" Woohyun hyung ? " panggil myungsoo seraya tersenyum menawan padanya

" n-nde? " tanya woohyun dengan gugup sembari menatap myungsoo

" nanti pulangnya ke rumahku yuk mamingan sama aku " ujar myungsoo sembari memberi wink terbaiknya pada sang kekasih, ya beberapa hari yang lalu myungsoo menyatakan cintanya dan diterima oleh woohyun

" blush ~ " wajah woohyun memerah seketika ketika myungsoo mengedipkan sebelah matanya

" O-Oke " jawabnya dengan gugup

Myungsoo tersenyum seraya mengacak perlahan rambut woohyun,

" Yes akhirnya " ujar myungsoo sembari menyunggingkan smirknya

Woohyun menatap penuh kagum saat melihat bangunan bertingkat dengan desain mewah di hadapannya

" Woahh bagus sekali " kagumnya

" baru lihat rumahku ? " ejek myungsoo bercanda, woohyun mempoutkan bibirnya kesal

" ini apartemen orangtuamu huu " ejek woohyun balik sembari meleletkan lidahnya, myungsoo menatapnya kesal

" Heishh sudah kita masuk " ajak myungsoo seraya menggandeng tangan woohyun menuju apartemennya. lalu mereka berdua berjalan memasuki apartemen mewah milik myungsoo

" Selamat datang di apartemenku princess nam ! anggap saja seperti rumah sendiri " canda myungsoo

Woohyun menatap ruangan apartemen myungsoo tanpa berkedip, tatapannya tertuju pada sebuah foto besar berbingkai yang di dalamnya terdapat keluarga myungsoo

" Myung " panggil woohyun pelan

" ya ? " sahut myungsoo yang kini memperhatikan woohyun

" Dimana keluargamu ? " tanyanya sembari menatap sang kekasih

" mereka tinggal di Gangnam dan aku memilih hidup mandiri disini " jawab myungsoo

" Oh " woohyun hanya ber-oh ria

Woohyun melangkahkan kakinya ke arah dapur, sesamapainya di dapur

" Astaga " woohyun melongo menatap cucian yang menumpuk dengan peralatan makan yang belum dicuci dan jangan lupakan cup mie yang bertumpuk

" Astaga Myung, apa kau tidak pernah membersihkan ini semua ? " omel woohyun seraya menatap kekasihnya yang kini terkekeh tanpa dosa dengan sebal

" Malas woohyun sayang " jawabnya dengan wajah tanpa dosa

" Dasar anak muda zaman sekarang , malas saja bawaannya mau jadi apa kamu nanti ? " gerutu woohyun seraya memakai sarung tangan karet untuk bersiap - siap mencuci

" kita beres - beres dulu baru setelah itu boleh bersantai " ucap woohyun dengan nada memerintah layaknya seorang bos

" siap nyonya " celetuk myungsoo dengan jahil dan sebuah sendok melayang dengan indahnya di depan jidat nya

#poor Myung .-.

setelah selesai mengerjakan pekerjaan rumah atau lebih tepatnya membereskan apartemennya yang seperti kapal pecah, myungsoo menghampiri woohyun yang kini sedang mencuci piring. namja tampan berstatus kekasih woohyun itu menciumi leher jenjang sang kekasih

" nghh, ap-ah yang kau lakukannh ? " desah woohyun saat myungsoo mencium lehernya

" hmm ? menurutmu ? " tanyanya sembari mengecupi leher woohyun dan kini myungsoo mulai menjadi - jadi dengan menggitnya sesekali dan menghisapnya. membuat leher woohyun yang semula berwarna putih kini penuh dengan bercak merah keunguan

" h-hentikanhh " lirih woohyun yang kini berbalik menghadap myungsoo dan mendorong badannya pelan

myungsoo tersenyum tulus,

" apa kau mencintaiku ? " tanyanya dengan mata tak berkedip

woohyun mengangguk

" bolehkah kita 'melakukannya' ? tanya myungsoo sembari memeluk woohyun posesif

woohyun mendadak bingung,

sebenarnya ia tak mau melakukan ini namun ia yang sudah terlanjur terangsang dengan perlakuan myungsoo tadi akhirnya mengangguk dengan ragu

**

skipp aja ea ea ea :v /readers protes #plakk :v

myungsoo menggendong woohyun ala bridal ke kamarnya, sementara woohyun hanya bisa pasrah berada dalam gendongan myungsoo

myungsoo lalu membaringkan badan woohyun ke atas ranjang miliknya dan namja tampan itu menindih badan woohyun dengan hati - hati, lalu wajahnya mendekat ke arah woohyun dan mencium bibir merah nan tebal milik kekasihnya itu. woohyun membalasnya lalu mereka berciuman dengan panasnya di atas ranjang

ciuman panas itulah yang akan membawa mereka ke dalam hubungan intim yang sayangnya akan merugikan woohyun dan tidak berdampak apapun pada myungsoo

" ugh " woohyun terbangun dan mendapati ranjang sebelahnya kosong, lho dimana myungsoo ? bukankah kemarin malam ia memeluknya setelah mereka melakukan 'itu'

woohyun menepuk jidatnya , raut wajahnya memerah mengingat kejadian semalam. dimana ia dan myungsoo melepaskan hasrat mereka satu sama lain diatas ranjang ini

woohyun lalu memakai bajunya dengan cepat dan berusaha mencari myungsoo, namun nihil.

" Drrt " ponsel woohyun bergetar, dari myungsoo rupanya

Woohyun kita putus

Degg !

Hati Woohyun mencelos seketika dan tanpa terasa matanya memanas dan cairan bening itu jatuh membasahi pipi chubbynya.

katakan ini mimpi

baru semalam mereka bercinta tapi mengapa sekarang namja itu memutuskannya

woohyun menghapus air matanya kasar, lalu ia dengan cepat pergi dari rumah myungsoo.

" WOW ! Good job Man ! " ujar Dongwoo saat melihat video hasil rekaman yang myungsoo berikan untuknya

" woahh kau memang daebbak myungsoo " puji sunggyu dengan tulus saat myungsoo melaksanakan dare nya dengan baik, sempurna malah

Myungsoo tersenyum bangga

" hari ini kalian berdua harus mentraktirku sepuasnya sampai hari minggu " ucapnya seraya menyunggingkan bibirnya, membentuk sebuah senyuman sinis

" arra arra " jawab sunggyu dan dongwoo berbarengan dengan malas

Myungsoo pun tersenyum puas namun dihatinya seperti terbesit sesuatu

sebuah perasaan

menyesal ?

TBC