That's Me, Who'll Teach You Anything

Chapter 4

.

.

.

Judul : That's Me, Who'll Teach You Anything.

Author : Sam.

Genre : Yaoi, Brothership, A little bit comedy.

Pairing : Baekyeol, HunHan and others.

Cast : Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Luhan, and others member EXO.

.

.

HAPPY READING!

.

.

-START-

.

.

.

Trrrrt Trrrrt

"Baekhyunnie!"

"Ne Hyung"

"Kau tadi menelponku, ada apa? Kau perlu sesuatu?"

"Ani hyung, ummm a-aku nanti mau pulang sendiri saja hyung, ada yang harus kukerjakan dulu. Aku nanti akan minta jemput sopir saja, bolehkan hyung?"

"Arasseo, jangan lama-lama"

"Ne hyung"

Tuuut tuuut

.

.

-Baekhyun Pov-

.

Suara Luhan hyung terdengar sangat lesu, dan juga dia tidak bertanya macam-macam saat aku bilang mau pulang sendiri, itu tidak seperti biasanya. Luhan hyung pasti masih sedih karena bertengkar dengan Sehunnie. Yang dilakukan Sehunnie pada Luhan hyung sama seperti yang dilakukan Chanyeol padaku. Hiks! Pasti Sehunnie sangat marah pada hyung. Pasti hyung sangat bersedih karena hal itu. Dan sudah pasti sekali semua itu karena aku, hiks! Maafkan aku, benar kata Sehunnie aku harus bisa menjaga diriku sendiri tidak perlu mengekori Luhan hyung terus. Luhan hyung bukan hanya milikku, tapi juga milik Sehunnie, apalagi Sehunnie pacar Luhan hyung.

.

-Baekhyun Pov End-

.

.

-Author Pov-

.

Baekhyun berjalan dengan langkah lesu, dia bingung mau kemana, karena dia tadi berbohong pada Luhan kalau ada yang harus dikerjakan. Bagaimana nanti kalau hyungnya curiga dan bertanya pada Kyungsoo. Ah iya benar, dia juga harus mengarang cerita pada kyungsoo dulu. Baekhyun mencari Kyungsoo sampai dilapangan basket, dan dilapangan basket terlihat ramai, ternyata ada pertandingan. Setelah mata Baekhyun mencari-cari Kyungsoo ternyata ketemu, Kyungsoo sedang duduk manis dibangku penonton. Baekhyun hendak menghampirinya, tapi langkah Baekhyun terhenti saat Kyungsoo melambaikan tangannya pada seseorang. Kyungsoo melambai pada Kai, dan Kaipun menghampiri Kyungsoo. Mereka terlihat sangat senang, Baekhyun mengurungkan niatnya karena melihat hal itu, dia tidak ingin mengganggu mereka berdua. Baekhyun takut merepotkan dan takut karena kehadirannya membuat semuanya jadi kacau.

Baekyun akhirnya hendak meninggalkan mereka berdua, namun terdengar sorakan dari para penonton yang membuatnya kaget, tanda bahwa pertandingan segera dimulai. Ternyata Kai ikut pertandingan itu. Dan akhirnya Baekhyun memutuskan melihat saja, ini bisa menjadi alasannya pulang terlambat, toh Kyungsoo juga begitu.

Baekhyun memilih duduk ditempat yang agak sepi, duduk dibagian depan agar bisa melihat pertandingan dengan leluasa. Baekhyun melihat para pemainnya, sebagian dia mengenalnya, ada Kai dan... Chanyeol? Baekhyun bimbang, apakah dia harus pergi atau tidak, dia takut Chanyeol melihatnya dan tiba-tiba memarahinya. Tapi akhirnya Bakehyun memilih tetap tinggal disitu, mungkin Chanyeol juga tidak melihatnya, Chanyeol akan fokus pada pertandingannya.

'Benar, itu benar. Chanyeol tak akan melihatku, untuk apa dia melihatku' batin Baekhyun

.

-Auhtor Pov End-

.

.

-Chanyeol Pov-

.

Hari ini ada pertandingan basket. Kelas 1 melawan kelas 2. Tiga dari kelas 1 adalah dari kelasku. Ada aku, Kai dan Sehun. Dan tiba-tiba saja Sehun bilang tidak bisa ikut, alasannya dia sakit perut sejak kemarin, ck bodoh. Tapi aku tau alasan sebenarnya, itu karena kejadian tadi. Akhirnya dia digantikan oleh yang lain. Biarlah aku masih yakin kelas 1 bisa menang, karena ada aku tentunya.

Akhirnya kami memasuki lapangan, Kai malah sudah lebih dulu, dia menemui kekasihnya dibangku penonton. Aku lihat penonton cukup ramai, bagus kalau begitu. Kuedarkan pandanganku melihat banyaknya penonton, namun mataku terhenti disatu titik, di bangku penonton yang tidak begitu ramai, dia duduk memisahkan diri, duduk sedikit kedepan. Seorang namja kecil, dia Baekhyun. Kenapa dia tidak duduk saja bersama Kyungsoo, ah aku tau alasannya. Ck dasar anak itu, kadang aku juga kasihan melihatnya. Segera kupalingkan saja wajahku. Jika aku kedapatan melihatnya, dia pasti akan langsung pergi. Aku ingin dia tetap disitu. Entah kenapa aku ingin dia melihat permainan basketku, aku ingin dia memperhatikanku. Eh? Tunggu! Kenapa aku ingin dia memperhatikanku? Apa aku ingin mencari perhatiannya? Memangnya untuk apa? Kau ini kenapa Park Chanyeol? Ah sudahlah, bertandingan akan segera dimulai.

