Author : jongwoonieah
Title : We Got Married and Hello Baby ?!
Pairing : Choi Siwon & Kim Kibum
Other cast : Super Junior member (for this chap)
Rating : T
Genre : Romance, friendship
Length : Chaptered
Wordcount : 3,701 words
Disclamer : Siwon dan Kibum saling memiliki. Semua cast di sini milik Tuhan, Orang Tua, SM Entertainment. SiBum is my parents. And this story is mine!
Warning : Yaoi, boys love, bxb, typos, OOC. Anggap aja semua yang ditulis ini benar adanya-_-
Summary : Ketika reality show We Got Married shooting bersama reality show Hello Baby. Ketika mereka melakukan pernikahan dan menjadi orangtua untuk mengasuh bayi. Apa yang terjadi jika pemainnya sebuah boyband terkenal? Awalnya mereka hanya sebatas bandmate, tapi setelahnya siapa yang tahu?
We Got Married and Hello Baby ?!
Three weeks later at Kibum's apartement
Terlihat seorang namja yang masih menggulung diri di dalam selimut tebal nan hangatnya. Sedikit terusik dengan sinar matahari yang dengan nakalnya masuk ke dalam kamar tidurnya. Ia menggeliat tak nyaman, matanya mengerjap menyesuaikan cahaya disekitarnya. Tak lama ia bangkit dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Sekitar dua puluh menit kemudian ia sudah terlihat lebih segar dari sebelumnya.
Tiga minggu yang lalu saat ia bilang akan menemui Siwon dan para member yang sedang recording album baru, mendadak ia di telepon managernya. Ternyata esoknya ia harus terbang ke Thailand untuk fanmeeting. Entah bagaimana ia melupakan jadwalnya sendiri.
Dan hari ini ia berencana mengunjungi Siwon dan para member. Ia baru aja mendapat kabar dari managernya kalau sekarang mereka sedang latihan untuk acara SM Town.
"Oh Kibum ah, kau ingin ke SM?"
"Hmm, nanti saja hyung ini masih terlalu pagi. Sekarang antar aku ke pasar tradisional dekat sini saja."
"Hah? Kau mau apa?"
"Akan ku beri tahu nanti. Palli."
"Baiklah kalau begitu aku akan menelpon kru WGM agar kau mulai shooting saat di pasar nanti."
"Oh aku ada shooting hari ini?"
"Ya~"
"Arraso."
We Got Married and Hello Baby ?!
Terlihat seorang namja sedang berkutat dengan perkakas dapur. Tangannya sibuk memotong berbagai macam rempah serta daging. Sesekali melirik pada ponselnya yang menyala, menampilkan resep masakan.
"Akh nasi ku." Ujarnya, dengan cepat ia berlari ke rice cooker yang terletak di ujung pantry.
"Ergh lebih baik aku langsung membelinya dari pada membuatnya." Gerutunya kesal.
Ia menggigit bibirnya. "Tapi kalau aku membelinya ini tak akan menjadi special." Gumamnya.
"Itungitungakubelajarmenjadiistriyangbaik." Ujarnya cepat lalu dengan segera mengambil bamboo mat.
Ia menyisihkan nasi di piring. Menyiapkan daging ayam fillet, telur dadar, wortel, pokcoy atau bayam, kecap asin, minyak wijen, saus tiram, nori dan manisan lobak kuning. Ia menaruh bamboo mat di atas talenan dengan nori di atasnya. Singkatnya ia akan membuat kimbap. Jujur ia tak percaya dengan hasil akhirnya nanti. Tapi tak apa lah dari pada ia tak berusaha.
