Bisa hancur image Hoseok kalau si Pirang menceritakan kejadian tadi pagi di hadapan Seokjin-sunbae.

Walaupun kini mereka mantanan, Hoseok 'kan tidak mau berkelakuan aneh dihadapan sunbae tampannya itu. Mau ditaruh dimana wajah malunya nanti.

Yang pasti Hoseok tidak boleh memalukan di hadapan mantannya.

.

.

NamjoonHoseokAU!CollegeYouth's rated | mini series | slight!Minyoon | I don't take any profit with this chara

.

Do not plagiarize.

.

Enjoy!

.

.

.

.

Hoseok tertawa canggung begitu Seokjin malah kini semakin mengajaknya ngobrol. Hoseok sudah mengkode Jimin agar ia mengajaknya pulang tetapi Jimin malah semakin gencar mendekati Yoongi. Bahkan mulai menggodanya dengan sikap sok perhatian ala pangerannya itu.

Jadilah disini Hoseok berhadapan dengan Seokjin dan juga si Pirang tetangga barunya itu.

"Well, kita belum berkenalan. Aku Kim Namjoon." Si Pirang tersenyum kearah Hoseok dan menjulurkan sebelah tangannya. Mengajak berkenalan.

Hoseok mengangguk pelan dan menjabat lengan itu dengan genggamannya. Lagi-lagi ia dibuat terpesona oleh senyuman berlesung pipi itu.

"Aku... Jung Hoseok." Hoseok balas tersenyum kecil.

Jadi nama si Pirang ini adalah Namjoon. Bersyukur pemuda itu tak menceritakan hal aneh pada Seokjin karena pemuda itu mengobrol seperti biasa.

Namjoon juga masih tersenyum menatap teman-teman barunya. Tak lupa juga ia berkenalan dengan Jimin. Hanya saja Namjoon merasakan perbedaan sikap Hoseok ketika ia berbicara dengan Seokjin yang terlihat sangat canggung dan terkesan menjaga jarak. Namjoon jadi penasaran dengan hubungan keduanya.

"Senang berkenalan denganmu, Hoseok." Namjoon tersenyum lagi kearah Hoseok sebelum keduanya melepaskan jabatan tangan mereka.

"Oh iya, Hoseok. Namjoon ini seumuran denganmu lho. Hanya saja ia satu semester denganku hahaha." Seokjin menjelaskan. Membuat Hoseok menatap terkejut kearah Namjoon.

"Masa' sih, Pirang? Seumuran denganku?" Hoseok menatap tak percaya.

Namjoon berdehem ketika Hoseok kembali memanggilnya dengan sebutan Pirang. "Ya, aku 94 liner. Berarti kau juga?"

"Iya... Kok bisa?" Hoseok bertanya, suasananya dengan si Pirang mulai mencair.

"Saat smp aku berada di kelas akselerasi. Aku melewati dua tahun tingkatan." Namjoon berucap tak enak. Ia tak biasa memamerkan pendidikannya.

"Woah, daebak." Hoseok bertepuk tangan kecil.

"Yeah, Hoseok, sekalian kau berada disini sekalian pesan makanan saja." Seokjin mengajak Hoseok untuk makan bersama disana dengan teman baru mereka.

Ternyata si Pirang tidak terlalu buruk seperti yang Hoseok pikirkan kalau pemuda itu akan menceritakan yang tidak-tidak tentang dirinya pada Seokjin-sunbae.

.

.

Hari sudah semakin larut ketika tanpa terasa mereka mengobrol bersama. Kini Jimin sedang berusaha mengajak gebetannya itu untuk pulang bersama-sama.

Yang tentu saja ditolak mentah-mentah oleh Yoongi.

"Pergi kau, Park Jelek. Aku akan pulang bersama Jin-hyung."

Jimin semakin berwajah sedih dan menatap memelas pada Yoongi yang sudah jelas menolak ajakannya.

Menghadirkan tawa dari Hoseok melihat kegagalan temannya itu.

"Yoongi-sunbae, ayolah pulang bersama dengan pangeran?" Jimin masih saja terus berusaha.

Yoongi dihadapannya kembali memutar malas mendengar perkataan Jimin. Ia segera berdiri dan mengajak Seokjin untuk mengikutinya dan beranjak dari sana.

"Iya Yoon, kita pulang. Bye, guys. Sampai jumpa besok!" Seokjin yang sebenarnya sudah dipaksa-paksa oleh Yoongi sedari tadi untuk segera pulang itu akhirnya menyerah dan mengikuti kemauan Yoongi.

