Disclaimer : Semua yang ada di fict ini bukan punya Rae tapi fictnya punya Rae dong..
Summary : Ketika Donghae dan Siwon mengejar cinta mereka#isang(aneh), Setiap orang punya target dalam hidupnya, dan mereka?target mereka memang berbeda, tapi takdir yang akan merubahnya. Tapi walau aneh terapkan RnR yah
Warning : Shonen-Ai, BxB, YAOI, Namja lope namja. Ryeowook di sini itu yeoja a.k.a wanita, FemWook
A/N : Cerita ini abal, gaje, garing, typo(s), update sesuai mood, idenya pasaran. Rae ngaku sendiri kan?jadi bagi kalian yang ngeflame berarti setuju juga hahaha.
Pair : (Haehyuk, Wonkyu)sedikit Yewook juga
Rate : T *cari aman aja dah..*
Genre : apakah fict ini bisa di katagorikan Romance n Friendship?aku sendiri bingung ini fict apaan (-_-")
Don't Like Don't Read
Kalo dengan keterangan di atas sana udah ngerasa gak senang, silahkan tekan tombol back dan /tinggalkan fict ini, gampangkan. Terima kasih.. ^_^
My Target Is In You
…
Setelah kelas selesai semua siswa pergi meninggalkan kelas, Kyuhyun dan Ryeowook masih berada di kelas karena masih membereskan beberapa buku dan barang-barang yang lain. Kalian tau, ada sesuatu yang aneh yang terjadi..Donghae dan Eunhyuk, mereka terlihat berbeda, ah..bukan dari penampilannya. Saat masuk kelas tadi, mereka memang agak terlambat beberapa menit. Ekspresi yang tergambar dari wajah merekapun berbeda. Haish..Kyuhyun yang merasakan hal aneh itu sungguh tidak mengerti. Eunhyuk, wajahnya merah, dia juga agak canggung saat melihat wajah Donghae walau dia selalu mencoba menutupi hal itu -walaupun selalu bisa di baca oleh Kyuhyun-. Donghae juga terlihat lebih ceria dari sebelumnya. Ini masih terlihat rahasia sampai akhirnya salah satu dari mereka mengatakan sesuatu,
"Kyu, kau tau?aku rasa aku benar-benar menyukai Eunhyuk. Aku tidak main-main lagi. Dia..aku tak tau kenapa ada makhluk semanis dia di dunia ini"kata Donghae di samping Kyuhyun, Ryeowook sudah pamit duluan.
"Jadi maksud mu kau benar-benar menyukainya?bukan untuk menggodanya saja, kan?"kata Kyuhyun yang berjalan di samping Donghae. Mereka berjalan berdampingan menuju gerbang.
"Ya, mungkin awalnya memang begitu, dia terlalu imut saat pertama kali aku melihatnya, tapi aku rasa aku suka dirinya lebih dari itu"jawab Donghae dengan senyuman lebar.
"Ya sudah..kejar dia, kenapa harus cerita pada ku"tapi Kyuhyun selalu menanggapi itu dengan biasa dan seakan tidak mau tau.
"Jadi menurut mu..salah tidak kalau aku bilang padanya kalau 'aku suka pada mu'.."walaupun di jawab seperti itu, Donghae masih tetap setia bercurhat ria bersama Kyuhyun.
"A-apa?kenapa kau bilang begitu?hah..babo hyung. Kau tidak tau apa, Eunhyuk itu semakin hari semakin membenci mu"tentu saja Kyuhyun terkejut, Donghae terlalu polos atau bodoh atau terlalu santai, ah..pokoknya dia benar-benar bodoh.
"Tapi aku mencoba bersikap baik padanya, dan kali ini bukan karena sebuah sandiwara"
"Kalau kau serius, ya boleh-boleh saja. Dia benci orang yang mempermainkan perasaannya"
"Kenapa dia benci?"tanya Donghae karena dia tak mengerti.
