Title: Broken

Author: Bluedevil9293.

Part: 4 / ?

Main Cast:

Kim Kibum

Choi Siwon

Kim Heechul

Tan Hangeng

Other Cast:

Park Jung Soo as Kim Leeteuk

Kang In

Rated: T.

Genre: Angst, M-Preg.

Warning: Yaoi, Shounen-ai, Boys Love, BoyXBoy, Typo, Gaje, Don't Like Don't Read.

Summary: No Summary, Happy Reading.!

*** Chap 4 ***

Sebulan Kemudian…

Sebulan berlalu, dan sudah selama itu keluarga Choi dan Kim sibuk mencari keberadaan Hangeng yang membawa pergi Kibum. Seluruh rumah sakit yang ada di Seoul sudah di kunjungi sekedar untuk mencari keberadaan Kibum saja. Tak hanya itu, bahkan mereka selalu mengecek penerbangan luar negeri takut-takut Hangeng membawa kabur Kibum keluar negeri tapi tetap saja sampai detik ini mereka masih belum menemukan dimana kini Hangeng menyembunyikan Kibum.

"Bagaimana, apa ada kabar tentang Hangeng dan Kibum?" Tanya Heechul pada Siwon yang baru saja memasuki rumah keluarga Kim. Siwon mengelengkan kepalanya pelan lalu duduk di salah satu sofa yang ada di ruang tamu di ikuti Heechul yang sebelumnya sempat meminta housemaid membuatkan minuman untuk mereka.

"Sebulan sudah berlalu, tapi Kibum belum berhasil kita temukan. Aku benar-benar menghawatirkan Kibum, Chullie. Apa lagi saat terakhir kali kita bertemu dengan dia, Hangeng memaksanya menelan obat peluruh kandungan. Aku takut terjadi sesuatu pada Kibum atau pun janinnya. Bayi itu anakku juga." Jelas Siwon yang tampak frustasi.

"Aku tahu Siwon, aku pun merasakan hal yang sama. Aku merasa sangat bersalah pada Kibum, dia selama ini tak pernah merasakan kebahagiaan tapi di saat dia mulai memiliki kebahagiaan itu aku dengan teganya malah merebut semua kebahagiaanya. Aku bukan hyung yang baik bagi Kibum, aku hyung yang jahat Siwon." Ucap Heechul penuh penyesalan.

"Sudahlah, percuma saja kita terus menyesal. Kibum masih belum kita temukan dan dia masih tetap terluka. Bukan kesalahanmu kalau kamu juga mengandung anakku. Bukan salahmu kalau pernikahan ini sampai ada. Semua salahku Chullie, aku yang membuat semua jadi serumit ini." Ucap Siwon sambil menundukan wajahnya menyesal.

"Tak ada gunanya kalian berdua terus merasa saling menyesal dan bersalah atas perkara Kibum ini." Ucap sebuah suara lembut yang berasal dari umma Heechul. Leeteuk berjalan mendekati sang anak dan juga menantunya tadi. "Semua sudah terjadi, percuma saja di sesali. Yang bisa kita lakukan saat ini Cuma satu. Membawa Kibum kembali ke rumah ini sebelum Hangeng bertindak lebih gila lagi, Hangeng kembali pasti untuk menuntut balas dendam pada appa kalian melalui Kibum." Ucap Leeteuk yang sudah duduk di samping Heechul.

"Kami tahu umma, tapi sampai sekarang kita saja tak tahu di mana Kibum berada." Sedih Siwon.

"Tenanglah, kita cari pelan-pelan bukankah Kang In appa dan juga Seung Hyun appa sudah menyewa beberapa dektektif handal untuk mencari dimana keberadaan Hangeng dan Kibum." Ucap Leeteuk yang mencoba membuat kedua anaknya tadi sedikit rileks.

"Benar apa kata umma-mu itu." seru Kang In yang baru masuk ke dalam rumah setelah pergi entah kemana.

"Appa, apa ada kabar tentang Hangeng dan Kibum?" Tanya Heechul antusias.

"Sayangnya belum, bersabarlah sedikit lagi." ucap Kang In yang langsung berjalan meninggalkan Heechul, Siwon dan Leeteuk menuju kamarnya di lantai dua. Kang In mendudukkan tubuhnya di tepi ranjang mencoba mengingat-ingat kembali kejadian yang terjadi sebulan yang lalu.

