BE CLOSE MY BROTHERS
.
.
Main Cast :
Park Jung Soo / LeeTeuk
Lee Donghae as Park Donghae
Kim Kibum as Park Kibum
Cho Kyuhyun as Park Kyuhyun
.
Genre : Family and Friendship
.
Summarry :
Kasih sayang selalu ada di dalam sebuah keluarga walaupun seakan ada pembatas yang membuat suasana menjadi canggung. Selalu ada cinta di balik semua pertengkaran dan perdebatan. Tapi bukankah akan lebih indah jika suasana canggung dan pertengkaran yang terjadi itu lenyap, terganti dengan sebuah kehangatan dan kebersamaan setiap anggota dalam sebuah keluarga besar.
.
.
OOOoooßCMB oooOOO
PART 3
I'm walking to the day~
I'm walking to the day…
Suara merdu dengan nada riang itu mengalun indah di sebuah ruangan menandingi suara kicauan burung di luar sana. Seorang namja tengah sibuk dengan berbagai peralatan dapur terutama pada masakan yang ia buat untuk sarapan pagi ini. Dengan lincah tangan nya mencampurkan beberapa bumbu ke dalam nasi goreng spesialnya. Ia terus bernyanyi seakan tak membiarkan kesunyian yang terjadi di tempat itu. Ia ingin menyalurkan suasana hatinya yang cukup baik pagi ini.
Namja itu—Jung Soo memang cukup senang hari ini. Hari kelima setelah appa dan umma mereka tak ada di rumah. Tak bisa di pungkiri beberapa hari belakangan ia sangat lelah dengan semua nya, urusan rumah, dongsaeng dan sekolah nya sendiri. Tapi semakin kemari ia sudah bisa mengatur waktu nya menjadi lebih baik. Ia sudah bisa bangun pagi dan menyiapkan sarapan dan keperluan adiknya di pagi hari. Tak ada kata terlambat lagi setelah ia mengukir 2 kali catatan terlambat berturut-turut sebelumnya.
Walau begitu, masih banyak yang belum bisa ia kontrol. Suasana rumah keluarga Park itu masih sama. Selalu ramai dengan pertengkaran 2 anak yang tak pernah berkurang sedikit pun. Keadaan canggung masih terasa walau sudah ada kemajuan di antara mereka.
"Aahh aww appo! appo hyuungg~ lepaass!"
"Aniyo. Lihat apa yang kau perbuat! Aish bocah!"
"Kyu kan tak tahu itu milikmu—hiks"
Jung Soo menghentikan kegiatan nya dan langsung menoleh saat mendengar dua suara berisik yang sudah tak asing bagi nya. Ia terkejut namun juga terbingung saat Donghae masuk ke dalam dapur sembari menjewer telinga sang adik yang sudah meronta untuk di lepaskan bahkan Kyuhyun sudah sedikit terisak.
"Ya Hae! Apa yang kau lakukan?" ucap Jung Soo dengan nada sedikit keras saat melihat Kyuhyun yang sudah menatapnya dengan tatapan memelas.
"Ani hyung! Lihat, seenaknya dia mencoret-coret brosur yang sudah ku dapatkan dengan susah payah!" balas Donghae dengan nada kesal sembari menyodorkan sebuah brosur. Jung Soo memincingkan matanya untuk melihat brosur apa itu tapi hasilnya sia-sia karena brosur itu sudah di penuhi oleh spidol berwarna warni menutupi tulisan yang tercetak di sana.
"Kyu kira itu kertas tak berguna. Salah sendiri kenapa di letakan sembarangan!" balas Kyuhyun masih berusaha menyingkirkan tangan sang hyung dari telinga nya yang sudah terasa panas dan sakit.
"Aku meletakan nya di meja, tidak sembarangan! Seharusnya kau tanya sebelum menggunakan sesuatu!" bentak Donghae membuat Kyuhyun kembali terisak.
"Huwee~ Jung Soo hyung—hiks"
Jung Soo menghela nafas saat mendengar rengekan sang adik. Ia mematikan kompor itu sejenak lalu mendekati Donghae dan Kyuhyun.
"Lepaskan Hae! Itu hanya brosur kan" titah Jung Soo yang di balas dengan gelengan dari Donghae.
"Tanpa brosur itu aku tak bisa ikut kompetisi dance nanti dan untuk mendapatkan nya sangat sulit!" adu Donghae.
"Appo—hiks"
"Hae!"
Dengan berat hati Donghae melepaskan jeweran nya di telinga Kyuhyun yang langsung berhambur ke samping Jung Soo sembari menggosok telinga nya sendiri.
"Kyu, minta maaf pada hyung mu" titah Jung Soo lagi dengan nada pelan kepada Kyuhyun.
"Shireo! Dia yang meletakan sembarangan dan dia juga sudah menjewerku" bantah Kyuhyun membuat Donghae semakin geram.
"Lihat hyung! Anak itu kurang ajar kan!"
"Itu karena kau menyebalkan!"
"Bocah setan!"
"Ikan jelek!"
Kyuhyun menatap kesal Donghae yang juga membalas nya dengan tatapan membunuh. Jung Soo menggelengkan kepalanya menatap kedua dongsaeng nya yang kembali berulah. Ia tak bisa berbuat banyak jika sudah seperti ini. Entah mengapa hingga sekarang, ia belum menemukan cara ampuh untuk menyatukan Donghae dan Kyuhyun. Jung Soo mengalihkan tatapan nya saat melihat Kibum yang mulai memasuki dapur. Ia tersenyum lembut untuk menyambut kedatangan dongsaeng yang menurutnya baik dan penurut itu. Kibum hanya tersenyum tipis lalu beralih menghampiri Donghae.
"Memangnya ini brosur apa?"
Donghae sedikit terkejut saat Kibum tiba-tiba muncul di samping nya dan tanpa izin menarik brosur yang ada di tangan nya. Ia memperhatikan Kibum yang masih melihat brosur itu sejenak.
"Kompetisi dance yang di adakan lotte mart minggu depan" jawab Donghae yang mulai menunjukan wajah memelasnya pada adik kesayangan nya itu. Kibum menganggukan kepalanya mengerti membuat Donghae tersenyum senang.
"Kau pasti mengerti perasaan hyung kan Bummie~ bocah itu merusak brosur yang sudah susah payah hyung dapatkan. Tanpa itu—"
Sreekk~
Tiga pasang mata di ruangan itu langsung membulat tak percaya saat seorang Park Kibum dengan santai nya merobek brosur tersebut. Donghae pun sudah tercengang dan menatap miris pada brosur yang sudah menjadi dua bagian itu.
