Please, Stay Here

Chapter 3

Main cast :

Kim Samuel

Kim (Lee) Daehwi

Kim Mingyu (Samuel dad's)

Kim (Jeon) Wonwoo (Samuel mom's)

.

.

.

Berbagai suara terdengar dari arah dapur rumah sepasang suami istri baru ini.

Daehwi sedang memasak sesuatu agar ada sesuatu yang dapat dimakan siang ini. Daehwi memutuskan memilih membuat pancake karena cepat dan mudah serta bahan bahan yang sudah tersedia dilemari pendingin.

Apa kalian sedang bertanya dimana tuan muda Kim ?

Samuel sedang sibuk memeluk istrinya dari belakang yang sedang sibuk memasak. Daehwi sudah berulang kali mengusir Samuel karena pelukan Samuel membuatnya tidak bisa bergerak bebas.

Alasan yang Samuel gunakan adalah agar Daehwi tidak terjatuh karena menurut tuan muda Kim itu Daehwi tidak dapat berdiri dengan seimbang karena permainan mereka semalam.. padahal modus nya itu ckckck..

Lalu kenapa mereka tak menyuruh para maid dirumah itu?

Jawabannya karena Daehwi ingin menjadi istri yang baik bagi suaminya. Bisa bisa Samuel akan kecantol salah satu maid disini karena masakannya yang enak sekiranya itulah yang Daehwi pikirkan, karena itulah tidak ada seorang maid pun yang berani memasak kecuali memang di pinta untuk membuatnya.

"Cha sudah selesai, Sam lepaskan aku.."

Samuel melepaskan pelukan dengan tak rela dan membantu Daehwi menata meja makan.

"Sam bisa kau ambilkan sirup maple di kulkas" pinta Daehwi

Samuel melaksanakan perintah istrinya, lalu duduk berhadapan dengan Daehwi dan memberikan sirup maple yang ia ambil.

Daehwi mengambilkan beberapa pancake lalu menuangkan sirup maple di piring Samuel setelah itu ia baru mengambil untuk dirinya sendiri. Samuel tersenyum karena melihat Daehwi benar benar menjalani tugasnya sebagai seorang istri yang baik bagi nya.

Mereka pun makan dengan hikmat setelah berdoa.

.

.

.

Setelah mereka baerdua menghabiskan sajian dimeja makan, Daehwi akan berdiri untuk mencuci piring bekas mereka makan. Namun, sebelum Daehwi berdiri sempurna, Samuel menghentikan niatan Daehwi.

"Duduk saja sayang.. biar aku yang mencuci piring"

Daehwi bersiap menolak Samuel..

"Aku tidak menerima penolakan" perintah Samuel.

Daehwi yang merasa kalah dari Samuel kembali menempelkan pantatnya pada tempat duduknya. Samuel yang melihat itu tersenyum menang, lalu ia mengumpulkan tempat mereka makan menjadi satu membawanya ke washtafel.

Samuel menyalakan kran air kemudian ia mencuci piring dengan serius..

Didapur itu sekarang hanya terdengar suara air yang mengalir dan bunyi porselen yang beradu.

.

.

" 'CEO Kim Corp yang terkenal karena sikap dinginnya dan kekayaannya sedang mencuci piring dirumahnya' kupikir berita itu akan menjadi tranding topic di Korea jika aku memfotomu sekarang Sam"

Samuel yang merasa tersindir menoleh kan kepalanya kearah Daehwi yang cengengesan tak jelas karena membayangkan ucapannya tadi menjadi kenyataan.

"Hey.. jika kau melakukan itu maka reputasiku menjadi CEO paling keren se-Korea akan hancur" balas Samuel sambil mengeringkan tangan nya.

"Idih narsis banget"

Samuel tersenyum singkat sebelum ia melangkah menuju belakang istrinya lalu memeluknya, ia mendekatkan wajahnya ke telinga Daehwi

"Dan jika kau berani melakukan itu..aku akan membuat mu tak bisa berjalan selama beberapa hari baby" bisik Samuel setelah itu ia menyempatkan diri untuk mencium tengkuk leher Daehwi yang masih terdapat kissmark karyanya.

