Inspired by real event of my life with some modification ^^

Ya, terinspirasi sama apa yang sdang terjadi dengan hdupku, dengan sedikit modifikasi ^^

.

.

Title: Sick of Myself

Couple: Hanchul (Heechul as a girl!)

Genre: Angst/Friendship

Summary: Tak ada yang tahu di balik wajah Heechul yang ceria, dia menyimpan luka yang begitu besar.

Warn: Genderswitch. Alur lambat. Klise. DON'T LIKE? DON'T READ ^^

.

.

Aku bergantian menatap ke arah pergelangan tangan kiriku dengan tangan kananku yang sedang memegang silet yang sudah kuasah tadi sehingga terlihat cukup tajam. Helaan nafas keluar dari diriku. Keraguan meliputi perasaanku sekarang. Kukerutkan keningku dan menutup mata, menunggu kesiapan hatiku, tapi seperti biasa, hal itu tidak datang juga.

Aku mencoba, tentu saja, untuk menyentuhkan pergelangan tangan kiriku dengan silet yang kupegang, namun ketika ada suara seseorang yang membuka pintu kamarku, gerakanku terhenti seketika. Dengan kecepatan entah dari mana, aku sudah menyembunyikan silet yang kupegang tadi ke dalam bantal yang ada di atas ranjang yang tadi kududuki. Sekarang aku sudah berdiri dan melihat ke arah pembuka pintu kamarku tadi –sekaligus penyelamat hidupku.

"Bummie? Kenapa kau tidak mengetok pintu dulu tadi?" tanyaku pada adik perempuanku, Kim Kibum. Meski kami saudara kandung, tetapi sifat dan perawakan kami cukup berbeda. Kalau aku sedikit memperhatikan fashion, Bummie lebih suka memakai baju yang nyaman dan seadanya. Sementara sifat, jangan ditanya, kami bagaikan api dan air –kalau di keluarga. Dia selalu terlihat diam di dalam keluarga, tapi kalau sudah bertemu dengan teman-temannya, cerewetnya bukan main. Setidaknya itu berdasarkan hasil pengamatanku.

Dia mengangkat alisnya terhadapku. "Aku sudah memanggil eonnie dari tadi, tapi eonnie tidak menjawab. Umma menyuruhku memanggil eonnie. Dia pikir eonnie sedang sibuk dengan komputer lagi." Aku mengangguk mendengarkan penjelasannya dan segera mengikuti langkah kakinya menuju ke ruang makan di mana umma dan appa juga sudah menunggu.

Hari ini, sekali lagi, aku tidak bisa memantapkan hatiku. Tapi, mungkin ini pertanda dari-Nya kalau masih ada yang harus kukerjakan. Sepertinya, aku harus bisa melewati hari-hari lagi.

.

.

Library

"Sick of Myself"

by eL-ch4n

22.03.2012

.

.

Bagi orang-orang, mungkin masalahku terlihat sepele dan membosankan, tapi aku bukan orang kebanyakan. Aku adalah aku. Aku adalah Kim Heechul. Meski terlihat ceria dan periang di luar, tak ada yang tahu isi hatiku. Katakan aku memakai topeng, katakan aku seperti cermin, tapi mungkin itulah diriku. Ketika aku ingin menangis karena sesuatu, aku tak bisa. Hal ini bisa dikarenakan diriku terbiasa menjadi yang tertua sehingga aku selalu berusaha terlihat tegar. Bahkan ketika kakekku meninggal dan semuanya menangis –bahkan Kibum, aku tidak. Aku hanya melihat ke arah pemandangan melalui jendela dan berusaha untuk menahan tangisku. Kata orang aku tidak berperasaan, tapi bukan, aku hanya sudah tidak tahu bagaimana caranya menangis.

Aku ingin sekali belajar untuk menjadi rapuh, menjadi seperti Kibum yang memiliki teman-teman dekatnya, meski tak banyak. Walaupun temanku yang terlihat banyak, tapi aku tak tahu ke mana harus bersandar ketika aku membutuhkan seseorang. Intinya bagi mereka, aku hanyalah friends with benefit. Ya, karena aku cukup pintar dan pandai mengajar, jadi mereka mencari diriku ketika diperlukan. Ketika ingin mengerjakan tugas, bahkan mereka yang jarang berbicara denganku, selalu bertanya pada diriku.

