The Book

Disclaimer : Naruto © Master Masashi Kishimoto

The Book © Lyana Boci-Moci

Terinspirasi dari film 'Ink Heart'

Rate : T

Pairing : SasuSaku & other paring

Family, Fantasy, Romance, Comedy

WARNING : TERLALU OOC!, GAJE, GA NYAMBUNG, ANEH, TYPO, SINETRON,OOT, BIKIN BOSAN, GARING ABIS!, DLL

GA SUKA 'THE BOOK'? GA USAH BACA!

KLIK BACK AJA, OK?(^_^)

YANG MAU BACA SILAHKAN BACA! (^_^)

.

~Chapter 4 : Hide!~

.

"Teme, temani Sakura-chan," ucap Naruto dengan nada sedikit menggoda.

"Hn," Sasuke bangkit dari duduknya dan berjalan di belakang Sakura.

"Wah tumben dia mau," Naruto bingung dengan sifat Sasuke, biasanya dia akan menolak mentah-mentah jika di minta bantuannya seperti saat dia di minta untuk menemani Sakura membeli pakaian untuk Naruto dan dirinya.

.

~The Book~

.

Matahari terbit dari ufuk timur, bersamaan dengan sebagian manusia memulai aktivitasnya masing-masing. Suara cicitan burung mulai terdengar menghiasi suasana di Senin pagi. Tak jauh dari sana rumah kediaman Haruno pun sudah terdengar suara keributan.

"JANGAN DISINI NARUTO!" Teriakan gadis berambut pink-Haruno Sakura- kepada Pria berambut blonde -Uzumaki Naruto- yang hendak membuka handuk yang melilit tubuhnya setelah mandi dihadapan Sakura.

"Heh? Maaf Sakura-chan he…he…" Naruto mengambil sepasang seragam sekolahnya dan berlari menuju kamar Mandi.

'Kami-sama semoga aku bisa bertahan dengan kepolosan mereka,' batin Sakura.

.

.

Sasuke dan Naruto berjalan bersebelahan mengikuti Sakura yang berjalan lebih dulu dari mereka. Semenjak keberangkatan mereka dari rumah Sakura menuju sekolah Naruto tidak henti-hentinya mengagumi Motor dan Mobil yang berlalu lalang meleati mereka.

"Sakura-chan benda apa itu? cepat sekali," ucapnya dengan nada kagum.

"Kalau yang besar itu namanya mobil dan yang beroda dua namanya motor," ucap Sakura menjelaskan kepada Naruto dan Sasuke, tapi lebih tepatnya Naruto karena Sasuke hanya diam saja tidak seperti Naruto yang berjerit-jerit kecil setiap melihat mobil melaju cepat.

"Pokoknya kalian tidak boleh pergi kemana-mana, kalian masih buta arah, kalau tersesat aku tidak mau mencari kalian. Terutama kau Naruto," ucap Sakura memperingatkan kepada Naruto.

"Tenang saja Sakura-chan, aku tidak akan tersesat," ucap Naruto menujukan cengirannya kepada Sakura dan mengacungkan jempolnya.

Telah sampai di halte bus dan kebetulan sekali bus itu sudah ada di halte jadi mereka tidak perlu menunggu lama. Mereka langsung memasuki bus yang masih sepi, hanya ada beberapa siswa dan siswi yang sedang asik bercakap-cakap. Sakura duduk di salah satu kursi penumpang yang masih kosong begitu pun Sasuke yang duduk di sebelah kanan Sakura dan Naruto yang duduk di sebelah kiri Sakura.

"Sakura-chan~ kita naik mobil, hihi…" Naruto terkikik kecil dengan mata yang berbinar-binar kagum karena dia berada di dalam bus. Sakura mulai merasakan kepalanya sedikit pening.

"Ini namanya bus, Naruto." Sakura memijat-mijat kecil jidatnya.

'Sabar Sakura,' batinnya.

Akhirnya setelah perjalanan menggunakan bus, mereka sampai di THS. THS sudah di ramaikan oleh murid-murid. Sakura kira setelah mereka sampai di THS, Naruto akan berhenti untuk bertanya dan bertanya tentang ini dan itu. Tapi dugaannya salah, Naruto masih saja berbisik ke arah Sakura, seperti pada saat dia melihat murid yang menggunakan Handphone atau yang lainya.

