My Annoying Boy
.
.
Dhienhie Kyuminshipper Fujoshi
.
.
Genre: Romance, Drama, Friendship.
.
.
Rate: T
.
Lenght: Chaptered
.
.
Disclaimer: KyuMin milik Tuhan. Kyuhyun milik Sungmin dan Sungmin milik Kyuhyun, mereka saling memilki walau sebenarnya saya ingin memonopoli Sungmin untuk diri sendiri *bletak* Tapi yang pasti FF abal ini milik saya seutuhnya. :D
.
.
Warning: YAOI, Typo(s), AngryKyu! SuperInnocentMing! DON'T LIKE DON'T READ! NO BASH! NO PLAGIAT!
.
.
.
enJOY~
CHAPTER 4
.
~(*o*)~
.
This fict is dedicated..
To the world biggest shipper..
The JOYers..
Kyuhyun yang merasa haus terpaksa bangun walaupun ia sadar ini masih terlalu pagi untuknya. Dengan langkah terseok-seok, namja pemarah itu pergi ke dapur dan menuju lemari pendingin untuk segelas air.
TUK!
Kyuhyun meletakkan gelasnya setelah puas membasahi kerongkongannya. Matanya bergerak menelusuri tiap sudut ruangan mencari Sungmin yang tumben-tumbennya menunjukkan batang hidungnya..
"Belum bangun mungkin~" gumam Kyuhyun mengingat semalam Donghae dan Eunhyuk mengajak Sungmin mengobrol hingga larut malam. Sedetik kemudian Kyuhyun tersenyum konyol menyadari dirinya yang tanpa sadar mencari Sungmin. Sudah dianggap ada eoh?
Sosok jangkung itu berniat kembali tidur, namun pandangannya terhenti pada ruang tengah dengan penerangan yang masih menyala.
"Ck! Tidak dimatikan," decak Kyuhyun yang sudah sebal sepagi ini hanya karena Sungmin melupakan salah satu tugasnya. Sambil menggerutu tak jelas Kyuhyun melangkah ke ruang tengah untuk mematikan lampu.
CTIK!
"Eunnghh~"
Kyuhyun yang mendengar suara aneh kembali menyalakan lampu. Pandangannya terhenti pada sosok Sungmin yang menggeliat tak nyaman di sofanya. Kyuhyun terdiam memandang Sungmin yang sudah kembali tenang. Entah apa yang ada dipikiran Kyuhyun saat ini, yang pasti ia merasa sedikit bersalah mengabaikan Sungmin sampai ia baru tahu kalau selama ini Sungmin tidur di sofa sempitnya.
Seperti mendapat dorongan, Kyuhyun melangkahkan kakinya untuk duduk di sofa, memandangi sosok yang meringkuk tak nyaman di sofa putihnya. Setelah makan malam ia akan sibuk dengan game hingga tertidur. Jadi, ia tak tahu apakah Sungmin makan setelahnya? Apa yang Sungmin lakukan ketika ia mengacuhkannya? Dan dimana sosok lugu ini tidur? Bahkan paginya Sungmin bangun lebih dulu dan Kyuhyun baru memikirkan itu sekarang.
Selama beberapa saat Kyuhyun hanya diam memandangi wajah polos Sungmin yang tampak terlelap dengan damainya. Hati kecilnya tak menyangkal, Sungmin memang sangat manis, imut, dan kelewat lugu hingga terlihat bodoh. Perlahan satu senyum terlukis di bibir tebal Kyuhyun, tak lama tangannya bergerak meembelai surai hitam namja imut yang tengah terlelap itu.
"Kau menyebalkan, cerewet, selalu tersenyum, tidak pernah marah, dan aku malas dengan itu semua. Kau harus tahu itu~" monolog Kyuhyun sambil meletakkan tangannya di pipi bulat Sungmin yang terasa dingin, selama ini ia ingin sekali menarik pipi Sungmin karena gemas dengan tingkah polos pemiliknya.
"Dingin ya?" tanya Kyuhyun yang masih fokus mengajak makhluk yang terlelap itu untuk bicara. Seandainya Sungmin bangun sudah dipastikan sosok aegyo itu akan berteriak senang karena hyung tampannya mengajak ia bicara.
Kyuhyun masih setia memandang lekat Sungmin sambil mengingat bagaimana raut polos dengan seribu ekspresi lucu inilah yang kerap kali membuat jantungnya berdebar tak jelas.
