Uke's Type

.

T

.

Screenplays!Kristao, Hunhan, Sulay, Kaisoo, Chenmin, Chanbaek

.

Akai with Azul

.

All about character is not mine, except this fic was belong me and idea was belong Xin Lao Mao

.

Yaoi/ BL/ Be eL/ Boys Love/ Alternative Universe with much baby typos

.

No like, don't read!

.

Summary! :

Uke itu banyak jenisnya—serius, banyak jenisnya.

Dan di antara jenis itu, ternyata uke mereka adalah salah satunya. Yang manakah itu..?

.

.

Pada kaget, ya, kalau Cingcing kayak gitu..? huehuehuehuehue~~~~ di tangan Al, hal – hal apa yang tidak biasa bakal menjadi biasa! XD *doh!*

Terus, ada yang kaget, Yixing yang Badass kayak gitu, gimana caranya bisa kecolongan digrepe Luhan sebanyak 25 kali?! [:v] ah.., hanya Tuhan, Luhan, dan Yixinglah yang tahu~~

Oh ya, sekali lagi, tiap bab mungkin setting tempat dan waktunya berbeda~

.

.

.

Uke's Type #4 :: Calling-me Uke

.

.

Calling-me Uke :: artinya Uke panggilan. Dia adalah cowok yang setiap temannya minta tolong sama dia buat pura – pura jadi pasangan (dalam konteks bukan hubungan mesra), pasti mau. Bahkan jika diminta untuk berpura – pura menjadi pacarnya, dia mau – mau saja. Semua dengan dalih ingin membantu.

.

.

.

Luhan pergi dari kantin, semua kembali normal.

Yah, normal dalam artian kebisingan yang dibuat wajah oleh penghuninya—canda tawa sambil makan, menggosip, mencari informasi sesama penggemar hobi, diskusi, atau apapun itu. Kalau ada sebuah teriakan pun, itu paling penjual kantin yang menagih utang ke murid yang itu – itu saja—lengkap dengan sebuah buku catatan tebal di mana deretan angka utang itu terpahat indah di dalam. Teriakan sisanya..? ah.., kalian pasti tahu sendiri tentang next condition soal murid-tukang-utang itu.

Luhan pergi, Baekhyun aman sentosa.

Kini, ia dan Kyungsoo, yang jamur krispinya sudah habis dan sedang menunggu mie ayam pesanannya, sama – sama sibuk dengan ponsel masing – masing. Si eyeliner lovers yang sedang menanyakan kabar Xiumin—yang hari ini tak masuk karena anemianya kambuh—lewat kakao talk, dan si mata belo yang sedang surfing membaca manga yaoi online. Terkekeh sendiri, terkadang membuat Baekhyun menatap Kyungsoo dengan muka jelek tak teridentifikasi.

Ah, ya… Kyungsoo satu – satunya fudanshi di tingkat kedua di sekolah itu. Dan semua warga sekolah tahu itu—hebatnya, tak ada yang menasehatinya macam – macam kecuali sama – sama mengatakan, "semoga kau beruntung mendapatkan seme yang mengerti dengan hobi ajaibmu ini, Kyungsoo. I hope so that much. (^^) "

"hei, Kyungsoo-ya…"

"apa, hyung?" menyeruput es teh manis yang baru diantar salah satu penjual. "kemana Yixing – ge..? kau bilang dia akan menyusul kita kalau urusannya sudah selesai..?" Kyungsoo menggeleng. "entahlah, hyung. Mungkin ada masalah sama anak pentolan sekolah lain—kau ingat, seminggu yang lalu gege berhasil membabat habis pentolan dan anak buahnya."

Baekhyun mencebik, dahinya mengerut lucu. "kau tahu darimana kalau gege sedang 'menyambut hangat' mereka yang dendam padanya?"

"tadi," diam sesaat. "tadi waktu aku bertemu dengannya di gerbang tadi pagi, raut wajahnya sudah seram, hyung. Jadi hororlah, pokoknya." Tanpa komando, Baekhyun membayangkan wajah Yixing yang badmood-nya menyembul. "dia bilang, kalau istirahat tidak usah menjemput gege dan langsung ke kantin, nanti dia menyusul kalau urusannya selesai. Jadi yang kupikir urusan yang dimaksud ya, itu."

"oh, gitu.. ya sudah, lah. Kita tunggu sampai bel masuk saja."

"hem.." mengangguk, memakan santai mie ayam yang baru tiba di mejanya. "Kyungsoo," Panggil Baekhyun lagi. Anak itu membalasnya dengan tatapan tanda tanya. "bagaimana kalau sepulang sekolah nanti, kita, Tao dan Yixing-gege menjenguk Xiumin-gege..?"

Hening sesaat melingkup Kyungsoo. Pandangan lurus pada Baekhyun yang masih tersenyum polos. "kau masih dendam sama kelakukan Luhan ge padamu, hyung…? Kau tidak menyebutkan namanya tadi."

"ho – oh." Angguk – angguk.

Kyungsoo diam lagi, mendesah pasrah. "terserah hyung sajalah, tapi yang pasti kalau Luhan – gege macam – macam soal ini, aku akan angkat tangan saat itu juga."

"hwa?! Kyungsoo-ya jahat! Gimana kalau aku digrepe lebih dari biasanya gara – gara itu..?! tidaaaaakkkk..! pokoknya Luhan gege nggak boleh tahu kalau kita akan menjenguk Xiumin gege pulang sekolah nanti!" sekejap, ide brilian muncul sesaat Baekhyun menyelesaikan jeritan histerisnya. "aku tahu! Akan kutelpon Sehunnah untuk membawa kabur Luhan gege supaya kita bisa menjenguk Xiumin gege dengan tenang! Biar tidak ketahuan kalau kita pergi tanpanya!"

