Title : Sacrifice
Author : BaeKyuSoo
Genre : Sad, Romance, TwoShoot/ThreeShoot/Lebih
Rating : T
Pairing : SasuNaru, slight SasuMen, GaaNaru
Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto | INSPIRASI BY Novel Heart Desires
Warning : YAOI! BL! OOC! Banyak TYPO!
Summary : Naruto, Menma dan Sasuke sudah bersama sejak mereka kecil. Saat Senior High School Naruto memiliki perasaan khusus terhadap Sasuke tapi Naruto tau Sasuke menyukai Menma saudara kembarnya. Apa Naruto akan mempertahankan perasaannya atau malah mengorbankan perasaannya demi kebahagiaan Sasuke? Apa Naruto dapat berpaling dari Sasuke kepada Gaara, siswa baru yang terjerat pesona Naruto?
-Sacrifice-
Sang matahari kembali menyambut suasana pagi. Terlihat pemuda berambut kuning masih bergelung di dalam selimut tanpa berniat untuk bangun.
Keadaannya membuatnya semakin tidak ingin bangun dari kasurnya. Terlihat wajah pucat, keringat yang terus keluar, dan keadaan badannya yang lemas.
TOK!
TOK!
TOK!
Terdengar suara ketukkan pintu kamar pemuda itu. Pemuda berambut kuning mencoba untuk bangun walau sulit. "Naru-nii kau sudah siap? Kalau sudah, kita berangkat sekarang" ucap sang pengetuk pintu.
Dengan susah payah Naruto-pemuda berambut kuning- berjalan kearah pintu. Di bukanya pintu kamar yang memerlihatkan pemuda yang serupa dengannya, Menma kembarannya.
Menma membulatkan mata melihat kondisi nii-sannya. "Naru-nii ada apa denganmu? Kau sedang sakit?" di letakkan tangannya di kening Naruto. "Astaga, nii-san panas sekali. Apa perlu aku panggilkan dokter?"
Naruto mencoba tersenyum supaya meyakinkan Menma kalau dia baik-baik saja dan hanya butuh istirahat. "Tidak usah, aku hanya butuh istirahat. Kau berangkatlah, ijinkan aku"
Menma menggelengkan kepala mendengar ucapan nii-sannya. "Tidak, aku tidak sekolah. Aku akan merawat nii-san" putusnya.
Naruto menghela nafas mendengar jawaban Menma. Ini yang tidak dia inginkan. Menma akan lebih khawatir dari siapapun kalau dia sakit. "Tidak, kau harus sekolah. Bukankah hari ini Iruka jii-san sudah mulai berkerja lagi?"
Menma mengangguk menjawab pertanyaan Naruto. "Iruka jii-san ada di dapur sekarang. Tapi nii-san bagaimana? Kalau terjadi sesuatu bagaimana?" tanya Menma bertubi-tubi.
Naruto hanya bisa tersenyum mendengar pertanyaan Menma. "Aku akan baik-baik saja. Sudah ada Iruka jii-san yang merawatku. Kau tidak usah khawatir. Berangkatlah, aku ingin istirahat"
"Baiklah" ucap Menma. "Tapi kemarin sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa nii-san tidak menghiraukan panggilanku?"
Naruto terdiam sejenak menimbang-nimbang jawaban untuk Menma. "Aku hanya lelah. Lagipula di luar dingin jadi aku ingin segera masuk dan istirahat. Kau lihat saja akhirnya aku jadi sakit seperti ini" ucap Naruto.
"Gomen nii-san, karena aku nii-san jadi sakit"
"Tidak tidak, ini bukan karenamu. Sudah berangkatlah" ucap Naruto.
-Sacrifice-
Menma memasuki yang kelas seorang diri mendapat tatapan bingung dari teman-teman sekelasnya. Banyak dari teman-temannya yang milihat ke belakangnya saat dia masuk.
Menma tau kalau teman-temannya mencari nii-sannya jadi dia biarkan saja. Karena memang biasanya dia selalu datang bersama nii-sannya tapi hari ini dia datang seorang diri.
