My love begins with unlucky

Disclaimer: Furudate Haruichi

By: Step129807

Warning: Ooc, Ic, Typo

Explanation:

Flashback: ...

Falshback end: ...

Chapter 4

"Because i set her free..."

Itulah kata-kata yang menggambarkan perasaan Kageyama pada Shouyou. Ia memang mencintai sahabat bodohnya itu sejak mereka kecil, tapi ia tidak pernah memaksa perasaannya itu pada gadis manis itu dan membiarkan gadis itu memilih untuk berakhir bersamanya atau tidak bersamanya.

Kageyama menatap salju yang mulai menumpuk di halaman kampusnya, kalau dingat-ingat Kageyama dulu menyatakan perasaannya pada saat salju juga menumpuk dihalaman dekat gym sekolah mereka.

...

Kageyama tidak pernah merasa segugup ini bahkan dalam pertandingan pun dia tidak pernah merasa segugup ini, pokoknya ini gugup level maksimal Kageyama. Ia pun menatap lagi pantulan dirinya dicermin, ia sudah memakai gel rambut sesuai anjuran Tendo sang ahli gel rambut dari Shiratorizawa.

Tadinya mau minta bantuan Kuroo, tapi tutorialnya enggak banget. 'Pasti tuh orang mau ngibulin gue, masa menata rambut pakai bantal? Sambil bilang is work is work lagi.' batin Kageyama mengomel.

Kageyama pun mengambil perfume yang di iklannya malaikat aja sampai jatuh, dan Kageyama berharap Shouyou juga jatuh. Jatuh kehatinya maksudnya.

"Are, Tobi-chan tumben pagi-pagi udah cakep?"

"Aku hanya mau tampil beda saja, Kaa-san."

Balas Kageyama kepada perempuan dewasa yang sangat mirip dengan dirinya itu.

"Kalau sudah diterima Shou-chan bilang yah..." kata sang ibu sambil berlalu.

"Kaa-san!"

.

.

.

.

.

Kageyama sudah berkeliling sekolah dan tidak menemukan gadis bersurai orange itu.

"Kemana bocah itu pergi?"

Kageyama pun memutuskan pergi ke gym, saat berjalan ia melihat gadis berambut sebahu yang keriting sedang bermain main dengan salju. Gadis itu sedang membuat empat buah kelinci yang ditaruh berjejer. Kageyama pun tersenyum tipis, ia mengambil sejumput salju dan membentuknya menjadi bola.

Kageyama pun berjalan pelan supaya sang gadis tidak menyadari kehadirannya. Ia pun membidik kepala orange itu dan melemparnya dengan tepat sasaran.

"Aah! Kageyama!" teriak Shouyou ia pun menggembungkan pipinya pertanda kesal.

"Hehe, Headshot!"

"Asshole!" balas Shouyou yang membuat Kageyama terkejut.

"Dari mana kau mendapatkan umpatan itu?"

"Tsukishima." Jawab Shouyou sambil melanjutkan permainannya.

"Jangan pernah mengikuti umpatan apapun dari mulutnya." Ujar Kageyama tegas.

Kageyama pun ikut duduk disamping sang pujaan hati, ia juga ikut membentuk kelinci dari salju walaupun bentuknya tidak secantik buatan Shouyou.

"Aku mencari mu kemana-mana, rupanya disini."

"Kenapa kau datang kesekolah padahal hari ini kita sedang libur."

"Hanya memastikan kau tidak terkubur salju."

"Cih, tapi baguslah aku jadi tidak main sendiri. Tadi aku email Tsukishima dan Yamaguchi tapi mereka berdua tidak bisa datang."

Shouyou pun menyentuh pelipis Kageyama yang membuat pria yang baru menginjak kelas dua Sma itu tersipu.

"Tumben kau menata rambutmu? Mimpi apa kau tadi malam?"

Kageyama pun menggenggam tangan mungil di pelipis nya.

"Hinata aku... "

Kageyama menuntun tangan mungil digenggamannya mendekati mulutnya lalu ia kecup mersa satu satu jari-jari milik Shouyou.

"Kageyama apa yang..."

"Dengarkan aku dulu..." ujar Kageyama dengan lembut, ia pun menatap Shouyou dengan pandangan yang berbeda dari biasanya. "Aku hanya mengatakannya sekali saja, jadi dengarkan baik-baik..."

Shouyou pun tersipu saat menyadari jarak wajahnya dengan Kageyama, hidung mereka bersentuhan dan sang pria pun mengesek-gesek hidungnya dihidung mungil milik Shouyou.

"Aku menyukai mu, dari dulu hingga sekarang."

