi mari kita kesampingkan hal tersebut...

Sekarang Haruna sedang berada di sebuah mal di kota Inazuma. Niatnya ingin berbelanja cemilan juga kebutuhan sehari-hari (odol, sabun mandi, shampo... mereka masih mandi dengan teratur. Terima Kasih). Sungguh, Haruna adalah perempuan yang diberi anugerah 'kebetulan' yang luar biasa. Karena sekarang dia kembali bertemu dua orang target secara kebetulan. Dan lagi, dua target itu adalah pasangan... baru... yang telah ditemukan Haruna pada saat Fujoshi manis satu ini melihat kedua target itu berjalan bersama.

Berjalan bersama... berdua saja... di mal...

Dan otak Haruna langsung menerjemahkan secara otomatis kalau kedua target itu sedang kencan...

Sungguh hebat, otak seorang Fujoshi...

Haruna kembali menemukan dirinya bersembunyi dan mengikuti kedua targetnya diam-diam. Hal yang baru saja dilakukannya kemarin, hanya beda target dan tempat. Sekarang tempatnya sangat ramai, tidak susah menyebunyikan keberadaannya. Masalahnya adalah salah satu target tersebut. Sebagai adik kandung satu-satunya, Haruna tahu kalau kakaknya bisa menemukan dirinya kapan saja dengan insting seorang Gamemaker (dan esper)...

Yup! Target pertama : Kidou Yuuto. Cowok berambut coklat dengan model dread campur nanas. Jangan lupakan gogle biru yang selalu menutupi mata merahnya itu. Juga jubah yang selalu dikenakannya ketika bertanding. Sungguh mengingatkan kita semua pada seorang HERO! Haruna sempat penasaran kenapa kakaknya mengenakan gogle dan jubah ketika mereka bertemu kembali setelah sekian lama. Ok, dia sudah tahu tentang gogle pemberian Kageyama itu. Lalu jubahnya? Haruna mengingatkan dirinya sendiri untuk mencari tahu.

Target kedua yang dapat membuat Haruna kaget karena jarang-jarang orang ini jalan berdua saja dengan kakaknya. Biasanya selalu saja diikuti sang kapten hiperaktif Inazuma Japan, atau pangeran es pemburu beruang dari Hokkaido, atau juga anak macan yang ternyata baru kelas 5 SD. Dengan senjata utama rambut putih tulang bermodel bawang, juga senyuman cool khas seorang seme. Ace striker Inazuma Japan dan Target kedua : Goenji Shuuya.

Terlihat kakak kesayangannya dan Ace Striker itu berjalan beriringan sambil mengobrol riang. Eee, mungkin nggak riang-riang amat. Mengingat mereka berdua itu sifatnya cool gimanaaa gitu. Yah, pokoknya mereka terlihat senang DAN tersenyum. Senyum! Bukan cengiran atau smirk mereka (terutama Yuuto) yang biasa mereka jadi penasaran apa yang mereka bicarakan. Sayang pendengaran tajam Fujoshi version miliknya tidak bisa digunakan di tempat ramai seperti ini.

Berbagai pertanyaan ingin Haruna keluarkan ketika dia mengikuti pasangan baru itu. Seperti : "Kenapa kakak bisa bersama Goenji-san?" dan "Kenapa mereka ada di mal?" dan "Mereka mau ke toko apa?". Tapi pertanyaan yang paling mendesak adalah...

"Mereka itu nama shipping-nya apaan?"

...Dari semua hal, itulah yang paling membuat Haruna pusing tujuh keliling. Sebagai seorang Fujoshi yang mengoleksi hal-hal berbau Yaoi dari teman-teman setimnya, dia harus segera membuat nama yang cocok untuk kakaknya tersayang dan Goenji Shuuya.

"Hmm... kakak Gamemaker, Goenji-san Ace Striker... AceShipping...? ...Nggak cocok kayaknya... Lagian itu bukannya buat kapten sama Goenji-san? Apa ya...? Mereka sikapnya sama-sama tenang... CalmShipping? ...Itu mah punya Someoka-san sama Fubuki-san... Hmmm, CoolShipping? ...Tambah ngaco deh..."

"Kalau ComplexShipping?"

"Ah, mungkin cocok ya..."

Hening...Krik Krik...