.

-Chanyeol Pov End-

.

.

-Author Pov-

.

Pertandingan basket telah selesai, dan tentu saja team kelas 1 yang memenangkannya. Segera setelah pertandingan usai Baekhyun langsung pergi meninggalkan lapangan, dia segera menghubungi sopirnya untuk dijemput. Sementara itu, Chanyeol terlihat sedang mencari-cari dimana keberadaan Baekhyun.

"Aish! Dimana anak itu? Dasar! Dia selalu seperti itu, datang dengan tiba-tiba dan hilang dengan tiba-tiba. Dan selalu disaat yang salah. Ck!"

"Hei, kau! Tunggu apa kau melihat Baekhyun pergi?" tanya Chanyeol pada teman sekelasnya, yang tadi duduk di sekitar Baekhyun.

"Ummm, aku lihat dia langsung pergi setelah menelpon, mungkin sekarang dia sudah pulang" jawab orang itu yang langsung pergi.

"Ck! Apa dia pulang sendirian?"

"Aish! Kenapa aku khawatir seperti ini? Ah sudahlah aku pulang saja!" kata Chanyeol sambil mengacak rambutnya.

.

.

.

Baekhyun sudah berada didalam mobil jemputannya, dia menatap kearah sisi jalan melalui jendela mobil yang terbuka. Dia menerawang keluar, pandangannya tidak fokus, namun tiba-tiba dia teringat sesuatu.

"Ah, ahjussi! Bisakah kau mengantarku kesuatu tempat?" tanya Baekhyun pada sopirnya.

"Tapi tuan muda, tuan muda Luhan memintaku untuk segera membawamu pulang"

"Hanya sebentar, kumohon. Aku sudah bertahun-tahun tidak kesana, mungkin tidak akan kesana lagi setelah ini. Ini yang terakhir aku memintanya" pinta Baekhyun memelas. Dan akhirnya sang sopirpun tidak tega dan mengantar ketempat yang majikannya pinta itu.

.

.

.

"Akhhh sial, sekarang aku harus memutar jalan karena jalan yang biasa aku lewati untuk pulang sekarang ada perbaikan jalan" kata Chanyeol sambil berjalan kesal.

"Terpaksa aku harus lewat sini. Eh tunggu dulu, bukannya jalan ini menuju tempat itu? Kenapa aku memilih jalan ini, bukankah banyak jalan menuju rumahku. Ahhh sial, sudah terlanjur, aku teruskan saja. Lagipula sudah lama aku tidak lewat sana." Akhirnya Chanyeol memutuskan untuk terus jalan, dan menuju suatu tempat. Setelah sampai dia hanya mengedarkan pandangannya ditempat itu. tempat itu adalah taman yang sering dia datangi waktu kecil.

"Ahhh, ternyata udaranya masih segar seperti dulu, sudah lama aku tidak kesini, semenjak terakhir kali aku melakukan hal memalukan itu." kata Chanyeol seraya duduk dikursi taman, istirahat sejenak dari perjalanan pulangnya yang sedikit masih jauh.

"Sebenarnya setelah itupun aku masih ingin kesini, tapi anak itu sepertinya sudah tak pernah datang juga. Aku sebenarnya ingin meminta maaf, karena mengatainya bodoh, tapi saat itu aku terlalu gengsi" Chanyeol mengingat masa kanak-kanaknya saat dulu sering main di taman ini.

Setelah agak lama bernostalgia, akhirnya Chanyeolpun beranjak dari bangku taman, hendak melanjutkan perjalanan pulangnya, sembari melirik kearah sisi taman yang lain, yaitu tempat dia terakhir kali bersama anak itu. Sisi taman yang dipenuhi dengan bunga. Namun dia mendapati pemandangan lain disana. Dia melihat seorang namja berdiri disana, tapi dia tidak bisa melihat namja itu, karena namja itu berdiri memunggunginya. Chanyeol merasa sedikit penasaran karena namja itu memakai seragam yang sama dengan yang dipakainya. Akhirnya Chanyeol sedikit mendekat kearah namja itu, mungkin dia mengenal namja itu. Dan mungkin namja itu memiliki kenangan ditempat ini juga. Saat Chanyeol sudah hampir mendekat, namja itu berbalik arah menghadapnya dengan tiba-tiba. Dan itu membuat keduanya kaget.

"Ah kau! Kau membuatku kaget! Apa yang kau lakukan disini? Kau sendirian?" kata Chanyeol sedikit kaget melihat siapa yang ada didepannya, kata-katanya sedikit keras karena dia terkejut.

"Ah ma-maf Chanyeol membuatmu kaget. Ne aku sendirian, aku hanya melihat-lihat saja, eumm jangan khawatir aku sudah mau pergi" kata Baekhyun sedikit gugup, dia sedikit terkejut dengan suara Chanyeol.