"Ya, kau memang manis Ming~" gumam Kyuhyun sambil kembali mengukir senyum kecil dengan tangan yang masih setia mengelus pipi Sungmin.
"Hyung~" igau Sungmin sambil menyamankan posisi tubuhnya.
'Huh?' Kyuhyun tersentak. Jiwa-jiwa menyebalkan dalam tubuhnya mulai terbangun dari tidur polosnya membuat Kyuhyun perlahan menarik tangannya dari wajah Sungmin.
'Aduh! Apa sih yang sudah kulakukan!' omelnya pada diri sendiri kemudian beranjak kembali ke kamarnya.
Sebelum benar-benar pergi sosok jangkung itu kembali menoleh ke arah Sungmin yang terlihat menggeliat bersiap untuk bangun. Kyuhyun memandang tangan kanannya kemudian tersenyum kecil.
"Karena sudah banyak yang memanggilmu Minnie, kurasa Ming cocok untuk bocah menyebalkan semanis dirimu," gumam Kyuhyun lalu terkekeh kecil sambil berlari ke kamarnya.
Dugaan Kyuhyun seratus persen benar, beberapa menit setelah Kyuhyun kembali berbaring di kamarnya ia mendengar bunyi pintu kamarnya terbuka diikuti suara langkah kecil mendekat ke arah Kyuhyun yang memilih berpura-pura tidur.
"Hyung,, hyung tahu tidak? Punggungku nyeri, tulang-tulangku seperti remuk. Hyung tidak kasihan padaku ya?" tanya Sungmin pada sosok yang masih berpura terpejam itu.
"Aku rindu kasurku, aku rindu piyama pink-ku, aku rindu sandal bunnyku, aku rindu selimut pink-ku, bantal pink-ku, guling pink-ku dan semua barang-barang pink-ku."
'Yasudah pulang sana! Gampang kan?' batin Kyuhyun.
"Tapi aku yakin setelah aku pergi nanti, aku pasti merindukan saat-saat ini, bisa berinteraksi dengan hyung sangat menyenangkan. Bisa membantu hyung, bisa memasak untuk hyung, dimarahi hyung, diacuhkan hyung, aku suka semua yang hyung lakukan padaku. Walaupun hyung suka marah, aku tetap menyukai hyung."
Sungmin tersenyum memandang wajah Kyuhyun yang masih terpejam. Namja manis itu masih berdiri disana mengagumi betapa tampannya sosok di depannya ini.
"Ah iya, pagi ini hyung berjanji mengajakku ke Kyunghee, karena itu aku siap-siap dulu. Hyung tidur dulu ya, nanti ku bangunkan. Selamat pagi barbeKyu hyung, hihihihi," kekeh Sungmin sambil berlari keluar kamar Kyuhyun.
SRET!
Kyuhyun langsung membuka selimutnya dan duduk dengan tampang masang di atas ranjangnya.
"Ck! Dasar bocah itu, jangan-jangan ia suka memanggilku begitu."
Sejenak Kyuhyun terdiam menatap pintu kamarnya sambil memikirkan ucapan Sungmin tadi.
"Memangnya dia mau pergi kemana?" monolog Kyuhyun sambil menggulung tubuhnya kedalam selimut sambil berguling-guling diatas ranjangnya.
"Aish~ kenapa harus menerima permohonannya? Apa yang harus ku katakan jika ada orang yang bertanya 'Hei Kyu! Murid SD mana yang kau bawa ke kampus?' Dan lagi 'Hei Kyu! yeojachingumu ya?' apa yang harus aku katakan nanti?"
Kyuhyun segera bangkit masih dengan selimut yang menggulung tubuhnya.
"Ya, jangan salahkan aku. Aku berani bertaruh pasti ada yang mengira bocah itu yeoja, salahkan saja mukanya yang seperti yeoja. Manis, imut~ ck! Seandainya aku gay, kurasa ia cocok jadi uke-ku."
'Eh?' batin Kyuhyun berjengit membuat Kyuhyun menegakkan tubuhnya.
"Ya! Apa yang baru saja kau pikirkan Cho maknae!" teriak Kyuhyun sambil mengacak-ngacak rambutnya.
"Hyung sudah bangun ya? Tadinya mau aku bangunkan!" seru Sungmin entah darimana.
"Aku sudah bangun dari tadi!" seru Kyuhyun sambil menarik-narik selimutnya dengan kesal.
