DISCLAIMER : MASASHI KISHIMOTO
RATE : T
WARNING : AU, FULL OOC, NO BASHING, DON'T LIKE DON'T READ.
.
.
.
~Mbah Jambrong~
Sepulang bekerja Naruto terpaksa menemani Sasuke untuk pergi ke tempat Mbah Jambrong sesuai janjinya tadi siang. Dukun paling terkenal seantero Konoha yang konon tarifnya mahal nan elit karena langganannya adalah para artis terkenal, pengusaha, sama pejabat.
~BRET BRET BRET BRET BREETTT~
"Woy Nar, jangan gila aja loe. Kita kesana mau naik motor yang gak pantas disebut motor ini? Mau ditaruh dimana muka gue Nar kalau orang-orang tau putra bungsu Fugaku sang bos WC tertangkap basah naik kendaraan super gaje kaya gini?" Sasuke nyerocos sampai mancrot-mancrot. Dia benar-benar syok saat mengetahui kalau nanti perjalanan menuju ke tempat dukun sakti itu menggunakan kendaraan ini. Vespa butut bersuara mirip lengkingan azab kubur yang bentuknya absurd dan dijamin tunggangannya mirip naik tapir.
"Udah brisik loe Sas. Seandainya motor matic gue lagi gak diservis aja gue gak bakal mau nunggangin motor butut prasejarah yang konon legendanya pernah ditunggangi sama moyang gue pas ngusir penjajah di tanah Konoha dulu" Balas Naruto.
Sasuke mendesah pasrah. Seandainya saja mobil sedan miliknya mendadak gak rusak pasti gak kaya gini jadinya. Sebenarnya sih mobil ada cukup banyak di rumah. Tapi karena pak Fugaku itu pelitnya mirip paman Gober dikombinasi sama Kakuzu sang tukang parkir legendaris, maka Sasuke cuma diijinkan naik mobil satu saja. Itachi juga. Tadi Sasuke sempat nelpon anikinya itu supaya diantar menuju kediamannya Mbah Jambrong. Tapi katanya gak bisa karena setan keriput itu akan menghadiri acara arisan berhadiah seekor onta Arab doyan kawin *wat de pak?*.
"Gue sih mau kalau memang terpaksa Nar. Tapi..."
"Tapi apa?" Naruto ngangkat alis.
Sasuke nunjuk-nunjuk ke arah mukanya. "Ini lho. Gue kalau gak pakai helm tuh rasanya malu gila, soalnya muka gue kelihatan di mata orang-orang sepanjang jalan Nar. Apa kata dunia kalau seorang Uchiha Sasuke yang karismatik ini ketahuan naik vespa butut? Loe juga sih helmnya cuma satu tok"
Naruto ngelus-elus pantatnya, berpikir sejenak *ngelus-elus tuh dagu kali*. "Aha! Gue tau. Tunggu sebentar ya Sas"
Sasuke memandangi Naruto yang langsung aja bablas dengan tatapan penuh tanda tanya besar.
~BRET BRET BREETT~
Setelah beberapa menit kemudian, bocah rese penunggang vespa antik itu balik lagi.
~BRET BRET BRET~
"Woy Sas, nih pakai ini aja biar muka loe aman" Tanpa permisi terlebih dulu Naruto langsung masukin kepalanya Sasuke ke dalam sesuatu yang ternyata itu adalah...
"TAS KRESEEKKK?!" Sasu njerit karena syok.
Naruto ngangguk-ngangguk tanpa dosa. "Yang penting wajah loe gak kelihatan kan? Daripada ndadak kelamaan minjam helm ya mending pakai ini aja. Terus biar loe bisa lihat kreseknya dibolongin di depan mata" Naruto nyobek sedikit kresek itu biar berlubang.
'Mampus loe Sas. Gue kerjain mau aja loe. Jyahahaha' Naruto ketawa laknat dalam hati.
