The white Wolf chapter three
Tangisan Pedang
Sore hari di tempat tinggal mereka, Kazuya menunjukkan beberepa senjata miliknya kepada sakura.
"Oh my God!" Sakura terkejut melihat sepasang pedang yang ditunjukkan oleh Kazuya.
"hanya untuk perlindungan. Tidak untuk membunuh" ucap Kazuya.
Sakura langsung mengambil sepasang pedang itu lalu mencobanya "akan kubunuh semua di kota ini yang…." Sakura lalu melihat sebuah pedang yang tersimpan rapi di lemari. "apa itu seperti yang aku pukirkan?"
Lalu Kazuya mengambilkan pedang itu dan memberikannya pada Sakura.
Sakura mencoba membuka pedang itu dari sarungnya. "kau menyegelnya?"
"agar mereka tidak bisa mendengar" ucap Kazuya
"dengar apa?" Sakura tetap menatap pedang itu sambil membolak-balikannya
"tangisan…" sahut Kazuya. Lalu Sakura terkejut kemudian menatap Kazuya. "…jiwa-jiwa yang aku bunuh."
Sakura terkejut dan hampir menjatuhkan pedang itu. "siapa yang mendengarkan?" Sakura bertanya penuh penasaran.
"masa laluku" sahut Kazuya.
"kalau mereka mendengar?" tanya Sakura lagi.
"tidak ada lagi musik" sahut Kazuya
Flas ( Paris Of The West {San Fransisko} )
Zetsu : This is big country, where do a look?
Madara : do not look, we listen. He will show.
Madara terlihat sedang berlayar menuju Konoha, sedangkan awak kapal telah dibantai oleh pasukan Madara dan hanya tersisa mayat dan darah yang berserakan di badan kapal.
Back to Konoha
Malam hari, di bawah sinar bulan Kazuya melatih sakura bermain pedang.
"pikirkan pedang sebagai bagian dari tubuh. Seperti jari, seperti gigi." Ujar Kazuya
"ku pikir ini lebih baik dari sepotong logam untuk memotong ayam" ucap Sakura sambil memainkan pedang kembarnya.
"tunjukan padaku apa yang Naruto ajarkan padamu" ucap Kazuya. Kemudian Sakura mulai menyerang Kazuya dengan pedangnya, namun Kazuya dengan sangat mudah menghindar.
"kamu tak memiliki kekuatan." Ucap Kazuya
"terima kasih. Aku tak tau itu." sahut Sakura.
"tapi kamu cepat. Kamu hanya harus lebih cepat" ucap Kazuya
"Aw. Aw"
Kazuya melempari Sakura dengan batu, dia bermaksud melatih kecepatan Sakura.
"apa yang kamu lakukan? Apa ini karena masalah kemarin? Aku sudah minta maaf!" Sakura mencoba menghindar dari lemparan Kazuya.
"berhentilah kurus! Aku serius" seru Sakura
"kamu bergerak lebih lambat dari molasses pada bulan januari" ujar Kazuya
"Oh… kemarilah" Sakura sambil tertawa tawa kecil mendekati Kazuya. Namun Kazuya tetap melemparinya dengan krikil.
"Ah.. hentikan kurus!" Sakura berlari sambil tertawa ringan menghindari lemparan Kazuya.
Hentikan! Serius. Hentikan!
Shikamaru yang kebetulan lewat hanya menatap mereka heran.
Keesokan harinya, saat sore hari di Naruto Laundry.
"Hei Kazuya… laundry kita semakin ramai saat kau dan Hana kemari. Kau dan Hana membantu mengurangi bebanku" celoteh Naruto. "semua warga mulai menerimamu Kazuya, kecuali…"
"tapi tenang Kazuya dia pasti akan menerimamu" ujar Naruto lalu tersenyum.
Kazuya selalu meluangkan waktunya untuk membantu Naruto dalam pekerjaannya, sebagai tukang laundry itu membuat Kazuya merasakan sesuatu yang berguna untuknya. Dia selalu dibantu oleh Hana dalam menyelesaikan semua pekerjaannya. Dan Hana selau berada disisi Kazuya.
Setelah semua pekerjaannya selesai dan hari mulai sore, Kazuya akan melatih Sakura seni menggunakan pedang begitu seterusnya sampi Sakura mampu menjaga diri sendiri. Kadang Sakura membantu Kazuya di laudrynya saat Naruto pergi bersekolah. Kazuya ditemani oleh dua orang gadis yang selalu membantunya mencuci setiap pagi.
….0000000000…
Malam natal yang penuh pesta dansa dan kembang api.
"selamat natal, tukang cuci" lalu Lee membakar kembang apinya.
Kemudian semua orang bersorak. Kemudian Lee memutar sebuah musik.
"Siapa yang ulang tahun?" tanya Kazuya kepada Naruto
"ceritanya panjang" lalu Naruto mengajak Hana berdansa. Hana tak berkomentar dia hanya menatap Kazuya.
Sedangkan Kazuya hanya tetap duduk dan menikmati alunan musik.
