Title: Cheated!
Cast: Park Chanyeol, Byun Baekhyun, Kris Wu Yifan, Do Kyungsoo
Pair: Chanbaek, Krisbaek, Chansoo
Warning:GS for uke, typo, bahasa tidak baku
Disclaimer: semua cast bukan milik saya, tapi cerita milik saya
.
.
.
.
PART 4
Chanyeol menghentikan mobilnya di depan rumah yang masih berada dikawasan Gangnam. Setelah itu dia dan Kyungsoo turun dari mobil. Sekilas Chanyeol memperhatikan rumah didepannya.
"Jadi ini rumahnya?" Tanya Chanyeol
"Hmm, selama seminggu tiga kali aku akan datang kesini,"jawab Kyungsoo
"Aku heran, bukannya dia hanya satu tingkat dibawah kita. Tapi kenapa kau yang dipilih sebagai tutornya?"
Kyungsoo tersenyum,"Dia anak yang sedikit sulit Chanyeol, bahkan orang tuanya sudah beberapa kali mengganti tutornya tapi tetap saja dia membangkang. Sejak kecil dia hanya menurut padaku, maka dari itu ibunya menyuruhku untuk menjadi tutornya, karena jujur saja nilainya sungguh sangat memalukan,"
"Ck, sepertinya dia tipe anak yang menyusahkan, apa dia juga menyulitkanmu?"
Kyungsoo menggeleng,"Sudah aku bilang kan kalau dia hanya menurut padaku, dia tidak akan berani melawanku,"
"Begitukah?"ulang Chanyeol memastikan,"Baguslah kalau begitu, setidaknya aku jadi tidak khawatir,"
"Tenang saja, aku bisa menjaga diri,"entah Kyungsoo percaya diri atau tidak dengan kata-katanya sendiri"Ah, sepertinya aku harus masuk. Ini sedikit terlambat dari biasanya,"Sentak Kyungsoo
"Hmm masuklah, kau pulang jam berapa, apa perlu aku jemput?"tanya Chanyeol
"Tidak, tidak perlu. Biasanya anak itu yang akan mengantarku pulang"jawab Kyungsoo
"Baiklah kalau begitu, aku pergi dulu ya?"pamit Chanyeol sambil mengecup pipi Kyungsoo sekilas, lalu pemuda itu segera memasuki mobilnya.
"Ne, hati-hati di jalan!"Kyungsoo melambaikan tangannya saat mobil Chanyeol kini mulai meninggalkan tempat itu
Tanpa mereka sadari, sedari tadi ada sesèorang yang memperhatikan mereka berdua, tepatnya di belakang jendela kamar lantai dua rumah itu yang menghadap pintu gerbang. Pemuda berkulit tan dan berambut hitam.
.
.
.
.
Kyungsoo mendorong pintu di depannya pelan. Pintu kamar yang sering ia kunjungi beberapa bulan terakhir. Yeoja bermata bulat itu sedikit terkejut saat mendapati si empunya kamar, Kim Jongin memandang lurus padanya sesaat setelah ia membuka pintu. Seolah-olah namja itu memang telah menunggunya sedari tadi.
"Maaf sedikit terlambat, tadi ada sedikit urusan,"ujar Kyungsoo sambil berjalan ke arah meja belajar Jongin yang terletak di sisi ruangan.
"Hari ini kita mau belajar apa, apa tadi kau mendapat tugas dari sekolah?"tanya Kyungsoo lagi sambil membolak-balik buku tugas Jongin.
Tapi bukannya jawaban yang ia dapat, Kyungsoo malah merasakan sepasang lengan memeluk perutnya dari belakang, dagu bertumpu pada bahu sebelah kirinya dan belah bibir yang kini sibuk menciumi sisi lehernya.
"Hentikan Kim Jongin."Tolak Kyungsoo datar, bahkan hampir tidak ada emosi di suara kyungsoo, hanya terkesan dingin.
