Disclaimer of Bleach : Tite Kubo. Anime : Bleach. Rate : T. Genre : Romance, Tragedy and Hurt/Comfort. Warning : AU, OOC, BL(Boys Love), Typo(s), main chara death, maybe sad ending(?). The last but not least, don't like BL? Go away from here! No need flame. Author by : Namichiha Yuu-chan and Kazugami Saichi Hakuraichi. Story for this chap : Namichiha Yuu-chan. Editor by : Kazugami Saichi Hakuraichi. Idea by : Namichiha Yuu-chan. ~~~~~o0o~~~~~o0o~~~~~
Ulquiorra hendak memukul Nnoitroa lagi tetapi sebuah tangan menghentikan tangannya. Ulquiorra pun segera menoleh. Dan dia sangat terkejut mendapati siapa yang menahan tangannya.
"Hentikan. ." ujar orang itu.
~KaSaHa&NaYuCh~
Terlihat seorang pemuda pucat sedang duduk di tepi ranjangnya. Dia adalah Ulquiorra. Wajahnya terlihat shock dengan apa yang baru saja di alaminya tadi. Dia sunggu tidak menyangka bahwa gadis yang dia anggap lugu dan baik hati, gadis yang merupakan calon istrinya adalah dalang dari kecelakaan yang menimpa adiknya.
~ Flashback ~
"Hentikan Ulquiorra Ouji-sama." ujar seseorang sambil menahan tangan Ulquiorra yang akan memukul Nnoitroa kembali. Ulquiorra pun kemudian membalikan badannya untuk mengetahui siapa yang telah menghentikannya. Dan betapa terkejutnya dia ketika mengetahui siapa yang telah menghentikan gerakannya tersebut.
"Hime Oujyo-sama? Kenapa kau ad disini?" tanya Ulquiorra dengan tatapan bertanya-tanya.
"Untuk menghentikan anda, Ulquiorra Ouji-sama." jawab Inoue tenang. Ya! Orang yang telah menghentikan tangan Ulquiorra adalah Orihime Inoue yang notabene adalah tunangan Ulquiorra. Dahi Ulquiorra pun mengernyht kebingungan mendapat jawaban seperti itu dari tunangannya.
"Apa maksudmu, Oujyo-sama?" tanya Ulquiorra dengan nada datar.
"Karena Nnoitroa tidaklah bersalah." jawab Orihime dengan sedikit tersenyum yang lebih mirip seperti seringai.
Mendengar jawaban seperti itu, lagi-lagi Ulquiorra di liputi pertanyaan besar. Tapi kali ini emosilah yang lebih menguasainya.
"Oujyo-sama mengatakan tidak bersalah?" geram Ulquiorra dengan nada yang lebih dingin dari biasanya."Dia yang telah mencelakai Ichigo! Adikku! Kau bilang tidak bersalah?" seru Ulquiorra dengan nada yang sangat dingin dan sedikit lebih tinggi. Namun sepertinya Orihime tidak takut sama sekali dengan kemarahan Ulquiorra, dan dengan santainya dia menjawab.
"Nnoitroa memang tidak bersalah Ulquiorra Ouji-sama. Karena saya yang telah memerintahkan Nnoitroa untuk mencelakai Ichigo Ouji-sama." ucap Orihime.
Kini Ulquiorra benar-benar tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya mendengar pengakuan Orihime. Dia sungguh tidak menyangka calon istrinya tega melukai adiknya sendiri.
"Kenapa. . Kenapa, Hime Oujyo-sama? Kenapa kau melakukannya?" tanya Ulquiorra sambil menatap Orihime berusaha mencari kebohongan di mata sang calon istri. Namun sepertinya sia-sia saja.
"Anda bertanya kenapa, Ulquiorra Ouji-sama? Apakah anda tidak menyadari bahwa andalai alasan kenapa saya melakukan semua ini, Ulquiorra Ouji-sama." jawab Orihime tetap santai dan tidak sedikit pun merasa bersalah dalam hal ini. Seolah yang dia lakukan adalah benar. Ulquiorra sedikit mengernyit heran sambil berujar.