"Ki—bum, brosurnya…" Donghae menatap Kibum tak percaya sedangkan Kibum hanya membalas dengan tatapan datar dan senyuman tipis tersirat jahil.
"Brosurnya sudah tidak bisa di baca jadi lebih baik di buang saja" ucap Kibum dengan nada tenang.
"Ta-tapi kau tak perlu merobeknya Bummie, itu…" Donghae kehilangan kata-katanya. Ia bingung harus mengatakan apa lagi.
"Kau bisa meminta nya lagi di lotte mart saat pulang sekolah, mudah kan?"
Kibum menyerahkan brosur itu kembali pada Donghae lalu beralih menuju ruang makan. Donghae hanya terdiam di tempat sambil memperhatikan kertas di tangan nya. Tanpa ia sadari, Kyuhyun dan Jung Soo sudah terkikik geli melihat ekspresi Donghae yang cukup berlebihan itu. Sepertinya sifat jahil Kibum sedang muncul pagi ini.
"Yeay! Bum hyung memang yang terbaik~ yuhhuu~" pekik Kyuhyun kesenangan sembari berlari kecil ke ruang makan untuk menyusul Kibum.
"Kau—" Donghae yang mendengar ucapan Kyuhyun yang terkesan mengejeknya itu hendak mengejar sang adik jika lengan nya tak di pegang oleh Jung Soo.
"Kenapa dongsaeng ku menyebalkan semua, hyung? Huh!" keluh Donghae sembari mengepalkan kertas di tangan nya lalu melemparkan nya ke tempat sampah. Jung Soo kembali terkikik geli.
"Haha—Sudahlah. Nanti hyung temani kau mengambil brosur lagi, nde?" Jung Soo mengelus pucuk kepala Donghae lembut. Donghae hanya mengangguk pasrah.
"Sekarang bantu hyung membawa sarapan ke meja makan"
Jung Soo pun kembali ke kegiatan awalnya, kali ini Donghae mengekori nya dari belakang. Mereka pun kembali menyiapkan sarapan berdua.
.
.
.
OOOoooßCMB oooOOO
Trang… Trang…
Wuuzh~
Clash!
"Yuhuu~ satu level lagi!"
Kyuhyun berteriak senang sembari mengangkat kedua tangan nya ke atas saat background music kemenangan dan tulisan 'you won' itu terpampang di layar lcd televisi nya. Teriakan nya pun langsung menyelimuti ruangan santai rumah tersebut. Kyuhyun tersenyum puas dengan hasil yang ia raih. Tak sia-sia ia duduk selama kurang lebih satu jam di sini untuk menekuni level dari game yang ia mainkan saat ini. Kyuhyun merenggangkan tangan nya untuk melepaskan rasa pegal di tangan dan punggung nya. Setelah ini ia akan melawan boss besar dan level terakhir dari game itu.
Kyuhyun mengedarkan pandangan nya ke seluruh ruangan.
Sepi…
Ia menghela nafasnya lalu menatap kosong layar lcd di depan nya. Biasanya ada eomma yang selalu menemani nya saat bermain game seperti ini. Walau hanya melihat saja, Kyuhyun sudah senang dengan kehadiran yeoja itu. Ia jadi tak merasa sendiri karena eomma nya akan memberikan koment dari game yang ia mainkan. Sekarang?
Sepi dan sendirian…
Haafftt~
"Eommaaa~ appa, kyu rindu kalian" gumam nya pelan.
Jung Soo dan Donghae memang belum pulang sore ini. Mereka sudah sepakat akan ke lotte mart sepulamh sekolah bahkan Kyuhyun yakin mereka tengah bersenang-senang sekarang. Hanya ada dirinya dan Kibum di rumah saat ini. Tapi seperti biasa, Kibum lebih senang berada di kamarnya sendiri. Sehingga akhirnya hanya dirinya yang berada di ruangan besar ini. Wajah ceria yang tadi ia tunjukan seketika hilang dan berganti dengan raut murung. Kyuhyun menengok ke arah tangga berharap Kibum hyung nya ada di sana dan mau menemani nya bermain. Tapi hanya kekosongan yang ia dapat.
Kyuhyun menundukan kepalanya. Beberapa saat ia terdiam, membiarkan ruangan tersebut hanya terdengar suara dari game yang masih menyala.
"Ish! Kyu ayolah, kau ini namja kuat. Kau tidak cengeng seperti yang Hae hyung katakan" Kyuhyun mengusap wajahnya kasar lalu menunjukan senyum yang sangat di paksakan.
"Jung Soo hyung dan Hae hyung akan segera pulang jadi tidak akan sepi lagi. Ayo, lanjutkan game mu. Kalahkan boss nya lalu dapatkan robot versi terbaru. Fighting!" ucap Kyuhyun pada dirinya sendiri. Ia segera mengambil joystick nya kembali dan kembali terfokus pada game yang sudah ia mulai.
Dengan serius dan kefokusan yang tinggi Kyuhyun menekuni game tersebut. Melawan sosok virtual yang ada di dalam tv. Raut wajahnya berubah-ubah saat memainkan game itu. Tangan nya dengan aktif menekan tombol-tombol pada joystick. Segala kunci dan teknik perlawanan yang sudah ia pelajari akan di uji di level puncak ini.
"Sedikit lagi… ya, ya sedikit lagiiii~"
Tap… Tap…
Sreett~
"KYUHYUUNNN~"
Joystick di tangan Kyuhyun melayang begitu saja saat bocah berusia 8 tahun itu terlonjak kaget karena sebuah suara melengking menusuk pendengaran nya. Tidak hanya itu, mata Kyuhyun pun langsung membulat saat melihat tulisan keramat di layar tv nya—YOU LOSE.
"Andweee~" teriak Kyuhyun tak rela dengan apa yang terpampang di layar itu.
Karena terlalu kaget dan joystick yang ia pegang terlempar membuat boss lawan dalam game virtual itu langsung menghabisi robot jagoan Kyuhyun hingga kalah. Kyuhyun masih menatap miris layar itu, kerja kerasnya sia-sia sudah. Dengan kesal, Kyuhyun menoleh kearah samping untuk memberikan death glare paling mematikan miliknya untuk pelaku yang sudah membuatnya kalah dalam game itu.
Sosok seorang bocah laki-laki berumur 7 tahun dengan wajah manis dan cengiran lebar langsung menyambut death glare dari Kyuhyun. Entah karena tidak peka situasi, bocah tersebut masih menyengir tanpa mempedulikan Kyuhyun yang menatapnya dengan kesal.
