Bitter Sweet
Phanaa Present
A story about three idiots and trio freaka with their absurd moment.
Chanbaek, Hunhan, Kaisoo.
Happy Reading !
.
.
.
Bus membelah jalanan menuju pelabuhan. Rombongan mahasiswa di dalam bus bernomor 3 itu sebagian ada yang bernyanyi, tidur, atau mengobrol. Mereka yang di bagian depan memegang mic dan menyanyi keras-keras. Bagian tengah kebanyakan sudah terlelap sedangkan bagian ujung belakang terlihat heboh.
"Joget bosss"
"Aserehe a rehe aadhjkl9 4$5"
"Mantap asoyyyy"
Demi Tuhan, apa yang terjadi dengan para manusia itu?
Jongin menyanyi keras-keras. Bukannya mengikuti lagu yang sedang di putar, melainkan menyanyi sebuah lagu legendaris. Suaranya sungguh luar biasa. Mungkin jika ada Zain malik di sana, pasti akan ikut berZoget juga.
"Seluruh kota merupakan tempat bermain yang asyik
Oh senangnya aku senang sekaliiii
Kalau begini akupun jadi sibuk
Berusaha mengejar-ngejar dia
Matahari menyinari semua perasaan cinta
Tapi mengapa hanya aku yang dimarahiiiiii"
Sehun di belakangnya tertawa terbahak sambil sesekali menoel-noel bokong sahabatnya. Sedangkan si lontong paling tinggi tertawa keras tepat di belakang bangku Baekhyun.
"Goyang dong!" Jongin berseru. Bokongnya ke kanan dan ke kiri sedang kepalanya bergerak seperti orang ayan.
Bisa membayangkannya?
Tiga lelaki pendek lainnya hanya bisa diam. Diam-diam merencanakan sebuah pembinasaan untuk mereka semua.
"Heh. Hajoon suruh teman idiotmu itu berhenti" Baekhyun mendelik kepada salah satu temannya. Namun dia harus menelan pil pahit ketika Hajoon malah bersengkokol dengan monyet-monyet itu.
"Woy gaes, Baekhyun juga ingin ikut berjoget katanya"
Chanyeol menghentikan tawanya sedang bibirnya membentuk seringai jahil ke arah Baekhyun.
"Wah, aku harus siap-siap turun dari bus kalau Baekhyun ikut berjoget"
"Kenapa?"
"Yaa…" dia menggantung kalimatnya. Sengaja, untuk melihat respon Baekhyun yang tengah mendelik di depannya.
"Yaa, takutnya aku butuh hotel atau semacamnya untuk berduet dengan Baekhyun"
Semua terbahak, menoleh jahil pada Baekhyun.
"Yak, yak jauhkan sepatu itu dariku Baek !"
.
.
Jam menunjukkan hampir pukul 12 malam. Anak-anak kelebihan energi itu sebagian besar sudah akan menyongsong mimpinya. Keadaan di belakang sudah hening. Para monyet itu sudah bubar dari kegilaannya ketika Baekhyun mengangkat kedua sepatunya tinggi-tinggi.
Luhan tertidur dengan meringkuk seorang diri sedang Kyungsoo terpejam dengan headset yang menyumpal di kedua telinga. Si mungil Baekhyun berusaha tidur. Dia berharap akan bermimpi bertemu dengan idolanya, Daehyun B.A.P dan mempunyai kegiatan romantis bersamanya.
Bayang-bayang sang pangerannya Baby mulai terbentuk.
Wajahnya tampan, tidak ada yang meragukan itu. Baekhyun melihatnya dengan berbinar. Setelah turun dari naganya yang perkasa, dia berjalan pelan ke arah Baekhyun. Ah, Baekhyun suka bagian ini. Wajah pangeran Dae sudah mendekat, lebih dekat, sangat dekat sampai,
"Pstt Baek"
"Baby Byun"
"Montokku. Aoi soraku"
Tunggu. Suara sialan siapa itu? Ah, mungkin penyihir jahat yang berusaha menggagalkanku dengan pangeran Dae, pikir Baekhyun. Jadi dia mengabaikannya.
Tapi ternyata bisikan itu semakin mengganggu, di tambah goncangan yang membuat tubuhnya bergetar-getar.
Baekhyun terbangun, dan seketika menyesali kenapa dia malah bangun dalam situasi seperti ini.
"Psstt, Baekhyun"
Yah, Baekhyun baru sadar. Tokoh antagonis yang menggagalkan ciumannya adalah seorang tokoh kartun dari starwars.
Dan rasanya dia ingin ikut bermain di film itu agar ia bisa mencincang karakter hijau bertelinga lebar yang sangat dibencinya.
Namun, pikir Baekhyun. Pangeran Dae tidak akan suka mempunyai permaisuri yang jahat.
Oke, Baekhyun harus sabar, oke.
Jadi dia hanya menanggapi si caplang dengan deheman.
Chanyeol bilang dia bosan, lalu Baekhyun harus apa? Meledakkan bus mereka agar dia terhibur begitu? oh, Baekhyun akan lebih senang jika dia dapat membuat kedua lubang hidung Chanyeol bersatu. Dan dia akan merdeka. Ya, bisa dicoba kapan-kapan.
Hening, Baekhyun kira Chanyeol sudah tidur. Dia hampir saja menghembuskan nafas lega. Namun bahkan belum sempat mengambil nafas, Baekhyun sudah melotot. Matanya bergulir menatap panik dua tangan di samping kanan kirinya.
"E-eh? WOY! "
Reflek Baekhyun menjauh dari bangkunya. Dia menatap horor pada tangan kurang ajar yang hampir saja menyentuh asetnya yang berharga.
"Kau mau memperkosaku?!"
"Aish, bukaann. Aku hanya bosan Baek" Chanyeol memelas. Sungguh dia bosan dengan perjalanan jauh ini.
"Itu urusanmu. Jauhkan tangan kotor itu dariku. Aku tidak mau infeksi"
Nyatanya Chanyeol hanya terkekeh. Baekhyun yang kesal kembali menyenderkan dirinya. Tak berapa lama, bangkunya terasa tertarik kebelakang sedang sebuah kepala berusaha menyusup di antara celah kursi dan jendela.
"Sstt. Baek. Aku bosan. Aku harus apa?" suara husky itu menusuk telinga kanan Baekhyun. Membuat jantungnya hampir terjun bebas. Di bangkunya, si kecil nan cerewet itu hanya bisa mematung dan sama sekali tak membalas.
"Baek ?"
"Aku lelah yeol, biarkan aku tidur" bisiknya. Sebenarnya Baekhyun hanya malas berdebat dengan pemuda tinggi itu.
Chanyeol hanya diam tak menanggapi. Lamat-lamat terdengar hembusan nafas teratur dari orang di depannya. Tak sadar, dia tersenyum tipis mendengar nada pelan itu.
Baekhyun yang baru setengah tertidur merasa jantungnya benar-benar jatuh ke dasar ketika ada tangan besar yang mengusap lembut puncak kepalanya.
"Selamat tidur Baekhyun"
.
.
TBC
..
Ps.1 Baekhyun duduk di deket jendela yaa. Dan memang settingnya bakal lebih banyak di dalam bus karena ini perjalanan wisata. Aku harap, gak ada yang protes soal itu. Hehe. Makasih yang udah review, seneng banget.
Ps.2 Ps.3 Ps.p gak punya semua. Enggak suka main game. Karena aku tau, rasanya dipermainin itu sama sekali gk enak.
Yuk hargai author! Mind to review?