"HEEE? Sejak kapan?" Haruna menoleh ke belakang. Dan benar saja. Sosok Fudou Akio berdiri sambil melihat Shuuya dan Yuuto yang ada di depan sana. Yang untungnya belum menyadari kehadiran Haruna (dan Akio) yang ada di belakang mereka... Daripada itu, barusan Akio memberikan nama Shipping, kan? Haruna yakin kupingnya masih berfungsi dengan baik.

"Kau tidak salah dengar, Otonashi. Kubilang 'Kalau ComplexShipping?'" Akio berkata masih sambil melihat kedua 'pasangan baru' di depan. Haruna menduga kalau-kalau Fudou Akio, Gamemaker kedua di Inazuma Japan ketularan kemampuan esper sang kakak.

"Kenapa 'ComplexShipping'? Walaupun bagus sih..." Haruna bertanya pelan. Mereka berdua lalu berjalan beriringan mengikuti Shuuya dan Yuuto yang ada di depan. Dengan menjaga jarak tentunya...

"Karena mereka setipe... mungkin." Haruna memiringkan kepalanya, tanda tak mengerti. Akio menghela nafasnya. "Mereka sama-sama Sister Complex, menurutku." Haruna hanya ber-ah pelan mendengar penjelasan Akio. Tidak bisa membantah kenyataan tentang kakaknya yang –ehem- sungguh overprotektif pada adik semata wayangnya. Dan Shuuya juga punya adik perempuan, kan? Haruna manggut-manggut antusias...

"Begitu, ya! Terima kasih Fudou-san!" Haruna berterima kasih dengan sangat antusias. Komplit dengan senyuman bling-bling khas Fujoshi, bunyi lonceng, burung terbang, dan warna pink sebagai background! Akio sampai harus menyipitkan matanya...

"...Ah, ya sama-sama." Masih merasa silau dengan cahaya Fujoshi milik Haruna, Akio mengalihkan pandangan ke arah lain. Dia lalu mengeluarkan smirk khasnya. "Tapi tidak gratis lho! Aku minta bayarannya!"

"Bayaran...?" Haruna kembali memiringkan kepalanya.

"Foto kakakmu yang kamu ambil dari pinggir lapangan. Aku bisa menebak dengan mudah apa foto itu sebenarnya. Kukira Kidou-kun juga sadar kalau dia di foto, tapi membiarkannya karena kau itu adik kesayangannya." Akio menekankan kata-kata 'adik kesayangan' ke Haruna. Haruna hanya tertawa kecil mendengar itu. "Ngomong-ngomong, nama Shippingku dan Kidou-kun apa?"

"Hehe, Ra-ha-si-a!" Haruna mengeluarkan smirk yang membuat Akio berpikir kalau gadis ini memang adik dari Kidou Yuuto. "Tenang saja, Fudou-san! Fotonya nanti kukasih kok! Tapi sekarang kita harus mengikuti mereka berdua dulu." Haruna melihat ComplexShipping menelusuri toko-toko. Sepertinya masih mencari toko mana yang ingin dimasuki...

"Deal. Khusus untuk hari ini, akan kubantu mengikuti targetmu. Toh aku juga lagi nganggur." Akio mengeluarkan smirk terbaiknya (yang bisa buat Author klepek-klepek) sambil tetap memandang anggota satu timnya di depan.

XXX

Kedip-kedip.

Haruna dan Akio dengan kompak mengedip-ngedipkan mata mereka. Haruna bahkan sampai mengucek-ngucek matanya, tidak percaya dengan apa yang dia lihat di depannya. Sebuah toko yang baru saja dimasuki kakaknya dan Shuuya. Toko yang... yang... YANG...!

"...Manis?" Sepertinya Akio benar-benar ketularan kemampuan esper Yuuto, terbukti dengan perkataannya yang menyambung pikiran Haruna barusan. Memang benar. Toko yang ada di depan Haruna dan Akio. Toko yang baru saja dimasuki Kidou Yuuto dan Goenji Shuuya, dua orang yang oh-so-cool-sekaleeee. Sekali lihat kedua orang itu, tidak akan pernah terlintas pikiran bahwa mereka akan masuk ke toko seperti ini!

"...Ini toko boneka, kan?" Akio kembali bicara dengan tidak yakin, nada bicara yang jarang sekali digunakannya. Haruna sendiri masih terbengong-bengong di depan toko itu. Masih tidak percaya kalau kakaknya yang –ehem- cool itu, bisa masuk ke toko boneka tanpa rasa malu. Apalagi masuk dengan seorang cowok yang nggak kalah cool dengannya!

