Sepasang kekasih—terlihat dari mereka yang saling menautkan jari-jari mereka, sedang duduk sambil memandang langit yang cerah di kawasan Williamstown. Taman kota yang terdapat tidak jauh dari apartemen gadis ini terlihat tidak begitu ramai. Mereka jadi bisa menghirup udara sedalam-dalamnya tanpa harus berebutan oksigen oleh orang lain, walaupun oksigen itu tidak terbatas jumlahnya.
Sang lelaki berinisiatif membelikan gadisnya es krim, mengingat cuaca hari itu yang sangat panas sekali. Saat ini di Amerika sedang musim panas, jadi wajar si pemilik wajah oriental sering mengeluarkan bulir-bulir keringat di keningnya.
Pria yang memiliki tindikan di telinganya ini menyodorkan es krim rasa cokelat yang ia beli tadi kepada gadisnya. Dengan senyuman yang semanis es krim tersebut, ia menerima es krim itu.
"Gomawo, oppa." Gadis itu berucap tulus.
"Anytime," jawab si pria dengan senyum manisnya.
Keduanya sibuk menjilati es krim yang mereka makan. Terkadang si pria menceritakan kejadian-kejadian konyol pada gadisnya sehingga membuat si gadis tertawa. Si pria tersenyum lebar mendengar tawa gadisnya yang sangat jarang ia tunjukkan di depan umum, kecuali saat mereka berdua saja dan beruntungnya dia karena dia yang mampu membuat gadis itu tertawa.
Pria berambut oranye ini menatap lekat-lekat sang gadis yang sedang memakan es krimnya. Matanya menatap sisa es krim yang ada di ujung bibir gadisnya. Entah apa yang merasuki otaknya, ia mendekatkan wajahnya pada sang gadis membuat sang gadis menatapnya dengan datar namun ada rasa terkejut di dalam sana.
Disclaimer: Not mine but this story is mine
Real by SHINee
Geu Namja by Hyun Bin (OST. Secret Garden)
.
.
행복한독서
Haengboghan Dogseo! ^^
Selamat membaca! ^^
.
.
Chapter 4: Pabo Adeul!
Sakura duduk di depan meja kerjanya. Dia membuka website kampus barunya untuk melihat apakah dia diterima untuk melanjutkan S2 di Korea University atau tidak. Dia tersenyum lebar ketika menemukan namanya ada di daftar mahasiswa yang diterima. Namun matanya juga menemukan nama Kakashi juga berada di dalam daftar tersebut. Ternyata Kakashi dan dia satu jurusan dan satu kelas.
Gadis ini segera mengambil ponselnya dan mencari nama Iruka di daftar contacts-nya. Setelah menunggu beberapa saat akhirnya panggilannya diangkat oleh Iruka.
"Yoboseyo, Iruka-ssi. Cwe song hamnida, besok aku minta tolong untuk mengganti jadwal latihan karena besok aku harus ke kampus. Ye, gomapseumnida!" Sakura mengakhiri panggilan di ponselnya dan menutup laptop-nya.
.
.
.
Gaara terlihat tersenyum dalam tidurnya. Rupanya dia bermimpi sedang berkencan dengan Sakura. Mereka berdua bermain basket bersama, Gaara mengajarkan Sakura cara bermain basket. Terlihat wajah Sakura yang penuh peluh, Gaara langsung menghapus peluh itu dengan handuknya. Dia melihat Sakura tersenyum manis sekali. Saat dia mendekatkan wajahnya untuk mencium Sakura, tiba-tiba dia melihat Sakura memegang seember air penuh dan menyiramkannya pada Gaara.
"Gyaaaa!" teriak Gaara dan dia terbangun dari tidurnya. Ketika dia terbangun, dia melihat kepala dan badannya sudah basah. Dia melihat langit-langit kamar karena dia berpikir mungkin saja langit-langitnya bocor karena hujan deras. Tapi dia 'kan tinggal di apartemen.
Akhirnya Gaara melihat Sai dan Naruto yang masih memegang ember merah. Mereka berdua memasang cengiran mereka ketika Gaara melotot menatap mereka.
"Hyungs!" teriak Gaara dan mengejar hyungdeul-nya. Dan keributan pagi ini dimulai...
.
.
"Sai hyung! Habiskan sayuranmu!" teriak Sasori.
"Naruto hyung! Kau harus menjemur kasurku!" yang ini Gaara.
"Sasuke, jangan sentuh banana ice cream-mu!" ini lagi-lagi Sasori yang teriak.
"Umma, di mana sepatuku?" ini pasti Sasuke.
"Sasori, di mana kaos kakiku?" bagian ini Sai.
"Sasoriiiiii! Cepat sedikit! Kita mau olahraga bukannya mau fashion show!" kali ini Naruto yang teriak.
.
.
Lima namja sedang berlari kecil di sekitar apartemen mereka yang mewah. Beberapa gadis yang kebetulan melihat mereka pun saling berbisik. Cahaya matahari musim semi di pagi hari memang sangat hangat dan membuat tubuh mereka sehat.
Sasori merenggangkan tangannya lebar-lebar. "Inilah hidup sehat! Jika lari pagi terus seperti ini bisa menyebabkan kaki kita kuat dan pernafasan kita semakin bagus."
"Bagus sih bagus, tapi untuk apa kau joging dengan pakaian seperti itu?" tanya Naruto sambil memandang Sasori dengan sinis. Sai menghela napasnya melihat kedua dongsaeng-nya yang sudah terbiasa bertengkar ini.
"Memangnya ada yang salah dengan pakaianku? Meskipun kita hanya joging, kita tetap harus tampil penuh gaya. Ingat, hyung! Kita ini artis!" sahut Sasori karena tidak merasa aneh dengan pakaian olahraganya yang dibuat segaya mungkin dengan memakai kalung, topi baseball dan barang-barang yang tidak perlu dipakai ketika olahraga.
Naruto mendecak sebal. Kalau harus berdebat sama Sasori dia memang selalu kalah.
"Sudahlah jangan bertengkar terus, hyungs!" lerai Sasuke yang kelihatan lelah sekali. "Gaara hyung, kapan kita istirahat? Kita sudah joging selama satu jam. Aku lelah sekali." Sasuke agak sedikit mengeraskan suaranya karena Gaara berlari di depan agak jauh darinya dan Sasori juga Naruto.
Gaara membalikkan badannya dan berlari mundur. "Baiklah, kita istirahat di dekat kolam air mancur," katanya dengan senyum lembut.
Kelima namja ini sedang merenggangkan otot mereka di depan kolam air mancur. Sai melirik jam yang ada di tangan kirinya. Waktu menunjukkan pukul 08.00 dan dua jam lagi mereka harus ke SM Entertainment untuk latihan vokal.
"Kalau sudah selesai perenggangan otot, kita harus cepat pulang," kata Sai dan dijawab anggukan oleh dongsaeng-nya.
Tiga orang gadis datang ke arah mereka dengan tampang malu-malu tapi kelihatan senang sekali. Sai dan Gaara yang melihat mereka hanya bisa saling pandang, apalagi saat mereka melihat ketiga gadis ini membawa kertas dan spidol.
"Oppa, kami penggemar kalian. Boleh kami minta tanda tangan kalian?" tanya salah seorang gadis berambut pirang.
"Tentu saja!" sahut Naruto dengan cengiran lebarnya. Dan langsung saja ketiga gadis itu memberikan kertas yang mereka pegang sekaligus spidolnya.