Menma duduk begitu saja di kursinya tanpa memperdulikan tatapan bingung teman-temannya. "Di mana kuc- maksudku Naruto?" tanya Gaara saat tidak mendapati orang yang di tunggunya.
Menma membalikkan badan menghadap kearah Gaara. "Nii-san sakit, jadi dia tidak masuk hari ini" jelas Menma.
'Naruto sakit? Karena apa?' batin Sasuke yang mendengar ucapan Menma.
"Karena apa?" tanya Gaara seakan-akan mewakili pertanyaan Sasuke yang berada di otaknya.
"Nii-san hanya kelelahan karena kemarin dia pergi dan pulangnya hampir larut malam" jelas Menma.
"Neji" gumam Sasuke tanpa suara.
Sasuke bangun dari kursinya berjalan keluar kelas. Tanpa mengatakan apapun pada Menma. Menma melihat Sasuke dengan pandangan bingung. "Ada apa dengannya?" tanya Menma pada Gaara.
"Tidak tau, kau tau sendiri kalau dia terlihat sekali tidak menyukaiku"
-Sacrifice-
Sasuke berdiri di depan kelas senpai-nya. Sasuke berjalan ke arah pintu masuk kelas. "Apa Neji senpai ada?" tanya Sasuke dengan wajah stoic-nya.
Seorang pemuda yang memiliki rambut panjang berdiri mnghampiri Sasuke. "Ada apa?" tanya pemuda itu.
"Apa yang kau lakukan pada Naruto?" ucap Sasuke to the point tanpa berbelit-belit.
"Nani?" tanya pemuda itu dengan wajah yang terlihat sekali sangat bingung dengan ucapan Sasuke.
Jelas saja pemuda itu bingung. Dia tidak mengetahui apa yang di maksud oleh Sasuke. Sasuke tiba-tiba saja datang dan langsung mengatakan hal itu. "Apa yang kau lakukan pada Naruto kemarin? Kenapa dia sampai sakit? Kau membawanya kemana saja, Neji" ucap Sasuke. Sasuke tidak perlu bersikap sopan kepada orang lain.
"Tunggu, tunggu, apa mak-" ucapan Neji-pemuda berambut panjang- terhenti begitu dia sadar. 'Sial! Aku mengerti sekarang. Seharusnya kau tanyakan itu pada dirimu, apa saja yang kau lakukan dengan Naruto kemarin. Kau terlalu bodoh sampai tidak bisa membedakan mereka yang pasti akan terlihat berbeda walau bagaimanapun' batin Neji.
Sasuke menunggu kelanjutan ucapan Neji. "Ah ya, aku baru ingat. Tentang kemarin bukan? Kami hanya makan, berjalan-jalan dan bermain. Mungkin dia terlalu lelah hingga jatuh sakit" ucap Neji santai. 'Sial! Aku harus berbohong seperti ini' rutuk Neji.
Sasuke mengepalkan tangannya mendengar ucapan Neji. Dia tidak suka mendengar ucapan Neji. Terasa seakan dadanya di tusuk beribu-ribu kali. Sesak, itu yang dia rasakan saat ini.
Sasuke bisa merasakan, perasaan yang dirasakannya sama seperti perasaan saat dia tidak suka melihat Naruto bersama orang lain. Ini membuatnya bingung akan perasaannya sendiri.
Neji terus memperhatikan Sasuke yang diam sedari tadi tanpa mengatakan apapun. 'Aku yakin, kesalahannya ada padamu. Kau pasti mengatakan atau berbuat sesuatu yang menyakitkan untuknya' batin Neji.
Ya, Neji mengetahui perasaan Naruto pada Sasuke. Naruto sendiri yang mengatakannya padanya. "Kau kemari hanya untuk mengatakan itu? Kau menyukai Naruto?" selidik Neji.
"Tidak. Itu karena dia temanku, aku tidak mungkin menyukainya-"
"Karena kau menyukai Menma. Aku benar kan?" potong Neji.