"Mana ku tau, setiap orang juga akan merasa begitu. Hah..kau ini bodoh ya hyung, jika aku di permainkan perasaannya juga aku tidak mau. Hah..sudahlah, lama-lama bicara pada mu itu membuang-buang waktu!"karena pembicaraannya mulai membuat Kyuhyun jengah, Donghaepun berinisiatif untuk pergi.
"Yaaak!ne ne, aku pergi. Masih ada urusan lain. Kyu, tunggulah babak keduanya. Hahaha.."
…
Saat itu Zhoumi baru selesai dari pertemuannya dengan sang kekasih, Henry. Saat lewat, ia melihat Donghae dan Kyuhyun yang berdiri berhadapan.
"Siapa itu?Guixian..dan Donghai?"
"-'aku suka pada mu'.."
Tak sengaja Zhoumi mendengar kalimat itu terlontar dari mulut Donghae, ia lalu terdiam.
"Apa dia baru saja bilang, kalau dia menyukai Guixian?"
Tak perlu waktu yang lama lagi, ia langsung belok ke arah parkiran.
…
Siwon POV
Pelajaran hari ini tak begitu membosankan, hari ini sangat menyenangkan menurut ku. Aku bisa makan siang bersama Kyuhyun dan Donghae.
Hari sudah semakin sore, karena takut pulang terlalu malam akupun bergegas menuju gerbang. Perjalanan ku menuju ke sana terhenti saat seseorang menarik ku kasar.
"Zhoumi?"ternyata itu Zhoumi, salah satu teman baik ku.
"Ya, ini aku. Maaf sudah membuat mu terkejut"aku hanya mengangguk kecil menganggapinya.
"Shiyuan..ada sesuatu yang ingin ku katakan pada mu"kata Zhoumi dengan wajah yang agak serius, aku menyernyit heran melihat perubahan wajahnya. Apa yang terjadi?
"Barusan aku tak sengaja lewat dan melihat Donghai dan Guixian.."
"-dan aku mendengar sedikit tentang pembicaraan mereka.."lanjut Zhoumi. Entah kenapa pembicaraan Zhoumi membuat ku merasakan perasaan yang tak nyaman tentang Kyuhyun.
Aku masih menyimak apa yang ingin Zhoumi sampaikan pada ku. "-Donghai mengatakan 'aku menyukai mu' pada Guixian.."
Dan kata-kata itu sontak membuat jantung ku terasa terhenti. Ini tidak benarkan?
"Zhoumi-ah..jangan berbicara yang bukan-bukan, apalagi ini juga menyangkut Kyuhyun. Kau tau?aku tidak suka.."
"Ya, aku sekali lagi minta maaf pada mu Shiyuan. Hanya saja ini terserah pada mu sekarang, kau punya saingan dan kau harus berhati-hati pada Donghai. Aku bukannya ingin mengadu domba kalian, sekali lagi aku katakan pada mu..terserah kau mau percaya atau tidak pada kata-kata ku. Anggap saja aku ini hanya membuat mu untuk waspada"jelas Zhoumi yang berusaha membuat ku mengerti sepenuhnya dengan maksudnya itu.
Aku masih terdiam dengan kata-kata Zhoumi barusan, Donghae mengatakan kalau dia menyukai Kyuhyun?ini tidak benar, Donghae menyukai Eunhyuk dan dia selalu mengatakan hal itu pada ku. Hanya saja, kenapa aku sekarang mempertanyakan kedekatan ku pada Kyuhyun. Aku menyukainya dan aku tau kami ini HANYA TEMAN DEKAT. Kalau aku tidak mengambil Kyuhyun duluan, maka dia dengan mudah jatuh pada pesona Donghae. A-apa!apa yang barusan aku katakan?apa aku secara tidak langsung baru saja meragukan Donghae, ahh..apa yang terjadi pada ku. Aku terlalu khawatir.
Setelah sekian lama terdiam, aku menatap Zhoumi yang tengah berkutat dengan handphonnya. Aku melangkah kearahnya.
