Disclaimer:
Naruto: Masashi Kishimoto
Pokemon: Satoshi Tajiri
.
.
.
Jumat, 18 Agustus 2017
.
.
.
DREAM
By Hikasya
.
.
.
Chapter 4. Maafkan aku, Metapod
.
.
.
Nama Pokemon yang tengah mengejar kelompok Naruto sekarang adalah Beedril dan Mega Beedril.
Beedrill kebanyakan menyerupai tawon kuning bipedal. Namun, ia hanya memiliki empat kaki, bukan enam kaki dan tidak memiliki lubang pigmen. Kepala Beedrill bulat dengan mulut yang sedikit runcing, mata merah besar, dan antena hitam dengan tikungan tajam di tengahnya. Kaki depannya dihiasi dengan stingers kerucut panjang. Ia berdiri di kedua kakinya yang lain, yang panjang, tersegmentasi, dan insektoid dalam bentuk. Juga memiliki dua pasang sayap bulat dan berurat, dan stinger lain pada perut bergaris kuning dan hitamnya.
Sedangkan Mega Beedrill, keunggulannya lebih didefinisikan dari fitur. Antena lebih pendek dan sekarang jauh ke depan dan belakang di atas kepalanya. Matanya menjadi lebih panjang dan lebih ramping. Sekarang memiliki tiga pasang sayap. Pasangan paling atas lebih besar dengan trim hitam di bagian atas. Stingersnya menjadi lebih panjang dan lebih besar, menyerupai tombak. Kaki-kakinya tidak lagi insektoid, dan malah menyerupai bisul, gagang hitam dan kuning dengan ujung putih. Perutnya menjadi lebih besar dan beralur, dan menempel pada dada dengan struktur hitam. Struktur hitam serupa menghubungkan kepala dan toraksnya. Stinger di perutnya sekarang berwarna kuning pucat, dan sekarang memiliki garis-garis hitam di sekujur tubuhnya. Racun cepat yang sangat mematikan disimpan di stingers pada anggota badannya, sementara stinger ekor menghasilkan racun slow-acting yang digunakan untuk menyelesaikan lawan. Racun sesaat malah digunakan untuk mencegah musuh melarikan diri.
Beedrill sangat teritorial dan biasanya tinggal di koloni. Beedrill tampaknya sangat peduli dengan kesejahteraan Weedle dan Kakuna, dan akan merespon secara agresif orang-orang yang mengganggu mereka. Mengganggu segerombolan Beedrill akan menyebabkan seluruh koloni menyerang. Ia terbang dengan kecepatan tinggi dan melakukan serangan dengan menggunakan sengatan bintang besar pada kaki depan dan perutnya. Kedua stingers pada forelimbs memungkinkannya untuk menggunakan gerakan tanda tangan sebelumnya, Twineedle. Ini akan membawa korban serangan kembali ke sarangnya untuk makanan.
Biasanya sarangnya terdapat di hutan dan daerah berhutan lebat.
Begitulah informasi mengenai Beedrill dan Mega Beedrill.
Karena segerombolan lebah merasa terganggu akibat pertarungan Pikachu vs Pidgeotto itu, membuat mereka mengejar kelompok Naruto sekarang. Ditambah diganggu oleh tiga makhluk yang tak dikenal sehingga kemarahan mereka berlipat ganda.
Dalam aksi kejar-kejaran yang masih berlangsung ini, Naruto dan Hanabi saling berbicara.
"WUAAAAH, HANABI! APA YANG HARUS KITA LAKUKAN SEKARANG!?" tanya Naruto yang sangat panik.
"AKU TIDAK TAHU!" jawab Hanabi yang juga sangat panik.
"APA KITA SERANG SAJA MEREKA!?"
"BISA SAJA SIH! TAPI... COBA LIHAT BERAPA JUMLAH MEREKA ITU!"
"TIDAK TERHITUNG! BANYAK SEKALI!"
"ITULAH... AKU JUGA LUPA MEMBAWA TASKU!"
"AKU JUGA... MELUPAKAN METAPOD-KU! WUAAAAAH! METAPOD!"