Contohnya hari ini, "Wookie, kau sudah nonton City Hunter kemarin? Oh my gosh, Lee Minho tampan sekali! Seandainya aku bisa bertemu dengannya." Suara ini berasal dari Eunhyuk, yeojya dengan gummy smile dan cukup berisik –sama sepertiku. Dan seperti biasa, aku akan menghampiri mereka dan mencoba untuk mengikuti pembicaraan mereka.

Pasti nyambung, tentu saja, karena seperti kataku tadi, aku bagaikan cermin, memantulkan apa yang ingin mereka lihat dariku. Katakan saja aku juga lumayan banyak tahu jadi aku bisa memulai pembicaraan dengan orang, tapi tak pernah lebih dari itu. Itulah diriku, teman yang asyik untuk diajak mengobrol dan teman yang bisa diminta untuk mengajari.

Ketika bel sudah berbunyi, kami semua kembali ke tempat duduk masing-masing dan aku memilih untuk duduk di pojok dekat dinding agar dapat bersandar. Saat-saat seperti ini, aku lebih suka untuk memperhatikan apa kata guruku atau mungkin mengeluarkan ponsel untuk mengetik pesan kepada teman-teman virtualku. Akhir-akhir ini aku sedang dekat dengan seseorang yang selalu mengirim pesan kepadaku setiap hari dan hampir setiap waktu.

Drr...Drr...

Getaran di celanaku membuatku meraih ponsel yang kuletakkan di dalam saku celanaku. Ketika membaca siapa yang mengirim pesan, seulas senyuman selalu terukir di wajahku.

From: Prince of China

To: Cinderella

Aku benar-benar bosan. Pekerjaanku hari ini banyak sekali XO

Guruku tak akan peduli kalau aku mengirim pesan karena dia sudah cukup percaya bahwa diriku bisa mengerti pelajaran. Lagipula, siapa lagi yang akan menjawab pertanyaannya selain seorang Kim Heechul?

From: Cinderella

To: Prince of China

Pelajaranku juga rasanya aku ingin tidur saja -3-

Kami bertemu di blogku. Dia memakai id Prince dan berasal dari China sehingga aku memberi julukan itu pada dirinya. Kami juga bertukar nama, hanya saja kami memutuskan untuk tetap memakai id kami saja karena alasan tertentu. Aku tahu bahwa dia namanya Hangeng, namun karena susah aku selalu memanggilnya dengan Hankyung, namja yang usianya lebih tua 4 tahun dariku dan sedang bekerja di salah satu perusahaan fotografi. Dia juga tahu namaku Kim Heechul, yeojya yang memulai semester awal di Universitas Sungkyunkwan mengambil jurusan bisnis.

From: Prince of China

To: Cinderella

Tidurlah..mau tidur di pangkuanku? ;)

.

.

From: Cinderella

To: Prince of China

Tidak, aku Cuma mau tidur di pangkuan Minho -3-

.

Aku terkekeh pelan membaca apa yang baru kutulis. Ya, Minho yang kumaksud sama dengan Lee Minho yang dikatakan tadi oleh Eunhyuk. Kami sudah terbiasa untuk bercanda seperti ini.

.

From: Prince of China

To: Cinderella

Kalau gitu Minho tidur di pangkuanku saja ya? :p

.

Dan hari itu kami lewati sama seperti hari-hari yang lain dengan bertukar pesan. Terkadang aku bisa mengungkapkan beberapa hal yang sedikit susah kuungkapkan dengan orang tuaku.

.

.

"Chullie!" Suara Eunhyuk menulikan telingaku. Sekarang aku sudah berada di apartemen yang kusewa bersama tiga orang temanku, Eunhyuk, Ryeowook, dan Leeteuk. Mereka mungkin bisa kukatakan sahabat terbaikku, tidak memanfaatkanku seperti beberapa yang lain. Jika kalian bertanya bahwa apakah Eunhyuk di sini sama dengan Eunhyuk yang ada di kelasku tadi, maka jawabannya iya.