"Bagai-"
"Aku dapat melihatnya dengan jelas" ucap Neji. "Kau terlalu bodoh untuk menyadari kalau ada orang yang menyukaimu. Bahkan dia mengorbankan kebahagiaannya hanya demi membuat obsesimu terhadap Menma tercapai" sambung Neji.
Neji mengetahui semuanya, perasaan Naruto pada Sasuke, Sasuke yang menyukai Menma ataupun Naruto yang membantu Sasuke untuk menarik perhatian Menma. Neji yang menjadi tempat Naruto menceritakan semuanya, bahkan dia di buat berjanji untuk tidak mengatakannya pada Menma.
Awalnya Neji menyukai Naruto. Tapi saat Naruto tau, dia mengatakan lebih baik kalau Neji tidak meneruskan perasaannya karena dia menyukai Sasuke dan tidak ingin membuat Neji berharap terlalu banyak padanya.
Neji juga tau kalau setelah itu Naruto berusaha mendekatkannya pada Menma, saudara kembarnya yang menyukai Neji. Walau pada akhirnya Neji menyukai Menma, tapi masih ada perasaan Neji yang tertinggal untuk Naruto yang membuatnya ingin melindungi Naruto.
Sasuke di buat bingung dengan ucapan Neji. "Apa maksudmu? Siapa orang yang kau maksud?"
"Kau bahkan tidak bisa membedakan antara cinta dan obsesi. Kau mencintai orang lain tapi itu semua tertutup dengan obsesimu terhadap Menma" terang Neji. "Kau memang pintar dalam akademik atau non akademik. Tapi kau benar-benar bodoh dalam memahami perasaanmu sendiri" sambung Neji.
Neji meninggalkan Sasuke yang tengah memikirkan ucapannya. 'Apa maksudnya? Cinta? Obsesi? Dia tidak tau apapun tentang perasaanku yang sesungguhnya. Ya benar, dia tidak tau apapun tentang perasaanku terhadap Menma, aku mencintai Menma. Itu benar, dia yang salah' batin Sasuke.
-Sacrifice-
Gaara menghampiri Menma yang sedang membereskan bukunya, bersiap untuk pulang. "Bisa kau ikut pulang denganku?" ucap Gaara pada Menma.
Sasuke yang mendengar ucapan Gaara mengalihkan padangannya pada Gaara. "Aku akan pulang dengan Sasuke" ucap Menma.
"Dia bisa ikut ke mobilku" putus Gaara.
"Tapi-"
"Tenang saja aku tidak akan menganggu kalian. Aku hanya ingin mengunjungi Naruto" potong Gaara.
Sasuke merasa tidak suka mendengar ucapan Gaara. "Dia tidak akan suka orang menyebalkan sepertimu mengunjunginya"
"Itu menurutmu. Kau tidak bisa menarik kesimpulan berdasarkan pemikiranmu sendiri"
"Kau tidak lihat dia selalu kesal denganmu" sindir Sasuke.
"Tapi dari yang kulihat, walau begitu dia tetap bersamaku" ucap Gaara.
"Kau-"
Menma geram mendengar perdebatan yang tidak berarti antara Sasuke dan Gaara pun menengahinya. "Diamlah! Kita ikut mobil Gaara saja Sasuke. Dia hanya ingin mengunjungi nii-san bukan?" lerai Menma. "Ya sudah, ayo pulang" sambungnya.
Menma berjalan lebih dulu tanpa tau dua pemuda di belakangnya sedang saling memberikan tatapan tajam seakan dapat mematikan lawannya hanya dengan tatapan mata.
-Sacrifice-
"Tadaima" ucap Menma memasuki rumah.
"Okaeri" ucap Naruto yang berada di tangga.
Melihat Naruto, Menma langsung saja menghampiri Naruto. "Nii-san kenapa turun? Nii-san di kamar saja istirahat. Lalu di mana Iruka jii-san?" ucap Menma tanpa jeda.
