Hoehoehoe , akhirnya nie fic kelar juga ^0^ . Setelah tangan penuh memar . saya bisa melanjutkan fic ini . hehehe ^^ .

"Temanya Telah Datang"

--

Xiolizon Island 3…

"Hoeam!! Nyebelin! Baru juga dateng udah masuk lage!" dumel Shikamaru yang masih ngantuk, rencananya Shika mau bobo dikelas dulu tapi karena terlambat dateng jadi keburu masuk, Shika terlambat dateng gara-gara dari tadi sibuk terus ama dasinya gitu.

"Alah! Dari dulu kamu juga sering terlambat gara-gara harus kamu sibuk harus ngiket dasi yang kata kamu itu ngerepotinkan? Uda biasa itu mah" cetus Kankurou sambil ngakak yang duduk bersebelahan ma Shikamaru.

"Noisy!!" seru Shika langsung kepalanya nempel ke meja terus bobo bentar.

"Eh.. ano.. Shika-kun dan.. Kankurou-san.." sapa suara seorang gadis lembut yang alhasil ngebuat Kankurou jantungan.

"Oh My Ghost!!" salting Kankurou yg setengah arwahnya keluar.

"Eh? A.. ada apa Kankurou-san?.." Tanya gadis itu lg, sekarang gadis menyentuh pundak Kankurou.

"DJ!! HIDAN!! HELEP MIE!!!" teriak Kankurou yg masih ngeliat kearah Shika jadi belum lihat orang yang ada dibelakangnya hingga satu kelas jadi budeg semua terkecuali Shika yg udah jebol gara-gara teriakan tarzanya Kankurou.

"Kankurou-san, sakit?" Tanya lagi gadis itu lembut yang ngebuat bulu kuduknya Kankurou ampe joget inul segala.

"K.." yaps! Sebelom Kankurou teriak lagi, mulut Kankurou uda di bekem ma Shika yang uda stress karena teriakanya si Kankurou.

"Stupid! This woman is not a ghost! But Hinata! Therefore, before screaming that you think need to use the brain! Not use the brain-the brain that often are sold in the streets!"

"Hmh.. mmh" gak kuat napas Kankurou, soalanya kalo kankurou kehabisan napas nanti kankurou idup lagi(??) .

"Shika-kun.. itu, Kankurou-san" kata Hinata ngingetin Shikamaru takut nanti kankurou mati gitu –digaplok-.

"Iya.." jawab Shika enteng lalu dilepas pembekamanya.

"Fuck! Kalau aku gak bisa napas gimana? Oh! Betewe Hinata, kamu gak usah pake san dan kun. Kita kan sekelas lagigipula ini kan Negara asing jadi bukan Jepang lagi seperti di Konoha" rayu Kankuro dengan sangat GOMBAL..

"Ah.. baik.. Kankurou dan Shikamaru" jawab Hinata blusing dan hatinya itu loh bisa luluh ya ama Kankurou.

"WAHHH!! Serasa di SORGA!!" teriak Kankurou lebay sekali, tapi toh Shika gak respon soalnya uda bobo –wihh cepet ama ya?-

"Hoy para sohib ku tercantik, gue mo nanya nih. Padahal daritadi uda bel masuk sekolah tapi kok blom ada guru yang masuk ya?" Tanya tiba-tiba Shino dengan (sok dramatis) cepatnya.

"What's?" sejenak Shika bangun dan langsung mlotot.

"Sinting kau! Kita nih cowok! Yg cantik tuh bukan kita harusnya o'on! Nih, Hinata!" tunjuk Kankurou ke Hinata dengan mendadak yg membuat Hinata menunduk dan blusing lagi.

"Eh! Balik dulu tuh kata tercantik baru kamu protes" protes Shino dengan sedikit kecewa karena keblo'onan sohibnya.

"Hah?" ShiKankuHina langsung mikir dengan gaya ala (sok) detektif.

"Berarti.. TERCINTAK DONG??" jawab Kankurou 45.