Dia berlari menghampiriku dan segera memelukku yang baru saja pulang sehabis mengikuti kegiatan klub. Aku membalasnya tak kalah heboh dan mulailah hari itu dengan candaan-candaan yang berakhir dengan Ryeowook yang hanya bisa mengelus-elus dada karena tak bisa berkata apa-apa lagi.

Di antara mereka bertiga, aku paling dekat dengan Leeteuk. Meski usianya lebih tua dariku 1 tahun, tapi aku jarang memanggilnya eonnie karena itu membuat kami terasa lebih dekat. Hanya saja akhir-akhir ini aku merasa hubunganku dengan Leeteuk sedikit terasa canggung. Mungkin karena tidak sengaja aku menemukan diary-nya yang menuliskan sesuatu tentang seseorang. Membaca kalimat itu membuatku berpikir apakah mungkin itu adalah diriku? Namun, setiap kali kutanya, Leeteuk tidak menjawab apa-apa dan sebaliknya malah mengatakan semuanya baik-baik saja.

"Ayo makan dulu, Wookie sudah membuatkan makanan untuk kita!" ujar Leeteuk layaknya seorang ibu dalam apartemen ini. Oh ya hampir lupa, aku memang tinggal di apartemen ini kok selama aku kuliah. Kalau sudah liburan seperti pergantian semester kemarin, aku baru kembali ke rumah.

Drr...drr...

Begitu mendapati ponselku bergetar, aku yang sudah duduk di kursi meja makan, segera beranjak dan menuju ke tasku untuk mengambil ponselku. "Dari sang pangeran ya?" goda Eunhyuk membuat wajahku merona seketika.

From: Appa

To: Chullie

Umma-mu besok akan ketemu dokter. Doakan ya.

Membaca pesan singkat itu seketika tubuhku sedikit lemas. Ah, aku kembali diingatkan mengenai kondisi ummaku. Kau ingin tahu dia sakit apa? Aku tidak tahu apakah enak untuk mengatakan ini atau tidak. Katakan saja dia sudah sakit dan cukup parah. Sebelumnya kami memang sudah mengetahui penyakitnya. Saat itu aku kelas 3 SMA dan sudah dalam masa-masa liburan. Aku masih ingat bagaimana malam Natal tahun itu menjadi malam Natal yang paling tak bisa kulupakan. Kami saat itu masih tidak tahu penyakit umma dan bagaimana cara mengobatinya.

Tapi, untunglah karena tahun berikutnya penyakit ummaku akhirnya bisa disembuhkan. Kami berpikir semuanya telah selesai dan umma hanya perlu untuk menjaga kondisi badannya agar tidak terlalu capek. Sepertinya kami terlalu naif karena tahun ini, penyakit itu kembali muncul dan sudah menuju ke tingkat yang lebih tinggi. Aku baru tahu kabar itu Januari kemarin karena ummaku memaksa appa agar tidak memberitahuku yang saat itu sedang mengikuti ujian akhir.

Begitu mendengar kabar itu, badanku langsung lemas dan pikiranku begitu kalut. Besok, ummaku akan kembali menemui dokter untuk mengetahui hasil dari pemeriksaan kemarin dan aku hanya bisa berdoa semoga semuanya lancar.

"Gwenchana?" tanya Eunhyuk padaku yang sudah kembali duduk di meja makan.

"Ne." Aku hanya menjawab dengan pelan sembari memberi sebuah senyuman simpul. Mereka tidak bertanya lebih lanjut dan kami pun menikmati makanan.

.

.

From: Prince of China

To: Cinderella

Gwenchana? Mian, aku baru pulang kerja jadi aku baru baca pesanmu.

Aku segera mengetik balasannya.

From: Cinderella

To: Prince of China

Andai ada Minho di sini, mungkin aku akan lebih baik :P

Kuletakkan ponselku di samping komputerku yang sedang menyala. Hobiku yang lain adalah melakukan surfing internet. Aku suka menjelajah hal-hal baru mengenai fashion dan tentunya tak lupa mengupdate blog yang kubuat. Selain blog, aku juga suka meng-upload cerita-cerita yang kubuat. Hei, memangnya salah kalau seorang Kim Heechul membuat cerita? Berkat itu, aku bisa bertemu banyak orang di dunia virtual dan salah satunya, Hankyung. Senang sekali rasanya. Apalagi dia juga merupakan salah satu yang suka membaca cerita yang kubuat.