"Oke lah. Hiks..hiks, berang..kaattt" Ucap Sasuke sembari terisak-isak lalu naik ke jok pembonceng.
Di sepanjang jalan justru orang-orang pada ngelihatin Sasuke dengan tatapan nista. Ada yang ketawa, ada yang nyindir, ada yang sweatdrop, bahkan ada yang berak segala *yang ini orang gila yang kebetulan berak di pinggir jalan pas Sasu sama Naru lewat. abaikan*. Dan Sasuke harus menahan tangisnya saat ia diledeki oleh bocah-bocah cilik nan usil pas berhenti di lampu merah. Kalau loe gak pakai penutup kepala tas kresek item aja mungkin nasib loe gak senista ini Sas-Sas... (-_-)"
.
.
.
Sekarang Naruto sama Sasuke sudah memasuki kawasan kuburan China yang merupakan kawasan dimana Mbah Jambrong tinggal.
~BRET BREEET BREEETT~
"Buset, selera tuh dukun sangar juga ya. Rumahnya dekat sama kuburan" Komen Naruto.
"Hn. Tapi gitu-gitu dia dukun top lho" Sahut Sasuke yang kini kepalanya sudah gak ditutupin sama kresek item lagi. Frustasi coy!
Vespa rombeng itu sudah sampai di depan sebuah gubuk yang cukup besar dengan pagar besi runcing karatan yang mengelilinginya. Naruto dan Sasuke turun dari vespa.
"Dr. Danzou Neraka Jahanam S.P S.S?" Naruto mengeja sebuah tulisan besar yang sudah buram yang berada di samping pintu gerbang.
"Dia tuh dukun atau dosen sih pakai ada gelarnya segala? Lagian rumahnya malah mirip kaya pak tani daripada dukun. Gubuk derita men" Ujar Sasuke gak penting banget.
Duo pria gaje itu nekat membuka pintu gerbang dan memasuki pekarangan rumah dukun Mbah Jambrong atau yang sepertinya punya nama asli Danzou Neraka Jahanam *ahli neraka kayaknya*. Sesampainya di depan pintu rumah, Sasuke dan Naruto deg-degan. Memasuki sebuah rumah reyot tapi gedhe dengan aura horror yang berada di ujung kompleks kuburan China bukanlah tanpa resiko.
"Nar, loe pencet tuh bel. Siapa tau berfungsi" Sasuke menyuruh sohibnya itu untuk menekan sebuah bel berbentuk muka genderuwo yang berada persis di samping pintu rumah.
"Gue? Kenapa gak loe aja Sas?"
"Kalau aman maka gue akan tetap bersama loe kok" Kata Sasuke dengan nada ramah.
Naruto segera memencet bel itu.
"Kalau bahaya loe akan langsung gue tinggal" Lanjutnya.
"Sompret!"
Setelah itu dalam beberapa detik...
HI HI HI HI HIII
"Demi kutangnya mamih gueee!" Heboh Naruto saking takutnya dan apesnya saat ia berbalik kakinya tersandung dan sukses menubruk Sasuke sampai-sampai kedua pekerja WC itu *ingat! pekerja di Wagon Company dan bukan tukang sedot WC atau tukang jaga WC umum* gelundungan sambil pelukan mirip film Bollywood versi homo.
-CEKLEK-
Pintu gubuk itu pun dibuka secara perlahan dari dalam dan menampakan sesosok makhluk mirip jin penunggu samudera antek-anteknya Nyai Roro Kidul. Badannya tinggi besar, matanya bulet, giginya runcing, kulitnya biru, dan yang paling bikin merinding adalah mukanya yang tetap angker sekalipun ia tersenyum manis.
"Monggoh. Mau ketemu Mbah Jambrong?" Tanya orang itu dengan nada yang terdengar ramah namun horror.
