" NARUTO SECOND! "
Author : Ladea Vesia
Title : Second
Chapter : 4 (Empat)
Genre : Angst, Nyebelin,..muter-muter,..gag ada Romantisnya kok!..
Ratting : 15+
Discalimer : Baru pertama buat pake fandom ini!
Pairing : Naruto vs "…"
Song : Suju – Super Girl..(gag nyambung banget)
Cerita sebelumnya :
...Sasuke menyatakan perasaannya pada Naruto yang dianggap Naruto sebagai permainan dari Sasuke untuk mengerjainya. Naruto berjanji pada Sakura akan terus menunggu Sakura sampai gadis itu bisa mencintainya,..tapi apa mungkin,,..?...
~0~
~Kricik-kricik-kricik-kricik~
"Cih, Sasuke kau membuatku jijik !" umpat Naruto mencuci dan menggumuri bibir dan mulutnya, masih terasa jelas saat lidah Sasuke masuk kedalam mulutnya dan membuat ingin muntah saking jijiknya.
-Melewati gunung, lewati lembah, sungai mengalir indah,..kesamudra...-
Ponsel Naruto berdering, Naruto melihat layar ponselnya dan hanya tertulis privat number. Sebelum mengangkatnya Naruto mengeringkan bibirnya dengan handuk kemudian mengangkat telepon tersebut.
"Dengan Naruto disini? Ini siapa? Paman Jiraiya?" tanya Naruto tidak sabaran.
"Aku mencintaimu, dan aku tidak pernah mempermainkanmu!" terdengar suara Sasuke diseberang kemudian telepon terputus.
Bulu kuduk Naruto kembali meremang dan ia merasa lebih buruk dari pada tadi. Ia merasa harus menceritakan masalah ini pada seseorang. Naruto duduk di kloset yang ditutup cukup lama sambil memikirkan siapa orang yang bisa diajaknya berkompromi. Dia tidak akan menggunakan Choji karena kalau ada yang memeri Choji makanan maka apapun rahasia yang ada akan terucap, tidak mungkin juga bercerita pada Kiba karena dia sangat ember melebihi Ino dan Temari.
"Kurasa Shikamaru paling tepat!" gumam Naruto kemudian mengetik sms dan mengirimkannya pada Shikamaru yang berisi untuk menemuinya di toilet.
Lima menit kemudian terdengar ketukan dari luar dan terlihat wajah bosan Shikamaru seperti biasanya. Naruto buru-buru menyuruh Shikamaru masuk kekamar mandi dan menutup pintunya rapat-rapat.
"Ada apa kau menyuruhku kemari, hampir saja anak yang lain curiga!" kata Shikamaru.
Naruto tidak langsung mengatakan semuanya ia berpikir sebelum mengataknya pada Shikamaru "Shikamaru apa jika seseorang memelukmu dan tiba-tiba menciummu apa yang kau pikirkan tentang orang itu?" tanya Naruto.
Shikamaru berpikir sejenak "Aku pasti berpikir orang itu sudah gila dan tidak waras!" jawabnya.
"Selain pemikiran itu?" kata Naruto.
"Kurasa orang itu menyukaiku!" katanya santai tapi kemudian ia membelalak kearah Naruto "Jangan katakan ada yang memeluk dan menciumu dengan tiba-tiba?"
Naruto menghela nafas berat dan menceritakan semua kejadian pada Shikamaru dengan lebih detail dan membuat Shikamaru terbelalak tidak percaya, tapi kemudian Shikamaru berencana untuk mencaritahu tentang Sasuke karena kebetulan kediaman Uchiha cukup dekat dengan tempat Shikamaru bekerja sambilan yaitu di ramen ichiraku.
Naruto sangat berterima kasih kepada Shikamaru dan berjanji akan mentraktir apapun yang disukai oleh Shikamaru jika Shikamaru berhasil mendapatkan informasi tentang Sasuke.
~0~
Setelah mengantar teman-temannya sampai keluar gedung apartemen Naruto bermaksud langsung kembali ke apartemen dan langsung tidur, tapi ia melihat Hinata berdiri didepan pintu apartemennya dengan wajah khawatir.
"Hinata kau sedang apa disini?" tanya Naruto keheranan.
"Naruto," kata Hinata "Ada yang ingin aku bicarakan padamu!"
Naruto menatap heran kearah Hinata "memang apa yang ingin kau bicarakan padaku!" tanya Naruto.
Hinata awalnya terlihat ragu tapi akhirnya ia menetapkan tekad "Aku tidak sengaja melihat Sasuke menciummu!" ucap Hinata.