"Zhoumi-ah..gomawo sudah mau peduli pada ku. Tapi kau harus tau, aku akan tetap memperjuangkan Kyuhyun apapun yang terjadi, dan maaf..aku tidak bisa mempercayainya sebelum ada bukti yang jelas"
"Ya, aku tau itu. Dan menurut ku kau adalah lawan yang susah untuk di kalahkan, jadi..tetaplah semangat"kata Zhoumi menyemangati ku, aku hanya tersenyum kecil.
Kami berpisah karena hari sudah semakin gelap.
Kepala ku kembali terngiang tentang kata-kata Zhoumi tadi, cepat-cepat aku menggeleng agar pikiran itu menghilang.
…
Keesokkan harinya..
Semua kegiatan berjalan dengan lancar pagi ini, tapi tidak dengan siang ini. Donghae masih senang-senangnya mengikuti kemanapun Eunhyuk pergi, sampai saat makan siang tiba..
"Donghae!kenapa kau selalu mengganggu ketenangan ku?"Eunhyuk berhenti di semua meja kosong, menatap Donghae yang berada di depannya dengan tajam.
"Aku hanya..suka setiap tingkah mu yang manis saat aku mulai menggoda mu.."dengan senyumannya Donghae menjawab.
Lagi-lagi kata-kata itu yang keluar dari mulut Donghae, Eunhyuk mencoba tidak mendengarnya lagi.
"Berhentilah bicara omong kosong!kau mau aku meneror mu lagi, hah?apa sebenarnya yang kau mau?"tanya Eunhyuk jengah.
"Mau ku?aku hanya ingin.."
Donghae menarik Eunhyuk ke arahnya, mendekat. Dan mempertemukan bibir mereka dalam ciuman singkat yang manis.
Cup
"-mencium mu, bibir mu sangat manis Hyuk. Gomawo"Donghae benar-benar tak punya rasa bersalah karena sudah mencium Eunhyuk di depan orang, ia malah kesenangan dengan aksinya.
Eunhyuk yang tadinya sempat membeku dan hanya memasang wajah shock kini mulai bicara,
"K-kau!beraninya!yaa!kembalikan ciuman pertama ku bodoh!"jerit Eunhyuk sambil memegangi bibirnya.
"Your first kiss, huh?kalo begitu aku beruntung karena mendapatkannya duluan. Aku yang mengesahkannya, dan ciuman pertama mu hanya milik ku. Kim Hyukjae.."
"Kali ini aku tidak akan segan-segan untuk mencoba membunuh mu Donghae. Persetan dengan kata takut konsekuensi, kau sudah membuat ku gila akan tingkah konyol mu itu!"
"Well, aku kan sudah bilang. Aku tidak ada maksud untuk mempermalukan mu, aku hanya ingin yang lain tau..kalo aku mencintai mu Kim Hyujae, itu saja. Ne, kalo begitu aku pergi"
Dan lagi-lagi..Lee Donghae yang memenangkan pertarungan. Sekarang jadi 3-0.
"Arggghhh!namja sialan!"teriak Eunhyuk frustasi.
"d-dia mengambil ciuman pertama ku. Itu hanya untuk orang yang aku cintai, bukan untuk namja mesum sialan itu!"umpat Eunhyuk dengan emosinya.
Ia sendiri tidak tau, kenapa saat kejadian 'itu' ia hanya diam dan tidak mau melawan, ia merasa tubuhnya membeku dan tidak bisa bergerak. Pikirannya pun entah di bawa berkelana kemana, ia merasa..Ah tidak!tidak!ini perasaan yang salah. Ia baru saja hampir mengatakan 'senang dan nyaman' karena di cium oleh Donghae. Ini pasti akhir dari dunia, ya ia yakin akan hal itu.
"Akui saja kalau kau suka, hah..apa-apaan adegan itu, kalian kembali membuat selera makan ku hilang. Lain kali Donghae yang harus bilang 'jangan bicara omong kosong' saat kau bilang untuk membencinya atau mengancam menerornya. Mulut mu bicara tidak seperti apa yang hati mu katakan. Kau bilang benci tapi hati mu senang saat dia bilang berbagai kata-kata manis tentang mu.."