Naruto tersenyum melihat sikap Menma yang begitu mengkhawatirkannya. "Tidak apa-apa, nii-san sudah lebih baik. Iruka jii-san sedang membeli bahan makanan yang habis" ucap Naruto. "Panda? Kau kemari? Untuk apa?" ucap Naruto begitu iris matanya melihat Gaara.
Naruto bisa melihat senyum menggoda yang Menma berikan untuknya sebelum mewakili Gaara menjawab pertanyaannya. "Dia ingin mengunjungi nii-san"
"Mengunjungiku?" beonya. "Ey panda, jangan bilang kau merindukanku" goda Naruto.
Tapi sepertinya hal itu hanya sia-sia saja. Tidak ada perubahan sedikitpun dari ekspresi Gaara. "Kau terlalu berharap kucing" ucap Gaara datar.
"Dasar kau panda jelek menyebalkan! Sudahlah, kau kemari ingin mengunjungiku kan? Kita kekamarku saja"
"Kau tidak akan melakukan hal-hal aneh padaku kan?" selidik Gaara.
"Kau pikir aku ingin melakukan hal aneh padamu? Aku tidak berniat melihat tubuhmu"
"Selain kau kucing yang cengeng, ternyata kau juga kucing yang mesum. Kau kira aku berbicara ke sana"
Naruto membulatkan matanya mendengar ucapan Gaara. "N-nani!? Mesum!? Enak saja! Lalu apa maksudmu!?" ucap Naruto dengan suara naik satu oktaf.
"Mungkin saja kau ingin mengerjaiku. Ternyata otakmu hanya bisa berfikir ke arah hal mesum saja" ejek Gaara.
"Terserah kau saja panda jelek! Kalau kau mau kau bisa ikut ke kamarku, kalau tidak lebih baik pulang" Naruto berjalan meninggalkan Gaara begitu saja.
Malu, Naruto benar-benar malu. Bagaimana mungkin otaknya bisa berfikir sampai ke sana. 'Bodoh! Kenapa aku malah berfikir ke arah sana! Sekarang dia pasti akan memanggilku dengan panggilan barunya, sial!' maki Naruto pada dirinya sendiri.
Wajah Naruto terlihat bersemu. Bisa di lihat seberapa merahnya wajah Naruto sekarang akibat ucapannya sendiri dan otaknya yang entah sejak kapan menjadi mesum seperti ini. 'Sepertinya ini akibat aku terlalu mengutuk Kakashi sensei dengan buku porno orange-nya dan Jiraya sensei yang sering mengintip wanita' rutuk Naruto.
"Kucing mesum! Kau tidak sopan meninggalkan tamumu begitu saja" ucap Gaara mengikuti Naruto dari belakang.
Naruto memaki lagi dalam hati mendengar panggilan baru Gaara untuknya. Nasibnya benar-benar sial saat ini karena harus mendapatkan panggilan seperti itu.
Tanpa mereka ketahui, salah satu orang dari dua orang yang memperhatikan mereka sejak tadi mengeraskan rahangnya. Bisa di lihat betapa tidak sukanya pemuda itu dengan kedekatan Naruto dan Gaara sampai dia menggenggam tangannya terlalu kencang hingga kulitnya yang sudah pucat semakin menjadi pucat.
-Sacrifice-
Sasuke dan Menma masih mengobrol sejak 2 jam yang lalu. Sama halnya seperti Gaara yang masih saja betah di dalam kamar Naruto tanpa keluar sama sekali.
Sasuke memang sedang mengobrol dengan Menma, tapi fokusnya selalu pada pintu kamar Naruto yang terdengar suara bentakan Naruto yang di peruntukkan kepada Gaara. "Hey Sasuke" ucap Menma sambi mengibaskan tangannya di depan muka Sasuke yang membuat fokusnya pada pintu kamar Naruto hilang.
Sasuke mengalihkan pandangannya dan menatap Menma seakan bertanya ada apa?. "Kau melamun, Sasuke" ucap Menma. "Tidak" sahut Sasuke.