"A-ah aku tidak bermaksud membentakmu. Seperti yang kukatakan aku hanya kaget. Dan eumm untuk... untuk yang lalu aku... aku minta ma-" Chanyeol sedikit ragu-ragu, sulit untuknya untuk meminta maaf, dia masihn gengsi.

"Maaf!" akhirnya kata-kata itupun keluar, tapi kata itu bukan berasal dari mulut Chanyeol.

"Ne?"

"Untuk yang lalu, aku minta maaf Chanyeol. Eumm ah aku harus segera pergi, annyeong!"

GREB

"Eh?"

Tangan Chanyeol reflex menggenggam lengan Baekhyun yang hendak pergi. Chanyeolpun tidak mengerti, tanpa disuruh tangannya bergerak sendiri. Dan itu membuat Baekhyun kaget dan tentu saja dirinyapun ikut kaget.

"Maaf" kata itupun akhirnya terlontar, dan kali ini keluar dari mulut Chanyeol.

"Ah, tidak Chanyeol, kau tidak perlu meminta maaf"

"Kau tidak harus pergi, apa kau pergi karena melihatku?" tanya Chanyeol masih dengan menggenggam lengan Baekhyun.

"Ah ani, aku memang akan pergi, itu bukan karenamu" elak Baekhyun.

"Kalau begitu bisakah kau tetap disini?" pinta Chanyeol. Kali inipun bibirnya seraya bergerak sendiri. Kenapa dia harus meminta Baekhyun tinggal?

'Sepertinya ada yang salah dengan diriku hari ini' batin Chanyeol.

"A-ah ne, ka-kalau Chanyeol memintanya" Baekhyunpun bingung dengan permintaan Chanyeol yang tiba-tiba, namun akhirnya Baekhyunpun menerima tawaran itu.

Setelah mendapat persetujuan dari Baekhyun, akhirnya Chanyeol melepaskan genggamannya. Chanyeol dan Baekhyun berdiri berdampingan menatap bunga-bunga yang indah didepan mereka. Untuk sesaat suasana menjadi hening.

"Chanyeol"

"Hmmm"

"Permainanmu tadi hebat"

"Apa kau melihatnya?"

"Ne, sejak kapan Chanyeol menyukai Basket?"

"Sejak lama, tidak tahu pastinya"

"Oh, pasti menyenangkan ya"

"Tentu"

'Tunggu, kenapa canggung sekali, dan kenapa selalu percakapan singkat yang kami lakukan. Dan bukannya aku yang mengajaknya menemaniku? Tapi kenapa malah aku yang membuat suasana tidak menyenangkan ini. Dan kenapa sepertinya aku peduli?' batin Chanyeol

"Kenapa kau datang ketempat ini?" akhirnya Chanyeol sekarang yang memulai percakapan sebelum suasana hening kembali.

"Aku rindu tempat ini, terutama disini, karena banyak bunga. Juga ini mengingatkanku pada suatu hal. Kalau Chanyeol?" tanya Baekhyun balik.

"Aku hendak pulang, kebetulan lewat sini, dan aku putuskan mampir saja"

"Dan ummm, apa kau sering kesini dulu? Aku tidak pernah melihatmu, karena aku dulu sering main kesini, sedikit banyak harusnya aku ingat" tanya Chanyeol sedikit penasaran. Ini pertama kalinya dia ingin tau masalah orang, ini tentunya aneh, terutama untuknya.

Baekhyun tersenyum sangat manis mendengar Chanyeol bertanya tentangnya, dan Chanyeol tidak sengaja melihat senyuman itu.

DEG

'Apa itu? Dia tersenyum, tapi kenapa sangat manis? Arggh kenapa aku?' batin Chanyeol bingung.

"Ne, aku dulu pernah bermain kesini beberapa kali, tapi tidak sering. Tepatnya saat aku kira-kira berumur 10. Tapi setelah kejadian itu aku tidak pernah lagi datang kesini" senyum Baekhyun sedikit memudar, dan itu memancing rasa penasaran Chanyeol, terlebih lagi setelah mendengar apa yang dikatakan Baekhyun.

'10 tahun? Ketaman ini? Mungkinkah?' batin Chanyeol.

"Kalau boleh tau kejadian apa?" Chanyeol mencoba melihat kearah Baekhyun saking penasarannya.

"Chanyeol mau mendengarkannya?" tanya Baekhyun reflex melihat Chanyeol yang ada disampingnya, dan akhirnya mereka bertatapan. Karena gugup Chanyeol memalingkan wajahnya. Dan Baekhyun hanya tersenyum.

"Aku membuat beberapa kesalahan, ah maksudku banyak" Baekhyun kembali terdiam sebelum meneruskan ceritanya.

"Aku menemukan tempat ini, karena Luhan hyung yang memberitahuku, setelah itu aku beberapa kali kesini. Untuk bermain dan juga memetik beberapa bunga untuk eomma, aku ingin eomma senang. Tapi aku salah, aku malah membuatnya semakin kacau. Itu kesalahan pertamaku"

"Selanjutnya. Saat aku bermain kesini, aku senang karena banyak anak seumuranku juga yang bermain. Lalu aku melihat seorang anak laki-laki yang sepertinya sangat bahagia bersama teman-temannya, aku berharap bisa seperti dia. Berkejar-kejaran dengan yang lain. Namun suatu hari anak itu menghampiri, jantungku bedetak sangat kencang. Mungkin aku menyukainya. Terdengar aneh ya? Hehehe" Baekhyun bercerita penuh semangat saat mengingat kejadian itu, beberapa kali dia tersenyum.

