Amnesia and The Outside World
Rating: K+ (bisa berubah nantinya)
Pairing: YookMin/MinJae
Disclaimer: BtoB belongs to Cube Ent., their families, and God.
Warning: Typo(s), Sho-ai, AU, OOC, Ide cerita pasaran
Note: FF murni dari otakku. Kalau ada kesamaan dengan cerita lain, itu hanya kebetulan.
.
.
"Minhyuk, kau milikku. Hanya milik ku, selamanya."
.
.
.
.
"Sungjae, aku boleh memakai jet pribadiku dan villa keluargamu di Jeju itu kosong kan?"
"Nde, hyung. Apakah lusa besok bisa?"
"Eumm, bisa. Appa baru akan memakainya minggu depan."
"Ok, gomawo hyung. Temui aku du rumah lusa pagi. Annyeong." dengan itu Sungjae memutuskan hubung telpon dengan Peniel. Ia ingin mencari aman, karena itu ia memutuskan untuk bertindak. Ia meminjam jet pribadi keluarga Shin untuk pergi ke Jeju, bersembunyi di villa milik keluarganya. Terlalu berisiko jika ia menggunakan transportasi umum, ia tidak bisa menjamin mata-mata keluarga Seo tidak ada di situ. Tetapi bukannya tidak berisiko, ia khawatir lusa besok salju akan turun dengan lebatnya.
'Tuhan, tolong bantu aku.' Sungjae mencium kedua tangannya yang terkatup seraya memejamkan matanya. Ia memang bukan orang yang religius, tetapi untuk saat ini tidak ada salahnya, kan?
.
.
.
"Minhyuk-ah, ayo makan siang. Aku membuatkan pancake dengan butter dan maple syrup kesukaanmu." Sungjae menyandarkan dirinya di ambang pintu kamar Minhyuk. Ia masih sama seperti tadi, menyembunyikan tubuhnya di bawah selimut berwarna merah darah itu.
"Ani." Jawaban singkat dari Minhyuk membuat Sungjae menggelengkan kepalanya. Ia berjalan menuju Minhyuk dan duduk di tempat tidur.
"Ayolah, aku minta maaf ne? Ini sedang musim dingin, aku tidak ingin kau kedinginan atau sakit lagi." Sungjae mengelus surai cokelat Minhyuk yang sedikit menyembul dari selimut. "Sekarang makanlah, aku janji saat musim semi nanti kau boleh pergi keluar sekali."
"..."
"Aku tidak pernah mengingkari janjiku, Minhyuk."
"..."
"Jebal, ne?"
"..."
"Hah, arraseo. Kalau kau ingin makan, pancakenya kutaruh di kulkas." Sungjae hendak bangkit saat sesuatu menahannya. Ia menoleh, melihat Minhyuk menggenggam ujung kausnya.
"Apakah sirup maplenya dicampur madu?" tanya Minhyuk.
"Yap."
"Arraseo, aku akan makan. Tapi hyung berjanji akan memperbolehkanku keluar saat musim semi?" pertanyaan Minhyuk dijawab dengan anggukkan oleh Sungjae. Minhyuk langsung memeluk Sungjae erat.
"Yaksok?"
"Yaksok."
.
.
.
-24 Desember-
"Hyung, kau kenapa sepertinya kau tidak bisa tenang dari tadi?" tanya Minhyuk. Sedari tadi ia melihat Sungjae yang terus berdiri, lalu duduk dengan gelisah. Matanya selalu melihat ke arah jam di dinding juga handphonenya. Pertanyaan Minhyuk membuat Sungjae melonjak kaget.
"A-ah, gwaenchana." jawab Sungjae, menampilkan senyum palsunya. Minhyuk mengangguk lalu kembali membaca komik.
RIING
Mendengar bel pintu depan berbunyi, wajah Sungjae langsung antusias. Ia buru-buru membuka pintu depan, menampilkan Peniel yang tengah bersin-bersin. Coat cokelat mudanya hampir basah kuyup terkena salju sepanjang jalan. Sungjae buru-buru mempersilahkan Peniel masuk. Heck, bukan karena ia khawatir. Ia hanya takut kehilangan tumpangannya ke Jeju. Setelahnya, ia buru-buru mengunci pintu depan.