Shouyou pun tersentak."Be-Benarkah? Kau tidak sedang bercanda kan?"

"Tidak... "

"Kageyama, aku..."

Kageyama pun mengelus surai orange sebahu itu dengan lembut, ia pun tersenyum kecil.

"Kau tidak harus menjawab sekarang, aku akan menunggu jawabanmu seberapa lama pun itu..." bisiknya, ia pun mengecup jidat gadis didepannya.

.

.

.

.

.

"Ano, Tsukki? Kita disini untuk mengejutkan Hinata-chan dan memastikannya tidak terkubur saljukan?"

"Aa... "

Ujar dua orang yang sedang bersembunyi dan menjadi saksi hidup pengakuan cinta pertama Kageyama.

"Tapi kenapa kita malah jadi penonton drama Romance?" Yamaguchi yang melihat pun ikut tersipu. Ia tidak kuat, Bawaannya mau teriak Cieee dengan kencang tapi ia takut jadi samsak hidupnya Kageyama.

"Diam Yamaguchi, aku tidak suka ini. Memalukan sekali."

"Lebih baik kita pergi saja dari sini..." bisik Yamaguchi dan di iyakan oleh Tsukishima.

...

"Oi Tobio-chan, mau ikut latihan?" teriak seorang pria tinggi berambut coklat.

"Aku mau, Oikawa-san? Apakah Ushijima-sensei juga ikut?" tanya Kageyama sambil mendekati dosen muda narsis itu.

"Tentu saja! Ayo kita kalahkan si Ushiwaka sialan itu! "

"Apa tidak masalah? Kalau dua pelatih tim Voli sekaligus dosen di Universitas Japan ini bersaing?"

"Cerewet! Yang penting sekarang adalah membuat si Waka-chan itu kalah!"

.

.

.

.

.

"Osamu-kun ada apa dengan mu?" tanya Shouyou dengan nafas yang terengah-engah.

"Apa kau benar-benar tidak punya hubungan apapun dengan Kageyama?" ucap Osamu, ia menatap gadis yang menangis dibawahnya dengan tajam.

Ia pun kembali meraup bibir mungil manis itu, merasa tidak ada balasan dari Shouyou ia pun mengigit bibirnya dan membuat gadis itu merintih, kesempatan ini tidak disia-siakan Osamu. Lidahnya membelit lidah Shouyou dan bergerak liar didalam mulut gadis itu.

"Ah!" desah Shouyou saat merasakan langit-langit mulutnya digelitik oleh lidah Osamu.

Saat merasa kedua tangan pria diatasnya sudah meremas bongkahan daging besar didadanya, Shouyou pun memberontak dengan mengeleng-gelengkan kepalanya. Osamu pun melepaskan tautan bibirnya dan menciptakan benang saliva tanpa menghentikan remasan tanggannya.

"Ah, Os-Osamu-kun ngeeh hentikan ah!"

Tangan kekar itu mulai menaikkan sweater Shouyou hingga menampakkan bra biru muda di bawahnya. Osamu terlihat seolah ia ingin menyaksikan pemandangan indah ini selamanya, tapi kemudian tangannya berjalan ke punggungnya untuk melepaskan pengait bra tersebut dan melepaskannya.

"Osamu-kun, dengarkan aku dulu..." ujar Shouyou sambil menahan malunya saat dadanya bergoyang karena gerakan kasar Osamu, apalagi saat Osamu hanya diam sambil menatap dada berukuran besar itu.

"Henti- Ah!"

Shouyou tidak dapat menyelesaikan kalimatnya karena merasakan dua tangan kasar menangkup dadanya dengan kasar.
Osamu pun memajukan badannya dan menjilat telinga Shouyou. "Kau itu punya ku, Shouyou."

"Hmmm, ah! Osamu-kun hnn, hentikan, Ah!"

Shouyou mendesah lebih keras lagi ketika gerakan menguleni itu diganti oleh jari jemari Osamu yang memusatkan diri pada nipple -nya. Shouyou kembali dimanjakan dengan sensasi yang lebih hebat ketika jemari itu mencubit, menarik, dan memutar ujung dadanya. "J-Jangan… Aaah, jangan…" ujar Shouyou dengan dilema. Ia ingin ini berhenti tapi disisi lain ia ingin terus merasakan sensasi ini.

Osamu pun menunduk dan melahap nipple merah muda itu. Shouyou pun menjerit dengan keras saat merasakan mulut hangat Osamu tengah menghisap nipple-nya dengan keras. Lidah pria itu pun memutari sekitar nipple Shouyou sedangkan tangan satunya sibuk memainkan nipple Shouyou. Osamu pun menatap wajah memerah Shouyou sambil menghisap nipple Shouyou, ia menyeringai sebelum mengigitnya dengan keras.