.
~(*o*)~
.
Dugaan Kyuhyun lagi-lagi tak meleset sedikutpun. Universitas sekelas Kyunghee langsung heboh saat melihat Kyuhyun, putra salah satu keluarga terkaya Seoul datang ke kampus bersama makhluk selain kakak kandungnya dan anak orang kaya nomor satu di Korea Selatan –Lee Donghae.
"Hei! Cho Kyuhyun membawa dongsaengnya ke kampus!"
"Eh? Bukannya Cho Kyuhyun itu putra bungsu keluarga Cho ya?"
"Mungkin sepupu jauh."
Walaupun itu hanya bisik-bisik, Kyuhyun mendengar jelas berbagai opini tentang makhluk innocent yang tengah berjalan di belakang Kyuhyun dengan tangan menggenggam kuat kemeja belakang Kyuhyun, tampak seperti pasangan daddy-son yang tengah berbelanja di mall, bisa dikatakan si anak takut tersesat dan jauh dari appanya.
"Mungkin orang tuanya da keperluan penting. Jadi, menitipkan anak manis itu pada Kyuhyun."
Pengasuh begitu? Cih! Sungguh, Kyuhyun benar-benar ingin memiting kepala orang yang sudah berkata begitu. Tapi Kyuhyun tak mau merusak gelarnya sebagai 'The number one prince cold and handsome guy in Kyunghee'. Kyuhyun yakin tak ada orang yang berani bertanya langsung padanya kecuali Donghae dan Eunhyuk, namun pengecualian untuk-
"Yo Kyu! Yeojachingumu eoh?"
Changmin, namja tinggi yang Kyuhyun kenal di game center. Apa mereka beteman dengan baik?
'Aniya, seandainya bukan untuk kaset game limited edition mana mau aku berurusan dengan perut karet itu,' jawaban itulah yang Kyuhyun lontarkan saat Donghae dan Eunhyuk menayakan kedekatannya dengan Changmin.
"Eh? Hyung punya yeojachingu?" tanya Sungmin keget dengan mata membulat lucu menguar aegyo akutnya tanpa sadar.
"Aigo! Kau manis sekali chagiya," ucap Changmin langsung menarik gemas pipi Sungmin.
"Ya!" sentak Kyuhyun.
"Ehehehehe," kekeh Changmin melihat Sungmin merengut sedih sambil mengusap-usap pipinya.
"Kau yeojachingu Kyuhyun ya?" tanya Changmin sambil meneliti penampilan Sungmin. Celana denim dipadu kemeja soft pink polkadot membuat Sungmin terlihat sangat manis, jangan lupakan topi rajut bertelinga kelinci yang ia kenakan.
'Ck! Benar kan dugaanku!' batin Kyuhyun berdecak malas.
"Yeojachingu? Naega?" tanya Sungmin masih dengan ekspresi lucunya membuat Changmin kembali terkekeh.
"Ya~ jangan berekspresi begitu. Kau tahu?"
Sungmin menggeleng.
"Your eyes call me to kiss you," goda Changmin membuat Kyuhyun merasa perutnya bergolak tiba-tiba. Mual sekali.
Sungmin diam sesaat, mengernyit mendengar kalimat yang baru saja Changmin lontarkan. Sungmin tahu kalau itu Bahasa Inggris, dia sedang menerjemahkannya dalam hati.
"Kiss?" ulang Sungmin.
Changmin mengangguk dengan ekspresi sok imut.
"Ehehehehe, tidak boleh hyung. Kata appa aku masih kecil untuk berciuman. Nan Lee Sungmin imnida hago nan namjayeyo. Bangapseumnida hyung."
Kyuhyun langsung cengo sementara Changmin langsung terbahak dengan cara Sungmin berkenalan. Kyuhyun yang mulai malas dengan Changmin langsung menyeret Sungmin.
"Ahahaha, belum cukup umur? Ahahahaha, Lee Sungmin hago namjayeyo, ahahahaha yeoja itu ada-ada saja, ahahahaha, eh?"
"NAMJAYEYO!" teriak Changmin sendiri.
.
.
.
"Hyung! Aku tak bisa bernapas –uhuk!" protes Sungmin sambil menepuk-nepuk dadanya karena saat menyeret Sungmin dari hadapan Changmin tadi, Kyuhyun bukan menarik tangan Sungmin melainkan kerah belakang kemejanya membuat Sungmin tercekik dan sulit bernapas.
