Disclaimer: Tadatoshi Fujimaki

Genre: Frienship/Fantasy

Rated: T (biar aman)

Warning! Miss-typho, typho, OOC, OC, dkl (dan kekurangan lainnya), masih belum klimaks -,-.

Summary: Akashi yang terkena bola di kepalanya bangun dan sadar bahwa dia tak bisa kembali ketubuhnya, dia yang bingung bertemu dua makhluk aneh yang mengaku diri mereka adalah E (Ego) dan SE (Super Ego), dan kenyataan kuroko yang bisa melihatnya.

© 13th Hell


Chapter 4: Fun Time

"Heh! Kau tak akan bisa mengalahkan ku, Kise!" Aomine menyeringai dan menatap tajam Kise

"Tentu saja aku bisa! Ini kan bukan one-on-one-ssu!" ucap Kise yang juga menyeringai.

"Baiklah! Kita liat nanti!" Seru Aomine

"heh! Aku pasti menang, Aominecchi!" Teriak Kise

"jan!"

"ken!"

"po!"

Aomine, gunting, Kise kertas. Kise pundung di pojokan, Aomine girang.

"Yea! Sudah ku bilang kau tak akan bisa mengalahkan ku, Kise! Tetsu ayo kita pergi!" Ucap Aomine dan merangkul Kuroko.

Ok, mungkin ini aneh kenapa tiba-tiba ada kejadian begini. Tapi mari kita lihat flash back dulu…


-Flash back-

Setelah mereka sepakat untuk menginap di rumah Midorima, para anggota Kisedai pun pulang dan langsung menuju rumah Midorima. Setelah mengambil barang keperluan mereka tentunya. Midorima yang aslinya sangat menolak kedatangan teman-teman absurd-nya, terpaksa menerima mereka di rumahnya. Midorima sendiri tinggal bersama kedua orang tua dan seorang adik perempuan yang imut.

Ibu Midorima berbeda sekali dengan Midorima yang Tsundere, ibunya sangat ceria atau lebih tepat lebay. Karna saat Kisedai datang ibunya menangis terharu, waktu ditanya ibunya bilang dia bahagia akhirnya anaknya punya teman. Midorima Cuma bisa menahan malu akibat ulah ibunya sedang Kisedai Cuma tertawa garing. Tentu saja Midorima punya banyak teman tapi baru sekali ini memang, dia mengajak teman-temannya main ke rumahnya. Padahal Midorima juga terpaksa gara-gara ulah Kise.

Sampai di kamar Midorima meminta temannya meletakan barang mereka dan mengajak mereka makan. Ya, sebenarnya Midorima ogah mengajak mereka makan, tapi ibunya memaksanya. Midorima tau pasti sesuai dugaannya, teman-temannya yang ga tau diri itu memang benar-benar seenaknya.

Akashi saja sampai malu melihatnya, rasanya menjadi kapten dari anggotanya yang absurd benar-benar menginjak-injak harga dirinya. Sementara dua makhluk di sampingnya berekspresi berbeda, SE terlihat kesal, namun E justru tertawa senang. Herannya ibu Midorima malah senang, adiknya pun terlihat senang karna jarang-jarang dia bisa makan bersama banyak orang kecuali jika ada perayaan. Setelah mereka makan mereka pun kembali ke kamar Midorima, tapi Kuroko hanya berdiri di kalamar Midorima. Membuat keempat temannya menatapnya.

"Ada apa Kurokocchi?" Tanya Kise

"Umm.. aku mau beli Eskrim." Ucap Kuroko.

"Eeh?! Kau kan baru makan tadi Kuroko!" ucap Midorima tidak percaya ternyata Kuroko makannya banyak, atau Kuroko sudah ketularan Murasakibara?

"Tapi aku ingin makan pencuci mulut dan aku mau Eskrim Vanilla." Kuroko bicara pelan, membuat temannya ga tega.

"Haah.. ya sudahlah! Ayo aku akan mengantarmu, Tetsu." Ucap Aomine dan langsung merangkul bayangannya itu.

"Eeeh! Aku juga mau mengantar Kurokocchi!" Teriak Kise.

"Ck! Kau disini saja Kise." Ucap Aomine.

"Ga mau! Pokoknya aku yang mengantar Kurokocchi!" Kise keras kepala, Aomine jadi kesal.

"Ya sudah kita jankenpo saja!" Usulnya dan itulah alasan kenapa Aomine dan Kise suit. Mereka hanya ingin menentukan siapa yang akan mengantar Kuroko menuju toko 24 jam.


-End Flash Back-

Disinilah mereka, anggota kisedai berjalan menuju toko 24 jam di ujung gang rumah Midorima. Loh? Kenapa semua anggota kisedai ikut? Ya, ini juga yang ada dalam pikiran Aomine.