Kelima namja ini sibuk memberikan tanda tangan mereka dan mereka tidak sadar kalau salah seorang penggemar mereka yang berambut merah sedang memanggil teman-temannya yang sedang bersembunyi dibalik pohon dan semak-semak.
"Oppa, kami sudah menunggu kalian dari jam 06.00 pagi dan kami senang sekali bisa melihat kalian joging. Kalian tetap kelihatan keren!" kata gadis berambut oranye.
"Gomawoyo," jawab Sai dengan senyumnya, namun senyumnya segera hilang saat menyadari kalau dia dan dongsaeng-nya sudah dikepung oleh puluhan gadis remaja.
Sai menyikut lengan Naruto yang masih sibuk menandatangani kertas penggemarnya. Naruto agak kesal karena sikutan Sai membuat tanda tangannya jadi jelek. "Hyung! Jangan menyiku—" ucapan Naruto juga mengambang karena dia terkejut melihat begitu banyak penggemar yang mengerubungi mereka. "—kutku..."
Gaara, Sasori dan Sasuke ikut menengadahkan kepalanya saat merasa ada yang aneh. Mereka berlima menelan ludah mereka melihat diri mereka yang terkepung.
"Sai oppa, boleh kami minta fotomu?"
"Sasori oppa, boleh kami minta kenang-kenangan darimu?"
"Naruto oppa, aku membuat kue ini untukmu!"
"Ayo kita berkencan, Sasuke oppa!"
"Aku minta nomer handphone-mu dong, Gaara oppa!"
Mereka berlima sudah kewalahan menghadapi fans fanatik mereka yang rela menunggu mereka seharian di depan apartemen mereka atau di mana pun mereka berada hanya untuk bertemu dengan idolanya. Sai melihat jamnya lagi dan sisa satu setengah jam lagi sebelum mereka latihan vokal. Sai berinisiatif menerobos para fans-nya dan menyelamatkan para dongsaeng-nya.
Naruto, Gaara, Sasori dan Sasuke pun tidak tinggal diam saja. Mereka berempat ikut menerobos fans mereka dan mereka berlima lari sambil dikejar-kerjar oleh para fans mereka. Satu pelajaran yang mereka dapatkan kali ini, 'Jangan pergi tanpa penyamaran karena itu sangat merepotkan!'
.
.
.
Sakura sudah selesai menyerahkan berkas-berkas yang diminta oleh kampus. Dia sekarang sedang duduk di bawah pohon yang ada di taman kampus sambil membaca sebuah buku tentang cara melatih vokal dengan baik. Saking asiknya membaca dia tidak menyadari jika ada seseorang yang sudah duduk di sampingnya sambil membaca buku juga.
Lelah membaca, Sakura mendongakkan kepalanya dan menoleh ke samping kanan. Ia melihat seseorang yang ia kenal sedang membaca sebuah buku berwarna biru dengan judul Icha-Icha Tactics. Sakura mendengus melihat cover buku tersebut.
Menyadari bahwa orang yang duduk di sampingnya mendengus, pria ini menurunkan buku yang dia baca tepat di depan mukanya dan memandang orang di sampingnya. "Annyeong haseyo, Sakura-ya," sapanya dengan ramah.
"Annyeong," jawab Sakura dengan datar.
Kakashi menutup bukunya dan memandang lurus ke depan di mana yang terlihat adalah bangku taman lain di bawah sebuah pohon. "Kebetulan sekali kita bertemu di sini," ucapnya berbasa-basi.
"Tidak heran. Kita satu kampus, satu jurusan dan satu kelas nanti," sahut Sakura masih tetap fokus ke bacaannya.
Kakashi menolehkan kepalanya dan melihat Sakura sedang serius membaca. "Kau baca apa?" tanyanya.
"Cara melatih vokal dengan baik."
"Ah... geurae. Bagaimana kesanmu mengajar SHINee?"
"Mereka hanya kurang latihan dan teknik yang baik. Itu saja." Kakashi menganggukkan kepalanya mendengar jawaban Sakura. Sakura bisa melihat Kakashi menganggukkan kepalanya lewat sudut matanya.
Kakashi menengokkan kepalanya ke arah Sakura. "Sakura-ya, apa kau punya waktu luang sabtu ini?"
"Aku tidak yakin. Aku harus mengajar kelima orang itu sepertinya," jawab Sakura tanpa mengalihkan perhatiannya.
"Begitu, ya?" Kakashi menghembuskan napas pelan. "padahal aku ingin mengajakmu ke luar sabtu ini." Lanjutnya.
"Hn, akan kupikirkan," jawaban Sakura membuat Kakashi yang tadinya lemas menjadi semangat kembali karena seolah mendapat api semangat baru.
"Hm... bagaimana kalau kita jalan-jalan?" ajak Kakashi dengan senyum lebar meskipun Sakura tidak bisa melihat senyumnya.
"Tidak. Terima kasih." Sakura menolak dan masih membaca buku.
"Aku tidak mau mendengar kata 'tidak'!" Kakashi bangkit dari duduknya dan menatap Sakura.
Sakura mendongakkan kepalanya menatap Kakashi dengan tidak suka. "Apa maumu?"
"Mauku kita jalan-jalan sekarang!" Kakashi menarik tangan Sakura membuat Sakura agak terhuyung.
"Ya! Jangan berbuat seenakmu!" teriak Sakura namun Kakashi tidak memedulikannya dan masih menarik tangan Sakura. Mereka berdua pun berlari menuju tempat parkir.
.
.
.
Para anggota SHINee sedang mengatur napas mereka yang terengah-engah akibat insiden kejar-kejaran yang dilakukan oleh para fans mereka. Sasori bahkan sudah tidak memakai topinya lagi.
"Aigoo~ aku sampai kehilangan topiku!" dengus Sasori.
"Kau masih mending, lihat nih!" Sai menunjukkan tangannya, ada beberapa bekas cakaran di sana. Para dongsaeng-nya menatap prihatin kepada Sai.
"Kita harus cepat kembali ke apartemen," kata Gaara yang tadi melirik jam tangannya.
"Tapi lewat mana?" tanya Sasuke yang kelihatan paling lelah.
Naruto seperti mendapatkan sebuah ilham di otaknya. Dia menjentikkan jarinya membuat keempat temannya menatapnya. "Aku tahu lewat mana yang aman!"
Mereka berlima segera berlari mengikuti Naruto yang menjadi penunjuk arah sekarang. Mereka berlima memutar jalan hingga mereka bisa masuk lewat pintu barat apartemen. Pintu barat memang jarang yang mengetahuinya karena pintu itu memang berada di jalan yang agak sulit dilewati oleh mobil-mobil.
Mereka berlima melewati sebuah gang yang sepi. Sasuke yang lelah menghentikan langkahnya.
"Hyungs, istirahat dulu. Aku lelah sekali," mohonnya. Keempat hyung-nya yang tidak tega akhirnya menghentikan langkah mereka juga. Sai menghampiri Sasuke yang memang berada di paling belakang ketika berlari.
"Baiklah, kita istirahat lima menit saja karena setengah jam lagi kita harus latihan vokal," tutur Sai. Sasuke mengangguk.
"Grrr... grrr..."
Terdengar sebuah suara geraman. Mereka berlima saling pandang. Tidak sampai lima detik Sai pun menyadari kalau kakinya menginjak sesuatu. Dengan ragu dia melihat ke bawah dan dia melihat seekor anjing besar sedang menggeram memandang Sai dengan tatapan membunuh.