"Aku tidak mengerti."
"Seandainya anda bisa menatap saya seperti anda menatap Ichigo Ouji-sama. Mencintai saya seperti anda mencintai Ichigo Ouji-sama. Mana mungkin saya akan melakukan semua ini." jawab Orihime dengan tatapan datar.
"Apa maksudmu, Hime Oujyo-sama?" tanya Ulquiorra masih tidak mengerti maksud Orihime yang sebenarnya.
"Anda tidak perlu berpura-pura bodoh, Ulquiorra Ouji-sama. Saya tahu anda memiliki perasaan yang lebih dari hanya seorang kakak kepada Ichigo Ouji-sama, Ulquiorra Ouji-sama. Dari tatapan anda saya bisa memastikannya." jawab Orihime.
". . ."
"Saya benarkan, Ulquiorra Ouji-sama? Dan tahukah anda betapa sakitnya saya mengetahui bahwa calon suami saya sendiri lebih mencintai adik kandungnya -yang bahkan juga berjenis kelamin sama- dari pada saya." seru Orihime.
Ulquiorra menghela nafas sejenak. Lalu membalikan tubuhnya untuk menghadap Nnoitroa yang sedari tadi menatap pertengkaran kecil di antara mereka.
"Kaeru!" perintah Ulquiorra dingin dan datar. Dia tidak mau Nnoitroa mendengarkan pertengkaran kecil mereka ini.
Nnoitroa pun langsung menurut dan pergi dari sana sambil sebelumnya membungkung hormat kepada Ulquiorra dan Orihime.
Mengetahui situasi sudah cukup nyaman untuk berdiskusi, Ulquiorra kembali berbalik dan menatap Orihime yang masih menampakan raut wajah yang tidak berubah.
"Jadi, apa yang kau inginkan sekarang?"
"Aku ingin kita segera mempercepat proses pernikahannya dan jauhi Ichigo. Atau aku akan melakukan hal yang lebih kejam dari ini. Dan anda tentu tahu hal itu hanya akan berakibat buruk pada kesehatan Ichigo kan?"
Ulquiorra kembali menghela nafas berat seolah dia kekurangan oksigen dalam paru-parunya. Lalu berujar sambil menutup matanya.
"Berikan aku kesempatan untuk berpikir sejenak."
"Kashikorimashita."
End Of Flashback...
"Cih! Apa yang sebenarnya sedang terjadi disini?" gumam Ulquiorra sambil memegangi kepalanya yang terasa sedikit berat.
Sebenarnya Ulquiorra bukan tidak mau menikahi Orihime, karena bagaimanapun Orihime adalah wanita pilihannya. Dan dia sudah membawa Orihime pada tingkat seperti ini, dia tidak bisa menolak Orihime dan membatalkan pernikahan mereka. Hal itu hanya akan membuat kedua orang tuanya bingung dan malah akan membrondonginya dengan berbagai pertanyaan. Di tambah lagi, apa kata rakyat tentang keputusan aneh yan akan di ambilnya itu. Yang sebenarnya dia takuti jika dia menikah dengan Orihime adalah hubungannya dengan Ichigo berubah dan tidak akan sama seperti biasanya lagi. Dan Ulquiorra tidak menginginkan hal itu sama sekali. Namun dia juga tidak bisa dan tidak ingin melihat Ichigo terluka.
"Ichigo." gumam Ulquiorra sambil membayangkan wajah Ichigo dalam benaknya."I guess, I have no other choice. Ichigo will understan it, he will find another good person that I am. Aku akan melakukannya untukmu, Ichigo. Hanya ini yang bisa ku lakukan untukmu." Ulquiorra membulatkan tekadnya untuk memilih pilihan tersebut
~.~NaYuCh & KaSaHa~.~
"Apa kau sudah membuat keputusa?" tanya Orihime. Kini dia dan Ulquiorra sedang berada di taman istana karena Ulquiorra yang memintanya untuk mengatakan apa keputusan yang akan di ambilnya.