"...Iya, toko boneka yang... manis?" Haruna akhirnya bangun dari lamunannya dan menjawab pertanyaan Akio barusan. Sang Fujoshi dan Gamemaker kedua itupun saling berpandangan, menetapkan hati masing-masing. Akhirnya mereka berdua menganggukkan kepala mereka, tanda setuju. Keduanya pun masuk ke toko boneka, mengikuti target mereka.

...Dan langsung disambut dengan pandangan bling-bling(?) berbagai macam boneka yang disusun di etalase toko tersebut. Haruna, sebagai seorang anak perempuan, tidak terlalu masalah dengan ini. Dia sudah terbiasa dengan boneka-boneka penguin hadiah dari kakaknya. Lalu bagaimana dengan nasib Akio? Gamemaker yang bisa bikin Author tepar ketika melihat smirknya itu sekarang sedang pasang wajah campur gado-gado. Antara 'pingin lari dari tempat terkutuk ini sekarang juga' dan 'penasaran apa yang Yuuto lakukan di sini' atau juga 'kayaknya tuh boneka bakal gerak dan makan gue nih...'

Akio memang Gamemaker yang paranoid. Tenang saja, dia belum separah Mamoru. Kapten itu pasti akan segera mengeluarkan Ijigen The Hand, perlindungan pertama dari pandangan menghujat(?) ratusan boneka...

Lain cerita kalau boneka itu hadiah dari semenya. Tapi mari kita ceritakan itu lain kali. Sekarang, kita kembali ke target hari ini : ComplexShipping

"Demi rambut pirang Kageyama! Ngapain Kidou dan Goenji datang ke toko seperti INI!"

Haruna hanya manggut-manggut saja. Sekarang mulai berpikir kalau Akio bukan hanya ketularan kekuatan esper milik kakaknya. Tapi juga lebaycolosis punya kapten Inazuma Japan, Endou Mamoru. Haruna mengintip celah-celah antar boneka, mencari kedua pasangan yang sekarang sedang disumpah-sumpah dengan berbagai macam bahasa (Jepang, Inggris, Korea, Italia, Indonesia(?)...) oleh Fudou Akio.

"Itu mereka! Fudou-san!" Haruna setengah berbisik, memanggil Akio. Masih menyumpah-nyumpah (sekarang dalam bahasa – yang menurut Haruna – Cina), Akio mengikuti Haruna untuk mengintip target mereka. Gadis Fujoshi dan Gamemaker kedua ini bersembunyi di belakang boneka beruang coklat yang sangat besar. Bahkan bisa menutupi Akio dan Haruna...

"Ngapain mereka?" Akio bertanya, melihat Shuuya dan Yuuto berdiri di depan rak boneka binatang sambil mengobrol. Di saat inilah Haruna bisa memakai kemampuan indera Fujoshinya. Dia menajamkan pendengaran dan melihat gerak bibir complexshipping. Akio melakukan hal yang sama. Mereka pun mendengarkan pembicaraan target mereka dengan khusyuk(?).

"Goenji..." Ooh, Yuuto yang memulai pembicaraan. Haruna langsung menyiapkan kameranya yang –ehem- ternyata adalah kamera baru. Kamera itu tetap berwarna biru, bedanya hanya di pixel yang lebih tajam dan aplikasi yang lebih banyak serta canggih. Tidak ada lagi suara kamera yang akan menggangu pengambilan foto target! Terima kasih banyak untuk Yuuto yang telah –ehem- memberinya uang saku tambahan untuk membeli kamera baru. Juga suara Fujoshi teman-teman Author yang entah bagaimana caranya bisa masuk ke mimpi Haruna dan menyuruh gadis itu untuk membeli kamera baru...

"Apa?" Shuuya bertanya dengan jawaban khas yang singkat. Cowok berambut putih bawang itu menjawab sambil menatap rak yang dipenuhu boneka bertema binatang. Sepertinya dia sedang memandang boneka beruang pink yang cukup besar.

"Apa kau sudah sering ke sini...?" Yuuto bertanya sambil melirik sekelilingnya yang penuh dengan boneka. Sikapnya masih cool. Dalamnya? Sudah tegang habis-habisan, Gimana kalau ada yang liat Gamemaker Inazuma Japan masuk ke toko boneka? Apa kata duniaaaa?