Entah darimana Kyuhyun tiba-tiba datang menghampiri Eunhyuk yang tengah bergelut dengan pikirannya sendiri.
'Oh..jadi ini yang ia maksud dengan babak yang kedua?hah..dia mulai berani. Kau sangat berani Donghae'batin Kyuhyun sambil menyeringai
"Kyu..jangan lagi bicara yang macam-macam. Kepala ku serasa mau pecah sekarang. Terlalu banyak kejadian yang terjadi, sekarang kau malah menguliahi aku dan bicara ini itu"keluh Eunhyuk.
"Terserah, yang sakit kan kau..bukan aku"ucap Kyuhyun tak perduli.
"Hah, kau benar-benar menyebalkan. Tapi kenapa aku senang punya teman seperti mu?"
"Itu karena aku spesial, aku punya keajaiban. Kau harus bangga punya teman keren seperti ku Hyuk"ucap Kyuhyun yang mulai membanggakan dirinya sendiri.
Sejak kejadian kisseu itu, Eunhyuk benar-benar serius untuk meneror Donghae.
Iya akan melakukan apa saja untuk membalaskan rasa kesalnya pada Donghae. Lee Donghae namja yang ia benci sudah mengambil ciuman pertamanya dengan tiba-tiba dan itu semakin membuat kadar kebenciannya bertambah.
No more chance for you Lee Donghae!
..Wonkyu..
Sore itu, setelah sekolah telah usai, Kyuhyun terus mengikuti kemana Siwon pergi. Kyuhyun ingin pulang bersama Siwon.
"Hyung, aku ikut!"
"Tapi kau-"
"Tidak, mereka tidak menjemput ku. Appa hari ini pergi ke Cina, aku sudah minta izin pada Umma"kata Kyuhyun cepat.
Siwon menatap Kyuhyun pasrah, Kyuhyun masih menatap Siwon memohon dan sedikit memelas.
"Apa dia membolehkan mu?"tanya Siwon.
"Ya, tapi awalnya dia menolak karna dia khawatir. Lalu aku bilang aku pulang bersama mu, dia langsung memperbolehkan ku hyung"jawab Kyuhyun.
"Benarkah?baiklah, tapi aku biasa pulang naik bus, apa kau tidak masalah?"
"Tidak, asalkan kau selalu di samping ku hyung"
"A-ah ya, aku akan menjaga mu. Tetaplah disamping ku, jangan kemana-mana"
Merekapun berjalan di tempat pemberhentian bus di dekat sekolah mereka. Dengan tangan Siwon yang terkait pada lengan yang pasti hanya agar Kyuhyun tidak pergi dari sisinya.
*Di Bus*
"Hyung ini pertama kalinya aku naik bus loh"ujar Kyuhyun senang.
"Benarkah?lain kali kau harus coba. Naik bus itu menyenangkan, kau bisa melihat orang yang belum pernah kau lihat, istilahnya ini juga bentuk bersosialisasi, mereka juga ramah-ramah jadi kau tidak usah khawatir"
Lalu mereka diam lagi.
"Apa rumah mu masih jauh hyung?"tanya Kyuhyun yang sedikit memecahkan keheningan mereka.
"Ya, masih beberapa blok dari sini. Kau-"kata-kata Siwon terpotong karena tiba-tiba Kyuhyun menyandarkan kepalanya ke bahu Siwon. Siwon menolehkan kepalanya agar bisa melihat Kyuhyun
"zzz.."
"Haha, dia tidur. Biar sajalah, mungkin dia lelah"
Siwon pun membetulkan sedikit letak kepala Kyuhyun agar anak itu lebih nyaman tidur di bahunya. Yah..begini lebih lama juga lebih baik.
*Bus berhenti*
"Kyu, ireona"kata Siwon
"Ngh.."erang Kyuhyun.
"Kyu, bus sudah berhenti, kita sudah sampai. Apa kau masih mau melanjutkan tidur mu?"tanya Siwon lembut dan terdengar begitu perhatian.
