Just Young Adult Life

Special chapter

Behind the scene

Cast :

Jeon Wonwoo (GS)

Wen Junhui

Choi Sngcheol

Kim Mingyu

Choi Hansol

Lee Seokmin

SVT member

Setelah acara game itu selesai. Para maba kembali ke kelas untuk pembubaran acara hari ini.

Sementara itu, Wonwoo tengah menatap Jun menuntut penjelasan.

"Apa yang kau suruh Kim Mingyu itu lakukan Jun?" tanyanya tegas dan penuh penekanan

Jun menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

Flashback

"Seokmin harus beraegyo dan membuat kami tertawa,"

Kata Jun, "Dan Mingyu…" Jun melanjutkannya dengan berbisik padanya.

Jun mendekatkan kepalanya pada Mingyu memberi gesture pada Mingyu bahwa dirinya akan membisikkan sesuatu

Mingyu dengan pandangan bingng mendekat ke arah Jun

"Rayu Jeon Wonwoo dan buat dirinya tersipu. Lakukanlah sebaik mungkin. Aku tahu kalian tertarik padanya. Kau harus berterima kasih padaku karena memberimu kesempatan ini…."

"Kau tahu dia sangat susah dirayu" tambah Jun diakhir

Jun tersenym tipis

Wonwoo menatap Jun bingung. 'apa Jun merencanakan sesuatu?' 'dia memberi misi sesuai degan hasil diskusi kami kan?' tanya Wonwoo dalam hati.

Flashback end

"Sungguh won, aku tidak tahu jika dia akan melakukan itu…." Jun berbicara meyakinkan

'Hoobae sialan! Dia mengambil kesempatan dalam kesempitan! Hell, aku tidak pernah memintanya melakukan sesuatu! Hanya merayu! karena aku ingin melihat Wonwoo yang tersipu, dan kurasa Kim Mingyu tadi adalah seorang player yang pandai merayu! Well, aku juga salah karena merayu bisa dilakukan dengan berbagai cara tidak hanya kata-kata' batin Jun

"Jangan mengatakannya dengan ambigu Wen Junhui," Wonwoo member penekanan pada nama pemuda itu.

"Serius won! Aku tidak berani memintanya melakukan itu. Aku masih mau hidup! Dan lagi, kau juga tidak lihat wajahku yang terkejut! Kalau tau dia akan mengecup tanganmu, aku tidak akan memintanya merayumu." Suara Jun semakin mengecil dan hanya berupa gumaman pada akhir kalimat.

Jun menengok Wonwoo kaku, merasakan hawa yang cukup canggung di antara mereka, akibat kata-kata terakhir Jun (Jun masih hidup belum mau mati kok, tenang saja).

"Hmm" wonwoo hanya bergumam dan menghela nafas. Toh semuanya sudah berlalu

"Yasudahlah" kata Wonwoo mengakhiri perdebatannya dengan Jun.

"aku duluan ya… aku harus menemui Kwon Soonyong" Wonwoo berkata sambil berlalu

Jun menghela nafas, pikirannya bercampur aduk. Lega, dan sedikit merasa bersalah pada Wonwoo –akibat misi yang diberikannya pada Mingyu-.

Baru saja Jun hendak melangkahkan kakinya, terdengar suara dehaman dari belakangnya –yang disengaja-.

Jun berbalik

Dan berdirilah seorang sunbae dengan tangan yang terlipat di dadanya menatapnya dengan pandangan sulit diartikan

Pemuda yang merupakan kapten basket di kampusnya. Orang yang di awal tahun menarik kuat rasa ingin tahu Jun.
Ya, karena orang itu selalu dekat-dekat dengan mantan kekasihnya kemanapun Jeon Wonwoo pergi. Orang yang selalu melakukan skinship dengan mantannya yang sangat susah dekat dengan pria (atau lebih tepatnya mengizinkan pria mendekatinya dengan lebih). Orang yang membuat heboh kampus dengan gossip-gosip yang beredar tentangnya dan Wonwoo, yang belakangan Jun ketahui hanyalah kakak sepupu yang overprotektif pada mantannya.

Ya disana berdiri Choi Sungcheol yang menatap Jun menuntut penjelasan. Hoobae nya di tim basket, yang bahkan Choi Sungcheol pun cukup takjub karena bisa sangat dekat dengan adik sepupunya di awal tahun lalu.