Dan kini tinggallah mereka bertiga yang tersisa. Terlihat Jimin yang merana dan Hoseok yang setia menepuk bahu Jimin untuk membuatnya bersemangat. Namjoon yang dihadapan mereka hanya menghela napas dan bersiap diri untuk segera pulang.

"Princessku kenapa pergi dengan orang lain. Pangeran disini sakit hati." Racau Jimin sekenanya.

Hoseok semakin menepuk bahu Jimin dengan keras.

"Sudahlah! Masih ada besok! Lebih baik kau antar aku pulang!"

Jimin bangkit dengan malas. Kedua bahunya turun dengan lesu.

"Umm, guys. Aku duluan. Ada yang harus aku beli malam ini." Namjoon berdiri dari kursinya dan menenteng tasnya untuk ia sampirkan di bahu.

Hoseok menatap Namjoon dan mengangguk padanya. "Bye, Namjoon!"

Hoseok sudah tidak memanggilnya dengan pirang.

"Fighting Jimin!" Namjoon ikut menyemangati Jimin. Lalu Namjoon menatap Hoseok dan tersenyum lembut padanya dengan dua lesung pipi yang menyertainya. Senyuman yang selalu membuat Hoseok terpesona. "Sampai jumpa besok, Hoseok."

Hoseok balas tersenyum. Diam-diam ia merona tipis.

"Ji—jimin ayo kita pulang." Ajak Hoseok dengan segera. Menghadirkan tatapan heran dari Jimin.

"Kenapa kau jadi gugup begitu sih, Hosiki?"

.

.

.

.

Hoseok sampai di apartemen sederhananya pukul sembilan malam. Ia menaiki tangganya satu-persatu dengan pelan. Ditangannya ia menenteng sebuah helm putih yang hari ini terus dibawa-bawanya.

Hoseok menepuk pelan dahinya. Ia tidak mengerti kenapa dirinya seceroboh ini. Masalahnya adalah sedari tadi ia sudah berkenal dengan Namjoon, sudah berkenalan juga dengan Namjoon, dan bahkan pemuda itu sudah berbaik hati tak menyebarkan aibnya dihadapan Seokjin sunbae.

Tetapi yang dilakukan Hoseok adalah seharian ini ia masih menenteng helm milik Namjoon! Astaga.

"Memalukan! Benar-benar memalukan!Rasanya ia ingin sekali membenturkan helm ditangannya ke tembok dengan keras.

Sesampainya di pintu depan unitnya, Hoseok berhenti. Ia menoleh kearah pintu di sebelah unit apartemennya. Pintunya tertutup rapat. Hoseok tidak tahu apakah pemiliknya ada didalamnya atau tidak. " Hoseok menghela napas kemudian. "Apa aku taruh di depan pintunya saja ya?"

Hoseok menggeleng pelan karena pemikirannya. "Itu tidak sopan..."

"Eh, tapi aku 'kan bisa beri note di helmnya sebagai rasa terima kasih." Pikir Hoseok kembali seraya mengusap dagunya.

Hoseok menggerutu disetiap hentakannya menaiki tangga.

"Kenapa aku bisa lupa untuk mengembalikannya sih?!" Hoseok masih juga menggerutu.

Sampai akhirnya Hoseok berdiri di depan pintu apartemen tetangganya dan terdiam disana. Menunduk menatap sebuah helm dalam genggamannya lalu menghela napas berat.

"Bagaimana ini? Haruskah aku meletakkannya disini? Atau mengentuk pintunya dan berkata akan mengembalikannya?" Hoseok bertanya pada dirinya sendiri.

"Tapi kalau Namjoon belum pulang bagaimana? Ah~ kubawa menginap saja kalau begitu?" Hoseok mengerucutkan bibirnya. Ia menenteng helm putih ditangannya disamping pinggangnya kemudian berbalik untuk menuju pintu apartemennya sendiri yang hanya beberapa langkah dari pintu tetangganya.

Tetapi belum sampai Hoseok memegang pintu knopnya, sebuah suara berat membuatnya menoleh dan menghentikan kegiatannya.

"Jung Hoseok?"

Itu suara Namjoon yang memanggilnya. Hoseok segera mengulas senyumnya saat itu juga. Ada perasaan berbeda ketika Namjoon menyebut namanya seperti itu.

"Baru sampai?" Tanya pemuda pirang itu. Langkahnya semakin mendekati Hoseok dan berhenti tepat dihadapan pemuda itu.