"Hanya beberapa kali. Membelikan Yuuka boneka." Shuuya kembali menjawab dengan singkat. Sekarang dia sedang memegang boneka teddy bear berwarna coklat muda. Komplit dengan pita merah. Wajahnya tersenyum kecil melihat boneka itu.

Klik! Haruna mengambil gambar barusan. Goenji Shuuya tersenyum sambil memegang boneka. Langka banget!

"Hee... Kau sangat sayang pada adikmu, ya." Yuuto sekarang mengikuti Shuuya, memilih-milih boneka. Diambilnya boneka penguin berwarna ungu yang ada di dekatnya.

"Begitulah. Kau juga sayang pada Otonashi, kan?" Shuuya mengambil boneka lainnya. Boneka anak harimau yang imut. Dia melihat-lihat boneka itu dari berbagai sisi.

"...Tidak perlu ditanya lagi, kan?" Yuuto membalas pertanyaan Shuuya dengan balas bertanya. Dia lalu mengeluarkan smirk khasnya. Dia juga mengambil satu lagi boneka. Boneka kodok berwarna hijau muda yang tidak kalah imutnya. Shuuya yang melihat ini juga ikut mengeluarkan smirk yang bisa bikin siapapun klepek-klepek.

Klik! Oooh, Haruna benar-benar bahagia sekarang. Bayangkan saja. Goenji Shuuya dengan teddy bear dan boneka harimau, Kidou Yuuto dengan boneka penguin dan kodok. Ditambah bumbu smirk mereka yang cool sekaleeeee itu! Ah, Author bisa mimisan nih bayanginnya...

"Sudahlah. Ayo bayar." Shuuya dan Yuuto lalu berjalan menuju kasir. Akio dan Haruna kembali mengikuti mereka dari balik tumpukan boneka. Sudah tidak terdengar lagi suara sumpah serapah Akio. Sekarang dia sepertinya berusaha menahan tawa setelah melihat Yuuto yang dikelilingi boneka. Yuuto yang jadi imut, serta Yuuto yang jadi OOC. Ini membuat Akio menahan tawanya sebisa mungkin. Dia masih ingin melihat kelanjutan tingkah laku 'pasangan' Gamemaker miliknya.

"Hm?" Shuuya berhenti, membuat Yuuto yang mengikutinya juga berhenti. Pandangan mata Shuuya tertuju ke satu boneka. Boneka kucing berwarna oranye. Haruna yang juga melihat boneka itu jadi teringat dengan satu manga yang menceritakan kucing berwarna oranye*...

"Goenji?" Yuuto bertanya pada Shuuya yang membeku di tempat. Cowok Striker itu akhirnya bergerak dan mengambil boneka kucing itu. Dia lalu melihat boneka kucing itu baik-baik, bahkan sampai tahap deathglare. Yuuto sampai sweatdrop melihatnya.

"Hey, Kidou. Boneka ini... menurutmu mirip dengan seseorang tidak?" Shuuya memperlihatkan boneka itu ke arah Yuuto. Yuuto akhirnya ikut memegang boneka itu dan memerhatikannya lekat. Otak jeniusnya berusaha mencari siapa seseorang yang dimaksud Shuuya.

Klik! Haruna kembali beraksi dengan kameranya. Kalau tadi smirk, sekarang wajah serius yangsedang berpikir. Memang tidak cocok disandingkan dengan boneka yang imut-imut. Tapi tetep keren! Haruna bersyukur dia punya kakak yang jenius dan keren seperti Yuuto... Tapi siapa seseorang yang mirip dengan kucing oranye itu?

"Hooo, akhirnya balik ke 'orang itu' juga ya..." Akio yang sudah bisa menahan tawanya, menjawab pertanyaan Haruna. Haruna hanya memasang wajah bingung pada Akio. Mantan kapten Shin-Teikoku itu hanya nyengir lebar. Sudah mengetahui identitas orang yang mirp kucing oranye...

"Hee? Siapa? Siapa yang mirip dengan kucing itu?" Haruna langsung bertanya dengan kecepatan cahaya pada Akio.