Sai menelan ludahnya. Sasuke yang berada di sampingnya memandang Sai dan anjing berwarna hitam itu bergantian. Kemudian dia lari diikuti oleh Sai dan ketiga temannya yang lain. Sekarang mereka dikejar oleh seekor anjing galak yang marah karena buntutnya diinjak oleh Sai.
"Sai pabo! Kenapa kau menginjak ekor anjing galak itu?" teriak Sasori di tengah larinya.
"Aku tidak lihat!" jawab Sai dengan polos.
Naruto menengokkan kepalanya ke belakang dan dia melihat anjing itu semakin mendekat. "Gyaaaa! Ayo cepat lari dia makin dekat!" Naruto dan yang lain mempercepat lari mereka.
Karena lelah dan tidak melihat jalan, Sasuke tersandung dan jatuh. Keempat hyung-nya yang sedang berkonsentrasi tidak menyadari kalau Sasuke terjatuh.
"Hyungs!" teriakan Sasuke membuat keempat hyung-nya menolehkan kepala dan mereka melihat Sasuke yang terjatuh. Gaara segera berbalik arah dan menyelamatkan Sasuke dari anjing yang jaraknya sekitar sepuluh meter dari mereka berdua.
"Gomawo, Gaara hyung!"
"Gaara, Sasuke, cepat lari!" teriak Sasori, dan mereka berlima kembali berlari dikejar-kejar oleh anjing hitam besar yang galak.
.
.
.
Setelah kejadian dikejar-kejar fans sampai dikejar-kejar anjing, akhirnya para anggota SHINee ini bisa kembali menikmati kedamaian hidup mereka di dalam apartemen yang mereka anggap tempat yang paling aman. Keadaan mereka sangat buruk sekali. Program joging yang berada di urutan pertama dalam program yang Sakura buat memang sangat berhasil membuat mereka berkeringat dan sangat "sehat".
Sekarang mereka mengantri untuk mandi. Baru lima menit Sai berada di dalam kamar mandi dan baru saja dia memakai sampo di kepalanya, Sasori sudah menggedor-gedor pintu kamar mandi. Sai yang sangat sabar pun akhirnya membuka pintu kamar mandi.
"Kenapa sih, Sasori? Hormatilah hyung-mu yang sedang mandi!" seru Sai.
"Jatah mandi itu lima menit, hyung! Dan waktumu sudah habis! Cepat keluar!" Sasori menarik tangan Sai keluar dari dalam kamar mandi.
Sai hanya memakai handuk dan di kepalanya masih ada busa sampo mau tak mau jadi mengantri lagi di belakang Naruto. Sudah lima belas menit mereka mengantri di depan kamar mandi tapi Sasori belum juga keluar. Gaara sudah menggedor-gedor pintu kamar mandi tapi Sasori tidak mau keluar juga. Busa sampo di kepala Sai juga sudah mulai turun dan mengenai matanya sehingga matanya perih.
"Sasori, cepat keluaaaaar!" teriak Gaara, Naruto, Sai dan Sasuke. Bahkan Sasuke yang sangat sopan sudah tidak peduli kalau dia memanggil Sasori tanpa 'hyung' karena dia kebelet pipis.
.
.
.
Setelah mengantri mandi yang cukup lama dan melelahkan, akhirnya para anggota SHINee ini sarapan juga. Sebenarnya ini tidak bisa dikategorikan sarapan karena mereka makan pada pukul 10.25 pagi. Untunglah koki mereka—Sasori, bisa memasak dengan cepat setelah dia mandi dengan seenaknya sendiri—melanggar perjanjian waktu batas mandi.
Mereka berlima duduk di kursi masing-masing. Kelihatannya mereka sudah tidak sabar untuk menyantap masakan Sasori, buktinya mereka menatap tudung saji di meja makan dengan tanpa berkedip sekali pun. Rupanya joging—yang lebih tepatnya dibilang sprint—tadi pagi membuat nafsu makan mereka bertambah dua kali lipat.
Naruto bermaksud membuka tudung saji namun tangannya di tepis oleh Sasori. "Berdoa dulu!" perintah Sasori. Lalu Sai memimpin mereka berlima untuk berdoa.
"Amiiiin..." setelah selesai berdoa, Sasori membuka tudung saji dan membuat keempat temannya membulatkan mata dengan menganga. Nafsu makan mereka—kecuali sang koki, mendadak hilang begitu saja seperti debu yang ditiup angin.
"Apaan ini? Kenapa semuanya serba hijau?" tanya Sai karena melihat makanan yang ada di meja adalah sayuran semua.
"Kau lupa dengan program yang diberikan Sakura? Ini adalah makanan sehat untuk kita. Lihat! Sayur bayam, sayur kangkung, tumis brokoli dengan paprika hijau, sayur katuk, sayur—"
"—STOP! Kau kira kami kambing?" sela Naruto saat Sasori menyebutkan nama-nama makanan yang ada di meja makan yang isinya sayur hijau semua.
"Hyung! Ini 'tuh bagus untuk kesehatan! Healthy!" bela Sasori.
"Tapi 'kan tidak harus sayur semua. Mana proteinnya?" sahut Naruto tidak mau kalah.
"Hyung! Sebaiknya kau makan atau tidak makan sama sekali karena aku akan memasak ini selama satu minggu penuh seperti program yang dibuat oleh Sakura!" ancam Sasori membuat Naruto terdiam dan memilih makan. Tampak Sai yang ogah-ogahan memakan sayuran-sayuran itu.
"Kenapa tidak ada ayam sama sekali?" Sai menghela napas berat. Sasori menahan tawanya melihat penderitaan Sai makan sayur tanpa ayam.
"Tomatnya juga sedikit sekali." Sasuke menyuap makanannya dengan malas.
"Besok akan kutambahkan tomat yang banyak untukmu, Sasuke-ah!" Sasori tersenyum manis pada Sasuke.
"Jeongmal?" tanya Sasuke. Sasori mengangguk pasti. "Gomawo, umma!"
"Chonmaneyo."
"Besok tambahkan ayam juga ya, umma?" mohon Sai dengan aegyo-nya.
Sasori memincingkan matanya menatap Sai. "Ani!"
Sai mendengus kesal. "Ini sih akal-akalannya Sasori saja untuk menghemat biaya." Sasori yang mendengar ucapan Sai hanya tersenyum seperti iblis.
"Sudahlah hyung, sabar saja. Ini hanya seminggu kok," hibur Gaara yang tidak banyak komentar saat memakan semua sayuran itu. Sai menghela napas berat.
.
.
.
Kelima namja ini sudah sampai di parkiran SM Entertainment. Dengan setengah berlari, mereka menuju ruang latihan vokal. Mereka tidak memedulikan wartawan yang mengerubungi mereka untuk meminta wawancara. Mereka tidak memedulikan sapaan para pegawai ketika melihat mereka. Yang ada di otak mereka hanya satu, mereka takut melihat Sakura marah pada mereka. Tidak marah saja menyeramkan, apalagi marah.
Sai, Naruto, Sasori, Gaara dan Sasuke sudah berdiri di depan pintu ruangan latihan. Mereka segera merapikan baju mereka dan rambut mereka yang acak-acakan. Dengan mengambil napas dalam, Gaara memegang kenop pintu.
"Kalian sedang apa di sini?" suara seorang laki-laki mengalihkan perhatian mereka berlima.
"Manajer Iruka? Kami mau latihan vokal tapi kami terlambat, mianhae," jawab Sasori.
