Sudah satu minggu sejak tragedi lamaran ala Kim Jongin, suasana kantor terlihat berjalan seperti biasanya. Semua sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Terkecuali, di divisi HRD. Awalnya, semua tidak ada yang tahu atas insiden lamaran itu. Namun, saat Kyungsoo bercerita ke Luhan dan gadis itu berteriak, semua menjadi tahu.

Sudah satu minggu ini juga, Kyungsoo selalu menerima hadiah dari Jongin. Makanan, coklat, minuman, dan bunga. Tak heran semua menjadi heboh lantaran maknae di kantor mereka sedang di dekati oleh sang sekretaris tampan.

Hari ini, Kyungsoo kembali mendapat satu kotak makan siang seperti kemarin. Luhan memandangan nya dengan senyuman menggoda.

"Cieee yang dapat makanan lagi dari mas-nyaa~"

"Ish apa sih, mbak. Biasa aja. Gausah lebay." Ketus Kyungsoo. Luhan makin tersenyum lebar. Lucu melihat Kyungsoo yang merajuk namun pipinya merona parah.

"Ada note nya tuh dek. Mbak baca ya?"

Belum sempat Kyungsoo mencegah, kotak makanan itu sudah berpindah ke tangan Luhan. Kyungsoo menutup matanya malu saat Luhan membaca pesan dari Jongin di kotak makan tersebut dengan suara sedikit lantang.

"Hari ini mas kirim adek makanan manis. Gausah takut gendut ya dek? Adek bukan tambah gendut, tapi tambah manis. Mas juga jadi tambah cinta. Makannya pelan-pelan aja ya? ILY."

Wajah Kyungsoo memerah. Ia malu! Luhan sialan!

"Mbak masih gak ngerti kenapa adek belum terima lamaran Jongin." Ujar Luhan. Kyungsoo masih diam menahan malu.

"Jangan malu dek. Kamu tuh harusnya bersyukur karna di deketin sama cowok ganteng plus mapan."

"Ya tapi gak dibaca nyaring-nyaring juga kan mbak? Adek gak mau yang lain tau.." kata Kyungsoo lirih dengan wajah memelas. Luhan jadi merasa bersalah.

"Maaf ya? Habis mbak gemes liat kamu sama Jongin. Pedekate kok gini-gini aja. Pergi sana berdua kencan." Kelakar Luhan sambil melanjutkan kembali pekerjaannya. Kyungsoo mendengus.

.

.

.

Besoknya, Kyungsoo memutuskan untuk menemui Jongin.

TOK

TOK

"Masuk!"

Kyungsoo membuka pintu ruang kerja Jongin dan Sehun. Ia melongokkan kepala lalu melihat Jongin sedang berkutat dengan kertas-kertas di atas meja.

"Mas.." panggil Kyungsoo pelan. Jongin mendongak. Pria itu terlihat agak terkejut melihat Kyungsoo datang keruang kerjanya. Namun setelah itu pria itu tersenyum dan berdiri. Menghampiri Kyungsoo yang masih berdiri mematung di depan pintu dengan satu kotak berukuran sedang di kedua tangannya.

"Ada apa dek?"

"Itu…"

"Hm? Kenapa?"

Kyungsoo mengulurkan kotak yang sedari tadi ia pegang kearah Jongin lalu berujar malu-malu.

"Makan siang untuk mas."

Jongin tersenyum lebar.

"Untuk mas?"

Kyungsoo mengangguk malu-malu. Jongin terkekeh lalu mengambil kotak makan tersebut.

"Makasih ya, dek. Adek buat sendiri?" tanya Jongin.

Kyungsoo mengangguk lagi.

"Adek gatau mas sukanya apa. Jadi adek bikinin nasi goreng kimchi aja. Mudah-mudahan enak." Jawab Kyungsoo masih dengan kepala menunduk. Enggan menunjukkan wajahnya pada Jongin. Jongin jadi semakin gemas.

"Kalo adek yang bikin pasti enak." Ujar Jongin.

"A-adek pamit ya mas. Masih ada kerjaan yang nunggu."

Sebelum Kyungsoo membalik badannya, Jongin sudah menahan terlebih dahulu. Kyungsoo mendongak, melihat ke arah Jongin yang masih setia tersenyum tampan ke arah nya. Saat ingin bertanya, tiba-tiba-

CUP

-satu kecupan mendarat di pipi gembilnya. Kyungsoo membulatkan matanya. Ia terkejut sekaligus malu.

Mamaaaa adek maluuuuu~

"Makasih ya dek."

.

.

.

.

.

TBC

Ch 4 up! Ch 4 up!

Gils ini nulisnya ngebut banget kek apaan tau wkwk. Mohon maaf apabila kurang memuaskan atau gimana:(( kusudah mencoba sebaik mungkin.

GUYS! KFF IS BACK! AYO MERAPAT KE AKUN FFn KFF2K18 DAN JANGAN LUPA FOLLOW KFF2K18 DI INSTAGRAM! AKAN BANYAK UPDATE INFO TERBARU UNTUK KFF YANG AKAN DATANG!

Don't forget to write down ur review guys!

Annyeong!

-19-07-2017-