Kejadian saat Hangeng tiba-tiba saja datang dan menghancurkan semuanya. Kang In pun jadi teringat akan kejadian lima belas tahun yang lalu, saat dia dan Seung Hyun merencanakan sebuah pembunuhan besar. Dan yang menjadi sasarannya adalah keluagra Hangeng yang memang pada saat itu menjadi lawan bisnis yang terlalu berat bagi perusahaannya. Kalau perusahaan keluarga Tan terus berdiri bisa di pastikan perusahaan miliknya dan juga Seung Hyung akan gulung tikar. Karena tak ingin semua itu terjadi Kang In dan Seung Hyun menyewa beberapa pembunuh bayaran untuk membantai seluruh keluarga Tan.

"Aku tak pernah tahu dia masih hidup sampai saat ini. Bagaimana caranya dia masih bisa bertahan selama ini tanpa pernah aku ketahui keberadaanya. Aku ingat dengan jelas waktu itu aku sudah menengelamkannya di dalam kolam renang tapi kenapa dia masih hidup dan kembali mengacaukan semuanya." ucap Kang In frustasi sambil mengacak-acak rambutnya. Kang In pun kembali teringat dengan kejadian sebulan yang lalu. Dia kembali ingat dengan Kibum anak yang tak pernah di anggapnya ada.

"Kibum…" ucap Kang In lirih. Banyak hal yang Kang In sadari tentang keberadaan Kibum kini. Sejak Kibum kecil dia tak pernah berbuat manis pada anak yang di berikan oleh istri pertamanya itu, bukan sejak Kibum kecil lebih tepatnya sejak Kibum masih di dalam kandungan Kang In tak pernah mau menganggap Kibum ada.

Kang In kembali teringat pada Umma Kibum, Kim Greem. Seorang yeoja cantik, dewasa sangat mirip dengan boneka Barbie. Kang In pun teringat saat pertama kali mereka bertemu Greem tampak malu-malu, saat mereka mengikat janji suci Greem tampak sangat bahagia, pertama kali mereka melewati malam bersama setelah di jebak oleh orang tua Kang In, Greem tampak sangat ketakutan melihat kemarahan Kang In, pertama kali Greem mengatakan dirinya sedang mengandung Kibum, yeoja manis tadi terlihat senang namun kebahagiaannya langsung pudar saat Kang In tak memberikan respon apa pun, saat pertama kali Greem mengutarakan apa yang sedang ia idam-idamkan tapi Kang In malah sibuk dengan Leeteuk yang saat itu juga tengah mengandung Heechul, Greem tampak sangat sedih tapi dia tetap diam saja, dan di saat Greem melahirkan Kibum, Kang In tak ada di sampingnya. Namja tampan tadi malah sibuk dengan Leeteuk dan juga Heechul yang saat itu baru berumur dua bulan. Bahkan di saat yeoja cantik tadi meninggal Kang In tak ikut memakamkannya.

"Mianhae… Mianhae… Aku bukan appa dan suami yang baik. Tak seharusnya aku memperlakukanmu dan Kibum seperti ini. Bukan kamu yang salah atas pernikahan itu, bukan kamu pula yang salah atas kelahiran Kibum. Aku benar-benar namja bodoh yang tak bisa menerima semua kenyataan yang ada, maafkan aku. Aku benar-benar menyesali semua yang sudah terjadi." Ucap Kang In pelan. Kang In mengusap wajahnya perlahan, tiba-tiba saja pandangan matanya tertuju pada sebuah foto keluarga besar yang ada di dalam kamarnya tadi. Kang In tersenyum miris melihat foto keluagra tadi.

"Seharusnya ada Kibum di dalam foto itu, bukankah dia juga anakmu yang berarti dia juga termasuk dalam keluarga Kim bukan?" Seru Kang In pada dirinya sendiri.