"IYAA!!" jawab Shino semangat kayak anak TK berhasil menghitung 1tambah1=2.

"Lha? K-nya apa dunks?" Tanya Shika dan Hinata bareng –cieeeee.. nanti Shika ketabok Temari tau rasa-

"K-nya tuh KAITO (gak masuk akal)!!" teriak Shino sukses ngebuat ShiKankuHina sakit telinga stadium 4 –mendinglah, dari pada stadium 100? Laen lagi tuh ceritanya-

"SALAMULEKUM!!!" sapa seorang guru bijak masuk.

"WALAIKUMSALAM" balas murid murid tak kalah riang.

Ternyata guru itu adalah seorang kepolisian juga! Dia adalah.. MIWAKO –ngambil chara Aoyama Ghoso-!! Selain dia wali kelas ini, Dia seorang guru seni musik juga! Miwako paling senang jika mengajar di kelas ini karena.. anaknya KATRO dan STREESSS!! Terlalu pendiam muridnya tapi sebenernya tuh nilainya selalu jebol atap kemakan blatung.. kelas ini adalah kelas 3 Xiolizon Island. Kelas ini berisi tiga puluh murid karena banyak diantara mereka yg nileinya jelek gitu –berarti nih kelas tampat menampung orang yg gak lulus UN dong?-. Kelas ini juga diisi oleh Shino, Kankurou, Shikamaru dan Hinata.

"Oh, anak-anaku yg tersayang.. ibu mau mengatakan kita akan kedatangan anak baru!" kata Miwako semangat kayak ngajarin anakanak TK (Tukang Kloteng).

"Cewek gak bu?" Tanya Kaito dengan hawa napsu makan lima sehat empat sempurna.

"itu.." belum sempat Miwako berbicara.

TOK TOK

"Tunggu setelah berikut ini.. iklan mas tukul mau muncul" seraya berjalan Miwako segera membuka pintu kelasnya. Terlihat Miwako sedang sangat serius berbicara pada seseorang.

"Eh, eh … kayaknya tuh yang dateng anak baru lagi!" Kankurou udah girang sendiri.

"Ga percaya dah," Jawab Shika masih dalam dunia mimpinya –ditojos-.

"Eh? Kok lo bisa ngomong sih?" Tanya Kankurou blo'on.

Shikanya diem ajah. Yailha! Shikanya tidur juga! Kumaha si Kankurou teh. Shino juga langsung Berdiri dari bangkunya lalu pergi melangkah menuju bangku ShiKanku yang berada dibelakang.

"Eh, geser donk…ikutan ngerumpi donk," Ujar Shino sambil ngambil posisi duduk di kursi Kankurou dengan menggeser Kankurou dengan Paksa.

"Eh, eh, eh! narrow!" Erang Kankurou yang udah keapit ama tuh dua mahluk disamping kanan dan kirinya.

"Geser ah! Aku juga sempit!" bales Shino sambil dorong-dorong Kankurou dengan teganya.

"Aduduuuuhh!! Aku, Aku ini to catch! TO CATCH!!" Makin gak karuan Kankurou –posisiya udah kayak dijepit pintu!-.

Shino sih diem ajah, Shika juga masih diem ajah, bhobho. Anak-anak yang lain masih nyerocos –ngerumpi gak jelas- jadi gak ngemerhatiin Shino ama Kankurou yang lagi berebutan duduk.

"AAAAHH!? AKU BISA REMUK JADINYA!?" Kankurou udah kayak mau pasrah dengan dateng ajal kematianya.

Dan selagi mereka berdua masih berantem yang gak jelas gitu, beberapa murid kelas memasuki kelas dengan ributnya.

"AWW! KEINJAK DODOL!!" erang salah satu dari mereka sambil megang kakinya yang malang.

"Eh!? Sori!"

BRRUUUUUKK!!