Sngcheol dan Jun mengenal cukup satu sama lain. Tapi tidak begit dekat. Tapi Sungcheol tahu dia bisa percaya Jun. Jun orang baik, karena Wonwoo berteman baik dengannya.

"Ada apa hyung?" Tanya Jun bingung

Sungcheol berjalan mendekati Jun.

"Halo Jun…" jawab Sungcheol dengan datar

Jun merasa firasatnya buruk.

"Jadi…" Sungcheol sengaja menggantung ucapannya

Jun membuat raut wajah bingung

"Kau benar pernah berpacaran dengan Wonie-ku?" Tanya Sungcheol akhirnya

'WOW! Bagaimana bisa gossip menyebar dengan secepat ini? Secepat inikah gossip menyebar?! Apa orang-orang tidak sibuk? Hingga gossip ini mudah menyebar?' Jun hanya membatin sambil menampilkan raut terkejut di wajahnya. – asal Jun tahu, tidak -atau lebih tepatnya belum- ada gossip yang menyebar. Hanya Choi Sungcheol yang overprotektif itu yang sudah mencuri dengar pembicaraan mereka dengan trio maba tampan tadi-.

"Jawab aku Wen Junhui." Sungcheol berkata tegas, seperti calon ayah mertua yang sedang menilai calon menantu ntuk putrinya.

"Wonwoo tidak pernah bercerita padamu?" Tanya Jun takut-takut

"Jadi benar?" Tanya Sngcheol lagi, 'Apa-apaan ini pertanyaanku dijawab pertanyaan' batin Sungcheol menahan emosi.

"Iya sewaktu SMA kelas X." jawab Jun pada akhirnya, "Wonwoo tidak memberitahumu sunbae?" tiba-tiba Jun jadi sok formal. Karena aura yang dikeluarkan Sungcheol

"aku tidak percaya semua ini! Wonie tidak pernah memberi tahuku. Sudah kuduga ada yang tidak beres waktu aku melihat kalian berdua di tahun pertama." Sungcheol hanya bergumam sendiri mengabaikan pertanyaan Jun

"Hmm.." tiba-tiba Sungcheol meneliti penampilan Jun dari ujung kepala sampai kaki

Jun yang diperhatikan dan dinilai dengan terang-terangan jadi gugup dan merasa canggung. Dia hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

'siapapun selamatkan aku dari orang ini' rengek Jun dalam hati

Sungcheol yang terkenal over protektif pada Wonwoo itu, memang membuat semua orang takut jika membahas Wonwoo dihadapan Sungcheol, yang jadi over sensitive bila nama adik sepupu kesayangannya disebut-sebut (kecuali oleh dirinya dan teman dekatnya ex : Jisoo). Hal itu juga yang membuat seluruh pria kampus ini enggan mendekati Wonwoo atau hanya mendekatinya sembunyi-sembunyi tidak terang-terangan, itupun gagal karena tembok yang Wonwoo bangun diantara mereka. Tidak banyak pria yang bisa dekat dengan Wonwoo, mereka hanya bisa mengagumi Wonwoo dari kejauhan. Dan Wonwoo tidak pernah tau kalau dirinya cukup populer dikalangan para pria.

"Kau memang cukup tampan… tapi tentu saja aku lebih tampan. Selera Wonie-ku lumayan juga, tapi masih sangat kurang dibanding denganku." Kata Sungcheol sambil tersenyum meremehkan

Sungcheol tampak berpikir sejenak. Sepertinya dia melupakan sesuatu.

Sesuatu lainnya selain pertanyaan tentang hubungan pemuda di hadapannya dengan adiknya.

Bukan mengenai detail hubungan mereka –Sungcheol akan menanyakannya langsng pada Wonwoo tentang masalah ini-.

Tiba-tiba terlihat sesosok makhluk pirang sednag berjalan jauh di belakang Junhui.

"HOI KWON" teriak Sungcheol tiba-tiba, yang tentu saja membuat Jun yang berada di depannya terkejut.

Sementara Soonyong celingukan mencari asal suara yang memanggilnya. Matanya menangkap sosok Sungcheol yang memandangnya dari kejauhan. Diapun segera menghampiri Sungcheol yang ternyata sedang bersama Jun.

