Hasil voting!
PILIHAN JAWABANMU! 3
A. "Hah baiklah ini!"
B. "Aku akan membelikanmu ubi manis saat pulang sekolah!"
C. "Kenapa harus nomorku? Tidak ingin nomor temanku yang lain saja?"
D. "ADUH BANG NAMJOON INI PONSELKU, SIMPEN NOMORMU DI SITU YAA,"
...
SHXR
PRESENT
..
Yoongi merogoh sakunya. "Kenapa harus nomorku? Tidak ingin nomor temanku yang lain saja?"
Namjoon bersidekap, "Well, jika ia lebih menarik daripada dirimu, fine saja,"
Yoongi terkekeh, ide jahil ada di kepalanya. "Ah tentu saja ia lebih menarik! Bahkan dia sangat seksi daripadaku haha,"
"Oh ya? Berikan aku nomor dan namanya!" Namjoon tertarik dengan kata 'seksi' , yah lelaki.
"Simpan baik-baik!" Yoongi mengotak-atik ponselnya, "Namanya Kim Seokjin!"
Yoongi menyerahkan ponselnya dan tidak sengaja kulit mereka bersentuhan.
"Hei ini belum musim dingin, kenapa tanganmu dingin sekali?"
Yoongi meremas telapak tangannya sendiri dan tertawa kecil. "Kulit ini turunan dari ibuku, pucat dan dingin,"
Namjoon hanya diam melihat Yoongi yang menggosokkan tangannya,
"Apa kau sebangsa vampir?"
"Apa?" Yoongi tak paham, semakin ia mengobrol dengan Namjoon. Ia merasa kapasitas otak mereka sangatlah berbeda.
"Kulit pucat dan dingin. Vampir atau setan? Pengabdi setan?"
"Itu tidak lucu,"
"HA. HA .HA kupikir aku tertawa kencang,"
"sialan diam!"
...
...
Yoongi kembali ke kelasnya setelah bercengkrama dengan Namjoon. Well sepertinya hanya Namjoon yang punya perilaku baik daripada anak Kings lainnya. Kelas sudah ramai oleh murid-murid namun Yoongi menyadari jika bangku milik Taehyung dan Hoseok kosong. Padahal ini sudah lebih dari jam terlambat si Kim, kemana anak itu?
Seokjin merasa senang karena kelas mereka akan tenang tanpa berandal itu di kelas, namun seperti lain dengan Yoongi yang merasa aneh jika tidak ada yang bikin onar di kelasnya. Pak Choi juga bertanya kepada Yoongi perihal hilang dua berandal di kelasnya itu namun sekali lagi Yoongi hanya menggeleng dan berkata tidak tahu.
Keesokan paginya cuaca mulai terasa agak dingin, pertanda jika musim semi akan segera berganti menjadi musim gugur. Yoongi yang biasanya hanya memakai jaket coklat kesayangannya, tadi di beri oleh ibunya sebuah syal berwarna merah dari ibunya yang beliau bilang agar di gunakan pada musim gugur. Ibunya berkata jika syal itu cocok untuknya dan juga ia membelinya karena mirip dengan syal dari drama kesukaan ibunya, heuh untung Yoongi sayang ibunya.
Seokjin dan Yoongi berjalan beriringan memasuki sekolahnya, dia sudah berbicara pada Seokjin jika hari ini si Kim itu masuk maka dia akan sementara pindah duduk dengannya. Seokjin mengangguk menerimanya, dia juga tidak ingin berurusan dengan Kings, dan sejujurnya kasihan dengan Yoongi yang terus-terusan di kelilingi oleh mereka.
"oh?"
Yoongi mengambil sebuah hot pack yang secara misterius ada di dalam loker kelasnya. Seingatnya ia tak pernah meninggalkan hot pack di lokernya. Seokjin menengok benda yang di pegang sahabatnya.
"ya, ini bahkan masih belum musim dingin,"
Seokjin menertawakan Yoongi yang ia pikir sahabatnya itu membawa hot pack di cuaca yang cerah seperti ini. Yoongi tersenyum kecil, ia berterima kasih atas siapa saja yang menaruh hot pack ini walaupun rasanya aneh sekali.