Setelah selesai dengan kimbapnya dengan segera ia kembali menyalakan kompor lalu memanaskan minyak goreng. Menumis bawang lalu memasukan daging, memasaknya hingga berubah warna. Menambahkan wortel, horenzo dan jamur kembali mengaduknya hingga harum. Ia menambahkan soun, merica, kecap asin, minyak wijen, garam dan gula pasir, lalu mengaduknya rata. Dan ja jang~ jadilah japchae ala Kim Kibum~
Kibum menatap masakannya dengan mata berbinar. Ia menyendok sedikit japchaenya merasakan apakah ada yang kurang atau tidak. Lalu mengambil satu potong kimbapnya dan memakannya. Setelah di rasa tak ada yang kurang ia menempatkan kimbap dan japchaenya di tempat yang sudah ia siapkan, lalu memasukkannya ke dalam paper bag. Ia melepas apron kuning yang sedari tadi ia pakai. Menelpon sang manager untuk menjemputnya.
"Kalau ini semua untuk Siwon hyung lalu untuk para member aku harus memberikan apa?"
"Akh, beli di restaurant saja lah." Ia segera meninggalkan dapur berjalan ke ruang tamu untuk menunggu sang manager tak lupa paper bag berisi makanan yang ada di tangan kanannya.
We Got Married and Hello Baby ?!
Kibum sampai di SM Entertainment. Tanpa ia sangka ternyata banyak ELF yang menunggu di depan gedung. Sepertinya mereka menunggu Super Junior selesai berlatih. Dan saat ia turun dari mobil, suara jeritan khas fans langsung terdengar. Dan kalau Kibum tidak salah dengar banyak yang meneriakan kata 'SiBum Couple'. Saat Kibum menunjukkan killer smile nya jeritan itu semakin kencang terdengar.
Kibum berjalan menyusuri lorong berusaha mencari dimana ruangan untuk Super Junior berlatih. Kedua tangannya sibuk dengan kantung-kantung yang berisi makanan untuk para member. Dirinya mendengar sayup-sayup suara music diruangan paling ujung, jadi ia memutuskan untuk berjalan kesana. Di ketuknya pintu itu dengan pelan lalu ia membukanya secara perlahan. Ia melongokkan kepalanya, ternyata benar, Super Junior sedang berlatih.
"Oh Kibum ah!" Seruan Leeteuk membuat semua menghentikan gerakan dance mereka.
"Ah, annyeonghaseyo." Ucap Kibum sambil membungkukkan badannya.
"Untuk apa kau ke sini Bum ah?" Tanya Siwon.
"Tentu saja untuk melihat suaminya berlatih." Ujar Heecul jahil.
"Siapa yang ingin melihat Siwon hyung berlatih. Aku ingin melihat Super Junior berlatih." Sahut Kibum dengan kesal.
Setelah melakukan perdebatan kecil di depan pintu mereka semua masuk. Super Junior berhenti sejenak dari latihan mereka. Mata mereka berbinar bak bintang kala melihat Kibum membawakan mereka makanan. Sejak latihan tadi mereka memang belum istirahat untuk makan, perut mereka hanya di isi dengan air mineral serta beberapa roti. Jadi jangan heran jika sekarang mereka seperti orang autis yang baru melihat makanan.
"Ah, Siwon hyung." Panggil Kibum saat Siwon ingin menyuap dakkochi yang ia beli sebelum ke gedung SM.
Siwon mengalihkan pandangannya pada Kibum. "Ya?" Kemudian ia berniat untuk menyuap lagi hidangan lezat di depannya.
"Hyung jangan makan itu." Larang Kibum saat dakkochi hampir sampai di dalam mulut Siwon.
Semua member menatapnya heran.
"Memang kenapa Bum ah?" Siwon menyerngit. Tak tahu kah Kibum bahwa kini cacing di perutnya sudah berdemo agar segera di beri makanan.
"Tunggu sebentar, dan jangan makan itu dulu sampai aku kembali." Dengan segera Kibum berlari ke pintu lalu hilang begitu saja.