"Aaah, hiyyah!"

Shouyou pun sudah sampai hanya karena permainan di dada oleh Osamu. Saat tangan itu mulai membelai daerah kewanitaannya yang tertutup celana jins Shouyou berteriak dan menangis kencang.

"Hentikan! Kau menyakitiku..."

Osamu pun terkejut ia pun menatap wajah gadis yang dicintainya pada pandangan pertama itu.

"Kenapa? Kenapa Osamu-kun tidak percaya padaku?! Padahal aku mencoba menghargai mu dan hubungan ini!"

Osamu terteguh menyadari kesalahannya. Ia pun membuka ikatan pada tangan Shouyou dan mengecup kedua pergelangan tangan Shouyou.

"Maaf, maafkan aku Sayang. Aku cemburu saat kau sedang berbicara dengan Kageyama-kun, aku tidak akan mengulanginya lagi."bisiknya, Osamu pun memeluk gadis yang sudah setengah telanjang itu.

"Maaf..." Bisiknya sambil mengecup lembut leher jenjang Shouyou.

"Maaf... " ulangnya, ia pun menatap wajah Shouyou dan menghapus sisa-sisa air mata diwajah Shouyou. Ia pun kembali menyatukan bibirnya dengan sangat lembut.

"Janji..." ujar Shouyou di sela-sela kecupan Osamu.

"Janji... "

Osamu pun berpindah kesamping Shouyou sambil terus memberikan kecupan bertubi-tubi kepada gadis itu.

'Papah, menghamili seorang gadis itu tidak semudah seperti yang kau katakan. Setidaknya aku harus bertemu calon mertua dulu sebelum menghamilinya, karena gadis ini terlalu berharga buat ku.' batin Osamu.

.

.

.

.

Osamu memandang wajah tertidur gadis dalam pelukannya ini. Ia tersenyum dan mengecup jidat yang ditutupi poni orange itu. Ia melihat jam diatas meja samping tempat tidurnya.

"Jam 3 sore..." gumamanya.

Mereka tertidur sangat lama setelah acara maaf-maafan tadi.

"Sayang... " ujar Osamu sambil mengguncang lembut badan Shouyou.

"Sayang bangun..."

Shouyou sedikit mengeram saat acara tidurnya terusik.

"Sebentar lagi..."

"Tapi kita belum makan siang... "

"Makan?" Shouyou pun langsung melek saat mendengar kata makan.

"Kau mau makan apa dan dimana?"

"Aku mau makan di Sakanoshita..."

.

.

.

.

.

"Oi, Raja... "

Panggil Tsukishima sesaat sebelum Kageyama masuk kedalam mobilnya.

"Huh?!"

"Aku ikut kau yah, aku mau beli buku ditoko buku Kyun dekat restaurant Sakanoshita."

Kageyama pun menatap wajah Tsukishima sesaat dan ia pun menyeringai.

"Aku tidak mau."

"Oho, jadi kau mau balas dendam ya..."

"Kau tidak mau membantu saat aku minta pertolongan tadi..."

"Pertolongan apa? Kau cuma mau menyontek punya ku saja."

"Sialan, cepat masuk! "

Kageyama pun memberikan tumpang kepada Tsukishima. Setelah sampai ia pun memakirkan mobilnya didepan toko buku.

"Wow, bukankah itu mobil mewah merek Maybach Exelero." ujar Tsukishima sambil menunjuk mobil yang sedang parkir di depan restaurant Sakanoshita.

"Heh! Ngomong-ngomong soal mobil mewah, Hinata baru-baru ini mengores sebuah mobil mewah hanya karena sebuah Voucher." ujar Kageyama sambil memainkan Handphone-nya.

"Dan si Chibi itu baru saja keluar dari Maybach Exelero." ujar Tsukishima sambil menunjuk Shouyou yang sedang dibukan pintu mobil oleh Osamu.

"Huh?!" Kageyama pun langsung memutar kepalanya kearah kaca mobil dan menggosok kedua matanya, ia masih tidak percaya apa yang dia lihatnya.

"Orang itu sepertinya lebih tua beberapa tahun dari dia, Chibi itu tidak sedang mencari uang untuk membayar hutang kan?" ujar Tsukishima tidak percaya.