"Sakura-chan itu benda apa?"

"Sakura-chan yang disana itu apa?"

"Sakura-chan-"

"Sakura-chan itu-"

Argh! membuat kepalanya pusing! (author juga _ (?)) berbeda sekali dengan Sasuke yang hanya diam, dia tidak bertanya seperti Naruto. Apakah dia sudah tau? ataukah dia gengsi untuk bertanya? Hmm.. tapi Sakura bisa sedikit bernafas lega karena Sasuke tidak seperti Naruto, apa jadinya kalau Sasuke juga seperti itu? kemungkinan bisa masuk Rumah sakit jiwa (Di hajar Sakura x_x)

Sakura menghentikan langkahnya, sekarang mereka sudah berada di depan kantor kepala sekolah THS.

"Kalian tunngu di sini sebentar ya," Sakura tersenyum lalu berbalik mengetuk pintu.

"Masuk!" terdengar suara seorang wanita dari dalam ruangan.

Sakura pun masuk kedalam ruang kepala sekolah itu.

"Kyaa~ mereka siapa?" Terdengar suara gadis yang menjerit kegirangan.

"Wah mereka tampan sekali,"

"Sudah punya pacar belum ya?"

Mereka terkagum-kagum oleh sosok dua lelaki yang sedang berdiri di depan ruangan kepala sekolah, siapa lagi kalau bukan Naruto dan Sasuke.

"Teme, sepertinya kita jadi pusat perhatian ya?" tanya Naruto.

"Hn," Sasuke hanya menjawab dengan gumaman.

"Sekolah ini besar sekali ya teme? tidak seperti di Konoha," mata Naruto mengamati sekolah barunya.

"Terlalu besar dan terlalu ramai, aku tidak suka," Sasuke mengutarakan pendapatnya.

"Kalau mau sepi dikuburan saja teme, ha..ha.." ledek Naruto.

Clek.

"Gomen ne, aku membuat kalian menunggu lama ya?" Sakura keluar dari ruangan dan tersenyum pada Naruto dan Sasuke.

"Tidak Sakura-chan," ucap Naruto lalu melangkah mendekati Sakura.

"Hn,"

"Sekarang kita ke kelas," ucap Sakura tersenyum dan menarik tangan Naruto dan Sasuke menuju kelasnya. Sakura tidak memperhatikan tatapan Siswa perempuan yang menatap tajam kearahnya.

.

.

"S-sakura siapa mereka?" tanya salah satu teman sekelas Sakura yang terkagum-kagum oleh sosok yang duduk di kanan dan kiri Sakura, sedangkan Sasuke di sebelah kanan Sakura.

"Mereka saudara jauhku," ucap Sakura lalu tersenyum.

Ternyata banyak yang tersanjung oleh sosok dua orang ninja yang keluar dari buku, Sakura tidak habis pikir. Kenapa tidak ada yang mengenali mereka? Apa tidak ada yang tertarik dengan buku ninja? ataukah mereka sebenarnya membaca buku ninja hanya saja tidak mengenali wajah mereka? Hm~ kurasa intinya sama saja mereka tidak tau. (=_=)

"Ohayo Sakura-chan," Sapa Hinata yang berdiri di dekat pintu kelas Sakura.

"Yo Forehead!" Ino langsung memasuki kelas Sakura dan merangkul bahu Sakura.

"Ck, ada apa pig?" Tanya Sakura ketus dan memberikan tatapan dingin kepada Ino.

"Hanya ingin menyapa Sahabatku, Wah ada Sasuke dan Naruto!" ucap Ino yang langsung menyambar pergelangan Sasuke.

"Kalian sekolah di sini ya? Baguslah~" ucap Ino dengan nada manja dan bergelayut di lengan Sasuke.

"Ternyata ingin bertemu Sasuke dan Naruto," gumam Sakura." Oi pig sadar kamu sudah punya kekasih!" ucap Sakura dengan nada ketus.

"Siapa yang punya kekasih? atau kau cemburu ya pig?" ucap Ino meledek Sakura.