Pemuda bernama Kim Jongin itu menghentikan aksinya mengecupi leher putih milik Kyungsoo,"Apa yang tadi itu pacar noona? Aku melihat kalian mengobrol di bawah sana dari sini,"
Kyungsoo mengepalkan tangannya kuat,"Ya, dia memang pacarku. Tapi hal itu tidak ada urusannya denganmu,"
Mata Jongin menggelap mendengar itu,"Tentu saja ada urusannya denganku, karena aku cemburu noona,"
.
.
.
.
Sore itu sepulang dari latihan basket di Sekolah beberapa saat yang lalu, Kris langsung saja dipanggil untuk menemui ayahnya di ruang kerja. Kris sedikit segan, tidak bianya ayahnya sudah pulang sesore ini. Akan tetapi, rasa segannya hilang saat tahu apa yang dibicarakan ayahnya sekarang.
"Bagaimana hubunganmu dengan pewaris Ssangyong itu?"tanya mr. Wu serius.
"Baik, kami masih berhubungan seperti biasa,"jawab Kris
"Bagus, terus dekati dia seperti rencana awal kita. Huh, sampai sekarang aku tidak menyangka kalau si Byun itu menyadari pergerakan kita secepat ini. Sepertinya dia tidak mau mengambil resiko sehingga secepat mungkin dia menikahkan putrinya dengan pewaris Hyundai itu,"keluh mr. Wu kesal saat menyadari dia kecolongan oleh pesaing bisnisnya
Sebenarnya Ssangyong company yang dikepalai mr. Byun adalah pesaing utama dari Hafei group yang diketuai mr. Wu. Dulu Hafei lebih unggul di Asia karena perusahaan itu perpusat di China, tapi sejak perkembangan pesat industri Korea Selatan, Ssangyong ikut mendominasi pasar Asia. Padahal selama ini produk asal Jepang sudah menjadi pesaing utamanya, bagi mr. Wu rumput liar harus di basmi dari akarnya. Makanya dia perlu menghancurkan Ssangyoung sebelum perusahaan itu benar-benar berkembang pesat.
Jika cara halus tidak bekerja, maka cara licikpun akan ditempuh. Setahun yang lalu mr. Wu sengaja mengirim Kris putranya ke sekolah yang sama dengan putri dari Ssangyoung Company untuk mendekatinya. Menhancurkan musuh dari dalam mungkin lebih efective daripada menyerang terang-terangan.
Akan tetapi sepertinya pihak Ssangyoung mencium pergerakan Hafei, maka dari itu Mr. Byun dan istrinya murka saat Baekhyun putrinya mengenalkan Kris sebagai pacarnya. Tanpa menjelaskan apa yang sebenarnya menjadi alasan kedua orang tuanya membenci Kris, Baekhyun justru di paksa menikah dengan Park Chanyeol pewaris Hyundai, perusahan terbesar di bidang otomotif Korea Selatan.
Mr. Wu tidak pernah menyangka Ssangyoung dan Hyundai akan bersatu, itulah kenapa semakin hari ia semakin bernafsu menghancurkan mereka karena akan sangat berbahaya untuk perkembangan Hafei di masa depan.
"Ingat Kris, kita tidak boleh lengah. Masa depan Hafei ada ditanganmu,"ucap mr. Wu final, tidak menginginkan penolakan.
Dalam hati Kris geram, sampai kapan dia akan menjadi boneka ayahnya. Bahkan Kris merasa sama sekali tidak memiliki kendali atas dirinya sendiri
"Baik Baba, aku mengerti,"pasrah Kris pada akhirnya, disaat seperti ini ingin sekali ia cepat dewasa dan menentukan hidupnya sendiri tanpa campur tangan orang tuanya.
.
.
.
.
Kris menutup pintu ruang kerja ayahnya dengan lesu. Lama kelamaan dia merasa tidak sanggup menjalani semua rencana ayahnya. Tubuhnya terasa letih sekarang. Bahkan kondosi emosionalnya juga tidak baik. Kris mengurut pelipisnya mencoba menghilangkan rasa pening yang melanda.