Tiba-tiba terdengar suara badak jatuh –ditendang-, maksudnya suara seseorang jatuh dari bangkunya. Dan setelah satu kelas termasuk murid-muridnya melihat asal suara tadi, ternyata …

"Aw, aw, aaaaawww … ckckckck,"

"Malangnyaaaa … "

Dan ternyata yang jatuh dari bangkunya itu adalah …

Shikaaaa…!! Beri tepuk tangan!! –"mana? Gak ada rusa tuh disini" "maneh tuh rusanya!" "Chidori!" "swt"-. Kejadianya sih, waktu Shino ama Kankurou masih sibuk dengan pertengkaran mereka, babak terakhir adalah Shino pemenangnya, semenatar Shika masih tidur Shino terus ngedorong Kankurou hingga Shikanya juga kedorong dan … itulah hasil dari perebutan kursi.

"Eh? Ada apa?" Tanya Miwako yang kaget juga dengan suara tadi.

"Nnggghh … adoooh! Sakiitt!!" erang Shika sambil megang kepalanya dalam posisi duduk sila dilantai kelas.

Shino dan Kankurou langsung keringat dingin. Walaupun mereka sekolah NY tapi bekas-bekas chakra dari Konoha dulu masih ada. Maka dari itu, Kankurou ama Shino takut dikagemane shiburi ama Shika.

"Hmh … BHUAHAHAHAHAHAHAHAHAHHAHAAHAHAHA!!"

Dengan lepas seluruh murid kelas itu tertawa enggah, kecuali Shino ama Kankurou yang masih bercucuran keringat.

Sementara murid-murid lainya yang sedari tadi diam didepan kelas –dateng terlambat- sudah duduk dibangkunya dalam keadaan cengo, mlotot etc.

Miwako juga tadinya ingin ikut ketawa, tapi berhubung takut gajinya dipotong karena ngajarin anak nteu bener trus dilantarakan dan semacanya Miwako langsung angkat bicara (kehakiman kali), "ehem! Ssssstt! Gak baik ngetawaain temen kakian kayak gitu, mending bantuin—"

"Nyahahaha!! Barita baru kali buu!! Anak yang terkenal jenius ini kok bisa jadi … nyahahaha!!" timpal seorang pemuda yang gak tampan amat –digorot-, pemuda itu berambut hijau granat, dia yang masih bisa tertawa enyah dengan tampang malasnya.

"Halah! Kembaranya ajah diejek, tumben," Kata seorang cewek yang bersebangku dengan pemuda tadi. rambutnya cepak berwarna merah kecoklatan, dia juga memakai goggle warna putih.

"Heh, once again you say I twin Shika, I ripped you use a car seat belt cony(??)!!" bantah pemuda itu.

"Aku yang cabik kamu pake—"

"If Kosuke and Dani still can not be silent, let me out?" Tanya Miwako kesal yang dari tadi tidak diperhatikan.

Anak yang bernama Kosuke dan Dani langsung diam, tangan dilipat kedepan dan pandangan lurus!. Anak baek nih.

"Dan Shikamaru, kenapa kamu—" Ucapan Miwako terputus ketika apa yang diliatnya sekarang.

Shikamaru masih dalam posisi duduknya. Kepalanya menunduk. Tanganya kesamping lemah. Diam seperti patung. Seperti tak bernyawa.

"Shikamaru?" panggil Miwako seraya berjalan mendekati Shika.

--

Shino dan Kankurou mengkerutkan dahi sambil memerhatikan Shikamaru. Hinata memandang taman belakang sekolah lewat jendela yang bersampingan denganya, tatapanya gelisah. Anak-anak yang lain juga ikut meihat tempat Shika berada.

"Hei, Shika?" panggil lagi Miwako yang sekarang sedikit membukuk.

Namun tetap tidak ada jawaban dari Shika. Anak-anak yang lain jadi ikut gelisah.

"Eh? The period of falling se street only directly so excessive? Ckckck," gumam Kosuke.

"Iih! That is not excessive! he was unconscious!" bantah Dani sambil mengepalkan tanganya yakin.