Melalui hal ini juga aku belajar bahwa ternyata jadi penulis itu tidak mudah, ada saja cercaan dari sana sini. Ya, meskipun aku mengatakan aku mengabaikannya, tetap saja aku ini MANUSIA, pasti ada saatnya aku akan meledak juga kan? Dan, tentunya saat ini adalah saatnya. Bagaimana tidak? Coba saja kau membaca apa yang dia tulis, aku yakin kalian juga akan kesal. Apa-apaan ini sampai membawa-bawa orang tuaku? Hei, kenapa jadi orang tuaku dibawa? Sudah cukup aku membebani ummaku sampai-sampai aku selalu menyimpan semuanya di dalam hatiku.

Ya, appa menasihatiku untuk tidak menambah beban pikiran umma dan karena itu setiap ada masalah, aku tak pernah menceritakan kepada siapapun, hanya melampiaskannya pada blog dan jejaring sosial. Daripada aku menceritakan masalahku yang mungkin terkenal konyol kepada umma dan menambah pikirannya, lebih baik aku menimbunnya dan mengerjakan hal lain saja.

From: Prince of China

To: Cinderella

Hei, aku serius, maksudku, kau tidak apa-apa? Aku sudah membaca itu, kau tahu?

Aku tersenyum simpul. Ini adalah salah satu dari banyak hal yang membuatku masih bertahan untuk melanjutkan apa yang kubuat.

From: Cinderella

To: Prince of China

Tenang saja, kau lupa siapa aku? ;) but thanks ya ^^

Ponselku kemudian kuletakkan kembali pada posisinya semula. Pandanganku kembali kepada komputer yang menyala. Tanganku sudah berada di atas keyboard dan sekarang kurasa aku bisa melanjutkannya.

.

.

"Teukie, ada apa? Kau masih marah padaku?" Sore ini tinggal kami berdua saja yang ada di apartemen. Hyukkie sedang mengikuti klub modern dance sementara Wookie sedang mengikuti klub memasak. Sementara saat ini Teukie sedang berada di depan televisi yang menyala namun dengan pikiran entah ke mana. Aku mengambil tempat duduk di samping dirinya. "Aku minta maaf, sungguh, aku tidak tahu kalau diary itu milikmu."

"Gwenchana." jawab Teukie dengan singkat. Tidak, aku bisa merasa bahwa ada sesuatu yang sedang dia sembunyikan. Namun aku sendiri tak tahu itu apa jika dia tidak memberitahuku. Aku akan melakukan apapun agar dia mengatakannya kepadaku karena pertemanan kami yang sedang dipertaruhkan.

Kutarik badannya agar melihat ke arahku. "Katakan, ada apa? Kenapa kau terlihat marah padaku? Demi Tuhan, Teukie, kalau kau tak katakan padaku saat ini bagaimana aku bisa memperbaikinya?"

"Aku..." Dia terlihat kebingungan untuk memulai dari mana. Bisa kulihat dia menggigit bibir bawahnya. Wajahnya terlihat sedang berpikir.

"Teukie, aku tidak akan marah. Oke, aku mungkin akan kesal, tapi itu jauh lebih baik daripada kau terus menyembunyikannya bukan? Aku minta maaf kalau aku salah dan aku janji akan memperbaikinya, tapi bisakah kau katakan kepadaku?"

"Aku tidak yakin, Chullie, aku takut kalau aku mengatakannya kau malah akan semakin membenciku." Dia berdiri begitu saja dan meninggalkan diriku yang masih terlihat kebingungan. Sesaat kulihat dia terhenti sebelum masuk ke kamarnya. "Aku akan mengatakannya kalau aku sudah siap."

.

.

Makan malam hari itu bisa dikatakan makan malam paling canggung yang pernah kita lewati. Teukie dan aku tidak berbicara sama sekali dan meskipun Hyukkie mengusahakan untuk menghibur, semuanya kembali lagi pada keadaan semula –hening.