Siwon menuruti kata-kata Kibum. Ia meletakkan dakkochi di tempatnya semula. Matanya menatap lapar beberapa makanan yang Kibum bawa. Lalu menatap para member yang sudah makan dengan seriusnya. Ada dakkochi, jjajangmyeon, tteokbokki, yangnyeom tongdak, yachaejeon, tteok dan jeungpyeon yang Kibum bawa, tapi kenapa dari sekian banyaknya makanan ia tak boleh memakan satu pun?
Terdengar suara pintu yang di buka kemudian di tutup kembali. Terlihat Kibum sedang berjalan sambil menenteng paper bag berwarna coklat di tangan kanannya. Kibum mendudukkan dirinya di samping kiri Siwon, lalu mengeluarkan dua kotak makan serta satu botol minum lemon tea. Kemudian ia menyerahkannya pada Siwon yang tengah menatapnya bingung. Kibum yang mengerti arti tatapan Siwon lalu berujar.
"Ini makanan yang aku buat sendiri untuk hyung. Maaf jika rasanya aneh, aku baru belajar membuatnya tapi aku harap hyung mau mencobanya."
Kata-kata Kibum membuat Siwon melebarkan matanya namun sesaat kemudian ia tersenyum lebar, ia merasakan seperti memiliki istri sungguhan. Reaksi yang di berikan Siwon berbanding terbalik dengan para member, setelah mendengar kata-kata Kibum mereka yang memperhatikan pasangan itu sambil tetap menyantap makanannya langsung tersedak hingga terbatuk batuk. Mereka tak menyangka Kibum akan berbuat seperti itu. Bahkan Kangin, Kyuhyun, Leeteuk, Donghae dan Heechul yang pernah mengikuti acara ini saja mereka menjalaninya berdasarkan naskah yang sudah dibuat namun melihat pasangan di depan mereka, mereka yakin jika adegan tadi tak ada di naskah apapun.
Siwon yang dasarnya sudah lapar langsung mengambil sumpit untuk mengambil kimbap dan menyuapnya. Kibum menunggu komentar Siwon dengan harap-harap cemas. Sungguh ia takut masakannya akan terasa aneh di mulut Siwon. Tiba-tiba saja Siwon menatapnya seolah ingin mengatakan sesuatu yang dibalas dengan tatapan pula oleh Kibum. Member lain ikut-ikutan menatap Siwon, penasaran dengan apa yang ingin Siwon katakan.
"Ini… enak Bum ah." Ucap Siwon, lalu dengan segera ia menyuap japchae yang sudah mengundangnya untuk segera dimakan.
Mata Kibum membulat mendengarnya, senyum senang terpampang di bibir merahnya yang sekarang tak henti-hentinya mengucapkan kata 'yes'. Sedangkan yang lainnya langsung tersadar dan segera mendekati Siwon berniat meminta makanan hasil jeri payah seorang Kim Kibum. Namun dengan cekatan semua tangan-tangan yang berniat menyendok kimbap serta japchae segera di tepis jauh-jauh oleh Siwon.
"Ya! Kalian tidak boleh memakan ini!" ujar Siwon mutlak.
Eunhyuk merengut. "Memangnya kenapa Won? Kami juga ingin merasakan masakan Kibum." Tanyanya dengan bibir maju beberapa senti.
"Karena Kibum memasak ini khusus untukku, jadi kalian tak boleh memakannya. Lagipula kalian sudah di bawakan makanan yang lain olehnya jadi makan saja yang itu. Yang ini semuanya milikku."
Dengan segera Siwon membalikkan badannya membelakangi para member kemudian ia terlihat serius dengan makanannya lagi. Hal ini mengundang tawa dari Kibum bahkan para cameramen disana.
"Choi Siwon, visual Super Junior terlihat autis hanya karena masakan sang istri."
Celetukan Kyuhyun menghasilkan tawa dari semua member. Dan tawa mereka semakin keras saat melihat Siwon dan Kibum tersedak secara bersaman. Kini diantara tawa itu terselip kata-kata menggoda bagi pasangan kesayangan kita ini.
We Got Married and Hello Baby ?!