Sasuke bangkit dari nyusruknya seraya membersihkan sisa-sisa tanah dari bajunya. "Bukan. Gue mau ketemu sama Miyabi"
Pintu itu langsung ditutup kembali.
-BLAM-
"Ya iya lah gue mau ketemu sama Mbah Jambrong! Memang siapa lagi!?"
Sedetik kemudian pintu itu terbuka kembali dan sosok mirip siluman ikan lele tadi segera menyeret kerah kedua pria itu dengan masing-masing tangannya dan membawanya masuk ke dalam rumah.
"Ya Gusti, memangnya gak ada cara yang lebih sopan lagi ya?" Keluh Naruto dengan posisi tubuh masih diseret.
"Gue kok serasa lagi jadi aktor film Hollywood bergenre thriller yang sedang melakoni adegan ditangkap musuh ya?" Yee, disaat kaya gini ini orang *Sasuke* masih aja sempat-sempatnya narsis.
Sosok tinggi besar itu langsung melempar tubuh Naruto dan Sasuke ke lantai kaya lagi melempar sampah.
"Tunggu ya" Dan dia pun pergi.
"Buset-buset. Seram amat nih ruangan ya" Gumam Naruto saat melihat banyaknya ornamen-ornamen serta aksesoris-aksesoris berbau mistik di situ. Ada boneka Vodoo, boneka Jaelangkung, boneka Chucky, sampai-sampai ada boneka Teletubbies sama Hello Kitty yang tergeletak di pojokan. Entah gunanya apa dua boneka yang disebutin terakhir itu.
Naruto berdiri dari duduknya dan iseng menjelajahi ruangan yang sepertinya merupakan ruang kerja Mbah Jambrong. Kedua bola matanya melotot saat melihat sebuah lemari kecil transparan yang berisi jajaran alat kelamin hewan jantan. Mulai dari yang terkecil yang sepertinya milik tikus dan berlanjut ke yang lebih besar. Milik kucing, anjing, kambing, sapi, onta, singa, badak, sampai-sampai paling ujung yang tergedhe sepertinya milik gajah. Naruto sempat mengira kalau selain berprofesi sebagai dukun, Mbah Jambrong ini juga bekerja sampingan dengan menjual alat bantu seks bagi wanita *plak*.
Sedangkan Sasuke yang mulai bosan terdiam tiba-tiba berinisiatif untuk membaca sebuah surat kabar yang tergeletak di meja dan sepertinya itu adalah edisi hari ini. Kono-Post, wartanya orang Konoha dan sekitarnya.
Kedua bola mata hitamnya terbelalak saat membaca judul headline yang ada.
"Kuda lumping! Gila-gila. 'Kebebasan Demokrasi Di Konoha Mengakibatkan Seorang Orang Gila Nyaleg Di Distrik Barat'. Ckckck" Bujang Uchiha itu cuma bisa geleng-geleng dan melanjutkan untuk membaca berita yang ada di bawahnya.