"Hey, Midorima. Kenapa kau ikut?" Tanya Aomine, rada kesal juga karna tidak bisa berduan sama Kuroko.

"Aku mau beli lucky item nanodayo." Jawabnya, kedutan di dahi Aomine muncul satu.

Alesan Midorima ga masuk akal, udah jelas Oha Asa kesukaan dia disiarin jam tujuh pagi dan lucky item hari ini Midorima juga sudah punya. Jadi ini pasti cuma alesan Midorima saja, tapi karna Aomine masih sabar ya sudah dia diam saja.

"Dan kau Murasakibara?" Tanya Aomine pada pemuda jangkung di depannya.

"Aku mau beli cemilan, Mine-chin~ kalo kau yang beli pasti Cuma sedikit , jadi aku mau beli sendiri~" Ucap Murasakibara, cukup masuk akal buat Aomine, jadi dia hanya mengangguk.

"Terus, ngapain tadi pake jankenpo segala!" Teriak Aomine pada keempat temannya yang sudah berjalan duluan, dia baru sadar kalo kegiatannya bersama Kise tadi ga guna (aomine lemot sih,*digampar).

"Kau berisik Aomine, apa kecerewetan Kise sudah menular padamu, huh? makanya jangan sering-sering bersama Kise." Ucap Midorima.

"Jangan asal bicara midorima!" Kesal Aomine, pada pernyataan aneh Midorima tadi.

"Eeekhh! kok gitu sih-ssu! lagi emangnya cerewet nular apa-ssu?!" Kali ini Kise yang teriak.

"Kise-kun, aku tak mau dekat dengan mu. aku ga mau ketularan cerewet." Ucapan Kuroko dengan wajah datarnya sukses membuat Kise pundung.

"Kalian cepetan dong~ aku sudah lapar nih~" Pikiran Murasakibara memang hanya makanan.

"Kau kan baru makan, dan tadi kau juga ngemil 5 bungkus kripik kan, heh! Murasakibara." Ucap Aomine, sweatdrop, membayangkan kemana semua makanan itu pergi dalam tubuh si jangkung di depannya.

"Aa~ tapi aku masih lapar Minechin~" Ucap Murasakibara dengan nada malas, yang lain cuma menghela nafas dan melanjutkan perjalanan mereka menuju toko 24 jam.


"Tapi aku masih tidak terima, kenapa kau ikut, Kise?" Aomine kembali kesal.

"Hidoi-ssu~ masa aku ditinggal sendirian-ssu. Lagi aku ga mau membiarkan Kurokocchi sendirian sama Aominecchi, entar Kurokocchi diapa-apain lagi-ssu." Ucap Kise, sukses bikin Aomine tambah Kesal.

"Aku tidak mungkin berbuat aneh pada Tetsu kan?!" teriak Aomine frustasi, namun temannya malah menatapnya bagaikan makhluk paling mesum di bumi.

"Geez! Aku tidak begitu tau! Setidaknya tidak pada Tetsu, Kalian tau aku hanya tertarik pada cewek berdada be-" Sebelum Aomine menyelesaikan kata-katanya Kuroko sudah memukul perutnya, akibatnya Aomine guling-guling kesakitan.

"Kau memang mesum, Ahomine-kun." Ucap Kuroko datar, tapi ekspresinya terlihat menyeramkan. Aomine langsung diam.

Setelah berjalan 10 menit, mereka pun sampai di sebuah toko 24 jam. Murasakibara langsung menuju bagian cemilan. Midorima ke bagian minuman, ternyata dia emang alesan doang mau nyari lucky item. 'Dasar tsundere!' Pikir Aomine.

Sementara Kise, Aomine dan Kuroko ke bagian tempat eskrim. Kuroko memilih rasa vanilla, seperti yang ia katakan saat di rumah Midorima. Aomine rasa Mint sedang kise rasa Lemon. Setelah selesai membeli semua yang mereka inginkan, mereka pun berjalan pulang. Murasakibara membawa dua kantung penuh makanan, membuat temannya hanya geleng-geleng kepala.


"Oi! Main basket yoo!" ajak Aomine saat ia melihat lapangan basket ditengah perjalanan pulang mereka. Mereka memang sangat mencintai basket rupanya, jadi melihat lapangannya saja sudah gatel pengen main.

"Tapi kita kan ga bawa bola basket, Aominecchi." Ucap Kise, sebenarnya dia juga mau main. Tapi dia ingat di antara mereka ga ada yang bawa bola basket.

"Iya juga ya."

"Dasar bodoh!" Celetuk Midorima, membuat Aomine menatap tajam ke arahnya.