Hanabi dan Naruto yang menggendong Pikachu, terus berlari cepat tak tentu arah. Menyusuri jalan hutan yang dipenuhi semak-semak belukar. Tahu-tahu mereka menemukan beberapa Pokemon liar lainnya, tapi semua Pokemon itu kabur begitu saja setelah mengetahui adanya segerombolan lebah yang juga lewat.
Entah apa yang mereka lakukan sekarang. Mereka ingin terbebas dari kejaran kawanan Beedril ini. Tiba-tiba...
WHUUUSHH!
Muncul sebuah bola yang melayang entah darimana. Kemudian bola itu jatuh ke tanah dan meledak hebat.
DUAAAAAR!
Menghasilkan asap hitam yang sangat tebal sehingga membuat segerombolan Beedrill itu tumbang begitu saja ke tanah. Semuanya pingsan secara mendadak.
"...!"
Naruto dan Hanabi berhenti berlari ketika menyadari ledakan bom asap itu. Bersamaan seorang laki-laki terjun dari atas pohon dan mendarat di dekat Naruto dan Hanabi.
WHUUUSH! BRAK! GEDUBRAK!
Bermaksud ingin mendarat dengan keren, laki-laki itu malah terjatuh ke tanah dalam posisi yang tidak elit. Sempat menimbulkan gempa bumi kecil sebagai efek dramatisnya.
Naruto, Hanabi dan Pikachu sweatdrop melihatnya.
"Aduduh... Sakit... Rasanya pinggangku encok...," tutur laki-laki berambut putih sebahu dan bermata merah itu. Dia berpakaian zirah besi serba hitam seperti samurai dan mengenakan kabuto di kepalanya.
"Eh? Kau tidak apa-apa, kan?" tanya Naruto yang merasa khawatir.
"Tidak," laki-laki itu bangkit berdiri dengan cepat."Aku tidak apa-apa."
"Syukurlah..."
"Aku juga bersyukur karena sudah menolong kalian dari kejaran para Beedrill itu. Untung sekali."
"Eh? Jadi... Kau yang melemparkan bom asap tadi?"
"Iya."
"Kalau begitu, terima kasih banyak."
"Tidak masalah."
Laki-laki yang berusia 15 tahun itu, tersenyum simpul. Lalu berkata lagi.
"Ngomong-ngomong... Apa yang kalian lakukan di tengah hutan seperti ini? Pacaran ya?"
"Eh!? BU-BUKAN!" sanggah Naruto dan Hanabi kompak.
"Kalau bukan, terus apa?"
"Kami ini pelatih Pokemon...," Hanabi ikut berkomentar.
"Pelatih Pokemon?"
"Hn."
"Ya, karena kemalaman, makanya kami menginap di hutan ini...," Naruto tersenyum sambil mengulurkan tangan kanannya."Perkenalkan namaku Namikaze Naruto."
"Aku Kimimaru, penjaga hutan ini."
Kimimaru, nama laki-laki berambut putih itu, membalas uluran tangan Naruto. Naruto juga menunjuk Hanabi.
"Dan ini teman perjalananku, namanya Hyuga Hanabi."
"Hai, aku Hyuga Hanabi. Salam kenal."
"Salam kenal juga."
Kimimaru dan Hanabi saling berjabat tangan. Mereka saling tersenyum.
Setelah itu, mereka tidak bersalaman lagi. Malah terlibat dalam pembicaraan serius.
"Katamu, kau penjaga hutan ini. Apa benar itu, Kimimaru-san?" Naruto yang bertanya.
"Iya. Sudah sejak dulu, keluargaku menjadi penjaga hutan ini."
"Kau tinggal bersama keluargamu di sini?"
"Tidak. Aku tinggal sendirian sekarang di sini. Orang tuaku tinggal di tempat lain."
"Oh, begitu."
"Tapi... Aku juga suka dengan Pokemon. Makanya memilih tinggal di sini sejak umurku 7 tahun. Ya, dihitung-hitung... Sudah 8 tahun, aku tinggal di sini."
"Apa kau tidak pernah berpikir ingin menjadi pelatih Pokemon?"