"Ya! Babo!" teriak Eunhyuk yang melihat Kyuhyun seenak jidatnya menarik Sungmin seperti anjing peliharaan.
"Ck! Merepotkan!" sungut Kyuhyun lalu melepaskan cengkramannya di kemeja Sungmin.
"Uhuk! Uhuk! Huwaaaaa!"
Kyuhyun langsung melotot, Eunhyuk tak kalah kelabakan sementara Donghae hanya berdecak kemudian menyikut lengan Eunhyuk pelan sebelum berbisik.
"Setiap susah bernapas dan panik , Minnie pasti menangis."
Eunhyuk melongo untuk sesaat. Donghae menggeleng-gelengkan kepalanya sambil menatap lollipop yang baru saja ia buka. Niatnya sih, untuk dirinya sendiri tapi kalau sudah begini~
"Igeo," –untuk Sungmin saja.
"Untukku hyung?" tanya Sungmin langsung berhenti menangis.
"Tentu saja," jawab Donghae sambil tersenyum manis.
"Terimakasih hyung," ucap Sungmin sambil mengemut lolipopnya dengan wajah masih penuh air mata. Eunhyuk hanya terkikik geli kemudian menangkup pipi Sungmin sebelum mengusap air matanya. Sungmin hanya tersenyum kecil menanggapi tindakan Eunhyuk.
"Uljima ne?"
"Eumm," gumam Sungmin sambil mengangguk imut.
"Aish!"
Kyuhyun yang terkadang bingung dengan mood Sungmin langsung mengerang kesal sambil mengumpat-ngumpat kesal dalam hati.
"Kyuhyun sunbae tega sekali, anak itu sampai menangis."
"Iya benar, padahal tadi kudengar ada yang mengatakan kalau anak itu dongsaengnya Kyuhyun sunbae."
Eunhyuk dan Donghae yang mendengar itu hanya bisa menahan diri untuk tak tertawa sementara Sungmin memilih konsentrasi pada lolipopnya.
'Baiklah, aku yang mendapat peran antagonis di sini,' batin Kyuhyun sebal kemudian pergi.
"Hyung, tunggu~"
"Hyung~"
"Kyu hyung.."
Sungmin masih saja mengejar Kyuhyun yang berjalan cepat dengan langkah lebar di depannya.
"Hyung-"
BRUK!
"Aww," ringis Sungmin sambil mengelus hidungnya.
Kyuhyun yang berhenti tiba-tiba membuat hidung Sungmin menabrak keras punggung Kyuhyun.
"Pergi ke kelasmu! Jangan mengikutiku atau tak usah kembali ke tempatku!" ancam Kyuhyun dengan suara horornya.
Sungmin mengangguk dan berbalik kemudian berjalan lesu menjauhi Kyuhyun.
"Aku tidak tahu dimana kelasku, hyung," gumam Sungmin sambil menjilat lolipopnya. Matanya mengedar mencari keberadaan Eunhyuk maupun Donghae, namun dua sosok yang selalu membelanya itu sudah tak terlihat.
"Hei! Kau dongsaengnya Cho Kyuhyun ya?"
Sungmin yang tengah berjalan sambil menunduk hanya mendongak dan mendapati segerombolan yeoja yang menatap penuh selidik ke arahnya. Sungmin yang polos malah tak peduli dengan tatapan membahayakan dari fans Kyuhyun itu.
"Noona, bisa tunjukkan dimana kelasku?" tanya Sungmin memelas, manun yeoja-yeoja itu malah mengernyit heran, atas dasar apa orang ini meminta bantuan pada mereka?
"Jebal~" keluarlah jurus puppy eyes terampuh sepanjang masa membuat yeoja-yeoja itu meneguk ludah banyak-banyak sebelum akhirnya lengkingan itu terdengaar.
"KYAAA! Imut!"
"Huwaaaa! Neomu kyeopta!"
"GYAAA! Aku mau cubit-cubit!"
Sungmin yang diserang dari berbagai arah hanya bisa terdiam shock. Seperti inikah rasanya berinteraksi dengan orang lain?
"Huwaaaaaaaa!" karena panik dan tak tahu harus berbuat apa, Sungmin hanya bisa menangis kembali.
"Hei, cup cup cup! Jangan menangis."
"Aduh! Adik kecil, uljima ne?"