"Tuan muda ,anda sudah pulang?"Kris dikejutnya oleh suara seorang yeoja didepannya. Gadis remaja dengan seragam SMA Negeri di Seoul, perawakannya mungil dan memiliki dimple di sebelah pipinya. Namanya Zhang Yixing, anak dari ibu asuh Kris yang merawatnya dari kecil. Karena sebuah ketidak keberuntungan, mrs. Wu meninggal saat melahirkan Kris, sejak saat itu mr. Wu menjadi pribadi yang gila kerja hanya untuk menghilangkan kenangan tentang istrinya.
"Kau sendiri baru pulang?"ucap Kris balik bertanya.
Gadis itu hanya mengangguk,"Ne, saya baru saja sampai,"
Kris terdiam sesaat, sepertinya memikirkan sesuatu,"Kau, ikut denganku!"perintah Kris sambil menarik lengan Yixing
"T-tunggu tuan muda.."tolak Yixing mencoba menolak.
"Sudah ikut saja aku!"paksa Kris sambil terus menarik Yixing ke lantai atas menuju kamarnya.
Kris memastikan tidak ada pelayan lain yang melihat aksinya barusan sebelum menutup pintu. Setelah dirasa aman baru dia benar-benar masuk ke dalam kamar bersam Yixing.
"Ishh ini sungguh sakit, sebenarnya kau ini kenapa?!"keluh Yixing sambil mengusap-usap pergelangan tangannya. Kalau sudah berdua seperti ini sopan santunnya mendadak hilang.
Kris memandang Yixing yang mengomel sambil tersenyum. Dengan sengaja Kris mendorong Yixing ke tempat tidur lalu menyingkap seragam sekolah gadis itu dan menempelkan telinganya tepat di atas perut yeoja di bawahnya.
"Ya, ya! Apa yang sedang kau lakukan sekarang eoh?"protes Yixing melihat tingkah namja di atasnya.
"Kenapa aku tidak mendengar apapun, apa dia benar-benar hidup di dalam?"Tanya Kris asal
PLAKS!
"Awww kenapa kau memukul kepalaku?"keluh Kris sambil mengangkat kepalanya dari atas perut Yixing
"Kau ini bodoh atau apa, tentu saja kau tidak mendengar apapun. Memangnya kau pikir janin berusia empat minggu bisa apa?"Yixing menjawab dengan kesal.
Dan Kris hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Benar, tanpa orang-orang ketahui Kris dan Yixing menjalani cinta terlarang antara tuan muda dan anak dari ibu asuh. Mereka tumbuh bersama sedari kecil, membuat mereka begitu dekat dan saling mengerti satu sama lain. Hubungan mereka memang sudah cukup jauh, saat ini Yiixng tengah mengandung anak Kris. Sebisa mungkin Kris ingin memberitahukan berita ini pada ayahnya. Tapi sepertinya akhir-akhir ini ayahnya sedang dalam keadaan yang tidak baik.
Kris membaringkan tubuhnya di samping Yixing, tidak bohong jika keadaan Yixing yang tengah mengandung sekarang begitu mempengaruhi mentalnya. Kris baru saja menginjak kelas 11 SMA, semua ini begitu berat baginya.
"Bagaimana dengan Baekhyun?"tanya Yixing tiba-tiba.
"Entahlah, aku belum terlalu yakin tapi aku rasa Baekhyun sudah mulai menyukai Chanyeol,"jawab Kris.
"Benarkah?"ulang Yixing.
"Hmm, semoga dengan kenyataan itu Baba mengerti, mengirim aku pun tidak akan ada gunanya, karena Baekhyun sudah mencintai orang lain,"
"Kau yakin semua akan berjalan baik-baik saja?"
"Yixing percayalah padaku, setelah Baekhyun benar-benar memutuskanku karena dia mencintai Chanyeol maka secepatnya aku akan memberitahukan hubungan kita kepaa baba,"janji Kris pada gadis di sebelahnya
"Ne, aku selalu percaya padamu Kris, karena aku mencintaimu,"balasYixing lembut.