"Tidak. Justru aku senang bisa hidup bersama para Pokemon liar di sini. Mereka sudah berteman akrab denganku. Aku tidak akan pernah bisa meninggalkan mereka. Karena hidupku adalah di sini. Aku memilih menjadi penjaga hutan ini karena aku tidak ingin ada orang-orang yang mengganggu kehidupan para Pokemon liar di sini. Makanya setiap hari, aku menjelajah hutan ini dan berjaga-jaga. Kalau ada orang yang berniat jahat, pasti akan langsung kuusir dari sini."
"Oh..."
"Dan kurasa kalian adalah orang-orang yang baik."
"Tentu. Kami ini orang-orang yang baik."
"Hehehe... Bisa kulihat itu dari wajah kalian."
"Eh? Memangnya bisa dilihat baik dan buruknya dari wajah seseorang?"
"Bisa kok."
"Aku baru tahu soal itu."
"Hehehe..."
Kimimaru dan Naruto sama-sama tertawa. Hanabi dan Pikachu memilih diam sambil mendengarkan mereka.
Tiba-tiba lagi...
WHUUSH! WHUUUSH! WHUUUSH!
Muncul lebih banyak segerombolan Beedril dan Mega Beedrill daripada sebelumnya. Mereka melesat terbang menuju Naruto dan teman-temannya.
Kimimaru menyadari itu, lalu berteriak keras.
"ADA BEEDRILL LAGI! AYO, PERGI DARI SINI, NAMIKAZE-SAN, HYUGA-SAN!"
"APA!?" Naruto dan Hanabi melihat ke arah langit yang tertutupi segerombolan lebah yang begitu banyak."WUAAAAAAAAAH!"
"WUAAAAAAAAH! CEPAT LARI DAN IKUTI AKU!"
"KIMIMARU! TUNGGU KAMI!"
DRAP! DRAP! DRAP!
Pada akhirnya, mereka bertiga beserta Pikachu pontang-panting berlari menuju ke arah rumah Kimimaru. Segerombolan Beedrill dan Mega Beedrill semakin marah pada mereka. Berniat akan menyengat mereka dengan racun sebagai pembalasan atas para Beedrill dan Mega Beedrill yang pingsan karena terkena bom asap yang dilemparkan Kimimaru tadi.
Maka terjadilah aksi kejar-kejaran seperti tadi. Mewarnai suasana hangat di pagi hari ini.
.
.
.
"Wuaaaah... Capeeek... ~"
Naruto dan Hanabi beserta Pikachu terduduk lemas saat tiba di rumah Kimimaru. Kimimaru juga terduduk lemas seperti mereka lalu berkata.
"Syu-Syukurlah... Kita selamat..."
"Ta-Tapi... Semua Poke-ball-ku tertinggal di sana..."
"Dimana kau menaruh Poke-ball-mu, Hanabi?"
"Di tasku, Naruto."
"Ah... Itu akan susah untuk mengambilnya lagi...," Kimimaru merangkak di lantai kayu dan mengintip lewat lubang di pintu kayu yang tertutup rapat."Di luar sana, masih banyak Beedrill yang sedang mengawasi kita. Kita tidak akan bisa keluar sampai besok paginya."
Naruto dan Hanabi saling pandang lalu memandang Kimimaru. Kimimaru juga memandang mereka.
"Eh? Kita tidak bisa keluar sampai besok pagi?" kata Naruto dengan ekspresi terkejut.
"Ya. Para Beedrill akan terus mengawasi musuh-musuhnya seharian itu. Tentunya mereka akan kembali ke sarangnya ketika malam tiba," jelas Kimimaru yang bersidekap dada sambil duduk bersila.
"Jadi... Pas malam hari, kami bisa mengambil barang-barang kami yang tertinggal itu?" Hanabi ikut berbicara.
"Iya."
"Kalau begitu, kita tunggu sampai malam. Tapi... Aku merasa bersalah pada Metapod...," Naruto memasang wajah kusut dengan kedua mata yang meredup.
"Pika...," Pikachu turut merasakan Naruto yang bersedih. Kedua telinganya menurun. Duduk di samping Naruto.