Yoongi melihat bangku Taehyung dan Hoseok masih kosong, dan berpikir jika kedua anak itu kembali bolos sekolah. Karenanya Yoongi masih tetap duduk dengan Seokjin dan merasa lega karena masih belum berurusan dengan Kings terutama berandal Kim itu.
Namun bayangan Yoongi yang menjalani hari ini dengan tenang buyar setelah pintu kelasnya terbuka kencang, di baliknya Taehyung dan Hoseok masuk.
"Hoaaah aku masih sleepy! huh! saatnya tidurrr!"
Lain halnya Hoseok yang langsung tiduran di bangku miliknya yang berada di depan Taehyung, si Kim itu duduk diam di bangkunya dengan kepala menengadah dan mendesah kesal. Sepertinya ada yang menganggu paginya itu.
Dan Yoongi berniat mengganggu pagi si Kim lagi. Ia merasa ragu, Taehyung masuk berarti dia duduk dengan Taehyung sesuai perjanjian mereka kan? Tapi tasnya sudah di taruh di sebelah Seokjin bahkan ia sudah duduk di bangku asalnya. Bagaimana ini? Apa ia bertanya saja pada Kim?
Yoongi mendekati Taehyung dan ragu-ragu. Hoseok melirik kedatangan Yoongi dan tersenyum lebar, "Yoongi bread-slave kitaa~"
Yoongi sedikit menunduk untuk melihat Taehyung yang juga menundukkan kepalanya. Apa anak ini tertidur atau sedang memikirkan sesuatu?
"hei Kim, a-aku ingin bicara denganmu!"
Tapi hanya respon diam yang di terima Yoongi. Muka Yoongi memerah karena malu merasa ia hanya bicara dengan dirinya sendiri bahkan di hadapan teman-temannya ini ia memberanikan diri untuk mendekati Taehyung duluan.
Namun tak lama, Taehyung mengangkat wajahnya dan menatap tajam ke arah Yoongi seolah dengan tatapannya ia bertanya kenapa Yoongi menganggu pagi yang ia buat tenang.
"Maaf aku mengganggu tapi- Taehyung kau terluka?"
Yoongi melihat luka goresan di pipi Taehyung. Tidak parah dan hanya membekas merah di pipinya. Tapi Yoongi panik luar biasa seolah Taehyung kehilangan tangannya.
"Tidak apa,"
Yoongi sibuk mengambil sebuah plester bergambar ppororo di saku kemejanya dan menyerahkannya kepada Taehyung.
"segera tutupi luka itu atau akan infeksi!"
"ck berisik!"
"ini Kim!"
"SUDAH KU BILANG TIDAK APA!"
PLAK
Taehyung tidak sadar ia menampik keras tangan Yoongi. Hingga plester luka itu terpental dari jari Yoongi. Seisi kelas terdiam melihat adegan itu, apalagi kedua orang yang di tatap. Yoongi menatap nanar plester di lantai.
Lagi-lagi ia bertindak seolah ia sudah dekat dengan Taehyung, nyatanya mereka tetap menjadi sosok asing. Ia hanya menawarkan bantuan kepada Kim sialan itu malah ia yang mendapatkan hal seperti ini.
"Hei, kau dasar Kim brengsek! Beraninya kau-!"
Yoongi yang mendengar suara Seokjin lantas menarik mundur sahabatnya yang ia yakin akan menghajar Taehyung. Bel sekolah sudah berbunyi tanda pelajaran akan segera di mulai, tadi itu bukan hal yang berarti dan tidak baik bertengkar di sekolah.
"Ayo Jin, Pak Lee akan datang!"
Yoongi menarik duduk Seokjin di sebelahnya. Ia mencoba bersikap biasa saja meskipun dadanya masih bergemuruh. Dan ia yakin satu kelas ini canggung atas hal yang terjadi. Itu tadi pertama kalinya ia mendapatkan perlakuan kasar setelah sekian lama, kembali teringat yang di lakukan oleh ayahnya dulu. Yoongi mengelus telapaknya yang memerah.
drrrt! drrt!