Iruka mengerutkan alisnya lalu kemudian tertawa membuat para anggota SHINee memandangnya bingung. "Latihan vokal diubah ke jam tiga sore. Aku sudah sms Sai tadi pagi," kata Iruka.
Naruto, Gaara, Sasori dan Sasuke menolehkan kepala mereka dengan lambat ke arah Sai dan menatapnya dengan seram. "Ah, aku lupa kalau ponselku di-silent, jadi tidak tahu kalau ada sms." Sai berkata dengan polosnya dan dengan wajah tanpa dosa.
Urat-urat emosi sudah muncul di jidat Sasuke, Sasori, Naruto dan Gaara. "Sai pabo!" mereka berempat mengejar Sai yang sudah sadar kalau hal ini akan terjadi. Iruka sweatdrop melihat mereka.
.
.
.
Kakashi mengantarkan Sakura menuju SM Entertainment. Mereka berdua masuk lewat pintu depan gedung tersebut sehingga menarik perhatian para wartawan. Wartawan-wartawan itupun langsung memotret mereka dan mengajukan beruntut pertanyaan soal hubungan mereka. Apakah mereka pacaran atau tidak? Dan mengapa mereka datang berdua ke SM Entertainment? Lalu, siapakah gadis yang sedang berjalan bersama Kakashi ini?
Kakashi menggandeng tangan Sakura tanpa menjawab satu pun pertanyaan dari wartawan-wartawan tersebut. Salah seorang wartawan yang memakai cadar di mukanya tidak mau kehilangan kesempatan, dia memotret adegan tadi.
Setelah Kakashi dan Sakura masuk ke dalam gedung, perlahan wartawan-wartawan itu mulai kembali tenang ke tempat mereka duduk sebelumnya. Kakuzu melihat LCDdi kameranya dan mengamati foto Kakashi dan Sakura.
"Kemarin dia bersama Sasuke. Sekarang dia bersama Kakashi. Sebenarnya dia ini siapa?" gumamnya.
"Kakuzu-ah! Sedang apa kau bicara sendirian begitu?" seseorang meneriaki Kakuzu dan berlari kecil lalu duduk di sampingnya. "kau seperti orang gila kalau bicara sendirian begitu."
"Bicaramu tidak pernah sopan ya, Hidan?" cibir Kakuzu dan memerhatikan gambar Sakura di kameranya lagi.
"Kau juga begitu." Hidan meminum kopinya. "aku penasaran dengan gadis tadi. Kakashi tidak pernah sekali pun terlihat menggandeng seorang gadis, kecuali di drama, video musik dan film tentu saja. Siapa ya dia? Apa pacarnya?"
"Jangan membuat gosip," ucap Kakuzu sambil memasukkan kembali kamera ke dalam tasnya.
Hidan tertawa sinis. "Kita memang wartawan untuk acara gosip!" cibirnya. Kakuzu terdiam sambil menghela napasnya, tidak mau berdebat dengan Hidan karena dia sangat berisik.
.
.
.
Kakashi dan Sakura mengambil napas dalam-dalam ketika mereka berada di lift. Sakura segera melepaskan tangannya yang sebelumnya digenggam Kakashi.
"Mianhae," ucap Kakashi sambil mengatur napasnya yang terengah-engah.
"Hn," jawab Sakura. "sebenarnya kau siapa?" lanjutnya.
Kakashi menghela napas panjang dan menatap lurus pintu lift. "Ternyata penyamaranku tidak mampu mengelabuhi wartawan-wartawan itu, ya?" tanya Kakashi. Sakura diam tidak menjawab. "berarti ketampananku ini mutlak 'kan?" Kakashi menolehkan kepalanya dan mengerlingkan matanya pada Sakura.
Sakura mendengus mendengar ucapan Kakashi. Untunglah lift sudah mengantarkan mereka ke lantai yang Sakura tuju. Segera Sakura ke luar dari lift.
"Kenapa kau mengikutiku?" Sakura bicara dan matanya menatap lurus ke depan.
Kakashi terlihat seperti berpikir sejenak sebelum menjawab, "Hm... aku mau latihan vokal juga tapi masih satu jam lagi, jadi aku putuskan untuk menonton latihan vokal SHINee."
"Ternyata kau memang penyanyi dari perusahaan ini," ucapan Sakura ini tepat sekali saat dia sampai di depan pintu ruangan latihan vokalnya. Dia membuka pintu tersebut dan masuk ke dalamnya. Dia melihat kelima anggota SHINee sudah duduk di kursinya sambil menopang dagu.
Mendengar suara pintu yang dibuka, Sasuke segera bangkit dari duduknya setelah melihat siapa yang datang. "Ya! Kau memang monster pink yang menyebalkan! Baru dua hari latihan sudah merubah jadwal seenaknya! Seharusnya kau yang mengikuti jadwal kami!" teriak Sasuke membuat Sakura menatapnya.
"Ya! Kenapa ekspresimu tetap datar begitu? Kami sudah menunggumu tiga jam lebih!" teriak Sasuke dengan kesal yang pangkat dua.
"Aku sudah memberitahu manajer Iruka tentang perubahan jadwal. Apa kalian tidak tahu?" tanya Sakura dengan santai.
Sasuke ingin menjawab pertanyaan Sakura lagi namun dia juga merasa malu akhirnya jika harus menjawab kalau dia tidak tahu karena manajer Iruka sudah mengkonfirmasikan dengan Sai, hanya saja Sai tidak sadar kalau ada sms.
"Sudahlah, Sasuke-ah. Ini salahku." Sai mencoba menenangkan Sasuke.
"Wah... kenapa ribut-ribut?" tanya Kakashi sambil berjalan masuk ke dalam ruangan. Sasori, Gaara dan Naruto yang tadi duduk segera berdiri.
"Kakashi hyung!" seru mereka berlima dengan terkejut karena melihat Kakashi yang berjalan santai menghampiri mereka.
"Annyeong!" sapa Kakashi ramah.
"Annyeong, hyung!" sahut mereka. "Hyung, kenapa kau ke sini?" tanya Naruto penasaran.
Kakashi berjengit mendengar pertanyaan Naruto. "Kau tidak suka aku ada di sini, Naruto?" tanyanya.
"Aniyo! Bukan begitu, hyung! Tumben sekali kau ke sini," kilah Naruto yang padahal dia tidak suka melihat saingannya berada di dekat Sakura.
"Jangan banyak bicara, cepat pemanasan sepuluh menit!" perintah Sakura. Kelima anggota SHINee pun menurut apa yang dikatakan oleh guru mereka. Kakashi duduk di seberang Sakura sambil memerhatikan Sakura yang sibuk membaca buku.
Sasuke yang sedang pemanasan tidak sengaja melihat Kakashi yang terus memerhatikan Sakura. Entah kenapa hatinya kesal melihat pandangan Kakashi yang terlihat berbeda ketika memandang Sakura. Sasuke ikut memerhatikan Sakura yang sedang membaca buku.
Sakura terlihat manis saat membaca buku. Pahatan yang diukir oleh Tuhan di wajahnya membuatnya terlihat sempurna. Keseriusannya membaca buku membuatnya terlihat berkarisma. Sasuke terus memandangi Sakura sampai mata mereka bertemu. Sasuke segera mengalihkan pandangannya ke arah lain, sementara Sakura memandangnya dengan menaikkan sebelah alisnya.