"Ng..andwae hyung, ayo kita turun"tolak Kyuhyun sambil terus mengucek matanya dan beberapa kali menguap, terlihat polos dan imut di mata Siwon.
"Ne ne, tapi kumpulkan dulu nyawa mu. Wajah mu masih seperti orang mengantuk. Lihat, jejak iler mu saja masih ada..hahaha"canda Siwon.
Wajah Kyu langsung memerah seketika, dengan cepat ia mencoba menghapus 'jejak' yang seperti di katakan Siwon tadi. Kelakuannya semakin membuatnya telihat imut di mata Siwon.
"Hahaha..kau percaya kata-kata ku?aku hanya bercanda Kyu.."
"Hyung!"
"Ne ne, mianhae. Ayo cepat turun"
Siwon dan Kyuhyun pun berjalan ke pintu bus dan turun dengan langkah yang santai.
"Kita perlu berjalan untuk sampai ke rumah ku, apa kau mau?"tanya Siwon.
"Kalau jauh aku tidak mau"tolak Kyuhyun secara spontan. Dia lelah, jadi maklumi saja.
Siwon menghela nafas panjang, "baiklah..tidak ada pilihan lain"
Hup
"H-hyung!apa yang kau lakukan"tanya Kyuhyun panik. Siwon tengah menggendongnya ala bridal style.
"Kau tidak tau apa yang ku lakukan?jelas aku sedang menggendong mu"jawab Siwon santai.
"Ya!babo..kau mempermalukan ku. Lihatlah mereka memandangi kita seperti itu!"protes Kyuhyun sambil meronta-ronta.
Tidak ada tanggapan yang pasti dari Siwon, ia hanya terus mematri senyum manisnya yang membuat lesung pipinya tampak, ia semakin terlihat luar biasa di mata Kyuhyun. Kyuhyun bahkan berhenti meronta-ronta untuk di turunkan karena terpesona pada wajah tanpa cacat itu.
"Apa wajah ku seganteng itu hingga kau bahkan tak berkedip daritadi"goda Siwon seraya memperlihatkan senyuman anehnya.
"A-a..Ya!"
…
"Nah..kita sudah sampai"ucap Siwon lalu menghela nafas, lelah juga perjalanan hari ini.
"Hyung?"
"Ne"
"Kau..tinggal disini?"tanya Kyuhyun dengan nada yang meragukan.
"Tentu saja, sekarang ayo masuk. Kau pasti lelahkan"
Siwon membuka pintu Apartemennya dan menyalakan lampu. Ya, Siwon tinggal di apartemen, maka dari itu Kyuhyun terkejut.
Kyuhyun duduk di salah satu sofa yang memang di sediakan di situ. Ruangan ini tertata dengan apik, rapi dan sangat bersih. Siwon menuju sebuah ruangan yang Kyuhyun rasa itu adalah kamar milik Siwon, mungkin untuk berganti baju dan melakukan hal lainnya.
"Bagaimana?apa tempat tinggal ku bagus?"tanya Siwon yang ternyata sudah keluar kamarnya.
Kyuhyun yang tengah sibuk mengitarkan pandangannya pada ruangan itupun tersadar dan melirik Siwon.
"Bagus"jawab Kyuhyun singkat.
"Kau tidak pernah cerita kalau kau tinggal sendiri"kata Kyuhyun, bermaksud membahas hal itu agar berbagai pertanyaan yang ada dibenaknya dapat terjawab.
Siwon duduk di sebelah Kyuhyun, "kau belum harus tau Kyu"
"Aku harus hyung!aku harus tau. Aku..teman mu"sergah Kyuhyun, menatap lekat-lekat bola mata Siwon, tatapan yang meminta penjelasan.
Siwon menghela nafas, membetulkan arah duduknya agar berhadapan dengan Kyuhyun. Tersenyum dan mencubit pelan pipi chubby milik Kyuhyun.
"Kenapa kau manis sekali.."
Kyuhyun melepas tangan Siwon yang berada di pipinya kasar, "Hyung~!ceritakan dulu pada ku".
