Bedded By The Boss
.
gyumingracle present
.
KyuMin FanFiction!
Warn; GenderSwitch, Typo(s)
Disclaimer; KyuMin belongs to each other
A/N; Ini FF Remake dari Novel Bedded By The Boss karya Lynda Chance
.
.
.
BAB 3
Malam minggu, Kyuhyun duduk di bar di Ninth Street Wine Grotto dan sedang minum bir keduanya. Ia menolak untuk bertanya-tanya pada dirinya sendiri akan pilihan lokasinya. Pertemuannya dengan Sungmin dua minggu yang lalu merupakan kebetulan. Hal itu tidak akan terjadi lagi. Perasaan frustasi mencengkeramnya. Kyuhyun harus mendorong Sungmin keluar. Ia butuh Sungmin yang telanjang. Di bawahnya. Di atasnya. Berlutut di bawahnya.
Bayangan wajah Sungmin ketika mantan istrinya yang jalang meneleponnya menghiasi otaknya. Pandangan matanya ketika Sungmin menyadari ia tidak menikah. Takut. Lega. Bingung.
Sungmintidakkebal atas dirinya. Tidak sama sekali.
Apa yang telah mendorongnya melakukan sandiwara kecil dengan menggoda Kyuhyun seperti yang ia tunjukkan kemarin? Apa yang ada di kepala cantiknya itu? Ada yang berubah dengannya. Kyuhyun berniat mencari tahu apa itu.
Kyuhyun tahu Sungmin menginginkannya. Mungkin tidak sebanyak Kyuhyun menginginnya, tetapi Sungmin penasaran pada Kyuhyun. Penasaran bagaimana jadinya kalau Sungmin bersamanya. Kyuhyun bisa menciumnya. Keingintahuan. Keingintahuan itulah yang akan memberinya pembukaan yang dibutuhkannya. Kyuhyun harus membuat hal itu terjadi. Fakta bahwa Sungmin tak akan dapat mempertahankan pekerjaannya memang menyedihkan. Kyuhyun tahu ia adalah seorang bajingan kejam, tapi ia akan menemukan caranya. Dan tidak lama lagi, ia akan mengatur kepingan-kepingan itu menjadi tindakan.
.
-oOo-
.
Senin siang, Sungmin sedang berada di ruang arsip mencari diantara cetak-biru yang berdebu ketika ia mendengar pintu terbanting.
Tubuhnya tersentak dan jalinan perasaan panik dan gembira meluncur di sepanjang tulang belakangnya ketika ia melihat Kyuhyun bersandar di pintu tertutup. "Apa yang kau lakukan disini?" suaranya mengoyak Sungmin.
"Mrs. Kim membutuhkan cetakan proyek Belle Chase." Syaraf Sungmin menegang namun untungnya suaranya tidak bergetar.
Kyuhyun berdiri, lengannya menyilang, memandanginya. Ya Tuhan, Kyuhyun tampan. Sungmin mengingat postur Kyuhyun satu demi satu. Rambut Kyuhyun gelap dengan helai cokelat yang menghiasinya. Mata onyx yang indah dengan alis tajam. Bibirnya penuh dan kulitnya putih pucat. Hidungnya mancung. Hal itu membuatnya terlihat maskulin, wajah jantan yang mencolok.
Jantung Sungmin berdetak lebih kencang.
"Aku mau kau keluar dari pekerjaan ini. Ini tidak akan berhasil." Itu adalah perintah.
Sungmin terkejut dan ia tidak siap. Sungmin mencoba mengulur waktu. "Kenapa?" Suaranya lembut.
"Kenapa? Kau bercanda?" Kyuhyun mendorong, menutup pintu dan melangkah seperti seekor predator ke arah Sungmin.
Sungmin menjatuhkan kertas-kertas di tangannya dan melangkah mundur satu langkah. Ia mengangkat satu tangan rampingnya untuk menjauhkan Kyuhyun.
Hal itu cukup untuk menahannya sebentar.