Hoseok bergumam gugup. Ia mengetukkan sepatunya ke lantai. "Iya, kau juga baru sampai."

Namjoon terkekeh. "Kenapa belum masuk?"

"Ah itu..." Hoseok menunduk untuk menatap helm ditangannya. "Aku ingin mengembalikan helm milikmu."

Namjoon mengikuti arah pandang Hoseok. "Ah iya..."

"Ini." Hoseok menjulurkan helm itu pada Namjoon.

Namjoon menerima helmnya dari tangan Hoseok. Tanpa sengaja tangan keduanya bersentuhan dan Hoseok. yang menyadari itu mendadak tersipu dibuatnya.

"Terima kasih ya, Namjoon. Maaf aku membuatmu repot..." Hoseok tersenyum lebar pada Namjoon dan ia masih saja mengetukkan sebelah sepatunya keatas lantai.

"Sama-sama." Namjoon balas tersenyum dengan kedua dimple menawannya itu. Tanpa sadar lengannya bergerak begitu saja untuk mengusap pucuk kepala Hoseok dan mengusak rambut hitamnya dengan gemas.

Hoseok dibuat semakin tersipu.

"Ah..." Namjoon segera menjauhkan tangannya dari rambut Hoseok, ia tersenyum kikuk dan mengusap kedua telapak tangannya sendiri. "Kalau begitu kau masuklah. Sudah malam..."

Hoseok melirik arlojinya sebentar dan kembali menatap tetangganya itu. "Kau saja duluan yang masuk, Namjoon."

"Tidak, kau saja." Namjoon memotong cepat. Masih memasang senyumannya dan berdiri untuk menunggu Hoseok masuk ke dalam apartemennya lebih dulu.

"Ah baiklah~" Hoseok berbalik menuju pintunya dan mulai memasuki kuncinya ke lubang pintu. Hoseok baru saja memutar knop pintunya ketika tiba-tiba Namjoon kembali memanggilnya.

"Hoseok-ah..."

Hoseok menoleh dan menatap bertanya pada Namjoon yang tiba-tiba memanggilnya. "Ya?"

"Selamat malam, Hoseok." Namjoon berucap begitu lembut. Senyuman berlesung pipinya mengiringi tatapan separuh bulannya pada Hoseok. Rambut pirangnya bergerak terbawa angin malam yang membelainya.

Hoseok sudah merona. Namjoon kini menjadi objek yang akan selalu membuat Hoseok terpesona.

Dengan senyuman termanisnya, Hoseok membalas ucapan selamat malam dari pemuda pirang itu. "Selamat malam juga, Namjoon-ah."

Setelahnya Hoseok segera melanjutkan putaran knop pintunya sampai terbuka dan ia memasuki apartemennya dengan wajah yang masih merona.

Memastikan Hoseok telah memasuki apartemennya dan kembali mengunci pintunya, Namjoon segera berbalik ke pintu apartemen barunya sembari menenteng helm yang baru saja diterimanya dari Hoseok.

"Lucu sekali dia itu." Gumam Namjoon sembari terkekeh selagi ia memasuki apartemennya.

.

Hoseok menyandarkan punggungnya pada pintu setelah ia memasuki apartemennya. Hoseok memegangi dadanya sendiri merasakan debarannya yang terasa lebih cepat dan ia menerawang pada langit-langit pucat apartemennya dengan wajah yang memerah.

"Kenapa aku berdebar setiap kali Namjoon tersenyum seperti itu?"

Tanyanya retoris. Membiarkan suasana malam yang hening di apartemennya yang menjawab.

.

.

.

.

To be continued...

.

.

.

.

Nb : hellow~ meet namseok again hehehe. Ini bakal dibikin mini-series. Jadi isinya yang setiap chapternya gak bakal lebih dari 2k+. Beda sama ficlet loh ya :D

Then, I need more namseok moment :(

Buat yang komentar kemarin :3

Nyonya Jung | Deushiikyungie | kimm bii | miparkland | LKCTJ94 | hadisya . aghenia | naranari part II | GitARMY | Rin-chan Park | wahyu . fn1 | Upil akamaru | kayshone | anoncikiciw | shakinayu | Lucky Miku | Mr Yoon | namjunie | Guest | JEYMINT | niasyadiera | LEVINFINITEXO88 | riani98 | anthi lee | rebel-fetus | VampireDPS | she3nn0 | Siska Yairawati Putri | ranimaharsi |

Terima kasih sudah membaca sampai sini. Apalagi yang sempetin komentar :3 hihi

.