"Shim—Changmin… Pabbonika!" pekik Kyuhyun sangat keras membuat bocah yang ia kenal sebagai sepupu nya itu—Changmin terjengkang ke belakang. Changmin mempoutkan bibirnya mendengaran pekikan Kyuhyun.
"Ish! Kau ini kenapa sih? Aku menyapa mu dengan lembut dan baik-baik tapi apa balasan mu huh?" decak kesal Changmin sambil mengelus dada seakan menstabilkan jantungnya yang berdetak cepat karena kaget.
"Lembut? Ya! Kau berteriak seperti itu tepat di samping ku. Aku kaget dan gara-gara kau, aku harus mengulang game itu lagi" jelas Kyuhyun dengan nada tinggi sambil menunjuk-nunjuk layar tv yang masih menampilkan kata keramat yang paling di benci Kyuhyun.
Changmin pun mulai mengerti kesalahan nya dan hanya bisa meringis sambil membuat peace sign dengan jarinya.
"Mianhae~ tapi bukan karena aku, kau kalah dalam game. Itu salahmu sendiri!" balas Changmin.
"Tetap saja—"
"Minnie?"
Kedua bocah itu reflek mengalihkan tatapan mereka kepada Kibum yang sudah berdiri di dekat tangga. Changmin pun langsung berdiri lalu berlari kecil menghampiri Kibum.
"Kibummie hyung~" Changmin langsung berhambur memeluk Kibum erat dan Kibum tak protes, Ia justru tertawa kecil lalu mengacak rambut sepupu yang sudah ia anggap adik sendiri itu dengan sayang. Melihat hal itu, Kyuhyun pun mendengus kesal dan mengalihkan tatapan nya kearah lain—tak ingin melihat pemandangan yang membuat hatinya sakit.
Selalu seperti ini…
Ya! Kibum terlihat begitu sayang pada Changmin dan hal itu tentu saja membuat Kyuhyun merasa iri. Ia tak pernah mendapat perlakuan seperti yang Kibum berikan pada Changmin. Mengapa begitu?
Shim Changmin adalah anak dari tante mereka—adik dari tuan Park. Seorang yeoja cantik yang pernah merawat Kibum selama appa dan eomma nya berada di Jerman. Beberapa bulan setelah kehadiran Kibum, yeoja itu positif di nyatakan hamil dan akhirnya hadirlah sosok Changmin di tengah-tengah keluarga Shim. Dan hal itulah yang membuat Kibum dan Changmin terlihat sangat dekat. Tentu saja sejak kecil mereka tinggal bersama. Kibum yang mengajarkan beberapa hal pada sepupu yang sepertinya tanpa sadar sudah ia anggap adik sendiri. Changmin juga yang selalu bisa membuat Kibum tertawa dengan tingkah konyolnya. Walau Kibum harus berpisah dari keluarga Shim dan kembali ke keluarga aslinya, tak membuat ikatan nya dengan keluarga yang merawat nya selama 4 tahun itu renggang.
"Kenapa kau ada di sini, Minnie?" tanya Kibum setelah pelukan itu terlepas.
"Hyung, kau tahu? Appa dan eomma ada kegiatan di pulau nami selama weekend ini. Menyebalkan sekali, huh! Mereka sudah mengajakku tapi aku malas, aku pasti hanya menjadi patung di sana. Jadi, aku meminta appa dan eomma agar weekend ini aku bisa menginap di sini dan mereka pun mengizinkan—hehe" cerita Changmin panjang lebar. Kibum hanya mengacak rambut Changmin gemas.
"Jadi selama weekend kau akan menginap di sini?" tanya Kibum memastikan.
"Ne. Dimana Ahjumma? Hae hyung dan Jung Soo hyung juga dimana?" tanya Changmin sembari mengedarkan tatapan nya ke seluruh area untuk mencari sosok-sosok lain penghuni rumah itu.
"Appa dan eomma sedang berlibur di Hawaii. Jung Soo hyung dan Hae hyung belum pulang" jawab Kibum.
"Mwo? Jinjayo hyung? Aigoo jadi kalian hanya berempat?" Changmin menatap Kibum tidak percaya. Kibum hanya mengangguk.
"Haft sama saja. Tapi tak apalah, yang penting aku tak sendiri di rumah—hehe" Kibum menggelengkan kepala nya saat Changmin kembali menyengir lebar.
'Lihat? Mereka seperti melupakan kehadiranku!' batin bocah berusia 8 tahun yang masih berdiri di tempat sambil melipat kedua tangan nya di depan dada juga mengalihkan tatapan nya kearah sofa.
"Hyung~ bolehkan aku tidur bersama mu nanti? Aku merindukan mu Bummie hyung~"
Kibum tertawa kecil melihat tingkah manja dari bocah yang berbeda 2 tahun darinya itu.
"Nado Min. Kajja, kita ke kamar hyung sekarang"
Kibum beranjak menaiki tangga itu untuk kembali ke kamarnya dengan Changmin yang mengekor di belakangnya. Perbincangan kecil masih terdengar hingga kedua sosok itu menghilang di atas sana.
Prak!
Dengan kesal Kyuhyun menendang tumpukan kaset yang tersusun rapi di lantai hingga kaset-kaset itu berserakan begitu saja. Ia menatap kesal bayangan kakak dan sepupu nya yang seakan masih tercetak jelas di tangga. Bagaimana tidak kesal jika kehadiran mu seakan di lupakan begitu? Apalagi…
Senyum itu…
Tawa kecil itu…
Tatapan yang begitu lembut itu…
Semua hal tersebut jarang sekali di tunjukan oleh Kibum hyung nya! Ia jarang melihat itu semua saat kakaknya berada di sisinya tapi sekarang? Dengan begitu mudah, sepupunya bisa mendapatkan semua nya. Bahkan pelukan dan perlakuan manis yang selama ini begitu Kyuhyun harapkan.
"Bum hyung jahat! Changmin pabbo!"
Kyuhyun mengucek matanya kasar menghilangkan butiran bening yang hendak meluncur dari sudut mata indahnya. Ia menggigit bibir bawahnya lalu segera berlari menuju kamarnya sendiri tanpa memikirkan game yang masih menyala dan kaset yang berserakan di lantai.
.
.
"Eunggh"
Lenguhan itu memenuhi sebuah ruangan yang bernuansa biru. Seorang anak menggeliat di tempat tidurnya sendiri dan mulai merenggangkan tubuhnya yang terasa kaku. Ia terdiam sejenak sebelum membuka mata dan menampilkan manic indah miliknya itu. Ia mengerjapkan mata berulang kali, matanya terasa lengket dan sedikit sembab.