"Jadi kau akan menyerahkan surat pengunduran dirimu?"
Kekecewaan dan panah kesakitan meluncur ke dalam dirinya. "Apa kau memecatku?" "Tidak. Aku ingin kau mengundurkan diri." Garis bibirnya menipis.
"Aku tidak mau mengundurkan diri." Lebih daripada apapun Sungmin mulai ingin tahu kemana hal ini akan berlanjut.
"Sialan, Sungmin. Berhentilah bersikap keras kepala. Kau tahu ini akan berakhir buruk untukmu." Suara Kyuhyun berubah tajam.
Sungmin menganggkat dagunya dan menyerang balik, menantang Kyuhyun. "Mungkin itulah yang akan berakhir buruk untukmu. Mungkin kau takut padaku."
Kyuhyun tertawa. "Hebat telah mencobanya, sayang. Hal itu tidak akan terjadi. Ini akan berakhir di satu tempat dan hanya satu tempat saja."
Sungmin menggoyang kepalanya ke depan dan belakang. Rambutnya bergerak berkilau di sekitar punggungnya. "Aku tidak akan mengundurkan diri. Apa kau akan memecatku?"
"Tidak. Kau yang akan mengundurkan diri." Kata-katanya tidak berubah, tidak dapat dibantah.
Sungmin terus menggelengkan kepalanya.
Mata Kyuhyun menyipit memandang Sungmin. "Mungkin kau mau sebuah contoh? Sebuah demonstrasi akan apa yang dapat kau harapkan kalau kau tidak menyerah?" Kyuhyun mulai melangkah ke arah Sungmin lagi.
Sungmin melihat Kyuhyun seolah-olah ia kerasukan. Ia mundur sampai menabrak dinding. Kyuhyun mengikuti. Mata Sungmin membesar ketika Kyuhyun berhenti di depannya. Kyuhyun meraih dan meremas rambut Sungmin dan melilitkannya di sekitar tangannya. Jantung Sungmin berdentam di dadanya dan nafasnya berubah keras.
"Kau sudah berjuang dengan baik. Kau adalah lawan yang pantas. Tapi coba tebak, sayang. Skakmat."
Bibir Kyuhyun menutupi Bibirnya.
Panas menyentak ke dalam tubuhnya. Sekalipun Sungmin sudah mengharapkan hal itu, ia masih terkejut pada intensitasnya. Kyuhyun menekankan dirinya pada Sungmin dan Sungmin hanya bisa bersandar di tembok selagi lidah Kyuhyun menggali makin dalam, bersamaan dengan itu Kyuhyun mendorong tubuh bawahnya pada Sungmin. Kyuhyun mendominasinya, lidahnya mendorong masuk dan menarik keluar, menirukan gerakan bersenggama. Pegangan Kyuhyun di rambut Sungmin mengencang, tubuhnya menyerbu tubuh Sungmin sepenuhnya.
Sungmin merasa linglung dan tersesat seraya berpegangan pada Kyuhyun ketika Kyuhyun menciumnya, tangannya mencengkeram Sungmin, menekannya padanya. Tangan Kyuhyun bergerak ke lehernya, mengelilinginya dan menyentuhnya, lalu meluncur ke pinggangnya dan mencengkeram Sungmin dalam pegangan yang tak dapat dikompromikan.
Pada saat bersamaan keterkejutannya hilang dan kenikmatan yang intens mengalir di pembuluh darah Sungmin. Jadi inilah. Inilah yang sesungguhnya. Kyuhyun menciumnya. Ya Tuhan, akhirnya. Ia meraih ke atas dan mengalungkan tangannya di seputar pundak Kyuhyun, ke atas untuk menyusupkan jemarinya di rambut Kyuhyun. Kyuhyun beraroma nikmat. Panas gairah menguar darinya. Sungmin memeluk Kyuhyun lebih erat.
Apakah pekerjaannya sebandingdengan ini? Tidak, sama sekali tidak. Sungmin tidak mau menyerah. Ia harus tahu apa yang akan terjadi jika mereka bersama.