"Aku sudah selesai." ujar Teukie yang segera mengambil piring dan alat makannya ke wastafel.

Brak.

Aku cukup kaget melihat Wookie –Ryeowook – membanting meja dan berdiri. "Cukup! Aku tak mengerti apa yang sedang terjadi, tapi aku tak tahan lagi!" Dia menatap tajam ke arahku dan Teukie. Rasanya tidak percaya kalau ini adalah si polos Wookie. "Kalian selesaikan masalah kalian dulu atau aku tidak akan mengijinkan kalian untuk masuk ke apartemen. Hyukkie, bantu aku." Hyukkie mengangguk dengan sedikit ragu. Dia membantu Wookie untuk mendorongku dan Teukie keluar dari apartemen kami. Sungguh masih tak bisa kupercaya kalau Wookie yang sekecil itu bisa mendorong kami yang notabenenya lebih besar darinya.

Setelah kami berada di luar pada cuaca malam yang cukup dingin, suasana hening kembali melanda. "Errm...bagaimana kalau kita ke taman, Teukie?" tanyaku untuk memecah suasana. Dia mengangguk dan kami pun berjalan menuju ke arah taman yang tidak jauh letaknya dari apartemen kami.

Suasana taman itu cukup sepi, hanya terlihat beberapa pasangan yang masih berada di sana untuk pacaran. Ada juga anak kecil yang masih asyik bermain dengan orang tuanya. Kami menduduki salah satu bangku taman yang kosong. Hening masih melanda kami beberapa saat. Hanya terdengar suara teriakan anak kecil itu, suara jangkrik di belakang kami, dan suara deru nafas kami.

"Teukie –"

"Chullie –"

Kami menatap beberapa saat kemudian kembali mengatakan hal yang sama, "Kau saja dulu." Tak berapa lama gelak tawa terdengar di antara kami.

"Sudah lama ya kita tidak seperti ini?" kataku sembari memandang langit malam yang penuh dengan bintang. Kulirik dia mengangguk pelan dan ikut menatap langit. "Jadi, ada apa? Apa salahku?"

Teukie menggigit bibir bawahnya, kebiasannya kalau dia sedang gugup. "Aku...aku kesal padamu, sungguh!" Aku tersentak kaget dengan nada bicaranya yang tiba-tiba saja sedikit berubah. "Kita sudah berteman berapa lama? 3 tahun? Semenjak kau kelas 2 SMA kita sudah bersahabat dan kau tidak mengatakan apapun pada diriku. Bahkan mengenai ummamu saja kuketahui setelah aku pergi ke rumahmu waktu itu dan –" Dia terhenti seketika berpikir apa ingin mengatakan apa yang ada di otaknya saat ini. "Dan aku tahu kalau kau suka menulis, ehem, kau tahu." Meski cahaya lampu di taman itu sedikit remang-remang, tapi aku bisa melihat mukanya memerah dan begitu pula dengan pipiku. "Tapi, aku tidak akan men-judge-mu, itu hakmu. Yang aku sesali adalah kau tidak pernah mau menceritakan apapun kepadaku." Dia memajukan bibirnya tanda bahwa dia sangat cemberut.

"Teukie, aku –"

"Dengarkan aku dulu! Aku tidak masalah kalau kau suka hal-hal seperti itu, tapi aku tidak tahan ketika kau tidak mau membicarakan apapun lagi pada diriku. Semenjak kau kenal dengan teman virtualmu yang bernama Prince of China atau siapapun itu, kau terlihat begitu asyik dengan dirinya sehingga aku terlupakan. Kau tidak tahu bahwa aku sedih?"

"Aku minta maaf, sungguh, kupikir kau masih kesal padaku karena aku membaca diary-mu waktu itu sehingga aku tak berani berbicara denganmu. Akhirnya aku kabur kepada Hankyung dan mencurahkan isi hatiku kepada dia. Mian."

