Title : He is Back, But You're Mine

Author : Han Yong In – HanY

Cast : Lee Hyukjae – Lee Donghae (EunHae) – Kim Kibum

Sub Cast : Lee Sungmin

Genre : YAOI MalexMale, Romance

Rate : T

Lenght : Chaptered

Warning : YAOI Don't Like Don't Read. Donghae Is real uke. Don't bash about shipper (Eunhae or Kihae).
Biarkan saya berimajinasi sesuka hati.

Summary : Banyak pria yang pergi dan datang ke kehidupan Lee Donghae tapi tidak satupun yang mampu menggantikan posisi Lee Hyukjae karena memang Donghae milik Hyukjae.

Disclaimer : Hae is MINE !

.

.

#PREVIOUS CHAPTER#

.

"Donghae.. kau disini juga rupanya"

"E Hyukie eomma.. sudah pulang dari luar kota"

"Iya Hae aku harus pulang karena kemarin Hyukie mendapat kecelakaan dan membuatnya tidak bisa berjalan sementara. Kau belum tau?"

"apaaa? Kenapa Hyuk tidak menceritakan kepadaku. Dan apa yang aku lakukan kepadanya tadi?" batin Donghae yang kemudian mengarahkan matanya untuk mencari Hyukie disekitarnya.

"Kau hanya diam saja Hae.. tapi dimana Hyukie. Kau melihatnya Hae.." Tanya eomma Hyuk kepada Donghae.

"Eomma… Hyukiee…..."

-He is Back, But You are Mine-

.

.

Donghae berlari mengejar Eunhyuknya yang kemungkinan belum jauh dari tempat itu. Di ikuti oleh Hyuk eomma dibelakangnya. Sementara Kibum memilih untuk pulang menuruti permintaan Donghae yang memintanya untuk pulang.

"Huh dimana Hyukieku? Aku sudah membuatnya sakit hati" Donghae memburu nafasnya karena terengah mengejar Eunhyuk yang ternyata sudah tidak Nampak.

"Kau sudah menemukannya Hae"

"Eomma maafkan aku. Aku benar-benar tidak tahu jika Eunhyuk mendapatkan kecelakaan" Donghae memeluk sosok wanita yang ia sebut sebagai eomma saking akrabnya Donghae dengan Nyonya Lee eomma Eunhyuk.

"Gwenchana mari kita mencari Hyuk lagi"

"Hiks eomma"

Donghae berjalan berjejer dengan Nyonya Lee. Tapi Donghae tidak bisa menyembunyikan rasa bersalahnya. Dia yang membuat Eunhyuk menghilang.

Dan perkataannya tadi? Menyuruh Eunhyuknya untuk menghilang dari kehidupannya.

"Eomma dimana Hyukie. Hiks" Langkah Donghae terhent. Tiba-tiba saja kakinya lemas hingga membuatnya tersungkur duduk ditanah taman. Tidak peduli ia sedang berada dalam keramaian.

"Donghae berdirilah. Jangan seperti ini"

"Eomma kemana lagi kita mencari Hyukie. Tidak mungkin dia secepat ini luput dari pandangan kita"

"Donghae eomma mohon berhenti menangis"

"Ini memang salahku eomma, kenapa dari dulu aku sangat bodoh"

"Jangan menyalahkan dirimu sendiri. Aku yakin Hyukiemu akan baik-baik saja. Aku percaya dengan anak eomma"

Nyonya Lee mengangkat tubuh Donghae untuk berdiri. Dan lagi-lagi Donghae memilih untuk memeluk erat Eunhyuk eomma.

.

.

Jalanan taman sudah terlewati dan sampailah Nyonya Lee dan donghae menuju jalan raya tapi sosok Eunhyuk benar-benar tidak terlihat.

"Hyukie kau dimana. Hiks" Donghae terisak

"Donghae ya.. eomma"

Teriakan diseberang jalan itu menyita perhatian Donghae dan Nyonya Lee.

"Hyukie… Aa Mianhae Hyukie"

Teriakan minta maaf DOnghae memang terhalang oleh kendaraan yang sibuk lalu lalang dijalan, tapi Eunhyuk cukup jelas bisa mendengarnya.