Yoongi mengambil ponselnya yang ada di laci mejanya. Itu pesan kakao dari dari nomor tidak di kenal.
XXX : Apa kau baik-baik saja?
XXX : Tadi itu cukup menegangkan, aku harap kau baik-baik saja.
Yoongi penasaran dengan nomor yang belum ia simpan itu. Namun saat melihat foto profil dari akun kakao itu, jantung Yoongi kembali berpacu cepat. Itu adalah Park Jimin. Setelah sekian lamanya, Jimin menghubunginya pertama kali?
PJM : Kenapa tidak membalasku?
PJM : Padahal kau memandangi ponselmu sedari tadi
Yoongi membulatkan matanya. Pesan terakhir itu. Jadi Jimin sedang memandanginya sekarang? Sejak kapan ia suka memandangi Yoongi. Wajah Yoongi memerah, dan ia akhirnya memutuskan untuk membuka room chat itu.
PJM : Akhirnya kau membuka chatku
PJM : Bisa kita bertemu setelah sekolah nanti?
Yoongi mengernyitkan dahinya. Ada apa? Kenapa baru sekarang dia menghubungi Yoongi dan bahkan memintanya untuk menemuinya. Sebagian dari diri Yoongi merasa tidak suka dengan tingkah Jimin.
MYG : Kenapa? Setelah sekian lama?
MYG : Maafkan aku tapi aku ada acara selepas sekolah
Dan dengan itu Yoongi mematikan ponselnya dan menyimpannya di laci kembali. Ia mencoba fokus ke pelajaran, menghiraukan dua tatapan dari orang yang berbeda.
Seokjin menyadari Yoongi sedang lesu, entah antara kejadian tadi pagi atau Yoongi merasa tidak enak badan. Dan Seokjin merasa marah karena Yoongi lupa membawa bekalnya. Ia menarik Yoongi untuk ke kantin, mengisi energi mereka dan mencoba menguak apa yang menyebabkan Yoongi lesu begini. Yoongi itu memang diam, tapi diamnya Yoongi ini berbeda. Makanya Seokjin ingin Yoongi terbuka untuknya, setidaknya ia ingin membantu sedikit sahabatnya.
"wah tidak kusangka hari ini makanannya enak semua~!"
Yoongi tersenyum kecil, "Kurasa semua makanan adalah kesukaanmu,"
"Nah betul!"
Yoongi tersenyum lagi, dan mereka berjalan mencari meja dan kursi kosong untuk makan. Seokjin sudah gatal sekali ingin bertanya kepada Yoongi, ia bahkan gusar di tempat duduknya mencari waktu yang pas untuk bertanya.
"Yoon, kenapa kau lesu seperti ini?"
Yoongi mendongak dengan mulutnya bergerak karena mengunyah makanan. Tatapan bertanya itu membuat Seokjin menjelaskan pertanyaannya.
"Kau sedari pelajaran pertama diam, kau memang diam, tapi diammu ini berbeda!" Seokjin menaruh sumpitnya dan cemberut, "Kita ini sahabat setidaknya katakan padaku kenapa kau diam seperti ini,"
Yoongi terdiam setelah menelan. Ia merasa bersalah karena secara tidak langsung ia mempengaruhi Seokjin dengan moodnya, seharusnya ia bersikap biasa saja agar tidak ada yang merasa aneh. Namun mata Yoongi lagi-lagi berkhianat saat ia tidak sengaja menatap siluet yang di kenalnya sedang berjalan menuju ke arahnya, tepatnya meja mereka.
Kings beranggota lengkap berjalan membawa nampan makanan dan berjalan menuju meja Yoongi Seokjin karena hanya meja mereka yang di sebelahnya kosong setelah di tinggal tiga anak sebelum Yoongi Seokjin. Yoongi merasa napsu makannya menghilang saat ia tak sengaja bersitatap dengan Taehyung.
"Aku akan mengatakannya nanti, tapi Jin bisa antar aku ke kelas?"
Seokjin panik sendiri, mengira Yoongi akan pingsan sebentar lagi. Sungguh berlebihan. Yoongi meminta Seokjin menemaninya berjalan ke kelas karena ia tak ingin Seokjin juga bertemu dengan Kings. Sesaat Kings menaruh nampannya, Yoongi berdiri dengan cepat menarik Seokjin pergi.