Tapi berbeda dengan Chanyeol, semakin dia mendengar cerita dari Baekhyun, semakin dia merasa familiar dengan kejadian itu. Chanyeol berusaha tidak menginterupsi cerita Baekhyun, dia mendengarkan tanpa mengeluarkan suara.

"Tapi aku melakukan kesalahan lagi. Anak itu baik, sudah mau mengajakku bicara, memberiku seikat bunga. Dan memberikanku ummm... sebuah hadiah lainnya, tapi aku membuatnya marah. Dia kemudian pergi meninggalkanku, aku ingin mengejarnya tapi larinya sangat cepat. Hari berikutnya aku mencarinya, tapi dia tidak pernah muncul..." terlihat wajah Baekhyun yang sangat menyesal, dia menundukkan wajahnya.

DEG

'Apa tadi yang barusan dia katakan? Memberi bunga? Memberi hadiah? Hadiah apa, kenapa dia seperti menyembunyikan sesuatu? Dan kenapa yang dia ceritakan, sepertinya tidak asing. Bukan, tidak, bukan tidak asing lagi. Itu malah terdengar hampir sama, seperti yang terjadi padaku, orang yang diceritakan seperti... seperti apa yang aku alami. Oh tidak! Jangan katakan memang benar sama. Tapi kalau itu benar, apa dia terus mencariku setelah aku mengatainya bodoh dan membentaknya? Dan kenapa dia mencariku? Dan dia bilang kalau dia menyukai anak itu? Aish aku ragu untuk menanyakannya' batin Chanyeol.

"Apa kau sekarang masih mencarinya? Dan sebenarnya untuk apa kau mencari anak itu?" akhirnya Chanyeol bertanya. Meski itu belum semua dari apa yang ingin dia tanyakan.

"Itulah kenapa aku datang kemari, siapa tau dia tiba-tiba muncul. Ah tapi aku tidak tau apapun tentangnya, mustahil aku bisa bertemu dengannya lagi. Dan belum tentu dia juga mau bertemu denganku lagi. Sebenarnya aku ingin bertemu dengannya hanya untuk mengatakan satu hal, yaitu 'Maaf'"

"Maaf karena aku mengecewakannya, maaf karena aku membuatnya marah, dan maaf karena aku yang menjadi alasannya tidak kembali ketaman ini lagi"

DEG

Jantung Chanyeol semakin berdenyut setiap Baekhyun melanjutkan ceritanya, sebagian dari diri Chanyeol tidak ingin mendengar itu, tapi sebagian dari dirinya yang lain ingin memastikannya.

"Apa kau sama sekali tidak tahu apa-apa tentangnya?"

"Eumm tidak, yang aku ingat dia itu tampan, dan senyumannya sangat indah. Siapapun yang melihatnya akan merasa bahagia. Dia juga tinggi diantara anak-anak yang bermain bersamanya. Dan dia... mirip Chanyeol"

DEG

'Berhenti, jangan katakan lagi' Chanyeol masih bergelut dengan fikirannya.

"A-ah bukan maksudku menyamakannya denganmu Chanyeol. Dia pasti bukan Chanyeol. Maksudku kalian sama-sama tampan. Tentu saja Chanyeol tidak mungkin melakukan 'hal itu' kepadaku" Baekhyun mencoba menjelaskan, berharap Chanyeol tidak salah paham. Baekhyun takut Chanyeol akan marah.

"Melakukan 'hal itu'? Apa maksudmu?" Chanyeol memicingkan matanya, berharap yang Baekhyun maksud dengan 'hal itu' adalah sama yang dilakukan Chanyeol pada seseorang dulu. 'Ciuman'.

"Ti-tidak bukan apa-apa. Tak usah dipikirkan hehe" jawabnya gugup, dan mencoba mengalihkan perhatian. Dan Chanyeol tentu saja sangat penasaran, tapi dia tidak menunjukkannya secara langsung.

"Oh, baiklah. Dan apa kau masih mau meneruskan ceritamu?" entah mengapa, Chanyeol sedikit menikmati percakapannya kali ini bersama Baekhyun. Dia sedikit ingin menahan Baekhyun lebih lama bersamanya. Hitung-hitung untuk menebus rasa bersalahnya, mungkin juga karena memang dia ingin.

"Ummmm" Baekhyun sedikit tampak ragu, namun dia tetap melanjutkannya.

"Mungkin ini kesalahan terbesarku. Aku... seperti yang aku bilang, selalu ketempat ini. Selain untuk mencari anak itu, aku juga memetik bunga untuk eomma. Berharap dengan begitu eomma akan senang dan sembuh. Tapi aku mengacaukan semua. Bukannya eomma senang dan sembuh, aku malah membuat eomma khawatir dan... pergi jauh...hiks" baekhyun tidak bisa melanjutkannya lagi, akhirnya air mata yang sedari tadi ditahannyapun jatuh. Baekhyun menatap kearah langit.