Setelah menyelesaikan acara makan siang, mereka kembali berlatih. Saat ini lagu Swing dari Super Junior M yang terdengar. Zhoumi serta Henry datang sesaat setelah insiden tersedaknya pasangan SiBum. Mereka yang kebingungan bertanya-tanya, yang kemudian di jelaskan secara rinci oleh Sungmin yang saat itu berusaha menjelaskan di tengah tawanya. Zhoumi dan Henry kontan tertawa saat mendengar cerita Sungmin di bagian yang terakhir. Mereka tertawa sambil berguling-guling di lantai mengikuti tingkah Kyuhyun. Sampai akhirnya mereka berusaha berhenti karena mendengar rengekan Kibum. Susah memang berhenti tertawa karena melihat tingkah autis sang visual. Bahkan sampai sekarang di tengah-tengah latihan Kyuhyun masih berusaha menahan tawanya yang menyebabkan latihan Super Junior M tak maksimal.
Kibum duduk terdiam di pinggir ruangan bersama Leeteuk, Heechul, Kangin dan Shindong. Matanya menatap Super Junior M yang sedang berlatih, terkadang ia ikut tertawa saat Kyuhyun merusak latihan mereka. Tak jarang matanya melirik Siwon, hyung nya ini masih sama seperti dulu.
"Hey Kibum ah." Panggil Heechul.
Kibum menoleh. "Ya?"
"Kau menikmati shooting reality show ini?"
"Tentu saja, untuk apa tidak. Lagian dengan reality show ini aku dapat bertemu dengan kalian semua. Dan juga ELF dapat melihat aku kembali." Ujarnya kalem.
Kali ini gantian sang leader yang bertanya. "Lalu.. kapan kau kembali bersama kami?"
Kibum terlihat berfikir, lalu tersenyum. "Suatu saat hyung, tunggu saja."
We Got Married and Hello Baby ?!
"Kau mau kemana Bum ah?"
"Terserah hyung saja."
Mobil mahal milik Siwon kini melaju membelah jalanan kota. Selesai berlatih Siwon mengajak Kibum jalan. Di depan gedung SM tadi masih banyak ELF yang menunggu. Teriakan dan jepretan kamera mengiri langkah Kibum saat dirinya masuk ke mobil Siwon. Sebenarnya hari ini Siwon tidak membawa mobil, tapi tadi dia meminta supir rumah untuk mengirimkan mobilnya. Hari ini kan ia ada shooting jadi mau tidak mau ia harus menjadi supir untuk Kibum. Mereka sudah setengah jam membelah jalan, namun sampai sekarang belum menentukan tujuan. Dasar aneh.
"Bagaimana jika kita membeli kucing dan kelinci?" Celetuk Siwon. Seketika ia ingat hewan yang di sukai oleh Kibum, tak salah juga jika ia membelikan dua hewan lucu tersebut.
"Oh! Benarkah hyung?" Kibum yang semula melihat jalan melalui jendela mobil langsung menoleh antusias mendengar celetukan Siwon. Mata bulatnya mentap Siwon kaget. Bibir tipisnya membulat.
Siwon menoleh kearahnya lalu tertawa. "Mau?"
"Tentu saja!" Ujarnya dengan penuh semangat. "Hyung yang belikan yah."
Siwon tersenyum. "Baiklah." Ia menoleh kearah Kibum yang kini sedang menatapnya sambil tersenyum senang. Tangan kanannya terangkat untuk membelai rambut Kibum. Dan kini mobil itu melaju semakin kencang menuju satu tempat.
We Got Married and Hello Baby ?!
Siwon dan Kibum turun dari mobil, kini mereka berada di depan toko hewan yang terletak di Jung-gu. Toko ini menjual berbagai macam hewan, dari hewan reptile, melata, sampai beberapa jenis burung pun ada.