Seokjin mendudukan Yoongi di bangkunya sesaat mereka tiba di kelas yang sepi. Tadi Seokjin sudah menawarkan Yoongi untuk ke UKS saja tapi anak itu menolak dengan alasan ia akan ketinggalan beberapa pelajaran.
"Tiduran saja, hmm masih ada sisa 20 menit! Cukup lah ya untuk istirahat?"
Yoongi mengangguk pelan. Seokjin tersenyum dan mengusak rambut Yoongi.
"Oke ku tinggal, jatahmu aku habiskan juga nih?"
"Assa! Thanks Yoon!" Seokjin berteriak senang saat Yoongi mengijinkannya menghabiskan jatahnya. Well, Seokjin berkata seperti itu karena mumpung Yoongi belum menyentuh sama sekali makanannya, jadi masih higienis, lol.
Yoongi melipat jaketnya hingga menurutnya menjadi sebuah bantal yang empuk. Kepalanya ia jatuhkan di bantal buatannya dan menghirup parfum miliknya. Banyak kejadian pagi ini hingga membuatnya pusing. Dari mulai hot pack misterius, tampikan tangan Taehyung dan pesan tak terduga dari Jimin. Kenapa ini tiba-tiba sekali? Seolah Tuhan suka sekali ia melewati banyak rintangan.
Sejenak ia akan terbang menuju istana mimpinya jadi runtuh karena bunyi debaman pintu kelasnya. Yoongi mengerang dan mengeratkan pelukannya ke bantal jaket miliknya. Sejenak hening hingga suara berat memecah keadaan.
"Hei kau, kenapa di kelas?"
"..."
Taehyung merasa jika Yoongi membalaskan dendamnya tadi pagi, dengan menghiraukan ucapan Taehyung. Mengulang apa yang Taehyung perbuat tadi pagi. Si Kim itu berdecak dan memukul pelan meja Yoongi.
"Hei kalo aku bertanya di jawab!"
"YA TUHANKU!"
Yoongi memegang dadanya yang bergemuruh kaget. Ia memandang tajam berandal Kim. Benar-benar anak ini mengajak ribut dengannya! Tadi Yoongi sudah memberi sugesti ke dirinya sendiri untuk menghapus kejadian pagi tadi, tapi sekarang kembali teringat.
"Hei, kau masih ingat kan menjadi bread-slave ku?"
Yoongi hanya mengangguk pelan. Taehyung merogoh saku celananya.
KLINING! CLINGG
"Itu, belikan aku roti, sekarang!"
Yoongi menatap dalam diam koin yang di taruh Taehyung di sisian mejanya. Yoongi menghela napasnya, mencoba meredam umpatan yang akan di lontakan ke si Kim. Daripada ia mengumpat dan berandal itu makin memberikannya hukuman, mending ia pendam saja.
"Baiklah, aku akan membelikanmu roti coklat," Yoongi mengambil koin itu, masih terduduk di kursinya.
Taehyung duduk di meja sebelah Yoongi, "Aku tidak suka coklat,"
"Apaan? Kau dulu bilang suka roti coklat!"
Taehyung menyeringai menatap Yoongi yang cemberut. Ia suka melihat wajah yang cemberut itu, hah apa? Taehyung berdecak, menampik pikirannya.
"Ingatan yang bagus, sekarang belikan! Dalam hitungan 10! 9! DELA..-"
Yoongi terlonjak dan buru-buru berlari menuju kantin sekolahnya. Berandal Kim itu memang suka seenak pantatnya! Yoongi yang seharusnya menyimpan energi untuk pelajaran olah raga nanti siang terbuang sia-sia semua energinya itu!
Setelah membeli pesanan Taehyung di salah satu stan di kantin, Yoongi kembali lari terbirit-birit kembali ke kelasnya yang berada di lantai dua. Sekali lagi lantai dua! Jarak kantin dan kelasnya juga lumayan untuk di jadikan Yoongi track lari jarak menengah.