Kakashi yang melihat Sakura mengangkat wajahnya dari kegiatan membaca, segera mengikuti arah pandang Sakura. Dia melihat Sasuke yang membuang muka ketika Sakura mendongakkan kepala dan memandang kelima anggota SHINee. Pria ini memandang Sakura dan Sasuke bergantian, namun dia tidak terlalu memusingkan hal ini karena hal selanjutnya yang ia lihat adalah Sakura yang kembali membaca buku tanpa mengalihkan perhatiannya lagi ke hal lain dan itu membuat Kakashi tersenyum.
Sasori, Naruto dan Sai memandang Kakashi dan Sakura bergantian. Mereka melihat Kakashi yang sedang memainkan handphone-nya dan Sakura yang asik membaca buku. Di dalam otak mereka sekarang sedang berputar-putar sebuah pertanyaan yaitu, apa hubungan Sakura dan Kakashi yang sebenarnya?
Sepuluh menit telah berlalu, Sakura memanggil kelima anggota SHINee untuk berdiri di depannya. Kelima namja inipun menurut dan melakukan apa yang Sakura instruksikan.
"Bagaimana dengan program yang kuberikan? Apa sudah dilaksanakan hari ini?" tanya Sakura.
"Sudah. Tapi apa benar ini hanya dilakukan selama satu minggu?" tanya Gaara.
"Ye, dicoba dulu selama satu minggu dan aku ingin melihat hasilnya. Namun, jika hasilnya belum signifikan, program itu akan dilanjutkan hingga target kalian tercapai," tutur Sakura membuat kelima anggota SHINee kembali shock.
"APA?" teriak Naruto. Sakura tidak memedulikannya dan menyalakan keyboard-nya.
"Ya! Kau ini mau menyiksa kami?" tanya Sasuke dengan ketus. Sakura menengadahkan kepalanya menatap Sasuke dengan datar.
Kakashi memerhatikan Sakura yang sekarang sudah bangkit dari duduknya, lalu ia berjalan ke arah tape. Dia memilih disk dan memasukkannya ke dalam tape. Kelima anggota SHINee memerhatikannya dengan penuh tanya. Sasuke merasakan kepalanya sudah akan meledak karena dia diabaikan begitu saja oleh Sakura.
"Ya! Sakura! Kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku?" teriak Sasuke dengan tidak sopan. Dahi Sakura berkedut, Sakura dapat merasakan itu. Siapa pun Sasuke, Sakura tetap dua tahun lebih tua darinya dan Sakura adalah gurunya. Setidaknya kalau tidak sudi memanggil Sakura dengan sebutan "Seonsaengnim", dia harus memanggil Sakura dengan "Nuna".
Pria berambut perak terkekeh kecil melihat ekspresi Sakura yang meskipun hanya sebentar terlihat terkejut, namun ekspresi itu kembali datar. Kakashi memerhatikan Sasuke yang sedang diceramahi oleh hyungdeul-nya karena dia tidak sopan pada Sakura. Kakashi bahkan sampai bingung kenapa Sasuke bisa berubah seperti itu hanya karena Sakura seorang.
Sakura menghadapkan badannya kembali memandang kelima namja itu dengan datar. "Nyanyikan lagu kalian yang berjudul Real dengan tariannya," ujar Sakura tanpa memedulikan Sasuke yang mukanya terlihat merah akibat menahan marahnya.
Dengan agak berat, Sasuke berjalan mengambil posisi di paling depan. Kakashi melangkah menuju tempat Sakura di samping tape. Mereka berdua menonton kelima namja itu. Sasuke menatap tajam Sakura, sedangkan Sakura tidak memedulikannya dan menekan tombol play yang ada di tape.
Sasuke menari dengan energik. Sakura memerhatikan Sasuke yang kelihatan menonjol saat menari. Gerakan tubuh atas Sasuke begitu bagus dan cepat. Keempat temannya juga menari dengan baik meski tidak sebagus Sasuke. Sekarang Sakura mengerti kenapa Sasuke diberi julukan "Handy Boy".
Naruto dan Sasuke berpindah posisi. Sekarang Naruto yang berada di paling depan. Naruto mendekatkan mikrofon di depan mulutnya, siap bernyanyi.
[Naruto] Oh, it's a little bit funny molrahgetjeeman
Oh, ini sedikit lucu. Kau mungkin tidak tahu
Ooneul nan johgeum dahlrajyeoteoh
tapi aku hari ini sedikit berbeda
Saenggakhaebwa eohjjeomeon
Pikirkan tentang hal ini, mungkin
Neh sangsangbohdah geol cho realhan neuggeemeel geol
lebih dari yang kau bayangkan. Aku memberikan perasaan yang sangat nyata
Kelima anggota SHINee menari dengan sangat baik. Sai yang berada di paling belakang sebelah kanan pindah ke depan. Naruto pindah ke kanannya sehingga menempati posisi Gaara sebelumnya.
[Sai] Sohreecheegoh dalryeo nan
Aku berlari, berteriak
Nahlahgagoh eetseo
Aku terbang
Geedahreen mankeum gahjyeobwa
Ambil itu! Sebanyak yang kau mau
Sasuke pindah ke depan lagi sehingga sejajar dengan Sai. Dia menari sambil tersenyum seperti kebiasaannya. Sakura memandangnya sambil melipat tangan di bawah dada. Kakashi melirik Sakura dan dia ikut melihat ke mana arah Sakura melihat.
[Naruto] Sumjugyeoon sunganye neuggeemeeyah
Bahkan jika kau berhenti bernapas, perasaan ini ada pada saat itu
Deo wonhahneun daeroh gahbojah
Lepaskan dengan cara yang kau inginkan
Sasuke pindah ke tengah sehingga berada di antara Sai dan Sasori. Dia menari dengan sangat lincah. Kakashi memerhatikan Sasuke dengan diam dan datar.
[All] Neoreul gahdugoh eetdeon jeeruhhan old fashion
Mode lama yang kau terus kau pakai
Eejehneun beoteobeoreegoh deodahun solution
Lepaskan mereka semua dan temukan solusi baru
Eegeotjeogeot heun, bokjabhan eeyuh ddaween beoreejah
Tinggalkan semua alasan yang menyulitkan
Naruto maju ke depan dan Sasuke menggeser ke kanannya, bertukar tempat dengan Gaara.
[Naruto] Ggeumggoh eetseo, meotjeen sheensehgyehro nahlrah nahreul meedgoh
Harapan, percaya padaku dan segera terbang ke dunia yang menakjubkan. Percaya padaku
Sasuke maju lagi ke depan sehingga Naruto dan Gaara bertukar posisi. Sasuke meliukkan badannya, terlihat sekali kalau badannya sangat lentur.
[Sasuke] Nahman meedgoh
Hanya percaya padaku
Jahsheelgameuro wonhahneun goht
Dan pergi ke tempat yang kau inginkan
[Sasori] I will go!
Aku akan pergi
[Sasuke] You're the Number one (You're the number one)
Kau adalah nomor satu (Kau adalah nomor satu)
Changeul yeolgoh, jeo nopeun hahneul weeroh
Buka jendela dan berangan-angan menggapai langit yang tinggi
Naruto bergeser ke depan, Sasuke ke belakang kanan bertukar posisi dengan Gaara. Sedangkan Sasori dan Sai menari di bagian paling belakang. Bentuk posisi mereka seperti piramida.
[Naruto] Hana! Duhl! Seht! Dashee hanbeon gabojah bahroh jeegeum
Satu! Dua! Tiga! Ayo kita pergi bersama-sama
Neo neomuh jahyuhroun geol~
Mulai sekarang kau benar-benar bebas
Semua personil SHINee berdiri berjajar. Mereka melihat diri mereka sendiri di depan cermin. Mereka berlima terlihat keren.