Sasuke mulai berfikir tentang keanehan yang terjadi pada dirinya. 'Sebenarnya kenapa denganku ini? Kenapa sekarang fokusku selalu pada Naruto? Bahkan aku terlalu sering mengabaikan Menma karena Naruto' batin Sasuke.
Sasuke tidak menyadari kehadiran dua orang yang baru saja keluar dari kamar. "Ada apa dengan Sasuke?" tanya salah satu pemuda itu pada Menma.
"Tidak tau nii-san. Sasuke terlalu banyak melamun sedari tadi" ucap Menma.
"Dasar teme aneh. Sudahlah, ayo Gaara" ajak pemuda itu-Naruto- pada Gaara yang ada di sebelahnya.
Sasuke membuyarkan pikirannya saat merasakan tepukkan pada pundaknya. "Ada apa?" tanya Menma.
"Tidak ada apa-apa"
"Kalau begitu kita kedapur saja. Sepertinya nii-san akan memasak"
"Bukannya itu tugas Iruka-san?"
"Benar, tapi kau tau sendiri tadi satu jam yang lalu Iruka jii-san izin karena ibunya sedang sakit"
Tanpa banyak bicara lagi, Sasuke mengikuti Menma menuju dapur yang sudah terdapat Naruto dan Gaara yang sedang berkutat dengan bahan makanan. "Nii-san, aku bantu ya?" ucap Menma.
"Tidak perlu, kau duduk saja. Lagipula sudah ada panda jelek ini yang membantu. Kau temani saja teme di meja makan" terangnya.
"Baiklah"
Menma hanya bisa menuruti ucapan Naruto. Sasuke yang sedari tadi diam, hanya mengamati Naruto dan Gaara saja. "Kucing mesum, aku tidak tau kalau kau bisa memasak" ucap Gaara yang masih bisa terdengar oleh Sasuke.
"Kau pikir aku hanya bisa makan saja tanpa tau memasak dan hentikan memanggilku mesum panda jelek!" balas Naruto ketus.
"Kupikir begitu dan aku tidak akan mengganti panggilanku untukmu, karena kau memang mesum"
"Sialan kau" maki Naruto.
Semuanya bisa Sasuke dengar obrolan mereka dengan jelas dan begitupun dengan prilaku Gaara yang mengucap-baca:mengacak- surai pirang Naruto yang membuat sang empu mencibir kesal.
"Sasuke, menurutmu bagaimana dengan mereka" ucap Menma membuat Sasuke mengalihkan perhatiannya.
"Apa maksudmu?"
"Aku berfikir kalau mereka terlihat cocok"
"Cocok? Bahkan mereka sering bertengkar, dari sisi mananya mereka terlihat cocok"
"Mereka memang sering bertengkar, tapi tidakkah kau merasakan kalau Gaara seakan berusaha melindungi nii-san? Bukankah sama sepertimu dulu dengan nii-san. Kalian sering bertengar tapi sekarang kalian berteman sangat akrab" jelas Menma.
"Entahlah, aku tidak tau"
Sasuke terus memperhatikan Naruto dan Gaara yang sedang asik memasak bersama tanpa ingin berniat melanjutkan obrolannya dengan Menma lebih lanjut. Ada sesuatu dalam dirinya yang seakan melarangnya melanjutkan pembicaraan itu. Pembicaraan yang membuat sesuatu dalam dirinya itu tidak suka.
-Sacrifice-
Naruto sudah bisa masuk sekolah hari ini. Sepanjang koridor banyak yang menanyakan keadaannya. Naruto memang terkenal dengan sifatnya yang mudah akrab dengan orang lain sama seperti kaa-sannya. Berbanding terbalik dengan sifat Menma yang lebih mirip dengan tou-sannya, pendiam. Jadi tidak heran kalau satu sekolah terlihat sangat akrab dengan Naruto.