"Aku..hanya bosan tinggal disana. Sepi, membosankan, tidak ada teman, maka dari itu..aku tinggal sendiri"kata Siwon sambil menatap lurus ke arah dapur, moodnya bisa hilang jika membahas tentang rumah.
Kyuhyun dapat menangkap ekspresi sedih di sana,di mata Siwon.
"Ah..Siwon hyung, kau tidak cerita juga..tidak apa-apa. Bagaimana kalau aku memasak untuk mu saja, ne?"
Kyuhyun melangkah meninggalkan Siwon, mengedarkan pandangannya pada seluruh ruangan.
"Dapurnya dimana hyung?"tanya Kyuhyun.
Siwon kembali dari dunianya, menatap Kyuhyun yang sedang kebingungan.
'Aku yakin dia tau bagaimana rasanya'batin Siwon, ia lalu beranjak dan menyusul Kyuhyun.
…
"Apa kau yakin bisa?"tanya Siwon.
"Aku ingin coba. Hyung diam saja di meja makan, ne?"
Tidak ada pilihan lain, ia hanya bisa menuruti kata Kyuhyun.
"Kau ingin masak apa?"tanya Siwon yang mulai bosan dengan keheningan di antara mereka.
"Ramen.."jawab Kyuhyun singkat, ia ingin berkonsentrasi dengan kegiatannya.
"Apa perlu ku bantu?"
"Tidak usah, kau diam saja di situ"
"Tapi tampaknya kau butuh bantuan"
"Haish..baiklah. Aku mengaku, aku selalu gagal dalam hal memasak, dan sekarang aku ingin mencoba memasak ramen. Dan kau hyung, kau menghancurkan mood dan konsentrasi ku!"
"Sejujurnya aku juga tidak begitu ahli Kyu, tapi karena kau ingin mencoba aku mau membantu. Kebetulan sekali aku lapar, jadi untuk hasil akhirnya terserah enak atau tidak. Aku senang kau membuatnya untuk ku, kau bisa jadi istri yang sangat baik"
"Hyung!kau gombal lagi!"
Setelah beberapa menit berlalu, masakan Kyuhyunpun jadi. Dan mereka sekarang sedang duduk di meja makan sambil melihat semangkuk besar ramen dengan senyum canggung.
"Aku tidak yakin kau masih bisa hidup setelah ini hyung"ucap Kyuhyun sambil terus menatap makanan buatannya dengan senyuman yang di paksakan.
"Haha..baiklah. Kita buktikan apa setelah ini aku akan mati atau malah akan berterima kasih pada mu karena sudah membuat perut ku terisi dengan penuh oleh kuah yang banyak itu"kata Siwon sambil terkekeh geli melihat Kyuhyun yang menatapnya ragu-ragu itu.
"Makan malam pertama ku bersama Kyuhyun. Selamat makan!"
Siwon mulai memasukkan beberapa mie dalam mulutnya, Kyuhyun menatapnya khawatir tapi tak lama karena ia mulai menutup rapat matanya, ia tak siap untuk melihat kelanjutannya.
"Ini.."Siwon mulai membuka suara, jantung Kyuhyun mulai berdegup kencang.
"Kau bilang tidak bisa dan selalu gagal, kenapa jadinya enak begini?"
Mata Kyuhyun terbuka lebar, tidak mungkin. Apa maksud Siwon rasa ramen buatannya enak?Akh..itu sungguh mustahil.
"Hyung, aku tau kau hanya berakting agar aku tidak terlihat kecewa, iyakan?"ucap Kyuhyun sembari memandang Siwon kecewa.
"Anio, aku jujur Kyu. Ramen mu pas di lidah ku"
"Jeongmalyo?hah..apa jangan-jangan karena kebetulan"
"Atau kau mendapat ilham dan terbantu karena memasak ramen khusus untuk ku. Kyu, kau sudah bekerja keras"Siwon mengepalkan tangannya seperti memberi semangat untuk Kyuhyun.