Sementara Chanyeolpun ikut merasakan kesedihan itu, dia bingung harus berbuat apa. Tangan kanannya sudah naik hendak merangkul bahu Baekhyun, namun tangan itu hanya berhenti ditengah jalan. Dia tak tega melihat Baekhyun yang menangis, tapi diapun tak ingin Baekhyun salah paham. Tunggu! Kenapa dia takut kalau Baekhyun salah paham? Merangkul seseorang bisa jadi itu menunjukkan rasa simpati terhadap teman, atau yang lainnya. Ataukah Chanyeol menghindari perasaan lain terhadap Baekhyun?

"Kau tau Chanyeol, appa juga akhirnya meninggalkanku karena aku sangat nakal. Dan sekarang hanya ada Luhannie hyung dan Kyungsoo. Dan aku... beberapa waktu yang lalu, membuat kesalahan yang sama...hiks" tak ada tanggapan dari Chanyeol, dan Baekhyunpun mencoba menenangkan dirinya sendiri. Sesekali Baekhyun memandang kearah Chanyeol dan tersenyum tipis. Baekhyun berfikir bahwa Chanyeol bosan dengan ceritanya dan bosan melihatnya menangis. Baekhyun akhirnya memtuskan untuk pergi.

"Chanyeol, aku rasa aku terlalu banyak bicara. Ummm terima kasih mau mendengarkan ceritaku. Lain kali aku akan mendengarkan ceritamu jika kita bertemu lagi. Aku harus pergi annyeong!"

Baekhyun benar-benar pergi sekarang, dan kali ini Chanyeol tak mencegahnya. Sepertinya Chanyeol sudah bisa mengendalikan tubuhnya, atau dia terlalu takut untuk memperlihatkan perasaannya? Sedari tadi dia mengepalkan tangannya, mencoba menahannya agar tidak merangkul Baekhyun. Ah salah, saat Chanyeol ternyata menyadari Baekhyun melihat kearahnya dan tersenyum kecewa. Tangan itu, bukan hanya ingin merangkul Baekhyun, tapi ingin memeluknya. Dan lagi Chanyeol merasa bahwa dirinya jahat, karena Chanyeol terkesan seperti tidak peduli apa yang dikatakan oleh Baekhyun. Dan satu hal lagi Chanyeol seperti menyadari sesuatu, sesuatu yang sama yang dia rasakan dulu terakhir kali bertemu anak itu, anak dalam mimpinya.

.

-Author Pov End-

.

.

-Chanyeol Pov-

.

Benar… benar sepertinya dia anak itu, anak yang dulu aku suka, anak yang pernah kuberi bunga, anak yang pernah aku cium dan anak yang aku panggil 'bodoh' dengan membentaknya. Anak itu… namja itu… aku yakin dia Byun Baekhyun. Aku tak ingin percaya, tapi setiap kali dia bercerita jantungku berdetak semakin kencang. Benar, sejak aku bertemu dengannya, mimpi itu datang kembali.

Lalu bagaimana sekarang? Setelah aku tahu bahwa Baekhyun adalah anak itu? Apa aku harus diam saja? Pura-pura tak tahu apapun? Tapi bukankah Baekhyun mencariku? Tapi aku juga tak mau tiba-tiba bilang bahwa aku adalah anak laki-laki yang dia cari! Apa karena aku masih tak mau menerima bahwa yang kusukai dulu adalah namja? Tapi bukankah itu masa lalu? Dan apa salahnya dengan menyukai seorang namja? Eumm, baik itu salah! But, whatever!

Tapi kenapa perasaan itu muncul lagi? Dan sekarang lebih hebat! Apa aku akan menolak perasaan itu lagi dan menyesal lagi? Menyesal aku bilang? Apa dulu aku menyesal setelah tak melihatnya sekian lama? Aku benar-benar bingung, terlalu banyak pertanyaan dikepalaku. Baekhyun kau benar-benar membuatku gila!

.

-Chanyeol Pov End-

.

.

SKIP TIME

.

.

.

-Author Pov-

.

Seiring berjalannya waktu, sepertinya hubungan Baekhyun dan Chanyeol tak secanggung biasanya. Baekhyun sudah tak menghindari Chanyeol, namun meski begitu, Baekhyun masih tak berani menyapa bahkan mengobrol dengan Chanyeol, begitu sebaliknya. Mereka hanya tersenyum jika kebetulan bertemu. Namun berbeda dengan hubungan Sehun dan Luhan. Sudah tiga hari ini mereka tak pulang bersama, bahkan tak jarang Luhan menghindari Sehun jika tak sengaja berpapasan. Dan ini tentu membuat Sehun gila. Dan masih saja menyalahkannya pada Baekhyun.

"Ck! Sial! Jika bukan karena Baekhyun, pasti tidak akan begini jadinya. Dan aku tak perlu bertengkar hebat dengan Luhannie hyung! Huh!" Sehun langsung terlihat kesal, sembari duduk disamping teman sebangkunya itu.

"Jangan menyalahkan orang lain karena kesalahanmu sendiri. Dan apa hubungannya dengan anak SD itu?"

