NIGHT

.

.

.

Cast : Kim Seokjin, Jung Hoseok, Kim Namjoon

Genre : Friendship, Romance

Rate : T+

.

.

.

author pov

.

Sore ini BTS baru saja menyelesaikan latihan dance rutin mereka, meskipun tidak ada jadwal mereka tetap harus latihan untuk menjaga kebugaran mereka, terlebih lagi untuk tetap mengingat gerakan dance lagu-lagu mereka. Van besar yang mereka tumpangi terlihat tenang karna hampir semua member BTS terlelap sejenak, setidaknya mengistirahatkan tubuh mereka setelah latihan berjam-jam. Tapi meskipun begitu Seokjin, member tertua BTS, tidaklah ikut menutup mata, irisnya hanya menatap keluar jendela, suasana sore yang indah, cahaya orange seolah menunjukkan sang mentari yang akan kembali ke peraduannya.

Seokjin sedikit merenggangkan kepalanya yang tadinya bersandar di bahu Taehyung, salah satu adiknya, nampaknya tidurnya nyenyak karna tak terganggu dengan gerakan Seokjin sama sekali. Seokjin mengedarkan kepalanya dan melihat semua membernya perlahan terbangun bersamaan dengan berhentinya van mereka di depan dorm. Taehyung juga perlahan membuka matanya.

"Hyung...hoammm" Taehyung mengusap kedua matanya yang masih setengah terbuka. Seokjin hanya tersenyum menanggapinya.

"Baiklah kalian istirahatlah, seperti kata PD-nim mulai besok kalian libur. Meskipun begitu jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan kalian. Mengerti?" ucap Manajer mereka.

"Ne Hyung"

Pintu terbuka, Jimin turun dahulu karna ia duduk dekat pintu disusul Jungkook, lalu Yoongi, sedangkan Namjoon telah keluar dulu, karna ia duduk didepan. Taehyung juga telah sadar sepenuhnya. Saat Seokjin akan keluar kakinya terantuk kursi disampingnya dan hampir terjatuh,

.

GREP

.

"Hati-hati hyung, lihat sekelilingmu dulu sebelum melangkah, heum" ucap Hoseok berbisik ditelinga Seokjin dengan kedua tangan yang mendekapnya dari belakang. Seokjin hanya terkekeh kecil dan mengelus tangan Hoseok dipinggangnya.

"Maaf"

Hoseok hanya tersenyum dan mengecup pelan telinga Seokjin sebelum keluar lebih dulu, tangannya menggenggam tangan Seokjin dan menuntunnya keluar. Mereka menyusul member lain yang sudah lebih dulu masuk ke dorm.

.

.

.

Setelah membersihkan diri, Seokjin langsung menyiapkan makan malam, sedangkan member yang lain masih sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing. Terlalu fokus dengan masakannya, Seokjin tak menyadari dua pasang mata tengah menatapnya dari pintu dapur. Hingga ketika Seokjin berbalik,

"Astaga! Namjoon, Yoongi, apa yang kalian lakukan?!" ucap Seokjin terkejut sambil memegang dadanya yang berdebar. Sedangkan dua orang yang masih berdiri ditengah pintu itu hanya tersenyum melihat ekspresi Seokjin.

"Maaf mengagetkanmu hyung. Kau tampak serius sekali tadi" ucap Namjoon mendekat dan memeluk Seokjin sekilas sambil mencium pipi gembil sang hyung. Sedangkan Seokjin hanya menghela napas menghilangkan keterkejutannya. Yoongi terlihat mematikan kompor ketika irisnya melihat masakan Seokjin sudah sepenuhnya matang. Seokjin yang sudah terlepas dari pelukan Namjoon menyiapkan peralatan makan dan menyiapkannya di meja, sedangkan Namjoon duduk dengan tenang menunggu member yang lain.

Yoongi juga ikut duduk setelah membantu Seokjin. Para member mulai berdatangan dan ikut duduk bersama 3 member yang lain menikmati makan malam dengan diisi canda tawa sebagai pemanis malam itu.

.

Karna waktu sudah terlalu malam juga karna mereka sudah lelah mereka memilih untuk langsung istirahat, setelah sebelumnya bersama-sama mencium pipi Seokjin sebagai ucapan terima kasih atas makan malam dan itu seolah menjadi kebiasaan.

"Gomawo"

.

CUP

.

Yoongi menjadi member terakhir yang mencium Seokjin dengan mengecup sekilas bibir gemuk Seokjin.