"Tenanglah. Kidou-kun dan Goenji sudah selesai membayar tuh. Dan boneka kucing itu juga dibeli..." Akio menunjuk ke arah dua orang yang sekarang sudah keluar dari toko boneka. Haruna yang baru sadar langsung menuju ke luar juga. Akio tentu saja mengikutinya, sambil bersyukur dalam hati karena dia bisa keluar dari neraka boneka itu.

Klik!

Haruna memotret sosok kakaknya dan Shuuya yang sudah berada cukup jauh darinya dan Akio. Wajahnya masih menyiratkan tanda tanya. Siapakah gerangan orang yang mirip dengan kucing oranye?

XXX

"Terima kasih makanannya!"

Asrama Inazuma Japan ketika malam memang sangat ramai. Apalagi setelah makan malam. Kenapa? Karena ini adalah waktu bebas mereka. Dari pagi sampai sore mereka telah berlatih keras sebagai wakil Jepang di FFI. Bersenang-senang sedikit saja boleh, kan?

"Toramaru."

"Ya?"

Shuuya mendatangi Toramaru yang sedang membantu para manager mencuci piring. Toramaru – seperti biasanya – langsung bertingkah seperti puppy yang oh-so-kiyuut di depan Shuuya. Melihat ini, Aki tersenyum senang, Fuyuka menggantikan Toramaru mencuci piring, dan Haruna sudah siap dengan senjatanya. Kamera Fujoshi...

"Ini. Oleh-oleh." Shuuya memberikan satu bungkusan polos berwarna coklat. Toramaru memasang wajah penasaran, membuka bungkusan itu. Dan macan kecil itu langsung disambut dengan boneka yang sama dengan namanya. Boneka anak harimau yang Shuuya beli tadi siang. Toramaru langsung tersenyum senang dan berterimakasih pada Shuuya. Jelas sekali kalau anak itu menyukai hadiahnya.

Klik! Haruna secara diam-diam memotret adegan barusan. So kiyuuut...

"Heee, boneka harimau ya? Memang cocok dengan Toramaru." Kapten Inazuma Japan mendekat ke arah mereka berdua. Sang kapten lalu ngobrol dengan Toramaru, sedikit menggoda juniornya yang satu itu. Sementara Shuuya hanya memandang mereka dalam diam.

...Setelah Haruna perhatikan baik-baik dia bukan memandang 'mereka' melainkan hanya melihat Mamoru. Seperti sedang menilai sesuatu, Ace striker itu memandang Mamoru dari ujung tanduk(?) rambutnya yang mirip nekomimi itu, sampai ujung kaki. Entah Mamoru tidak sadar dipandangi seperti itu, atau sadar tapi tetap cuek, Haruna tak pernah tahu.

XXX

Setelah makan malam, para anggota kembali ke kamar masing-masing. Walaupun ada beberapa yang mampir ke kamar yang lain untuk bermain kartu atau lainnya. Haruna sendiri langsung kembali ke kamarnya setelah beres-beres di dapur. Begitu di kamar dia langsung menyalakan laptop-nya dan memindahkan foto yang didapatnya hari ini.

...Jangan lupakan senyum Fujoshi di wajahnya.

Tapi 'Fujoshi's Time' milik Haruna harus berhenti sejenak karena ada seseorang yang mengetuk pintu kamarnya. Haruna langsung menutup layar laptop-nya dan bergegas membuka pintu. Siapa yang mengunjunginya malam-malam begini?

"Kakak?" Haruna kembali berkedip ria melihat sosok kakanya tercinta berdiri di depannya. Yuuto hanya tersenyum, lalu menyerahkan sebuah bungkusan kepada Haruna. Sang adik Fujoshi tentu saja tahu apa yang ada dalam bungkusan itu dan langsung membukanya.

"Tadi aku mampir ke toko boneka. Jadi sekalian saja beli boneka untukmu..." Yuuto mengeluarkan senyuman khas hanya untuk Haruna. Haruna sendiri masih berkedip-kedip melihat boneka yang sekarang berada di tangannya.

Gadis itu mengira dia akan mendapatkan boneka penguin ungu dari dua boneka yang dibeli kakaknya. Tapi ternyata dia salah. Yang didapatnya dari Yuuto adalah boneka kodok hijau, bukan penguin ungu. Haruna akhirnya mengerutkan alisnya.

"Kenapa? Apa kau tidak suka...?" Yuuto bertanya tidak yakin. Haruna langsung menjawabnya sambil menggeleng.