Akhirnya sekarang aku mengerti apa yang sedang terjadi di antara kami, kesalahpahaman. Dia pikir aku sudah melupakannya karena akhir-akhir ini aku terlihat sekali akrab dengan Hankyung sementara aku berpikir bahwa dia kesal karena aku tak sengaja membaca diary-nya. Ketika kami saling berpandangan, gelak tawa sudah tak bisa kami tahan lagi. Aku sampai memegang perutku yang mulai kesakitan dan mengelap air mata yang sedikit keluar dari mataku. "Ternyata karena hal konyol ini kita sampai tidak berbicara. Aku sudah rindu padamu." Aku segera membawa Teukie dalam pelukanku.

"Tapi aku tetap kesal padamu." ucapnya ketika pelukan kami terlepas dan aku masih memegang kedua tangannya.

Kedua alisku terangkat karena bingung. "He?"

"..." Aku tidak menangkap apa yang dia bicarakan karena dia mengucapkannya dengan nada yang pelan.

"Teukie?"

"Kau dekat sekali dengan Kangin dan aku..." Meskipun dia tidak menyelesaikan kalimatnya, melihat pipinya yang sudah memerah, aku menyengir lebar dan segera memeluknya lagi.

"Aigoo..kau lucu sekali, tenang saja aku tidak suka Kangin, lagipula dia juga suka sama seseorang kok." Teukie terlihat kaget dan aku terkekeh pelan melihatnya. Rasanya aku ingin mengerjainya. Lagipula aku juga tidak mungkin mengatakan siapa yang disukai oleh Kangin kalau namja itu sendiri akan menembak Teukie kan? Ya, yang disukai Kangin itu Teukie, kalian pintar. "Sudah tenang saja."

"Chullie!"

Dan aku hanya tertawa mendengarnya. Malam itu, rasanya salah satu bebanku terlepas.

.

.

From: Prince of China

To: Cinderella

Hei, aku dapat kabar dari kantorku kalau aku akan dipindahkan ke cabang yang ada di Korea. Semoga kita bisa bertemu di sana ya? ;)

.

.

2 minggu kemudian...

"Eonnie, ayo cepat! Umma dan appa pasti marah kalau kita telat menjemput mereka ke bandara!" Hari ini bukan hari libur kuliahku, namun aku dan adikku bermaksud untuk menjemput appa dan umma yang baru saja kembali sehabis berobat di luar negeri.

Begitu sampai di bandara, aku segera mengikuti Bummie yang tergesa-gesa mencari tempat untuk melihat jadwal penerbangan orang tua kami. "Hmm...15 menit lagi mereka landing, ayo kita tunggu dulu di cafe itu." ujarnya. Aku hanya mengangguk dan mengikutinya. Terkadang aku berpikir, siapa yang eonnie siapa yang saeng ya? Dia kadang terlihat dewasa daripada diriku.

Drr...drr...

Aku meraih ponselku yang berada di saku celanaku. Baru saja hendak kubaca pesan yang masuk tadi, tubuhku bertabrakan dengan seseorang. Aish, pasti Bummie akan memarahiku karena kecerobohanku. "Ya! Apa kau tak pakai mata saat jalan tadi?" Tidak ada dalam kamus Kim Heechul untuk menyerah dalam argumen.

Orang yang kutabrak itu adalah seorang namja yang kalau boleh kuakui cukup tampan. Dari struktur wajahnya, sepertinya dia orang Cina. Matanya tertutup oleh kacamata hitam. Cih, sok jadi artis. Well, walau harus kuterima kalau tubuh namja itu cukup bagus dan atletis. Dia juga terlihat mapan dan lebih tinggi daripadaku. Wajahnya sedikit familiar, ah mungkin hanya perasaanku. Dari caranya berpakaian sepertinya dia seorang pebisnis, tapi melihat dia membawa kamera, sepertinya dia juga seorang fotografer? "Haha...aku jalan pakai kaki, chagiya~"

Mukaku langsung bersemu merah mendengar dia berkata dengan nada seperti itu. Aku langsung kesal dan hendak meraih ponselku, tapi dia mengambilnya lebih dulu. "Prince of China?"

"Sini kemarikan!" Aku segera mengambil dengan paksa ponselku yang berada di tangannya. Tak kuhiraukan pandangan orang-orang sekitar yang mulai tertarik melihat aksi kami. Kibum yang sudah ada di cafe mengangkat kedua alis matanya seolah bertanya, "Apa yang sedang kau lakukan?"