"Ha..ha.. sudahlah jangan bertengkar," Hinata terkikik melihat tingkah sahabatnya, Hinata melihat laki-laki yang dia kenal. " Ohayou Sai-san," Hinata menyapa lelaki yang melewati kelas Sakura.

"Ohayou Hinata," mendengar suara yang familiar Ino melepas pegangan tangannya pada Sasuke dan berlari mendekati lelaki itu.

"HAH! Sai-kun~" Ino berlari menyusul Sai yang masih berjalan.

"Dasar pig, sudah punya Sai masih saja melirik yang lain," Sakura mendengus kesal.

"Sakura-chan aku kembali ke kelas dulu ya," Hinata melambaikan tangannya sambil berjalan keluar kelas.

"Dia cantik," Indra pendengar Sakura menangkap suara Naruto yang membuat Sakura cengo. Mata aquamarine Naruto masih mengamati Hinata.

"Heh?"

"Aku bilang dia cantik Sakura-chan~" ucap Naruto menggunakan nada manja dan tersenyum menunjukan gigi-giginya.

.

.

Pulang Sekolah 14.00 PM

Bunyi bel yang menandakan bahwa pelajaran hari ini selesai pun berbunyi, seluruh murid THS berhambur keluar kelas termasuk Naruto, Sasuke dan Sakura.

"Kya~ itu Sasuke!" terlihat jeritan seorang siswi saat melihat Sasuke keluar dari kelas.

"Sasuke-sama!" dan disusul oleh jeritan-jeritan yang lain.

"Sa-Sasuke-sama?" Sakura heran dengan embel-embel yang diberikan oleh para siswi itu.

"Teme selalu terkenal ya, di Konoha juga teme dipuja-puja oleh para gadis yang cantik. Karena teme anti dekat-dekan dengan perempuan jadinya dia dikenal dengan lelaki 'cool', tapi ini pertama kalinya teme dekan dengan perempuan yaitu Sakura-chan!" ucap Naruto panjang lebar menjelaskan tentang kehidupan Sasuke dalam masalah perempuan. Mendengar Naruto mengucapkan pertama kali Sasuke dekat dengan perempuan yaitu dirinya, membuat wajah Sakura menjadi merah merona.

"Benarkah?" tanya Sakura dengan wajah merah merona dan rasa penasaran.

"Iya benar! dia-"

"Diamlah dobe," Sasuke sukses melayangkan hadiah jitakan di kepala Naruto, Naruto meringis kesakitan dan memegangi kepalanya.

"Nee~ teme kau tidak perlu malu,"Naruto semakin menggodanya walaupun Sasuke sudah memberikan Death glare kepada Naruto.

"Sasu-chan!" terdengar suara para gadis disekitar gerbang sekolah.

"hmp! Sasu-chan?" Naruto menahan tawanya. Sasuke yang semakin risih dengan keadaan sekitarnya pun mempercepat langkah kakinya.

"Teme tung-kya!" Indra pendengar Sakura menangkap suara teriakan Naruto yang sangat, sangat dan sangat cempreng seperti perempuan (di Rasenggan Naruto x_x)

"Ada apa Naruto?" Sakura membalikkan badannya dan melihat Naruto loncat-loncat tidak jelas.

"Kya! aku menginjak kotoran," ucap Naruto yang masih loncat-loncat. Sakura dan Sasuke sweat drop melihat tingkah Naruto dan melanjutkan langkah mereka.

"Cho-chotto!"

.

~The Book~

.

Rumah Haruno 20.24 PM

Di ruang keluarga Haruno terlihat tiga sosok manusia yang sedang menjalani aktifitas masing-masing, Sosok gadis berambit soft pink berbaring diatas karpet dan sedang membaca buku pelajaran Sejarah, dan laki-laki berambut raven sedang duduk di sofa berwarna biru tua sambil membaca buku Naruto, buku dimana dia berasal. Sedangkan laki-laki berambut mirip buah duren sedang menatap kagum kearah TV berukuran besar yang menayangkan acara ramalan cuaca.

"Untuk hari ini dan besok, kota Tokyo akan cerah dan-" pembawa berita menjelaskan perkiraan cuaca.

"Bagaimana bisa TV sebesar ini? di Rumahku hanya ada TV berukuran kecil," gumam Naruto yang masih bisa didengar Sakura. Sakura hanya terkikik kecil mendengar gumaman Naruto dan melanjutkan aktifitas membaca.