Hanabi juga ikut merasakan apa yang dirasakan Naruto. Cuma Kimimaru yang tidak mengerti tentang apa yang terjadi sehingga membuat suasana menjadi melankolis seperti ini.
"Kenapa dengan Metapod?" tanya Kimimaru.
"Metapod tertinggal saat kami dikejar para Beedril. Naruto malah melupakan Metapod miliknya itu," jawab Hanabi.
"Maaf... Aku tidak sengaja meninggalkannya," Naruto menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan ekspresi wajahnya yang sebenarnya.
"Katakan maaf itu pada Metapod nanti."
"Kau benar, Hanabi."
"Untuk urusan Metapod, aku rasa aku bisa membantu kalian."
"Eh? Caranya bagaimana, Kimimaru-san?"
"Begini..."
BLA... BLA... BLA...
Kimimaru menjelaskan dengan panjang lebar tentang rencananya itu. Naruto, Hanabi dan Pikachu mendengarkannya dengan seksama. Mereka mengangguk kompak.
"Oh... Begitu ya?" Naruto mengerti.
"Kalau begitu, rencananya kita jalankan besok ya?" Hanabi memegang dagunya dengan tangan kanannya.
"Iya," Kimimaru mengangguk dengan wajah yang sangat serius."Kalian sepakat, kan?"
"SEPAKAT!" seru Naruto dan Hanabi kompak.
"Hehehe... Baik."
Kimimaru mengangguk cepat. Naruto dan Hanabi saling tersenyum. Pikachu terdiam memperhatikan mereka.
Tiba-tiba...
KRIUK!
Terdengar bunyi yang sangat keras. Berasal dari perut Naruto, Hanabi, dan Pikachu. Sehingga sukses membuat Kimimaru tercengang mendengarnya.
SIIING!
Hening untuk beberapa saat.
Suara Kimimaru yang memecahkan keheningan itu.
"Kalian lapar ya?"
"Ya, begitulah...," Naruto menyengir lebar sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal."Hehehe..."
"Ma-Maaf...," Hanabi merasa malu.
"Tidak apa-apa. Santai saja. Kebetulan aku sudah memasak sekarang. Kalau kalian mau, silahkan ambil sendiri makanannya. Tuh, makanannya ada di atas meja."
Kimimaru menunjuk ke arah atas meja. Dimana ada tudung yang terbuat dari bambu, menutupi makanan yang ada di dalamnya. Naruto dan Hanabi beserta Pikachu melihat yang ditunjuk Kimimaru tersebut.
"Terima kasih...," Naruto tertawa lebar.
"Maaf, kami banyak merepotkanmu, Kimimaru-san," Hanabi membungkukkan badannya.
"Tidak apa-apa. Ayo, kita sama-sama makan sekarang!" ajak Kimimaru dengan senyuman ramah.
"Sekali lagi, terima kasih."
"Iya."
Mereka saling tersenyum dalam suasana yang semakin akrab ini. Pikachu turut merasa senang melihat mereka dan berharap secepatnya bisa mengambil Metapod kembali. Karena Pikachu sangat mengkhawatirkan Metapod yang kini berada di sarang para Beedril. Metapod sedang berdiam diri di sebuah pohon, dimana ada para Kakuna di sana.
.
.
.
"Hei, apa benar dua bocah itu berada di rumah kayu itu?" ucap seorang wanita berambut merah dan bermata merah, yang sedang berjongkok di balik semak-semak.
"Miau... Benar sekali...," sahut Pokemon berwujud kucing yang bisa berbicara.
"Jadi... Kapan kita bisa bergerak untuk menangkap Pikachu itu?" tanya pria yang berambut aquamarine itu.
"Hmmm... Yang pasti secepatnya."
Wanita berambut merah itu tersenyum sinis dengan kacamata yang bersinar terang. Memegang dagunya dengan tangan kanannya. Dua temannya juga tersenyum sinis.
"Hehehe... Tunggu tanggal mainnya," kata pria misterius tersebut.
.
.
.
Malam harinya.
Ditemani Kimimaru, Naruto dan Hanabi beserta Pikachu kembali ke pusat perkemahan itu. Mengambil kembali barang-barang mereka yang tertinggal di sana, sembari menyelidiki apa benar ada Metapod di sarang para Beedril itu.