Daehwi sempat merinding karena nafas hangat Samuel menyapa leher sensitifnya. Setelah itu ia membalikkan badan dan memukuli Samuel brutal karena ucapan Samuel tadi.

"Dasar byuntae!"

Samuel mencoba menghindar dari serangan Daehwi..

"Hey hey stop it baby"

Daehwi menghentikan serangannya karena ia mengira bahwa Samuel kesakitan, timbul rasa bersalah dihatinya sekarang.

"Mian Sam.. apa sakit?" tanya Daehwi khawatir sambil mengelus anggota tubuh suaminya yang baru saja ia serang.

"No… it's okay" Samuel membuat Daehwi percaya dengan senyumnya, membuatnya semakin tampan.

Samuel mendekat kan wajahnya ke wajah Daehwi lalu mengelus pelan pipi putih milik istrinya, kemudian mereka memiringkan kepala kearah berlawanan dan menutup mata menanti apa yang akan terjadi, lalu…

.

.

.

.

"Wah sepertinya kita datang disaat yang salah gyu-ya" ucap Wonwoo yang tetap menatap lekat sepasang suami istri yang belum menjauhkan wajah satu sama lain.

Daehwi yang sadar kedatangan mertuanya, mendorong Samuel agar wajah menjauh dari wajahnya.

Samuel yang merasa terganggu karena kedatangan oemma appanya membuat ia tak bisa mencium Daehwi.

"Mom Dad what are you doing here?" tanya Samuel kesal

"Apa kami tidak boleh datang kemari?" tanya Wonwoo sambil mendudukan diri di kursi meja makan yang masih kosong. Mingyu melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan istrinya.

Wonwoo menatap lekat kedua pemuda dihadapannya itu, namun sekarang pandangannya terkunci pada leher Daehwi yang penuh akan maha karya Samuel.

Daehwi yang menyadari bahwa mertuanya sedang memperhatikan lehernya berusaha menutupi lehernya dengan kedua tangannya. Namun usaha nya gagal karena Wonwoo sudah melihatnya..

Wonwoo menggelengkan kepalanya

.

"Memang ya buah jatuh tak jauh dari pohonnya.. tidak appa nya tidak anaknya semuanya mesum"

.

"Berapa lama kalian melakukannya?" introgasi Wonwoo

Sekarang muka Daehwi benar benar merah karena topic yang sedang dibahas oleh mertuanya..

"Kami melakukannya… mungkin.. 6 jam" jawab Samuel ragu ragu karena ia tidak tahu pastinya tetapi Samuel benar benar mengatakannya dengan nada polos tanpa rasa bersalah

"Asta.."

"Hanya 6 jam!" Potong sang appa Kim

Wonwoo yang merasa ucapannya terpotong menoleh kesal kearah Mingyu..

.

.

"Itu sebentar Sam.. Astaga bukan kah aku sudah mengajarimu banyak gaya, kenapa hanya 6 jam! Kau tau dulu ketika malam pertama eomma dan appa melakukannya hingga sehari penuh"

"Really… WOW It's amazing Dad.. lain kali aku akan mencobanya dengan Daehwi"

"Kau mencoba gaya apa saja?"

"Dad tahu kita baru mencoba gaya…"

Wonwoo dan Daehwi hanya bisa melongokan mulut mereka dengan wajah yang memerah karena pembicaraan seme mereka yang sangat vulgar itu.. Melihat pembicaraan suami mereka bertambah tidak karuan Wonwoo dan Daehwi menyiapkan tangan mereka di belakang kepala suami mereka masing masing dan…

.

PLAAKKK..

.

Mereka memukul dengan keras belakang kepala seme mereka berharap otak mereka sedikit lebih benar malah mereka berharap pikiran mesum suami mereka hilang..

"Akkhh.. appo chagi/yeobo" ujar Samuel dan Mingyu bersamaan sambil mengelus bagian yang tadi digeplak sayang oleh istri mereka.

"Tidak ada jatah untukmu minggu ini Gyu-ya" ancam Wonwoo.