Kibum yang sedari tadi sangat antusias langsung masuk meninggalkan Siwon yang hanya menggelengkan kepala melihat tingkahnya. Mereka menuju counter yang menjual berbagai jenis kucing.
Siwon sendiri ikut sibuk melihat dan memilih berbagai kucing lucu di hadapannya. Matanya meneliti kucing Scottish fold berwarna abu-abu. "Kau ingin beli yang mana?"
"Entah hyung aku bingung." Jawabnya. Kini tangannya sibuk dengan American bobtail berbadan gemuk yang tadi di keluarkan oleh penjaga. Tangannya ia angkat tinggi-tinggi hingga ekor kucing yang tak terlalu panjang itu menyentuh hidungnya. Kibum terkiki geli saat kucing itu berontak dan sedikit menggeram.
Siwon meminta penjaga untuk mengeluarkan Peterbald dari kandangnya. "Mungkin kau tertarik dengan ini." Siwon menunjukkan kucing berbulu pendek itu pada Kibum.
Kibum menyerngit. "Aku tak begitu suka dengan kucing berbulu pendek seperti itu." Ia memberikan American bobtail pada penjaga, kemudian ia kembali berkeliling.
"Kenapa?" Siwon memasukkan Peterbald ke kandangnya dan mengikuti Kibum bekeliling.
Kibum berhenti di depan kandang, matanya meneliti kucing di depannya. "Rasanya aneh saat aku menggendongnya. Langsung menyentuh kulitnya, dan aku tidak suka."
"Kau ingin itu?" Tanya Siwon sambil menepuk pundak Kibum.
Kibum melirik Siwon. Ia ingin kucing jenis Ragdoll itu sebenarnya. Tapi ia urungkan. Itu terlalu mahal. "Mahal hyung." Desahnya kecewa.
"Kan aku yang membayar, sudah jika kau mau ambil saja tak apa."
"Tidak usah, kapan-kapan saja aku yang beli sendiri. Sekarang kita ke counter kelinci saja hyung. Ayo~" Kibum menarik tangan Siwon untuk mengikutinya. Raut kecewa Kibum menghilang saat melihat berbagai jenis kelinci dengan berbagai warna. Dan dimulailah penelitian Kibum.
Setelah cukup lama ia berkeliling melihat kelinci dengan berbagai jenis dan warna ia kembali berdiri di depan salah satu kandang. Matanya menatap kelinci tersebut lalu membaca biodata dan harga yang terpampang di samping kandang. Tak lama desah kecewa kembali terdengar.
"Jika kau mau ambil saja Bummie." Suara Siwon sukses membuatnya terlonjak kaget. Ia menatap hyungnya sambil tersenyum lalu menggelengkan kepala.
"Hyung, di sana ada kura-kura mungkin bisa aku jadikan hadiah Yesung hyung jika dia sudah pulang nanti. Aku ke sana ya." Kibum berjalan meninggalkan Siwon yang sedang berbincang dengan salah satu karyawan.
"Tolong diantar ke alamat ini."
We Got Married and Hello Baby ?!
Mobil mahal milik Siwon kembali melaju membelah ramainya jalanan kota Seoul sore ini. Banyak pasangan muda mudi yang terang-terangan menunjukkan bahwa mereka sedang berkencan. Berpegangan tangan, suap-suapan, canda tawa mereka tunjukkan tanpa rasa malu. Banyak juga para ibu-ibu yang sedang berbelanja maupun sekedar berjalan-jalan bersama suami dan anaknya.
Kibum menyerngit bingung. Ini bukan jalan menuju apartementnya. "Kita mau kemana hyung?" Tanyanya saat mobil berhenti karena macet.
"Makan." Jawab Siwon pendek.
"Hah? Dimana? Bukankah di dekat toko hewan tadi banyak restaurant yang enak?"
"Aku sudah memesan tempat dan tak mungkin aku batalkan. Sudah kau tidur saja jika lelah, kemungkinan kita akan sampai jam tujuh karena macet." Ujar Siwon sambil menampilkan senyum malaikatnya. Sesekali melirik kearah Kibum.