"Huh! If you only want to defend the men's idol you are! Bottom—" tiba-tiba Dani memotong.

"Dare you talk so, I will not be reluctant to…"

Dan pertengkaran anatara Kosuke dan Mile semakin menjauh … jauh … tak terdengar … seraya seseorang sedang berdiri tegak tepat di tempat pintu kelas degan mimik yang kaget dan heran.

"Aku … aku … kenapa?" orang yang berada di depan pintu itu mengangkat tanganya yang pucat dan pakaianya yang serba putih.

Orang itu melihat ke seseorang … Shikamaru yang sedang dikerubungi oleh teman-temanya. Mata orang orang itu membelak kaget ketika apa yang dilihatnya. Dirinya sendiri, ada didepanya sedang terduduk lemah. Lalu…'dia' siapa?.

"I was ...? But why ... why I have here? And what he! Ah!" ternyata orang yang berada di depan pintu itu adalah … Shikamaru yang lain. Shikamaru tidak dapat dilihat oleh anak-anak dikelas itu, mungkinkah Shika sudah menjadi…arwah?.

"Gak! Aku gak mungkin mati! Gak! Masa hanya karena jatuh dari kursi belekok itu ajah langsung modar!? Gak! Aku gak percaya!" Shika sudah kaget sendiri sambil berusaha memanggil temanya dan mencoba menghilangkan yang dianggapnya ini adalah mimpi buruk.

Shika berjalan lunglai dan pelan menuju segerombolan teman-temanya itu. Lalu Shika berhenti sejenak dan menolah ke samping dan mendapati Kankurou dan Hidan yang sedang adumulut.

"Eh! Kamu bukanya prihatin malah main hape gak jelas!" bentak Pein sambil mengambil hape dari tangan Kankurou.

"Apaan sieh! Ganggu mlulu! Biarin ajah tuh anak nanas! Paling dia cuma tidur kebo ajah, balikin hape aku!"

"Berani banget sieh! Dia tuh temen kamu—"

Shika menatap mereka sedih sambil mngulurkan tanganya untuk mendapati pundak sang sahabatnya itu … namun … tembus, dia tak bisa memegangnya…sepertinya Shika benar-benar mati.

"No ... not! No! KANKUROU! Pein! I SEE! WOOY!!" teriak Shika sambil bersusaha menggapai mereka namun yang didapat Shika hanya angin-angin saja.

Shikamaru mundur beberapa langkah, wajahnya sudah terlihat ingin menangis, keringat telah memenuhi sekujur tubuhnya, nafasnya tersengal-sengal. Setelah Shika berhenti dari langkahnya, di memalingkan tepat ke Wajah Hinata sekarang yang sedang menatap keluar kelas.

Namun wajah Hinata sama seperti keadaan Shiamaru sekarang, wajahnya pucat, pandangan kosong, terlihat dari perut dan dadanya seperti tidak bernafas, tangan kanan bertumpu menahan wajah Hinata yang terlihat ada sayatan panjang di sekitar siku-sikunya. Tiba-tiba darah mulai keluar dari kepala Hinata dan …

BRUUUUK!!

Tubuh Hinata langsung menimpa di atas meja dengan darah yang masih mengalir. Yang ada dipikiran Shika adalah, Hinata sudah mati.

Shika menggelengkan kepalanya kuat lalu berjalan cepat menuju teman-temanya. Terlihat Deidara dan Pein sedang sibuk berbicara yang tak terdengar oleh Shika, Kaito –Chara detective conan lagi- dan anak lainya juga sibuk dalam hal sesuatu yang tak dimengerti Shika, Shino dan anak lainya juga … yang terlihat mereka sudah terbaring mati dengan darah yang terus mengalir dari kepala mereka.

Sekali lagi nafas Shika tertahan, tenggorokanya terasa amat berat untuk mengeluarkan suara, badanya juga menjadi lemas, ingin berteriak, namun tak bisa. Yang sekarang Shika inginkan hanya kembali dari mimpi buruknya ini!.