.
.
.
.
Hari sudah petang saat Chanyeol sampai di rumahnya. Namja tinggi itu segera memasuki rumah dan mencari keberadaan Baekhyun. Jujur saja, Baekhyun yang tiba-tiba pergi sebelum latihan basket tadi selesai cukup membuatnya khawatir.
"Baek, Baekhyun!"panggil Chanyeol setelah namja itu sampai di dalam rumah.
"Ada apa Yeol, kau sudah pulang?"sahut Baekhyun yang kini ssdikit berlari menuruni tangga.
Ada rasa lega yang Chanyeol rasakan saat melihat Baekhyun baik-baik saja,"Tidak, aku hanya khawatir saja kenapa kau tadi tiba-tiba pulang duluan, apa kau tidak enak badan?"
Baekhyun menggeleng, diapitnya lengan kiri Chanyeol dan membawa Suaminya itu duduk di sofa ruang tengah,"Aku baik-baik saja. Aku hanya menjalankan rencana kita,"jawab Baekhyun berbohong, mana mungkin dia bilang yang sebenarnya bahwa dia shock mendapati kenyataan Kyungsoo tidak mungkin lepas dari Chayeol. Sungguh, Baekhyun tidak ingin membuat Chanyeol kesulitan.
"Rencana kita?"Chanyeol sedikit mengernyit tidak mengerti.
"Iya rencana kita, bukannya kau bilang kita akan menjauhi mereka pelan-pelan. Jadi aku pikir, akan lebih baik aku tidak diantar Kris tadi sore. Setidaknya itu sedikit mengurangi intensitas pertemuanku dengan Kris kan?"jelas Baekhyun
Chanyeol hanya mengangguk tanda mengerti.
"Tidak seperti seseorang, yang malah sibuk mengantar pacarnya sampai baru pulang jam segini,"sindir Baekhyun
"Ya! Kenapa kau bilang begitu eoh, cemburu?"selidik Chanyeol mendapati tingkah istrinya yang merajuk.
"Ne, aku cemburu, kau puas?!"kesal Baekhyun imut.
"Aigooo neomu keoptaaa~"gemas Chanyeol sambil mencubit kedua belah pipi Baekhyun
"Ishhh lepas, ini sakit Chanyeol!"keluh Baekhyun kesal sambil bersungut-sungut dan mengelus kedua pipinya.
Sedangkan Chanyeol hanya terkekeh tanpa dosa, Baekhyun yang bersamanya memang terlihat berbeda dari Baekhyun yang di kenal banyak orang. Entah mengapa, Chanyeol senang Baekhyun mau membuka dirinya yang sebenarnya tanpa kepura-puraan serperti yang ia tujukan pada orang lain.
"Lalu, apa yang kau lakukan bersama Kyungsoo sore ini?"selidik Baekhyun.
"Tidak ada, aku hanya mengantarnya ke tempat ia mengajar. Dia menjadi tutor untuk sesorang,"jelas Chanyeol.
"Yakin hanya itu?"imbuh Baekhyun tak percaya.
"Demi Tuhan Baek, untuk apa aku berbohong,"
"Tidak melakukan kontak fisik?"Baekhyun masih saja mengintrogasi
Chanyeol terdiam sebentar,"...hanya mencium pipinya sekilas,"
"Ya, beraninya kau, sasar penghianat, penghianat!"rajuk Baekhyun tak terima, tapi Chanyeol tahu saat ini Baekhyun tidak benar-benar marah.
"Aww jangan memukuliku Baek, seperti kau tidak saja,"protes Chanyeol datar.
"Aku memang tidak pernah melakukannya!"sungut Baekhyun
Chanyeol mengernyit,"Maksudmu?"