Gelap…
Lampu kamar itu memang padam membuatnya suasana kamar menjadi gelap. Hanya ada sedikit cahaya yang masuk dari sela pintu. Ia mengedarkan pandangan nya ke sekeliling ruangan setelah matanya terbiasa dengan situasi gelap. Tatapan nya terfokus pada jendela kamar, korden nya sudah tertutup berarti ada yang masuk ke kamarnya saat ia tertidur tadi.
"Siapa yang masuk?" gumam Kyuhyun lirih pada dirinya sendiri.
Kyuhyun memang tertidur setelah lelah menumpahkan seluruh perasaan nya tadi sore. Ia menghela nafas saat mengingat apa yang terjadi sebelumnya. Ia masih belum beranjak dari tempat tidurnya dan memilih menatap langit-langit kamar yang di hiasi bintang-bintang kecil yang menampilkan cahaya redup di kegelapan. Kyuhyun memang menyukai bintang karena itulah ia meminta menempelkan hiasan glow in the dark berbentuk bintang itu di langit-langit kamarnya.
"Appa, eomma… Kapan kalian pulang? Kyu ingin bertemu eomma" gumamnya pelan. Ia tak peduli jika ia di bilang anak manja atau apa pun itu. Ia hanya ingin bertemu kedua orang tua nya. Ia merindukan mereka. Ternyata di tinggal orang tua itu tidak enak.
"Apa ini yang di rasakan hyungdeul saat appa dan eomma menitipkan mereka?" gumam Kyuhyun lagi sembari mengusap sudut matanya yang kembali basah. Perasaan bersalah yang sering menghinggapi relung hatinya kembali terasa menyakitkan. Jika benar seperti ini rasanya di tinggal orang tua, ia tak menyalahkan hyungdeul yang kesal dan marah padanya yang seakan mengambil sosok orang tua mereka saat itu. Memang bukan kesalahan nya tapi tetap saja ia merasa bersalah.
Kyuhyun menggelengkan kepalanya. Ia pun mulai bangkit dari tempat tidurnya. Ia tak ingin memikirkan hal macam-macam lagi.
Dengan langkah gontai Kyuhyun menuju pintu kamar. Samar-samar ia mendengar suara tawa dari luar kamar membuatnya kembali menghela nafas.
Cklek
Kyuhyun terdiam di depan pintu kamarnya dan menatap kegiatan dari beberapa orang yang tengah asyik di ruang santai tak jauh dari kamar nya. Tatapan itu terlihat redup saat suara tawa kembali terdengar.
Kibum dan Changmin tengah asyik bermain PS di ruangan itu lalu Jung Soo dan Donghae yang tengah duduk di sofa asyik berbincang sembari memperhatikan dua orang yang tengah bermain game. Sesekali gumaman dari Changmin memenuhi ruangan itu di tambah dengan celetukan dari yang lain nya. Mereka tertawa saat Changmin menggerutu kesal di kalahkan oleh Kibum.
'Sebenarnya siapa dongsaeng kalian? Aku atau dia?'
Seakan menyadari tengah di perhatikan, Jung Soo menoleh dan mengernyit bingung melihat adik terkecilnya terdiam di depan pintu. Namun sedetik kemudian ia tersenyum lembut saat mendapat kontak mata dengan Kyuhyun.
"Kau sudah bangun, Kyu?"
Sapaan Jung Soo membuat Donghae, Kibum dan Changmin menghentikan kegiatan nya sejenak dan menoleh ke arah Kyuhyun. Kyuhyun hanya mengangguk sekali sebagai jawaban. Jung Soo bangkit dari sofa dan berjalan mendekati dongsaeng nya itu.
"Cepat mandi. Kita akan segera makan malam" ucap Jung Soo sembari mengelus rambut Kyuhyun lembut. Kyuhyun hanya terdiam memperhatikan Jung Soo intens membuat sang hyung menatapnya bingung.
"Ya! Kenapa diam pabbo? Cepat mandi! Kau tahu, sejak tadi kami menunggu mu bangun untuk makan malam. Aish aku sudah lapar~ Ah! Satu lagi, bisakah kau rapikan mainan mu sebelum tidur? Aku yang jadi membereskan nya! Kau harus berterimakasih padaku, huh" cerocos Donghae tanpa menoleh kearah Kyuhyun walau manic matanya melirik untuk melihat ekspresi dongsaeng nya itu. Ya, ia sempat kesal pada Kyuhyun karena membiarkan game tetap menyala dengan kaset berserakan di lantai sedangkan adiknya itu sudah tertidur manis di kamar. Dan dengan 'senang hati' ia merapikan itu semua atas perintah Jung Soo.
"Hae…" tegur Jung Soo pelan membuat Donghae berdecak kesal. Entah mengapa ia sedikit bingung kenapa dongsaeng nya itu hanya terdiam dan tak membalas ucapan nya—tidak seperti biasa.
"Sudah, cepat mandi Kyu. Kami tunggu di ruang makan" ucap Jung Soo lagi.
"Ne hyung" balas Kyuhyun sembari melangkahkan kaki nya menuju kamar mandi di dekat lorong.
"Hae hyung…" panggil Kyuhyun dengan nada pelan. Semua yang masih di ruangan itu pun kembali menoleh kearahnya dengan tatapan bertanya tak terkecuali Donghae.
"Mwo?" ketus Donghae dengan tatapan kesal.
"Gomawo"
Kyuhyun melanjutkan kembali langkahnya setelah mengucapkan satu kata itu tak mempedulikan tatapan kaget dari ketiga hyung nya. Mereka masih enggan mengalihkan tatapan nya dari bayangan Kyuhyun yang sudah menghilang dari balik dinding penyekat. Aneh! Benar, tak biasanya maknae mereka seperti ini. Tak membalas ucapan Donghae bahkan mengucapkan—terimakasih?
Changmin mengerjapkan matanya bingung karena suasana ruangan tiba-tiba hening. Ia tak mengerti apa yang terjadi.
"Hyung! Jadi kapan kita makan?" ucapan Changmin membuyarkan lamunan dari tiga orang itu.