"Salju hari ini tidak parah. Kita masih bisa melakukannya. Oiya, Minhyuk-ah aku membelikanmu shortcake." Peniel memberikan kotak berisi kue itu, yang langsung disambar Minhyuk. Ia membawanya ke dapur untuk memakannya, meninggalkan Peniel dan Sungjae berdua.
"Bagaimana dengan jetnya?" tanya Sungjae. Ia mengambil tempat di samping Peniel yang tengah duduk di sofa.
"Beres, hanya tinggal berangkat."
"Bagaimana tentang Minhyuk? Aku tidak ingin dia melihat dunia luar sekarang, terlalu cepat."
"Itu beres, akan terurus dalam," melihat arlojinya sebentar. "10 detik."
"Tunggu-"
"Lima,
Empat,
Tiga,
Dua,
Satu."
BRUGH
"Minhyuk!"
Sungjae buru-buru ke dapur, melihat tubuh Minhyuk yang terbaring di lantai. Ia mengangkat tubuh Minhyuk lalu merebahkannya di sofa (setelah mengusir peniel dari sofa terlebih dahulu).
"Tenang, aku hanya memberi obat tidur di kuenya. Kemungkinan besar, dia baru bangun besok pagi." jawab Peniel tenang. Ia membuka handphonenya dan menelfon seseorang. "Ah, Lee ahjussi. Tolong bawakan barang milik Sungjae dan Minhyuk ne?"
Sungjae memakaikan sepatu di kaki Minhyuk lalu menggendongnya di punggungnya, lalu menyelimutinya dengan jaket.
"Kau sudah siap, Sungjae?"
"Nde, hyung."
'Sleep tight, Minhyuk hyung.'
.
.
.
.
.
"Hoaamm..." Minhyuk membuka matanya. Ia memegang kepalanya yang terasa pening. Apa yang terjadi? Ia melihat sekelilingnya, menyadari ini bukan kamarnya. Kamarnya tidak semewah ini dan dindingnya jelas tidak berwarna baby blue.
Ah, ia ingat. Kemarin ia memakan kue dari Peniel, lalu tiba-tiba matanya terasa berat. Setelah itu, gelap. Ia merasa sesuatu yang lembut menggelitik lehernya. Ia menoleh, hanya untuk melihat surai hitam kecoklatan di sampingnya.
Sungjae.
"Sungjae hyung." Minhyuk menggucang pundak Sungjae, membuatnya terbangun. Ia lalu duduk di kasur.
"Mmhh, wae Minhyuk?"
"Ini dimana?"
"Ah, iya aku lupa bilang. Ini di villa keluargaku di Jeju." Sungjae bangkit dan duduk menghadap Minhyuk. Mendengarnya, kedua mata Minhyuk berbinar.
"Jeju?!"
"Eum."
"Aku mau-"
"Nope, kau tidak boleh keluar sekarang musim dingin. Udaranya sangat di dingin, dan aku lupa membawakanmu baju hangat." Seketika Minhyuk langsung merajuk, ia membalikkan tubuhnya memunggungi Sungjae. "Hei, aku kan sudah berjanji."
"Iya, tapi-"
"Daripada tidak kubolehkan sama sekali?" perkataan Sungjae membuat mood Minhyuk bertambah down. Ia lalu mengangguk lemas. Sungjae memeluknya dan menepuk-nepuk punggungnya. "Bersabarlah."
"Eum."
"Sekarang mandilah, tadi pagi sekali aku membeli es krim. Kau mau?"
"Nde!" Sungjae bangkit dan hendak keluar, saat Minhyuk memanggilnya. "Sungjae hyung, aku boleh memakai kemeja dan sweatermu?"
"Nde, tapi pakailah celana panjang. Hari ini udaranya cukup dingin."
.
.
.
"Eunkwang-ah, bagaimana perkembangannya?"
"Entahlah, belum ada kemajuan."
"Berjuanglah, eomma juga merindukan calon menantu eomma itu."
"Nde, aku pasti akan mendapatkan Lee Minhyuk."
TBC
Pendek? Iya tahu -_- lagi nggak ada ide habisnya. Otakku lagi terkontaminasi sama AlphaBAT, apalagi J:eta dan part 'ABCDEFG' nya, lucuu~
RnR, annyeong