Bahkan guru-guru pun terlihat senang dengan sifat Naruto walau terkadang membuat para guru pusing dengan tingkah konyol Naruto yang sering berdebat dengan Kiba di dalam kelas saat pelajaran berlangsung.
Naruto terus melanjutkan perjalanannya dengan Menma yang berada di sampingnya. Sampai berada di depan pintu kelas Naruto melakukan hal yang selalu dia lakukan, menyapa teman sekelasnya dengan suara berisiknya-kata Kiba-. "Ohayou minna" ucap Naruto dengan suara cukup keras.
Melihat Naruto di depan kelas membuat teman-temannya menghampiri Naruto yang bahkan baru satu hari tidak masuk membuat mereka merindukan sikap ceria Naruto.
Kiba yang paling awal menghampiri Naruto untuk menyapanya. "Yo Naruto!" ucap Kiba sambil merangkul Naruto. "Kupikir kau sakit keras sampai kami berencana ingin menjengukmu" sambungnya.
"Sial! Kau mendoakanku sakit keras eh" ucap Naruto. "Apa kau merindukanku Kiba karena tidak ada teman berdebat kemarin?" sambung Naruto menggoda Kiba.
"Tidak, dan siapa juga yang merindukan orang berisik sepertimu" elak Kiba.
"Akui saja, kau bahkan yang paling bertanya tentang Naruto pada Menma kemarin. Akupun sampai bosan mendengar pertanyaan-pertanyaanmu pada Menma" ucap Shikamaru dengan nada malasnya.
"Sial! Kau membongkar aibku rusa pemalas" rutuk Kiba.
Shikamaru yang mendengar makian Kiba hanya bisa menguap malas. Mereka terus mengobrol di depan kelas tanpa menyadari ada sepasang mata yang terus menatap pada Naruto dengan pandangan kebencian. "Hey Naruto lebih baik kau membuang sampah saja. Kau lupa kalau hari ini kau piket kelas" ucap Kiba mengalihkan pembicaraan karena sudah terlalu malu karena tingkah memalukannya kemarin di beritahukan pada Naruto oleh teman-temannya.
"Baiklah, aku akan meletakkan tasku lebih dulu" ucap Naruto. Naruto berjalan kearah kursinya tanpa tau sepasang mata yang sedari tadi menatapnya tidak mengalihkan pandangannya sedikitpun.
Bahkan sampai mendengar ucapan Kiba pun, pandangannya tidak teralihkan malah menyunggingkan seringai licik di wajahnya. "Aku akan menghilangkanmu secepatnya" gumamnya.
Setelah Naruto meletakkan tasnya, dia berjalan keluar kelas sambil membawa kantung sampah di tangannya. Gadis yang sedari tadi menatap Naruto, mengikutinya keluar kelas. Gaara yang melihat itu jadi mengingat ucapan gadis itu yang di ucapkan padanya.
"Berarti memang benar karena Naruto kau seperti ini. Tapi bagaimana kalau aku lakukan sesuatu pada Naruto?"
"Matsuri" gumam Gaara. Gaara beranjak dari kursinya mengikuti Naruto yang sudah berjalan lebih dulu.
Gaara berjalan kearah tempat pembuangan sampah di sekolanya. Saat melihat sekelilingnya, dia tidak mendapati Matsuri sama sekali. Di depannya, Gaara melihat Naruto berjalan kearahnya setelah meletakkan kantung sampah yang di bawanya.
Tanpa sengaja Gaara melihat kearah atas atap sekolah. Gaara membelalakkan matanya saat melihat Matsuri di atas sedang memegang pot bunga yang siap untuk di jatuhkan.
Gaara bergegas mendekat kearah Naruto secepat mungkin. Saat Naruto sudah dekat dengan tempat Matsuri, dia menjatuhkan pot yang di pegangnya. "Naruto!" Naruto menghentikan langkahnya saat mendengar teriakan Gaara. Dia memandang Gaara bingung yang sedang berlari dengan raut khawatir.