"Iya, aku dan Kris hampir tidak pernah melakukan kontak fisik. Dia itu gentleman, namja berpendidikan, tahu bagaimana cara menghormati wanita,"terang Baekhyun bangga
Sedangkan Chanyeol memandangi Baekhyun dengan pandangan tak percaya,"Serius kau tidak pernah melakukan kontak fisik, sekedar ciuman masak tidak pernah?"
"Memangnya kenapa, aku pikir bukan masalah. Lagipula Kris itu benar-benar seperti pangeran, tingkah lakunya sopan sekali,"
Mulut Chanyeol menganga,"Aku tidak percaya di jaman sekarang masih ada gaya pacaran seperti itu. Jangan-jangan dia tidak sungguh-sungguh mencintaimu?"
Baekhyun mendelik tak suka, "Tentu saja Kris mencintaiku, itulah kenapa dia sangat menghormatiku!"keukeh Baekhyun
"Terserah padamulah, tapi yang pasti.."Chanyeol merangkul leher Baekhyun hingga tubuh mereka merapat,"Yang kau cintai hanya aku kan?"bisik Chanyeol rendah.
Baekhyun terdiam, dipandanginya wajah Chanyeol yang kini begitu dekat,"Ya..."bisik Baekhyun lirih,"Akun hanya mencintaimu..hingga rasanya begitu sesak..."suara Baekhyun mulai bergetar.
"Jangan menangis..aku tahu dari tadi ada yang tidak beres..katakanlah padaku Baek,"pinta Chanyeol khawatir karena perubahan sikap Baekhyun yang tiba-tiba menjadi sendu.
"Chanyeol aku mencintaimu..."desis Baekhyun sambil menahan tangis.
"Iya, aku tahu sayang aku juga mencintaimu,"jawab Chanyeol sambil menangkup wajah Baekhyun yang kini sudah bersimpah air mata.
"Chanyeol..kau tidak akan meninggalkanku kan?"lagi-lagi Baekhyun seperti orang yang putus asa.
"Tidak Baek, tidak akan..hei dengarkan aku, sebenarnya ada apa kenapa kau menangis seperti ini?"ulang Chanyeol.
Baekhyun hanya menggeleng pilu, daripada menjawab pertanyaan Chanyeol, Baekhyun lebih memilih meraih bibir suaminya dan menciumnya kuat. Chanyeol terhenyak, ciuman Baekhyun kali ini terasa begitu menyedihkan, menuntut tapi begitu tidak berdaya. Chanyeol tidak tahu apa yang mengganggu pikiran istrinya hingga sekacau ini.
...kalau Chanyeol tidak ada...maka aku akan mati...
DEG!
Setiap mengingat kata-kata itu Baekhyun merasa dirinya dihempaskan keras ke dasar jurang, hingga ia tidak mampu bangkit kembali. Baekhyun takut kehilangan Chanyeol, dia sungguh takut kehilangan namja itu. Dengan tak sabaran Baekhyun masih saja melumat bibir Chanyeol, dia ingin mengecap semuanya. Baekhyun membuka bibirnya perlahan dan diikuti Chanyeol setelahnya. Permainan lidahpun tak bisa dihindari, ciuman mereka semakin panas dan intense hingga suara kecibak seliva terdengar di ruang tengah itu.
BRAK!
Chanyeol menidurkan tubuh Baekhyun di atas sofa, namja itu mengerti ada yang salah dengan Baekhyun. Chanyeol tahu jika istrinya itu kini ketakutan, ia mengerti jika Baekhyun kini butuh kepastian.
"Hiks..Chanyeol...Chanyeol.."isak Baekhyun tergugu.
"Baek..tenanglah kumohon..."Chanyeol mulai merendahkan tubuhnya diatas Baekhyun,"Apa yang kau khawatirkan eoh..?"
Baekhyun tidak menjawab dan malah semakin menangis maka tidak ada cara lain bagi Chanyeol selain meyakinkan istrinya itu bahwa dirinya memang milik Baehyun seutuhnya. Chanyeol semakin merendahkan tubuhnya ke arah Baekhyun, dijilatinya jejak air mata yang membasahi wajah cantik istrinya hingga berakhir mencium dalam bibir ranum itu. Ya, malam itu Chanyeol menyentuh Baekhyun lagi.