"Tidak mau."
"Tidur Bummie."
"Tidak mau."
"Bummie.."
"Aku tidak mengantuk hyung."
Alis mata Siwon menyatu. "Kau kira bisa berbohong padaku? Kau kira aku tidak melihat kedutan dimatamu? Tidurlah, kau lelah Bummie."
Kibum menghela nafas. "Baiklah." Lalu ia memiringkan kepalanya menghadap jendela dan segera menutup mata.
Siwon melihat jalan, masih macet bahkan belum bergerak sama sekali. Lalu ia melihat posisi tidur Kibum, dengan segera saja ia merebahkan kursi yang di duduki oleh Kibum dan membuahkan pekikan kaget dari Kibum yang ternyata belum lelap. Siwon nyengir kuda, ia mengambil selimut yang ada di jok belakang untuk menyelimuti Kibum. Dielusnya kepala Kibum perlahan.
"Jaljayo." Lalu Siwon kembali menjalankan mobilnya karena suara klakson dari arah belakang yang sangat nyaring.
We Got Married and Hello Baby ?!
Meanwhile…
"Hyung aku dengar Siwon dan Kibum juga akan ikut reality show Hello Baby!"
"Oooh benarkah? Haruskah kita yang memilih bayi-bayi lucu itu?"
"Ah! Boleh juga. Aku rasa bayi perempuan akan lucu."
"Hey kau bercanda? Bayi laki-laki lebih lucu."
"Perempuan hyung."
"Laki-laki."
"Perempuan!"
"Ish laki-laki!"
"Arggh perem-"
"Kalian berisik sekali eoh? Dari pada ribut tak jelas lebih baik kita ambil laki-laki dan perempuan."
"Setuju!"
"Lalu umur. Eumm, 3 atau 4 tahun? Bagaimana?"
"Kenapa tidak memilih bayi yang baru lahir saja?"
"Bodoh."
"Aww hyung jangan pukul kepala ku."
"Eumm.. tapi aku dengar staff sudah memilih satu anak untuk mereka."
"Yaah.. siapa?"
"Member salah satu boyband."
"Ha?"
We Got Married and Hello Baby ?!
Kibum menggeliat saat dirasa mobil yang ia tumpangi tak bergerak lagi. Sambil mengusap mata ia menengok kearah kiri. Siwon sudah tidak ada. Matanya melirik keluar jendela lalu melihat jam di pergelangan tangannya. Jam delapan. Sudah cukup malam ternyata berarti ia tertidur cukup lama.
Kibum mengusap kedua lengannya pelan. "Dingin sekali." Selimut yang sedari tadi menyelimuti tubuhnya kini ia sampirkan pada kedua bahunya. Satu tangannya senantiasa memegang selimut tersebut di depan dada. Semoga dengan begini ia dapat mengurangi hawa dingin di luar sana.
Ia berniat mencari Siwon di luar. Mungkin saja Siwon sedang bersama manager hyung atau para cameramen. Atau mungkin juga bersama teman-teman perempuannya yang Kibum tak kenal.
Keluar dari mobil, hawa dingin ternyata semakin terasa bahkan Kibum merasa hawa dingin itu menusuk hingga ke tulang. Lama berjalan ia samar-samar mendengar suara deburan ombak. Pantai, pikirnya tepat sasaran. Tak lama ia melihat seseorang dekat dengan bibir pantai. Punggung lebar itu, pakaian itu, potongan rambut itu. Tak salah lagi itu Choi Siwon. Dengan sedikit berlari ia menghapiri Siwon. Diliriknya sang hyung dari samping, matanya terpejam mungkin tidur. Tapi seingat dia Siwon tidak bisa tidur sambil berdiri apalagi di tengah udara sedingin ini.
"Kau sudah bangun Kibum ah?"