Midorima dan Aomine masih asyik berantem, Kise mencoba melearai. Sementara Murasakibara masih asyik makan belanjaannya. Akashi yang dari tadi diam melihat tingkah teman-temannya mengikuti Kuroko yang tiba-tiba pergi meninggalkan teman-temannya.

"Kau mau kemana?" Tanyanya.

"Itu." Tunjuk Kuroko pada lima orang pemuda yang sedang menyudutkan seorang anak SD yang menggenggam erat bolanya. Akashi tau apa yang ada dipikiran Kuroko, pasti dia berniat menolong anak itu. Ya Akashi memang sudah paham watak Kuroko yang terlalu baik menurutnya.

"Maaf, sebaiknya kalian jangan mengganggu anak ini lagi." Ucap Kuroko yang tiba-tiba sudah ada di tengah kerumunan itu.

"Eeeeeeehhh!" Teriak lima pemuda itu, kaget akibat kemunculan Kuroko yang tiba-tiba.

"Siapa kau? Janga tiba-tiba muncul begitu saja, kau mau aku mati jantungan huh?!" Bentak seorang pemuda dengan tindikan di sebelah kiri kupingnya. Kuroko hanya menatap datar ke arahnya.

"Heh, menarik. Kau ingin bersikap sebagai pahlawan, eh?" Ucap temannya yang berambut pirang, menarik bahu pemuda yang bertindik tadi.

"Tidak, aku hanya ingin kalian tak menggagu dia lagi." Jawab Kuroko, masih dengan ekspresi datar.

Si pemuda pirang kesal dengan jawaban Kuroko dan juga wajah datarnya, dia pun marah dan langsung mengangakat tangannya bersiap meninju Kuroko. Tapi usahanya gagal tangannya tak bisa bergerak, ternyata seseorang memegang tanganya. Seorang pemuda tinggi besar memandang ke arahnya.

"Tidak boleh ada yang memukul Kuro-chin." Ucap pemuda itu, yang ternyata adalah Murasakibara.

"Huaaa…!" Terika si pemuda pirang, melihat betapa tingginya Murasakibara, dia pikir dia melihat raksasa.

"Heh! Kalo kalian bisa melawan kami, kami akan membiarkan kalian mengganggu anak itu. Bagaimana?" Ucap Aomine sambil men-dribble bola basket yang ia pinjam dari anak tadi.

"Baikalah kalo begitu!" Ucap pemuda yang berambut coklat sambil menyeringai, Kuroko merasa dialah bosnya.


Akashi hanya terbang dengan E dan SE melihat kelima temannya bermain. Tak disangka ternyata kelima pemuda tadi cukup kuat, bahkan kelima temanya terlihat sedikit kesulitan. Akashi pun tidak tahan, dia pun mendekati Kuroko.

"Tetsuya, bilang pada Daiki untuk berada di sebelah sana," Tunjuk Akashi ke tengah lapangan. " bilang juga pada Ryouta untuk menghalangi si pirang."

"Kenapa Akashi-kun tidak meminjam tubuh ku saja?" tanyanya Kuroko, dia merasa perintah Akashi terlalu sulit. Dan dia juga ingat bahwa Akashi bisa merasuki tubuhnya seperti saat latihan sore tadi di gym. Tapi hanya tubuh Kuroko yang bisa ia rasuki, karna Kuroko bisa melihatnya. Jadi Kuroko bertanya kenapa Akashi tidak merasukinya saja, bukankah itu lebih mudah dibanding menyuruhnya memberitahu pemain lain.

"Tidak, kau pasti masih ingin bermain. Jadi lakukan saja sesuai perintah ku. kau pasti bisa, melakukan passing Missdirection-mu sekaligus memberitahu mereka. Aku percaya itu." Jawab Akashi, Kuroko pun menggaguk.

Dia pun menuruti setiap perintah Akashi, ya jika Akashi percaya padanya pasti dia bisa. Karna Akashi selalu benar dan Kuroko selalu percaya padanya. Akashi selalu bisa membuat yang tadinya mustahil menjadi mungkin, seperti yang dilakukannya padanya. Saat dia hampir menyerah di hari dimana semua orang merasa mustahil bagi dirinya untuk bermain basket. Dimana hanya Aomine yang percaya padanya namun masih belum bisa membangkitkan sepenuhnya semangatnya. Namun Akashi seolah menjadi malaikat (coretibliscoret) penolongnya, memunculkan bakatnya yang terpendam dan menjadikannya seperti sekarang. Itulah kenapa Kuroko selalu percaya pada Akashi.

Akashi terus memberi perintah pada Kuroko untuk memberitahu temannya dan menyuruhnya untuk berada di mana saat akan mem-passing bola. Sampai akhirnya kelima pemuda yang tadi menantang kelelahan juga bengong dengan apa yang terjadi. Seingatnya tadi di awal mereka masih bisa mengimbangi, tapi sekarang mereka sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa. Seakan ada seseorang yang tau setiap gerakan yang akan mereka lakukan. Karena tidak kuat lagi akhirnya mereka lari dan kabur sambil berteriak mereka tidak akan lupa akan hal ini.