Malam hari yang begitu cerah, tanpa ditemani bintang-bintang. Angin dingin menerpa Naruto dan teman-temannya saat berjalan menuju sarang para Beedrill. Malam hari seperti ini, para Beedrill dan Mega Beedrill sedang tidur dengan damainya. Mereka tinggal di beberapa pohon besar, terdapat banyak Kakuna yang mengelilingi beberapa pohon besar tersebut.
Kini, Naruto dan Hanabi menggendong tas masing-masing di punggung. Pikachu bergantung di bahu Naruto. Kimimaru juga ada di antara mereka, saat berjongkok untuk memantau keadaan sekitar di balik semak-semak.
"Sesuai dugaan... Metapod memang dibawa ke sini. Itu... Lihat!" Naruto menunjuk dengan suara sepelan mungkin.
"Iya," perhatian Hanabi tertuju pada Metapod yang berada di antara para Kakuna, tepat di bawah pohon tersebut."Pasti para Beedril mengira Metapod adalah Kakuna."
"Para Beedril memang suka membawa korban serangannya kembali ke sarangnya untuk dijadikan makanan mereka," ungkap Kimimaru.
"A-Apa!?" Naruto dan Hanabi sama-sama terkejut.
"Tapi, jangan khawatir. Metapod adalah Pokemon yang bisa bertahan dengan cara mengeraskan tubuhnya seperti baja. Tidak akan mungkin bisa dimakan oleh Pokemon predator."
"Oh, begitu."
Naruto bernapas lega. Hanabi memperhatikannya dengan hati yang juga lega.
"Kalau begitu, sebaiknya kita kembali ke rumahku. Kita beristirahat dulu supaya besok harinya bisa menjalankan rencana kita itu."
"Iya, Kimimaru-san."
"Ayo, Naruto!"
"Baik, Hanabi."
Maka mereka bertiga memutuskan untuk kembali ke rumah Kimimaru. Segera tidur supaya besok harinya, kembali segar dan siap menjalani aktifitas lagi.
Dengan langkah yang berat, Naruto meninggalkan sarang para Beedril. Wajahnya tercerminkan aura kesuraman dan penyesalan.
'Metapod... Maaf... Kalau aku meninggalkanmu. Aku berjanji akan berjuang untuk mendapatkanmu kembali,' batin Naruto yang bertekad kuat di dalam hatinya.
Suara hatinya tidak dapat didengar oleh Pikachu, Hanabi dan Kimimaru.
.
.
.
Setibanya di rumah Kimimaru, Naruto dan teman-temannya langsung tidur. Mereka sudah makan malam sebelum pergi untuk mengambil barang-barang yang tertinggal. Lalu memutuskan segera tidur agar cepat bangun untuk menjalani rencana mereka itu.
Dengan ditemani cahaya temaram yang didapatkan dari obor yang terpasang di dinding, mereka tidur secara terpisah-pisah. Cuma Naruto yang tidak bisa tidur karena masih memikirkan Metapod.
Naruto terbaring dalam keadaan terlentang. Kepalanya disanggah dengan tasnya sebagai pengganti bantal. Dia sudah melepaskan topinya. Topinya terletak di samping tasnya sekarang.
Pikachu tidur di samping Naruto. Tidak mengetahui Naruto yang susah tidur. Naruto tetap terjaga dan sangat mengkhawatirkan keadaan Metapod.
'Metapod. Apa kau baik-baik saja di luar sana? Maaf, jika aku melupakanmu... Aku benar-benar minta maaf padamu...,' batin Naruto seraya menutup kedua matanya dan mengingat awal perjumpaannya dengan Metapod.
.
.
.
BERSAMBUNG
.
.
.
A/N:
Terima kasih banyak yang sudah memberitahukan saya kalau nama Pokemon lebah itu adalah Beedrill. Saya juga berterima kasih buat yang sudah membaca, men-follow, men-favourite dan mereview fic ini.
Sekian sampai di sini dan terima kasih.
Saya hiatus beberapa bulan dan nggak tau kapan balik lagi.
Jumat, 18 Agustus 2017