"Sepertinya aku memang tidak punya pilihan selain mengabulkan permintaanmu. Aku memutuskan akan segera mempercepat proses pernikahan kita. Tetapi untuk permintaanmu tentang menjauhi Ichigo, aku tidak bisa melakukannya. Karena Ichigo tetaplah adikku. Aku tidak bisa tiba-tiba mengacuhkan dirinya. Dia akan semakin tersiksa." jawab Ulquiorra.
"Baiklah. Seperti ini jupa tidak apa-apa." ujar Orihime.
"Saat makan malam nanti, aku akan segera membicarakannya dengan keluargaku, termasuk Ichigo." Ucap Ulquiorra. Lalu dia berbalik dan pergi meninggalkan Orihime.
^.^KaSaHa & NaYuCh^.^
Saat ini Ichigo bersama Ulquiorra dan kedua orang tuanya sedang melangsungkan makan malam bersama, dan entah kenapa Ichigo merasa bahwa suasana di meja makan ini sedikit berbeda. Terutama Ulquiorra yang nampak lebih pendiam dari biasanya. 'ada apa dengan nii-san? Batin Ichigo, sambil memperhatikan gerak gerik kakanya yang sesekali menghela nafas berat seolah sulit sekali mengambil udara di sekitarnya.
"Tou-sama, Kaa-sama ada yang ingin aku bicarakan." celetuk Ulquiorra tiba-tiba, yang langsung membuat semua yang ada di sama -yang tadi sedang berbincang -bincang satu sama lain- menoleh.
"Iya? Ada apa anakku?" tanya Masaki -ibunya- dengan senyum.
"Aku ingin mempercepat pernikahanku dengan Inoue. Karena dia begitu mencintaiku dan sepertinya dia terlihat tidak sabar untuk segera menjadi milikku." papar Ulquiorra datar dan jelas-jelas berbohong.
"Hm, begitukah? Bagaimana istriku?" Isshin meminta tanggapan pada istrinya.
"Kalau kaa-sama sih hanya terserah padamu saja, nak! Apapun pilihanmu, kaa-sama akan mendukungmu selama itu adalah hal positif." jawab Masaki.
"Baiklah. Kalau ibumu sudah setuju, mengapa aku tidak? Kau tinggal membicarakannya dengan orang-orang yang berkepentingan dengan hal ini." ucap Isshin kemudian.
"Arigatou ne, tou-sama, kaa-sama." balas Ulquiorra.
Ichigo POV
Apa? Nii-san akan mempercepat pernikahannya. Kenapa jadi begini? Kenapa nii-san begitu ingin cepat menikah dengan Hime chan? Padahal baru kemarin nii-san masih sangat perhatian sekali denganku. Aku sungguh merasa ada yang janggal dengan keputusan nii-san kali ini.
Aku terus memikirkan alasan sebenarnya kenapa nii-san mempercepat pernikahannya sambil tetap menikmati makananku yang masg belum habis, dan entah kenapa dadaku terasa sesak sekali mendengar berita ini.
End of Ichigo POV.
Ichigo masih terlarut dalam lamunannya tanpa tahu bahwa sejak tadi sang ibu terus memperhatikannya dengan tatapan khawatir. Naluri seorang ibu memang tidak bisa di ragukan sama sekali.
"Ichigo, apakah kau baik-baik saja, nak? Kenapa sedari tadi hanya diam saja. Kau tidak senang kakakmu menikah secepat ini?" tanya Masaki beruntun sambil menepuk pelan bahu Ichigo.
Merasakan tepukan halus di bahunya, kontan Ichigo pun langsung tersadar dari lamunannya. Kemudian dia menggenggam tangan ibunya yang sedang berada di bahunya tersebut.
"Tentu saja aku juga ikut senang, Kaa-sama! Dan aku baik-baik saja kok." jawab Ichigo sambil tersenyum.