[All] Neoreul gahdugoh eetdeon jeeruhhan old fashion
Mode lama yang kau terus kau pakai
Eejehneun beoteobeoreegoh deodahun solution
Lepaskan mereka semua dan temukan solusi baru
Eegeotjeogeot heun, bokjabhan eeyuh ddaween beoreejah
Tinggalkan alasan yang menyulitkan
Sakura menekan tombol stop di tape membuat kelima namja itu mengalihkan wajah mereka menatap Sakura. Mereka berlima terlihat terengah-engah karena lelah menari. Sakura menghampiri mereka dan berdiri di depan mereka. Dia menatap satu persatu wajah-wajah kelelahan itu.
"Sudah mengerti, bocah?" tanya Sakura sambil menatap datar Sasuke. Sasuke menautkan alisnya.
Sakura memijit pelipisnya karena melihat sikap polos Sasuke. Kemudian dia menghela napas dan menatap SHINee. "Baru menari sebentar saja kalian sudah lelah. Karena lelah, kalian tidak bisa memfokuskan suara kalian sehingga suara kalian menjadi jelek seperti ini. Dan program yang aku berikan bertujuan untuk menjaga stamina tubuh kalian dan juga menjaga kualitas vokal kalian."
Sakura menatap Sasuke dengan datar. "Sudah mengerti, bocah?" tanyanya. Sasuke menggeletukkan giginya mendengar namanya dipanggil dengan "bocah" (lagi) oleh Sakura.
Kakashi terkekeh melihat ekspresi junior-junior-nya. Dia menghampiri keyboard menganggur yang berada tidak jauh darinya. Ia hempaskan dirinya di kursi putar yang ada di depan keyboard dan mulai memainkan keyboard tersebut. SHINee dan Sakura segera menolehkan kepala melihat siapa yang memainkan keyboard.
Han namjaga geudaereul saranghamnida
Geu namjaneun yeolsimhi saranghamnida
Maeil geurimjacheoreom geudaereul ttaradanimyeo
Geu namjaneun useumyeo ulgoisseoyo
Seorang pria mencintaimu
Pria itu sungguh-sungguh mencintaimu
Setiap hari dia mengikutimu, berada di sekitarmu seperti bayangan
Pria itu tertawa dan menangis
Sakura terpaku melihat Kakashi bernyanyi dan wajahnya yang tidak ditutupi masker lagi. Dia terpana mendengar suara emas Kakashi dan cara Kakashi berekspresi saat bernyanyi. Selama ini Sakura pikir Kakashi hanyalah orang aneh yang suka berbuat seenaknya, tapi ternyata Kakashi tidak pernah membual soal apa yang sudah ia katakan pada Sakura. Wajahnya sangat tampan.
SHINee tertegun saat melihat Kakashi memandang Sakura dengan tatapan lembut. Sasuke segera menolehkan kepalanya melihat ekspresi Sakura dan dia melihat Sakura tersenyum lembut membalas tatapan Kakashi. Sasuke menggigit bibir bawahnya. Dia merasa perutnya bergejolak dan rasanya dia ingin berteriak.
Eolmana eolmana deo neoreul
Ireoke baraman bomyeo honja
I baramgateun sarang i geojigateun sarang
Gyesokhaeya niga nareul sarang hagenni
Jogeumman gakka i wa jogeumman
Hanbal dagagamyeon du bal domangganeun
Neol saranghaneun nan jigeumdo yeope isseo
Geu namjan umnida
Seberapa lama... seberapa lama lagi aku harus menatapmu sendirian?
Cinta ini datang seperti angin
Ini seperti mengemis cinta
Jika aku terus melanjutkan cara ini, maukah kau mencintaiku?
Mendekatlah, sedikit lebih dekat
Jika aku selangkah maju, kau mundur dua langkah
Aku yang mencintaimu ada di sampingmu sekarang
Pria itu menangis
Naruto, Sasori, Sai dan Gaara terlihat cemas saat melihat Sakura yang terus tersenyum mendengarkan Kakashi bernyanyi. Mata Sakura terpejam seolah menikmati nyanyian Kakashi. Ini gawat sekali untuk mereka. Mereka berempat saling pandang.
Kakashi kembali menatap Sakura yang terpejam. Dia pun ikut memejamkan matanya sambil memainkan keyboard-nya. SHINee berharap saat ini juga terjadi mati lampu sehingga menghentikan nyanyian Kakashi. Sasori bahkan matanya sudah sangat tajam memerhatikan Kakashi.
Geu namjaneun seonggyeogi sosimhamnida
Geuraeseo utneun beobeul baewotdamnida
Chinhan chinguegedo motaneun yaegiga manheun
Geu namjaui maeumeun sangcheotuseongi
Pria itu sangat takut
Sehingga dia belajar untuk tertawa
Pria itu punya banyak cerita yang bahkan tidak bisa ia ceritakan meskipun pada sahabatnya
Sehingga air matanya dipenuhi oleh air mata
Sakura mengangguk-anggukkan kepalanya sambil menghentak-hentakkan kakinya pelan mengikuti alunan musik Kakashi. SHINee semakin cemas melihat Sakura yang begitu menikmati lagu Kakashi. Mereka berlima saling memandang. Sasori menggedikkan kepalanya ke arah kabel keyboard pada Sai agar Sai mencabut kabel tersebut, namun Sai tidak berani. Dia menyuruh Naruto namun Naruto menggeleng.
Geuraeseo geu namjaneun geudael
Neol sarang haetdeyo ttokgataseo
Tto hanagateun babo tto hanagateun babo
Hanbeon nareul anajugo gamyeon andoeyo
Nan sarangbatgo sipeo geudaeyeo
Maeil sogeuroman gaseum sogeuroman
Sorireul jireumyeo geu namjaneun oneuldo
Geu yeope itdeyo
Itulah sebabnya, pria ini menjadi seperti ini
Kau, dia mencintaimu karena kau persis sama sepertinya
Tapi kebodohan lainnya, kebodohan lainnya
Tidak dapatkah kau memelukku sebelum kau pergi?
Aku ingin merasakan cinta, sayang
Setiap hari di dalam hatiku, hanya di dalam hatiku
Aku berteriak dan pria itu berada
Di sampingnya hari ini
Sasori menatap Gaara dan menunjuk kabel keyboard tersebut, namun Gaara juga menggeleng. Dia memandang Sasuke berniat menyuruhnya tapi tidak jadi karena dia melihat Sasuke yang terus memandang Sakura yang sedang tersenyum. Entah perasaan Sasori saja atau bukan, pipi Sasuke bersemu merah.
Akhirnya Sasori memutuskan bahwa dirinya sendiri yang akan mencabut kabel tersebut, tapi baru ingin melangkah, bajunya ditarik oleh Naruto sehingga dia mendelik menatap Naruto. Naruto mengisyaratkan agar Sasori mengurungkan niatnya dengan menggeleng-gelengkan kepalanya. Tapi Sasori tidak mau menyerah begitu saja. Dia melepaskan tangan Naruto yang menarik bajunya.
Geu namjaga naraneun geol anayo
Almyeonseodo ireoneun geon anijyo
Moreulkkeoya geudaen babonikka
Apakah kau tahu pria itu adalah aku?
Kau tidak berpura-pura kalau kau tidak mengetahuinya, benar 'kan?