"Hoseok pasti sudah menunggumu, hyung. Jadi aku akan mengambil imbalanku dulu karna tak bisa memelukmu malam ini"

"Tentu Yoon..ngh"

Yoongi kembali mencium bibr Seokjin yang belum selesai menyelesaikan ucapannya.

"Selamat malam hyung" Yoongi tersenyum setelah mengecup kening Seokjin dan berlalu ke kamarnya.

.

Setelah menenangkan jantungnya, Seokjin membersihkan sisa makan malam dan menuju kamar Hoseok dan Jimin. Belum sempat menyentuh gagang pintu, Hoseok telah membukanya dengan menampilkan senyum terbaiknya.

"Masuklah, hyung" ucap Hoseok sambil mengulurkan tangannya. Seokjin mengangguk dan menerima uluran tangan Hoseok.

Kamar Jimin dan Hoseok sudah sedikit remang, karna hanya lampu tidur milik Hoseok yang masih menyala. Lampu tidur diatas nakas Jimin sudah sepenuhnya redup.

"Jimin terlalu lelah hyung. Dia mengantuk dan tak bisa menunggumu"

Seokjin berjalan menuju ranjang Jimin membiarkan Hoseok menutup pintu. Ia membenarkan selimut Jimin dan mengelus rambut halusnya.

"Selamat tidur, Jimin. Mimpi indah" dengan memberikan kecupan lembut dikening, Seokjin beranjak ke ranjang Hoseok yang telah ditiduri oleh sang pemilik. Tanpa pikir panjang Seokjin menaiki kasur itu dan masuk kedalam pelukan Hoseok yang sudah menantinya dibawah selimut. Hoseok tersenyum sambil mengeratkan dekapannya ditubuh Seokjin.

"Nyaman sekali."

Seokjin semakin menenggelamkan wajahnya didada bidang Hoseok, menyembunyikan senyum manisnya.

"Aku akan terus memelukmu, Hoseokie." Seokjin ikut mengeratkan pelukannya dipinggang sang main dancer.

Beberapa saat berlalu, tak ada suara sama sekali. Keheningan mendominasi kamar tersebut, hanya deru napas dari dua orang yang saling berbagi kehangatan tanpa mau beranjak ke alam mimpi. Keadaan seperti ini jarang terjadi, karna dia harus bergantian dengan member yang lain untuk bisa memeluk sang hyung tercinta.

Mungkin sedikit aneh mereka tetap nyaman meskipun harus berbagi pacar, satu dengan yang lainnya. Tapi itulah hebatnya Bangtan, mereka tidak akan pusing-pusing untuk bertengkar merebut perhatian Seokjin, karna bukankah lebih mudah untuk berbagi kasih sayang dari Seokjin? Mereka bukanlah anak kecil lagi, lagi pula Seokjin milik bersama. Bukanlah sebuah masalah ketika mereka semua berebut perhatian Seokjin, karna itu salah satu bentuk kasih sayang dan cinta mereka. Seokjin juga bersikap bijaksana untuk membiarkan member lain tidur dengannya secara bergantian, seperti halnya saat ini ia tidur dengan Hoseok.

"Sekarang tidurlah, hyung. Kita sama-sama lelah, dan besok kau juga harus bangun pagi, bukan?" ucap Hoseok mengelus rambut Seokjin. Mata bulat itu memancarkan kelembutan dan kehangatan yang selalu Hoseok suka.

.

CUP

.

Seokjin membiarkan hatinya menuntunnya, mata itu terpejam tepat setelah bibir mereka menyatu. Hoseok menggenggam tangan Seokjin dipipinya membiarkan sang pujaan hati menikmati bibirnya. Lumatan lembut yang mereka lakukan seolah menjadi penutup untuk dunia nyata. Karna tepat setelah kedua bibir itu terlepas, Seokjin maupun Hoseok perlahan memejamkan mata untuk menyapa mimpi mereka.

"Selamat malam, hyung. Saranghae" dengan kecupan lembut dikening sebagai penutup dari kesadaran mereka. Malam yang tenang, dengan pelukan yang begitu hangat.

.

.

.

"...cantik"

.

"..."

"Sangat menggemaskan"

.

"eungh.."

Seokjin menggumam mendengar suara-suara disekitarnya, ia mulai terganggu dalam tidurnya.