Mendengar hal itu Naruto segera membekap mulut Hinata dan membawa gadis itu hingga kekamarnya dan memastikan semuanya tidak ada orang yang mendengarkan.
"Naruto, aku tidak bisa bernafas!" kata Hinata dan Naruto buru-buru melepaskan bekapannya.
"Maaf," kata Naruto "Jadi kau melihat kejadian itu? Apa kau mendengar ucapannya Sasuke juga?"
Hinata mengangguk "Aku juga terkejut, aku tidak menyangka kalau Sasuke seperti itu!" kata Hinata "Aku khawatir kau jadi stress jadi aku mau membantumu!"
Naruto menghela nafas menatap Hinata sangat berterima kasih "Terima kasih, tapi aku tidak bisa merepotkanmu, bisa-bisa Neji memberiku masalah!" kata Naruto tersenyum.
"Neji, tidak akan tahu, aku janji!" kata Hinata.
"Tapi Shikamaru sudah akan membantuku!" tolak Naruto "Lagi pula ini masalahku!"
Hinata diam menatap Naruto, tapi akhirnya dia menyerah memaksa Naruto dan akan membantu Naruto secara diam-diam.
~0~
Jika bukan karena sudah di marahi oleh ayahnya, maka Naruto tidak akan pernah mau disuruh ke sekolah hari ini. Dengan perasaan was-was ia berjalan menyusuri koridor sekolah. Sesampainya di kelas di dikejutkan oleh sebuah buket bunga yang tergeletak diatas mejanya membuatnya kebingungan.
"Hey, siapa yang meletakkan ini disini?" tanya Naruto pada anak-anak yang disana dan semuanya menggeleng.
"Aku tidak tahu, sudah ada disini sejak pagi tadi!" jawab Ino tersenyum "Kurasa itu dari penggemarmu, Naruto!"
Mendengar kata penggemar entah kenapa pikiran Naruto melayang pada Sasuke dan bulukuduknya kembali meremang "Hey Ino, jangan asal bicara ya kau!" teriak Naruto "Lebih baik aku buang saja!"
Ino menahan Naruto "Kenapa harus dibuang, untukku saja!" kata Ino tersenyum.
"Ambil saja kalau kau mau!" kata Naruto menatap jijik kearah buket bunga didepannya yang kemudian segera diambil oleh Ino.
Buket bunga itu semakin membuat mood Naruto semakin buruk saja, ditambah lagi Shikamaru tidak masuk sekolah karena jam pertama sudah berlalu tapi Shikamaru tidak muncul juga.
"Kau ini kenapa?" tanya Kiba heran melihat Naruto yang semakin hari semakin tidak bersemangat "Kalau ada masalah ceritakan saja padaku!"
Naruto melirik kearah Kiba menilai, dan sebelum ia berbicara, Ino sudah angkat bicara lebih dulu.
"Mana mau Naruto bercerita pada ember bocor sepertimu!" ejek Ino.
Kiba menatap Ino marah "Aku ini bukan ember bocor!" seru Kiba kesal "Dasar cewek sok seksi, kau tahu tidak kau itu justru membuat para cowok takut tahu!"
"Jangan menghinaku ya!" seru Ino memukul Kiba "Kau sendiri apa? Dasar pecinta anjing yang suka menyalak!"
"Dasar cewek berlemak yang tidak sadar diri!"
"berlemak? Pelatih anjing amatiran!"
"monter bedak tebal!"
"Baumu seperti air kencing binatang!"
"Tukang foto murahan yang sok cantik!"
"BERHENTI!" teriak Naruto "Bisa tidak kalian tidak bertengkar? Aku sedang pusing!" serunya kemudian meninggalkan kelas.
Kiba mengikuti Naruto keluar dari kelas dan terus mengumpat.
Saat melewati lorong tanpa disengaja Naruto melihat Sasuke berjalan berlawanan arah dengannya dan terlihat dingin seperti biasanya. Entah kenapa kemarahan yang ia rasakan malah semakin menjadi dan membuatnya menatap marah kearah Sasuke. Tidak ada kata-kata yang terucap saat mereka berpapasan. Naruto mendengus dan berjalan lebih cepat membuat Kiba heran dan mengikuti Naruto sementara itu Sasuke diam ditempat ia dan Naruto berpapasan.
"Hey, Naruto! Kenapa Si Uchiha berhenti seperti itu? Dia menatap kearah kita terus!" kata Kiba menunjuk arah belakang dengan ibu jarinya sambil sesekali menoleh tapi Naruto tetap diam tanpa mau menoleh sampai mereka tiba di bascamp mereka, pohon kamboja belakang sekolah.