Kang In sadar kalau selama ini dia sudah melukai Kibum terlalu jauh. Dia tak pernah menganggap Kibum anaknya bahkan rekan-rekan bisnisnya Cuma mengetahui Heechul saja yang menjadi anaknya. Dia pun tak pernah memberikan Kibum hadiah selama ini hanya Heechul yang terus ia berikan hadian-hadian dengan sangat melimpah. Kang In pun jadi sadar kenapa selama ini Heechul selalu meminta dua buah benda yang sama setiap kali ia meminta sesuatu, Heechul melakukan itu karena ia tak mau membuat Kibum merasa tersisihkan. Heechul pasti akan memberikan salah satu benda pemberiannya pada Kibum dan mengatas namakannya.

"Appa macam apa aku ini. Jangankan memberi dia hadiah mengucapkan kata-kata yang mengambarkan aku sangat menyayangi dia pun tak pernah, yang ada aku selalu membentaknya setiap saat. Bahkan aku pun tak tahu kapan tanggal lahirnya." Ucap Kang In lirih.

"Aku terlalu membeda-bedakan antara Kibum dan Heechul. Padahal mereka berdua tetap anak-anakku walau lahir dari rahim yang berbeda. Aku sangat memanjakan Heechul tapi aku malah menganggap Kibum tak penah ada. Aku benar-benar appa yang gagal." Ucap Kang In lagi, di usapnya lagi wajahnya dengan kedua tangannya.

"Jangan terlalu menyalahkan diri seperti itu chagya." Ucap Leeteuk membuat Kang In mengangkat wajahnya dan menatap pada namja cantik yang telah lama menemani hari-hari indahnya. Leeteuk berjalan mendekati Kang In dan mendudukkan dirinya di samping sang suami.

"Aku bersalah pada Kibum, Teukkie." Ucap Kang In lirih sambil menatap wajah sang istri. "Aku menyesal. Ingin rasanya aku bersujud dan meminta maaf pada Kibum saat ini juga. Kenapa aku harus sadar di saat seperti ini." Ucap Kang In sedih.

"Aku tahu Kang In, tapi kamu tak bisa terus seperti ini menyalahkan dirimu sendiri." Ucap Leeteuk sambil membelai wajah sang suami.

"Tapi aku memang bersalah Teukkie." Ucap Kang In lirih. Leeteuk menarik tubuh sang suami ke dalam pelukannya. "Aku takut Hangeng melakukan sesautu yang berbahaya pada Kibum." Ucap Kang In lagi.

"Berdo'a saja agar Kibum baik-baik saja." Ucap Leeteuk sambil membelai punggung sang suami.

"Aku akan membuat perhitungan pada namja itu kalau dia berani melukai Kibum sedikitt saja." Janji Kang In.

"Sabarlah." Ucap Leeteuk lalu mengecupi pipi Kang In membuat namja tampan tadi merasa sedikit rileks.

"Apa yang sedang Siwon dan Heechul lakukan saat ini?" Tanya Kang In saat ingat akan anak dan menantunya yang tadi ia tinggal begitu saja.

"Mereka sedang istirahat. Kamu juga lebih baik istirahat, atau kamu mau makan? Akan ku buatkan makanan untukmu." Tawar Leeteuk.

"Aku lapar, tolong buatkan aku makanan ya." Pinta Kang In.

"Ne, tunggulah disini aku akan membawakannya kemari nanti. Sebaiknya kau bersihkan saja tubuhmu dulu." Suruh Leeteuk, Kang In menganggukan kepalanya sesaat sebelum Leeteuk pergi meninggalkannya sendiri. Sepeninggalan Leeteuk, Kang In langsung melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.

*** Broken ***

Di sebuah ruangan yang cukup luas terdapat sebuah ranjang yang di atasnya terdapat dua namja yang masih asik dengan mimpi-mimpi mereka. Keduanya tidur tengan nyenyak sampai salah satu dari mereka, namja yang berwajah tampan membuka matanya dan menatap namja cantik di sampingnya yang tengah tidur dalam posisi tengkurap. Namja tampan tadi yang tak lain adalah Hangeng tersenyum manis melihat namja cantiknya yang tak lain adalah Kibum masih tidur dengan sangat nyenyak di sampingnya.

Hangeng memeluk tubuh Kibum dan menciumi bahu kiri Kibum yang terbuka tanpa selembar benang pun yang menghalangi kulit mulus tadi terekspose di depan mata Hangeng. Erangan pelan terdengar dari bibir kecil Kibum yang mulai merasa terganggu dengan apa yang Hangeng lakukan padanya. Kibum pun membuka sedikit matanya dan memandang ke arah Hangeng.