"Ada apa hyung? Apa yang kalian lakukan disini?" tanya Soonyong pada Sungcheol dan Jun

"Aku butuh penjelasanmu." Kata Sungcheol langsung to the point

Wajah Soonyong menampakkan kebingungan, "Penjelasan apa?" tanya Soonyong

"tentang Wonwoo" Jawab Sungcheol serius

Wajah Soonyong berubah horror 'mati aku' batinnya

"Hyung a-aku…" jawab Soonyong tergagap

"Aku ha-nya bercanda hyung. Wonwoo butuh sedikit relaks (?) dan tidak harus serius terus (?) lagipula, bukankah yang tadi cukup menyenangkan (?)" ujar Soonyong ragu-ragu.

TUNGGU

'bagaimana Sungcheol tahu tentang apa yang Soonyong lakukan pada Wonwoo? Bagaimana Sungcheol tahu jika Soonyong tengah menjahili adik sepupunya' batin Soonyong

"Ya ya ya..aku sudah tidak begitu peduli dengan itu…." Kata Sunngcheol, Soonyong menghela nafas lega

"Lalu ada apa?" tanya Soonyong

Jun yang dari tadi menyimak, juga bingung dengan perilaku sunbae nya itu.

"Sejak kapan kau tahu jika si Jun ini adalah mantan kekasih Wonwoo? Dan…, apa karena itu kau mengusulkan mereka dipasangkan? Lalu, apa kau mengenal Jun sejak dulu? Sejak kapan? Kenapa aku setuju begitu saja hanya karena kau bilang Wonwoo akan nyaman jika dengan teman dekatnya? Kenapa kau tidak pernah memberitahuku? Kenapa hanya aku yang tidak tahu? HELLO, dia adikku! Bagaimana kalian tidak pernah memberitahuku? Dan siapa saja yang tahu? Dan apakah si Jun masih menyukai adikku? Apa adikku masih menyukainya? Kenapa? Kenapa? kenapa?" tanya Sungcheol bertubi-tubi dan sangat berlebihan.

Dan Jun yang sedari tadi berdiri di sana, dan disebut-sebut namanya oleh Sungcheol seolah-olah dirinya tak ada di sana, hanya memandang Sungcheol tidak percaya, sunbae nya sangat berlebihan sekali, dan sangat menyebalkan 'si Jun? oh well' batinnya.

"Well, hyung pertama kau bertanya banyak sekali. Dan baiklah aku akan tetap menjawabnya." Soonyong berkata santai.

Soonyong dan Sungcheol sudah saling mengenal sejak SMA, karena Soonyong teman Wonwoo semasa SMA dan Soonyong dulu juga anak OSIS waktu SMA. Dan mereka cukup dekat.

"aku tahu Wonwoo punya kekasih..ehm ralat mantan kekasih sejak SMA. Dia bercerita pada kami –aku dan Myungeun- alasannya waktu itu kami sedang bermain game. Tidak perlu kan aku ceritakan game itu? Akan sangat panjang jika iya. Dan aku malas dan aku banyak kerjaan, serta masih banyak yang harus aku jawab jadi kau tanyakan saja pada Wonwoo di rumah.

Lalu soal aku kenal Jun. tentu saja aku baru mengenalnya masa kuliah ini, itu pun dari Wonwoo. Aku tak menyangka kami akan bertemu dengan mantan kekasih Wonwoo. Dan kebetulan sefakultas. Soal acara ini, bukankah aku benar? Jika Wonwoo dipasangkan dengan orang lain, mungkin orang itu akan memodusi Wonwoo dan membuat Wonwoo tidak nyaman. Jadi, berterima kasihlah padaku, hyung.

Aku tidak memberitahumu. Well, kau tidak pernah bertanya. Dan aku tidak tahu jika kau tidak tahu! Dan Wonwoo pernah mengatakan –waktu kami main game- untuk menjaga rahasia –karena dia juga memiliki rahasiaku dan myungeun yang waktu itu main game- dan yang tidak tahu bukan hanya kau. Kurasa semua orang juga tidak tahu. Hanya aku dan Myngeun, mungkin (?) soal Jun masih menyukainya atau tidak, kau bisa tanyakan langsung pada orangnya (Soonyong melirik Jun), soal adikmu kau juga bisa tanyakan sendiri. BAGAIMANA AKU TAHU PERASAAN MEREKA HYUNG?!"

Soonyong akhirnya berhasil menjawab pertanyaan Sungcheol yang bagai kereta itu dengan kereta juga tentunya.