"Kim Heechul?" Mendengar namaku keluar dari namja yang ada di hadapanku, aku tersentak kaget, pasalnya aku baru saja mengenalnya, dan itu bukan perkenalan yang baik.

"Ya! Tahu dari mana kau?" teriakku. Aku merapikan pakaianku yang sedikit terkena debu. Dia membuka kacamata hitamnya dan aku bisa bersumpah aku melihat sepasang orbs paling indah yang pernah kulihat. Dia mengulurkan tangannya dan aku terlihat bingung. Kuangkat alisku ketika mataku bertemu dengan miliknya.

"Kenalkan, I'm your prince of China."

Seketika itu aku membesarkan mataku, menatapnya tak percaya. "Tan Hangkyung?" Dia mengangguk tersenyum. Sungguh aku tak tahu apalagi yang sedang diatur takdir pada diriku. Di depanku ini adalah Tan Hangkyung atau yang terkenal sebagai Tan Hangeng, model Cina Internasional yang sudah memenangkan beberapa perlombaan. Katakan bahwa aku bermimpi. Nama mereka memang sama, tapi aku tak menduga. "Kau tak bercanda bukan?" Dia hanya mengangguk dan tersenyum simpul.

Oh tidak, diamlah jantung. Aku mengangguk dan menerima uluran tangannya kemudian menyalaminya. "Ah, Kim Heechul imnida."

.

.

From: Prince of China

To: Cinderella

Hei, aku sudah ada di bandara sekarang. Kapan kita bisa bertemu? ;)

.

.

The End

.

.

A/N:

Cliffhanger? :p mian ya klo rasanya kurang terasa bumbu romanceny -_-" lagi galau tingkat akut soalnya habis baca review yang sangat menyakiti hatiku. Walau saya harus 'berterima kasih' karena saya jadi ada ide untuk buat cerita ini.

Oke, seperti yang tertulis di atas, ada sebagian saya ambil dari kehidupan nyata saya, tapi beberapa udah saya modif. Terutama bagian ketemu hangeng, ya iya, kalau saya bisa punya takdir kayak gitu, senangnya bukan main...wkwkwk :p

Semoga chingudeul suka ^^

.

.

Review Corner:

Oktav

Aduh chingu, karena lagi ngantuk dan dpresi tingkat akut, saya balasnya singkat ya? Gapapa ya? *puppy eyes*

Karena se7en itu mnrut yunpa terlalu playboy chingu :p hehehe...klo ada koran yg Headlineny kyk gitu saya jamin langsung laku #plak

Hahaha...udah neh, tapi kurang brasa Hanchul momentnya ya? -_-"

nervaFS

iya, tapi mian ya klo hanchulnya kurang brasa ._.

shichi itu artinya 'tujuh' dalam bahasa jepang chingu hehehe...

itakyuu lover

ne, gwenchana kok, makasih udah mampir ^^, iya kubkin hanchul..heheh

kangkyumi

makasih ya, iy saya sudah cukup bersabar sih

Ggogabang

Hahaha..namanya juga son comples *?*

Aaa...iya tuh 'Love of thousand years' klo endingny jadi se7min dan sudah ada pure love juga seh, emang lagi rencana mau bkin panjang, tapi masih bingung -3-

Aku juga lho XDDD senangnya, se7en oppa baik banget, ultahku diucapin sama dia XD *ikutan curcol*

MBC Radiohaha

Hmm...sdkt sih, tapi ya, sudah saya abaikan juga kok, Cuma yang kali ini tidak bisa chingu ^^

He eh *angguk2* bisa saya bayangkan kalau tidak dilanjut ffnya bisa dijitak habis2an saya *plak

Jisuu Kim

Iya dong XD

Kok begitu? :'( unnie kan cinta sama minnie juga, lagian klo gk ada unnie gk ada se7en u.u dan gak ada se7en gak ada minnie *eh

Aduh..nanti saya pundung deh langsung...wkwkwk...-_-""

Reita

Sep

Trueetr

Hahaha..bagus chingu suka XD

minIRZANTI

#nowplaying Anakku Bukan Anakku #eh

Hahaha...namanya juga yunho :P kok tanggung jawab? Bagus dong klo suka? -_-""