Kemudian Sakura menghampiri Kazuya "mau berdansa putaran pertama?" lalu Sakura tersenyum. Kemudian mereka berdua berdansa dengan pedang. (bayangin saja gimana mereka berdansa sambil mengadu pedang!)
Dibawah alunan musik mereka berdua mengadu pedang. Berputar dan terdengar irama pedang beradu semakin cepat.
"Apa aku menang?" tanya Sakura sambil mengarahkan pedang ke leher Kazuya.
"tidak" sahut Kazuya, yang saat itu juga pedangnya berada di pinggang Sakura. "sebelum jantung musuh belum berhenti, kamu belum menang."
"Benarkah?" ucap Sakura lalu tiba-tiba ia mencium bibir Kazuya. "apakah itu menghentikan jantungmu?" kemudia Sakura meninggalkan Kazuya yang mematung karena ciumannya.
Kazuya terus berdiri mematung, dia berpikir apa sebenarnya maksud Sakura menciumnya. Kemudian dia duduk dan berkaca pada pedangnya. Kazuya menyentuh bibirnya.
Semua orang-orang berdansa gembira di malam itu. Sampai seklompok gank datang ke kota mereka dan menghancurkan momen natal mereka.
"Lee seklompok orang kesini" seru salah satu warga
"ok! Sembunyikan para gadis" perintah Lee.
sementara para genkster sudah berada di dalam pesta natal orang-orang kota.
"Ah.. ini lebih bagus" seorang pimpinan Gank mengganti musik menjadi musik kesedihan. "selamat natal. Aku belum menerima undangan. Apa ada yang melihatnya? Tidak? Sudahlah. Sekarang kita semua disini. Tidak ada yang terjadi." Lalu pemimpin itu melangkah mendekati Lee "apa yang santa berikan kepadamu, pria kecil?" lalu pemimpin itu menepuk pelan kepala Lee "wow.. penampilan dan badut ya." Lalu pemimpin itu menyentuh muka badut itu "kamu terlihat begitu sedih." Lalu pemimpin itu mengajak badut itu melakukan suatu permainan "kau tau mengapa aku tidak pernah merasa badut itu lucu?"
Tush! Para anggota gank menembaki ke arah kepala badut itu, di atas kepala badut itu di taruh sebuah kendi penuh arak. Dan salah satu anggota, menembaknya dengan menggunakan shot gun. Serentak itu membuat badut itu sangat takut. Dan sekarang di taruh segelas arak wiski di atas kepala badut itu.
"Tenanglah aku penembak yang bagus. Terutama ketika mabuk." ujar pemimpinnya.
Tiba-tiba shikamaru datang dalam keadaan mabuk "hey… jangan membuang-buang sinar bulan ( alcohol)" lalu shikamaru meminumnya "ini lebih halus dari pantat kucing" lalu shikamaru mendekati pemimpin itu dan mengambil botol araknya "pesta ini untuk anak perempuan. Mari kita pergi ke bar!"
"apa yang kita punya disini" lalu pemimpin itu mengambil sebuah pecut "sepertinya kita punya badut lain" lalu pecut itu melilit leher shikamaru "bawa badut ini jalan-jalan!" shikamaru di seret keliling kota dengan motor.
Ya menurut anggota gank itu semua adalah pertunjukan, tapi bagi warga itu adalah tragedi.
Setelah beberapa kesenangan yang dilakukan oleh Para genkster pada orang-orang kota, para genkster mulai merasa lelah. Sementara Kazuya baru datang setelah semuanya hampir selesai.
"Pergilah kemarkas! Akan kususul" printah pimpinannya kepada orang-orangnya.
"aku ingin bersenang-senang sebentar. Ikuti aku" printah pemimpinnya kepada beberapa anak buahnya yang masih berada dengannya.
Saat itu Lee mengikat Sakura di ruangan bawah tanah, agar dia tidak membuat maslah karena musuhnya sedang berada di kotanya saat ini.
"lepaskan aku! Dia membunuh seluruh keluargaku"
"maaf Sakura kami terpaksa mengikatmu" ucap Naruto.
"Sakura, ini bukan hanya untuk kepentinganmu, tapi demi kebaikan seluruh kota." Ujar Lee, kemudian Kazuya mendekat ke Sakura dan mengambil pedang yang ada pada Sakura lalu meninggalkannya terikat sendiri.
Sementara pemimpin gank itu sedang memilih beberapa gadis. Dan Kazuya terlihat sedang menyetrika pakaian.
"a… bawa mereka!" seru pemimpinnya sambil menunjuk gadis yang menjadi pilihannya.
lalu mereka membawa gadis itu kedalam ruangan, tak disangka Sakura bisa terlepas dari ikatannya dan menunggu pemimpin itu di ruangan tersebut untuk balas dendam.
Flas (Ruangan laundry, terlihat Kazuya sedang menyetrika pakaian kemudian Lee datang tiba-tiba)
"Kazuya ! Sakura terlepas dari ikatannya" ucap Lee
Kazuya terkejut dan Sakura pasti dalam bahaya.