"Ya! Dia penyebabnya, gara-gara dia kami harus beradu pikiran dan mulut"

"Apa terjadi sesuatu diantara kalian berdua?" Tanya Chanyeol yang sebenarnya dia sudah tau jawabannya

"A-ah ti-tidak"

"Benarkah?"

"Benar! Dan kau kenapa membela anak itu? Sikapmu akhir-akhir ini juga aneh"

"Aku tidak membela siapapun, aku hanya bilang jangan menyalahkan orang lain"

"Dan juga lebih baik, kau selesaikan masalahmu dengan Luhan"

"Aku juga mau begitu, tapi dia selalu menghindariku, melihatku saja tak mau"

"Ck! Kau ini kan semenya, masa begitu saja sudah menyerah. Hah! Memalukan"

"Yak! Kau ini, bukannya membantu, malah ikut membebaniku. Lebih baik urusi saja urusanmu sana dengan anak itu!"

"Maksudmu siapa?"

"Baekhyun"

"Aku tak punya urusan apa-apa"

"Ah jangan berbohong! Kalian terlihat seperti punya sesuatu"

"Kau ini, aku bilang tidak ada ya tidak ada!"

"Iya iya baiklah"

'Oh tetu saja aku dan Baekhyun punya urusan yang belum terselesaikan. Apa aku segera menyelesaikannya saja ya? Ah tidak-tidak. Maksudku tidak untuk saat ini. Aku akan mencari waktu yang tepat!" batin Chanyeol yang masih memasang wajah datarnya seperti tak terjadi apa-apa.

.

SKIP TIME

.

.

.

"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Chanyeol yang datang menghampiri Baekhyun yang sedang duduk dibangku area sekolah yang tidak terkena hujan, Chanyeolpun memposisikan dirinya duduk disebelah Baekhyun.

"Menunggu Luhannie hyung. Eumm Chanyeol belum pulang?"

"Hmm, kau sendirian? Diamana Kyungsoo?"

"Ne, Kyungsoo sudah pulang duluan, katanya ada yang mau diambil dirumahnya sendiri. Aku mau menunggu Luhannie hyung, sebentar lagi dia akan kesini"

Chanyeol memperhatikan Baekhyun, dilihatnya Baekhyun yang mengusap-usap lengan atasnya sendiri, dan badannya sedikit bergetar karena kedinginan.

"Apa kau kedinginan?"

"Ne!"

"Pakai ini!" Chanyeol melepaskan jaketnya untuk diberikan kepada Baekhyun, Chanyeol hendak memakaikannya tapi diurungkan niatnya itu, dia memberikannya begitu saja.

"Eh? Tapi Chanyeol bagaimana? Apa Chanyeol tidak merasa kedinginan?"

"Sudah pakai saja, aku suka hawa dingin" perintah Chanyeol, yang akhirnya Baekhyun mau memakainya, hanya mengenakannya dipundaknya tapi seperti memakai selimut karena jaket Chanyeol sangat besar. Baekhyun terlihat lucu karena memakai jaket yang kebesaran itu tapi Chanyeol menyukainya.

Namun Baekhyun masih merasa kedinginan, padahal sudah memakai jaket yang diberikan Chanyeol. Karena tak tahan dengan rasa dinginnya, akhirnya Baekhyun memberanikan diri untuk mendekat kearah Chanyeol. Dan Chanyeol yang menyadarinya membiarkan hal tersebut.

"C-chan" suara Baekhyun sedikit bergetar, karena masih merasa dingin.

"Ne?"

"Bo-bolehkah aku merapat lagi kearahmu? Aku masih kedinginan"

"A-ah boleh, lakukan apa saja untuk membuat dirimu hangat"

"Gomawo"

GREP

DEG DEG DEG

Baekhyun tiba-tiba saja memeluk Chanyeol yang berada disampingnya, dan Chanyeol sedikit kaget, dia mengira Baekhyun hanya akan merapat kearahnya. Jantung Chanyeol berdebar cukup keras. Tanpa dikomando, sebelah tangannya merangkul bahu gemetar Baekhyun, dan kali ini memang Chanyeol yang menginginkannya.

"Chan?" tanya Baekhyun tiba-tiba dan mendongakkan kepalanya menatap Chanyeol.

"Sepertinya kau memang kedinginan. Coba dengar, jantungmu berdebar keras" kata Baekhyun polos sambil menempelkan telinganya didada Chanyeol.

"Aku juga seperti ini jika aku merasa kedinginan, apa kau juga ingin merasakan jantungku?" kata Baekhyun lagi masih dengan tampang polosnnya, dan sekarang mencoba menaruh tangan Chanyeol didadanya.

Sedangkan Chanyeol tak habis pikir dengan orang didepannya. Wajah Chanyeol memerah saat Baekhyun meletakkan tangannya didada Baekhyun. Jantungnya semakin berdetak cepat.

"Ah Chanyeol! Mungkin kau demam. Lihat sekarang wajahmu memerah. Perubahan suhu tubuhmu tidak stabil. Ayo kita kembali kedalam, ke Uks?" Baekhyun khawatir melihat keadaan Chanyeol, dia meletakkan punggung tangannya dikening Chanyeol. Sementara Chanyeol, semakin salah tingkah dibuatnya.