Kyuhyun mengangkat kepalanya dan memandang ke dalam mata Sungmin. "Katakanlah. Katakan, Kyuhyun aku mengundurkan diri," perintahnya, suaranya serak.
Sungmin menggelengkan kepalanya pelan dalam gerakan tidak ketika jari-jarinya mengusap kepala Kyuhyun. Kyuhyun meluncurkan tangannya dari lekukan pinggang Sungmin ke wajahnya. Ia menangkup tulang pipi Sungmin dengan tangan kuatnya. "Aku tidak bisa tidur denganmu ketika kau bekerja untukku." Kata-katanya dalam dan rendah, nada menuntutnya adalah mutlak.
Sungmin menghirup udara dan mengamati Kyuhyun dalam keheningan. Okay. Sekarang sudah jelas semuanya.
Kyuhyun melanjutkan, "kalau saja kita bertemu di tempat lain, hal ini pasti tidak jadi masalah. Kau tahu itu. Aku tahu itu." Katanya lembut. "Kau bertarung melawan sesuatu yang tak dapat dihindari." Tangannya menangkap pergelangan tangan Sungmin dan menahannya di tembok selagi bibirnya mencium pipi Sungmin dan merambat ke telinganya.
Sungmin merasakan sentakan aliran listrik kedalam syarafnya ketika ia merasakan Kyuhyun mencium rambutnya. Kyuhyun memegang kedua pergelangan tangan Sungmin dengan satu tangannya yang kuat dan tangannya yang lain menyentuh leher Sungmin.
Pikiran Sungmin pecah berkeping-keping. Oh, Tuhan, godaan ini tidak mungkin dilawannya. Ia mati rasa. Sungmin terlalu bernafsu dan setengah tergila-gila pada Kyuhyun sejak pertama kali bertemu dengannya.
Kyuhyun merasakan detakan jantung Sungmin yang menggila. Tubuh Sungmin bergetar untuknya. Ia melihat mata Sungmin bergejolak panas ketika Kyuhyun menekankan tangannya di leher Sungmin sewaktu Sungmin terengah-engah. Kyuhyun membandingkan kekuatannya dengan kelembutan
Sungmin. Ya Tuhan, Sungmin luar biasa. Kyuhyun harus berada di dalam Sungmin, dan secepatnya. Sialan, ia sudah terobsesi pada Sungmin!
Pemahaman itu dengan telak memukul Kyuhyun. Ia melonggarkan cengkeramannya dan meletakkan kembali tangannya di pinggang Sungmin. Dengan posesif Kyuhyun meremas pinggang Sungmin dan berkata, "Pikirkan hal itu."
Kyuhyun berjalan keluar pintu dan Sungmin bersandar di dinding, mencoba menyatukan pikirannya yang kacau-balau dengan putus asa agar dapat berfungsi kembali.
"Eunhyuk, Kyuhyun tidak menikah." Sungmin kembali bersandar di tempat tidurnya, handphone di telinganya, dan mengangkat kedua kakinya ke udara dan memperhatikan cat kuku baru di kakinya. Mengingat semua kekacauan di kantor, ia merasa luar biasa hebat.
Ia memutar kakinya satu putaran, kemudian kakinya yang satunya lagi, memeriksa warna baru sewaktu ia menunggu reaksi temannya yang akan segera muncul.
"Apa?" Eunhyuk mencicit dengan keras. Sungmin menjauhkan telepon dari telinganya sewaktu temannya melanjutkan. "Tidak menikah? Kau bercanda? Bagaimana kejadiannya? Apa dia berbohong?"