Pertanyaan Siwon membuat Kibum kaget. Ia melirik kesebelah kanannya.
"Sudah hyung. Apa hyung menunggu lama?" Tanyanya sambil mengeratkan selimut yang tersampir indah di pundaknya.
Siwon melirik jam tangannya. "Hampir satu jam. Kau tidur lelap sekali aku tak tega membangunkanmu."
"Dan hyung menunggu aku di luar dengan udara seperti ini? Kalau hyung sakit bagaimana?" Matanya mendelik menatap Siwon.
"Hey, imunku terlalu kebal untuk dimasuki penyakit seperti itu." Ucapnya sambil terkekeh lalu mengacak surai hitam milik Kibum. "Lebih baik sekarang kita makan aku sudah sangat lapar."
"Kenapa hyung tidak makan duluan?"
"Aku mengajakmu ke sini karena aku ingin membalas perlakuanmu padaku," Siwon memberi jeda ia menatap Kibum yang sedang menatapnya binggung. "soal yang tadi siang, terima kasih karena sudah mau bersusah payah membuatkan aku makanan." Senyum manis bertengger di bibir Siwon.
"A-ah hyung, aku melakukannya ikhlas kok jadi ti-" Jawab Kibum kikuk.
"Aku juga membalasmu secara ikhlas. Sudah nikmati saja. Ayo." Siwon merangkul Kibum dan mengajaknya ke suatu tempat. Sepanjang perjalanan mereka habiskan dengan gurauan satu sama lain.
Cukup lama berjalan sekarang Kibum dapat melihat tak jauh di depan sana terdapat sebuah restaurant. Terlihat jelas karena luar restaurant itu dihiasi dengan lampu warna-warni, dan di dalamnya dihiasi lampu putih yang cukup menyilaukan jika dilihat di malam hari seperti ini.
Mereka berdua masuk dan duduk di salah satu meja. Dan jika Kibum tak salah perkiraan meja mereka sekarang tepat berada di tengah-tengah restaurant yang memang di desain melingkar. Di atas meja bundar itu telah terhidang berbagai jenis makanan yang berbeda.
Dengan tiba-tiba Siwon mengangkat tangan dan seketika para pelayan yang sedari tadi berada di depan pintu dapur dan saling berjejer mulai masuk ke dalam. Dan ketika Siwon menjentikkan jari, seluruh lampu restaurant mati namun di gantikan dengan cahaya lilin yang menerangi disetiap sudut restaurant.
Wajah bingung Kibum berganti dengan wajah kaget dan sekarang ia terkekeh kecil. "Candle light dinner eoh?"
"Ya, dan untuk dirimu."
"Gombal sekali, tapi hyung aku kan bukan perempuan." Kibum menatap Siwon sengit.
Siwon balas menatap Kibum. "Tapi kau kan istriku." Jawabnya menggoda.
Kibum makin menatap Siwon sengit. Sedangkan yang di tatap malah cengengesan tak jelas.
"Hentikan tatapanmu itu, atau kau benar-benar jatuh cinta padaku."
"YA!"
"Hahahaha."
Saking kesalnya Kibum, ia bangun dari kursinya dan berjalan kearah Siwon. Lalu dipukulnya pundak Siwon dengan kencang. Tapi bukannya kesakitan Siwon malah tertawa terbahak-bahak seperti ini. Kibum menggeram kesal lalu kembali ke kursinya.
"Sudahlah, lebih baik kita makan saja."
Siwon kembali duduk dengan tenang. Tangannya menyodorkan satu piring makanan ke depan Kibum. Kibum menyerngit.
"Makanan Jerman dan China?" Tanya Kibum.
"Ya, makanlah."