"Yokatta ne! Ichigo, bukankah kau juga akan menyampaikan berita penting kepada nii-san mu." tukas Masaki teringat sesuatu.
Ulquiorra yang mendengar hal itu pun segera menoleh ke arah Ichigo dengan pandangan bertanya-tanya. Tapi sebenarnya dia sudah memperhatikan Ichigo sejak dia mengumumkan rencana untuk mempercepat pernikahannya itu. Hanya sekedar untuk melihan ekspresi adiknya tersebut.
"Hm.. Benar juga! Hampir aku lupa, kaa-sama!" Ichigo nyengir tidak jelas.
"Memangnya berita penting apa?" Ulquiorra akhirnya tidak bisa menutupi keingintahuannya akan berita penting yang akan Ichigo sampaikan kepada dirinya.
"Minggu depan aku akan mulai sekolah lagi, Ulqui nii-san!" jawab Ichigo sambil tersenyum dan bersemangat.
"Apa?" Ulquiorra mau tidak mau sedikit terkejut dengan keputusan yang di ambil Ichigo secara tiba-tiba ini. Kalau Ichigo sekolah. . .
"Kenapa, nii-san? Apa kau tidak suka aku bersekolah lagi? Aku sangat ingin sekali di hari-hari terakhirku ini, aku bisi menikmati dunia sekolah yang sudah cukup lama ku tinggalkan."
"Bukan begitu. Aku tau kau sangat menginginkannya, tapi bagaimana dengan kondisi tubuhmu sendiri?" tanya Ulquiorra mengkhawatirkan keadaan Ichigo.
"It'll be alright! Aku tidak akan terlalu memaksakan diri. Lagi pula nanti akan ada Grimmjow yang menemaniku bersekolah disana juga, karena kami seumuran." jawab Ichigo.
"Apa tou-sama dan kaa-sama benar-benar menyetujui keinginannya?" kali ini Ulquiorra bertanya kepada kedua orang tuanya karena mengetahui bahwa dia tidak bisa menghentikan rencana Ichigo tersebut.
"Selama itu akan membuatnya senang, mengapa tidak?" jawab Isshin.
"Hmm..." gumam Ulquiorra tidak jelas. Sepertinya dia sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi dengan keputusan Ichigo ini. Padahal dia berharap dia bisa tetap menemani hari-hari Ichigo, tapi jika Ichigo kembali bersekolah pasti waktunya bersama dengan Ichigo akan berkurang banyak. Dan dia sama sekali tidak mengingnkan hal itu. Tapi apa daya, yang menjadi prioritas utamanya adalah untuk membuat Ichigo bahagia.
"Oh ya, nii-san! Aku juga akan tinggal di asrama yang di sediakan oleh sekolah itu." ujar Ichigo lagi yang langsung membuat Ulquiorra terpaku menatap Ichigo.
"Kenapa? Bukankah itu akan semakin berbahaya jika kau berada di luar istana?" Ulquiorra masih bisa menerima jika Ichigo memutuskan untuk kembali bersekolah. Tapi dengan asrama? Itu tidak mungkin! Dia akan benar-benar tidak bisa menghabiskan waktunya bersama dengan Ichigo lagi.
"Tenang saja, anakku! Tou-sama mu akan mengirimkan penjagaan ketat terhadap Ichigo, sehingga dia akan benar-benar terlindungi. Kami bisa pastikan itu." Ucap Masaki mantap.
"Shikashi."
"Semua akan baik-baik saja, nii-san! Berhentilah mengkhawatirkan keadaanku. Sebaiknya nii-san memperhatikan Hime chan saja ya. Dia gadis yang baik nii-san!" ucapan Ulquiorra langsung di potong oleh Ichigo.
"Hm. Baiklah!" Ulquiorra sudah memang benar-benar tidak bisa lagi menhentikan rencana Ichigo itu. 'Apa yang sebenarnya sedang kau pikirkan, Ichigo? Kenapa kau seperti sedang menjauhi ku? Batin Ulquiorra.