"Ya, mungkin saja. Baiklah, kalau ramen ini enak, mari makan bersama hyung"
"Makan malam pertama ku bersama Siwon hyung, dan makanan enak pertama ku untuk Siwon hyung"lanjutnya lagi. Siwon hanya menanggapi hal itu dengan senyuman dan mulai melanjutkan makan dengan keheningan.
…
Terdiam. Termenung. Tidak percaya. Ini semua mimpi. Lee Donghae mengambil first kissnya secara paksa dan tanpa persetujuan - jikapun minta izin ia tetap akan menolaknya mati-matian -. Tapi rasanya berbeda, dan KENAPA?ciuman pertamanya dengan orang yang paling ingin ia musnahkan dan ia benci?apa Tuhan membalas perbuatan jeleknya selama ini, seperti membaca majalah atau video yadong?ah, itu mungkin saja benar. Sejak pulang sekolah Eunhyuk tak ada hentinya memegangi bibirnya itu. Ia benci, tapi kenapa rasa senang itu ada, yah..walau kecil dan sedikit seperti sebutir kerikil kecil, tetap saja itu adalah rasa senang. Tidak mungkin ia merasa senang karna di cium oleh orang yang ia musuhi akhir-akhir ini. Sangat tidak mungkin.
Ah..sudahlah, membahas kejadian itu selalu membuat aneh pada dirinya, sering kali frustasi, dadanya juga bekerja lebih cepat dari biasanya. Dia harus tidur, mulai besok aksi balas dendamnya akan di mulai.
Lee Donghae adalah Target utama Kim Hyukjae.
…
'ne gateun saram tto eobseo~'
"Hyung..handphone mu bunyi tuh.."
Siwon menggapai handphonenya yang ia letakkan atas meja dengan malas.
Saat melihat nama yang menelponnya ia langsung membulatkan mata,
"Kyu, Umma mu.."
Ia menyerahkan handphonenya pada Kyuhyun. Kyuhyun yang tengah sibuk makan kripik sambil selonjoran di sofa milik Siwon pun memandang Siwon tidak peduli. Ia mengambil handphone yang di tangan Siwon itu dengan malas.
"Yeobeoseyo"
"KYUHYUNNI!CEPAT PULANG!"teriakan Eomma Kyuhyun itu sampai terdengar ke telinga Siwon. Kyuhyun cepat-cepat menjauhkan handphone itu segera dari telinganya sebelum gendang telinganya pecah. Siwon hanya menautkan alisnya karena bingung.
"Nanti sa—"
"TIDAK ADA NANTI-NANTI!KAU KEMANA SAJA HAH?"
"Hah..dasar nenek tua ini, menyebalkan"gumam Kyuhyun kesal.
"Umma itu lupa atau sudah pikun?aku kan sudah bilang kalau aku pulang bersama Siwon hyung"
"Eh?"
Siwon mengambil handphonenya dari tangan Kyuhyun.
"Yeoboseyo"ucap Siwon pada Umma Kyuhyun.
"Ne..Siwon-ssi"
"Mianhamnida saya tidak langsung mengantarnya pulang. Kyuhyun hanya bermain di rumah saya. Dan..makan malam bersama, setelah ini saya akan segera mengantarnya"kata Siwon dengan sopannya, ia lalu menutup sambungan telpon itu setelah Umma Kyuhyun mengiyakan.
"Kau seharusnya tidak usah menjelaskan semuanya. Biarkan saja dia.."
"Sst..jangan bilang begitu, bagaimana pun dia itu adalah Umma mu dan kau harus menghormatinya. Nah..sekarang bersiap-siap untuk pulang"
"Tapi aku masih mau disini lebih lama lagi"tolak Kyuhyun manja.
"Kau boleh datang kapan saja kau mau Kyu. Sudah cepat pasang sepatu sekolah mu, kau bahkan belum mandi dan berganti baju, apa tidak gerah?"
"Ya ya ya..kau mulai terlihat bawel seperti Umma"
…
"Hyung, lagi-lagi kau merahasiakan segalanya pada ku"
"Aku merahasiakan apa Kyu?apa jika aku punya sendok makan yang baru juga harus bilang pada mu?"