Yoongi memasuki kelasnya dengan napas terengah, menampilkan jika Yoongi tidak bakat dalam olah raga dan tidak menyukainya. Taehyung mempersilahkan Yoongi duduk dengan tunjukan dagunya. Ia terdiam saja melihat Yoongi hanya terengah dan membuka mulutnya untuk membantu hidungnya.
"Ini pesananmu!"
Yoongi menyerahkan plastik berisi roti coklat ke arah Taehyung, namun berandal itu mendorong balik plastiknya.
"Buka plastik itu sekarang!"
"Apa?"
"8! 7! Ena..-"
SREEK!
"Ini! Puas?!"
Yoongi menyerahkan roti coklat yang telah terbuka pembungkusnya, namun lagi-lagi Taehyung mendorong roti itu ke arah Yoongi.
"Sekarang makan rotinya!"
"Hah?"
"Makan! 5! 4! TI..-"
NYAM~
"Sudaaah! Puas?!"
Yoongi mendumel dengan roti coklat penuh di mulutnya. Selai coklat tercecer di sudut bibirnya. Taehyung beranjak dari duduknya, membuat Yoongi waspada dengan memundurkan badannya.
Tangan Taehyung terjulur dan membersihkan sudut bibir Yoongi yang belepotan. Yoongi menahan napasnya sebentar dan membulatkan matanya karena kaget. Ini benar-benar tidak terduga!
"Bagus, setidaknya isi perutmu atau kau akan pingsan saat olah raga nanti!"
Melihat Yoongi yang hanya terdiam, Taehyung berdeham mencairkan kecanggungan yang dia ciptakan sendiri.
"Aku minta maaf tidak sengaja memukul tanganmu tadi," Taehyung menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, "Kuharap dengan roti kau bisa memaafkanku,"
Taehyung berbalik ke bangku setelah mengatakan hal itu. Meninggalkan Yoongi yang bengong atas tingkahnya yang... Yoongi tidak mau mengakui kalau itu cukup romantis!
Otak Yoongi memproses keadaan. Jadi, bisa di bilang jika Taehyung membayarkannya sebuah roti dan secara tidak langsung ia menyuruh Yoongi untuk makan? Taehyung memperhatikan tadi jika dirinya belum makan apapun dari kantin? Kenapa? Kenapa Taehyung seperti ini? Bahkan seorang KIM TAEHYUNG meminta maaf?
Yoongi menjatuhkan kepalanya ke meja, yang untungnya pas di bantal jaketnya, dengan bunyi debum. Tangannya mengangkat roti cokelat tadi. ASTAGA IA MALU SEKALI!
Disisi lain, Taehyung hanya tersenyum kecil melihatnya. Ia memasang earphone dan menghiraukan Yoongi hanya mengumpat kasar yang teredam oleh jaketnya eh bantal jaketnya.
Setidaknya Yoongi harus kembali mengumpulkan dan menghemat energinya untuk pelajaran olah raga nanti karena sangat berat untuk tubuhnya,
-dan hatinya juga!
.
.
.
PS! RECHAP 1-3 ~!
Jadi disini saya membahas perjalanan yang akan Yoongi lakukan bersama Kings! Hmm kelihatannya ada beberapa yang sudah terjatuh pada pesona alami Yoongi? Atau bahkan sudah sebelumnya ia terjatuh pada Yoongi? hehe
Mulai dari sini ada nilai CHARM POINT dari Yoongi, yaitu 66% ! Dan kenapa saya kasih tahu CHARM POINT atau poin pesona dari Yoongi?
Karena di chapter depan akan terjadi konflik 'cinta' hehe lmao saya usahakan tidak cringe yaa jadi tenang saja hohoho
CHARM POINT Yoongi ini bisa bertambah dengan beberapa pilihan yang saya sediakan di bawah(chapter depan saya ungkap berapa total Charm Point Yoongi setelah ditambahkan dengan pilihannya!)
Ah dan juga pilihan untuk memilih peran antagonis serta berapa CHARM POINT miliknya! Jika sudah di tetapkan siapa dan berapa Charm Pointnya(yang tentu akan bertambah setiap chapternya), sampai cerita ini tamat hanya dia yang telah terpilih secara voting yang akan berperan :)
!...