Marwan? Apalagi neh anak? *gak sante* #plak

C-chan

Hahaha...Jaejoong nanti cepat luluh sama se7en trus klo slingkuh gimana? *dijitak*

Yaa..ditunggu ya haehyukny XD

Se7en yang bagus itu 'When i can't sing', 'Better Together' 'Come Back to Me' sebenarnya adalagi, tapi saya lupa -_-"

PS: Come Back to me vers english bagus buat galau lho XD *plak

Azcya

Hahaha...bagus XD, iya aku akan bertanggung jawab dengan menikah dgn mreka #eh

Sep...makasih ya buat semngatny ^^

Ne, hwaiting XDD

Choi jimin

Sep, bagus klau suka XD gapapa kok, sudah saya maafkan *?* *peluk balik*

Rainy hanazawa ga log'in

Ne, gwenchana kok say XD iya..hehehe...makasih buat dukungannya XD

widiwMIn

nah lho..kau buat dan kau renungkan deh *eh

aduh enaknya yg udah ada notebook baru, eon masih pake yang jadul #plak

-eonmu yang cantik,just that-

Momoelfsparkyu

Gak bisa diblang lanjutan juga sih..heheh...Changmin gak akan cerein aku, soalny se7en sama aku u.u #eh

Ya ampun..kasian 1 jam penuh? 0_0 itu sih aku pake permen karet buat tutup kuping -3- #eh

Ines

Seprtinya gak ada deh...tpi saya jg bingung -_-""

VitaMinnieMIn

Udah XD, makasih ya sudah bener #plak...bagus2..hehe...semoga chingu jg suka *eh

Iya, gapapa kok, emang chapter sebelumnya agak gimana aja -3- iya aku akan kirimin undangannya #eh

doubleU26

wah, bagus itu lagunya emang yang buat aku jatuh cinta sama dia *?*

kalau saya udah ada uangnya ya *plak

chingu juga harus ikut sbarkan virus se7min ya XD *plak

ukechangminnie

hahahah...blom, aduh jadi makin gak tega bacanya, minnie :'( eh coba buka min7en (Dot) livejournal (dot) com. Di sana bnyk ff se7min, aku paling suka yang silly boys, lucu deh si se7en jadi nanny gitu :P

trus adlagi yang pnjg critany bgus banget, brasa real gitu, kyak trnyta si se7en sama changmin dulu prnah ktmu dan satu skul sblum msuk SM dan YG, tpi lupa judluny -_-" it has to be you ya klo gk salah

Lil'cute Bear

sep eon, mian gk bsa jawab panjang..diriku lagi capek dan ngantuk -_-""

ela-kyuhyunnie

eon satu lagi, lgi capek dan ngantuk, balas singkat ya? :D smoga saya memuaskan eon *apadah*

Park Hyo Ra

Sayangku cintaku, mommy ngmbek daddy gk dibalik *?*

Enno KimLee

Emang si changmin klo udah nyangkut se7en agak lola *loading lama* *plak*ada dong, se7en udah persiapin smuanya *eh

Anon

Ne, makasih ya buat semangatny ^^

Thanks to:

Oktav|nervaFS|itakyuu lover|kangkyumi|Ggogabang|MBC Radiohaha|Jisuu Kim|Reita|trueetr|minIRZANTI|C-chan|azcya|choi jimin|Rainy hanazawa ga login|widiwMin|Momoelfsparkyu|ines|doubleU26|ukechangminnie|Lil'cute Bear|ela-kyuhyunnie|Park Hyo Ra| Enno KimLee|anon

.

.

A/N:

Berikutnya, saya pengen bikin crack, tapi yang kedapet feelnya Cuma:

1 ) ChangHae (Changmin Donghae)

2 ) ChangWon (Changmin Siwon)

3 ) isilah yang lain *plak*

Kenapa banyak Changmin? Karena lagi galau sama changmin -_-" #plak dan chingu, jangan terlepas dari suju dan dbsk ya..saya juga terima kok klo dari bigbang :3 dan couple kesukaan saya itu:

Taeri/baeri (taeyang Seungri XD) #plak

.

Akhir kata, review?

3001ChangMinnie