"Ya, kau harus bilang. Jangan merahasiakan segalanya dari ku hyung. Sekarang ceritakan kenapa kau punya mobil dan kenapa kau malah pulang pergi pakai angkutan umum?"tuntut Kyuhyun.
Siwon menghela nafas, "apa harus, ini kan juga termasuk alasan pribadi"
"Hyung..kau hanya perlu menjawab dan menjelaskan saja"
"Ne, araseo. Jiwon memberikannya pada ku"jawab Siwon singkat sambil terus menatap lurus ke jalan.
"Jiwon?siapa dia?pacar mu?"ucap Kyuhyun curiga.
Siwon terkekeh geli, "anio, dia yeodongsaeng ku"
Kyuhyun merasa lega akan pernyataan itu. Syukurlah, batinnya.
Mereka mulai berbicara kecil seiring perjalanan menuju rumah Kyuhyun.
Mobil Siwon berenti di sebuah rumah mewah besar. Kyuhyun membuka pintu dan segera keluar di susul Siwon yang juga melakukan hal itu.
"Hyung, gomawo untuk hari ini"
"Ani, seharusnya aku yang bilang terima kasih pada mu. Kau membuat apartemen ku ramai"
"Ah, hyung. Aku harus segera ke dalam, Umma pasti menunggu. Sampai jumpa besok hyung.."
"N-ne.."
Yah, selamanya senyuman Kyuhyun adalah obat terbaiknya. Selamanya Cho Kyuhyun adalah Target Utama seorang Choi Siwon.
TBC
A/N : Annyeonghaseyo*teriak pake toa*
Hai..hai..Rae datang lagi nih, chapter 4 yang sedikit dan mungkin, Rae harap WK scenenya cukuplah, gak banyak dan gak sedikit.
Hehehe…akhirnya kesampaian juga bikin adengan kisseunya Haehyuk, walau alur ceritanya berlangsung cepat. Aku kejar tayang nih..udah ngebet banget pengen publish chapter 4, dan walau tau akibatnya word chapter ini cuma 3000 lagi, yah mau gimana lagi..mianhae Readers and Reviewers sekalian.*bow*
Oh ya, Rae baru tau kalo gak boleh ngebalas review di dalam ff, jadi..Rae minta maaf gak menjawab semua reviewer sekalian. Tapi kalo gak salah ada yang nanyakan hubungan Kyuhyun dengan Siwon apaan?di chapter ini kayaknya udah mulai memperjelas, kalo mereka itu hanya teman dekat, walau sebenarnya Siwon itu suka banget sama Kyuhyun.
Dan mungkin chapter selanjutnya bakalan mulai menunjukkan konflik cinta Donghae, Eunhyuk, Kyuhyun, dan Siwon. Jadi Rae terus minta dukungannya yah readers reviewers sekalian. Rae sangat senang ada banyak tanggapan manis pada review chapter 3. Rae akan terus berusaha mempertahankan ff ini hingga akhir. Maaf kalo emang updatenya suka lamaaa..
Eh, mumpung ini masih suasana-suasana puasa. Rae minta maaf kalo emang ada salah dan lain-lain deh. Dan sekarang Rae pengen berterima kasih banyak sama para Readers dan Reviewers yang berbaik hati mau menerapkan RnR selama masuk dan mulai mengikuti alur cerita ini. Dan juga terima kasih banyak buat yang udah alert dan fave ff Rae.
Thanks to :
ve fit, anonymous reviews/guest, MilMilk203407, , yadong wannabe, ressijewelll, lovinkyu, EviLisa2101, GyuRiGyu, Kyuu Bighead 1324, Wonkyu Jr, Blackyuline, ZeeHyuk, Kyuhee, Kim Min Hae, Siti. Dan kalopun ada..para silent reader, thank you.
FF ku tidak akan hidup tanpa review kalian*big hug & bow*
Dan maaf sekali lagi kalo chapter 4 ini kurang memuaskan.
Naega jeongmal neoreul saranghanda~
Mind to review?
-Shixain a.k.a Rae-