"Dia tidak perlu sampai seperti itu! Aku sudah ikhlas kok hutang dia ke aku tidak dibayar-bayar! Dia tidak perlu minta uang sama Om Om! Kageyama ayo kita samperin si Bodoh itu!" ujar Tsukishima yang sedang sangat khawatir sampai-sampai kepribadiannya sedikit meleceng. Lelaki berkacamata itu pun mengguncang-guncang tubuh Kageyama yang membeku dengan kuat.

"Bu-Bukan kah, Om Om itu Osamu? Ia menjual dirinya kepada Osamu?! Dan Osamu itu bukan Om om ia hanya beda 6 tahun dari kita!" teriak Kageyama yang sepertinya kepribadian juga berubah karena terlalu terkejut.

"I'm shock" teriak keduanya dan mereka pun berlari ke arah restaurant Sakanoshita tempat Shouyou tengah berada.

.

.

.

.

"Oi, Raja... "

Panggil Tsukishima sesaat sebelum Kageyama masuk kedalam mobilnya.

"Huh?!"

"Aku ikut kau yah, aku mau beli buku ditoko buku Kyun dekat restaurant Sakanoshita."

Kageyama pun menatap wajah Tsukishima sesaat dan ia pun menyeringai.

" Aku tidak mau. "

"Oho, jadi kau mau balas dendam ya..."

"Kau tidak mau membantu saat aku minta pertolongan tadi..."

"Pertolongan apa? Kau cuma mau menyontek punya ku saja."

"Sialan, cepat masuk! "

Kageyama pun memberikan tumpang kepada Tsukishima. Setelah sampai ia pun memakirkan mobilnya didepan toko buku.

"Wow, bukankah itu mobil mewah merek Maybach Exelero." ujar Tsukishima sambil menunjuk mobil yang sedang parkir di depan restaurant Sakanoshita.

"Heh! Ngomong-ngomong soal mobil mewah, Hinata baru-baru ini mengores sebuah mobil mewah hanya karena sebuah Voucher." ujar Kageyama sambil memainkan Handphone-nya.

"Dan si Chibi itu baru saja keluar dari Maybach Exelero." ujar Tsukishima sambil menunjuk Shouyou yang sedang dibukan pintu mobil oleh Osamu.

"Huh?!" Kageyama pun langsung memutar kepalanya kearah kaca mobil dan menggosok kedua matanya, ia masih tidak percaya apa yang dia lihatnya.

"Orang itu sepertinya lebih tua beberapa tahun dari dia, Chibi itu tidak sedang mencari uang untuk membayar hutang kan?" ujar Tsukishima tidak percaya.

"Dia tidak perlu sampai seperti itu! Aku sudah ikhlas kok hutang dia ke aku tidak dibayar-bayar! Dia tidak perlu minta uang sama Om Om! Kageyama ayo kita samperin si Bodoh itu!" ujar Tsukishima yang sedang sangat khawatir sampai-sampai kepribadiannya sedikit meleceng. Lelaki berkacamata itu pun mengguncang-guncang tubuh Kageyama yang membeku dengan kuat.

"Bu-Bukan kah, Om Om itu Osamu? Ia menjual dirinya kepada Osamu?! Dan Osamu itu bukan Om om ia hanya beda 6 tahun dari kita!" teriak Kageyama yang sepertinya kepribadian juga berubah karena terlalu terkejut.

"I'm shock" teriak keduanya dan mereka pun berlari ke arah restaurant Sakanoshita tempat Shouyou tengah berada.

.

.

.

.

.

To be continued

Author note:

Sepertinya di Chapter ini Comedy -nya kurang deh, atau malah tidak ada sama sekali. Tapi chapter berikutnya aku usahain deh akan lebih banyak Comedy -nya supaya enggak bosan bacanya. Dan kayaknya di chapter 3 kemarin aku juga banyak dapat review dari yang not loging lagi...

Yosh waktunya balas review dari yang not loging.

-Hsegawa pyo

Ini sudah lanjut loh, selamat membaca and jangan lupa Review lagi yo :D

-nuning Hanger

Tenang Shouyou nggak bakal hamil sampai si Osamu ketemu sama calon mertua kok :D

makasih yah udah review nanti di review lagi yah...

-Haikyuu big fans

Tau nih Kageyama, masa nggak mau berjuang sih...

And makasih yo untuk reviewnya, review kamu itu semangat aku loh :*

-mob

Maunya Osamu sih iya, tapi sepertinya main BDSM -nya ditunda dulu sampai waktu yang tidak ditentukan :v (ditabok Osamu)

Makasih yah Udah review jangan lupa review lagi yo :*

Nah itu balasan untuk yang non Loging

Sekali lagi makasih untuk yang udah Review sama baca Fic ini yah...

Jangan lupa untuk Review

.

.

.

.

.

Do not Forget to Review