Saat sedikit lagi pot itu terjatuh di atas kepala Naruto, Gaara langsung merangkul Naruto dan membawanya kedekapannya menjauh dari tempat Naruto berdiri.
PRANG!
Pot itu pecah mengenai lantai. Naruto kaget melihat pot di hadapannya. Gaara melepaskan dekapannya untuk melihat keadaan Naruto. "Kau tidak apa?" tanyanya. Naruto hanya bisa menggelengkan kepala karena terlalu shoke dengan yang terjadi tadi.
Bersamaan dengan itu Menma dan Sasuke muncul karena Menma merasakan perasaan tidak enak seakan akan terjadi sesuatu pada nii-sannya. Perasaan anak kembar selalu terhubung satu sama lain bukan? Makanya Menma memutuskan menyusul nii-sannya dan benar saja. Saat sampai di sana, Menma melihat pot yang berada di lantai dan Naruto yang berada di pelukkan Gaara. "Nii-san!" jerit Menma.
"Gaara, apa yang terjadi pada nii-san?" tanya Menma yang begitu khawatir dengan saudara kembarnya.
"Ada yang berusaha mencelakainya. Tapi kau tenang saja, pot itu tidak mengenainya sedikitpun" jelas Gaara.
Gaara mengangkat tubuh Naruto, menggendongnya. "Aku akan membawa Naruto ke uks" Gaara melewati Menma dan Sasuke begitu saja. Menma yang terlalu khawatir pada nii-sannya memutuskan mengikuti Gaara ke uks.
Gaara membaringkan Naruto di atas kasur. Saat ini sedang tidak ada guru yang menjaga di dalam uks. "Kalian jaga Naruto lebih dulu, aku ada urusan sebentar" ucapnya. "Dan kau, lebih baik berusaha menenangkan Menma" sambungnya pada Sasuke.
Gaara berjalan keluar uks menuju kelasnya. Hanya satu tujuannya, Matsuri. Gaara memasuki kelasnya dengan pandangan yang terlihat lebih dingin dari biasanya. Bahkan Kiba yang biasanya mengomentari tatapan Gaara di buat terdiam saat melihat ekspresi Gaara saat ini.
Gaara berjalan kearah gadis yang sedang duduk diam seorang diri. Gadis itu menyadari keberadaan Gaara mulai mengalihkan pandangannya pada Gaara. "Ada apa?" ucap gadis itu. "Kau ikut denganku!" tekannya pada gadis itu.
Gaara menarik tangan gadis itu, membawanya keluar kelas. Gadis itu meronta, berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman Gaara. Tapi sayang, usahanya hanya sia-sia saja. Tidak ada usahanya yang berhasil membuat tangannya terlepas dari cengkraman kuat Gaara.
Gaara membawanya keatap sekolah. Sampai di atap sekolah, Gaara menghempaskan tangan gadis itu begitu saja hingga gadis itu tersungkur di lantai. Tangan gadis itu memerah akibat cengkraman tangan Gaara yang begitu kuat. "Apa maumu? Apa kau mulai merindukanku makanya membawaku kemari" ucap gadis itu begitu percaya diri.
Gaara berjalan mendekati gadis itu dan berjongkok di depan gadis itu. "Bukankah sudah kubilang untuk tidak menyentuhnya?" ucap Gaara dingin. Bahkan lebih dingin dari biasanya.
"Kalau aku tidak mau melakukannya?" tantang gadis itu.
Salah, gadis itu telah salah jika menantang Gaara. Ekspresi Gaara semakin berubah lebih menakutkan dari sebelumnya, membuatnya bungkam. Baru kali ini dia melihat Gaara sangat menakutkan hanya untuk melindungi seseorang.
Gaara mencengkram kedua pipi gadis itu kuat dengan satu tangannya. "Sekali lagi saja kau berusaha untuk menyakitinya, akan kupastikan rumah sakit akan menyapamu" ucap Gaara. "Kau tau jelas kalau setiap ucapanku bukan hanya sekedar ancaman saja"
Takut, gadis itu merasa takut mendengar suara rendah Gaara seakan menandakan bahaya akan menyapanya kalau mengganggu pemuda pirang itu. "Kau juga tau kalau aku tidak memandang lelaki atau perempuan, aku akan tetap menghajarnya jika mengganggu orang yang kusayangi, Matsuri" tekan Gaara.