Mata onyx Sasuke masih lincah membaca buku Naruto, dia mencoba memahami setiap kalimat yang masuk kedalam otaknya. Dia mencoba membaca kembali buku Naruto. Dia masih belum dapat percaya dengan kenyataannya bahwa dia memang keluar dari buku itu. Tapi bagaimana caranya? siapa yang membawanya kesini? Dia menatap Sakura.

'Apa Sakura memiliki kekuatan yang bisa membawa aku dan Naruto kesini?' Batin Sasuke bertanya-tanya. Sasuke ingin bertanya pada Sakura hanya saja dia pasti sudah tau apa yang akan di jawab Sakura. Sakura tidak tau bagaimana mereka keluar dari buku itu. Kalaupun tau pasti Sakura sudah mengatakannya dan juga dia tidak perlu kaget pada saat pertama kali dia melihat Sasuke dan Naruto ada di kamarnya kan? Tapi apa salahnya jika bertanya dulu.

"Sakura," Panggil Sasuke membuat Sakura mengalihkan pandangannya kepada Sasuke.

"Hm? ada apa Sasuke?" tanya Sakura.

"Kau ingat kenapa kami bisa di sini?" tanya Sasuke.

"Tidak," Sakura menggeleng. " Tapi buku yang kamu pegang itu baru saja aku beli pada saat kejadian itu dan aku membacanya, lalu aku pergi sebentar untuk makan malam," Sakura mengetuk-ngetuk jarinya di bibirnya.

"Lalu?" Sasuke mulai penasaran.

"Lalu saat aku makan dan mendengar suara ribut di kamarku dan saat aku masuk kalian sudah ada di sini," Sasuke menghela nafasnya, sepertinya tidak ada petunjuk yang penting dalam penjelasan Sakura tadi.

"Hanya itu?" tanya Sasuke lagi.

"Iya, maaf Sasuke. Kalau ada yang kuingat lagi pasti ku katakan padamu," Sakura merasa tidak enak dengan Sasuke yang sepertinya mengharapkan Sakura mengetahui cara dia bisa berada di sini.

"Sudahlah teme, kau sangat ingin pulang ya? padahal di sini sangat menyenangkan dari pada di Konoha," ucap Naruto tetapi matanya masih focus pada TV.

"Iya aku sangat ingin pulang," ucap Sasuke dingin.

"Untuk apa? balas dendam dengan kakakmu?" tanya Naruto lagi tapi kali ini sepertinya memancing amarah Sasuke.

"Bukan urusanmu!"

"Su-sudahlah kalian jangan ber-"

"Setelah itu kau mau apa hah! Sadarlah Sasuke itu percuma," Naruto mulai menatap Sasuke.

"Apa kau ingin mencari masalah denganku lagi Naruto! Kau tidak tau apa-apa! pokoknya aku akan mencari cara untuk pulang," Sasuke mulai emosi dan nada bicaranya naik satu oktaf.

"Kuharap kita tidak akan pulang," ucap Naruto.

"Hah? haha.. apakah kamu sudah jatuh cinta dengan gadis tadi pagi Naruto? jadi kau tidak mau pulang? ha..ha.. memalukan!" Sasuke meremehkan Naruto, mereka sudah di liputi oleh amarah dan emosi masing-masing bisa di lihat dari cara mereka memanggil satu sama lain hanya dengan sebutan nama , bukan dengan 'teme' dan 'dobe'.

"Sudah hentikan!" Sakura sangat takut jika mereka akan bertindak secara fisik lagi. Dia tidak tau apa yang di bicarakan oleh kedua orang dihadapannya, tapi lebih baik kalau dia mencegah sebelum terjadi kan? (kayak nyegah penyakit aja deh =.= pencegahan lebih baik dari pada pengobatan XD *gaje*)

'Ting…tong…'

"Ada tamu, Kalian jangan bertengkar!" perintah Sakura dan langsung menuju pintu depan. Sakura memegang knop pintu dan menggerakannya kebawah, membuka pintunya.

"Konbanwa Sakura," mata emerald Sakura membulat dan dengan cepat dia menutup kembali pintu depan rumahnya dengan kasar.

