Author : Keewani
Title : Thanks For Being Born
Cast : TaoRis as main others exo official pair.
Genre : Romance, hurt/comfort, school life.
Length : Chaptered
Rating : T
Disclaimer : all of the casts are not mine, but this fanfiction is originally mine.
.
1.244 words
.
Jarum pendek sudah menunjuk ke angka tujuh dan jarum panjang sudah diangka 5. Itu tandanya sekarang sudah pukul 07.25 namun tuan muda keluarga Huang masih enggan untuk membuka mata. Dia tengah menikmati waktu liburnya. Menikmati harinya tanpa harus mendenngarkan ceramah guru, tanpa harus menahan kegugupan dihadapan seorang Kris.
"Zitao-ya..." sang mama menggoyangkan tubuh anaknya dengan pelan.
"Dia belum bangun juga?" seorang pria paruh baya muncul dari balik pintu dan segera menghampiri anak dan istrinya sambil membawa sebuah dasi. Diserahkannya dasi itu kepada san istri dan mengambil alih untuk membangunkan anak tercintanya. Ditatapnya wajah sang anak dan terkekeh pelan melihat wajah tidur anaknya. Duduk di pinggir kasur dan diusapnya dahi Zitao lalu menyentilnya dengan tidak pelan.
"Auw.." seperti biasa, Zitao akan merengek. Bersikukuh untuk tetap memejamkan matanya.
Hankyung—Sang ayah mendekatkan bibirnya ke telinga Zitao, menghirup oksigen sebanyak mungkin.
"CEPAT BANGUN!" Hankyung berteriak dan sukses membuat Zitao melompat kaget. Itu cara terakhir untuk membangunkan Zitao yang hobi tidur. Zitao menggosok matanya sambil terus meluncurkan ketidak sukaannya pada seseorang yang menggangu quality time-nya. Hankyung menepuk kepala Zitao lalu beranjak dari kasur dan berdiri disamping istrinya.
"Begitu caranya, sayang." Tukas Hankyung. Heechul—Sang istri terkekeh pelan sambil membalikkan tubuhnya. Memasangkan dasi dengan anggun di kerah suaminya.
"Kurasa itu cukup efektif dear, tapi itu bisa merusak telinganya jika setiap hari dibangunkan dengan cara seperti itu. Ya, kurasa." Heechul bersuara.
"Itu cara terakhir sayang." Hankyung membelai kepala Heechul.
"Ekhem, bisakah kalian menyudahi acara kalian? Ini dikamarku loh, bukan kamar kalian." Zitao yang baru saja selesai mengumpulkan nyawanya menyeletuk dan membuat sang ayah dan ibu menolehkan kepala pada Zitao. Sang ibu yang wajahnya sudah semerah tomat dan sang ayah yang tetap memasang wajah stoic-nya membuat Zitao ingin tertawa melihatnya. Hanya lucu saja, dulu dia selalu berpikir sifat ayah dan ibunya sangat bertolak belakang tapi kenapa mereka bisa bersama.
"Ini juga karena mu panda, cepat mandi dan kenakan pakaian formal okay? Hari ini kita akan mengunjungi client baba." Sang ayah memerintah lalu merangkul istrinya untuk keluar dari kamar Zitao.
"Hah, padahal aku ingin tidur sepanjang hari." Dengus Zitao lalu masuk ke kamar mandi.
-Thanks For Being Born-
Setelah beberapa saat, Tao muncul di ruang makan dengan mengenakan pakaian rapi. Didudukan tubuhnya tepat dihadapan sang ibu.
"Bukankah tadi baba menyuruhmu mengenakan pakaian formal panda?" Hankyung mengoreksi pakaian anaknya.
"Oh, come one baba. Ini hari minggu, kenapa baba tetap mengenakan setelan jas? Ya, Tao tau baba ah kita akan mengunjungi client baba, tapi bisakah kita hanya mengenakan pakaian santai? Lagipula kalau baba dan mama mengenakan pakaian santai kita 'kan bisa pergi ke mall setelah kembali dari rumah client baba." Zitao mempout-kan bibirnya sambil mengolesi rotinya dengan selai.
"Ah begitukah?" Heechul menatap Zitao dan Hankyung bergantian.