Melihat korbannya menangis keras, segerombolan yeoja itu segera beralih menenangkan Sungmin. Kenapa? Mereka tak mau cari mati karena membuat dongsaeng Cho Kyuhyun menangis.
"YA!" bagai adegan slow motion, yeoja-yeoja itu menoleh perlahan dan mendapati tiga pasang evil eyes tengah menatap ke arah mereka. Kyuhyun. Donghae. Eunhyuk.
"A-annyeong~" sapa mereka serempak.
"Hiks.. Hiks.." Sungmin yang belum selesai menangis segera menoleh dan betapa leganya dia saat mendapati keberadaan tiga hyungnya.
"Hyung~ hiks.." sambil mengusap-usap matanya Sungmin berjalan ke arah Kyuhyun. Yang Kyuhyun lakukan hanya diam menatap kesal pada Sungmin.
"Hyung~ huwaaaaaaaa!"
HEGH!
Orang-orang di sekitar Sungmin langsung sweatdrop saat Sungmin kembali menangis setelah berada di hadapan Kyuhyun. Hal ini membuat yeoja-yeoja yang tadi menyerang Sungmin kembali merangsek maju untuk menenangkan korbannya.
"Untukmu," salah satu dari mereka menyodorkan lollipop. Beberapa detik selanjutnya Sungmin langsung berhenti menangis.
"Gomawo noona," jawab Sungmin sambil mengusap-usap airmatanya. Melihat Sungmin berhenti menangis yeoja-yeoja itu bersamaan mengeluarkan lollipop, coklat, dan boneka yang kemungkinan tadinya akan mereka persembahkan untuk pangeran Cho Kyuhyun.
"Untukmu," ucap yang lain nyaris bersamaan.
Sungmin menatap semua hadiah yang terpampang di hadapannya, matanya berbinar untuk sesaat sebelum akhirnya meredup dengan sinar kesedihan.
"Eh? Ada apa? Apa kau tak suka?"
Sungmin menggeleng.
"Lalu?" tanya Donghae yang bingung dengan sikap adiknya.
"Hadiahnya terlalu banyak hyung-ah~" jawab Sungmin lesu membuat yeoja-yeoja itu ikutan kecewa.
"Lalu bagaiamana?" tanya salah satu dari mereka. Sungmin hanya diam sambil menatap penuh minat pada coklat-coklat dan permen manis yang akan ia dapatkan.
"Minnie, nanti hyung belikan saja ya? Lebih banyak dari itu," ujar Eunhyuk berusaha membujuk Sungmin.
Untuk beberapa saat Sungmin tak menjawab, matanya masih tertuju pada benda-benda kesukaan yang berada di hadapannya. Beberapa detik kemudian anggukan patuh itu Sungmin lakukan.
"Ck! Ayo ke kelasmu! Merepotkan!" mendengar omelan Kyuhyun, muka Sungmin semakin terlihat lesu. Perlahan dia mengikuti Eunhyuk yang sudah membimbing langkahnya Sejenak Sungmin kembali melirik wajah kecewa yeoja-yeoja itu.
"Sudah jangan sedih," bujuk Donghae.
Beberapa langkah setelah meninggalkan yeoja-yeoja itu Sungmin berhenti.
"Waetto?" kesal Kyuhyun sambil berkacak pinggang di depan Sungmin.
Sungmin langsung berbalik ke arah yeoja-yeoja yang masih memandanginya.
"Noonadeul, maaf ya?" ucap Sungmin membuat suasana sendu makin mengental di antara mereka.
"Soal hadiahnya~"
Eunhyuk kembali menepuk bahu Sungmin berusaha membuat calon adik iparnya tidak kembali memikirkan hadiah dari yeoja-yeoja yang mungkin akan beralih menjadi fansnya.
"Min-"
"Sepertinya tasku muat!" ucap Sungmin berubah sumringah.
GUBRAK!
Seolah tak peduli tatapan cengo hyungdeulnya, Sungmin melompat-lompat senang sambil menghampiri yeoja-yeoja yang sepertinya akan benar-benar menjadi fansnya. Kyuhyun merasakan saraf-saraf otaknya mendidih perlahan, jiwa-jiwa tak tenang yang bergentayangan dalam tubuhnya juga ikut beterbangan mengejek Kyuhyun yang sempat bersimpati pada Sungmin beberapa detik yang lalu.
"Bocah itu!" desis Kyuhyun horor.
.