Kazuya langsung mengerti. Sakura pasti ingin balas dendam. Lalu dia berdiri di hadapan pedangnya. Dia memandang lama pedangnya kemudian dia mengambil pedangnya lalu segera pergi.
Kembali ke ruangan para genkster, Sakura sudah dalam keadaan tertangkap.
"tidak ada yang salah untuk malam ini." ujar pemimpin gank itu "pegang dengan kuat gadis ini, ayo kita nikmati."
Sakura telentang tak berdaya di atas ranjang, karena dia di tahan oleh 5 pria. Sementara ketua gank bermain-main sebentar di bagian wajah Sakura, kemudian ketua gank itu turun ke bawah lalu sret! Dia mengangkat Rok Sakura. Sebelum ketua itu melakukannya lebih dalam, tiba-tiba Kazuya datang dengan pedang terhunus. Kazuya memotong tenggorokan kelima pria itu dengan cepat. Lalu Kazuya ingin menebas ketua genk itu mendadak di hentikan oleh Sakura "tidak, dia milikku!" namun itu memberi kesempatan ketua itu untuk kabur. Lalu Sakura mengejarnya.
Dengan cepat Sakura mengambil sebuah pisau dan langsung melempar ke arah ketua itu, tapi pisau itu malah mengenai orang lain.
"Dia berasil lolos" ujar Naruto.
"kita telah berada dalam bahaya, ketua mereka lolos" ujar Lee "sekarang dia akan menuntut balas itu artinya perang"
"bagaimana kita bisa berperang? kita tidak ada senjata, kita akan mati seperti tikus." Ujar naruto.
"ya, kita akan mati seperti tikus dengan senapan, tapi kita punya seorang gadis dengan pedang. Tapi itu tidak semua yang kita miliki" ujar Lee
"Hey!" seru Lee memanggil Shikamaru yang ingin pergi "Ino akan mengerti"
Kemudian Shikamaru berhenti. "ikuti aku!" seru Lee
Kemudian Lee mengajak semuanya kecuali Kazuya Dan Sakura membongkar makam. Semua orang penasaran mengapa Lee mengajak mereka untuk membongkar makam. Mereka hanya bisa melihat dengan penasaran.
Fash to Kazuya and Sakura (terlihat Kazuya sedang merapikan Taman Bunganya yang dihancurkan oleh orang-orang genkster itu)
"aku merusak semuanya, ya?" tanya Sakura
"kamu melakukan apa yang harus kamu lakukan" sahut Kazuya sambil merapikan taman yang dihancurkan oleh para Genkster
"sekarang dengan menyelamatkanku, hancurlah semua hal baru yang kau temukan di sini." ucap sakura
"tak ada dunia yang baru, tanpa kamu. Tidak ada yang begitu baru lagi." ujar Kazuya.
"misalkan mereka datang dan setelah itu kita masih hidup. Kamu tetap akan pergi, kan?"
"aku tidak punya rumah dan keluarga lagi" sahut Kazuya
"mungkin aku bisa bersamamu?" tanya Sakura. "pikirkan tentang hal ini, ok!"
Lalu Sakura meninggalkan Kazuya.
Sementara Lee membuka peti matinya, membuat Naruto merasa ngeri.
Setelah peti terbuka ternyata isi peti tersebut adalah senjata. Lalu Lee menggambil sebuah senjata (rifle) dan melemparnya ke arah Shikamaru dan menangkapnya.
Keesokan harinya, Shikamaru mencoba senjata riflenya. Dia mencoba menembak ke arah sasaran, lalu Lee menaruh beberapa botol berisi arak di sekitar target untuk mengecoh Shikamaru.
"hey! Itu jus kaktusku!" lalu Shikamaru berkonsentrasi untuk menembak. Ternyata si pemabuk jenius ini tidak kehilangan keahlian dalam menembak. Tembakannya tepat mengenai sasaran tanpa menyeset jusnya sedikitpun.
Flas to Naruto Laundry ( setelah Shikamaru selesai mencoba Riflenya, dia membawa baju kotornya untuk dilaundry)
Shikamaru memberikan jaket kebanggaannya kepada Kazuya untuk dilaundry. "aku tau siapa kamu dulu dan gadis yang bernama Hana itu" ucap Shikamaru, "tidak perlu melihat ukuran tubuh, aku bisa mencium bau darah." tambah Shikamaru.
"itu ada di dirimu juga" sahut Kazuya.
"ya." Shikamaru mengangguk pelan lalu Shikamaru mengulurkan tangannya dan mereka berjabat tangan. "oke. Sekarang bersihkan jaketku. Jika aku mati, aku ingin terlihat bagus."
"mengapa mati?" tanya Kazuya
"kami hanya memiliki 100 batang dinamit dan beberapa senjata. Itu hanya akan menyengat mereka."
"jangan kawatir kau tak akan mati" sahut Kazuya.
To be continued
Apakah Haruno Sakura menyukai Kazuya? Padahal Sakura saat ini pacaran dengan naruto. Bagaimana menurut anda? Trus siapa sebenarnya yang Kazuya sukai Hana atau Haruno? Selamat menebak para Reader.