"Dan aku hanya ingin sedikit menggoda Wonwoo, dan aku juga sedikit penasaran tentang perasaan Wonwoo. Apa kau tidak seperti itu hyung? Apa kau tidak penasaran dengan hubungan mereka? Bagaimana Wonwoo si keras hati ketika berpacaran dengan Jun? kau taukan Wonwoo tidak akan pernah mengatakannya secara langsung. Jadi, aku merencanakan ini hanya untuk….ekhem maksudku bukankah kau jadi tahu hal yang penting. Kalau aku tidak melakukan ini, kau selamanya tidak tahu jika mereka backstreet" bisik Soonyong ke Sungcheol yang dihadiahi tatapan bingung Jun. soonyong sempat meralat kata-katanya karena tidak mungkin dia bilang merencanakan ini hanya untuk bersenang-senang dan melihat Wonwoo dipermalukan sebagai balasan Wonwoo tidak mau membantunya PDKT dengan Jihoon teman mungil Wonwoo. Bisa-bisa dia kena bogem Sungcheol

"hmm, kau benar juga…eh tapi, backstreet? Apa mereka sekarang berpacaran di belakangku? Katakan apa yang kau tahu?!" tanya Sungcheol

"Ah tidak hyung, aku kan hanya bilang jika…" jawab Soonyong menjelaskan

"hmm yasudah baiklah… kalau kau tahu apa-apa tentang Wonwoo beri tahu aku. Mengerti Kwon Soonyong?" titah Sungcheol tegas

'apa-apaan ini. Kenapa aku jadi spy nya Wonwoo?' batin Soonyong membuat raut muka tidak terima

"Dengan begitu aku akan memaafkanmu karena perbuatan hari ini." Kata Sungcheol tegas, melihat raut tidak terima Soonyong

"B-baiklah." Jawab Soonyong enggan.

"Kau…" kata Sungcheol beralih menatap Jun yang dari tadi dianggurkan dan hanya menonton scene yang tidak jelas antara Soonyong dan Sungcheol, bingung.

"jangan main-main dengan Wonieku." Lanjut Sungcheol dan segera berlalu dari sana

'Hmm, sepertinya ada yang kulupakan' batin Sungcheol

'Ya sudahlah' lanjutnya

Kepergian Sungcheol hanya diiringi tatapan bingung Soonyong dan Jun, yang memutuskan untuk melanjutkan kegiatan masing-masing.

Di lain sisi, di kelas yang penuh mahasiswa yang sedang mendapat penjelasan dari dosen, mengenai perbedaan SMA dan kuliah -yang sesungguhnya diabaikan oleh kebanyakan dari mereka-, trio maba yang berbeda kelompok, tapi disatukan dalam satu kelas, sedang asyik dengan percakapan mereka. Lebih tepatnya dua orang sedang bercakap-cakap sementara yang satu lagi hanya menyimak dan diam-diam tertarik dengan objek perbincangan kedua teman barunya yang baru ia temui saat game beberapa saat yang lalu.

"Jadi Seokmin, kau juga kenal Wonwoo noona?" tanya si pemuda bule. Walaupun mereka baru bertemu, tapi ketiganya sudah akrab dan memanggil masing-masing tanpa formalitas. "Iya! Aku adik kelasnya dulu waktu SMP. Tapi, dia tiba-tiba pindah, dan hari-hari kami semenjak kepindahannya menjadi hari yang suram." Seokmin bercerita dengan ekspresi yang berubah-ubah dari semangat dan terakhir raut murung yang dibuat-buat.

"Sudah kuduga Wonwoo noona memang cukup populer. Ngomong-ngomong, kau bilang tadi 'kami'? siapa itu kami?" tanya Hansol.

"ada beberapa teman angkatanku yang naksir padanya! Kau tahu, senyum manisnya membuat kami meleleh. Meski dia sangat susah untuk didekati, tapi dia cukup ramah. Tapi dia hanya menganggap kami adiknya saja." Cerita Seokmin

"Bagaimana kau tahu dia menganggap kalian seperti itu?" tanya Hansol lagi

"FYI, aku pernah menyatakan perasaanku padanya, beberapa temanku juga –hanya satu sih yang berani-, dan itulah yang dikatakannya. Tapi aku cukup bahagia, karena aku cukup dekat dengannya waktu itu" seokmin mengenang masa itu dan tersenyum-senyum bahagia sendiri.