Kau benar-benar tidak tahu karena kau orang bodoh
Setelah lepas dari Naruto, Sasori di hadang oleh Sai dan Gaara. Sasori mendorong keduanya hingga keduanya mundur beberapa langkah. Naruto, Sai dan Gaara mencoba menghentikkan Sasori lagi namun tatapan tajam mengerikan Sasori membuat mereka terdiam di tempat. Tatapan itu seolah berarti, "Diam atau kubunuh kau dengan tidak akan memasakkan makanan untukmu!"
Eolmana eolmana deo neoreul
Ireoke baraman bomyeo honja
I babogateun sarang i geojigateun sarang
Gyesokhaeya niga nareul sarang hagenni
Jogeumman gakkai wa jogeumman
Hanbal dagagamyeon du bal domangganeun
Neol saranghaneun nan
Jigeumdo yeope isseo geu namjan umnida
Seberapa lama... seberapa lama lagi aku harus menatapmu sendirian?
Cinta ini datang seperti angin
Ini seperti mengemis cinta
Jika aku terus melanjutkan cara ini, maukah kau mencintaiku?
Mendekatlah, sedikit lebih dekat
Jika aku selangkah maju, kau mundur dua langkah
Aku yang mencintaimu ada di sampingmu sekarang
Pria itu menangis
Sedikit lagi rencana Sasori terlaksana, namun sepertinya dewi fortuna sedang tidak berpihak padanya. Nyanyian Kakashi baru saja berakhir tepat saat Sasori baru memegang kabel keyboard di sebelah kiri Kakashi. Naruto, Sai dan Gaara menahan napas saat melihat Kakashi dan Sakura membuka mata mereka yang terpejam.
Kakashi melihat sebuah undukan di sebelah kirinya dan ternyata itu adalah Sasori yang sedang berjongkok. Sasori juga menahan napasnya saat merasakan kalau Kakashi sedang melihatnya.
"Kau sedang apa di situ, Sasori?" tanya Kakashi yang terlihat bingung. Mendengar ucapan Kakashi, Sakura dan Sasuke segera melihat ke arah yang sama seperti yang Kakashi lihat.
"Ah! Ada kecoa tadi di sini, Kakashi hyung! Jadi aku berniat untuk mengusirnya tapi dia sudah terbang! Ha ha ha..." kilah Sasori sambil perlahan berdiri tegak sambil tertawa hambar. Kakashi dan Sakura menatapnya bingung. Tempat sebagus ini kok ada kecoanya?
"Sebaiknya kalian minta manajer Iruka untuk membersihkan ruangan ini," kata Kakashi, lalu dia kembali memandang Sakura. "menurutmu bagaimana suaraku?" tanya Kakashi.
Sakura tersenyum tipis memandang Kakashi. "Suaramu indah sekali, oppa." Kakashi tersenyum lebar mendengar pujian Sakura.
JEDAAAAR!
Bagaikan di tembak dengan peluru berkekuatan dahsyat, para anggota SHINee memandang Sakura dengan mata terbelalak dan mulut menganga. Baru kali ini mereka mendengar Sakura memuji seseorang dan Sakura memanggil Kakashi dengan "Oppa"! Demi apapun, mereka rasanya ingin menubrukkan kepala mereka di tembok untuk memastikan ini semua bukan mimpi.
Pujian itu seharusnya untuk salah satu di antara mereka, tapi kenapa justru Kakashi yang menerimanya. "Aku membencimu, Kakashi hyung!" jerit mereka berlima dalam hati.
.
.
.
Semua anggota SHINee sedang duduk di depan meja makan mereka. Mereka makan malam dengan sayuran (lagi). Wajah kekesalan masih terlihat di raut mereka. Bahkan jika Sasori mengingat kembali pujian yang diberikan Sakura pada Kakashi, dia segera memakan makanannya dengan bengis.
Beda dengan Sasuke yang hanya memandang lesu makanannya. Dia kembali mengingat senyum Sakura yang membuat wajahnya semakin manis. Namun sayangnya senyum itu tidak ditunjukkan padanya. Kata-kata pujian Sakura pada Kakashi membuat perut Sasuke mencelos.
Gaara terus memerhatikan Sasuke yang kelihatan tidak nafsu makan. Dia cemas dengan keadaaan dongsaengnya ini. "Gwaenchanayo?" tanya Gaara dengan lembut.
Sasuke memaksakan senyumnya memandang Gaara yang duduk di sampingnya. "Gwaenchana," sahut Sasuke, kemudian dia berdiri dari duduknya sehingga kursinya menimbulkan bunyi berderit. Keempat hyungnya segera memandangnya. "aku mau ke kamar," kata Sasuke dan dia segera pergi dari meja makan tanpa makan apapun.
Sasori melihat mangkok Sasuke yang masih tergeletak di atas meja, nasi di dalam mangkok itupun terlihat seperti tidak tersentuh sama sekali. Sumpit dan sendok Sasuke saja masih tertata rapih di samping kanan mangkok.
"Ya! Sasuke-ah! Kau harus makan dulu sebelum tidur!" teriak Sasori namun tidak didengarkan Sasuke.
"Apa yang terjadi dengannya?" gumam Sasori sedih karena Sasuke tidak memakan masakannya.
"Dia menjadi pendiam sejak kejadian Kakashi hyung bernyanyi," ujar Gaara.
Naruto mengangguk-anggukkan kepalanya mendengar ucapan Gaara. "Jangan-jangan Sasuke cemburu pada Kakashi hyung, karena dia tidak dipuji oleh Sakura." Tebaknya.
"Bisa jadi," sahut Sai. "ayo kita intip ke kamarnya!" serunya dan dijawab anggukan oleh ketiga dongsaeng-nya. Mereka berempat pun menuju kamar Sasuke.
Dengan pelan-pelan Sai membuka pintu kamar Sasuke dan mengintipnya. Di atas kepalanya ada Naruto, Sasori dan Gaara. Mereka melihat Sasuke yang sedang menyenderkan kepalanya di kusen jendela.
Sasuke menghela napas panjang. Kemudian dia menatap langit malam. Lagi-lagi bayangan wajah Sakura yang tersenyum terlihat olehnya. Buru-buru dia menggelengkan kepalanya.
"Aaaaargghh! Kenapa senyuman si monster pink selalu terbayang-bayang terus?" jerit Sasuke frustasi sambil mengacak-acak rambutnya.
Sasori, Sai, Gaara dan Naruto yang mendengar jeritan Sasuke membuka mulutnya tidak percaya.
"Sepertinya Sasuke menyukai Sakura," tebak Naruto asal dengan menyeringai.
"Aish! Jangan asal tebak begitu, hyung!" dengus Sasori.
Tiba-tiba Sai pergi dari kegiatan mengintip mereka ke dalam kamarnya sendiri yang tidak jauh dari kamar Sasuke. Sasori, Naruto dan Gaara memandang Sai bingung, kemudian mereka kembali mengintip Sasuke.
Sai datang kembali dengan membawa sebuah kamera. Naruto, Sasori dan Gaara menautkan alisnya melihat Sai dan kameranya.
"Untuk apa kamera itu?" bisik Gaara.
Sai tersenyum aneh. "Mulai sekarang aku akan mendokumentasikan cerita cinta Sasuke dan Sakura. Lalu aku akan menuliskannya di blog-ku."
Sasori menaikkan sudut atas bibirnya sebal. "Bilang saja kau ingin membuat blog-munaik rating lagi," cibir Sasori.
Sai tersenyum tanpa dosa. "Kau tahu saja, umma!" Sasori melotot dipanggil "umma" oleh Sai. Sai hanya mampu menampilkan cengirannya pada Sasori.