Sungmin tersenyum mendengar suara Eunhyuk. Oh, rasanya keren karena punya anak remaja. Anak-anak itu membuatmu merasa muda. Musik terbaru, bahasa gaul up-to-date, dan tentu saja, cat kuku warna cherry hitam yang luar biasa. Ia memfokuskan dirinya kembali ke percakapan. "Tidak, dia tidak bohong. Aku hanya mengasumsikan wanita yang menelepon setiap saat dan bilang ia istrinya adalah istrinya, bukan mantannya. Ia bercerai." Sungmin berhenti sebentar. "Dan dia ingin aku mengundurkan diri dari pekerjaanku." Sungmin berhenti lagi. "Jadi dia bisa berhubungan seks denganku."
Sungmin buru-buru menjauhkan gagang telepon dari telinganya lagi.
"Apa? Kau pasti bercanda, kan?" Tanya Eunhyuk. "Apa dia bilang begitu? Apa dia pernah dengar istilah pelecehan seksual? Pria itu pasti berpikir bahwa dia adalah karunia Tuhan. Apa yang akan kau lakukan?"
"Well, aku memang cukup yakin dia ingin aku mengundurkan diri. Kurasa ia berpikir kalau itu bukanlah pelecehan seksual. Sepertinya dia baik, Hyuk. Kau tak mungkin menganggap itu pelecehan kalau itu sama-sama mau, ya kan? Kau, diantara semua orang tahu berapa lama aku sangat tertarik padanya. Kurasa dia menyadarinya."
"Yeah, tapi Sungmin, pekerjaanmu? Kau harus punya pekerjaan. Apa-apaan? Apa dia pikir kau makmur secara independen, atau apa?" temannya berkata dengan berang.
"Aku tahu, Hyuk. Kurasa dia tidak sedang berpikir dengan kepala besarnya. Rasanya menawan hati hanya dengan melihatnya, sedetik dia mengontrol, sedetik kemudian dia kehilangan kontrolnya. Ketika ia menciumku hari ini—"
"Mwo? Dia menciummu? Di kantor? Ya Tuhan. Apa yang kau lakukan? Apa itu
nikmat?"
"Yeah, memang nikmat. Benar benar nikmat. Seperti yang telah kuperkirakan."
"Apa yang akan kau lakukan?"
"Aku tak tahu. Kurasa, ikuti saja permainannya. Kau tahu aku bisa mendapatkan kembali pekerjaan lamaku kalau memang kuperlukan. Aku hanya tak mau semuanya jadi terlalu mudah. Ia sangat arogan. Ia berharap bisa memakai semua caranya di segala bidang. Aku tak tahu." Sungmin mendesah. "Cukup soal dia. Gimana kabarmu sejauh ini? Bagaimana dengan Donghae?"
"Mengontrol seperti biasanya. Posesif. Cemburuan. Manja. Luar biasa di tempat tidur. Hot. Tidak seperti semua pengalamanku. Aku kecanduan olehnya." Eunhyuk tertawa.
Sungmin tersenyum. "Keren. Kau berhak jadi agak sedikit liar. Masih berpikir dia seorang gangster?"
Eunhyuk menjawab. "Aku tak punya petunjuk. Sialan, dia benar-benar kaya dan aku tak dapat menebak dari mana asal uangnya."
"Well, kurasa masing-masing dari kita punya urusan yang harus dibereskan."
Hari selanjutnya hujan dan gelap dan Sungmin sedang duduk di kursinya ketika telepon internal kantor berdering. Ia mengangkat telepon itu dan Kyuhyun membentak. "Masuk ke sini. Aku mau bicara denganmu."
Kyuhyun memutus telepon.
Kyuhyun memperhatikan Sungmin meluncur ke dalam kantornya setelah mengetuk pelan. Sungmin berdiri dan Kyuhyun melihat data-datanya. Yeah, permainannya sudah pasti telah berubah. Kaki yang panjang dan jenjang menghantamnya. Rok pendek. Pinggang ramping. Rambut panjang.
Ini sudah waktunya. Brengsek. Ini sudah berlalu. "Tutup pintunya."
.
.
.
TBC
Halo,BAB 3 update. Berterimakasih karna hari ini sekolah masuk siang jadi bisa update. hehehe
Beri tanggapan untuk chapter ini ya kawan;)
sign,
gyumingracle