Mingyu memasang wajah bodohnya setelah mendengar apa yang istrinya yang tak dapat dibantah.. jika dibantah mungkin asetnya yang paling berharga akan ditebas dengan pisau daging.

Mingyu menatap asetnya dengan pandangan sedih karena asetnya tak dapat merasakan surganya minggu ini..

"Sabar ya.. kau tidak bisa menggunjungi surgamu minggu ini" gumam Mingyu sambil mengelus asetnya yang berharga dari luar celana yang ia kenakan.

PLAAKK..

Wonwoo menggeplak sayang lagi kepala suaminya..

"Ku tambah menjadi 1 bulan dan kau harus tidur di kamar tamu"

Wajah Mingyu bertambah nelangsa..

.

.

"Ini sakit chagi" adu Samuel sambil terus mengusap belakang kepalanya

Daehwi yang merasa kasihan ikut mengusap belakang kepala Samuel yang baru menjadi korban kekerasan oleh nya.

"Makanya jangan mesum"

"Eeii.. mesum mesum gini kau mencintai ku kan?" balas Samuel sambil mengedipkan sebelah matanya.

"-_-!"

.

.

"Oh iya.. kapan kalian akan membuatkan eomma cucu?" Ucap Wonwoo memecahkan keheningan dimeja makan.

Seketika tubuh Daehwi dan Samuel serasa diguyur air es karena pertanyaan Wonwoo.

"Mom.. kita baru menikah kemarin masa iya langsung jadi… Kan ga seru! Aku masih ingin menikmati waktu ku dengan Daehwi dulu sebagai suami istri.. Lagi pula kita masih muda untuk mempunyai anak secepat itu" sanggah Samuel pada eommanya.

"Itu benar yeobo.. biarkan mereka bersenang senang dahulu dan mereka memang masih tergolong muda untuk memiliki anak.." ucap Mingyu membenarkan ucapan anaknya.

"Dan jangan terlalu memfikirkan tentang masalah anak Daehwi-ya" lanjut Mingyu untuk menenangkan menantunya.

Daehwi tersenyum terpaksa agar tidak membuat tuan besar Kim khawatir.

Keluarga kecil itu saling berbagi kisah mereka membuat suasana didapur rumah mewah itu terasa hangat sesekali mereka tertawa.

Namun, dipikiran Daehwi saat ini masih memikirkan perkataan Wonwoo..

.

"Anak ya"

.

.

SKIP

.

.

Setelah berapa hari peristiwa kedatangan Wonwoo. Samuel dan Daehwi melakukan rutinitas mereka seperti biasa. Samuel menjadi CEO diperusahaannya dan Daehwi menjadi guru music disalah satu sekolah.

Namun, sepertinya ada yang berubah dari Daehwi. Ia menjadi lebih pendiam setelah kepulangan Wonwoo dan Mingyu tempo hari lalu, meskipun Daehwi menjadi pendiam ia tetap melakukan tugasnya menjadi seorang istri.

Seperti membangunkan Samuel, menyiapkan baju untuk kerja Samuel, memasak, dan lain lain.

Samuel yang merasa bahwa istrinya menjadi pendiam padahal biasanya ia sangat cerewet mencoba bertanya pada Daehwi, namun hanya dijawab dengan jawaban yang membuatnya tak puas dengan jawaban yang dilontarkan.

.

Deru mobil dihalaman rumah megah itu mala mini. Seorang pemuda tampan keluar dari mobil. Salah satu maid rumah itu membukakan pintu untuk Tuannya.

Samuel memberikan tas kerjanya, kemudian ia melonggarkan dasi kerjanya.

"Dimana Daehwi?" tanya Samuel kepada Bibi Song sang kepala maid.

"Nyonya berada dikamarnya Tuan"

"Ia sudah makan?"

"Sudah Tuan, namun Nyonya hanya makan sedikit"

Samuel menghela nafassnya setelah mendengar laporan Bibi Song. Ia menganggukan kepalanya singkat sebagai ucapan terima kasih. Lalu ia melangkah kan kakinya menuju lantai 2 dimana kamarnya dan Daehwi berada.

.

.

Ceklek

.

.

.

.

.

TBC

Reviews juseyo..^^