"Hmm, apa Sungcheol hyung tidak membuatmu takut?" tanya Hansol

"Sungcheol hyung? Siapa itu? Aku tidak mengenalnya." Jawab Seokmin bingung

"Ya sudahlah. Kalau aku, dari dulu berusaha mendekatinya tapi selalu dihalangi Sungcheol hyung." Hansol menjelaskan

"Sebenarnya siapa sih Sungcheol hyung, sungcheol hyung itu?" tanya Seokmin penasaran, begitu juga dengan pemda lain yang dari tadi mendengarkan

"Lihat saja, kau nanti akan tahu.." jawab Hansol berbelit-belit sambil tersenyum penuh makna sambil melirik pemuda tan yang sedari tadi diam saja

"Daun kau sangat berani tadi bro, OMG aku sangat iri padamu yang bisa mencium tangan Wonwoo noona. Tapi, bagaimanapun akulah yang akan mendapatkan hati noona." Lanjut Hansol

'Aku juga belum menyerah pada Wonwoo noona.' Batin Seokmin

'Sungcheol? Seperti pernah dengar…' batin pemuda yang sedari tadi menyimak mengabaikan Hansol yang berbicara padanya.

Sementara itu, Wonwoo yang menjadi objek pembicaraan dimana-mana tengah berjalan di koridor mencari sosok Kwon Soonyong untuk dicecar. Namun, karena tidak ketemu-ketemu, akhirnya memutuskan untuk kembali menuju ruang panitia dan mendapati sang pujaan hati tengah membaca susunan acara hari itu.

Wonwoo tersenyum, tidak mampu menyembunyikan kebahagiaannya bisa bertemu Jisoo. Karena mereka semua sangat sibuk hari itu. Dan Jisoo sedang sendirian.

'ini kesempatan yang bagus.' Batin Wonwoo

"Oppa.." panggil Wonwoo

Behind the scene part I end

Soal gimana Wonwoo putus sama Jun, kalau banyak yang penasaran, bakal aku bikin FF nya sendiri one shoot gitu kaya yang Expect Me (tentang penolakan Jisoo ke Wonwoo)

Ada nggak sih yang pengen liat Wonwoo cross dress, seenggaknya pake wig gitu. Kok aku pengen banget ya. Wonwoo cantik dan manis banget sih tapi juga cool haha

Terus pada bisa bayangin gak Wonwoo di GS. Bayangan kita sama gak ya kira-kira? Haha

Kalau dibayanganku, Wonwoo rambutnya panjang diiket terus punya poni agak panjang tapi agak di belah ke samping gitu. Mirip yang di 'Adore U' era tapi gak nutupi jidat semua ada bagian yang kaya kalo kena angin gitu (maksudnya ada bagian jidat yang keliatan kaya kalo di sinetron-sinetron ada angin sepoi-sepoi yang menerpa wajah dan membuat rambut berterbangan haha)

Terus, aku susah banget nemu editan fans yang Wonwoo kalo di versiin ke cewek. Kebanyakan Junghan padahal Wonwoo juga cakep kalo jadi cewek.

Dan padahal awalnya aku liat Jonghan tuh cukup manly, kaya cowok di manga-manga yang rambutnya panjang, elegan gitu.

Dan ini chap sebenernya udah jadi sebelum chap yg pangeran katak –meski yg pangeran katak aku tulis duluan-

Hai, sebenernya ini udh jd pas ngepos chap sebelumnya, dan emang udh rencana mau ngepos stlh chap depan. Tapi berhubung ada berita duka dr kak Dewa (aka Dongwoo yg appa nya meninggal) jadi down dan sedih bgt dan gak mood buat nge pos. jd pos ini agak telat. Dan waktu itu Sungjong ultah tp rasanya sedih dan dilemma (maaf curhat). Terus lagi sibuk buat tugas metodologi penelitian yg mencari jurnal inter 10 dan mereview 5 di antaranya. Terus td juga praktikum, Alhamdulillah lancar. Cukup seneng deh sm praktikum hari ini haha bikin formula2 gitu (meski yg bikin kelompok lain sih haha) yaudah gitu aja deh curcolnya.

Btw kritik dan saran yaa

Thanks buat reader, yg follow dan fav

Dan special thank for

Stuxbornerr, DevilPrince, svtjeon, BumBumJin, mshynngts, ohmyww

Review udh dibales di PM yaa