"aku tau kau pasti akan mencariku Donghae"

Teriak Eunhyuk berusaha menggelindingkan roda kursi rodanya melewati jalanan yang kebetulan semua kendaraan berhenti karena lampu sedang berwarna merah.

"Mianhae My Hyukie. Eek au disitu saja biarkan aku yang menghampirimu Hyuk"

Donghae berjalan menuju ke Eunhyuknya sambil mengusap airmatanya yang sempat membasahiwajah manis itu.

Nyonya Lee memilih untuk tetap berada pada tempatnya. Jujur ia tidak bisa menghilangkan rasa haru dari pancaran wajahnya. Bahagia melihat senyum sumringah putranya diseberang jalan itu karena Donghae.

.

.

.

Bruaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkkkkkkkkkkkkk Daggggggggggggggggggg Brukkkkk

.

.

"Hyukiieeeeee…"

Pyarrrrr

Apa yang terjadi? Mata Donghae membulat tajam mendapati Eunhyuknya sudah tak sadarkan diri terbaring di aspal jalanan dengan darah disekitarnya.

"Kenapa ini bisa terjadi Eunhyukie…"

Dagg hatinya kini seperti dihujam ribuan pisau. Lemas tak berdaya melihat kejadian itu terjadi langsung dihadapannya

Donghae meletakkan kepala Hyukienya tepat dipangkuannya

"Bangunlah Hyuk.."

"Buka mata indahmu Hyuk. Maafkan aku Hyukie"

"Aku mencintaimu. Bangunlah Hyukie. Untukku"

Deras air matanya kini sudah jatuh mengenai wajah Eunhyuk yang hampir tertutup oleh darah.

"Hyukieeeee"

Donghae berteriak sekuat tenaganya berharap bahwa Hyukie membuka sekejap saja panca indra penglihatnya.

"Hyuk bangunlah. Lihatlah ada Donghae disini. Buka matamu sayang"

Nyonya Lee sudah berada disamping Donghae. Dan ia juga tidak bisa menahan airmatanya melihat anaknya yang harus mengalami peristiwa ini untuk kedua kalinya.

"Dong-hae-ku…"

Kata terbata itu muncul dari bibir yang sudah tidak sanggup lagi berkata lebih panjang.

"Hyuk kau memanggilku. Kau pasti bisa, ku mohon" pinta Donghae sambil terus member dekapan kepada Eunhyuknya yang semakin melemah.

"E-omma.."

"Iya sayang"

"J-ja-ga Dongh-hae untukk-ku. Ku-mohon. Agh"

Eunhyuk tertatih sambil berusaha menampakkan senyumnya. Tidak ingin melihat Donghae menangis kali ini.

"Kau bicara apa Hyuk. Kau yang akan menjagaku. Bertahanlah Hyukie"

.

.

.

.

-He is Back, But You are Mine-

.

.

Suasana benar-benar hening sekarang. Hanya terdegar isakan tangis Donghae yang semakin parah melihat keadaan Eunhyuknya yang menjadi sangat kritis.

Donghae memilih berada diluar ruang menjaga Nyonya Lee yang sangat terpukul.

.

.

"Hyuk. Aku minta maaf"

"Ku mohon bangunlah dan jagalah Donghaemu"

"A-aku tidak ada maksut sama sekali mengambil Donghae darimu. Dan karena aku tidak mungkin menetap disini. Jadi kumohon bangunlah"

Airmata Kibum juga tidak bisa dibendungnya. Kini ia berada disamping dimana Eunhyuk benar-benar tidak bisa mendengar apapun.

"Kibumsi"

Kibum menoleh dan mendapati Donghae menutup kembali pintu masuk dan menujunya.

"Donghae ya maafkan aku"

"Hiks apakah Eunhyuk sudah sadar"

Tanya Donghae menyertakan isakan tangisnya yang tidak dapat ia tahan dan hanya digelengkan pelan oleh Kibum.

"Apa yang harus aku lakukan sekarang Bummie, a-aku benar-benar menjadi penyebab ini semua"

"Ini bukan salahmu Hae, seharusnya kau bisa kuat agar Eunhyuk bisa merasakan kuatnya kamu sehingga ia dapat bangun"

Kibum memberikan pelukan hangatnya untuk Donghae agar Donghae menjadi tenang.

.

.

-He is Back, But You are Mine-

.

"Emmm.."