"Tao mau kita jalan-jalan? Mama pikir kita juga sudah cukup lama tidak pergi bersama-sama, mama setuju dengan Tao. Bagaimana denganmu, sayang?" Heechul tersenyum pada Zitao yang disambut dengan anggukan kepala dari Zitao lalu menatap Hankyung dengan pandangan yang menuntut untuk meng-iyakan pernyataan sang anak. Hankyung yang ditatap seperti itu pun segera meng-iyakan.
"Baiklah, baba kalah dari kalian. Aku akan mengganti pakaian dulu." Hankyung meninggalkan meja makan dan segera berganti pakaian.
"Mama-jjang! Pokoknya nanti Tao mau makan ice cream." Zitao tersenyum senang lalu memakan rotinya yang sudah diberi selai. Heechul tersenyum melihat sang anak yang kelakuannya masih seperti anak kecil diusianya yang sudah menginjak 16 tahun.
-Thanks For Being Born-
Saat ini mereka—Hankyung, Heechul dan Tao— sudah berada di depan rumah client Hankyung. Hankyung menekan bel yang terhubung dengan intercom di dalam rumah, dan beberapa saat kemudian terdengar suara seorang wanita dari bel tersebut(?).
"Siapa?"
"Keluarga Huang disini."
"Ah, sebentar, akan saya bukakan pintu Tuan."
Tak lama gerbang terbuka, mereka pun segera masuk kedalam halaman rumah yang cukup luas dan disambut oleh seorang maid yang mengantar mereka sampai ke ruang tamu.
"Silahkan duduk Tuan, Nyonya, Tuan Muda. Saya akan memanggil Tuan Wu untuk segera turun." Sang maid tersenyum ramah lalu pergi untuk memanggil Tuan Wu.
Mereka pun duduk di sofa, Tao sibuk melihat sekeliling rumah dengan arsitektur dan furniture yang bisa dikategorikan wow. Tiba-tiba Tao teringat sesuatu. Tuan Wu, Tuan Wu ya.. OH HELL! Tao membelalakan matanya saat mengingat sesuatu ditambah penglihatannya melihat seorang pria jangkung yang sedang berjalan ke arah ruang tamu.
"Ah, lama tak bertemu paman, bibi." Pria jangkung itu membungkuk menyapa Hankyung dan Heechul.
"Ah ya Kris, lama tak bertemu, bagaimana kabarmu nak?" Hankyung berdiri lalu memeluk Kris yang dibalas oleh Kris.
"Aku baik paman, bagaimana paman sendiri dan bibi? Dan.. Tao?" Hankyung melepas pelukannya lalu duduk diikuti oleh Kris yang duduk disebelah kirinya. Tao yang merasa dirinya dipanggil menolehkan kepalanya kearah Kris.
"Kabar saya baik Tuan muda Wu." Tao tersenyum canggung.
"Kami baik Kris-ah, ucapan Tao tadi jangan diambil hati ya, kau tau sendirikan seperti apa Tao jika sedang gugup? Hahaha." Heechul tau Tao merasa canggung karena ada Kris saat ini, sejak dulu Tao selalu menceritakan apapun padanya, termasuk perasaannya pada Kris.
"Tentu saja aku tau bibi." Kris tersenyum tipis.
"Apa kau masih merasa gugup? Ah padahal kita 'kan sahabat sejak kecil." Kris menampilkan wajah sedihnya. Tao tau, itu adalah topeng yang sengaja Kris pasang didepan babanya—baba Tao— agar tidak mengetahui apa yang terjadi selama ini pada Kris dan Tao.
"A-a-ah bu-bukan begitu ge, aku hanya bingung harus membicarakan apa hehe." Tao tertawa kikuk.
"Ah be—"
"Oh Huang, kau datang?" belum sempat Kris menyelesaikan bicaranya, Tuan Wu—Yunho, baba dari Kris datang menyapa keluarga Huang.
"Ah kami baru saja datang, Wu." Yunho menghampiri keluarga Huang dan Kris lalu menjabat tangan Hankyung dan Heechul.
"Jadi bagaimana? Kita beritahu mereka sekarang, Huang?" Yunho duduk di sofa yang ada di hadapan Hankyung.