"Memang sebaiknya mereka tidak lupa!" ucap Aomine. Dia pun beristirahat kelelahan begitu juga ketiga temannya yang lain. Sedang Kuroko menemui anak SD yang tadi di-bully.

"Ini bola basket mu." Kuroko memberikan bola basket yang tadi dipinjam sambil tersenyum.

"Umm.. te,terima kasih kak." Ucap anak itu malu-malu.

"Ya, sama-sama."

"Umm.. aku, aku ingin bisa bermain basket seperti kalian. Aku janji!" Ucap anak itu semangat, membuat anggota Kisedai sedikit terkejut tapi kemudian tersenyum.

"Ya, kau pasti bisa!" Ucap Aomine.

"Semangat-ssu!" Teriak Kise sambil tersenyum lebar.

"Sebaiknya kau ikuti ramalan Oha Asa, supaya kau beruntung dan berhasil mencapai keinginnamu." Ucapan Midorima membuat yang lain sweatdrop.

"Mau permen?" Murasakibara ga nyambung.

Setelah itu anak tadi pun pulang dan meninggalkan Kisedai yang masih duduk di lapangan itu. Semilir angin menerbangkan rambut warna warni mereka. Akashi juga hanya diam bersama dua makhluk-nya yang lagi-lagi Author lupakan.


"Hey, Kuroko. Tadi itu… kau seperti Akashi." Ucap Midorima memecahkan keheningan sesaat tadi.

"Huh?" Kuroko bingung.

"Maksud Midorimacchi, kau seperti memilik Emperor-nya si Akashicchi, Kurokocchi." Jelas Kise. Kuroko hanya melirik Akashi yang diam saja, tapi kemudian dia melihat teman-temannya yang penasaran. Kuroko hanya tersenyum

"Mungkin, memang begitu." Ucapnya.

"EEEEHH?" Teriak yang lain tidak percaya, dan bingung dengan jawaban ambigu Kuroko.

"Bercanda." Ucap Kuroko dengan wajah datar. Mereka pun sweatdorp.

"Tidak lucu tau, Tetsu!" Ucap Aomine. Kuroko cuma diam, aslinya memang Akashi menggunakan Emperor-nya kan.

"Sudahlah ini sudah jam 10, sebaiknya kita kembali." Ucap Midorima, mengajak teman-temannya pulang.

Mereka pun beranjak dari lapangan menuju rumah Midorima. Sepanjang perjalanan seperti biasa Aomine bertengkar dengan Kise, entah karena apa. Midorima hanya mendengus kesal dengan dua makhluk didepannya, sedang Murasakibara melanjutkan makan yang tertunda akibat pertandingan tadi.

Kuroko yang berjalan dibelakang keempat temannya melihat Akashi yang terbang di atasnya. SE berada di sampingnya, namun E lebih senang memperhatikan Aomine dan Kise.

"Akashi-kun terimakasih," Ucapnya, Akashi melihat ke arahnya bingung. "Terima kasih sudah percaya pada ku." Lanjut Kuroko, Akashi menatap ke depan lagi. Tapi Kuroko bisa melihat Akashi tersenyum dan itu sudah cukup membuatnya ikut tersenyum juga.


Namun di tempat lain seseorang sedang duduk di bangkunya yang membelakangi meja kerjanya. Dia menyeringai.

"Nikmatilah mimpi indah mu Seijuuro, karna mimpi buruk mu sebentar lagi akan dimulai." Ucapnya sambil melempar biji shogi yang bertuliskan "raja" yang kemudian ditangkapnya lagi.

"!" E dan SE menatap langit dengan wajah ketakutan. Akashi yang menyadari itu terlihat bingung.

"Ada apa?" Tanyanya.

"Sebentar lagi, pertunjukan berakhir." Ucap E dan SE, mereka terlihat marah.

Pupil Akashi melebar, mungkinkah yang dimaksud dua makhluk ini "Dia" yang diceritakan diawal akan muncul dan mengembalikannya ke tubuhnya? Atau ada hal lain? Akashi ingin menyakannya tapi kedua makhluk di depannya bilang untuk tetap menunggu.


TBC…

A/N: Hoaaaa… panjang. Klimaks nya udah mulai terlihat, tapi masih harus nunggu ya… (digebukin)

Oh, ya.. maaf ya atas kesalahan pemanggilan nama Kuroko di chapter sebelumnya juga EYD nya..

Hiksu w emang Aho!.. QwQ

Tapi…

Pliss.. review~ Fav~ and Follow~ X3