~(*o*)~
.
"Aku tidak mau tahu! Mulai besok dan seterusnya tak usah ke kampus lagi! Arra!"
Sungmin hanya diam, menunduk penuh sesal. Dia cukup paham alasan Kyuhyun marah besar padanya. Bahkan Eunhyuk dan Donghae yang biasanya bekerjasama untuk membelanya, hanya diam menatap Sungmin dan Kyuhyun bergantian.
"Minnie-ya~" panggil Donghae akhirnya, niatnya berusaha membujuk Sungmin namun adiknya tak mengangkat kepalanya sedikitpun.
"Hei, hyung memanggilmu Min-ah~" ulang Donghae lebih lembut, biasanya Sungmin terpancing dan menjawabnya. Eunhyuk menghela napas berat saat Sungmin tak bereaksi.
"Min~"
"Mianhe hyung-ah, aku tahu kalau noona-noona itu akan begitu~" ucap Sungmin penuh sesal.
"Lalu kenapa kau mau heh?" tanya Kyuhyun ketus membuat Sungmin mendongak kemudian melayangkan tatapan penuh harap pada Kyuhyun.
"M-mwoya?" tanya Kyuhyun yang sepertinya harus waspada dengan tatapan yang muncul dari foxy eyes itu.
"Jangan marah hyung.." Sungmin mulai merengek sambil menarik-narik kemeja Kyuhyun.
"Ya! Ya! Ya! Lepas bocah!" seru Kyuhyun tak suka.
"Hyung, aku janji tidak akan begitu lagi. Bukannya hyung sudah janji akan membiarkanku kuliah? Hyung kan laki-laki jadi harus tepat janji."
GLEK!
Darimana si innocent Sungmin mendapatkan kata-kata se-menohok itu? Lets chek!
.
FLASHBACK
"Hyung maaf, hari ini aku tak membuat sarapan. Kita makan cake yang tadi malam saja ya? Aku masih menyimpannya di kulkas," ucap Sungmin membuat Kyuhyun mendengus sebal, padahal kemarin ia masih bisa sarapan enak.
"Ne hyung, aku salah. Aku terlalu semangat mempersiapkan diri untuk hari ini," lanjut Sungmin dengan wajah penuh binar-binar keceriaan.
"Memangnya ada apa sekarang?" Kyuhyun bertanya dengan nada mengingat. Berusaha membuat dirinya tampak benar-benar melupakan sesuatu.
"Loh, hyung kan sudah janji mau mengajakku ke Kyunghee hari ini."
"Ah, benarkah?" Kyuhyun langsung memasang tampang seolah Sungmin mengada-ngada.
"Iya hyung, hyung sudah janji kan? Kata appa namja itu harus tepat janji. Hyung namja kan?" tanya Sungmin dengan wajah polosnya. Walaupun pengucapan atau raut wajah Sungmin tak tampak mengejek saat kalimat itu terlontar, namun kalimat berembel-embel 'kata appa' itu sukses menohok batin Kyuhyun.
"Ya! Jadi kau pikir aku bukan namja hah? Tentu saja aku akan menepati janjiku. Kalau perlu kuliahlah sesukamu!" kesal Kyuhyun yang merasa tersudut.
FLASHBACK END
.
"Jebal hyung~"
'Haissshhh!' dengan cepat Kyuhyun membuang pandangannya ke arah lain saat pemilik foxy eyes itu meluncurkan puppy eyes andalannya.
"Semua coklatku untuk hyung, tapi hyung jangan marah padaku. Ne? Ne? Ne?"
Baiklah puppy eyes gagal, merengekpun jadi pilihan selanjutnya. Kau pintar Sungmin-ah! Kyuhyun berdecak sebal kemudian berlalu ke kamarnya.
"Yeay! Gomawo hyung!" seru Sungmin sambil berlalu menyusul Kyuhyun.
"Hae, sejak kapan Kyuhyun yang menyebalkan itu–"
"Ihihi, biar saja chagi. Sekarang benteng pertahanannya agak melemah," ujar Donghae sambil cengengesan membayangkan kemenangannya. Entah kenapa Donghae sangat senang dalam misi mengerjai perasaan Cho maknae ini.
"Tapi Hae, suatu saat Kyuhyun pasti tau dan akan marah besar pada kita. Bahkan bisa saja Sungmin yang menjadi sasarannya."