Sekarang, Baekhyun sibuk mengirim chat kakao talk untuk Sehun. Mau menelpon, nggak ada pulsa. (QAQ) jadi ya, chatting satu – satunya cara! Tiada rotan, ranting pun jadi! *eh?*

"Kyungsoo-ya! Sehunnah bilang 'ok.'..! yes, kita selamat dan Luhan gege nggak akan tahu!" yang diajak bicara hanya mendengung, masih menikmati meminum kuah mie ayam yang tersisa di mangkuk. "eh, eh.. Kyungsoo-ya~" Baekhyun menoel genit pipi Kyungsoo. "apa lagi, hyung..?"

"bagaimana misimu dengan si kodok hyung kelas tiga itu..?"

"kodok hyung kelas tiga..? ah! Maksudmu Minho – hyung..?" Baekhyun mengangguk antusias. "iya!" bisiknya, takut terdengar orang – orang kantin—padahal mereka tahu masalah yang akan dibicarakan duo BaekSoo. "waktu itu kau bilang kau sedang dipanggil Minho-hyung untuk membantunya, 'kan..? membantu membuat Taemin-hyung cemburu..?"

"iya, terus..?"

"terus..," menelan gugup tapi tatapan antusias masih tersemat. "masih berlanjut..?" Kyungsoo menggeleng. "tidak. Semua selesai empat hari yang lalu, kita berhasil dalam misi membuat cemburu si target, sekaligus Minho-hyung kena damprat Key-hyung—kakak Taemin-hyung!"

Baekhyun muka jelek tak teridentifikasi. "kok kamu selamat dari dampratan Key-hyung..?"

"karena aku cerita lebih dulu dengannya, jadi aku selamat."

Muka jelek tak teridentifikasikan Baekhyun, tambah jelek. "kamu… kenapa sih mau – mau saja dimanfaatin begitu sama para seme?—ya buat dipamerin ke teman klienmu, ya buat panas – panasin si kecengan klienmu, deelel."

"itu hobi, dan hanya ingin membantu." Tegas Kyungsoo dengan tatapan lurus. Baekhyun mencebik. "hobi yang terlalu ajaib buat dibuat ajaib." Mengedikkan bahu, Kyungsoo membalas, "aku tak peduli, yang penting dengan hobiku ini.. aku bisa mendapat kesenangan tersendiri dan kepuasan karena sudah membantu orang yang kesusahan."

"kesusahan endasmu!" gaplok pipi kanan Kyungsoo. "terserah kau sajalah, tapi jangan sampai kau dan klien yang kesusahan-mu itu melewati batas! Ingat itu!"

"ye, hyung… ye.."

Tak lama, datanglah seorang pria berperawakan menawan. Ketika itu, semua orang kebetulan menyadari sosok itu lantas membungkam bibir. Mata mereka melotot dan wajah mereka merona. Tak sadar, jika mereka menahan nafas saat sosok rupawan itu melintasi tempat mereka berpijak. Meski begitu, mereka sesekali mencuri hirup dengan ganas semerbak wangi maskulan yang terpancar di tubuh sang lelaki.

Dia berjalan santai, sesekali mengerling nakal kepada para siswi dan siswa uke, menghasilkan jeritan tertahan dari bibir mereka yang terpesona. Histeris, terdengar di penjuru kantin yang lumayan luas dan besar.

Sosok berkulit eksotis dan terkenal dibidang dancing-nya itu berjalan agak angkuh, menuju satu tempat, sebuah meja di sudut kanan kantin—yang diisi dua orang lelaki muda, yang masih tidak menyadari kehadirannya.

"kau Do Kyungsoo—si Calling-me Uke itu, 'kan..?" ia berbisik pada Kyungsoo, dengan nada dan deru nafas seintim mungkin. Baekhyun syok, ia tahu siapa yang saat ini sedang flirting parah dengan sahabatnya.

"ya," Kyungsoo melirik kecil. "kau Kim Jongin—si playboy kelas atas itu." Mendengar julukan yang biasa ia dapat di sekolah ini, dia—Jongin terkekeh. Lantas menjilat dan mengigit kecil daun telinga Kyungsoo.

Kyungsoo terperanjat, langsunglah ia menjauhkan diri dari jangkauan Jongin yang menyeringai penuh arti padanya.

"apa – apaan sih, kamu..?! apa yang kau mau, Jongin?!" Jongin terkekeh rendah. Mendekat lagi, hingga wajah Kyungsoo dan wajahnya berjarak lima sentimeter jauhnya. "mauku..? mauku hanya satu."

Tercuri sudah bibir perawan yang dijaga ketat oleh Do Kyungsoo—dengan lumatan panas sepihak yang sekilas namun penuh gairah tersirat.

Semua melihatnya—terpekik kaget dengan sepasang kelereng yang terbelalak. Begitu pula Kyungsoo, namun tidak untuk Jongin yang menyeringai dan menjilat bibir penuhnya dengan seduktif.

"aku mau mengontrakmu, hei Calling-me Uke.

Mengontrakmu dengan jangka waktu yang lama—tak terbatas,

Dan kontrak itu akan kubuat istimewa—daripada klienmu yang lain, dengan lamaran di altar di Denmark, satu minggu lagi. Jadi, persiapkan dirimu, babe."

.

.

.

.

Ukes Type #4 Calling-me Uke :: The End

.

.

To be Continued

.

.

.

Sumpeh, ye, 'ngong… kagak ada tempat lain apa selain ngelamar di kantin sekolah? Kagak ada cara lain apa ngelamar dengan gaya ajaib begitu, doh..?!

Etapiii…. Al salut sama si Jongong yang ngelamarnya dengan kata – kata diatas! *tunjuk atas* no mainstream, mas bro! XDDD

.

.