Gaara menyentak tangannya yang berada di wajah Matsuri-gadis itu-. Gaara berdiri dan langsung pergi begitu saja tanpa menghiraukan Matsuri. "Aku memang takut padamu yang bersikap seperti ini, tapi aku tidak akan menyerah untuk membuatnya lenyap Gaara" gumamnya
-Sacrifice-
Gaara berjalan di koridor menuju uks dengan membawa tasnya dan tas berwarna hitam dengan gantungan seekor rubah terdapat di tas itu. Saat sudah dekat dengan uks, Gaara di hadang oleh Sasuke. "Kita perlu bicara" ucap Sasuke.
Gaara hanya mengikuti Sasuke yang berada di depannya. Mereka berhenti di belakang sekolah. "Aku tau, kau pasti tau siapa yang menyelakai Naruto" ucap Sasuke to the point.
"Lalu apa maumu?" balas Gaara.
"Katakan siapa orangnya!" desak Sasuke.
"Berhenti bersikap terlalu peduli pada Naruto"
Sasuke mengeraskan rahangnya mendengar ucapan Gaara. "Apa maksudmu? Kau tidak bisa melarangku, aku tem-"
"Temannya?" potong Gaara. "Bahkan kau yang terlalu sering menyakitinya. Kau tidak usah ikut campur, biar aku yang melindunginya. Lebih baik kau urus saja obsesi konyolmu itu pada Menma. Seharusnya kau buka matamu dan lihat siapa yang menyukaimu, yang rela melepas kebahagiaannya sendiri untukmu"
Sasuke terdiam mendengar ucapan Gaara. 'Kenapa ucapannya sama seperti Neji? Siapa yang mengorbankan kebahagiaannya untukku?' batin Sasuke. Gaara melangkahkan kakinya pergi saat melihat Sasuke tidak mengatakan apapun lagi.
Gaara memasuki uks yang di dalamnya terdapat Menma dan Naruto yang masih terbaring di ranjang. "Aku akan membawanya pulang. Aku sudah minta izin pada Kakashi sensei" ucap Gaara pada Menma.
"Aku akan ikut, tung-"
"Biar kau di sini saja, aku yang akan menemaninya. Aku janji akan menjaganya sampai kau pulang nanti" potong Gaara.
"Baiklah" Naruto hanya terdiam memperhatikan interaksi antara Gaara dan Menma.
Gaara menghampiri Naruto di ranjangnya dan mulai menggendong Naruto kembali. "Hey panda jelek aku bisa jalan sendiri tanpa kau gendong sendiri" keluh Naruto.
"Diamlah kucing mesum. Sebaiknya kau menurut karena aku yang akan menjagamu" ucap Gaara.
'Kenapa dia benar-benar seperti malaikat pelindung untukku?' batin Naruto.
Naruto membiarkan Gaara menggendongnya menuju parkiran. Mereka tidak menyadari ada dua orang yang sedang menatap mereka dengan pandangan yang berbeda-beda.
TBC
N/A : Maaf, maaf banget telat buat post dan sekali post cuman update 1 chapt doang. Saya lagi bener-bener di sibukin sama ulangan-ulangan dan persentasi di sekolah jadi gak sempet buat lanjutin ffnya, dan baru ini bisa bernafas lega buat lanjutin ffnya. Gomen minna..
Maaf juga kalo ceritanya berbelit-belit dan kurang suka. karena saya sendiri juga kurang suka di chapt ini. Gomen minna...
Saya akan berusaha memperbaikinya lagi, Gomensai minna...
Cerita di sini bakal saya update lebih dulu di wordpress. jadi kalo mau lebih dulu liat, cek di worpress aja dulu. .com