Naruto menghenyakkan diri didekat pohon dan mengdengus untuk kesekian kalinya.
Kiba berdiri menatap Naruto heran "Aku tidak tahu kau punya masalah apa, dan aku tahu kau tidak akan menceritakannya padaku! Tapi setidaknya beri aku alasan agar aku diam!" kata Kiba menghela nafas.
Naruto menoleh kearah Kiba "Jika kau banyak bicara kau akan menemukan Akamaru sudah menjadi hotdog!" ucap Naruto memberialasan pada Kiba.
Kiba mengangkat kedua bahunya "Baiklah, aku terima alasan itu!" kata Kiba duduk disebelah Naruto "Disini sejuk sekali!" desahnya lega.
Naruto hanya diam kemudian menikmati semilir angin dan mereka berdua tertidur.
~0~
"NA-RU-TOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO!" Teriakan menggelegar Nyonya Tsunade membuat seluruh sekolah berguncang hebat "KI-BAAAAAAAAAA!" lanjutnya membuat Kiba tersentak dan langsung melesat sejauh sepuluh meter kebelakang sementara Naruto mengusap-usap matanya malas.
"Nyo—nyonya Tsunade!" seru Kiba terkejut.
Nyonya Tsunade menatap kedua muridnya yang membolos dan ketahuan itu dengan garang "KALIAN DI HUKUM MEMBERSIHKAN SELURUH KELAS YANG ADA DI LANTAI DASAR SELAMA SEMINGGU! SETIAP PULANG SEKOLAH!" teriaknya mengerikan dan membuat Naruto berjengit dan mundur sampai kesamping Kiba.
"Kenapa kau tidak memberitahuku kalau ada Nyonya Tsunade?" kata Naruto kearah Kiba.
"Mana aku sempat memberitahumu, aku sendiri juga terkejut!" elak Kiba.
"Haah,..Nyonya Tsunade semakin mirip Naga saja kalau marah!" ejek Naruto berbisik.
Kiba terkikik geli "Sayangnya tidak ada Api yang menyembur!" imbuhnya juga berbisik.
Naruto ikut tertawa "Naga tua!" komentarnya.
"Oh, jadi aku naga Tua ya?" tiba-tiba Nyonya Tsunade sudah berada didekat mereka "DASAR ANAK-ANAK NAKAL! HUKUMAN KALIAN DI TAMBAH DENGAN MEMBERSIHKAN GEDUNG OLAHRAGA!" Teriak Nyonya Tsunade menggunakan toa dan membuat Naruto dan Kiba menutup telinga mereka sampai berjongkok.
Yah, begitulah nasib Naruto dan Kiba yang mendapat hukuman. Apa mungkin hukuman mereka berjalan dengan mulus?
~0~
"Semuanya sudah pulang !" desah Kiba "Hey Naruto, aku buang sampah dulu ya!" ucapnya kemudian pergi keluar menyeret tong sampah keluar dari kelas terakhir yang mereka bersihkan.
Naruto menghela nafas lega kemudian meregangkan otot-ototnya karena dari tadi ia menyapu dan mengepel lantai sementara Kiba membuang sampah dan membersihkan debu dan jendela. Naruto berjalan keluar kelas untuk mengembalikan peralatan kebersihan ke ruang peralatan. Semua anak sudah pulang dan Naruto menikmati rasa sepinya itu, sampai tiba-tiba ia mendengar suara langkah orang dibelakangnya.
Naruto menoleh dan tidak menemukan siapapun disana, sampai akhirnya ia mengembalikan peralatan bersih-bersih. Setelah mengecek tidak ada yang tertinggal, Naruto keluar dari ruang peralatan kemudian ia berbalik untuk mengunci pintu dan saat berbalik untuk pergi,..
"WUAAA!" seru Naruto terkejut saat melihat Sasuke sudah berada didepannya.
Sasuke manatap Naruto heran "Sedang apa kau disekolah malam-malam begini?" tanyanya pada Naruto.
Naruto menghela nafas lega "Aku sedang dihukum!" jawab Naruto datar "Sudah ya aku pergi dulu!" Kata Naruto lagi kemudian beranjak pergi.
Langkah Naruto berhenti saat tiba-tiba Sasuke meraih pergelangan tangannya dan membuat tubuh Naruto berdekatan dengan Sasuke.
"Ka-kau mau apa?" tanya Naruto langsung menjauh tapi Sasuke kembali menariknya.
"Kau marah padaku?" tanya Sasuke membuat Naruto teringat kejadian tentang Sakura.