"Ah! Ne, aku siapkan makanannya dulu"
Jung Soo melangkah pergi menuju dapur. Kibum dan Changmin pun mulai membereskan permainan mereka ke tempat semula kemudian Changmin langsung berlari menyusul Jung Soo. Kibum menatap Donghae yang masih terdiam di sofa. Tak ada suara di antara mereka namun sesaat mereka mengadakan kontak mata. Kibum menggedikan bahu nya seakan tahu apa yang di pikirkan oleh kakaknya. Donghae menghela nafas lalu bangkit dari sofa. Ia merangkul bahu Kibum dan kedua nya pun ikut menyusul ke ruang makan.
.
.
.
Malam semakin larut. Waktu sudah menunjukan pukul 8 malam dan hari ini makan malam terpaksa tertunda. Jung Soo, Donghae, Kibum dan Changmin sudah berkumpul di ruang makan sembari berbincang. Setelah beberapa saat, orang yang mereka nanti pun akhirnya tiba dan langsung duduk di kursi yang biasa ia duduki. Ia terdiam tanpa mempedulikan semua yang memperhatikannya dengan tatapan bingung.
"Kyu!" panggil Changmin membuat Kyuhyun memberikan tatapan bertanya pada bocah yang lebih muda setahun darinya, walaupun begitu Changmin dan Kyuhyun sudah sepakat tak menggunakan embel-embel 'hyung' toh mereka sekelas sekarang. Changmin memang masuk sekolah lebih cepat di banding anak sepantarannya saat itu.
"Kau tidak bilang punya game baru. Setelah makan, ayo kita duel" ajak Changmin dengan penuh semangat. Kyuhyun hanya membalas dengan senyuman yang membuat Changmin memiringkan kepalanya tidak mengerti.
"Gwenchana Kyunnie?" tanya Jung Soo yang sudah sangat penasaran dengan apa yang terjadi pada maknae mereka. Ia terlihat sangat aneh malam ini.
"Ne hyung. Kajja, kita makan"
Jung Soo menghela nafasnya mendapatkan jawaban yang tak di harapkan dari Kyuhyun. Namun mengingat waktu makan yang sudah terlambat, ia pun diam dan acara makan malam itu pun di mulai.
"Ya maknae! Coba kau contoh Changmin, dia tak memilih-milih makanan" celetuk Donghae di tengah acara itu tepat saat Kyuhyun tengah menyingkirkan beberapa sayuran di piringnya. Kyuhyun menatap hyung nya itu dengan tatapan sulit di artikan. Donghae menatap tajam ke dalam mata Kyuhyun seakan mencari sesuatu di dalam sana.
"Ne Kyu, sayuran itu sehat dan enak kok" timpal Changmin sembari menyengir lebar.
Kyuhyun tak membalas ucapan mereka. Dan entah mengapa Changmin justru mengajak Donghae membicarakan berbagai macam sayuran yang menurut nya paling enak dan segar. Kibum dan Jung Soo tak terlibat dalam pembicaraan itu, mereka asyik memperhatikan gerak gerik Kyuhyun yang terlihat aneh dengan seksama.
"Ya! Kau tidak mendengarkan ku?" dengus Donghae saat diknya itu justru kembali melanjutkan makan nya dalam diam.
"Aku mendengarnya hyung. Aku dan Changmin berbeda, aku tak suka sayuran" jawab Kyuhyun to do point tanpa mengalihkan tatapan nya dari piring dan itu sukses membuat Donghae bertambah kesal.
"Aish, kalau bicara itu—"
Donghae menoleh saat Jung Soo menepuk paha nya seakan menegur membuat namja itu pun terpaksa mengurungkan melanjutkan kata-katanya. Mereka kembali melanjutkan makan masing-masing. Tanpa sadar Donghae sering mengambil lirik kearah Kyuhyun. Ada apa dengan bocah itu?
"Aku sudah selesai. Mian Min aku lelah, kita duelnya besok saja. Aku tidur duluan hyung"
Kyuhyun bangkit dari kursinya dan tanpa menunggu jawaban dari yang lain, ia langsung melangkah pergi.
"Ya kenapa tidak sopan begitu!" pekik Donghae cukup keras namun entah mengapa Kyuhyun tak menghentikan langkahnya, sosok bocah itu pun menghilang dari ambang pintu.
Jung Soo dan Kibum menghela nafas berat sedangkan Donghae sudah mendengus sebal. Hanya Changmin yang mengerjap polos dan tak mengerti apa yang terjadi sebenarnya.
"Apa Kyuhyun sakit ya? Baru bangun tidur kenapa tidur lagi?"
Pertanyaan dari Changmin sukses membuat Jung Soo, Donghae dan Kibum sedikit tersentak. Mereka terdiam dengan berbagai pikiran nya masing-masing. Changmin semakin bingung dan menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
"Ya hyung!" pekik Changmin kesal membuyarkan lamunan ketiganya.
Kibum tersenyum lalu mengacak rambut Changmin yang memang duduk di sebelahnya, ia tahu jika Changmin sudah seperti itu berarti namja itu tengah bingung dan kesal.
"Sudahlah, kita selesaikan makan nya" ujar Jung Soo yang dib alas dengan anggukan dari semua nya.
.
.
"Aku tidak bisa tidur!"
Jung Soo bangkit dari posisi tidurnya dan mulai terduduk di tempat tidurnya. Ia menyandarkan punggung nya di kepala ranjang dan menatap kosong apapun yang ada di depan nya.
Suara detik jam memenuhi ruangan itu seakan menjadi lagu pengiring bagi namja yang tengah berkelut dengan pikiran nya sendiri. Jung Soo mengacak rambutnya sendiri. Pikiran nya terus menuju adik terkecilnya. Tak bisa di pungkiri, ia merasa khawatir dan cemas dengan sang maknae. Apalagi di tambah dengan ucapan Changmin. Apa dongsaeng nya itu benar-benar sakit?
"Aish, pabbo-ya! Kenapa aku justru di sini? Harusnya aku melihatnya saja, kau bodoh Jung Soo" umpat Jung Soo pada dirinya sendiri.
Ia segera beranjak dari tempat tidurnya dan melangkah keluar dari kamar. Suasana rumah sudah sepi, tentu saja waktu sudah menunjukan pukul 11 malam. Sebelum menuruni tangga, Jung Soo beralih menuju pintu berwarna coklat yang ada di sebelah kamarnya—kamar Kibum.
Pintu itu di buka dengan begitu perlahan agar tak menimbulkan suara yang berisik dan mengganggu. Jung Soo menyembulkan kepalanya dari balik pintu untuk melihat keadaan kamar itu. Ia tersenyum saat mendapatkan Changmin sudah tertidur pulas di kasur Kibum dengan selimut yang membungkus tubuhnya. Namun ia mengernyit bingung saat tak mendapatkan sosok dongsaeng nya di kamar itu.