"Bukan! Aku suka kok! Hanya kukira aku akan dapat boneka penguin lagi seperti biasanya..." Oh, Haruna masih ingat berapa banyak boneka penguin berbagai macam warna diberikan Yuuto untuknya sebagai hadiah. Haruna bahkan membawa salah satu boneka penguin berwarna biru untuk menemaninya tidur di asrama Inazuma Japan ini.

"Oh, itu. Aku memang membeli boneka penguin juga, tapi kurasa boneka penguinmu sudah terlalu banyak..." Yuuto tersenyum lagi. "Jadi kubelikan kodok ini."

"Hee. Jadi, boneka penguin yang kakak beli mau dikasih ke siapa?" Haruna bertanya sambil memeluk boneka kodok yang baru didapatnya. Di dalam hati dia sudah komat kamit menyebutkan dua orang yang kemungkinan besar akan diberi boneka itu.

'Ayolah, bahkan Goenji-san memberikan boneka harimau itu pada Toramaru-kun! Kakak harus memberikan boneka penguin itu pada Sakuma-san atau Fudou-san!'

"Oh, itu... Mungkin akan kusimpan." Haruna langsung pundung mendengar ini, tapi sebisa mungkin menyembunyikannya dari sang kakak. "Lagipula boneka itu mengingatkanku pada seseorang..." Yuuto kembali melanjutkan sambil berbisik. Haruna yang punya pendengaran selevel Mamoru dan Yuuki langsung bertanya riang.

"Sama siapa?"

"Rahasia." Yuuto tertawa melihat wajah ngambek Haruna. "Tidurlah. Besok harus bangun pagi untuk persiapan latihan, kan?"

"Iya, iya. Malam Kak Yuuto."

"Malam. Haruna."

Yuuto pun pergi dari depan kamar Haruna. Haruna langsung kembali ke mode Fujoshi. Otak Fujoshi miliknya langsung berpikir keras siapakah orang yang mirip dengan penguin ungu itu... Juga orang yang mirip kucing oranye...

Penguin itu pasti antara Sakuma Jirou atau Fudou Akio. Selain Yuuto, hanya mereka berdua yang bisa meng-summon(?) penguin dan menggunakan mereka sebagai Hissatsu waza... Yah, yang manapun tidak masalah. Toh, tetap bisa juga jadi shipping! Apalagi kalau jadinya Threesome! Haruna langsung melonjak kegirangan memikirkan kemungkinan ini.

...Author juga sudah senyum khas Fujoshi memikirkan Threesome mereka.

Selanjutnya adalah boneka kucing oranye. Hanya ada dua orang yang bisa dihubungkan dengan warna oranye dan kucing. Kiyama Hiroto dan Endou Mamoru. Dengan warna oranye yang sering mereka kenakan, juga rambut nekomimi (terutama Hiroto). Tapi karena kita bicara tentang Shuuya, tidak mungkin kucing oranye itu adalah Hiroto. Jadi jawaban...

"Ah." Haruna langsung menyadari sesuatu. "Jadi karena itu Goenji-san terus memandang kapten..." Haruna langsung manggut-manggut sendiri. Dia lalu beranjak untuk kembali mensortir foto-foto koleksinya. Sambil memikirkan siapakah gerangan korban...eh, maksudnya... target selanjutnya?

TBC!

Manga dengan kucing oranye : Fruit Basket dengan Kyo Sohma. Dia itu contoh asli dari kucing warna oranye! *dicakar*

...Entah kenapa, ShuuYuu-nya malah nggak terlalu keliatan ya? Ugggh, maaf ya kalo ternyata chapter ini kurang memuaskan! Maaf Maaf Maaf...

ComplexShipping itu awalnya nama Shipping untuk Yuuto x Haruna. Tapi akhirnya saya pake buat ShuuYuu... Habis mereka sama-sama SisCom sih! *dibakar dan digigit penguin* Gaah, banyak banget doujin yang ngegambarin mereka jadi sister complexXD... Ok, balas review nyok :

Darkrose1382 : Udah ganti kamera tuh Haruna, ushishishi... TsunaTachi? Sip! Saya juga suka sama mereka berdua! Yuuki imuuuuttt...XD Yosh, ditunggu ya! Thanks Reviewnya!