Naruto menatap tajam kearah Sasuke "Apa menurutmu aku akan memaafkan perbuatanmu pada Sakura?" tuntut Naruto.
Sasuke melepaskan pergelangan tangan Naruto "Apa bagusnya dengan gadis murahan itu sehingga kau menyukainya?" ucap Sasuke tidak suka.
"Jangan pernah menyebut Sakura gadis murahan!" teriak Naruto menarik kerah baju Sasuke yang menatapnya dengan mata terbelalak "Aku menyukainya, dan aku tidak akan pernah membiarkan siapapun menyakitinya?"
"Jadi begitu, itu alasan aku memberikan bunga dariku keorang lain? Kau masih tidak bisa memaafkan aku?" kata Sasuke menepis tangan Naruto.
Naruto mendengus "Cih, aku tidak tahu apa maksudmu dengan bunga itu! Kau pikir aku peduli?" ucap Naruto membuang muka.
"Baiklah kalau begitu!" kata Sasuke "Aku akan membuatmu memaafkanku, tanpa aku harus meminta maaf pada gadis menyebalkan itu!"
Naruto tidak menggubris kata-kata Sasuke "Aku tidak peduli dengamu! Dan jangan pernah berani membuat menangis Sakura!" ancam Naruto kemudian meninggalkan Sasuke yang diam menatap kepergian Naruto.
Sasuke tergelak "Naruto, kau semakin hari, semakin manis saja!" gumam Sasuke kemudian pergi.
~0~
"Aduh, badanku sakit semua!" keluh Naruto saat Kushina, ibunya menggosok punggungnya dengan obat gosok.
"Kau itu selalu saja membuat masalah!" tegur Minato "Kalau nilaimu masih jelek maka aku akan meminta Nyonya Tsunade untuk memberimu private mata pelajaran!"
"TIDAK!" teriak Naruto terduduk kemudian membeku dan kembali berbaring karena badannya masih sakit "Aku tidak akan mendapatkan nilai jelek!"
Kushina menggelengkan kepala "Jangan membolos selama pelajaran!" katanya menuangkan obat gosok ketangannya.
Naruto mendengus sebal dan memilih tidak berkomentar.
-bib-bib-bib-
Ponsel Naruto berdering, Naruto menatap layar ponselnya dan melihat ada sebuah pesan dari Shikamaru.
Sender : Shika-maru Miskin
Date : ******
Temui aku di tempat Choji.
Shika-maru Kaya...cepat ganti namaku di phone bookmu!,..o\m/o
NAruto menghela nafas kemudian mendudukkan diri menatap ayahnya yang sedang membaca koran.
"Ayah, aku akan pergi ke tempat Choji!" kata Naruto malas sambil mengenakan kausnya kembali.
"hmm! Jangan sampai pulang lewat jam 10~!" Minato tetap menatap korannya.
Naruto berjalan malas meninggalkan ruang keluarga dan pergi kekamarnya mengambil dompet dan jaketnya kemudian ia pergi keluar apartemen dan mengendarai motor milik Jiraiya yang di pinjamkannya padanya untuk sementara. Sebenarnya bukan motor laki-laki tapi mungkin aku tulis sekuter matic berwarna merah dengan gambar katak plus helem berbentuk seperti kepala katak berwarna merah hijau.
"Apa yang ingin di katakan Shimaru ya?" gumam Naruto mengendarai sekuter Jiraiya dengan santai.
Saat melewati taman, ia melihat Sakura berjalan sambil membawa banyak belanjaan. Naruto menatap dari jauh ingin membantu, tapi dia juga ingin sekali cepat bertemu dengan Shikamaru. Tapi kata hatinya berkata lain.
"Sakura! Perlu aku bantu?" seru Naruto berhenti tepat didekat Sakura.
Sakura mengerutkan dahi "Naruto?" seru Sakura "Tidak perlu, rumahku sudah dekat!" tolaknya.
"Begitu, tapi aku ikhlas membantumu!" tawar Naruto nyengir khasnya.
Sakura menggeleng "Ujung sana sudah rumahku!" kata Sakura "Tapi memang kau mau kemana?" tanya Sakura.
Naruto menggigit bibir bawahnya "Aku mau pergi ke tempat Choji! Kau mau ikut?" kata-kata Naruto yang terakhir itu membuat Naruto kesal pada dirinya sendiri, dan ia berharap Sakura berkata tidak. Naruto menyesali perkataannya.
~0~
Author Note : Aku semakin...bingung,..BAGAIMANA CARANYA UNTUK MEMBUAT SEBUAH CERITA MENJADI MENARIK.