"Kemana Kibum?" gumam nya seorang diri.
Ia menutup pintu itu kembali dan beralih ke kamar mandi di lantai 2 tersebut. Ia mengetuk pelan daun pintu itu sembari memanggil nama Kibum tapi tak ada jawaban. Akhirnya ia membukanya dan tetap tak menemukan Kibum di sana. Rasa penasaran semakin menyelimuti hatinya. Tak biasanya Kibum keluar dari kamar apalagi malam seperti ini.
Dengan langkah sedikit cepat ia menuruni tangga. Cahaya redup menyelimuti seluruh ruangan di lantai bawah. Jung Soo yang hendak segera melihat keadaan Kyuhyun, entah mengapa justru melangkahkan kaki nya menuju dapur. Dari lorong menuju dapur, ia bisa melihat cahaya terang dari sana. Seingatnya ia sudah mematikan lampu dapur tadi.
Jung Soo semakin mempercepat langkahnya untuk sampai ke dapur. Ia mengerutkan dahinya walau sempat menghela nafas lega saat mendapatkan sosok seorang dongsaeng nya tengah berdiri diam di sana sembari menatap sesuatu yang ada di meja. Dengan perlahan, Jung Soo mendekati bocah itu untuk melihat lebih jelas apa yang di lakukan sang dongsaeng.
"Kibum?"
Kibum terlonjak kaget dan segera menoleh dengan tatapan terkejut saat sebuah suara menyapa pendengaran nya.
"H-hyung?" gugup Kibum yang tanpa sadar menggigit bibir bawahnya sendiri.
"Apa yang kau lakukan malam-malam di sini?" tanya Jung Soo pada Kibum yang terlihat gelisah.
"A-aku… Aku…"
Jung Soo semakin bingung dengan sikap gugup Kibum. Ia mengalihkan tatapan nya pada sebuah gelas yang ada di meja dapur.
"Kau membuat susu? Tumben sekali"
Seakan mengerti, Jung Soo mulai mengulas senyum lalu menngacak rambut Kibum pelan. Kibum hanya tersenyum canggung.
"Lalu kenapa tidak segera di minum? nanti bisa dingin susunya" ucap Jung Soo lagi.
"Aku—hmm hyung sendiri kenapa belum tidur?"
Bukan nya menjawab, Kibum justru mengalihkan nya dengan sebuah pertanyaan.
"Hyung hanya ingin mengecek kalian sudah tidur atau belum dan hyung tak menemukan mu di kamar. Hyung juga ingin melihat keadaan Kyunnie" jujur Jung Soo, Kibum hanya mengangguk paham.
"Ah hyung, aku ke kamar dulu ya. Selamat tidur"
Kibum segera beranjak dari dapur membuat Jung Soo menatap kepergian nya dengan penuh kebingungan. Ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal namun tatapan nya mulai beralih pada susu coklat yang masih utuh itu.
"Ya Kibummie, susu mu!" ucap Jung Soo sedikit keras untuk memanggil Kibum.
"Aku tak ingin minum susu" balas Kibum tanpa menghentikan langkahnya dan justru sedikit berlari kecil dan akhirnya menghilang dari ambang pintu.
"Ta—Mwo? Kalau tidak ingin minum susu kenapa membuatnya?" gumam Jung Soo sembari memperhatikan segelas susu itu dengan intens. Ia baru ingat, Kibum tak pernah minum susu saat malam hari lalu susu ini?
Namun beberapa saat kemudian, kerutan bingung di wajah tampan Jung Soo berubah menjadi senyuman manis di sudut bibirnya seakan menyadari suatu hal. Ia menggelengkan kepalanya lalu tertawa kecil.
"Kenapa tidak berikan langsung, dasar" gumam namja itu.
Jung Soo mengambil gelas itu lalu mulai melangkahkan kakinya keluar dari dapur, tak lupa ia mematikan lampu terlebih dahulu. Ia sedikit bergidik ngeri saat tatapan nya tertuju pada taman belakang yang terlihat gelap dan menyeramkan. Tanpa buang waktu, ia langsung berjalan menuju salah satu kamar di lantai 1 ini.
Kebingungan kembali di rasakan Jung Soo saat namja itu menemukan seorang dongsaeng nya yang lain tengah berdiri diam di depan pintu yang akan ia tuju. Ia terdiam sesaat sebelum senyuman jahil muncul di wajahnya. Secara perlahan ia mendekat dan berdiri tepat di belakang dongsaeng nya itu tanpa menimbulkan suara. Ia mendekatkan wajahnya ke arah telinga kanan sang dongsaeng. Ia bisa melihat adiknya bergidik dan berdiri tegang saat ia menghembuskan nafasnya di dekat telinga adiknya itu.
"Hae-ya~"
"Huwaaa!"
Donghae langsung berteriak keras saat sebuah bisikan yang terkesan horror itu tertangkap pendengaran nya. Jung Soo pun tertawa geli, ia tahu adik kesayangan nya itu takut dengan berbagai hal berbau horror. Tapi apa yang di lakukan Donghae di depan pintu kamar Kyuhyun menjelang tengah malam seperti ini?
"Hyung!" decak kesal Donghae lalu menggembungkan pipinya mendapati hyung nya sudah terkikik geli.
"Hahaha—mianhae. Apa yang kau lakukan di sini eoh?" tanya Jung Soo sembari mencubit kecil pipi Donghae. Wajah kesal Donghae langsung berganti dengan wajah bingung. Matanya terlihat tak tenang dan bergerak gelisah seakan telah tertangkap basah melakukan sesuatu hal buruk.
Jung Soo mengernyit bingung dan mulai menatap Donghae intens. Hal itu semakin membuat Donghae salah tingkah. Akhirnya cengiran lebar yang sedikit di paksakan itulah yang terlihat di wajah childish Donghae.
"Aku—aku baru saja kembali dari kamar mandi" ujar Donghae.
"Benarkah?" Donghae mengangguk cepat dan pasti.
"Lalu kenapa justru berdiri diam di sini dan tak kembali ke kamar?" tanya Jung Soo penuh selidik. Donghae tertawa kecil.
"Siapa yang terdiam? Ini aku mau kembali ke kamar—hehe"
Jung Soo menaikan sebelah alisnya mendengar jawaban Donghae. Jelas-jelas adiknya itu tengah terdiam di depan pintu dan sekarang dia justru mengelak.