Mereka mulai menikmati makanan yang tersaji. Suasanan hening nan romantis tercipta. Beberapa kali Siwon menangkap pergerakan Kibum yang mengelus-elus lengannya. Siwon yang mengerti jika Kibum kedinginan bangun dari kursinya, berjalan memutar kearah Kibum. Ia membuka jaket yang ia kenakan, selimut yang sedari tadi masih setia bertengger di bahu Kibum ia lepas lalu digantikan dengan jaketnya. Selimut yang berada di tangannya ia letakkan di atas paha Kibum, agar kaki pria dengan julukan killer smile itu tetap hangat. Siwon kembali ke kursinya sambil tersenyum.
Kibum memandangnya, senyuman manis itu tercipta. "Terimakasih, suamiku."
We Got Married and Hello Baby ?!
Kini keduanya telah sampai di depan apartement Kibum. Jalanan sudah lumayan sepi, tak urung terjadi karena jam kini sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Kibum dan Siwon turun dari mobil.
"Hyung, terimakasih untuk hari ini." Kibum sedikit membungkukkan badannya.
Tangan besar milik Siwon jatuh tepat di atas kepalanya sambil mengusap pelan. "Sama-sama, selamat malam dan mimpi indah,"
Kibum mulai berjalan meninggalkan Siwon, masuk ke dalam gedung namun ia berhenti ketika Siwon mengucapkan sesuatu.
"Snow white."
"Selamat malam dan mimpi indah juga, MaSi." Balas Kibum sambil terkikik. Segera ia berlari meninggalkan Siwon yang kini hanya geleng-geleng kepala di belakangnya.
Kakinya terus melangkah menuju kamarnya. Tangannya mencari kartu yang diakses sebagai pengganti kunci rumah biasa. Ketika ia masuk secara otomatis lampu ruangan langsung menyala.
"Meow."
Kibum terlonjak kaget. Buru-buru ia menuju ke ruang tengah. Terlihat dua kandang hewan, kandang pertama berisi kucing jenis Ragdoll yang di inginkannya persis seperti yang tadi siang ia lihat. Satu kandang lagi berisi seekor kelinci jenis Dwarf Holland Lop lagi-lagi persis seperti yang ia lihat tadi siang.
Matanya tak sengaja melihat surat yang tergeletak di atas meja, lalu ia membacanya.
Hadiah ulang tahun yang terlambat untuk istriku. Happy birthday my Snow White. With love, your hubby.
Kibum terkikik geli membacanya apalagi ketika membaca kalimat terakhir. Kemudian ia mengeluarkan kedua hewan imut tadi lalu meletakkannya di atas sofa. Ia sendiri memposisikan di belakang lalu mengambil satu selca. Mengirimkannya kepada sang pemberi hadiah, sebagai bukti kalau hadiahnya sudah ia terima.
Aku sudah menerima hadiah ulang tahunku. Terima kasih my hubby. With love, your Snow White wifeu.
To Be Continue
Hai~
Kimmie hadir dengan membawakan satu kisah lanjutan yang entah bagus atau tidak;)
Maafkan Kimmie, di chapter sebelumnya Kimmie bilang kalau bisa bakal update satu minggu sekali tapi ternyata belum terealisasikan. Maaf juga waktu Kimmie bilang mau bikin ff special buat ultahnya Yesung dan lagi-lagi gak kesampaian.
Kimmie merasa bersalah banget. Lagi, lagi dan lagi alasan utamanya adalah sekolah. Kalian yang sudah atau sedang merasakan masa-masa sekolah menengah atas pasti tahu rasanya seperti apa. Sekali lagi maafkan Kimmie, dan Kimmie berharap masih ada yang mau baca dan nunggu ff ini.
Tapi entah kenapa Kimmie berdoanya siapapun yang baca ff ini bakal lupa kalau ultimate uke kita udah punya pacar._. jujur bahkan sampai sekarang Kimmie masih susah buat balikin KM feels kaya dulu lagi;( entah Kimmie selalu gitu kalau ngeliat artis yang pacaran, dan sialnya itu berlaku juga buat ultimate uke kita bzzzz.
Ayo ceritakan padaku, scene mana yang paling kalian sukai?
Last, review please;)