.
.
.
.
Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam. Jongin memandangi yeoja yang kini terlelap disampingnya. Tidak ada kata yang tepat betapa Jongin memuja seorang Do Kyungsoo, tapi sayangnya yeoja manis itu tidak pernah membuka hatinya untuk Jongin. Jongin menyapukan jarinya menyusuri wajah Kyungsoo, mengagumi betapa sempurnanya ciptaan Tuhan yang satu ini. Sampai pada bibirnya, jemari Jongin terhenti, sumpah demi apapun Jongin ingin menyentuh bibir itu sekali saja, mengecap rasa yang akan tertinggal jika ia merasakannya. Tanpa sadar Jongin mendekatkan bibirnya pada bibir Kyungsoo, tapi sayang Kyungsoo sudah terlanjur membuka mata sebelum niatannya terlaksana.
"Jangan melampaui batas Kim Jongin, sudah kubilang ciuman hanya untuk pacarku,"sentak Kyungsoo yang tiba-tiba terbangun. Membuat Jongin terkejut setengah mati
"Aku ingin mandi, setelah itu antarkan aku pulang!"perintah Kyungsoo seraya turun dari ranjang Jongin dan berjalan ke arah kamar mandi tanpa perduli dengan ketelanjangannya.
Telanjang? Ya, mereka memang baru saja melakukan seks. Semua berawal dari dua bulan yang lalu saat Kyungsoo pertama kali menjadi tutor Jongin. Kyungsoo tidak menyangka jika anak manis yang dulu saat masih kecil selalu berlindung di belakang tubuhnya bisa tumbuh menjadi namja yang menyeramkan. Jongin melecehkan Kyungsoo dengan sadar, namja berkulit tan itu beralasan jika ia mencintai Kyungsoo tapi gadis bermata bulat itu tidak percaya. Bagaimana mungkin anak yang sudah ia anggap adik sendiri mencintainya.
Jongin marah saat mengetahui kenyataan jika Kyungsoo sudah memiliki pacar, maka dengan tega Jongin merekam kegiatan seks mereka untuk mengancam kyungsoo agar gadis itu mau melayaninya kapanpun ia mau. Mau tidak mau Kyungsoo menuruti permintaan Jongin tapi dengan satu syarat. Hubungan mereka hanya badan, tidak melibatkan ciuman apalagi hati. Karena dua hal itu ingin Kyungsoo jaga untuk Chanyeol seorang.
.
.
.
.
Kyungsoo terduduk di balik pintu kamar mandi milik Jongin, jantungnya entah mengapa berdegup sangat kencang. Ya, memang ada yang aneh dengan Kyungsoo akhir-akhir ini, jantungnya akan berdegup lebih cepat dari biasanya saat ia berdekatan dengan Jongin. Kyungsoo bingung dengan perasaannya sendiri. Dia sudah memiliki Chanyeol, tapi sentuhan Jongin kadang mampu membuatnya lupa.
..jadikanlah aku alasanmu untuk hidup. Jika memang sudah tidak ada lagi alasanmu untuk hidup di dunia ini...
Tiba-tiba Kyungsoo teringat kata-kata Chanyeol saat mereka pertama kali bertemu dua tahun lalu.
"Chanyeol..maafkan aku..sepertinya aku menemukan alasan lain untuk hidup selain dirimu..."bisik Kyungsoo lirih
TBC
A.n
aku harap ff ini ga terlalu sulit dicerna(?) Hehehe
harusnya aku update ff ini sabtu tapi gara-gara Tao ga muncul di preview aku langsung down, aku takut kasusnya KrisHan terulang ma Tao, so ya gitu de,,seharian ga semangat nulis.
Oh ya, maksih buat readers yang uda review, fav, follow di chap sebelumnya ya^^
aku seneng banget and maaf ga bisa balas satu-satu^^