"Ah sudahlah, aku mengantuk. Jal ja hyung"
Donghae langsung beralih menuju pintu berwarna putih yang ada di sebrang kamar sang maknae saat ia menyadari tatapan bingung dan penuh selidik dari hyung nya. Ia menyengir dan melambaikan tangan nya sebelum menutup pintu kamarnya sendiri. Jung Soo menghela nafasnya.
Setidaknya ia sadar apa yang di lakukan Donghae tadi. Ia bisa melihat nya dari mata Donghae yang tak pernah bisa berbohong dan terbaca jelas oleh nya. Sama seperti Kibum, pikir Jung Soo saat ini. Ia yakin dua dongsaeng nya itu memiliki perasaan yang sama dengan nya saat ini tapi sepertinya mereka belum sanggup menekan ego masing-masing dan menunjukan perasaan yang sebenarnya.
Jung Soo menatap pintu kamar berwarna coklat aboni itu sesaat sebelum tangan nya menggapai handle pintu dan membukanya secara perlahan. Ia tersenyum saat pintu itu tak terkunci.
.
Namja tampan itu mulai memasuki kamar adiknya dengan perlahan. Suasana gelap membuatnya harus ekstra hati-hati agar tidak tersandung barang apa pun. Ia meletakan segelas susu coklat buatan Kibum di meja nakas lalu menyalakan lampu meja tersebut.
Jung Soo mendudukan dirinya di sisi kosong kasur Kyuhyun. Ia tersenyum tipis melihat dongsaeng nya sudah terlelap. Ia mengulurkan tangan nya mengelus rambut sang adik. Senyuman di wajahnya seketika menghilang saat menyadari Kyuhyun tidur dengan gelisah. Raut wajah bocah kecil itu terlihat tegang dan bulir keringat memenuhi keningnya. Ia pun sedikit kager saat mendapatkan mata Kyuhyun terlihat sembab dan pipi chubby adiknya itu terasa lengket oleh air mata.
Jung Soo menelan saliva nya dengan sulit. Ia menghapus peluh di kening Kyuhyun dan mulai mengecek suhu tubuh adiknya.
Normal…
Kyuhyun tidak demam, lalu kenapa?
"Kyu?" gumam Jung Soo dengan raut cemas saat Kyuhyun melenguh sembari menggelengkan kepalanya walau matanya tetap terpejam.
"Eungghh.. Eomma—hiks. Kyu ikut eomma saja, eomma~" racau Kyuhyun semakin menambah kekhawatiran sang hyung.
Jung Soo langsung mengguncangkan tubuh Kyuhyun pelan untuk membangunkan adiknya itu. Ia menepuk pelan pipi Kyuhyun dan terus memanggil nama sang maknae.
"Kyu? Ireona saeng, Kyu!"
"Eomma—hiks hyung jahat, mereka jahat—eomma~~"
Jung Soo terpaku saat mendengar racauan yang di ucapkan Kyuhyun kembali. Apa yang di mimpikan sang dongsaeng? Siapa yang jahat? Jung Soo mengacak rambutnya sendiri untuk menghilangkan rasa bingung dan frustasi.
"Kyu! Ireo, Bangun Kyu!"
"Hnngg"
Seakan tersentak dengan guncangan dari Jung Soo, Kyuhyun langsung membuka matanya. Nafasnya memburu dan matanya masih membulat kaget.
"Kyunnie, gwenchana?"
Kyuhyun mengerjapkan matanya berulang kali lalu mengalihkan tatapan nya ke asal suara yang menyapa pendengaran nya. Ia menatap Jung Soo dengan tatapan bingung dan sedikit kaget.
"H-hyung?"
"Gwenchanayo?" tanya Jung Soo lagi sembari menatap Kyuhyun dengan penuh kekhawatiran.
"Jung—Soo hyung?" gumam Kyuhyun terus memperhatikan wajah hyung nya itu. Jung Soo pun terdiam namun tatapan nya terus menuntut Kyuhyun agar menjawab pertanyaan nya.
Namun bukan nya menjawab, Kyuhyun justru bangun dari posisi tidurnya dan langsung berhambur memeluk Jung Soo dengan sangat erat. Tentu saja Jung Soo sangat terkejut dengan tingkah Kyuhyun namun namja itu tak menolak bahkan tak melepaskan pelukan maknae nya.
"Hyung… hyung" racau Kyuhyun semakin mengeratkan pelukan nya dan memendamkan wajahnya di dada Jung Soo.
Jung Soo menghela nafas lalu mulai membalas pelukan sang dongsaeng. Ia mengelus pelan punggung dan rambut Kyuhyun untuk menenangkan.
"Gwenchana hyung di sini, kau bermimpi buruk?"
.
.
PUK
"Apa yang kau lakukan, hyung?"
Untuk kedua kalinya di malam ini, Donghae terlonjak kaget. Untung ia segera menutup mulutnya sehingga tak ada teriakan yang keluar. Ia menyandarkan punggungnya di dinding dan menatap kesal seorang bocah yang notabene adalah adiknya sendiri.
"Aigoo Kibummie! Kau mengegetkan ku!" pekik Donghae sedikit keras namun di akhiri dengan nada pelan bahkan setengah berbisik. Kibum mengernyit bingung dan mengerjapkan matanya polos. Donghae mengelus dadanya seakan menenangkan jantungnya yang masih berdegub kencang.
"Apa yang kau lakukan?" ulang Kibum lagi. Ia bingung saat turun tangga dan mendapatkan hyung nya itu tengah berjalan mengendap layaknya pencuri dan terhenti di depan kamar adik terkecil mereka lalu mulai terdiam di depan sana.
"Sstt~ jangan keras-keras" Donghae mengarahkan telunjuk nya ke bibirnya sendiri untuk menyuruh Kibum mengecilnya suaranya. Kibum semakin menatap hyung nya dengan penuh tanda tanya.
"Aku—ah! kau sendiri apa yang kau lakukan eoh?" Donghae membalikan pertanyaan Kibum membuat adiknya memutar bola matanya malas.
Kibum tak menjawab justru melirik ke arah pintu kamar Kyuhyun yang terbuka sedikit. Donghae seakan mengetahui maksud sang dongsaeng langsung merangkul bahu Kibum dan menuntunkan kearah pintu.
"Diam dan lihat saja" bisik Donghae saat mendapat tatapan bertanya dari Kibum. Bocah itu pun menganggukan kepalanya dan keduanya mulai melanjutkan aktivitas yang tertunda—mengintip.