"Well, sepertinya mereka akan terkejut dengan rencanamu ini Wu." Pernyataan dari Hankyung membuat Tao, Kris, serta Heechul mengerutkan kening mereka bingung.
"Sepertinya tidak, kurasa mereka akan senang mendengar keputusan-ku ini." Yunho menampilkan seringainya.
"Maaf, tapi siapa yang kalian maksud dengan mereka?" Heechul yang sudah penasaran dengan pembicaraan Hankyung dan Yunho pun membuka suara.
"Tentu saja Kris dan Tao, kau belum menceritakan pada istrimu Huang?" Yunho menjawab pertanyaan Heechul sekaligus bertanya pada Hankyung.
"Aku belum sempat Wu." Hankyung mengangkat bahunya.
"Maaf paman, memangnya ada apa dengan aku dan Kris-ge?" Tao bertanya dengan sopan.
"Kami berencana menjodohkan kalian, bukan begitu Huang?"
Tao menatap sang ayah mencari kebenaran yang dikatakan oleh Yunho, dan sang ayah pun hanya mengangguk yang membuktikan kalau apa yang dikatakan Yunho benar adanya.
"Tapi baba, Tao tidak mau dijodohkan, lagipula Kris-ge juga sudah punya orang yang berharga untuknya." Tao mencoba menolak perjodohan yang direncanakan orang tua—oh lebih tepatnya sang ayah dan ayah dari Kris.
"Alasanmu tidak mau dijodohkan apa baby? Lagipula kalian kan sudah saling mengenal dari kecil." Hankyung memaksa Tao secara halus/?
"Tapi baba, bagaimana dengan Kris—"
"Aku setuju." Kris memotong perkataan Tao.
Tao membulatkan matanya, hell yeah, orang yang membencinya sekarang ini dijodohkan dengan dirinya dan dia menerima dengan cepat tanpa memikirkannya terlebih dahulu?!
"Kau lihat sendiri 'kan Tao? Kris setuju dengan perjodohan ini, jadi bagaimana denganmu hm?" Yunho bertanya pada Tao.
Tao menatap Heechul sebentar lalu menganggukan kepalanya "b-baiklah a-aku setuju." Tao langsung menundukan kepalanya. Hankyung yang mendengar pernyataan sang anak pun tersenyum senang lalu mengelus kepala Tao sayang, begitu juga dengan Yunho yang tersenyum puas dengan jawaban yang diberikan Tao. Heechul pun sama, dia berharap ini adalah langkah awal Tao untuk kembali mendapatkan Kris-nya yang dulu. Berbeda dengan Kris yang menampilkan senyum—seringai yang sulit di artikan.
"Dengan ini hak ku untuk memiliki Tao tidak akan ada lagi yang mengganggu, terutama si bodoh Shixun itu." —Kris.
TBC
.
Balasan review
krispandataozi : cie sehun ada rasa cie sama taoziii .g. aduh maaf ini late update sekali yaaa? Bagaimana chapter ini? Makin absurd kah? Wkwk maafkan dirikuuuu. Review lagi ya?
AulChan12 : Luhan nanti dikasih ke aku ajaaaa wkwk. Review lagi ya?
LVenge : Lay ga diapa-apain ama Kris kokk/?. Review lagi ya?
Peach Prince : idiii ini maafkan diriku late updatee:(((((( cekek aja krisnya cekek nanti aku bantuinnn/? Aduh kenapa jadi kuping saya yang digigit? u,u. Review lagi ya?
Xyln : bukan stalker bukaannn eh tapi stalker juga dengg, eh apa yaaa?:((. Review lagi ya?
.
Hellooo masih adakah yang mengingat fanfiksi ini? Hohoho maafkan diriku yang benar benar sangat sangat late update u,u. Maaf saya juga gabisa memenuhi janji kalo saya akan manjangin story-nya disetiap chapter dan maafff banget kalo di chap ini belum bisa ngejelasin status status member exo yang lainnnnn:(((((. Aduh jangan timpukin saya ya kalo makin kesini ini cerita makin ngawur-_-
Yah yaudah deh saya minta review,saran, kritik kalian supaya ini fanfiksi bisa jadi bagus.
Terimakasih kepada kalian yang udah membaca, me-review, memfavorite, dan memfollow fanfiksi iniiii! Muahhh!
Regards,
Keewanii.