(^o^) NaYuCh & KaSaHa (^o^)
Saat ini Ichigo tengah menikmati pemandangan malam dari beranda kamarnya. Sosoknya terlihat gagah di bawah sinar rembulan. Rambut orangenya sedikit tertiup angin malam yang memang sedikit kencang. Ichigo pun merapatkan selimut yang dia pakai sebagai jaket untuk menutupi tubuhnya dari dinginnya udara malam ini.
"Menikah ya? Apa aku masih bisa merasakan hal itu." gumamnya sambil menatap bulan purnama yang bersinar terang. Dia teringat dengan kejadian di meja makan tadi.
"Aaahh. . Apa yang kau pikirkan, Ichigo! Ayo semangat! Kita nikmati hari-hari terakhir ini dengan sebaik-baiknya!" ucapanya sambil menepuk-nepuk pelan pipinya yang sedikit dingin. Setelah itu, dia pun beranjak ke dalam kamarnya untuk tidur.
^.^ KaSaHa & NaYuCh ^.^
Pagi ini ada yang nampak berbeda dengan penampilan Ichigo. Dia yang biasa mengenakan pakaian semi formal dan nampak seperti pangeran, kini nampak seperti anak SMA pada umumnya dengan kaus turtle neck biru lengan panjang dan jeans hitam. Tidak lupa topi rajutan hitam yang menutupi rambut orangenya. Ichigo pun melihat pantulan dirinya di cermin. Dan dia menganggap semuanya sudah pas.
"Bagaimana penampilanku, Grimm?" tanya Ichigo pada Grimmjow yang sedari tadi dengan setia menunggu Ouji-samanya itu berpakaian.
"Sangat serasi dengan anda, Ouji-sama!" puji Grimmjow.
"Ja, ikimashou!" ucap Ichigo bersemangat. Dia pun kemudian berjalan keluar kamar dengan diikuti Grimmjow.
"Mau kemana kau dengan penampilan seperti itu, Ichigo?" tanya Ulquiorra yang melihat Ichigo baru saja keluar dari kamarnnya dengan penampilan yang berbeda dari biasanya.
"Mengunjungi sekolah baruku." jawab Ichigo santai sambil tersenyum.
"Dengan penampilan seperti itu?" tanya Ulquiorra lagi tetap dengan wajahnya yang datar.
"Mochiro! Kenapa? Apa ada yang salah dengan penampilanku?" Ichigo balik bertanya kepada nii-sannya karena dia merasa penampilannya biasa saja dan sudaq pantas.
"Nandemonai."
"Ja, aku pergi dulu ya nii-san! Mata aismashou!" pamit Ichigo sambil berjalan melewaji Ulquiorra dan melambaikan tangannya.
"Hn." hanya itulah jawaban Ulquiorra. Dia masih terpukul dengan keputusan tiba-tiba dari Ichigo. Jika Ichigo jauh darinya, dia malah akan semakin Khawatir. Dia tidak yakin bisa tenang setelah kepergian Ichigo nantinya.
~.~ NaYuCh & KaSaHa ~.~
Saat ini, Ichigo dan Grimmjow telah sampai di Soul Society High School. Sekolah yang akan menjadi rumah kedua bagi Ichigo nantinya. Dan kini di depannya telah duduk seorang kakek tua dengan janggutnya yang panjang dan berwarna putih.
"Irrashaimase, Ouji-sama! Saya Genryusai Yamamoto kepala sekolah di tempat ini." ujar kakek bernama Genryusai itu sambil mengulurkan tangannya.
"Mohon bantuannya, Yamamoto-san!" balas Ichigo sambil membalas uluran tangan kepala sekolah itu.
"Ini adalah sebuah kehormatan besar bagi saya jika Ouji-sama bersekolah di tempat ini."
"Jadi, bisakah saya berkeliling dan melihat sekolah ini." pinta Ichigo.