"Dia menangis?" bisik Kibum terkejut saat melihat Kyuhyun menangis dalam pelukan hyung mereka. Donghae tak membalas pertanyaan Kibum, tetap fokus pada pemandangan di dalam kamar itu. Suasana gelap sedikit mengganggu kegiatan mereka namun isakan Kyuhyun bisa terdengar dengan jelas membuat mereka tahu sang maknae tengah menangis.
"Kenapa dia menangis, hyung?" tanya Kibum lagi dan entah mengapa Donghae justru menepuk kepala dongsaeng nya itu pelan. Kibum menggembungkan pipinya kesal.
"Aku tak tahu jadi perhatikan saja"
.
Kyuhyun masih saja menangis dalam pelukan Jung Soo membuat kakaknya itu bingung bagaimana untuk menenangkan adiknya dan kenapa dia menangis. Apa karena mimpi? Ia pun memutuskan untuk hanya terdiam sembari mengelus punggung Kyuhyun berharap tangisan sang dongsaeng segera reda dan memberikan waktu biarlah Kyuhyun menangis.
Setelah beberap saat akhirnya harapan Jung Soo terkabul. Tangisan Kyuhyun mulai reda, bahu yang sedaritadi bergetar sudah tenang saat ini. Hanya suara isakan yang masih terdengar dari mulut sang adik.
"Sebenarnya ada apa, Kyu?" tanya Jung Soo setelah terdiam sedaritadi. Ia tak menghentikan sentuhan lembutnya pada punggung dan rambut Kyuhyun.
Kyuhyun tak langsung menjawab. Pelukan nya pada sang hyung bukan nya merenggang setelah tangisan itu reda namun justru semakin erat seakan tak ingin membiarkan kakaknya itu pergi meninggalkan nya sendiri.
"Kyu…" panggil Jung Soo lagi saat tak mendapat respon dari Kyuhyun. Ia sudah sangat penasaran apa yang terjadi pada adiknya itu di tambah dengan mimpi buruk yang di alami Kyuhyun. Ia berharap Kyuhyun mau membuka dirinya dan menceritakan semua nya pada dirinya.
"Hiks—apa Jung Soo hyung menyayangi ku? Hiks"
Jung Soo mengerutkan dahinya mendengarkan pertanyaan yang di lontarkan Kyuhyun. Ia masih tak mengerti dan membuatnya tak menjawab pertanyaan sang adik. Tak mendengar jawaban dari Jung Soo membuat air mata Kyuhyun kembali mengalir.
"Bum hyung—hiks dia jahat"
Lamunan Jung Soo buyar saat Kyuhyun kembali berucap namun kerutan bingung semakin tercetak jelas dalam wajah Jung Soo.
Tak hanya Jung Soo yang terbingung, dua anak yang tengah mengintip dari balik pintu itu pun tengah mengernyit bingung. Kibum sedikit tersentak saat nama nya di sebutkan oleh adiknya itu, apalagi Kyuhyun mengatakan dia jahat?
"Hyung jangan menatapku begitu" protes Kibum dengan bisikan kepada Donghae yang sudah menatapnya dengan tatapan bertanya.
"Apa yang kau lakukan padanya hingga menangis?" bisik Donghae.
"Mollayo. Aku tak melakukan apa pun!" jawab Kibum sedikit kesal mendengar pertanyaan Donghae yang seakan menuduhnya telah melakukan sesuatu hal yang buruk. Kibum kembali mengalihkan tatapan nya menuju Kyuhyun dan Jung Soo begitu pula dengan Donghae.
"Mwo?" tanya Jung Soo bingung.
"Hae hyung—dia juga jahat hiks"
Tanda tanya semakin menjadi besar di atas kepala Jung Soo mendengar semua gumaman dari Kyuhyun. Adiknya tak menjawab pertanyaan nya dan justru kembali mengecap kedua dongsaeng nya yang lain dengan label 'jahat'.
Donghae membulatkan matanya tidak percaya dengan apa yang di dengarnya. Apa yang sudah di lakukan nya? Perasaan ia belum membuat perkara berarti dengan maknae nya itu. Hanya pertengkaran karena brosur tadi pagi dan ia tak melakukan apa pun lagi.
"Sudah ku duga kau yang membuat nya menangis, hyung" tuduh Kibum membuat Donghae menjitak kepala Kibum pelan.
"Jangan menuduhku! Aku tak melakukan apa pun"
"Aku tak percaya. Kalian selalu bertengkar"
"Ish! Kenapa kau jadi menyidangku seperti ini?"
Donghae memalingkan wajah Kibum yang masih menatapnya dengan tatapan penuh selidik. Ia mendengus sebal. Sepertinya sang maknae ingin mencari masalah lagi. Lihat saja besok, tsk!
"Kyu? Apa maksudmu? Hyung tak mengerti" desak Jung Soo sembari melepaskan pelukan Kyuhyun dan menatap wajah adiknya itu dengan intens. Kyuhyun menundukan kepalanya untuk menghindari kontak mata dengan sang hyung. Isakan kecil masih keluar dari bibir nya.
"Kyu?"
"Mereka jahat! Hae hyung dan Bum hyung jahat!" ucap Kyuhyun dengan jelas dan sedikit keras membuat dua kakak nya yang ada di balik pintu itu semakin membulatkan matanya tak percaya.
Memangnya apa yang mereka lakukan?
"MWO?!"
.
.
-To be Continued-
Annyeong~~ ^ ^
Sepertinya chap selanjutnya akan lama apdetnya, paling lama seminggu lah abis lye lagi cukup sibuk /sok sibuk/ *peace ^^v
Hahaa review kalian bikin lye ketawa sendiri… Jeongmal kamsaHAE buat semua readerdeul dan semua reviewer~ welcome to new reader!
Mianhae review nya gak bisa di bales dulu di sini hehe, ,
Sabar-sabar ya, chap ini masih awal kok, klimaks nya masih lama apalagi bikin Kyu kesiksa lebih dari yang di atas /slap/ Setiap sesi memang akan ada pendekatan antara Teuk, Hae, Bum sama Kyu..
Oke, Gomawooo^^
See ya next chap~ /bow/
Special Thanks to :
riekyumidwife, cece, SnowBum KyuDevil, KyuChul, yolyol, choYeonRin, , lilin, 92Line, beehoney, sfsclouds, Blackyuline, Jmhyewon, AngeLeeteuk, tiaraputri16, ratnasparkyu, Arum Junnie, bryan ryeohyun, gyu1315, cho-i chahyun, Gyurievil, kyuqie, Elfishy, Hikari tsuky, bella, kim soo jin, aninkyuelf, vha chandra, ayu, Ay, all Guest.