"Eunhyuk, kibumie.. Hyuk membuka matanya"

"Si-siapa disitu"

"A-aku Donghae Hyuk, apakah kau tidak bisa mengenaliku"

"Dong-donghae dimana kau? Kenapa aku tidak bisa.. gghhh"

Eunhyuk meronta merasakan pusing dibagian kepalanya.

"Bummie, ke-kenapa dengan Eunhyuk?" Rasa panic berhasil menguasai Donghae sehingga ia mendekat ke Eunhyuknya.

"Bu-bukankah hanya kakimu yang sementara tidak bisa digerakkan Hyuk. Hiks"

Donghae membantu Eunhyuk agar tubuhnya bisa tersender lebih nyaman.

"Ke-kenapa gelap, dan a-aku tidak bisa melihatmu Hae"

Tangan Eunhyuk kini meraba permukaan wajah Donghae yang sangat ia rindukan.

"Kenapa pandanganku gelap. Donghae jelaskan kepadaku. Jangan hanya diam" Tangis Eunhyuk pecah mendapati penglihatannya kini menjadi kelam.

"Hyuk tenanglah ku mohon"

Dipeluknya Eunhyuk kini agar mendapatkan ketenangan.

"Permisi"

"Iya dokter. Eunhyuk kenapa" tanya Kibum kepada Dokter yang datang memeriksa.

"Begini jadi kecelakaan kedua itu membuat saraf penglihatannya terganggu dan maaf dia mengalami kebutaan"

"Buta? Aku tidak bisa melihat lagi. Kenapa tidak mati saja"

Eunhyuk terus menghujat dirinya. Donghae tidak tahan melihat Eunhyuknya merasakan sakit yang sangat berlebihan. Ia terus meletakkan Eunhyuk didalam pelukannya sedalam mungkin dan sehangat mungkin.

.

.

.

-He is Back, But You are Mine-

.

.

Pagi ini cukup segar jika digunakan untuk berjalan-jalan. Apalagi angin dan udara sangat memberikan keteduhan. Tangan mungil Donghae terlihat mendorong kursi roda yang terdapat Eunhyuk di atasnya.

"Hyukie kita berhenti disini ya. Di taman ini dulu kita sering menghabiskan waktu bersama" Donghae memperhentikan laju kursi roda Eunhyuk.

"Apakah suasana disini masih seperti kemarin dan dulu Hae"

"Tentu Hyuk, tarik nafas dan rasakan keteduhannya" Donghae kini berlutut dan mensejajarkan wajahnya setara dengan wajah Eunhyuk.

"Hae sepertinya aku tidak mungkin lagi bersamamu. Jadi silahkan kau boleh pergi dan bersama Kibum. Kibum lebih pantas untukmu"

"Hyuk kau bilang apa" air mata Donghae menetes mendengar ucapan Eunhyuk.

"Aku mendengar kau menangis Hae, disaat aku buta seperti ini mungkin ada baiknya karena aku tidak melihatmu menangis tapi aku masih bisa mendengar isakanmu Hae. Ku mohon jangan menangis"

"Hyuk harus dengan apa lagi aku bilang, bahwa aku hanya mencintaimu. Bukan yang lain. Masalah Kibum? Kibum hanya sementara diisini, tadi pagi dia sudah kembali ke asal. Dan dia tidak ada niat untuk mengganggu hubungan kita"

"Tapi Hae, aku sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Bahkan menjagamu saja aku sudah tidak bisa"

Donghae memegang pipi Eunhyuk ditatapnya mata Eunhyuk walaupun sebenarnya Eunhyuk tidak akan tau seberapa besar rasa cinta yang dihadirkan Donghae untuknya.

"Hyuk, aku mencintaimu bukan siapapun dan aku akan bersamamu apapun keadaanmu. Aku tidak peduli"

Donghae terus berusaha agar Eunhyuk percaya dengannya.

"benarkah itu Hae"

"Hehem" jawab Donghae mengangguk ringan.

"aku memang tidak bisa melihatmu pada kegelapan seperti ini Hae, tapi disaat seperti ini kamu bisa sekaligus menjadi penerang dikegelapan itu"

.

.

E.N.D

RnR Pleaseeeee. Jangan lupa tinggalkan jejak. Jadikan Hae sebagai bottom forever kkk

Gomapta