BRAK.

Sakura berlari dengan cepat menuju ruang keluarga dimana Naruto dan Sasuke berada. Dia langsung menarik pergelangan kedua lelaki itu dengan paksa.

"Ada apa?" tanya Sasuke yang mengetahui ada yang tidak beres setelah melihat wajah Sakura yang panik. Kakinya mengimbangi langkah gadis yang berada di depannya, sedangkan Naruto terseret-seret dengan posisi terlentang. (Poor Naruto hihihi…)

"Sasori-nii ada di sini, cepat kalian sembunyi," perintah Sakura pada Naruto dan Sasuke. Tanpa Ba-bi-bu lagi mereka melesat mencari tempat persembunyian.

Sakura menghela nafasnya dan kembali menuju pintu depan rumahnya, dia membuka pintu yang tadi dia tutup dengan kasar. Dia sedikit takut kalau Sasori akan curiga padanya.

'klek'

Sakura berusaha memasang senyuman di wajahnya, Sasori hanya menaikkan sebelah alisnya.

"Tadi kenapa pintunya di tu-"

"Kamar Sasori-nii berantakan jadi aku bersihkan dulu," ucap Sakura memotong perkataan Sasori. keringat Sakura mengalir cepat melalui pelipisnya. Sakura sangat sulit untuk berbohong kepada Sasori dan ini kebohongan pertama yang Sakura buat. Sasori yang merasa ada yang aneh kepada Sakura, dia memincngkan matanya menatap Sakura dengan tatapan menginterogasi.

"Ada apa nii-san?" tubuh sakura merasa tegang ditatap oleh nii-sannya seperti itu.

"Tidak," ucap Sasori dengan senyum lalu melangkah masuk kedalam rumah.

'NO! Aku harus bagaimana? mereka dimana?' batin Sakura yang mulai panik.

Sakura sadar kalau Sasori sudah tidak berada di dekatnya lagi, dengan cepat dia mencari Sasori.

'Sasori-nii dimana?' sepertinya hari ini Sakura akan khilangan berat badannya karena sejak tadi selalu berlari. (ckckck.. hitung-hitung diet gratis *Di hajar sakura mental 10m*)

ternyata Sasori berada di dapur, Sasori sedang menuangkan air mineral dingin kedalam gelas.

'Tenang Sakura, kau harus tenang jangan sampai Sasori-nii curiga,' Sakura menghela nafasnya dan duduk disalah satu kursi meja makan.

"Nii-san tumben kesini," ucap Sakura sambil memainkan rambutnya.

"Aku kan ingin bertemu adik tersayangku," ucap Sasori mengelus rambut Sakura, Sakura pun tersenyum pada Sasori.

"Kau akan menginap?"tanya Sakura, matanya menatap mata Hazel Sasori yang duduk di kursi sebelahnya.

"Tidak, Akatsuki mengadakan acara nanti malam di kota Kobe," Sasori menghela nafasnya, dia merasa kasian pada Sakura yang harus tinggal di rumah sendirian, bukannya dia tidak mau tinggal dirumahnya, hanya saja teman-teman kampusnya yang mengajak dia untuk menjadi anggota dari band yang di beri nama 'Akatsuki'. Bisa di bilang bad itu lumayan sukses dan terkenal walaupun dengan perjuangan dan kerja keras sehingga mereka menjadi terkenal.

Berawal dari keisengan teman-temannya dan sekarang menjadi sebuah kegiatan yang serius mereka tekuni selain kuliah. Mereka sering di tawari untuk mengisi acara di Café , acara pesta dan bahkan ngamen, lho? ah… abaikan ngamen tadi di coret ya, author lagi stress (dikeroyok)

Jadi, dia tidak bisa sering pulang kerumah karena jadwal kuliah dan band yang full setiap harinya.

Sasori bangkit dari posisi duduknya dan berjalan meninggalkan Sakura.

"Nii-san mau kemana?" tanya Sakura.

"Mengambil pakainanku dikamar," jawab Sasori yang masih berjalan tanpa melihat Sakura.

Deg

'Kamar? Lantai dua!' Sakura menarik tangan Sasori.

"Etto, Nii-san biar aku saja yang mengambil pakaianmu," Sakura berusaha menghentikan Sasori.