"Pagi Honey." Ucap Hangeng yang langsung mengecup bibir Kibum kilat. "Morning Kiss." Seru Hangeng lagi membuat Kibum terkekeh pelan.

"Pagi Ju… Argh…" erang Kibum saat merasa sakit di tubuh bagian bawahnya saat dia mencoba membalikan tubuh tengkurapnya tadi.

"Gwenchana?" Tanya Hangeng khawatir.

"Ne, gwenchana. Hanya sedikit sakit." Ucap kibum apa adanya.

"Mianhae, semalam aku terlalu bersemangat." Ucap Hangeng sambil tersenyum jahil pada Kibum.

"Memangnya kamu pernah tak bersemangat saat meghajarku di ranjang?" Tanya Kibum membuat Hangeng tak bisa berkutit.

"Jangan salahkan aku, salahkan kamu yang terlalu sexy dan mengoda Honey." Ucap Hangeng sambil mengecup bahu Kibum lagi. "Mantan kekasihmu itu pasti menyesal sudah mencampakanmu." Ucap Hangeng yang malah membuat mood Kibum jadi buruk.

"Kamu membuat moodku rusak di pagi hari. Sudah jangan bicarakan dia lagi." Ucap Kibum malas, Hangeng tertawa pelan mendengar perkataan Kibum tadi.

"Mianhae sudah membuat moodmu rusak." Kata Hangeng sebelum ia melumat bibir Kibum yang tentu saja dibalas oleh namja cantik tadi. "Hem… Untuk mengembalikan moodmu yang sudah ku rusak bagaimana kalau kita mengulang yang semalam?" Goda Hangeng sambil mengerlingkan matanya pada Kibum lalu mulai mengecupi dada Kibum. Kibum pun langsung memukul kepala Hangeng pelan membuat kegiatan namja tampan tadi terhenti.

"Aniya, sudah cukup yang semalam. Apa kamu mau membuatku tak bisa jalan. Kamu malah membuat suasana hatiku tambah buruk saja." Keluh Kibum sambil mempoutkan bibirnya, Hangeng kembali tertawa pelan.

"Kamu cantik saat sedang ngambek begini." Bisik Hangeng di telinga Kibum.

"Kamu mengodaku, dasar." Kesal Kibum yang kembali memukul kepala Hangeng pelan. "Sudahlah lebih baik kamu mandi saja sana." Suruh Kibum.

"Ne, chagya aku mandi tapi bersama ne?" Tawar Hangeng.

"Aniya, aku masih ngantuk mau tidur lagi. Kamu saja yang mandi duluan sana." Suruh Kibum.

"Ya sudah tidurlah lagi, aku mandi dulu." Ucap Hangeng sambil mengecup bibir Kibum kilat lalu beranjak turun dari atas ranjang tanpa mengenakan sehelai benang pun untuk menutupi tubuh polosnya.

"Yack.! Paboya namja." Seru Kibum yang langsung menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.

"Waeyo?" Tanya Hangeng tak mengerti.

"Itu, kenapa berkeliaran di dalam kamar tanpa celana. Aku… Aku kan malu." Seru Kibum yang langsung bersembunyi di dalam selimut tebalnya. Hangeng tertawa pelan melihat tingkah namja cantik tadi, Hangeng pun berjalan mendekati Kibum lagi dan mendudukan dirinya di pinggir ranjang. Di tariknya dengan perlahan selimut yang menutupi wajah Kibum.

"Kenapa harus malu sih. Kamu bukan satu dua kali melihatku dalam keadaan begini. Bukan kah kita sudah sering melakukannya." Ucap Hangeng lalu mengecup bibir Kibum.

"Tapi tetap saja, aku kan malu." Ucap Kibum kekeh. "Dan lagi, kalau ada orang lain yang melihatnya bagaimana, apa kamu tak malu?" Tanya Kibum.

"Selama yang melihtanya kamu, buat apa malu." Ucap Hangeng santai.

"Aish… Namja satu ini. Kalau ada maid yang masuk kemari saat kamu tanpa pakaiaan begini bagaimana?" Tanya Kibum kesal.