"Benar-benar malaikat yang indah"

Seokjin perlahan membuka matanya akibat suara yang ia dengar. Mata setengah terbuka itu melihat sosok tinggi tengah duduk disampingnya. Senyum dengan dimple manis itu menyambut paginya.

"Morning, princess"

Seokjin mengusap kedua matanya dan memfokuskan pandangannya, ia terduduk dengan sedikit susah melepas tangan erat Hoseok yang memeluknya, hingga senyum Seokjin merekah melihat orang didepannya.

.

CUP

"Pagi Namjoonie" Seokjin mengusap pipi Namjoon yang tadi dikecupnya.

"Bagaimana tidurmu, hyung?"

"Nyenyak sekali. Tapi kenapa kau disini?" Seokjin beranjak dan duduk disamping Namjoon.

"Aku ingin melihatmu, hyung. Kau tau sekali bukan, aku mudah merindukanmu" ucap Namjoon memeluk Seokjin yang berbuah kekehan manis dari orang dipelukannya.

Namjoon mengangkat wajah Seokjin dan mengusap semburat merah yang menghiasi pipinya. Halus dan lembut, tekstur seperti bayi, Namjoon selalu menyukainya.

"Kau mau aku menggendongmu ke dapur, hyung?" ucap Namjoon yang mulai berdiri.

Sedangkan Seokjin terkekeh dan menggeleng.

"Aku akan ke kamar dan mandi dulu, Namjoon." belum sempat beranjak, Namjoon menariknya ke dalam pelukannya.

Seokjin yang tentu saja terkejut terdiam dengan kedua mata yang terbelalak.

"Aku baru saja menemuimu dan kau mau pergi begitu saja hyung" Namjoon mengangkat Seokjin sambil membaringkan diri disebelah Hoseok yang masih terlelap. sedangkan Seokjin tersipu karna posisinya yang berada diatas Namjoon.

Namjoon hanya terdiam meneliti wajah cantik sang hyung tercinta. mata tajamnya menatap langsung mata Seokjin yang berusaha mengalihkan pandangannya.

Namjoon mengelus sebelah pipi Seokjin yang membuatnya mau tak mau membalas tatapan Namjoon.

"Princess" suara berat Namjoon tak baik untuk jantung Seokjin, ia sedikit menahan napas saat Namjoon memanggilnya. tanpa menunggu waktu lama tangan Namjoon beralih ke tengkuk Seokjin untuk menariknya mendekat.

.

CUP

.

hanya menempel. tapi Seokjin bisa merasakan kehangatan dari kecupan Namjoon, matanya terpejam menikmati sentuhan Namjoon.

setelah beberapa lama Namjoon mengangkat kepala Seokjin perlahan. mata sayu Seokjin membuatnya ingin berbuat lebih pada bibir gemuk sang hyung.

Namjoon kembali menarik kepala Seokjin, memejamkan mata untuk memulai ciuman kedua mereka,

"Kalian asik sekali..." gerakan mereka terhenti dengan interupsi suara Hoseok disebelah mereka. Namjoon hanya meliriknya sedangkan Seokjin membenamkan wajahnya didada Namjoon.

Hoseok dengan santai memiringkan tubuhnya untuk melihat Seokjin yang tengah berada diatas Namjoon sambil menyembunyikan wajahnya.

"Kapan kau bangun?" Namjoon mengelus rambut Seokjin sambil menciumnya sesekali.

Hoseok ikut mengelus rambut Seokjin dan beralih mengelus tengkuk Seokjin.

"Saat kau berbaring bersama Seokjin hyung"

Seokjin mengangkat kepalanya dan mendapat senyuman dari Hoseok, dan tanpa aba-aba langsung menciumnya. Seokjin terperanjat tapi tak bisa melakukan apa-apa. Ia hanya mengerjapkan matanya.

Hoseok menyudahi ciumannya dan mengecup kening Seokjin.

"Selamat pagi hyung" ucap Hoseok tersenyum

Seokjin balas tersenyum "Pagi Hoseokie"

Namjoon yang dari tadi melihat pemandangan yang disajikan Hoseok dan Seokjin hanya tersenyum saja, dan memilih mengecup pipi Seokjin.

"Temani kami sebentar hyung"

Namjoon langsung menidurkan Seokjin disebelahnya yang juga di sebelah Hoseok.

dan tanpa menunggu lama mereka berdua langsung memeluk Seokjin yang berada ditengah. memejamkan mata dan pura-pura tertidur.

Seokjin hanya terkikik, "dasar"