"Kita sudah terlanjur chagi. Sudahlah jangan pikirkan ini dulu. Kita harus mencari cara untuk menjaga Sungmin dari serangan buas yeoja-yeoja genit itu. Pantas saja Kyuhyun marah, Sungmin merengek minta ikut ke kampus tapi dia tak masuk kelasnya sama sekali, dia malah memilih bermain bersama yeoja-yeoja itu."
"Itu wajar, Hae. Kau tahu sendiri kan kalau Sungmin memang tak terlalu sering berinteraksi dengan masyarakat luar."
Donghae mengangguk membenarkan pernyataan Eunhyuk yang bisa dikatakan sembilan puluh sembilan persen benar. Seperti terkurung dan tak ada jalan keluar.
Setelah sedikit menasihati Sungmin, Donghae dan Eunhyuk berpamitan untuk pulang.
"Hyung, aku nakal ya?" tanya Sungmin sebelum pasangan manis itu meninggalkan apartemen Kyuhyun.
Donghae tersenyum manis dan mengacak pelan surai hitam dongsaeng innocentnya.
"Tidak Min, hanya saja kau tak boleh terlalu sering bermain. Kau tidak mau kan kalau Kyuhyun terus memarahimu, hmm?" jawaban dan sedikit nasihat yang diujarkan Donghae mendapat sambutan senyum yang tak kalah manis dari Sungmin.
"Mengerti kan?"
"Eum," Sungmin menganggukkan kepalanya berulang-ulang.
"Ck! Kurasa kalian cocok menjadi hyung-dongsaeng!" celetuk Kyuhyun dengan nada ketusnya, entah menyindir atau apa. Eunhyuk yang tak mau repot-repot mendengar dongsaengnya yang bermulut pedas itu langsung memberi pelukan untuk Sungmin.
"Hyung pulang dulu ne? Kalau ada apa-apa hubungi hyung, arra?" kata Eunhyuk lalu melepas pelukannya.
"Hyung juga pulang dulu, bye Min~" ucap Donghae sambil melambaikan tangannya.
"Bye hyung~"
Setelah pasangan ikan monyet itu tak terlihat lagi, Kyuhyun langsung pergi ke kamarnya. Bukan karena masih marah pada Sungmin, ia hanya ingin melanjutkan game-nya.
Sungmin menatap punggung Kyuhyun kemudian menghela napas sedih, merasa sangat bersalah karena membuat Kyuhyun lagi-lagi memarahinya. Masih teringat jelas di otaknya tentang apa yang harabeojinya katakan. Marah itu berarti sayang. Jadi, Kyuhyun marah padanya karena ia menyayangi Sungmin.
KLING!
Baru beberapa langkah menutup pintu, bel apartemen Kyuhyun kembali berbunyi membuat Sungmin kembali melangkahkan kakinya ke pintu.
CKLEK!
"Annyeong~" sapa Sungmin dengan ramahnya tak lupa melemparkan bunny smilenya pada tamu itu.
Tak ada jawaban untuk detik awal, tamu Kyuhyun hanya diam sambil menatap penuh selidik pada Sungmin. Matanya bergerak meneliti setiap jengkal tubuh Sungmin dengan pandangan meremehkan. Untuk beberapa saat tatapan mereka bertemu, Sungmin yang dasarnya polos hanya bisa diam sambil menatap tamu Kyuhyun dengan menyunggingkan senyum ramahnya.
"Annyeong," balas tamu Kyuhyun dengan nada dingin. Tak lupa membalas senyum ramah Sungmin dengan senyuman mengejek yang merendahkan. Sekali lagi matanya bergerak meneliti tubuh Sungmin sampai akhirnya berhenti pada raut wajah manis Sungmin.
"Mencari siapa?" tanya Sungmin namun bukannya menjawab, tamu Kyuhyun justru menatap lekat-lekat wajah Sungmin membuat pemilik wajah yang tadinya bersikap tenang mulai celingak-celinguk memandangi tubuhnya sendiri.
"Jadi kau dongsaengnya Kyuhyun?" tanya tamu itu dengan nada yang bisa dikatakan kurang –tidak- bersahabat. Sungmin yang sejak awal memang tak mengerti dengan raut wajah ataupun nada bicara tamu Kyuhyun itu hanya diam karena tak tahu harus menjawab apa.