"ANI! Aku tidak apa-apa! Aku tidak demam! Kau tidak perlu mencemaskanku, cemaskan saja dirimu!" Chanyeol membentak Baekhyun, sepertinya ini sudah menjadi kebiasaan Chanyeol. Jika dia merasa gugup dengan tingkah Baekhyun, Chanyeol otomatis akan membentak Baekhyun. Tentu saja Baekhyun selalu terkejut, meski sudah sering mendengarnya, karena suara Chanyeol sangat menggelegar ditelinga Baekhyun. Chanyeol sebenarnya tidak ingin membentak Baekhyun, tapi itu reflex, dan akhirnya dia akan menyesal dengan perbuatannya.

"Ne" hanya itu yang mampu Baekhyun ucapkan, Baekhyun sedikit melonggarkan pelukannya.

"Hah, mian. Kau tidak usah khawatir, aku tidak apa-apa. Aku bukan orang yang mudah sakit. Eummmm sekarang apa kau masih kedinginan?" kata Chanyeol akhirnya dengan nada lembut. Baekhyun hanya mengangguk dan Chanyeol mengeratkan pelukannya, mengajak Baekhyun untuk kembali memeluknya, sambil menunggu Luhan.

.

.

"Ah! Luhannie hyung! Chan, lihat itu Luhannie hyung!" Baekhyun segera melepaskan pelukannya dan jaket yang dikenakannya saat melihat Luhan hendak memasuki sebuah mobil. Chanyeol sedikit terkejut dengan tindakan tiba-tiba Baekhyun.

Baekhyun mencoba mengejar Luhan tapi sayang Luhan sudah masuk kedalam mobil dan mobil itu telah melaju. Tapi Baekhyun tidak menyerah dia mencoba lari dengan langkah kecilnya, padahal diluar hujan belum reda sepenuhnya. Dan karena tidak hati-hati Baekhyunpun terpeleset dan jatuh, Baekhyun mencoba bangun dan hendak mengejar lagi, tapi sebuah tangan menahannya.

GREB

Baekhyun menoleh, hendak melepaskan genggaman tangan Chanyeol yang menahannya. Baju Baekhyun sudah kotor karena terjatuh dan terkena hujan.

"Chan... lepaskan, lihat Luhan hyung sudah pergi jauh!" kata Baekhyun merengek meminta lengannya untuk dilepaskan.

SRET GREB

Chanyeol langsung menarik Baekhyun kembali masuk kearea sekolah dan langsung memeluk Baekhyun, Chanyeol sudah tak bisa menahannya lagi. Tak bisa menahan untuk melihat Baekhyun yang selalu memikirkan orang lain, ketimbang dirinya sendiri. Bukankah Baekhyun tadi kedinginan, tapi kenapa berlari-lari, padahal hujan masih turun, dan lihat sekarang Baekhyun jatuh dan tubuhnya dipenuhi lumpur. Kemudian Chanyeol mendudukan Baekhyun kebangku tadi masih dengan memeluknya. Sepertinya Chanyeol enggan untuk melepasnya.

"Ch-chan, aku ingin mengejar Luhan hyung, Luhan hyung pasti sudah sampai rumah. Luhan hyung pasti akan khawatir dan akan memarahiku kalau tidak cepat pulang kerumah" kata Baekhyun yang menggigil. Dia akhirnya sedikit melepaskan pelukan Chanyeol dan mendongakkan kepalanya. Mata Baekhyun berkaca-kaca, air matanya telah bercampur dengan air hujan.

"Ya! Kau Bodoh! Kau tidak lihat tadi dia bersama dengan Sehun hah! Mereka pasti pergi dulu kesuatu tempat" mendengar yang dikatakan Baekhyun, membuat Chanyeol kesal. Bagaimana dia masih bisa memikirkan Luhan, sedangkan keadaannya sendiri seperti ini.

"Ah benar, aku bodoh! Luhan hyung pasti punya urusan dengan Sehun. Kalau begitu aku akan menunggu Luhan hyung disini, Luhan hyung bilang kami akan pulang bersama. Benar, aku akan menunggu Luhan hyung sampai datang"

"Ck! Baekhyun! Luhan tidak akan datang kembali kesini, tentu saja dia akan langsung pulang kerumah setelah pergi dengan Sehun. Dan-"

"Dan kau tidak usah menunggunya! Lihat sekarang hujan masih turun, dan kau masih menunggunya sampai sekarang! Aish kau ini!"

"Tapi, Luhan hyung tadi yang bilang kalau aku harus menunggunya, tidak mungkin Luhan hyung-"

"Ya! Kau mengerti dengan apa yang kau lihat tadi tidak? Kau bodoh atau bagaimana sih! Sebaiknya kita pulang saja!" Chanyeol benar-benar kesal melihat tingkah Baekhyun, dia ini polos atau bodoh? Chanyeol benar-benar membentak Baekhyun habis-habisan, membuat Baekhyun semakin menundukkan wajahnya.

"Ba-baiklah" kata Baekhyun akhirnya menurut.

"Kalau begitu aku akan pulang, annyeong Chanyeol!" Baekhyun langsung saja beranjak dari duduknya, dan membungkuk tanda permisi kepada Chanyeol.