Sai mengambil tempatnya yang semula di paling bawah dan memoto Sasuke. Anehnya Sasuke tidak menyadari adanya blitz kamera. Naruto menjitak Sai karena kameranya menggunakan blitz. Aduh, leader yang satu ini kenapa dodol banget ya? Ckckck...
"Kalian juga harus membantuku mendokumentasikan cerita cinta Sasuke," kata Sai setelah mereka berempat tidak mengintip Sasuke.
"Apa untungnya untuk kami?" tanya Sasori yang sangat perhitungan.
"Tentu saja bisa membuat kita makin terkenal karena kita yang telah rela dengan susah payah membuat cerita cinta Sasuke. Dan SHINee akan naik pamor lagi!" sorak Sai, lalu dibekap oleh Naruto karena takut terdengar oleh Sasuke.
"Kau memanfaatkan dongsaeng-mu, hyung?" tanya Gaara dengan menatap sinis Sai.
"Aku pikir ini juga ide bagus, dan menurutku ini bukan memanfaatkan tapi simbiosis mutualisme," jawab Naruto, Sai mengangguk-angguk masih dalam bekapan Naruto.
Gaara dan Sasori berpikir sambil mengelus-elus dagu mereka. Kemudian mereka menatap kedua hyungnya, setelah itu mereka saling menatap dengan seringai di wajah mereka.
"Kami setuju!" jawab mereka. Sai segera melepaskan bekapan Naruto dan bersorak lagi, tapi dia mendapat tiga benjolan di kepalanya kemudian.
.
.
.
Latihan berjalan lancar. Sakura tampak mengangguk-angguk mendengarkan SHINee menyanyikan lagu mereka yang berjudul "Up and Down". Sakura mencatat kemajuan beberapa anggota SHINee di notes yang diberikan oleh Iruka waktu itu.
Setelah mencatat dan nyanyian mereka berakhir, Sakura mematikan tape dan berdiri di depan mereka. "Beberapa dari kalian sudah menunjukkan kemajuan. Kalian berempat sudah sedikit lebih maju." Sakura menunjuk Sai, Sasori, Gaara dan Naruto. "tapi kau belum ada kemajuan sedikit pun, pabo adeul," kata Sakura enteng.
Merasa ditunjuk dan diberi julukan "Pabo Adeul", Sasuke menggeram dan mengepalkan tangannya. Apalagi saat Sakura mengatakannya dengan enteng dan ekspresi datar yang menurut Sasuke sangat menyebalkan.
"Kita istirahat dulu lima belas menit,"ucap Sakura dan ke luar dari ruangan.
Sasuke mengikuti pergerakan Sakura lewat matanya yang terlihat seperti ada kobaran api di dalamnya. Keempat hyung-nya memandangnya dengan cemas. Tidak lama kemudian, Sasuke ke luar dari studio latihan entah ke mana. Naruto langsung memerintahkan ketiga temannya untuk ikut dengannya mengikuti Sasuke.
Sasuke berjalan dengan mata yang sangat dingin dibanding matanya yang selalu terlihat hangat sebelumnya. Jika ini anime, sudah ada kobaran api di belakang Sasuke dan pastinya keempat orang yang menguntitnya akan terbakar api tersebut.
Sasuke menghentikan langkahnya begitu melihat sosok dengan kepala merah muda sedang menatap ke luar jendela besar sambil memegang sebuah kaleng minuman. Sasuke melangkahkan kakinya lagi dan menghampiri sosok itu.
Sasori, Gaara, Naruto dan Sai segera bersembunyi di balik sebuah tembok. Mereka mengintip Sasuke dan Sakura dari sana.
"Sasuke mau apa?" tanya Gaara cemas. Ketiga temannya mengangkat bahu mereka tanda tidak mengerti.
Merasa ada yang berdiri di sampingnya, Sakura menolehkan kepalanya sedikit, kemudian dia kembali memandang kota Seoul dari jendela besar itu. Dia benar-benar tidak memedulikan orang yang saat ini berdiri di sampingnya dengan kepalan tangan yang erat.
"Aku belum pernah dihina seperti ini oleh seseorang. Meskipun dulu aku di bullying oleh teman-teman sekolahku, aku tidak pernah mendapatkan penghinaan menyakitkan seperti ini!" kata Sasuke sambil menatap tajam ke luar jendela.
Sakura meminum minumannya dan kembali melipat kedua tangannya di bawah dada. "Aku menolak mengingat namamu jika kau belum menunjukkan kemampuanmu," katanya sambil berlalu.
Sasuke menggeletukkan giginya. Dia kemudian membalikkan badannya dan menyusul Sakura yang sedang berjalan santai. Dia tarik tangan Sakura hingga minuman kaleng yang Sakura pegang terjatuh. Dia pegang belakang kepala Sakura dengan tangan kirinya dan mencium bibir Sakura. Sakura terbelalak melihat Sasuke menciumnya.
.
.
.
"Pein Oppa!" gadisnya berdiri sehingga melepaskan es krim yang ada di genggamannya, membuat pria berambut oranye ini terdiam dan menggigit bibir bawahnya. Dia sadar jika dia telah melakukan sebuah kesalahan fatal.
"Kau tahu 'kan aku tidak akan pernah berciuman kecuali dengan suamiku nanti?" tanya gadis itu dengan suara yang dingin. Si pria hanya menunduk menyesali perbuatannya.
"Mian," ucap pria itu dengan suara parau sambil menatap gadisnya yang berdiri yang sedang menatap lurus ke depannya, bukan menatapnya yang sedang duduk.
Tatapan gadis itu tidak berubah. "Tidak perlu. Kita akhiri saja semuanya sampai di sini," ucap gadis itu sambil berlalu meninggalkan si pria sendirian dengan mata membulat.
"Sakura... maafkan aku..." ucap lelaki yang memiliki tindikan di telinga ini dengan raut wajah penyesalan dan begitu sedih.
.
.
.
To be continue...
Terjemahan:
Chonmaneyo: sama-sama.
Pabo adeul: bocah (laki-laki) bodoh.
Gwaenchanayo: tidak apa-apa.
a/n: Annyeong haseyo! Cwe song hamnida atas keterlambatan update-nya. Mian kalau translate lagunya ada yang salah, saya nyari di google 'kan translate-nya in english terus saya terjemahin lagi ke Bahasa Indonesia. Oh iya, kemaren saya salah ketik harusnya Hangeul eh Hanguk. Hanguk mah nama Negaranya ya, Korea. Mianhae, hehehe... kalau ada kesalahan lagi tolong dikoreksi ya... ^^
Kamsa hamnida UchihaKeyRaSHINee20, mayu masamune, kim hyun mikpoplovers, Mamehatsuki, Midori Kumiko, Putri Luna ga login, vvvv, Kikyo Fujikazu, 4ntk4-ch4n, Kurosaki Naruto-nichan, blue sakuchan, Winterblossom Concrit Team, ichiyama qalbi-neechan. Terima kasih atas kritik, saran maupun comment-nya. Untuk silent readers juga terima kasih udah mau baca ^^
Mianhae saya gak bisa bales reviewnya satu persatu, tapi review kalian sangat berarti buat saya dan itu jadi motivasi saya untuk melanjutkan fict ini di tengah kesibukan saya. Jadi, jangan bosan mereview ya! Insya Allah kalau saya punya waktu banyak nanti saya bales reviewnya, jeongmal mianhae chingudeul.
Review again? Gomapseumnida! ^O^