"Kenapa tidak menjawab?" tanya tamu Kyuhyun lagi, kali ini tatapan mengejeknya berubah menjadi tatapan tajam dengan sorot mata bersiap menyerang Sungmin jika sosok di depannya ini tak mengakui apa statusnya dengan Kyuhyun.
"Aku-" Sungmin mengedipkan mata sejenak sebelum meneruskan kalimatnya, namun bibirnya mengatup rapat saat tamu Kyuhyun kembali melontarkan kalimat.
"Karena kau tak berniat mengenalkan diri, aku akan berbaik hati melakukan perkenalan lebih dulu," ujar tamu Kyuhyun sambil melipat lengannya di depan dada menunjukkan keangkuhannya.
Sungmin kembali mengerjabkan matanya saat otaknya memproses sesuatu. Bagaimana bisa ada orang yang mengajak berkenalan tanpa mengulurkan tangan atau paling tidak sedikit membungkukkan tubuh untuk menghormati lawan bicaranya.
"Aku Jung Sooyeon, yeojachingu Cho Kyuhyun."
Sungmin melebarkan matanya untuk beberapa saat, dadanya mendadak bergemuruh dengan perasaan tak terima akan ucapan yang baru saja dilontarkan tamu Kyuhyun. Apa katanya? Apa Sungmin tak salah dengar? Yeojachingu? Donghae tak pernah mengatakan itu padanya.
"Yeo-yeojachingu?" ulang Sungmin.
Sosok di depan Sungmin itu mengangguk dengan gerakan angkuh.
"Kau pikir? Kami berpacaran beberapa minggu ini. Kalau tak percaya kau bisa tanyakan langsung pada Kyuhyun emm –hyungmu."
Sungmin meneguk ludahnya dengan gerakan pelan. Perasaan tak terima yang ia rasakan di dadanya membuat Sungmin benar-benar ingin menangis saat ini juga.
'Hyung, bagaimana denganku?'
TBC
Annyeong~
Chapter 4 datang~~~~~ Ada yang nungguin gak? Harus ada *plak* Eheheheehehe.
Eum, mau menanggapi beberapa review chingudeul soal. Hubungan Donghae dan Eunhyuk atau Kyuhyun dan Sungmin. Kyuhyun dan Eunhyuk adik kakak, dan keluaraga Cho sudah menyatu lewat Donghae dan Eunhyuk gimana sama Kyuhun dan Sungmin? Masak boleh? Gitu kan maksudnya?
Gini chingudeul, setau aku dan fakta yang terjadi di lapangan itu gak masalah kok. Kyuhyun dan Sungmin gak sedarah, sedarah lewat mananya? Kyuhyun anaknya Hangeng sama Heechul dan Sungmin anaknya Kangin sama Leeteuk. Hangeng, Kangin, Heechul, sama Leeteuk gak ada ikatan darah sedikitpun. Jadi, saya rasa sah-sah aja. Yang sering jadi kontroversi kan kalau anak laki-laki dari saudara laki-laki menikahi anak perempuan dari saudara perempuannya –bayangannya gini. Chingudeul kan cewe nih, terus ibu chingudeul punya kakak cowo, disebut Pak de kan? Nah Pak De chingudeul ini punya anak cowo, yang gak boleh itu kalau anak cowok Pak de ini nikah sama chingu, begitu~ tapi balik deh ke keyakinan masing-masing.
Tapi kalau kasus kayak Kyuhyun sama Sungmin itu aku sampe sekarang masih gak ngerti dibagian mana gak bolehnya? Ada kok orang-orang yang kayak gitu disekitarku. Kalau masalah gak boleh itu kayaknya tergantung sama hokum adat yang berlaku atau apapun itu, atau mungkin agama ya? Tapi aku gak pernah denger kalau gitu. Yang masalah kan kalau nikah gak dapet restu dari orang tua, hahahahahaha.
Oke, thanks buat yang masih mendukung kelanjutan FF ini *hugkissbow* mau sedikit menyampaikan pesan boleh kan? Boleh dong! #plak Emm, semua teks narasi itu ada tahap-tahapnya apalagi ini berchapter, rentetan peristiwa pasti terbongkar sejalan dengan alur cerita. Jadi, kalau ada yang ngerasa FF-ku bertele-tele ataupun kurang bisa di terima aku minta maaf yang sebesar-besarnya. Setiap penulis memiliki jalan cerita sendiri-sendiri kan? Oke, tinggalkan jejak lagi ya? *papay*
RCL please~
Gomawo udah baca \(*o*)/