"Artis kawakan Mei Terumi dan penyanyi rap muda Choujuro yang terkena kasus skandal video mesum yang bersetting di sebuah empang akhirnya meminta maaf kepada masyarakat" Sasuke menghela nafas. "Tuh cewek cakep-cakep tapi rada sakit jiwa kali ya. Kok mau-maunya dia 'main' sama bocah ingusan yang kayaknya 'itu'nya tegang aja masih nangis dan udah gitu settingnya di empang lagi. Bener-bener gak elit banget. Gak Uchiha banget! Untung aja masih mau minta maaf tuh"
Sasuke masih melanjutkan membaca dengan topik yang sama. "Mei meminta maaf dengan penuh ketulusan serta kesungguhan hati. Kepada masyarakat Konoha, saya atas nama pribadi meminta maaf atas adanya sebuah video yang benar-benar terkesan buruk. Buruk baik dari kualitas gambarnya, ukuran pixelnya, gayanya, serta settingnya. Lain kali kami berdua akam menggunakan kamera dengan resolusi tinggi serta pengambilan gambar plus pencahayaan yang lebih bagus. Juga tak lupa kami akan menggunakan gaya yang lebih hot lagi. Dan tentang settingnya, saya pikir lain kali kami akan berada di hotel berbintang. Maafkan saya karena waktu itu terlalu dilanda nafsu jadinya tak kenal tempat serta kondisi"
Sasuke sweatdrop parah. "Tanda-tanda kiamat nih. Dari tadi beritanya gak beres semua. Coba yang ini"
"Petinggi Partai Koplak Sejahtera, Jiraiya, yang ditetapkan sebagai tersangka atas kasus korupsi penerbitan majalah dewasa mengaku bersalah karena ia seharusnya lebih berani dalam mengorupsi uang dengan jumlah yang lebih besar lagi"
Sasuke kejengkang. "Oalah, ternyata baik orang bawah maupun orang atas di Konoha ini sama-sama bejatnya. Kayaknya gue adalah salah satu dari segelintir orang yang masih waras pikirannya di kota ini nih"
Loe, maniak bulu ketek yang merdukun dikatakan waras Sas?
"Ehm...ehm"
Sebuah deheman ngebass tanpa trebble barusan membuat Sasuke yang lagi baca koran nengok dan Naruto yang lagi asyik main pedang-pedangan sendiri pakai keris mendadak diam.
Seorang kakek-kakek dengan tubuh rada keriput dan berpostur ceking kaya kurang gizi berjalan menuju ke arah tempat duduk di meja kerjanya. Kakek dengan wajah tertutup perban separuh bak mumi jejadian itu menatap ke arah Naruto dan Sasuke dengan tajam.
"Sasuke Uchiha dan Naruto Uzumaki ya?"
'Ujugile, dia bisa tau nama gue cing. Bahaya nih orang, bahaya banget sumpah' Batin Sasuke panik.
'Kayaknya Mbah Jambrong ini punya ilmu kebatinan yang kuat nih sehingga bisa langsung tau nama orang. Sasupret itu sih yang ndadak mbawa-mbawa gue ke orang sakti ini. Gue harus jaga tingkah nih' Batin Naruto cemas.
Siapa yang gak bakal tau nama loe berdua kalau name-tag nya masih nangkring setia di depan dada gitu? Dasar songong!
"I..iya mbah" Jawab kedua jones *jomblo ngenes* itu.
"Duduk"
Sasuke dan Naruto berjalan ke arah tempat duduk yang sudah disediakan di hadapan Mbah Jambrong dengan langkah hati-hati.
Degup jantung Sasuke semakin kencang sedangkan keringat dingin Naruto bercucuran.
Dukun tua itu menghirup nafas dalam-dalam. "Perkenalkan nama saya adalah Ki Danzou Neraka Jahanam atau yang biasa disebut Mbah Jambrong!"
JEGEERRR!
Naruto sama Sasuke kaget setengah mampus sampai jantungnya serasa mau ambrol saat suara amat keras barusan terdengar persis setelah Mbah Jambrong selesai memperkenalkan diri. Kaya adegan di movie-movie horror gitu lah. Tapi kok anehnya gak ada cahaya kilat sama sekali dan yang ada malah bau mirip gas ya?
"Mbah! Mbah! Gasnya meledak mbah!" Teriak seseorang dari arah dapur sepertinya.
Sekonyong-konyong dukun aneh itu langsung ngibrit menuju ke arah dapur. "Kisame! Padamin apinya cepet!"
Kutang Sasuke melorot sebelah dan Naruto memasang wajah boker face *bukan poker face* karena memang dia sudah kebelet boker lagi.
-TSUZUKU-
Ini dia chapter 4. Kayaknya author gak perlu banyak cincong di sini ya karena kebetulan gak ada yang bertanya, hehe.
Yosh, terima kasih sudah bersedia membaca!