"Hya! Kau mau kemana?" melihat Baekhyun yang tiba-tiba akan pergi sendiri membuat Chanyeol bertanya cukup keras. Sepertinya Baekhyun tidak mengerti dengan ajakan pulang bersama.

"Bu-bukankah kau menyuruhku pulang?" tanya Baekhyun bingung. Chanyeol menyuruhnya pulang, tapi saat dia hendak pulang, Chanyeol malah meneriakinya. Baekhyun merasa serba salah.

"Maksudku kita Baekhyun. Kita pulang bersama. Aku nanti yang akan mengantarmu, lagipula aku bawa motor, tunggu sampai hujannya sedikit reda. Dan ganti dulu bajumu. Aku punya kaos olahraga dilokerku. Dan jangan menolak, mengerti!" kata Chanyeol akhirnya menurunkan volume suaranya.

"N-ne Chanyeol, hiks hiks" Baekhyun terisak. Dan Chanyeol serba salah juga. Kenapa disaat dia berbicara sedikit lembut, malah Baekhyun seperti akan menangis. Haruskah dia membentaknya lagi? Aish!

"A-apa kau menangis, oh jinja. Bisakah sekali saja kau tidak menangis" akhirnya kata-kata itu yang bisa keluar dari mulut Chanyeol. Bukannya meredakan tangisan Baekhyun, kata-kata Chanyeol malah terkesan menyindir.

"Mian, hiks hiks huaaaaa"

"A-a-ani! Kenapa tambah keras. Uljimaa! Ayo cepat ganti bajumu" Chanyeol langsung menarik tangan Baekhyun untuk segera mengganti bajunya.

Chanyeol berdiri bersandar didinding toilet menunggu Baekhyun selesai berganti baju, dan dirasa sepertinya hujan sudah mulai reda. Dan akhirnya Baekhyunpun keluar, dengan seragam olahraga Chanyeol yang dipinjamkan kepadanya. Saat melihat Baekhyun keluar Chanyeol ingin sekali tertawa.

"Hmpft" Chanyeol mencoba menahan tawanya.

"Ne?"

"Kau hahahaha lihat badanmu tenggelam hahaha. Apa kau ini benar-benar anak SD? Kenapa badanmu kecil sekali kekekeke" Chanyeol terkekeh.

"Ani! Aku seperti Chanyeol. Chanyeol saja yang terlihat seperti raksasa, upss hehe" Baekhyun keceplosan

"Apa kau bilang, hmm?"

"Ani hehehe"

Entah sejak kapan percakapan diantar mereka sudah tidak canggung lagi. Antara Baekhyun dan Chanyeol sekarang sudah sedikit merasa nyaman, meski kadang Chanyeol masih terlihat gugup dengan tingkah ajaib Baekhyun, yang berakhir Chanyeol akan membentaknya karena salah tingkah.

"Hatchiiii!"

"Lihat kau sekarang kau terkena flu. Ayo cepat kita pulang, sebelumnya mampir dulu membeli obat dan sedikit makanan"

"Eh tidak apa-apa?"

"Jelas tidak apa-apa, kau ini bagaimana sih. Cepat ayo! Dan ini gunakan lagi jaket ini jika kau masih merasa kedinginan. Dan jangan membuangnya sembarangan seperti tadi"

"Ne, gomawo Chan"

Akhirnya Chanyeol mengantar Baekhyun pulang. Dari awal perjalanan sampai sampai Baekhyun terus memeluk Chanyeol erat. Dan Chanyeol? Dia senyum-senyum sendiri karena itu. Entah mengapa dia sangat senang mendapat pelukan dari Baekhyun, terasa hangat. Chanyeol mengendarai motornya dengan keceatan rendah agar Baekhyun tak merasakn angin yang kencang menerpa badannya. Dan alas an lainnya etu karena Chanyeol tak ingin melepas moment itu. Akhirnya perpisahan pun datang, karena tujuan sudah sampai. Baekhyunpun turun begitu juga Chnayeol, Chnayeol ingin memastikan Baekhyun masuk kedalam rumah.

"Chanyeol~ gomawo ne"

"Tidak masalah. Kau cepatlah masuk dan hangatkan dirimu! Badanmu sangat dingin"

"Ne~ sampai bertemu besok"

GREP

Baekhyun langsung memeluk Chanyeol sebelum ia buru-buru masuk kedalam rumahnya. Baekhyun sepertinya malu, terbukti dari wajahnya yang menyiratkan rona merah yang menambah kesan manis itu. Dan tidak lupa Baekhyun memberi senyuman kepada Chanyeol sebelum menutup pintunya.

Sedangkan Chanyeol masih terpaku dengan tindakan tiba-tiba Baekhyun. Chanyeol yakin, pelukan Baekhyun bukan pelukan minta dihangatkan karena kedinginan. Melainkan pelukan eummm…? Entahlah Chanyeol sedikit tidak yakin. Tapi itu membuat Chanyeol senang setengah mati. Baru kali ini jantungnya berpacu dengan cepat karena sebuah pelukan….. dari seorang namja.

.

-Author Pov End-

.

.

.

-TBC-

.

.

.