"Itu cari mati namanya." Jawab Hangeng santai lalu bernajak meninggalkan Kibum lagi.

"Yack.! Pakai celanamu kenapa." Keluh Kibum sambil melemparkan sebuah bantal pada Hangeng.

"Malas, bukankah aku lebih sexy seperti ini?" Goda Hangeng sambil mengerlingkan matanya pada Kibum.

"Paboya." Seru Kibum yang kambali melemparkan sebuah bantal pada Hangeng yang langsung masuk ke dalam kamar mandi. "Cih, dasar pornoaksi." Seru Kibum dengan wajah yang memerah semerah tomat. Kibum kembali membenamkan tubuhnya ke dalam selimut tebal miliknya.

Beberapa puluh menit berlalu, Hangeng sudah menyelesaikan mandinya. Dengan mengunakan bathrobe yang membungkus tubuh indahnya Hangeng keluar dari kamar mandi, berjalan mendekati Kibum berniat membangunkan namja cantik tadi.

"Honey bangun sayang." Ucap Hangeng sambil mengecupi bahu Kibum.

"Aniya, aku masih ngantuk." Balas Kibum malas.

"Hei, ayo bangun dan segera mandi. Kita ada penerbangan jam sepuluh nanti." Ucap Hangeng sambil membelai wajah Kibum.

"Penerbangan? Penerbangan kemana?" Tanya Kibum heran.

"Belanda." Jawab Hangeng santai.

"Mau apa kita ke sana?" Tanya Kibum lagi.

"Memangnya untuk apa lagi kalau bukan untuk menikah." Jawab Hangeng membuat Kibum membelalakan matanya lebar. Hangeng tak menghiraukan respon Kibum tadi, dia membuka laci meja nakas di samping tempat tidur dan mengambil sebuah kotak kecil di dalamnya. "Kim Kibum, would you marry me?" Tanya Hangeng.

"Kamu sedang melamarku?" Tanya Kibum balik.

"Menurutmu?" Tanya Hangeng lagi.

"Benar-benar tak ada romantisnya. Apa kamu sadar kamu baru saja melamar seseorang dalam keadaan tak wajar? Hey, aku sedang tak mengunakan pakaian saat ini dan kamu Cuma memakai ini saja." Ucap Kibum sambil menyentuh bathrobe yang Hangeng gunakan.

"Bukankah ini unik, tak banyak orang yang melakukan hal seperti yang kulakukan ini. Dan aku pun sangat yakin mantan kekasihmu itu tak akan pernah melakukan hal seperti ini padamu, dia hanyalah seorang pengecut yang Cuma bisa bersembunyi di belakang kedua orang tuanya yang bejat itu." Ucap Hangeng membela dirinya. Perkataan Hangeng tadi tentu saja membuat Kibum terdiam, dia masih tak suka bila Hangeng menyingung tentang Siwon atau pun keluarganya yang tak pernah menganggap ia ada itu. "Jadi kamu mau atau tidak?" Tanya Hangeng pada Kibum tanpa menghiraukan perubahan mood sang namja cantik.

"Tentu saja aku mau." Ucap Kibum dengan senyuman manisnya. Hangeng tersenyum lalu menarik Kibum dalam sebuah ciuman hangat.

"Sepertinya aku benar-benar ingin mengulangi yang semalam." Ucap Hangeng setelah ia melepaskan lumatannya di bibir Kibum.

"Aniya, aku mau mandi." Tolak Kibum cepat.

"Nanti saja, kita bermain sebentar." Ucap Hangeng yang langsung menyerang Kibum. Kibum tak bisa menolak lagi, maka terciptalah suasana panas dengan suara-suara desahan merdu di kamar yang cukup luas tadi hingga beberapa jam kemudian.

*** TBC ***

Angst.a berkurang, Dean sengaja mengurangi kadar angst.a. al.a nanti di akhir cerita baru di naikan lagi kadar angst.a.

Lagi ga bisa update cepat, paling juga seminggu sekali. Maklum, tahun terakhir di SMA jadi super sibuk apa lagi US mw di ulang TT_TT ga terasa yah, UN tinggal menghitung hari. Do'akan Dean lulus UN ya semua…