The Fallen Kuriboh : Hehe, ga tau kenapa pasti klo bikin HiroMamo jadinya PASTI Hurt/Comfort... Mereka terlalu kiyuuut sih! Iya, Shuuya dah punya selingkuhan banyak, tenang ja! *dibakar* Shuuya punya Toramaru ma Yuuto! Ryuuji? Dia punya Ichi kok! Hehehe...

Hohoho, ini sudah ada Shuuya dan Yuuto. Ditambah bumbu Mamoru dan ToramaruXD semoga puas! Adegan kemaren itu diambil dari doujin yang memang bagus banget! Tuh pengarangnya hobi banget bikin doujin HiroMamo yang menyentuh abis! Threesome dengan Shuuya? He? Hehehehe*tawa laknat*... Thanks Reviewnya! Hidup Fujoshi!

Rachigekusa : Ahhh, maaf yang ini telat apdetnya! Yeah, HiroMamo poreper! *dilempar bakiak* Saya juga suka ShuuMamo sih, walaupun OTP saya masih HiroMamoXD... Humor di chapter ini kayaknya berkurang ya... kekurangan bahan tentang ShuuYuu...Thanks Reviewnya!

Li aya-chan : Yeah! Hidup Fujoshi! Nyari doujin... yang paling banyak itu ada pixiv. Di sana banyak banget doujinnya! Dari yang bikin ngakak ampe banjir air mata ada! *promosi* Tapi semuanya bahasa jepun, klo gak bisa baca jepang bakal repot tuh... Thanks Reviewnya!

Aurica Netsmile : Hohoho, Haruna lama-lama bisa jadi ninja tuh. Menyembunyikan diri dalam bayangan! Demi mendapatkan hint! *dilempar kunai* ...Si pangeran es itu emang bener pemburu beruang lo, liat ja di episode 31 dia bunuh beruang pake bola... Walopun kayaknya itu Atsuya sih yang nendang bolanya...Thanks Reviewnya!

Aishiro de Zeal Zealous : Hehe, hidup Sweetshipping! *kibar bendera* Haruna udah ganti kamera tuh, dibayarin Yuuto dengan sukarelaXD AkioYuuto? Ini ShuuyaYuuto dulu ya... Menyelesaikan request De-chan yang dulu itu... Akio juga muncul! Di episode-episode sekarang Yuuto ma Akio nggak bisa dipisahkan! Pasti bareng melulu! Thanks Reviewnya!

Dina Shuuya Hitsugaya : Sweet? Karena mereka adalah SweetShipping! *gaje mode on* Hohoho, iya Haruna enak banget ya? Saya jadi pengen kayak diaXD Thanks Reviewnya!

Heylalaa : PELUK HIROHIRO! *tendanged by Ryuusei Blade* Ada beberapa orang yang naruh Endou/Kazemaru karena si Ichi rambutnya panjang...Jadi dia kena bagian 'cewek'... Saya lebih seneng Mamo jadi uke sih, makannya bikin Kazemaru/Endou...

Kazemaru/Midorikawa/Hiroto? Hmmm, Oc! Kayaknya seru tuh! Warna-warni juga! Turqoise campur merah campur hijau terang... Sebenarnya HiroRyuuji itu ja udah terang ma kontras banget tuh rambutnya...*sweatdrop* Di chapter ini da sedikit ShuuTora, segini dulu yaXD Thanks Reviewnya!

OMAKE

Kalau Anggota Inazuma Japan dibandingkan jadi binatang...

Kucing : Endou Mamoru, Kiyama Hiroto

Anjing : Tachimukai Yuuki

Harimau : Utsunomiya Toramaru

Burung : Tobitaka Seiya, Kazemaru Ichirouta

Kelinci : Midorikawa Ryuuji, Goenji Shuuya

Serigala : Fubuki Shirou (dan Atsuya)

Penguin : Kidou Yuuto, Fudou Akio, Sakuma Jirou

Ikan : Tsunami Jousuke

Hmmm, Haruna melihat hal yang baru saja diketik di laptopnya... Dan membayangkan mereka semua memakai pakaian yang sesuai dengan image binatang mereka... Membuat Haruna langsung ber'kya kya' ria...

N/A : Haha, Gaje abis tuh Omake... Okay, Review please? *nyeret Suzaku dan Lancelot* #Hell Yeah, Suzaku's Spinkick!