"Mochiron! Saya juga telah menyuruh salah seorang murid yang merupakan ketua osis di sekolah ini untuk menemani anda. Mungkin sebentar lagi dia datang." jawabnya.
Dan benar saja perkataan Genryusai tersebut. Tak berapa lama kemudia, pintu ruang kepala sekolah pun terbuka. Dan masuklah seorang pemuda yang mengenakan seragam sekolah ini.
"Maaf, saya sedikit terlamba!" ucap sosok itu kepada kepala sekolah.
"Ya, tidak apa-apa! Kemarilah!" seru Genryusai, menyuruh murid itu untuk mendekat. Murid itu pun berjalan mendekat dan berdiri di belakang Ichigo.
"Ouji-sama, dialah yang nanti akan menemani anda." ucap Genryusai memperkenalkan murid itu.
Ichigo pun membalikan tubuhnya untuk melihat seseorang yang akan mengantarkannya itu. Ichigo menatap sosok murid tersebut yang tanpa diketahuinya, dia lah nantinya yang akan menjadi bagian tepenting dalam sisa hidupnya.
TeBeCe. . ! ^^V
Fiuuhh. . Beres juga.
Yosh.. Mina-san, adakah yang bisa menebak sosok itu?
A/n : hola mina-san. ^^
Wah. . Maafkan kami yang lagi-lagi sangat amat lama mengupdate fic ini. Karena kami punya kesibukan sendiri. Yuu yang sempat terkena WB dan virus malas berkepanjangan. Ditambah beberapa waktu lalu kondisi fisik Yuu sempet drop dan mengharuskan fic ini terbengkalai. Saichi pun sibuk dengan sekolahnya dan juga fic Saichi sendiri.. Honto ni g0menai mina-san.. #bungkuk.
Oh iya. . Untuk chap ini, Reviewnya di balas oleh Saichi..
Balasan Review buat yang ga login.
Zanpaku-nee.
= hehe! Yapz. Benar sekali Orihimelah yang menghentikannya. Ya kan ga gitu juga. Si Ulqui dulu emang cinta beneran. Tapi gak tau kenaga dia jadi selingkuh! #Bletak# Khukhukhu.
Ayo gebukin Nnoitroa #di cero Nnoitroa# Ekh! Gak apa-apa kok! Saichi sama Yuu udah seneng kalo fic ini dapat tanggapan!
Masalah itu. . . Saichi sama Yuu gak bisa memberitahukannya. #kedip-kedip mata sama Yuu#
Gomen ya Zanpaku-san! Kami berniat mengadakan cinta segiempat. Tapi karena udah banyak yang nanya, akhirnya kami meniadakan cinta segiempat itu dan dengan segera dan secepatnya memunculkan Hichigo. Selingkuhannya Saichi itu.#di hajar Ichi# gomen banget.
Maaf juga kami berdua updatenya super duper lama, itu di karenakan Yuu sakit dan Saichi sendiri sibuk sekolah. Gomenne! Ini udah update! Makasih atas reviewnya! RnR lagi yaw!
No name
= Secepatnya! Maaf kami baru update! Makasih atas reviewnya! Wanna RnR again?
Winter Aoi Sakura
= Gak apa-apa kok Aoi-san! Yang penting udah mau review, kami udah seneng! Itu udah ketahuan siapa yang menghentikan Ulqui. Gomen yaw kalau Hichi belum muncul! Secepatnya kami akan memunculkannya! Gomen juga kami gak bisa update cepet karena baik Yuu dan Saichi punya kesibukan masing-masing. Gomen banget! Ini udah update! Makasih atas reviewnya! Wanna RnR again?
Via-Sasunaru
= Gomen, Gomen, Gomen! Sebenarnya kami berniat mengadakan cinta segiempat! Tapi berhubung banyak yang sudah bertanya-tanya tentang si Hichigo, akhirnya Saichi dan Yuu memutuskan untuk segera memunculkan si Hichi itu. Gomen banget ya! Makasih atas reviewnya! Wanna RnR again?