"Hm? tidak perlu repot-repot Saku-"

'Prang' terdengar Suara benda yang pecah, sepertinya berasal dari lantai dua.

"Suara apa itu?" tanya Sasori yang memulai langkahnya kembali.

"I-itu mungkin kucing, y-ya kucing!" ucap Sakura mencari alasan, yang pasti dia tau kalau tidak mungkin ada kucing di dalam, semua jendela dan pintu sudah dia tutup.

"Aneh, bagaimana bisa kuc-"

"Sasori-nii san di sini saja, biar aku yang keatas," Sakura meninggalkan Sasori dengan jalan tergesah-gesah dia melewati anak tangga menuju lantai dua rumahnya. Dia melihat guci yang pecah di dekat pintu kamarnya. Sakura kemudian mengalihkan pandangannya menuju sosok yang berada dekat dengan guci itu. Sakura menatapnya dengan tatapan horror.

"Go-gomen Sakura-chan he..he.." sosok itu-Naruto-menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan tersenyum dengan menunjukan deretan putihnya.

"I-itu Guci kesayangan Kaa-san," ucap Sakura dengan suara sedihnya.

"Sakura ada apa?" terdengar suara Sasori dan langkah kakinya mulai mendekat kearah Sakura.

"Cepat masuk sini dan sembunyi," Sakura menarik tangan Naruto dan menyuruhnya masuk kedalam kamar Sasori.

"Siapa tadi, Sakura?" tanya Sasori dengan menyipitkan kedua matanya.

"Heh? Siapa apa?" Sakura menutup pintu kamar Sasori dengan cepat.

"Ada orang di sini, guci itu tidak mungkin pecah sendiri Sakura,"

"Tadi ada kucing, sungguh," ucap Sakura berusaha meyakinkan Sasori. "Tadi pintu dan jendela kamar Sasori-nii terbuka jadi kucing itu masuk ke sini," yap! Sakura berbohong lagi pada Nii-san nya.

Sasori tidak menanggapi perkataan Sakura, dia mencoba untuk membuka pintu kamarnya.

"Jangan nii-san!" Sakura mulai panik, Sakura menahan tangan Sasori.

"Kenapa?" Sasori menatap mata emerald Sakura. Sakura hanya menggeleng kecil. "Bukankah tidak ada apa-apa di dalam kamar kan?" Sakura mengangguk tanda menyetujui pertanyaan Sasori.

"Aku hanya ingin memastikan apa kucing itu masih di dalam atau tidak," Sasori memberikan penekanan pada kata 'kucing'. Mau tak mau Sakura melepaskan tangan Sasori yang tadi dia tahan. Sasori membuka pintu kamarnya.

'Klek'

Gelap.

Sasori menyalakan lampunya dan …

"…"

"Sasori-nii," Sakura memanggil Sasori.

Tidak ada yang ganjal di dalam kamarnya. biasa saja tidak ada yang aneh dan sekelebat sosok manusia yang tadi dia lihat itu tidak ada, mungkin tadi hanya halusinasinya saja. Jujur Sakura sangat tegang sekarang, dia takut Sasori akan mengetahui semuanya, jika memang ketahuan tidak apa-apa, hanya saja bisa tidak Sasori mempercayai ceritanya yang sangat aneh. Bisa-bisa nanti dia dianggap gila. Tapi… Dimana Naruto?

"Sudah waktunya aku pergi Sakura," Sasori tersenyum lalu menghampiri Sakura dan memeluk tubuh munggil Sakura.

"Jaga dirimu ya, aku tidak bisa selalu pulang kerumah. Jika ada sesuatu telepon aku," Sasori mengelus rambut soft pink Sakura dan melepaskan pelukannya.

.

.

Halaman Depan 22.38 PM

"Hati-hati di jalan Sasori-nii!" Sakura tersenyum lebar sambil melambaikan tangannya, Sasori telah melaju menggunakan mobil Lexus warna putihnya.

'Huft, Syukurlah Sasori-nii sudah pergi,' batin Sakura, Sakura mengelap dahinya yang penuh dengan keringat menggunakan punggung tangan kanannya.