CRAAK!!

Tiba-tiba terdengar suara bergerumuh di atap kelas itu. Shika mengadahkan kepalanya keatas. Shika dapat melihat bahwa atap kelas ini akan segera runtuh! 'gak…hal ini gak mungkin terjadi'. Shika mulai memberontak.

"WHOOY!! DENGERIN AKU!! PLEASE!! Please … semuanya … AAAAKKKHH!!" Shika memegang kepalanya yang amat sangat pusing, tapi dia tetap berusaha memanggil mereka walaupun Shika tau kalau mereka tak akan mendengarnya.

"KALIAN SEMUA SADAR!! AKU MASIH HIDUP!! Kalau kalian semua gak mau dengar okeh! Sekarang aku Cuma mau bilang—"

KRIIEEEETT

-0o0o0o0o0o0-

"GOOD MORNING!!"

Tik Tik Tik

"Kristi?"

"Eh?"

Tik Tik Tik

"BHUWAHAHAHAHAHAHAHAHAHA!!!" anak-anak kelas Xiolizon Air 3 gak tau kenapa tiba-tiba tertawa lepas ketika mendengar 'sambutan' tadi.

Apa yang terjadi??

Kurenai mengangkat tangan kirinya lalu melihat arlojinya, tangan kananya sedang menggenggam spidol hitam. Tatapan wajah Kurenai langsung berubah malas ketika melihat arlojinya. Jam 09.00 pagi.

"Huuhh … entrance, kristi" kata Kurenai sambil menutup kembali tutup spidol itu dan menaruhnya kembali diatas meja lalu jalan menghapiri perempuan berambut coklat itu, tidak lupa matanya juga berwarna coklat yang sudah ada di dekat Kurenai.

"What time is it?" Tanya Kurenai masih dengan nada malas.

"Hehehe … jam 9 bu, tadi tuh aku terlambat gara—"

Kurenai memberhentikan "Stop dit, alasan yang sama dan berulang-ulang kali dijelaskan sudah tak berlaku lagi."

Kristi tersenyum lebar.

"Ah bu! Knapa gak suruh Kristi jelasin ajah? Hehehe … pasti alasanya yang 'itu itu' lho bu" kata Sasori cenge-ngesan dangan wajahnya yang uudah mesum duluan.

"Huuuuuuuu!! Dasar PB!! Dari dulu gak ada perubahanya," kata Ino menyoraki Sasori hingga lender-lendirnya terbang kemana-mana –disabit.

"Eh? Apaan tuh PB?" Tanya Sakura linglung.

"Pria Bokep!!" jawab Ino sambil tertawa.

Dan sekali lagi kelas ini dipenuhi tawaan. Kristi yang sedari tadi diam ajh ternyata wajahnya memerah akibat tawaan tadi. Kurenai hanya mendesah berat.

-0o0o0o0o0o0-

Terlihat sebuah jalan besar dengan ramainya para masyarat berhilir mudik dari pertokoan besar hingga pertokoan kecil. Di tengah sisi pejalan kaki itu terdapat juga beberapa mobil yang berhenti dan melaju kencang. Disamping itu juga terdapat seorang pemuda sedang memegang lutunya sambil berdiri dengan nafas tersenggal-senggal. Wajah pemuda itu terlihat malas, rambutnya acak-acakan dan kulitnya berwarna hitam manis. Wajahnya Nampak sedang kesal.

"Hah hah hah … ggrrrr … damn you kristi!!!" erang pemuda itu sambil mengepalkan tanganya.

-0o0o0o0o0o0-

Hoooaaa … sepertinya untuk chap kali nie sedikit gak nyambung, konsenya berkurang. Masalah banyak di skolah , perang skolah makin memanassss ^0^ . pasti kritik banyak . huhuhu T.T saya terima .

Ada yang tau apa yang sebenarnya terjadi di kelas Shika?

Huhuhuhu … jawablah lewat review!

Review!! Review!!