Ayo di pilih lagi dan jangan sampai salah pilih atau Yoongi jatuh di tangan yang salah bahkan di jalan cerita yang tidak seharusnya!
!...
PILIH BAJU OLAHRAGA YANG SESUAI UNTUK KARAKTER DAN LINGKUNGAN YOONGI!
A. Atasan lengan pendek, celana pendek selutut
B. Atasan pendek, celana panjang
C. Atasan panjang, celana panjang
.
PILIH SEPATU YANG COCOK UNTUK YOONGI!
A. PUMA TURING
B. ADIDAS SUPERSTAR
C. NIKE FORCE ONE
.
SEBELUM PELAJARAN OLAH RAGA, ADA PELAJARAN KETRAMPILAN, APA BENDA YANG DI BUAT YOONGI AGAR NILAI POINTNYA BERTAMBAH?
A. Gantungan Kumamon
B. Origami angsa
C. Gantungan penangkal mara bahaya
.
SIAPA MENURUTMU YANG COCOK SEBAGAI ANTAGONIS? (Charm Point karakter bisa bertambah jika nanti ada chapter konflik berikutnya! Pilih dengan cermat!
A. Seulgi (57%)
B. Sana (50%)
C. Jennie (59%)
.
.
.
TBC
.
.
.
Mau konfirmasi sebentar, peran antagonis hanya untuk cerita ya, saya ga benci tiga orang itu :'))
Untuk kebutuhan cerita saja hehe
Kalau ada yang bingung bisa tanya di kolom review ya tentang penjelasan chapter depan!
Saya terima kritik dan saran yang membangun juga kok! Gapapa mengkritik tapi asal kasih saran yang membangun :)
..
..
Ah saya terharu dengan review-review kalian, itu benar-benar membuat saya bersemangat, bahkan ini saya ngetiknya hanya dalam waktu 2 jam :) demi kalian saya menyempatkan langsung mengetik hingga 'Terima kasih untuk' agar segera selesap chapter ini dan tidak menghambat laporan praktikum saya hehe maklumi saya anak fisika kebanyakan praktikum *pundung*
.
Terima kasih untuk :
yoongai (yuhuh ketemu lagi yaa~ ;-; makasih uda review huhuhu terharu) ;
Ceu Moncaw (ketemu lagiii~ hehe C itu bisa jadi C-CINTA *insert Jin laugh* heukheukheuk makasih uda review!) ;
princexod (pusing pegangan tiang atuh :)) heukheukheuk *niru ketawa Jin* makasih uda review~!) ;
cchicchi (wkwk kita liat nanti ya terakhirnya gimana heuheu makasih dah review~!) ;
yourname (nah kan aku juga pengen D karena ya emang aku istrinya Namjoon * di geplak jamaah* makasih dah repiuww~ ) ;
I am Tan 90 (Aku juga namgi shipper haha pengen bgt banyakin momennya, nanti tunggu chapter yang bakal banyak namginya ya, ini ngalah sama lainnya dulu wkwk makasih dah ripieww~) ;
SkyBlueAndWhite (hoho Yoongi nanti beliin terus dimakan bareng enak ya wkwk makasih dah review~!) ;
baiqamalia23 (AYO SHIP NAMGI HUHU INI SHIP YG DI REMEHKAN :(( /g hehe saya usahain banyakin namgi sama sope di beberapa chap depan, ini ngalah sama yg kain wkwk)
Alvia (ah saya selalu suka bawa review kamuuuu :(( hihi Taegi sama Minyoon nanti di jelasin bgt di beberapa chap terus gantian sama Namgi dan Sope hehe Ah Yoon kapanpun dimanapun tetep unyu2 kek kitten : makasih dah review~!)
Buzlague ( hehe iya semua seme tertarik sama Yoon tapi nanti hanya ada satu yg di terima Yoon hehe hayuk ikutan votingnyaa ~ :3 makasih uda review~)
ShizuSuga (namgi itu minim momen tapi sekali ada momen itu cute bgt TT huhu makasih dah review~)