Sakura menuju lantai dua, dia mencari Naruto dan Sasuke yang sendari tadi tidak terlihat. Dia menuju kamar Sasori, dibukanya pintu kamar dan dia melihat Naruto yang tertidur pulas di atas Sofa kamar Sasori. Sakura tersenyum lalu dia mengambil selimut dari kasur Sasori dan menyelimuti tubuh Naruto dengan selimut itu. Dia memadamkan lampu didalam kamar Sasori dan melangkah keluar. Eh tunggu dulu, tadi dia tidak melihat Sasuke. Dimana Sasuke?

Sakura bergegas menuju kamarnya dan sesuai dugaan dia melihat Sasuke berada diatas kasurnya. Terdengar suara dengkuran kecil, sangat kecil, sepertinya Sasuke kelelahan.

Sakura mendekati Sasuke, Sakura duduk diatas kasur Queen size-nya. Dia menatap wajah Sasuke, raut wajahnya tenang sepertinya Sasuke sangat menikmati tidurnya sekarang, Sakura tidak tega jika harus membangunkannya. Sakura menidurkan tubuhnya di sebelah Sasuke, Sakura masih menatap wajah Sasuke. Sakura merasakan jantungnya berdebar lebih kencang dari biasanya. Tangannya menyentuh pipi Sasuke, mengelusnya perlahan, merasakan kehangatan kulit Sasuke. Sakura tersenyum simpul.

"Oyasuminasai Sasuke,"

.

TBC

.

BBA (Basa-Basi Author) TIME~

Kyaa! SELESAIIII! *loncat-loncat gaje* seneng banget! akhirnya setelah berbulan-bulan saya berusaha untuk menulis lagi saya bisa update! Saya sibuk akhir-akhir ini seminggu lalu saya baru saja mengadakan Ujian Sekolah dan Hari senin tanggal 26 saya ada try out (T^T) dan~ huft tanggal 16 april Ujian Nasional *tepar* sumpah saya ngebelain deathline minggu ini untuk para readers saat saya lihat-lihat review saya jadi ga tega misalkan saya harus hiatus. Jadi saya datang kembali (^_^) doakan saya lanjar ujian dan bisa terus menulis fanfic tanpa ada kata-kata Hiatus!

Dan untuk chapter sekarang jika kurang bagus saya minta maaf karena deathline waktu bebas saya ga banyak. Terima Kasih atas dukungan dan review dari para readers! ARIGATOGOZAIMASU!

.

.

Balasan Review (^_^)

Karinhyuuga : hai.. gomen kalo masalah Typo Naruto jadi Narto (jadi kayak nama jawa sih ==) ya saya sudah update XD selamat membaca ya!

FhYyLvRhYy ELF : haha emang sengaja saya bikin Naruto udik dikit. Map kalo terlalu OOC ya.. ga kok pasangan Sasuke ya Sakura, ga ada teman makan teman di fanfic ini

Naomi Azurania belle : Ya saya udh update :*

MemelSasusakuLove : bener memel-chan? XD seru ya? Arigato! Saya udah update maap kalo lelet hehe..

Uchiha Sasusaku : iya saya bermasalah dengan Typo yang menghujani di fic saya XD saya udah update! (^_^)

SasuSaku NaruHina 181299 : Saya udah update map lama membuat anda menunggu XD

Myelf : makasih ya kalau menurut anda fic ini bagus XD saya masih bingung mau sad ending atau happy ending ..menurut kamu harus ending yg gimana?

BlueCherry Uchiha : makasih kalau suka dengan cerita saya (^_^) nah saya masih bingung dengan masalah endingnya.. maunya sih sad ending..Saya udah update XD

L-the-Mysterious : Senpai saya bingung masalah alur kalo cepet takutnya nanti ga jelas kalo panjang ya jadinya lama (=_=) terima kasih untuk pemberitahuan typonya XD saya akan memperbaikinya senpai..sangkyu!

Kakaru niachinaha : maap saya lama updatenya. Maaf saya bikin ru menunggu XD selamat membaca.. salam kenal juga XD

Chi-Chi : Salam kenal Chi-chi, nama aslonya siapa? XD oh itu typo terparah! Hiks.. maksud saya membawa kunai milik sasuke.. benarkah? Humor? Saya takut kalau kurang dapet feel dalam humornya..aku udah update selamat membaca.. XD